cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
The Perception of Domestic Tourists Riding Motorcycle in Bali on Traffic Safety Ariawan, Agus; Wedagama, Priyantha
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.093 KB) | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.1

Abstract

This study aims to model and analyse the perceptions of domestic tourists riding motorcycle on traffic safety using Bali Province in Indonesia as the case study area. Structural Equation Model was constructed to examine the causal relationship among the motorcyclists? characteristics, perceptions and attitudes. Young domestic tourist riding motorcycle were found to be less likely to involve in cornering and speeding than the older ones. In addition, the level of education has been found insignificant to influence domestic tourists becoming more aware of motorcycle traffic safety. Meanwhile, motorcyclists scoring high on aggressive riding are considered to be more likely to interact with risky riding such as speeding and cornering. In addition, speeding has been considered as a significant contributing factor in traffic accidents and casualties. In a response this study finding, further studies and some initiatives are suggested to increase road safety particularly motorcycle traffic safety in Bali. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis persepsi wisatawan domestik yang mengendarai sepeda motor terhadap keselamatan lalu lintas di Provinsi Bali. Structural Equation Model disusun untuk menganalisis hubungan kausal antara karakteristik, persepsi dan sikap pengendara sepeda motor. Hasil studi menunjukkan bahwa wisatawan domestik usia muda dibandingkan yang berusia lebih tua saat mengendarai sepeda motor lebih kecil kemungkinannya untuk berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Sementara itu, tingkat pendidikan wisatawan domestik tidak berpengaruh secara signifikan dalam peningkatan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Wisatawan domestik yang teridentifikasi pengendara sepeda motor yang agresif cenderung berperilaku yang beresiko seperti berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Berkendara dengan kecepatan tinggi juga berkontribusi signifikan terhadap tingkat keparahan korban luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas. Studi lanjutan terkait temuan pada penelitian ini dibahas pada artikel ini dan beberapa inisiatif untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengendara sepeda motor di Bali.
ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (AC-WC) WITH CRUMB RUBBER MIXTURE PERFORMANCE EVALUATION Syahputra, Deka; Subagio, Bambang Sugeng; Hariyadi, Eri Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.5

Abstract

AbstractThis study aims to measure the performance of a mixture of Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) with addition of crumb rubber using a dry process, where crumb rubber as an aggregate replacement of fraction no. 50 with mixture variations of 0%, 25%, and 50%. The method used in this research is the experimental method in the laboratory. Primary data collection is done through testing of aggregates, asphalt, crumb rubber, and mixtures. Hot mix design used Marshall test to obtain Optimum Bitumen Content (OBC). Laboratory test in OBC conditions obtain consist of Resilient Modulus test used Dynamic Testing System (DTS) at 25°C, 35°C, and 45°C and rut depth test used Hamburg Wheel Tracking (HWT) at temperatures 45°C and 60°C. The results of addition of crumb rubber content to the mixture can increase the value of OBC and reduce the value of Marshall stability, the percentage of 50% crumb rubber obtained highest OBC and the lowest Marshall stability. The crumb rubber content in the mixture lowers the value of Modulus Resilient, AC-WC with 0% crumb rubber has the highest value. At a temperature of 60°C, 25% crumb rubber content in the mixture reduces the rut depth value. Based on the Marshall stability, Resilient Modulus, and rut depth values, then the crumb rubber content to replace aggregate fraction no. 50 in the AC-WC gives the highest value is 25% in laboratory test. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja campuran laston lapis aus (AC-WC) yang dimodifikasi dengan serbuk ban bekas (crumb rubber) menggunakan proses kering, dimana crumb rubber sebagai subtitusi agregat fraksi no. 50 dengan variasi campuran 0%, 25%, dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengujian terhadap agregat, aspal, crumb rubber, dan campuran. Perencanaan campuran beraspal panas menggunakan metode Marshall untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO). Pengujian laboratorium pada kondisi KAO yang didapat terdiri atas pengujian Modulus Resilien dengan menggunakan alat Dynamic Testing System (DTS) pada temperatur 25°C, 35°C, dan 45°C serta pengujian rut depth dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking (HWT) pada temperatur 45°C dan 60°C. Dari hasil pengujian penambahan crumb rubber pada campuran dapat meningkatkan nilai KAO dan menurunkan nilai stabilitas Marshall, dimana pada persentase 50% crumb rubber didapat KAO tertinggi dan stabilitas Marshall terendah. Penambahan crumb rubber dalam campuran menurunkan nilai Modulus Resilien, dimana campuran AC-WC dengan 0% crumb rubber memiliki nilai yang paling tinggi. Selain itu, pada temperatur 60°C penambahan 25% crumb rubber dalam campuran memperkecil nilai rut depth. Berdasarkan nilai stabilitas Marshall, Modulus Resilien, dan rut depth tersebut maka kadar crumb rubber untuk pengganti agregat fraksi no. 50 yang memberikan nilai terbaik pada campuran AC-WC adalah 25% sesuai dengan pengujian di laboratorium. 
MODEL HIDROLOGI TERDISTRIBUSI UNTUK SIMULASI HIDROGRAF BANJIR MENGGUNAKAN DATA RADAR Pamungkas, Yusuf Aji; Jayadi, Rachmad; Sujono, Joko
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.9

Abstract

AbstrakPenerapan model hidrologi hujan-aliran terdistribusi sebagai bagian penting dari sistem peringatan dini banjir di wilayah lereng Gunung Merapi, membutuhkan input data hujan dengan resolusi spasial yang memadai. Oleh karena itu penggunaan data hujan dari ARR yang memiliki resolusi spasial yang rendah akan menyebabkan hasil hitungan hujan rata-ratanya (DAS) menjadi kurang teliti. Alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan data hujan radar yang memiliki resolusi spasial dan temporal yang jauh lebih baik dibandingkan ARR. Pada penelitian ini dilakukan kajian hasil hitungan hidrograf banjir di wilayah lereng Gunung Merapi. Pemodelan hujan-aliran secara terdistribusi dilakukan dengan menentukan resolusi grid dari DAS dengan titik tinjau hitungan pada pos AWLR. Hujan pada setiap grid DAS dihitung sebagai rata-rata data hujan radar semua piksel di area masing-masing grid DAS. Simulasi limpasan permukaan DAS menggunakan paket perangkat lunak WMS v.10.1 dengan metode Hidrograf Satuan ModClark. Evaluasi ketelitian hidrograf banjir hasil simulasi didasarkan pada indikator kesalahan relatif debit puncak (peak discharge), waktu puncak (time to peak) dan volume limpasan permukaan (direct runoff volume). Hasil hitungan simulasi limpasan permukaan DAS menunjukkan bahwa perlu dilakukan telaah yang rinci terhadap faktor losses dan kesesuaian parameter hidrograf satuan, untuk menghasilkan kalibrasi model yang akurat. AbstractThe application of the distributed rainflow-runoff hydrological model as an important part of the early flood warning system in the slopes of Mount Merapi, requires rainfall data input with adequate spatial resolution. Therefore, the use of rainfall data from ARR which has a low spatial resolution will cause the results of the average rainfall (watershed) to be less precise. An alternative that can be done is to use radar rainfall data that has a far better spatial and temporal resolutions than the data from ARR. In this research, a study of the results of the flood hydrograph calculation in the slopes of Mount Merapi was conducted. The distributed rainflow-runoff modeling was done by determining the grid resolution of the watershed with a reference point of the calculation in the AWLR. Rain on each watershed grid was calculated as the average radar rainfall data of all pixels in the area of each watershed grid. Watershed surface runoff simulation used the WMS v.10.1 software package with the ModClark Unit Hydrograph method. The evaluation of the flood hydrograph simulation results' accuracy was based on indicators of the relative error of peak discharge, time to peak and direct runoff volume. The results of the watershed surface runoff simulation showed that a detailed study of the loss factors and the compatibility of the unit hydrograph parameter is necessary to produce an accurate model calibration.
SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU DARI HUTAN RAKYAT DALAM UJI BIODETERIORASI DI BEBERAPA DAERAH BAGIAN BARAT PULAU JAWA Priadi, Trisna
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.6

Abstract

Penggunaan kayu dari hutan rakyat untuk bangunan dan furnitur semakin banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dan mekanik kayu setelah uji biodeteriorasi alami tanpa menyentuh tanah di empat kota berbeda di bagian Barat Pulau Jawa. Kayu yang digunakan dalam penelitian ini sengon, nangka, mangium, mahoni dan kamper.  Uji biodeteriorasi kayu tidak menyentuh tanah dilakukan di Bogor, Tanjung Priok, Lembang, dan Serang. Sifat fisik dan mekanik kayu diuji setelah uji lapang biodeteriorasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat kayu, berat jenis, modulus elastisitas dan modulus patah dari contoh uji kayu bervariasi di antara berbagai jenis kayu dan tempat uji. Sifat fisik dan mekanik kayu yang diuji di Bogor lebih buruk daripada kayu yang diuji di tempat-tempat lainnya. 
PENGGUNAAN LIMBAH KACA SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN PERKERASAN ASPAL PANAS Yuniarti, Ratna; Hasyim, Hasyim; Hariyadi, Hariyadi; Handayani, Teti
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.10

Abstract

AbstrakPada campuran perkerasan aspal dibutuhkan bahan pengisi (filler) untuk mendukung kinerja konstruksi perkerasan jalan agar dapat menahan beban lalu lintas. Berbagai jenis filler telah banyak digunakan antara lain abu batu, semen portland   dan lain-lain. Namun keterbatasan sumber daya alam mendorong upaya pemanfaatan bahan-bahan buangan dalam konstruksi perkerasan jalan. Pada penelitian ini, digunakan limbah kaca sebagai filler pada  campuran perkerasan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase filler limbah kaca yang paling optimum dan pengaruhnya terhadap kinerja campuran. Kinerja tersebut diukur melalui pengujian stabilitas, flow,  Marshall Quotient, rongga dalam campuran, rongga di antara mineral agregat, rongga terisi aspal, Marshall immersion, tegangan tarik tidak langsung dan Cantabro loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah kaca dengan proporsi 75% terhadap berat filler meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran sehingga lebih mampu untuk menerima pembebanan. Campuran dengan proporsi 75% filler limbah kaca menghasilkan nilai VIM dan VMA lebih kecil serta nilai VFB lebih besar yang mengindikasikan bahwa campuran memiliki daya ikat dan sifat saling mengunci yang kuat sehingga menghasilkan rongga lebih kecil serta selimut aspal lebih tebal. Berdasarkan hasil uji Marshall immersion dan Cantabro loss, campuran dengan proporsi tersebut lebih tahan terhadap rendaman air sehingga memiliki durabilitas lebih tinggi serta lebih tahan terhadap potensi disintegrasi. AbstractFiller is required in the asphalt concrete mixture to support the performance of pavement construction in order to withstand the traffic load. Various types of filler has been widely used, such as stone ash, portland cement and others. However, because of limitation of available natural resources, there has been a significant increase in the demand for using waste materials in pavement construction. In this study, waste glass was used as filler in asphalt concrete mixture. This study aims to determine the optimum percentage of waste glass filler and evaluate its effect on the performance of asphalt concrete mixtures.  The performance was measured in term of stability, flow, Marshall Quotient, voids in mix, voids in the mineral aggregate, voids filled with bitumen, Marshall immersion, indirect tensile strength and Cantabro loss. The results showed that using the percentage of waste glass of 75% by weight of filler increased stability and stiffness so that the mixture became stronger to withstand the load. The mixtures with a proportion of 75% waste glass filler have smaller VIM and VMA values and a larger VFB. It is indicated that the mixtures have strong bonding and interlocking properties resulting in smaller voids and thicker asphalt binder film thickness. Based on the results test of Marshall immersion and Cantabro loss, the mixtures with stated proportion more resistant to water immersion, resulting in higher durability and greater resistance to potency of disintegration. 
ANALISIS JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI KELAS TANAH, N-SPT, DAN KOHESI TAK TERDRAINASE Setiadi, Ridwan; Wulandari, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.7

Abstract

Jaringan syaraf tiruan (JST) adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk memprediksi sesuatu yang terlalu sulit untuk dimodelkan atau terlalu rumit diprogram melalui algoritma komputer biasa. Pada dasarnya, JST dibangun lalu dilatih untuk mengenali pola data pelatihan yang terdiri dari input dan target. Idealnya, JST yang sukses memiliki nilai kuadrat eror rata-rata atau mean squared-error (MSE) yang kecil dan jumlah data pelatihan yang berhasil dikenali besar. Ada tiga JST yang dibuat dalam penelitian ini, yaitu JST klasifikasi tanah, JST prediksi N-SPT, dan JST prediksi kohesi tak terdrainase. JST klasifikasi tanah memiliki MSE pelatihan senilai 0,0351 dan mampu mengenali 56 dari total 57 atau 98,2% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 0,6534 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi N-SPT memiliki MSE pelatihan senilai 0,368 dan mampu mengenali 29 dari 37 atau 78,38% data pelatihan sementara MSE pengujiannya senilai 1,4697 dan mampu mengenali 6 dari 10 atau 60% data pengujian. JST prediksi kohesi tak terdrainase memiliki MSE pelatihan senilai 0,0059 dan mampu mengenali 27 dari 28 atau 96,43% data pelatihan sementara MSE pengujiannya seniai 0,0225 dan mampu mengenali 9 dari 10 atau 90% data pengujian.
STUDI PENGURANGAN BIAYA FABRIKASI STRUKTUR DEK KAPAL DENGAN HYBRID GA Putra, Gerry Liston; Kitamura, Mitsuru; Takezawa, Akihiro
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.11

Abstract

AbstrakEfek dari krisis ekonomi global adalah menurunnya aktivitas ekspor dan impor yang mempengaruhi terhadap menurunnya permintaan pembangunan kapal baru. Hal ini mengakibatkan galangan kapal melakukan efisiensi di seluruh aspek untuk tetap bertahan salah satunya dengan mengurangi biaya produksi sebuah kapal. Banyak studi terkait pengurangan berat dan biaya yang telah dilakukan dengan menggunakan metode optimasi. Penulis memilih struktur dek kapal yang terdiri dari pelat dan stiffener sebagai studi kasus. Pada studi ini, penulis mengoptimasi biaya fabrikasi struktur dek kapal yang terdiri dari biaya material dan biaya pengelasan dengan menggunakan hybrid algoritma genetika yang mengkombinasikan algoritma genetika dan metode optimasi lanjut. Algoritma genetika mengoptimasi variabel desain diskrit yang terdiri dan jumlah stiffener dan ukuran stiffener sedangkan metode optimasi lainnya mengoptimalkan variabel desain kontinyu yang terdiri dari jarak stiffener dan ketebalan pelat. Penulis mengambil bagian dari dek kapal tanker menjadi target optimasi yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan data awal kapal. Hasil menunjukkan bahwa metode optimasi ini dapat mengurangi biaya fabrikasi dek kapal hingga 25 %.Kata-kata Kunci: Biaya Fabrikasi, Struktur dek, Hybrid GA, Variabel diskrit, Variabel kontinyu
STUDY OF FLOOD CONTROL AND RELIABILITY INDEX OF TANGGUL RIVER -, Giyanto -; Harlan, Dhemi; Natasaputra, Suardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.2

Abstract

AbstractTanggul River which is located in Jember Regency, East Java Province, experiences floods every year. Increasing in flood discharge, decreasing on river capacity and lowing of slope cause flooding. In this study, we will analyze Tanggul River in full bank capacity condition with flood discharges for the return period of 2, 5, 10, 20 and 25 years, and then analyze flood control scenario, reliability index and economic feasibility. Flood control are carried out structurally by river normalization, side overflow construction, embankment elevation and a combination of the three activities. 1-dimensional and 2-dimensional hydraulic analysis use HEC-RAS software version 5.06, reliability index analysis uses the Safety Factor (SF) and First-Order Second Moment (FOSM) methods, and economic feasibility uses the Benefit Cost (B / C) Ratio method. The benefit component is reducting from flood inundation which is analyzed by QGIS software and Open Street Map (OSM), while the cost component is flood control construction costs. Based on the results of the study, the river embankment full bank capacity conditions correspond to floods return period of 5 years, recommended flood control are river normalization and elevation of the embankment with a B / C Ratio value of 1.7, flood reduction 62.88%, reliability index SF method 1.07 and FOSM method 97.05%AbstrakSungai Tanggul terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur mengalami luapan banjir setiap tahun. Adanya peningkatan debit banjir, penurunan kapasitas sungai dan kemiringan yang landai diduga menjadi penyebab luapan banjir. Pada kajian ini akan menganalisis Sungai Tanggul kondisi full bank capacity dengan debit banjir rencana periode ulang 2, 5, 10, 20 dan 25 tahun, selanjutnya menganalisis skenario pengendalian banjir, indeks kehandalan dan kelayakan ekonomi. Upaya pengendalian banjir dilakukan secara struktural dengan normalisasi sungai, pembangunan pelimpah samping, peninggian tanggul dan kombinasi dari ketiga kegiatan tersebut. Analisis hidrolika 1 dimensi dan 2 dimensi menggunakan software HEC-RAS versi 5.06, analisis indeks kehandalan dengan metode Safety Factor (SF) dan First-Order Second Moment (FOSM), dan analisis kelayakan ekonomi dengan metode Benefit Cost (B/C) Ratio. Komponen benefit berupa pengurangan genangan banjir yang dianalisis dengan software QGIS dan Open Street Map (OSM), sedangkan komponen cost berupa biaya konstruksi pengendalian banjir. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh kapasitas Sungai Tanggul kondisi full bank capacity yang bersesuaian dengan banjir periode ulang 5 tahun, upaya pengendalian banjir yang direkomendasikan berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul dengan nilai B/C Ratio 1,7, reduksi banjir 62,88 %, Indeks kehandalan metode SF 1,07 dan metode FOSM 97,05%.
USERS’ PERCEPTION OF PRIVATE PARK AND RIDE FACILITIES IN CAWANG AREA, JAKARTA, INDONESIA Lubis, Harun al-Rasyid; Hasibuan, Bernard; Farda, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.3

Abstract

Despite various measures implemented to manage road traffic, Jakarta City is still experiencing severe congestion. The concept, as well as the implementation of integrated urban transportation strategy, is gaining more attention in public discourse and policymaking.  As bus and rail lines are being extended in the city, P&R facilities are expected to play an important role, as it can function as an interface between private vehicles and public transport. However, the development and use of P&R facilities have not been efficient until today. This paper reviews the P&R development in the Greater Jakarta area and conduct users? perception survey in private P&R sites at Cawang area. It was found that for the P&R to be attractive, the waiting time of public transport (BRT) connected to P&R facility should be short and predictable. Most P&R users expect that parking charges can be lowered and wish that public transport service and P&R facilities were available and accessible. The placement of advertisement and information system about the P&R services, providing a place to eat and drink, the presence of tower to monitor the P&R area and the availability of intermodal transfer facilities are also essential to encourage the potential user to use P&R facilities.
OPTIMIZATION MODEL OF LAND USE PLANNING TO REDUCE LAND EROSION LEVEL: CASE STUDY IN THE UPPER CIUJUNG RIVER BASIN Soentoro, Edy Anto; Muhardiono, Imam; Suryadi, Yadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue