cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
Perancangan Modifikasi Antena Kupu – Kupu Panjang Dual Frekuensi untuk Aplikasi Hypherthermia Kananda, Kiki; Andre, Hanalde; Timor, Agus Rahmad; ., Khairullah; ., Erliwati; Hendri, Zulka
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.508 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.168.2015

Abstract

Therapy device of Electromagnetic Wave radiation  hypherthermia used clinically to heat tissue in the human body. Increased temperatures are not followed by tissue outside the body. The use of electromagnetic waves at frequencies 915 and 2450 MHz has been proven and widely used in hypherthermia. The design modifications butterfly antenna done by simulation using finite element method. The simulation results show the modification of antenna can work in both frequency hypherthermia. Optimal shape of the antenna produce 'return loss' (RL) -16.6295 dB at a frequency of 915 MHz and -18.2697 dB at frequency 2450 MHz.        Keywords : Hyperthermia, Dual Frequency, Antenna Application Abstrak—Radiasi gelombang elektromagnetik pada alat terapi hypherthermia digunakan secara klinis untuk memanaskan jaringan dalam tubuh manusia. Peningkatan temperatur tidak diikuti oleh jaringan luar tubuh. Penggunaan gelombang elektromagnetik pada frekuensi 915 dan 2450 MHz telah terbukti dan banyak digunakan dalam hypherthermia. Perancangan modifikasi antenna kupu – kupu panjang dilakukan dengan simulasi menggunakan metoda elemen hingga. Hasil simulasi menunjukan modifikasi antenna dapat bekerja pada kedua frekuensi hypherthermia. Bentuk optimal antena menghasilkan nilai return loss (RL) -16.6295dB pada frekuensi 915 MHz dan -18.2697dB pada frekuensi 2450 MHzKata Kunci : Hyperthermia, frekuensi ganda, Aplikasi Antena,
Efek Kegagalan Alat Flue Gas Desulphur terhadap Tegangan Lewat Denyar Isolator di Gardu Induk Pembangkit Tanjung Jati B Jepara Juliandhy, Tedy; Haryono, T; ., Suharyanto
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.25 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.56.2014

Abstract

Flashover is a disorder condition that occurs in the form of sparks appearing between insulators or electrical component of high voltage. This can occur due to insulation failure of the high voltage system.  Failure of insulation in high voltage insulators in Tanjung Jati B Jepara Substation  is one of the causes of acid rain due to the condensation of smoke from the Tanjung Jati B  power plant  chimney. Acid rain arises due to  failure Flue Gas Desulphur ( FGD ) devices were installed in the plant to reduce gas emissions as a condition of eco-friendly power plant that is planned by the government through the department of Environment. The real action is taken to dismiss the notion that Coal Fired Power Plant (CFPP) is one of the industries that emit SOx and NOx emissions are high on operational processes. The effects of gas emissions is one of the causes of acid rain on the environment. The amount of acidity of acid rain that occurred in the industrial area will always affect the high voltage power lines that distribute power in operation. Sometimes the equipment functions as an insulator in high voltage substations that distribute power at 500 kV network SUTET JAMALI network on the island of Java in a system of operation is interrupted because of pollutants attached to the  insulator. Rain with a pH between 4-5 categorized as acid rain and the test affects the time of the flashover voltage drop of  145.5 kV – 142.5 kV of the  working  voltage , this causes an insulator as insulation materials can be minimized distance insulator surface so that termites can affect the resistance of an insulator in its function as a tool to restrain the occurrence of flashover voltage  from voltage parts.Keywords : Flashover, Insulator, FGD, Acid rain, pH, SUTET, JAMALI. AbstrakTegangan Lewat denyar ( flashover ) adalah  fenomena pelepasan muatan bersifat merusak yang melintasi  seluruh bagian permukaan isolator. Pelepasan muatan ini disebabkan pembebanan medan listrik pada permukaan isolator yang melebihi harga ketahanan elektriknya. Penyebab terjadinya tegangan lewat denyar adalah pengotoran permukaan isolator, hujan asam, surja hubung dan surja petir. Salah satu penyebab Kegagalan isolasi pada isolator tegangan tinggi di Gardu induk Tanjung Jati B Jepara adalah  timbulnya hujan asam akibat kondensasi asap yang keluar dari cerobong  PLTU Tanjung Jati B.  Hujan asam timbul karena kegagalan peralatan Flue Gas Desulphur  ( FGD ) yang dipasang di PLTU untuk mengurangi gas emisi sebagai persyaratan pembangkit listrik ramah lingkungan yang diprogramkan pemerintah melalui departemen Lingkungan Hidup. Tindakan nyata ini dilakukan untuk menepis anggapan bahwa PLTU dengan bahan bakar batubara merupakan salah satu industri yang mengeluarkan gas  emisi SOx dan NOx yang tinggi pada proses operasionalnya. Efek gas emisi ini merupakan salah satu  penyebab terjadinya hujan asam pada lingkungan.  Banyaknya  kadar keasaman hujan asam yang terjadi di daerah industri akan selalu berpengaruh terhadap jaringan listrik tegangan tinggi yang sedang beroperasi menyalurkan daya listrik.  Adakalanya fungsi  peralatan tegangan tinggi seperti isolator di gardu induk yang menyalurkan daya listrik pada jaringan SUTET 500 kV pada jaringan JAMALI di pulau Jawa terganggu dalam sistim operasinya karena polutan yang menempel di isolator. Hujan dengan pH antara 4 – 5 dikategorikan sebagai hujan asam dan pada pengujian ini mempengaruhi penurunan tegangan saat terjadinya flashover sebesar  145.5 kV – 142.5 kV  dari tegangan kerja, hal ini  menyebabkan isolator sebagai bahan isolasi dapat diperkecil jarak rayap permukaan isolatornya sehingga dapat berpengaruh terhadap ketahanan suatu isolator dalam menjalankan fungsinya sebagai alat untuk menahan terjadinya kegagalan tegangan lewat denyar ( Flashover ) dari bagian-bagian yang bertegangan.Kata Kunci : Flashover, Isolator, FGD, Hujan asam, pH, SUTET, JAMALI.  
Analisa Kekokohan Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Tipe Arus Searah Dengan Berbagai Pengendali Laksono, Heru Dibyo; Haliman, Doohan; Danas, Aidil; A, Wayu Diafridho
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.65 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.169.2015

Abstract

The voltage response robustness of generator excitation system is the ability of generator excitation system to muffle noise at high frequency, has rapid response to specific input and is able to eliminate disturbance during operation. In this journal is conducted a discussion about the voltage response robustness analysis of generator excitation system with various controllers. By using the criteria of the maximum peak value, phase margin and gain margin are analyzed the voltage response robustness of generator excitation. The criteria of maximum peak value is divided into two specifically the criteria of the sensitivity maximum peak value and the criteria of the complementary sensitivity maximum peak value. The type of controllers are designed include Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD), Proportional Integral Differential controller (PID), Proportional Differential controller with First Order Filter In Part Differential (PDF) and Proportional Integral Differential controller with First Order Filter in Part Differential (PIDF). The results showed that the voltage response of generator excitation system with Proportional controller (P), Proportional Integral controller (PI), Proportional Differential controller (PD), Proportional Integral Differential controller (PID) Proportional Differential controller with First Order Filter In Part Differential (PDF) and Proportional Integral Differential controller with First Order Filter in Part Differential (PIDF) is robust to disturbance, able to reduce noise at high frequencies and having rapid response to specific input. This is evidenced by sensitivity peak value smaller than 2.0000 and complementary sensitivity peak value smaller than 1.2500, the minimum limit of gain margin greater than 6.0000 dB and the minimum limit of phase margin between 30.0000 degrees to 60.0000 degrees for each controller.Keyword: robustness, excitation system, sensitivity maximum peak, complementary sensitivity maximum peak, gain margin, phase margin Abstrak— Kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator merupakan kemampuan dari sistem eksitasi generator untuk meredam derau pada frekuensi tinggi, mempuyai tanggapan yang cepat terhadap masukan tertentu dan mampu menghilangkan gangguan pada saat beroperasi.  Pada jurnal ini dilakukan pembahasan tentang analisa kekokohan tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan berbagai pengendali. Dengan menggunakan nilai kriteria puncak maksimum dan kriteria margin penguatan dan margin fasa dilakukan analisa kekokohan pada tanggapan tegangan sistem eksitasi generator. Kriteria nilai puncak maksimum ini terbagi atas 2 bahagian yaitu nilai kriteria puncak maksimum sensitivitas dan nilai kriteria puncak maksimum sensitivitas komplementer. Untuk jenis – jenis pengendali yang digunakan terdiri dari pengendali Proporsional (P), pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PIDF). Hasil yang diperoleh bahwa tanggapan tegangan sistem eksitasi generator dengan pengendali Proporsional (P),  pengendali Proporsional Integral (PI), pengendali  Proporsional Diferensial (PD), pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID), pengendali Proporsional Diferensial dengan filter orde pertama pada bagian diferensial (PDF) dan pengendali Proporsional Integral Diferensial Dengan Filter Orde Pertama (PIDF) bersifat kokoh terhadap gangguan, mampu meredam derau pada frekuensi tinggi dan mempuyai tanggapan yang cepat terhadap masukan tertentu.  Hal ini dibuktikan dengan nilai puncak sensitivitas yang kecil dari 2.0000 dan nilai puncak sensitivitas komplementer yang kecil dari 1.2500, batasan minimum dari margin penguatan besar dari 6.0000 dB dan batasan minimum dari margin fasa antara 30.0000 derjat s/d 60.0000 derjat untuk setiap pengendali.Kata kunci :  kekokohan, sistem eksitasi, puncak maksimum sensitivitas, puncak maksimum sentivitas komplementer, margin penguatan, margin fasa.  
Analisa Pengaruh Integrasi Pembangkit Tersebar dalam Sistem Komposit ., Syafii; Yunus, Syukri; ., Asrizal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.226 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.61.2014

Abstract

Electricity demand in Indonesia continues to increase in accordance with the development of science and technology. Therefore, there is a need of reliable power system, qualified , and able to meet all electricity needs. To optimize the reliability of the power system work one is to perform the installation of distributed generation on power composite system. With the installation of distributed generation power loss and voltage drop that occurs can be reduced. In the installation of distributed generation is a lot of things to consider, such as the exact mounting position, the amount of distributed generation, distributed generation large capacity and type of distributed generation technology used. Based on the research results position the optimal placement of distributed generation is located close to the load. The total power loss and transmission systems combined distribution system after the addition of distributed generation has been decreased and voltage profile increased. The losses and voltage drop values  vary based on the variation of distributed generation technologies. Keywords: Distributed generation , Power losses and Voltage profiles  AbstrakPemakaian tenaga listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu dibutuhkan sistem tenaga listrik yang andal, berkualitas, dan mampu memenuhi semua kebutuhan tenaga listrik. Untuk mengoptimalkan keandalan kerja sistem tenaga listrik salah satunya adalah dengan pengitegrasian pembangkit tersebar pada sistem tenaga komposit. Dengan terkoneksinya pembangkit tersebar ke jaringan distribusi listrik dapat mengurangi rugi-rugi daya dan jatuh tegangan. Dalam pemasangan pembangkit tersebar ini banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti posisi pemasangan yang tepat, jumlah pembangkit tersebar, besar kapasitas pembangkit tersebar dan jenis teknologi pembangkit tersebar yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian posisi penempatan pembangkit tersebar yang optimal adalah berada dekat dengan beban. Total rugi-rugi daya gabungan sistem transmisi dan sistem distribusi setelah penambahan pembangkit tersebar turun dan profil tegangan semakin baik atau meningkat. Besar kecilnya penurunan rugi-rugi daya dan nilai jatuh tegangan bervariasi tergantung jenis teknologi pembangkit tersebar yang digunakan.Kata Kunci: Pembangkit tersebar, Rugi-rugi daya dan Profil tegangan
Simulasi dan Analisa Sistem Kendali Kecepatan Motor Arus Searah Dengan Pendekatan Tempat Kedudukan Akar Laksono, Heru Dibyo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 1, No 1: September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v1n1.66.2012

Abstract

Dalam pengendalian kecepatan motor arus searah, model sistem bersifat nonlinier. Untuk menganalisa pola tingkah laku disekitar titik operasi, salah satu model sistem adalah dengan dilinierisasi di titik operasi. Berdasarkan model sistem yang dilinierisasi tersebut diperoleh fungsi alih  motor arus searah dan dirancang pengendali Proporsional (P), Proporsional Integral (PI), Proporsional Diferensial (PD) dan Proporsional Integral Diferensial (PID) melalui suatu simulasi dengan menggunakan perangkat lunak Matlab serta pendekatan tempat kedudukan akar. Hasil simulasi didapatkan nilai konstanta Proporsional (P), konstanta Integral (I) dan konstanta Diferensial (D)  pengendali yang mengendalikan kecepatan motor arus searah. Kata Kunci : motor arus searah (DC),  pengendali proporsional (P), pengendali proporsional integral (PI),  pengendali proporsional diferensial, pengendali proporsional integral diferensial (PID), tempat kedudukan akar.
Pengolahan Citra Digital Untuk Menghitung Luas Daerah Bekas Penambangan Timah Gusa, Rika Favoria
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 2: September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.881 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n2.71.2013

Abstract

Image processing technology gives extraordinary advance in various fields included satellite image utilization. Through some processing phases, it can be acquired information about digital image features such as area or size of the object. In Province of Bangka Belitung Archipelago, there are many tin mining regions. In this research, digital image processing of certain region in Bangka Belitung is carried out to obtain the area of tin ex-mining. The research started with survey to get coordinate and dimension (length and width) of the tin ex-mining. The coordinate used to obtain satellite image of the tin ex-mining. Furthermore, satellite image (RGB image) converted to grayscale image. The grayscale image enhanced through contrast stretching process, and then it converted to binary image. Morphology operations, that are erosion and dilation, applied to the binary image so that the total pixels of the image object (tin ex-mining) can be counted. The real dimension (length and width) of the tin ex-mining used to get the scale for calculating the image object area (tin ex-mining) in m2.Keywords: digital image processing, area, tin ex-mining AbstrakKehadiran teknologi pengolahan citra memberikan kemajuan yang luar biasa pada berbagai bidang termasuk pemanfaatan citra satelit. Melalui berbagai tahapan pengolahan, dapat diperoleh informasi yang diinginkan tentang fitur tertentu dari sebuah citra digital antara lain luas atau ukuran objek. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, banyak terdapat daerah penambangan timah. Dalam penelitian ini, dilakukan pengolahan citra digital dari suatu wilayah tertentu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki daerah bekas penambangan timah untuk dapat diketahui luasnya. Penelitian dimulai dengan survei lapangan untuk memperoleh data berupa koordinat serta ukuran (panjang dan lebar) daerah bekas penambangan timah. Koordinat tersebut digunakan untuk memperoleh citra satelit dari daerah bekas penambangan timah. Selanjutnya, citra satelit berupa citra warna (RGB) diubah menjadi citra grayscale. Citra grayscale kemudian diperbaiki melalui proses perenggangan kontras, lalu diubah menjadi citra biner. Operasi morfologi yaitu erosi dan dilasi diterapkan pada citra biner tersebut sehingga dapat dihitung jumlah piksel objek (daerah bekas penambangan timah) di dalam citra. Ukuran sebenarnya (panjang dan lebar) daerah bekas penambangan timah digunakan untuk mengetahui nilai skala yang diperlukan guna menghitung luas objek citra (daerah bekas penambangan timah) dalam satuan m2.Keywords: digital image processing, area, tin ex-mining  
Enkripsi dan Dekripsi File dengan Algoritma Blowfish pada Perangkat Mobile Berbasis Android Wardoyo, Siswo; Imanullah, Zaldi; Fahrizal, Rian
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.923 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.199.2016

Abstract

Cryptography is one of the ways used to secure data in the form of a file with encrypt files so that others are not entitled to know the file is private and confidential. One method is the algorithm Blowfish Cryptography which is a symmetric key using the algorithm to perform encryption and decryption. Applications that are built can perform file encryption-shaped images, videos, and documents. These applications can be running on a mobile phone that has a minimal operating system Android version 2.3. The software used to build these applications is Eclipse. The results of this research indicate that applications built capable of performing encryption and decryption. The results file encryption makes files into another unknown meaning. By using the keys numbered 72 bits or 9 character takes 1,49x108 years to break it with the speed it’s computation is 106 key/sec. Key length and secrecy key affecting the level of security files.Keywords: cryptography, algorithm Blowfish, symmetric key, Android, encryption, decryptionAbstrak - Kriptografi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengamankan data dalam bentuk file dengan mengenkripsi file sehingga orang lain tidak berhak mengetahui file yang sifatnya pribadi dan rahasia. Salah satu metode kriptografi adalah algoritma Blowfish yang merupakan algoritma yang menggunakan kunci simetris untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Aplikasi yang dibangun ini dapat melakukan enkripsi file berbentuk gambar, video, dan dokumen. Aplikasi ini dapat berjalan pada ponsel yang minimal memiliki sistem operasi Android versi 2.3. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah Eclipse. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun mampu melakukan enkripsi dan dekripsi dengan baik. Hasil enkripsi file membuat file menjadi tidak diketahui lagi maknanya. Dengan menggunakan kunci berjumlah 72 bit atau 9 karakter dibutuhkan waktu  1,49x108  tahun untuk membongkarnya dengan kecepatan komputasinya adalah 106 key/sec. Kata kunci: kriptografi, algoritma Blowfish, kunci simteris, Android, enkripsi, dekripsi.
Pengaruh Pemasangan Static Var Compensator pada Sistem Transmisi Tenaga Listrik (Studi Kasus: Sistem Transmisi Tenaga Listrik 150 Kv Sumbagut) Yana, Syiska; Pane, Zulkarnaen; Panggabean, Sandro Levi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.04 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.220.2016

Abstract

This paper discussed about the influence of Static VAR Compensator (SVC) in transmission system 150 kV, Sumbagut region. Transmission system and SVC parameters in this study is simulated by using computer. Purpose of simulation was to show voltage profile of the system before and after installed SVC. Based on simulation for the condition before installed SVC, there were four Buses; Aek Kanopan, Kuala Tanjung, Kisaran and Rantau Prapat which have critical voltages sequentially 89,92%; 89,92%; 89,97%; and 89,96%. After installed SVC, voltage profile of the busses increased sequentially 91,7%; 91,74%; 91,7%; dan 91,73%. Based on simulation result, SVC improved voltage profiles in transmission system.   Keywords : Static Var Compensator, Voltage, TransmissionAbstrak—Studi ini membahas tentang pengaruh pemasangan Static VAR Compensator (SVC) pada sistem transmisi tenaga listrik 150 kV Sumbagut. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah simulasi menggunakan komputer dan perhitungan untuk mendapatkan parameter-parameter SVC yang akan disimulasikan. Simulasi dilakukan untuk melihat profil tegangan pada sistem sebelum dan sesudah dipasang SVC. Dari hasil simulasi sebelum pemasangan SVC diperoleh data Bus yang memiliki tegangan kritis atau dibawah standar. Bus yang mengalami tegangan yang dibawah standar atau kritis adalah Bus Aek Kanopan, Kuala Tanjung, Kisaran dan Rantau Parapat. Besar tegangan masing-masing Bus berturut-turut 89,92%; 89,92%; 89,97%; dan 89,96%. Setelah pemasangan SVC nilai tegangan pada Bus berubah menjadi 91,7%; 91,74%; 91,7%; dan 91,73%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa pemasangan SVC berdampak pada perbaikan profil tegangan sistem  transmisi.Kata Kunci : Static Var Compensator, Tegangan, Transmisi
Bioelectrical Impedance Sebagai Control Commands Pengaturan Kecepatan Gerak Kursi Roda Dengan metoda PID Controller Sardi, Juli; Basrah Pulungan, Ali
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 2: September 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1682.057 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n2.76.2014

Abstract

In the present study, bioimpedance signals of human body was utilized to control speed of a wheelchair movement. A bioimpedance is electrically passive part contained the body tissues. The research is one of alternative solutions for patients with paralysis of the upper and lower limb. Firstly, design of system of the research consisted of bioimpedance measuring instruments and a mechanical design of the wheelchair. Bioimpedance measurement was performed by injecting a sinusoidal current source of 0.5 mArms with a frequency of 50 kHz to muscle tissue (shoulder) to obtain the output voltage in the range of 0-5 Vdc. With impulse and manual thresholding methods, the voltage signal was classified into several controls command to adjust the speed and direction of the wheelchair control based on PID Controller. The experimental result of the research was realization of bioimpedance signal that used as a reference to control the direction and speed of the wheelchair with a success rate of 86.7 %. A wheelchair velocity was classified into three types of motion, namely slow, medium and fast. Slow speed has a rated speed of 30 Cm/s, medium speed value speed of 40 Cm/s and fast speed value of 50 Cm/s. The wheelchair can also turn to the left and the right in accordance with the wishes of wheelchair user beside to moving forward.Keywords :Bioimpedance, Wheel Chair, PID ControllerAbstrakPenelitian ini memanfaatkan sinyal bioimpedance tubuh untuk mengatur kecepatan gerak kursi roda.Bioimpedance adalah bagian elektrik pasif yang terdapat pada jaringan tubuh.Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu solusi bagi penderita kelumpuhan untuk membantu mobilisasi.Penelitian ini diawali dengan perancangan sistem yang meliputi alat ukur bioimpedance dan desain mekanik dari kursi roda. Pengukuran bioimpedance dilakukan dengan menginjeksikan sumber arus sinusoidal sebesar 0,5 mArms dengan frekuensi 50 kHz ke jaringan otot tubuh (punggung) sehingga didapatkan tegangan keluaran  yang berkisar antara 0 – 5 Vdc. Dengan metode impulse dan manual thresholding, tegangan diklasifikasikan menjadi beberapa sinyal kontrol untuk mengatur kecepatan dan arah kursi roda berdasarkan metodePID Controller. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terealisasikannya sinyal bioimpedance yang digunakan sebagai referensi dalam mengontrol arah dan kecepatan dari kursi roda dengan tingkat keberhasilan 86.7 %.Kecepatan gerak kursi roda diklasifikasikan kedalam tiga jenis kecepatan, yaitu kecepatan lambat, sedang dan cepat. Kecepatan lambat memiliki nilai kecepatan sebesar 30 Cm/s. Kecepatan sedang memiliki nilai kecepatan sebesar 40 Cm/s. Sedangkan kecepatan cepat memiliki nilai kecepatan sebesar 50 Cm/s.Selain bergerak lurus, kursi roda juga bisa berbelok ke arah kiri dan kanan sesuai dengan keinginan dari pengguna kursi roda.Kata Kunci :Bioimpedance, Kursi Roda, PID Controller
Perancangan dan Implementasi Sistem Monitoring Produksi Biogas pada Biodigester Alfanz, Rocky; Nurhadi, Agus; Laksmono, Joddy Arya
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.216.2016

Abstract

Biogas is one of the flammable natural gas. The most observed content of biogas in this study is methane (CH4), hydrogen (H2) and carbon dioxide (CO2). Therefore, biogas can be developed and used as an alternative energy. Nowadays, the used of plant biodigester, as the biogas producer, is still in very simple design. So, the system design should be developed to assist the monitoring process of biogas production. In this study, a system is design which can do the data acquisition using MQ4 sensor of methane, MQ8 sensor of hydrogen and MG811 sensor of carbon dioxide also the parameter which influencing to the process of biogas production such as temperature, humidity and pressure. Based on the measurement of methane, it is spotted that the highest point of methane production occured at 10:00 a.m. The details were the temperature 34 °C, humidity 67% RH, and pressure 100,6 kPa which can produce 95.672 ppm of methane. In the measurement of hydrogen, it is figured out that the highet point of hydrogen production occured at 02:00 p.m. The details were the temperature 34 °C, humidity 74% RH, and a pressure of 100,4 kPa to produce 4,738 ppm of hydrogen. Then, the highest point of the measurement of carbon dioxide production occurred at 11:00 a.m. The details were temperature 33 °C, humidity 68% RH, and a pressure of 100,5 kPa to 16,89 ppm of carbon dioxide.Keywords : Biodigester, Monitoring System, Biogas, DAQAbstrak— Biogas merupakan salah satu gas alam yang dapat terbakar, kandungan yang paling banyak diobservasi dalam penelitian ini adalah gas metana (CH4), hidrogen (H2) dan karbon dioksida (CO2), hal inilah yang menjadikan biogas dapat dikembangkan dan digunakan sebagai energi alternatif. Namun pada umumnya plant biodigester yang digunakan untuk memproduksi biogas masih sangat sederhana, sehingga dibutuhkan perancangan sistem yang dapat membantu proses monitoring produksi biogas. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem yang dapat melakukan proses akuisisi data menggunakan sensor gas metana MQ4, sensor gas hidrogen MQ8 dan sensor gas Karbon dioksida MG811 serta parameter yang berpengaruh pada proses produksi biogas seperti suhu, kelembaban dan tekanan. Berdasarkan pengukuran terhadap gas metana, didapatkan titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 10:00 dengan kondisi pengukuran suhu: 34°C, kelembaban: 67%RH, dan tekanan: 100,6 kPa menghasilkan gas metana sebesar 95.672 ppm. Untuk pengukuran gas hidrogen didapatkan titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 14:00 dengan kondisi pengukuran suhu 34°C, kelembaban 74%RH, dan tekanan 100,4 kPa menghasilkan gas hidrogen sebesar 4,378 ppm. Pada pengukuran gas karbondioksida titik tertinggi produksi gas terjadi pada pukul 11:00 dengan kondisi pengukuran suhu 33°C, kelembaban 68%RH, dan tekanan 100,5 kPa menghasilkan gas karbondioksida sebesar 16,89 ppm.Kata Kunci : Biodigester, Sistem Monitoring, Biogas, DAQ

Page 8 of 61 | Total Record : 604