cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
Karakteristik Preliminary Breakdown Petir Downward Leader Sebelum Sambaran Negatif Pertama Hendri, Zulka; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.218 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.52.2014

Abstract

A hundred lightning flash was observed in Padang city, West Sumatera at January until Mei 2013. The lightning that use to analyze is proceeding with preliminary breakdown pulse (PBP) train and followed by first negative return stroke (RS).  Fast antenna capacitive was used to record electric field that produced of lightning flash. PBP-RS separation and pre-return stroke duration was used to analyze. Arithmetic and geometric mean of PPB-RS separation is 50,62ms and 31,73ms respectively. Arithmetic and geometric mean of pre-return stroke duration is 54,44ms and 33,92ms respectively. We have find two type of preliminary breakdown pulse train are; (1) the pulse train that dominant positive pulse at first half cycle (2) the pulse train that dominant negative pulse at first half cycle. The first type of pulse train have the PPB-RS separation and pre-return stroke duration that longer than the second type. The place that near with equator have PPB-RS separation and pre-return stroke duration that longer than the place far from equator (this conclusion we get from compare the result of our research with the result that produce from the other previous researchers).Keywords : lightning flash, preliminary breakdown, PPB-RS separation,  pre-return stroke duration.   Penelitian ini dilakukan  terhadap 100 kejadian petir di Kota Padang Sumatera Barat dari bulan Januari sampai Mei 2013. Petir yang dianalisis diawali oleh deretan pulsa preliminary breakdown (PPB) yang terjadi sebelum sambaran negatif pertama dari awan ke tanah. Sinyal petir di rekam dengan memanfaatkan antena medan listrik (fast antenna). Analisis yang dilakukan yaitu PPB-RS separation  dan pre-return stroke duration. Analisis PPB-RS separation  menghasilkan rata-rata aritmatik 50,62 ms dan rata-rata geometriknya 31,73 ms. Analisis pre-return stroke duration menghasilkan rata-rata aritmatik 54,44 ms dan rata-rata geometriknya 33,92 ms. Dua tipe deretan pulsa PB yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) deretan pulsa yang didominasi oleh pulsa-pulsa dengan polaritas positif pada setengah siklus pertama, (2) deretan pulsa yang didominasi oleh pulsa-pulsa dengan polaritas negatif pada setengah siklus pertamanya. Deretan pulsa dengan tipe pertama memiliki PPB-RS separation dan pre-return stroke duration yang lebih lama dibandingkan deretan pulsa dengan tipe ke dua. Daerah yang dekat dengan khatulistiwa cenderung memiliki PPB-RS separation dan pre-return stroke duration yang lebih lama dibandingkan daerah yang jauh dari khatulistiwa. Kesimpulan ini diperoleh dengan membandingkan data hasil penelitian ini dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya di beberapa daerah berbeda.Kata Kunci : petir, preliminary breakdown, PPB-RS separation,  pre-return stroke duration.    
Uji Performansi Kontrol Suhu dan Kelembaban Menggunakan Variasi Kontrol Digital dan Kontrol Scheduling untuk Pengawetan Buah dan Sayuran Aziz, Rofan; ., Karsid
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.408 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.166.2015

Abstract

Currently the preservation of fruit and vegetables in Indonesia is still done with traditional. Most post-harvest handling of fruits and vegetables in Indonesia directly sold into the market. So at harvest, the quantity of the commodity is abundant and when the time of harvest finished exhausted and rare commodity. In the fruit and vegetable preservation, temperature and relative humidity are two control variables that influence each other. Where the increase and decrease in temperature will result in changes in relative humidity. In this research carried out two variations control the digital control and control scheduling to determine the characteristics of the relationship of temperature and relative humidity . Results from both trials showed that the variation of the control of digital control has a good quick peak time to reach the set point temperature and humidity. While scheduling control humidity rise with the increase in temperature.      Keywords : Temperature, Relative Humidity, Fruits, Vegetables, preservation. Abstrak—Saat ini proses pengawetan buah dan sayuran di Indonesia masih dilakukan dengan cara tradisional. Banyak buah dan sayuran pasca panen langsung dijual ke pasar. Sehingga pada saat panen, kuantitas komoditi tersebut melimpah dan disaat waktu panen selesai komoditi tersebut habis dan langka. Pada pengawetan buah dan sayuran, suhu dan kelembaban relatif merupakan dua variabel kontrol yang saling mempengaruhi. Dimana kenaikan dan penurunan suhu akan berakibat pada perubahan kelembaban relatif. Pada penelitian kali ini dilakukan dua variasi kontrol yaitu kontrol digital dan kontrol scheduling untuk mengetahui karakteristik hubungan suhu dan kelembaban relatif. Hasil dari uji kedua variasi kontrol tersebut didapatkan bahwa kontrol digital memiliki waktu puncak yang cepat baik untuk mencapai set point suhu dan kelembaban. Sedangkan kontrol scheduling kenaikan kelembaban mengikuti kenaikan suhu.    Kata Kunci : Suhu, Kelembaban Relatif, Buah, Sayuran, Pengawetan
Penggunaan Histogram dari Koefisien Aproksimasi Wavelet untuk Deteksi Cacat Tekstil Arnia, Fitri; Saputra, Andika; Munadi, Khairul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.802 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.57.2014

Abstract

Generally, textile defect inspection at textile industry is still conducted manually by human. This approach is susceptible to errors and tends to be inconsistent due to fatigue and inattentiveness. To guarantee the consistency and inspection quality, an automatic defect detection system is required. This research proposes the use of histograms generated from two-level wavelet’s approximation coefficients as features to detect textile defects. The Euclidian distance that is calculated between feature of reference textile (non-defective textile) and feature of defective one is used as an evaluation parameter. If the Euclidian distances of the features of textile images are higher than a predetermined threshold, the textiles are determined as defective ones, and vice versa. Simulations are conducted using four groups of textile defects. It turns out that the proposed method can achieve 100% detection rate for textile group with ink-spot and textile group with holes.Keywords : Wavelet coefficient histogram, Euclidean distance, Textile defect, industrial textiles, Image features AbstrakPada industri tekstil, cacat produksi umumnya masih diperiksa secara manual oleh manusia. Pemeriksaan secara manual rentan terhadap kesalahan dan kurang konsisten, karena sifat manusia yang dapat lelah, lupa dan lain sebagainya. Untuk menjamin konsistensi dan kualitas pemeriksaan cacat kain, sebuah sistem deteksi otomatis perlu ada. Penelitian ini mengusulkan penggunaan histogram dari koefisien aproksimasi wavelet dua tingkat sebagai fitur untuk deteksi cacat tekstil. Jarak Euclidian yang dihitung diantara fitur tekstil citra referensi (berasal dari citra tidak cacat) dengan fitur tesktil citra cacat digunakan sebagai parameter evaluasi. Jika jarak Euclidian dari fitur suatu citra tekstil berada di atas nilai ambang yang telah ditentukan sebelumnya, citra tersebut dinyatakan cacat, dan sebaliknya. Penelitian dilaksanakan dengan menjalankan simulasi deteksi cacat tekstil, menggunakan empat kelompok cacat tekstil yang berbeda. Ditemukan bahwa metode usulan mencapai tingkat kebenaran deteksi sebesar 100% untuk citra kelompok cacat tinta dan kelompok cacat lubang.             Kata Kunci : Histogram koefisien wavelet, Jarak  Euclidean, Cacat tekstil, Industri tekstil, Fitur citra  
Efek Pengintegrasian Pembangkit Listrik Tersebar pada Jaringan Distribusi Radial terhadap Perosotan Tegangan Fitrianto, Eka; Nazir, Refdinal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.278 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.157.2016

Abstract

Electrical systems supplied from a substation (GI) which is quite far away from the center of the furthest load will cause a voltage drop in radial distribution network. Integration of distributed generation (Distributed Generation, DG) on the distribution network will be one of the solutions to improve the voltage drop. This paper analyzes integrating several distributed generation (DG) in a radial distribution network to repair a voltage with Matlab program. Method using flow injection analysis of load and DG on each bus. The analysis showed that the penetration of DG on the distribution network will improve bus voltage, especially at bus adjacent to the DG.Keywords: distributed generation (DG), radial distribution, voltage drop, integration.Abstrak— Pada sistem distribusi radial 20 kV yang suplainya dipasok oleh Gardu Induk (GI) dalam jarak yang cukup jauh dari pusat beban akan menyebabkan terjadinya penurunan tegangan. Pengintegrasian pembangkit tersebar (Distributed Generation, DG) pada jaringan distribusi tersebut akan menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki penurunan tegangan tersebut.  Tulisan ini menganalisis pengintegrasian beberapa pembangkit listrik tersebar (DG) pada suatu jaringan distribusi radial terhadap perbaikan tegangan dengan program Matlab.  Metoda analisis menggunakan arus injeksi dari beban dan DG pada setiap bus. Hasil analisis menunjukkan bahwa penetrasi DG pada jaringan distribusi akan memperbaiki tegangan bus terutama pada bus yang berdekatan dengan DG.Kata Kunci : Pembangkit  listrik  tersebar(DG), distribusi radial,  perosotan tegangan, Arus injeksi.
Keandalan Jaringan Tegangan Menengah 20 kV di Wilayah APJ Padang PT.PLN (Persero) Cabang Padang Pulungan, Ali Basrah; ., Sukardi; Tambun, Dahlan Prinando
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1, No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.475 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.62.2012

Abstract

Sistem distribusi sebagai sistem penyaluran tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan harus memperhatikan tingkat keandalannya yaitu dapat menyuplai tenaga listrik ke konsumen secara kontiniu.Tingkat keandalan suatu system dapat ditentukan dengan menghitung SAIFI (SistemAvarage Interruption Frequency Index) dan SAIDI (Sistem Avarage Interruption Duration Index) yaitu frekuensi pemadaman dan lama pemadaman yang dialami system distribusi dalam rentang waktu tertentu.Penelitian ini bertujuan menghitung  indeks keandalan jaringan tegangan menengah 20 kV di Wilayah Area Pelayanan Jaringan (APJ) Padang.Perhitungan indeks keandalan didasarkan pada indeks keandalan berbasis sistem yaitu SAIFIdan SAIDI. Berdasarkan perhitungan dan analisis indeks keandalan berbasis sistem  pada jaringan tegangan menengah Area Pelayanan Jaringan (APJ) Padang tahun 2009, maka dapat disimpulkan bahwa indeks keandalan berbasis system pada Area Pelayanan Jaringan (APJ) Padang termasuk tingkat keandalan rendah.Kata kunci: Keandalan, SAIFI, SAIDI, APJ Padang
Simulasi Kualitas Daya Saluran Distribusi Sekunder Perumahan Faharuddin, Andi; Wibisana, Gunawan
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1, No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.887 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.67.2012

Abstract

Lazimnya, beban listrik pada perumahan  berupa kombinasi antara beban linear dan beban nonlinear. Beban-beban nonlinear misalnya peralatan-peralatan elektronik yang terpakai di rumah, berpotensi  menurunkan kualitas daya saluran distribusi sekunder secara signifikan akibat besarnya kandungan harmonik arus yang ditariknya. Persentase THD arus yang tinggi pada sistem, dapat menyebabkan beberapa persoalan harmonisa seperti misalnya meningkatnya rugi-rugi sistem, overload penghantar netral, interferensi pada sistem komunikasi dan lain sebagainya. Pada penelitian ini, beban sistem distribusi sekunder perumahan dimodelkan dalam tiga macam model: model beban linear, nonlinear dan gabungan beban linear dan nonlinear, di dalam laboratorium. Selanjutnya, diadakan simulasi dan pengukuran pada saluran penyuplai daya (distribusi sekunder) bagi masing-masing model-model tersebut dengan  menggunakan alat ukur power fluke analyzer 43. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model beban nonlinear menyebabkan degradasi kualitas daya yang sangat signifikan (hingga kisaran 90 persen), jauh melebihi beban linear. Model beban linear menjadi model yang sesuai dengan standar distorsi harmonisa yang ditetapkan oleh IEEE-519-1992.Kata kunci :  THD, individu harmonisa, spektrum harmonisa, beban linear, beban nonlinear, sistem distribusi sekunder.
Perancangan Dan Realisasi Prototype Sistem Transfer Daya Listrik Nirkabel Untuk Mengisi Baterai Handphone Rahman, Sherly Puspita; Sarwoko, Mas; ., Zulfi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 2: September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.055 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n2.72.2013

Abstract

Ongoing trends in standardized mobile phone charger is charging process with user-friendly wireless power transfer that eliminates the cable connection between the charger and the phone. Wireless power transfer provides convenience in mobile phone battery charging, do not have to hassle with wires and plugs, simply put the phone on the pad. The research design and realize a prototype of a wireless power transfer system for charging mobile phone batteries. This research used high frequency transformer 12 V 25 kHz, the primary coil (20 turns, diameter 9 cm), the secondary coil (36 turns, diameter 9 cm), rectifier and filter and regulator. The result showed that the device and the circuit is designed to perform charging mobile phone batteries with maximum distance required to produce a voltage of 5 volts at the input terminal of mobile phone batteries is as far as 2 cm. In addition, the time required to perform a full battery charge until the phone is 60 minutes with constant charging rate.Keywords: magnetic Induction, Resonance, Electromagnetic, Wireless power transfer AbstrakTren yang sedang berlangsung dalam standarisasi charger handphone adalah proses pengisian user-friendly dengan transfer daya nirkabel yaitu menghilangkan sambungan kabel antara charger dan handphone. Transfer daya nirkabel memberikan kemudahan dalam pengisian baterai handphone, tidak perlu repot dengan kabel dan colokan, cukup meletakkan handphone pada bantalan. Penelitian ini merancang dan merealisasikan sebuah prototype sistem transfer daya nirkabel untuk pengisian batere handphone. Dalam penelitian ini digunakan high frequency transformator 12 V 25 kHz, primary coil (20 lilitan, diameter 9 cm), secondary coil (36 lilitan, diameter 9 cm), rectifier and filter dan regulator. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa alat dan rangkaian yang dirancang dapat melakukan pengisian batere handphone dengan jarak maksimum yang dibutuhkan untuk menghasilkan tegangan 5 Volt pada terminal masukan batere handphone adalah sejauh 2 cm. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk melakukan pengisian batere handphone hingga penuh adalah 60 menit dengan laju pengisian konstan.Keywords: magnetic Induction, Resonance, Electromagnetic, Wireless power transfer  
Desain Sistem Kontrol Penyalaan Lampu dan Perangkat Elektronik untuk Meniru Keberadaan Penghuni Rumah ., Zulfikar; ., Zulhelmi; Amri, Khairul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.877 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.182.2016

Abstract

This paper proposes a system for controlling bulbs and electrical appliances in order to imitate the availability of owner in a house. The designed system is able to switch ON and OFF the equipments randomly for treating the availability the owners in their houses. The system generates a number randomly every 15 minutes. Each number associated with bulb or electrical device in the controlling list. The electrical devices will be ON or OFF based on specific duration times. The system is realized using an Arduino board, an RTC, power supply unit, and interface circuit of Arduino and electrical devices. The designed system has been tested for 5 consecutive days normalized to 2 hour normal time on the control device and house miniature. The miniature is used to mimic condition the real house. Electric consumption estimated about 0.42 kWh per dayKeywords : Arduino, Random Numbers, Electrical Appliances, Control Systems, Housing SecurityAbstrak—Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem kontrol penyalaan lampu dan perangkat elektronik untuk meniru keberadaan penghuni rumah. Sistem dirancang untuk mengontrol penyalaan beberapa lampu dan perangkat elektronik secara acak. Hal tersebut bertujuan untuk menimbulkan kesan bahwa rumah yang ditinggalkan seakan-akan ada penhuninya. Sistem keamanan ini bekerja dengan cara membangkitkan sebuah bilangan acak setiap 15 menit. Setiap bilangan acak yang dibangkitkan mengacu kepada peralatan listrik yang dikontrol. Peralatan listrik rumah yang telah nyala akan padam ketika lamanya waktu yang ditetapkan tercapai. Sistem ini dirancang terdiri dari Arduino, catu daya, RTC dan interface perantara dengan perlatan listrik. Sistem telah diuji selama 5 hari waktu normalisasi terhadap sistem kontrolnya dan sistem miniatur rumah. Miniatur rumah dibuat untuk mewakili kondisi rumah yang sebenarnya. Konsumsi daya listrik perhari dari sistem yang dibuat adalah 0,42 kWh.Kata Kunci : Arduino, Bilangan Acak,  Peralatan Listrik, Sistem Kontrol, Keamanan Rumah
Analisis Performansi Routing Protocol OLSR Dan AOMDV Pada Vehicular Ad Hoc Network (VANET) Anisia, Rianda; Munadi, Rendy; Negara, Ridha Muldina
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.577 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.204.2016

Abstract

Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) is a development of the Mobile Ad-Hoc Network (MANET), which makes the vehicle as its nodes. VANET technology is expected to improve the security of drivers while driving on a highway between the others, with the map location, traffic information, warning if there will be a collision, and internet access in the vehicle. However, VANET has the characteristics of a network rapidly changing due to the rapid movement of nodes that need to have a routing protocol that is considered suitable and efficient so that data transmission can be optimally lasts. This research will be simulated and analyzed the comparative performance of Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) and Ad Hoc On-demand Multipath Distance Vector (AOMDV) using urban conditions (urban). The environment will be tested in speed changes and the effect of the number of nodes nodes. This simulation was done using NS-equipped with SUMO 0.12.3 2:34. as mobility MOVE as a script generator and generator Performance was measured using parameters such as Average throughput comparison, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, and Routing Overhead. Results of analysis in environmental VANET, routing protocols AOMDV superior routing protocol than OLSR. Because almost all parameters tested in scenarios of changes in the number of nodes and node speed AOMDV have better performance so AOMDV more efficient use on urban environmental conditions.Keywords : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO, MOVEAbstrak— Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) merupakan pengembangan dari Mobile Ad-Hoc Network (MANET) yang menjadikan kendaraan sebagai node nya. Teknologi VANET diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengemudi saat berkendara di jalan raya antara lain dengan adanya map location, informasi lalu lintas, peringatan jika akan terjadi tabrakan, dan akses internet pada kendaraan. Namun, VANET memiliki karakteristik jaringan yang cepat berubah karena pergerakan node yang cepat sehingga perlu dipilih protokol routing yang dinilai cocok dan efisien sehingga pengiriman data dapat berlangsug secara maksimal. Pada penelitian ini akan disimulasikan serta dianalisis perbandingan kinerja Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) dan Ad Hoc On demand Multipath Distance Vector (AOMDV) menggunakan kondisi urban (perkotaan). Di lingkungan tersebut akan diuji perubahan kecepatan node dan pengaruh jumlah node. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan NS-2.34 dilengkapi dengan SUMO 0.12.3. sebagai mobility generator dan MOVE sebagai script generator Performansi diukur menggunakan parameter perbandingan berupa Average throughput, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, dan Routing Overhead. Hasil analisis di lingkungan VANET, protokol routing AOMDV lebih unggul dibandingkan protokol routing OLSR. Karena hampir pada semua parameter yang diujikan pada skenario perubahan jumlah node maupun kecepatan node AOMDV memiliki performansi yang lebih baik sehingga AOMDV lebih efisien digunakan pada kondisi lingkungan perkotaan.Kata Kunci : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO,MOVE
Deteksi Lokasi Petir Dengan Metoda Magnetic Direction Finder Mulyadi, Syaifa; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 2: September 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1956.508 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n2.77.2014

Abstract

Lightning dischare can cause destruction to the struck object and  the other object that feel electromagnetic field interference cause lightning.  Lightning process associatedwith movement of charge so that can be observed by measurement magnetic field. Two loop magnetic antena (north/south loop  perpendicular to west/east loop) use to determinethe direction of lightning flash. The principleis comparinheg t output voltage from each sensor. Each station will give angle valuestowardlightning.  Lightning location will get from calculate intersection of three line lightning magnetic field with use Magnetic Direction Finding (MDF) method. From 275 lightning data with record we get 20 data that have same time. From 20 data we get 3 lightning data that produce pointlocation oflightning. Three angulation of lightning location  than optimized, the result is a point of lightning location and we get site error from the angle of calculation result. Avarage percentation for station 1, station 2 and station 3 is 2,88 %, 2,58 %, 1,16 %.Keyword : lightning detection, magnetic direction finding (MDF), lighning location, site error. AbstrakSambaran petir dapat menimbulkan kerusakan pada objek yang disambar maupun pada objek lain yang mengalami interferensi gelombang elektromagnetik. Proses petir berhubungan dengan pergerakan muatan, sehingga dapat diamati melalui pengukuran medan magnet. Dua loop antena medan magnet (loop utara/selatan tegak lurus terhadap loop timur/barat) dapat digunakan untuk menentukan arah lokasi petir. Setiap stasiun akan memberikan nilai sudut arah lokasi petir. Lokasi terjadinya petir dapat diperoleh dengan menghitung titik perpotongan jalur medan magnet petir dari 3 titik sensor, dengan menggunakan metode Magnetic Direction Finding (MDF). Dari 275 data petir yang terekam pada ketiga stasiun, diperoleh 20 data petir dengan waktu kejadian yang sama. Selanjutnya dari 20 data petir pada masing-masing stasiun dengan waktu kejadian yang sama tersebut diperoleh 3 data petir yang menghasilkan triangulasi lokasi petir. Triangulasi lokasi petir dioptimasi sehingga menghasilkan titik lokasi petir, maka diperoleh nilai persimpangan sudut (site error) dari sudut hasil perhitungan.Hasil perhitungan menunjukan stasiun 1 memiliki site error terbesar karena pengaruh topografi. Persentase site error rata – rata stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 adalah 2,88 %, 2,58 % dan 1,16 %.Kata kunci:deteksi petir,magnetic direction findings(MDF), lokasi petir,site error

Page 10 of 61 | Total Record : 604