cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Studi Eksperimental Kemampuan Biosementasi Bakteri Lokal pada Tanah Pasir Lepas Lim, Aswin; Muhammad, Dary Aulia; Lestari, Anastasia Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3046.09 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.5

Abstract

Makalah berikut menyajikan hasil penelitian biosementasi menggunakan bakteri lokal yang hidup di tanah pasir lepas yang diambil dari kota Padang. Biosementasi adalah suatu metode perbaikan tanah dengan memanfaatkan kemampuan bakteri yang memang hidup di dalam tanah untuk menghasilkan enzim urease. Aplikasi dari biosementasi ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan potensi terjadinya likuifaksi akibat gempa karena kuat geser tanah akan meningkat drastis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies bakteri dengan kemampuan urease yang diisolasi dari pasir Padang, menentukan kadar CaCO3 dari setiap sampel tersementasi, dan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah setelah masa perlakuan. Bakteri urease positif dari tanah pasir Padang diisolasi dan ditumbuhkan dalam syringe 100 ml berisi tanah pasir Padang selama 4-6 hari. Hasil isolasi menunjukkan bahwa spesies bakteri teridentifikasi sebagai Sporosarcina sp.. Selama masa perlakuan, sampelsampel diberikan nutrisi setiap 12 jam sekali. Hasil pengujian menunjukan kadar CaCO3 yang terukur pada uji eksperimental adalah berkisar antara 23.4% hingga 45.8%. Sedangkan untuk nilai kuat tekan bebas (qu) tanah yang tersementasi berkisar diantara 150 kPa hingga diatas 500 kPa. Selanjutnya, keberadaan CaCO3 diobservasi menggunakan Scanning Electron Microscope dan uji X-Ray Diffraction.This paper presents the experimental results of biocementation using a local bacteria which originally live in Padang loose sand. Biocementation is a soil improvement method using the microbial ability to produce urease enzyme. Biocementation method could be applied for reducing the liquefaction susceptibility because the soil shear strength would increase significantly. The objectives of this research are to identify the species of bacteria isolated from Padang sand, to determine the amount of CaCO3 of the cemented samples, and to determine the unconfined compressive strength (qu) of the samples after the treatment period. The bacteria which is isolated from Padang sand were grown in Padang sand in a 100 ml syringe for 4 ? 6 days. The bacterial isolate of Padang sand was identified as Sporosarcina sp.. During the experimental work, the samples were given the nutrition for every 12 hours. The results indicate that the measured CaCO3 in the samples were in the range of 23.4% to 45.8%. In addition, the unconfined compressive strength was around 150 kPa to larger than 500 kPa. Furthermore, the existence of CaCO3 was proofed by observation using Scanning Electron Microscope and X-Ray Diffraction test. 
The Performance of Warm Mix for the Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) Using the Asphalt Pen 60/70 and the Sasobit® Additives Carlina, Serli; Subagio, Bambang Sugeng; Kusumawati, Aine
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.413 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.2

Abstract

Hot Mix Asphalt (HMA) is a type of asphalt mixture commonly used as flexible pavement material. However, HMA has  weaknesses in terms of high mixing and compaction temperature, resulting in high CO2 and Greenhouse Gas (GHG) emissions which have a negative impact on the environment. Therefore, a type of asphalt with lower mixing and compaction temperatures is needed. One alternative that can be done is to add Sasobit® additives to the asphalt. This study looks for the best contents of Sasobit® additives that can be added into the asphalt so that resulting the lowest mixing and compaction temperatures. The content of Sasobit® additives studied was 1%, 2% and 3% of the asphalt weight, sasobit contents higher than 3% are not recommended because it will cause the asphalt to be more liquid. The results show that the addition of Sasobit® by 3% may reduce the mixing temperature and the compaction temperature of about 70C lower compared to the mixture without Sasobit® additives. Further, this study compares the performance of asphalt mixtures using Sasobit® additives (mixture of Warm Mix Asphalt / WMA) with asphalt mixtures without Sasobit® additives (Asphalt / HMA Hot Mix mixture). The performance studied includes Marshall Stability, UMATTA Resilient Modulus and Fatigue. As a result, the WMA mixture that uses Sasobit® additives of 3% has a stability value of 1160 kg marshall; this value is higher than the Marshall stability obtained for the HMA mixture 1075 kg. However, the UMATTA testing at temperatures of 250C and 450C resulted in the highest resilient modulus in the mixture of WMA (3080 Mpa and 315 Mpa). The fatigue testing shows that WMA mixture is more flexible because it has an elastic modulus value of 4854 MPa and flexural stiffness 4551 MPa in a tensile 500µ? strain compared to HMA mixture. Hot Mix Asphalt (HMA) merupakan jenis campuran beraspal yang umum digunakan sebagai material perkerasan lentur. Namun, HMA memiliki kelemahan dari sisi temperatur pencampuran dan pemadatan yang tinggi, sehingga menghasilkan gas CO2 dan Gas Rumah Kaca (GRK) yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Dengan demikian, dibutuhkan suatu jenis campuran beraspal dengan temperatur pencampuran dan pemadatan yang lebih rendah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan zat aditif Sasobit® ke dalam aspal. Penelitian ini mencari kadar zat aditif Sasobit® terbaik yang dapat ditambahkan ke dalam aspal sehingga diperoleh temperatur pencampuran dan pemadatan yang terendah. Kadar zat aditif Sasobit® yang diteliti sebesar 1%, 2% dan 3% terhadap berat aspal, kadar sasobit yang lebih tinggi dari 3% tidak direkomendasikan karena akan mengakibatkan aspal semakin cair. Hasil penelitian menunjukan penambahan kadar zat aditif Sasobit® sebesar 3% dapat menurunkan temperatur pencampuran dan temperatur pemadatan sekitar 70C lebih rendah dibandingkan dengan campuran tanpa zat aditif Sasobit® . Selanjutnya penelitian ini membandingkan kinerja campuran beraspal yang menggunakan zat aditif Sasobit® (campuran Warm Mix Asphalt/WMA) dengan campuran beraspal yang tidak mengggunakan zat aditif Sasobit® (campuran Hot Mix Asphalt/HMA). Kinerja campuran yang diteliti antar lain Stabilitas Marshall, Modulus Resilien UMATTA dan Fatigue. Hasilnya, campuran WMA yang mengggunakan zat aditif Sasobit® sebesar 3% memiliki nilai stabilitas marshall 1160 kg dimana nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan stabilitas marshall yang diperoleh untuk campuran HMA yaitu 1075 kg. Akan tetapi, hasil pengujian UMATTA pada suhu 250C dan 450C menghasilkan nilai modulus resilien tertinggi pada campuran WMA (3080 Mpa dan 315 Mpa). Hasil pengujian kelelahan Campuran WMA lebih lentur dikarenakan memiliki nilai modulus elastisitas 4854 MPa dan flexural stiffness 4551 MPa pada regangan Tarik 500µ? dibandingkan dengan HMA.
Studi Mikrosimulasi Penilaian Kinerja Persimpangan Bersinyal Jalan Ir. H Juanda-Cikapayang Maulana, Andrean; Nugraha, Fikri Aulia
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1893.765 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.10

Abstract

Persimpangan Jalan. Ir. H. Juanda ? Cikapayang merupakan salah satu persimpangan yang berada di tengah pusat Kota Bandung yang merupakan pertemuan jalan arteri utama. Persimpangan ini sering mengalami kemacetan lalu lintas, terutama saat jam sibuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja simpang bersinyal Cikapayang pada kondisi eksisting serta mengetahui alternatif pemecahan masalah yang tepat. Metode analisis dalam penelitian ini berdasarkan pendekatan dari perangkat lunak mikroskopis PTV Vissim. Simulasi mikro merupakan salah satu alat bantu yang dapat digunakan untuk analisis kinerja simpang pada kondisi jenuh. Hasil validasi dengan arus lalu lintas lapangan dinyatakan dengan nilai GEH < 5. Ini menunjukkan bahwa model sudah valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Analisis kinerja simpang dinilai berdasarkan Panjang antrian dan Tundaan simpang. Analisis menunjukkan bahwa persimpangan Cikapayang kurang layak, kondisi eksisting memiliki Panjang antrian dan tundaan rata-rata sebesar 121,97 m dan 91,20 detik.  Alternatif pemecahan masalah yang paling baik untuk simpang Cikapayang adalah dengan melakukan pelebaran dan memisahkan pergerakan lurus dan belok kanan pada arah barat-timur serta merubah waktu sinyal, dengan hasil masing-masing Panjang antrian dan Tundaan rata-rata simpang sebesar 24,24 m dan 29,84 detik.Ir.H.Juanda?Cikapayang Intersection is one of the major intersections be in the Bandung City which a crossing of the main arterial roads. This intersection often experienced traffic jam, especially during peak hours. The purpose of this research is to analyze the performance of Cikapayang signalized intersection on the existing condition and determine the appropriate alternative solution. The method of analysis in research is based on the microscopic simulation that can be used at the intersection of saturated conditions. The results of the validation with traffic flow is stated with GEH value <5. This showed that the model had been valid can be used to review further analysis. The performance analysis of the intersection is expressed on the length of the queue and the delay of the intersection. The analysis showed that the intersection Cikapayang less decent, in the existing condition obtained queue length and delay of 121,97 meters dan 91,20 seconds. An alternative resolution is best for Cikapayang Intersection is to do widening road and separates the movement straight and turn right in the direction East-West as well as changing the time signal, in Alternative condition obtained queue length and delay of 24,24 meters and 29,84 seconds.
Model Optimasi Pemeliharaan Jalan Multi Tahun dengan Batasan Anggaran Zukhruf, Febri; Frazila, Russ Bona; Burhani, Jzolanda Tsavalista; Samantha Ag, Rafika Almira
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.63 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.6

Abstract

Pavement maintenance has longtermly been perceived as an essential factor for the road network efficiency and the driver safety. However, these activities involve the challenge issues relating to the pavement aging, the deterioration mechanism, and the available budget constraints. This paper then presents an optimization model for handling the multiyear maintenance programs in the network-level by including budget constraint. The model is developed as a mathematical programming problem, in which the Lagrange relaxation-based procedure is invoked for solving the problem. The numerical examples are also presented for providing the better insight of model application, in which the model could provide not only the multiyear maintenance programs but also the optimum budget allocation by considering the expected roughness performance of road network.Pemeliharaan perkerasan jalan telah lama dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan efisiensi jaringan jalan. Namun, kegiatan ini selalu melibatkan tantangan yang berkaitan dengan penuaan perkerasan, mekanisme deteriorasi, dan keterbatasan anggaran yang tersedia. Artikel ini kemudian mengusulkan model optimasi matematika untuk strategi pemeliharaan jalan multi tahun pada level jaringan. Model ini bertugas untuk menentukan jenis kegiatan pemeliharaan dan waktunya dengan tujuan meminimalkan nilai International Roughness Index (IRI) melalui pengoptimalan pemanfaatan alokasi anggaran. Untuk menginvestigasi aplikabilitas dari model ini,  eksperimen numerikal dilakukan pada jaringan jalan sederhana. Hasil dari eksperimen tersebut mengindikasikan kemampuan model tidak hanya dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan pemeliharaan multi tahun dengan batasan anggaran, akan tetapi juga dapat digunakan untuk memberikan masukan terkiat penentuan alokasi anggaran dengan mengkonsiderasikan performa yang ingin dicapai.
Studi Mekanisme Upheavel Buckling pada Pipa Penyalur Bawah Laut Tawekal, Ricky Lukman
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.524 KB) | DOI: 10.5614/jts.2004.11.3.2

Abstract

Abstrak. Lengkungan awal pada pipa penyalur yang terpasang bisa terjadi akibat ketidakrataan permukaan dasar perairan atau adanya rintangan yang menonjol. Kombinasi dari kenaikan temperatur saat operasional dan gaya gesek tanah akan menghasilkan gaya tekan aksial efektif pada pipa. Gaya aksial efektif yang bekerja pada pipa penyalur yang mempunyai lengkungan awal ini akan menimbulkan gaya tekan vertikal pipa terhadap lapisan tanah di atasnya. Jika gaya tekan vertikal ini melebihi gaya tahan yang diakibatkan oleh berat lapisan tanah di atasnya dan berat pipa pada kondisi operasi, maka pipa akan bergerak ke atas. Fenomena ini dikenal sebagai upheaval buckling. Abstract. An initial over-bend of an installed pipeline may occur due to uneven seabed or obstacles. Combination of temperature increase during operation and friction between pipeline and soil will create an axial compressive force on the pipeline. On an over-bend pipeline, the compressive force will induce uplift force to the soil above the pipeline. The pipeline will move upward if the uplift force is greater than uplift resistance due to weight of soil above the pipeline and weight of the pipeline during operational .This phenomenon is known as upheavel buckling.
Tinjauan Ulang Desain Bendung Pleret Terhadap Pengambilan Air Irigasi Saluran Induk Progomanggis Magelang Sudarno, S
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.207 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.8

Abstract

Bendung Pleret merupakan salah satu induk Saluran Progomanggis untuk keperluan irigasi Warga Magelang dan sekitarnya. Berdasarkan data dari Kantor PSDA Secang Magelang, bahwa Bendung Pleret mengalami penurunan dalam mensuplai air ke Saluran Manggis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi kepada Dinas Pengairan setempat untuk dapat memperbaiki kinerja saluran Irigasi Manggis dengan cara meninggikan mercu Bendung Pleret dan menurunkan hulu sungai. Berdasarkan hasil perhitungan di lapangan yang mengacu pada data -data Balai PSDA Secang, Kabupaten Magelang, air yang mengalir hanya memiliki debit 2,91 m3 / detik dari batas minimum 3 m3 /detik. Perhitungan terhadap guling dan geser pada saat air normal dan air banjir dinyatakan aman. Akan tetapi elevasi mercu bendung hanya 1,2 dari ketinggian hulu sungai dan tinggi mercu 3 m. Ketika mencapai maksimum tinggi muka air banjir hanya 2,06 m, sehingga pintu pengambilan kurang bekerja maksimal dan air yang masuk ke pengambilan saluran manggis menjadi kurang.Pleret weir is one of the main prosthromic ducts for irrigation purposes for residents of Magelang and its surroundings. Based on data from the Secang PSDA Office in Magelang, the Pleret weir has decreased in supplying water to the Mangosteen Channel. The purpose of this study was to provide a solution to the local Irrigation Service to be able to improve the performance of the Mangosteen Irrigation channel by raising the lighthouse of Pleret Dam and lowering the river up stream. Based on the results of calculations in the field that refer to data from the Secang PSDA office, Magelang Regency, the flowing water only has a flow of 2.91 m3 / s from the minimum limit of 3 m3 / s. Calculation of rolling and sliding when normal water and flood water is declared safe. However the dam elevation is only 1.2 from the height of the river up stream and the height of the lighthouse is 3 m. When reaching the maximum the flood water level is only 2.06 m, so the door to take is not working optimally and the water entering the mangosteen canal is less. 
Desain dan Analisis Kehandalan Pipa Bawah Laut Pada Kondisi Instalasi Akibat Keacakan Tinggi Gelombang dan Kuat Leleh Baja Ibrahim, Andika Razandi; Paramashanti, Paramashanti
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.789 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.7

Abstract

Demi mencapai metoda distribusi migas yang efisien, pipa bawah laut harus didesain agar dapat memenuhi tujuan desain selama masa layan. Pada proses desain digunakan data deterministic berupa tinggi gelombang signifikan dan kuat leleh baja desain. Pada studi ini proses desain dilakukan sesuai dengan standar DNV OS F101 dan DNV RP E305 untuk pipa dengan diameter 32 inci. Pada kondisi aktual saat proses instalasi, pipa mengalami tegangan yang diakibatkan oleh gelombang acak. Serta nilai desain kuat leleh baja yang digunakan merupakan hasil pengolahan dari banyak data acak uji tarik sampel baja. Oleh karena itu dilakukan analisis kehandalan menggunakan simulasi Monte Carlo untuk mengetahui efek dari keacakan tinggi gelombang dan kuat leleh baja terhadap tegangan yang terjadi disepanjang pipa. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak 100 simulasi untuk 3 (tiga) arah datang gelombang. Pada proses analisis kehandalan, pipa dianggap gagal apabila nilai tegangan total maksimum yang terjadi lebih besar atau sama dengan nilai kuat leleh. Berdasarkan hasil simulasi didapat kesimpulan bahwa pipa dinyatakan tidak handal karena memiliki nilai probabilitas kehandalan kurang dari 0.998. In order to achieve an efficient oil and gas distribution method, subsea pipelines must be designed to meet design goals during service life. In term of design process, deterministic data used in form of significant wave height and steel yield strength. In this study, the design process carried out according to DNV OS F101 and DNV RP E305 standards for pipeline with 32 inches outer diameter. In actual conditions during the installation process, tensions applied along the pipeline as effect from random waves. Also the design value of design steel yield strength is a result from many random tensile test value of steel samples. Therefore, reliability analysis carried out using Monte Carlo simulation to determine the effect of random wave heights and steel yield strengths on the stress occurred along pipeline. Monte Carlo simulation are carried out as many as 100 simulations for each of three wave headings. In reliability analysis, pipeline is considered fail if the maximum total stress that occurs is greater or equal to its yield strength. Based on the simulation results, pipeline considered unreliable due to its reliability probability value which is lower than 0.998. 
Pengaruh Geopolimer Untuk Meningkatkan Kuat Geser Tanah Gambut Rahayu, Wiwik; Damoerin, Damrizal; Hayyan, Allih
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.568 KB) | DOI: 10.5614/jts.2018.25.3.3

Abstract

AbstrakPembangunan Infrastruktur sangan gencar dilakukan oleh pemerintah saat ini diseluruh Indonesia, sehingga proyek infrastruktur tersebut harus dilakukan diberbagai jenis tanah, termasuk tanah gambut. Tanah gambut yang memiliki daya dukung rendah mengharuskan diadakannya upaya peningkatan kekuatan tanah gambut tersebut. Salah satunya adalah dengan mencampurkan geopolimer pada tanah gambut. Campuran geopolimer sudah banyak diterapkan pada penelitian terhadap beton sebagai pengganti semen karena sifatnya yang bisa mengikat. Persentase campuran geopolimer yang ditambahkan pada tanah gambut adalah 10% dari berat kering tanah gambut, dengan variasi waktu peram yang berbeda. Pengujian yang dilakukan padasampel tanah gambut setelah dicampur dengan geopolimer adalah uji triaksial Consolidated Undrained (CU). Hasil yang didapat menunjukan adanya peningkatan nilai parameter kuat geser pada tanah gambut yang telah distabilisasi.AbstractInfrastructure Development has been intensively carried out by the current Indonesian government, so that infrastructure projects must be carried out in various types of soil, including on peat soil area. However, peat soils has low strength capacity for civil construction, so that it takes an effort to increase the bearing and shear strength capacity of peat soil, for example by mixing the geopolymer mixture with peat soil. The geopolymer has been widely applied to research on concrete as a substitute for cement because of its binding nature. The percentage of geopolymer mixture that added to peat soil is 10% of the dry weight of the peat soil, and is carried out with different water content and ripening time. Testing of peat soil samples after mixing with 10% geopolymer was done by triaxial Consolidated Undrained (CU) test. After added 10% geopolymer in 10 days plague time, the result showed an increasing of some shear strength parameters of the sample.
Responses of Flexible Pavement Structure to Variation of Load Type, Material Characteristics, and Service Life using Kenlayer Program Setyo Ayuningtyas, Kardina Nawassa; Subagio, Bambang Sugeng
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2178.986 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.9

Abstract

One of the pavement types often used in Indonesia is flexible pavement. Many methods and programs can be used for flexible pavement structure analysis, such as analytical method using Kenlayer program. Variation of load type (single axle, dual-tandem, and dual-tridem) and material characteristics (linear-elastic, and nonlinear-elastic) used to approach the real condition in the field. In addition, repetition load during service life to failure criteria of flexible pavement structure with several variations of its design attributes need to be considered to gain more understanding for its pattern and relationship. This research aims to analyse the relationship for variation of load type, material characteristics to its response; and failure criteria in service life analysis with some attribute variant which can be used to optimize each attribute in future. Based on the results from Kenlayer program for variation of load type, the biggest response of deflection is resulted from dual-tridem followed by dual-tandem while load type variant has insignificant response to stress and strain. The variation of material characteristics indicates that for 3- layer pavement system: linear-linear-linear material (L-L-L) has higher value of flexible pavement responses compared to linear-nonlinear-nonlinear material (L-NL-NL) hence the nonlinear material is recommended for 2nd and 3rd layer. In case of service life analysis, failure criteria mostly resulted from permanent deformation for variation of loads, and resilient modulus of each layer, nevertheless the different result is observed in thick layer of surface and base course where fatigue cracking is more dominant and the optimal condition is when fatigue cracking graph intersect with permanent deformation. Salah satu jenis struktur perkerasan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah struktur perkerasan lentur. Terdapat banyak metode dan program dapat digunakan untuk analisa struktur perkerasan lentur, salah satunya adalah Metode Analitis dengan menggunakan program Kenlayer. Variasi tipe pembebanan (single-axle, dualtandem, dan dual-tridem) serta karakteristik material (linear-elastik, dan nonlinear-elastik) digunakan sebagai pendekatan pada kondisi lapangan. Beban repetisi selama umur layan terhadap kriteria keruntuhan dengan beberapa variasi pada atribut desain struktur perkerasan lentur perlu dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam serta mendapatkan pola perilaku dan hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pada berbagai variasi beban, karakteristik material terhadap respon struktur, serta kriteria keruntuhan pada analisis umur layan dengan beberapa variasi atribut yang digunakan. Berdasarkan hasil yang didapatkan dar program Kenlayer, untuk variasi beban didapatkan titik respon maksimum adalah berada pada (0; 17,15) pada single-axle dan dual-tandem, serta (121,9; 17,15) pada dual-tridem. Defleksi terbesar terjadi pada beban dualtridem diikuti dengan dual-tandem, dimana variasi dari beban tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tegangan dan regangan yang terjadi. Variasi karakteristik material menunjukkan bahwa material linear (L-L-L) menghasilkan nilai respons yang lebih besar dibandingkan dengan material non-linear (L-NL-NL). Dalam hal analisis umur layan, kriteria keruntuhan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh deformasi permanen pada variasi beban dan modulus resilien pada masing-masing layer, namun hasil yang berbeda didapatkan pada layer permukaan dan layer dasar yang tebal dimana kriteria retak lelah lebih dominan.
Assesment of morphometric and hydrological properties of smalls watersheds in East Java Regions Sujarwo, Mohamad Wawan; Indarto, Indarto; Wiratama, Ega; Teguh, Bobby
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2276.251 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.2

Abstract

This paper presents the identification, assessment and visualization of physical, topographic, morphometric and hydrological properties of small watersheds in East Java Regions.  About 45 small watersheds were used for the analysis.  Physical propertis i.e: soil type layers, land use, etc were obtained by cropping the GIS layers with a watershed boundary. Then the ASTER G-DEM2 was used to derive morphometric properties of the watersheds. Furthermore, hydrological properties are derived statistically by analyzing available rainfall and discharge data. Parameters were selected to represent each watersheds properties. Finally, simple correlation analyses through the selected parameters were used to interpret the relation between physical, topographical, morphometric and hydrological properties of the watersheds. The resut show that some watersheds show the similtarity in certain parameters.Artikel ini menyajikan identifikasi, penilaian dan visualisasi sifat fisik, topografi, morfometrik dan hidrologi daerah aliran sungai kecil di Wilayah Jawa Timur. Empat puluh empat (44) DAS digunakan untuk analisis. Sifat fisik (yaitu, jenis tanah dan penggunaan lahan) diperoleh dengan memotong lapisan GIS dengan batas daerah aliran sungai. Kemudian ASTER G-DEM2 digunakan untuk menurunkan sifat morfometrik daerah aliran sungai. Selain itu, sifat hidrologis diperoleh dengan menganalisis data curah hujan dan debit yang tersedia. Parameter yang dipilih adalah untuk mewakili setiap properti daerah aliran sungai. Akhirnya, korelasi sederhana antara sifat-sifat fisik, topografi, morfometrik, dan hidrologi daerah aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa DAS menunjukkan kesamaan dan perbedaan pada parameter morfometrik dan hidrologi.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue