cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
Navigasi Berbasis Behavior dan Fuzzy Logic pada Simulasi Robot Bergerak Otonom ., Rendyansyah; Exaudi, Kemahyanto; Prasetyo, Aditya Putra Perdana
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.633 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.212.2016

Abstract

Mobile robot is the robotic mechanism that is able to moved automatically. The movement of the robot automatically require a navigation system. Navigation is a method for determining the robot motion. In this study, using a method developed robot navigation behavior with fuzzy logic. The behavior of the robot is divided into several modules, such as walking, avoid obstacles, to follow walls, corridors and conditions of u-shape. In this research designed mobile robot simulation in a visual programming. Robot is equipped with seven distance sensor and divided into several groups to test the behavior that is designed, so that the behavior of the robot generate speed and steering control. Based on experiments that have been conducted shows that mobile robot simulation can run smooth on many conditions. This proves that the implementation of the formation of behavior and fuzzy logic techniques on the robot working well.Keywords : behavior, fuzzy logic, mobile robot]Abstrak—Mobile robot merupakan mekanisme robot yang mampu bergerak otomatis. Pergerakan robot secara otomatis memerlukan suatu sistem navigasi. Navigasi adalah metode untuk menentukan gerak robot. Pada penelitian ini navigasi robot dikembangkan menggunakan metode behavior (perilaku) dengan logika fuzzy. Perilaku robot dibagi menjadi beberapa modul, seperti berjalan, menghindari halangan, mengikuti dinding, koridor maupun kondisi u-shape. Pada penelitian ini dirancang simulasi mobile robot di dalam pemrograman visual. Robot dilengkapi dengan tujuh sensor jarak dan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menguji perilaku yang dirancang, sehingga perilaku robot menghasilkan pengaturan kecepatan dan steering. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa simulasi mobile robot dapat berjalan mulus (smooth) pada berbagai kondisi. Hal ini membuktikan bahwa implementasi pembentukan behavior dan teknik logika fuzzy pada robot bekerja dengan baik.    Kata Kunci : behavior, logika fuzzy, mobile robot
Sistem Informasi Petir (SIP) Dengan Metode Lightning Distribution (LD) di Wilayah Sumatera Barat Kurniawan Vadreas, Andrew; Emeraldi, Primas; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 2: September 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1833.812 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n2.83.2014

Abstract

This paper mapped 200 locations of lightning strikes in West Sumatra province. Mapping the location of lightning strikes as part of Lightning Information System  was designed with the method of Lightning Distribution (LD). To get the location of lightning strikes obtained from the calculation reflection of ionosphere method to determine the distance of a lightning strike from stations of lightning and methods of Magnetic Direction Finding (MDF) to get directions from the lightning strike. Direction data obtained processed to generate a lightning incident location, then that location will be displayed on Google Maps. After that in the process of Lightning Distribution method which is a form of lightning strike density mapping by using the "File Format" grid, where each grid was measured to be 1 x 1 km2 called the Local Density Flash (LFD). If there are multiple point strikes on the grid will change the color that is on the map fit how many number of strikes on the grid which is a Probabilistic computation Flash Density (PFD). The depiction of the scale of danger  lightning in the form of variations color changes at the point where the bolt of green color represents the minimum number density of lightning strikes that contains a single point and the red color represents the maximum number density of strikes which contains more than ten points strike. Based on the color distribution of lightning strikes and Payakumbuh Agam area has the highest rate of lightning strikes in the study period.Key words: reflection ionosphere, magnetic direction finding (MDF), lightning distribution, lightning information system, and google maps API. AbstrakPaper ini memetakan 200 lokasi sambaran petir di daerah Sumatera Barat. Pemetaan lokasi sambaran petir sebagai bagian dari Sistem Informasi Petir (SIP) dirancang dengan metode Lightning Distribution (LD). Lokasi sambaran petir diperoleh menggunakan metode refleksi ionosfer untuk mengetahui jarak sambaran petir dari stasiun pendeteksi petir dan metode Magnetic Direction Finding (MDF) untuk mendapatkan arah dari sambaran petir. Data arah kemudian diproses untuk menghasilkansuatulokasikejadianpetir, kemudian lokasitersebutakan ditampilkan pada Google Maps. Setelah itu di proses dengan metode Lightning Distribution yang merupakan bentuk pemetaan kerapatan sambaran petir dengan menggunakan “Format File grid”, dimana setiap grid diukur sebesar 1 x 1 km2 yang disebut dengan Local Flash Density (LFD). Jika terdapat beberapa titik sambaran pada satu grid akan merubah warna yang ada pada peta sesuai seberapa banyak jumlah sambaran pada satu grid yang merupakan perhitungan Probabilistic Flash Density (PFD). Penggambaran besarnya skala bahaya petir berupa variasi perubahan warna pada titik sambaran dimana warna hijau mewakili jumlah minimum kerapatan sambaran yang berisikan satu titik sambaran dan warna merah mewakili jumlah maximum kerapatan sambaran yang berisikan lebih dari sepuluh titik sambaran. Berdasarkan warna distribusi sambaran petir daerah Kabupaten Agam dan Payakumbuh memiliki tingkat sambaran petir tertinggi pada periode penelitian ini.Kata kunci :          refleksi ionosfer, magnetic direction finding (MDF), lightning distribution, sistem informasi petir, dangoogle maps API
Desain Rangkaian Gate-Driver untuk Konverter yang Bekerja dengan Voltage Mode Control ., Fitriadi; Hamid, Muh. Imran
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.082 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.259.2016

Abstract

 Converter DC / AC with full bridge topology developed from a series combination of semiconductor components type IGBT / MOSFET. In this series IGBT / MOSFET functioning as a switch, if it gets the supply PWM control signal at the gate 10-20 Volt DC. To strengthen the PWM control signal is generated microcontroller can use gate-driver circuit. In this paper, a gate-driver circuit developed from the type MC33153 driver IC application and HCPL4506. ± 18 V DC supply for the input generated from the driver IC converters DC / DC isolated system, so the four PWM control signal output from the gate driver circuit is also isolated. The contribution of this study is a gete driver circuit which can be used for a converter that works with methods Phase Shift (PS) with a control technique Voltage Mode Control (VMC) has been successfully realized.Keywords: Full-bridge, converter, gate-driverAbstrak- Konverter DC/AC dengan topologi jembatan penuh yang dikembangkan dari rangkaian kombinasi komponen semikonduktor jenis IGBT/MOSFET. Dalam rangkaian ini IGBT/MOSFET berfungsi sebagai switch, jika mendapat suplai sinyal kontrol PWM pada kaki gate 10-20 Volt DC. Untuk menguatkan sinyal kontrol PWM yang dibangkitkan mikrokontroler dapat menggunakan rangkaian gate-driver. Dalam paper ini, sebuah rangkaian gate-driver dikembangkan dari aplikasi IC driver tipe MC33153 dan HCPL4506. Suplai DC ± 18 V untuk input IC driver dihasilkan dari konverter DC/DC yang terisolasi secara sistem, sehingga keempat sinyal kontrol PWM output dari rangkaian gate driver juga terisolasi. Kontribusi dari penelitian ini adalah sebuah rangkaian gete driver yang dapat digunakan untuk konverter yang bekerja dengan metode Phase Shift (PS) dengan teknik kontrol Voltage Mode Control (VMC) telah berhasil direalisasikan.Kata kunci : Full-bridge, converter, gate-driver
Perbaikan Kestabilan Dinamik Sistem Tenaga Listrik Multimesin dengan Metoda Linear Quadratic Regulator Danas, Aidil; Dibyo Laksono, Heru; ., Syafii
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 2: September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.997 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n2.88.2013

Abstract

System stability is an inportant part in the planning and operation of electric power systems, especially dynamic stability. The ability of a power system to maintain stability under small disturbances defined as dynamic stability. The small disturbances consist of load variation in generation side in random, slow and cascaded. This condition may change system frequency which effect in system stability and can not work normally. The aim of this research is to design suitable control system via simulation to respond small disturbances in the power system.  The simulation test system is used PT. PLN data Sumbar-Riau system under Linear Quadratic Regulator (LQR) method. The method is used to obtain control value to reach desagn criteria, that are overshoot less then 5 % and steady state time less then 4 second. The simulatino result shows that the system design have reach the criteria of design at 0.65 times basic load to 1.35 times of basic load.  Keywords : Dynamic stability, controller, Linear Quadratic Regulator (LQR)AbstrakPada perencanaan dan operasi sistem tenaga listrik, kestabilan sistem adalah hal yang sangat penting terutama kestabilan dinamik. Kestabilan dinamik adalah kestabilan sistem terhadap gangguan kecil. Gangguan kecil ini berupa perubahan beban pada sisi pembangkit secara acak, pelan, dan bertingkat. Gangguan ini mengakibatkan perubahan frekuensi yang menyebabkan kestabilan sistem berubah sehingga tidak mampu bekerja secara normal. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi perancangan pengendali melalui simulasi untuk memperbaiki kestabilan sistem akibat perubahan beban kecil. Simulasi dilakukan pada sistem tenaga listrik PT. PLN Sumbar-Riau dengan menerapkan metoda Linear Quadratic Regulator (LQR). Metode ini digunakan mendapatkan nilai pengendali agar dapat memenuhi kriteria rancangan yang diinginkan, yaitu lewatan maksimum tidak lebih dari 5 % dan waktu keadaan mantap kurang dari 4 detik. Hasil simulasi menunjukkan rancangan pengendali memenuhi kriteria pada kondisi 0.65 kali beban dasar sampai dengan 1.35 kali beban dasar.Keywords : Dynamic stability, controller, Linear Quadratic Regulator (LQR)  
Analisis Kemampuan Mpeg Spatial Audio Object Coding untuk Reproduksi Audio Multikanal Luthfi, Amirul; Elfitri, Ikhwana
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.476 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n2.383.2017

Abstract

MPEG Spatial Audio Object Coding (MPEG SAOC) is the first standard on object-based audio coding released by International Organization for Standardization (ISO). The MPEG SAOC has ability to reproduce multichannel audio at the decoder side. In this paper, performance of the MPEG SAOC on multichannel audio reproduction is analyzed and compared to MPEG Surround (MPS). The results show both MPEG SAOC and MPS have Objective Difference Grade (ODG) at impeceptible level. However, the MPEG SAOC encoder can only supports one multichannel object audio input.Keywords :Spatial Audio Object Coding, Object-based Audio, and Multichannel AudioAbstrak— MPEG Spatial Audio Object Coding (MPEG SAOC) merupakan pengkode audio berbasis objek pertama yang telah telah distandarisasi oleh International Organization for Standardization (ISO). MPEG SAOC memiliki kemampuan reproduksi audio multikanal pada sisi decoder. Pada paper ini, dianalisis kemampuan reproduksi audio multikanal pada decoder MPEG SAOC dan dibandingkan dengan MPEG Surround (MPS). Hasil penelitian menunjukkan, MPEG SAOC dan MPS sama-sama memiliki Objective Difference Grade (ODG) pada level imperceptible. Namun, encoder MPEG SAOC hanya mendukung masukan satu objek audio multikanal saja.Kata Kunci : Spatial Audio Object Coding, Audio berbasis Objek dan Audio Multikanal
Analisis Gelombang Elektromagnetik dan Seismik yang Ditimbulkan oleh Gejala Gempa Timor, Agus Rahmad; Andre, Hanalde; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.412 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.297.2016

Abstract

Earthquakes are a natural phenomenon which is difficult to predict when and how it will happen. Effort is needed to minimize the risk of earthquakes, such as the observation of the early signs before an earthquake occurs (precursor). This study was conducted to observe earthquakes in West Sumatra in two ways. Observations eleketromagnetik waves utilizing radio waves from the two stations. The study also uses seismic wave sensors that are placed in the Department of Electrical Engineering, University of Andalas. Based on the results of data processing of the transmission of radio waves, it is known that electromagnetic anomalies can be recorded by utilizing radio wave propagation. However, with the line of sight propagation cause a lot of loss propagation, and less effective in recording. For the recording of the earthquake through the seismic waves very well. The measurement results for the direction of the epicenter compared with the measurement result BMKG for some earthquakes end of 2013 were felt in the West Sumatra. The average error of measurement gained 9.6% since the phase delay is affected by the accuracy of the sensor device.Keywords: Earthquakes, Electromagnetic, SeismicAbstrak- Gempa bumi adalah fenomena alam yang sulit diprediksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Diperlukan usaha untuk meminimalisir resiko gempa bumi, seperti pengamatan tanda tanda awal sebelum gempabumi terjadi (prekursor). Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kejadian gempa di Sumatera Barat melalui dua cara.  Pengamatan gelombang eleketromagnetik memanfaatkan gelombang radio dari dua stasiun. Penelitian juga menggunakan sensor gelombang seismic yang ditempatkan di jurusan Teknik Elektro, Universitas Andalas. Berdasar hasil pengolahan data dari transmisi gelombang radio, maka diketahui bahwa anomaly elektromagnetik  dapat direkam dengan memanfaatkan propagasi gelombang radio. Namun propagasi dengan line of sight banyak menimbulkan rugi-rugi propagasi, dan kurang efektif dalam perekaman. Untuk rekaman gempa melalui gelombang seismik sangat baik. Hasil pengukuran untuk arah pusat gempa dibandingkan dengan hasil pengukuran BMKG untuk beberapa kejadian gempa akhir tahun 2013 yang dirasakan di Sumatera Barat. Adapun error rata-rata pengukuran yang didapat 9.6% karena dipengaruhi oleh keakurasian delay phasa alat sensor.Kata kunci: Gempa bumi, Elektromagnetik, Seismik
Analisis Ekstraks Ciri Fertilitas Telur Ayam Kampung dengan Grey Level Cooccurrence Matrix Saifullah, Shoffan; Sunardi, Sunardi; Yudhana, Anton
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.215 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n2.376.2017

Abstract

This research used chicken eggs to perform the analysis in the identification process fertility chicken eggs. The method in the identification process using Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). The identification process by using GLCM using the 6 main parameters to determine the characteristics (feature extraction). The parameters used are: ASM (Angular Second Moment), Contrast, Correlation, Variance, IDM (Inverse Difference Moment), and Entropy. Each parameter will give different values and is able to distinguish and classify images based fertility chicken eggs chicken eggs. The identification process gives results that the image of a chicken egg fertile and infertile able to distinguish from GLCM parameters and show that using 10 samples of chicken eggs able to be grouped based on their fertility.Keywords:Chicken Eggs, Feature Extraction, GLCM ParametersAbstrak— Penelitian ini menggunakan telur ayam kampung untuk melakukan analisis dalam proses identifikasi fertilitas telur ayam. Metode dalam proses identifikasi menggunakan Gray Level Coocurence Materik (GLCM). Proses identifikasi dengan menggunakan GLCM menggunakan 6 parameter utama untuk mengetahui ciri-ciri (ekstraksi ciri). Parameter yang digunakan yaitu: ASM, Kontras, Korelasi, Varians, IDM, dan Entropy. Masing-masing parameter akan memberikan nilai yang berbeda dan mampu membedakan dan mengelompokkan citra telur ayam kampung berdasarkan fertilitas telur ayam. Proses identifikasi memberikan hasil bahwa citra teluer ayam kampung fertile dan infertile mampu dibedakan dengan parameter-parameter GLCM dan menunjukkan bahwa dengan menggunakan 10 sampel telur ayam kampung mampu dikelompokkan berdasaarkan fertilitasnya.Kata Kunci : Telur ayam kampung, Ekstraksi Ciri, Parameter GLCM
Pengembangan Modul Klasifikasi Apel Envy dan Pasific Rose Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) Rahmanti, Farah Zakiyah; Adi, Prajanto Wahyu; Ataka, Ion; Sukmana, Septian Enggar
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.546 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.283.2016

Abstract

The variety of apple has similarity with each other, therefore it makes human visual perception difficult to differentiate some of them.  The conventional way is often carried out human vision  subjective perception, this way makes classification result becomes less. Apple classification  using information technology is one step to classify apple more accurate and to help human in apple plantations processing. The goal of this research is developing classification stage on envy and pasific rose apple. The major goal is to classify envy and pacific rose apple using Artificial Neural Network (ANN). Doing feature extraction of training and testing apple images aims that  images can be recognized as envy or pasific rose. The way of getting feature extraction is using statistical approach of RGB color histogram from an image. The feature extraction values of RGB color histogram of apple images are intensity, standard deviation, skewness, energy, entropy, and smoothness. Then, those values as an input of classification step using ANN feed-forward backpropagation. The results of this research are consists of three scenario of experiment, first skenario is using 50 training data 10 testing data, it has accuracy value 80%. Second scenario is using 70 training data 10 testing data, it also has accuracy value 80%. Third scenario is using 90 training data 10 testing data, it has accuracy value 90%. This experiment result shows that the highest accuracy value is in third scenario.Keywords : Apple, Feature extraction, Artificial neural network, BackpropagationAbstrak — Jenis apel yang beragam dan beberapa diantaranya memiliki kemiripan membuat persepsi pandang manusia sulit membedakan jenis-jenis apel tertentu. Cara konvensional yang sering dilakukan adalah penilaian subyektif dari persepsi pandang manusia. Penilaian subyektif tersebut bisa menghasilkan pengelompokan jenis apel yang kurang tepat. Teknik pengenalan jenis apel berbasis teknologi informasi menjadi salah satu langkah untuk membantu pengelompokan jenis apel supaya lebih tepat dan akurat serta lebih meringankan tugas manusia pada bidang pengolahan hasil perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tahapan klasifikasi apel envy dan pasific rose. Tujuan utamanya adalah mengklasifikasi buah apel jenis envy dan pasific rose dengan menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau sering disebut dengan Artificial Neural Network (ANN). Citra apel terlebih dahulu dilakukan ekstraksi fitur yang unik dari citra latih dan citra uji, agar citra tersebut dapat dikenali.  Salah satu cara ekstraksi fitur adalah dengan menggunakan pendekatan statistik dari histogram warna RGB sebuah citra. Nilai-nilai yang bisa diambil dari histogram warna RGB citra apel adalah nilai rerata intensitas, standar deviasi, skewness, energi, entropi, dan smoothnes.  Kemudian nilai-nilai tersebut sebagai nilai masukan untuk tahapan klasifikasi menggunakan JST feed-forward backpropagation. Hasil pengujian dibagi menjadi tiga skenario, pertama dengan data latih 50 data uji 10 memiliki nilai akurasi sebesar 80%. Skenario pengujian kedua dengan data latih 70 data uji 10 memiliki nilai akurasi sebesar 80%. Skenario pengujian ketiga dengan data latih 90 data uji 10 memiliki akurasi sebesar 90%. Hasil pengujian tersebut menunjukan bahwa nilai akurasi tertinggi terletak pada pengujian ketiga.Kata Kunci : Apel, Ekstraksi fitur, Jaringan saraf tiruan, Backpropagation
Analisis Performansi Agregasi Link dengan Lacp pada SDN menggunakan RYU sebagai Controller Tulloh, Rohmat
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 3: November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.375 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n3.444.2017

Abstract

As time goes by, the world of communication has flourished quickly, especially in network. One of the network technologies by now called SDN (Software Defined Network), is a new paradigm in network technology that is able to virtualize network device by taking the function of control plane, that is usually taken by controller, and separate between control plane and data plane into a network device. Besides the coming of that new paradigm, the need of bandwidth consumption on data communication by this time has increased. Link aggregation is a method that combines several physical links into a logical link in the form of multiplying the bandwidth capacity. Link aggregation can be implemented in SDN network, that makes bandwidth consumption in network has good effect on service quality. In this research, the writer will show the comparison analysis between link aggregation and not using link aggregation in SDN network. This comparison analysis is done by analyzing some parameters, like throughput, packetloss, jitter and fault tolerance from the service in network, called video streaming.Keywords : SDN, Link aggregation, LACP, Redundansi, Bandwith.AbstrakDunia telekomunikasi saat ini berkembang dengan sangat pesat terutama dalam dunia jaringan. Salah satu teknologi jaringan masa kini adalah SDN (Software Defined Network) yaitu sebuah paradigma baru dalam teknologi jaringan yang dapat memvirtualisasi perangkat jaringan dengan mengambil fungsi control plane oleh controller dan memisahkan antara control plane dengan data plane dalam sebuah perangkat jaringan. Selain adanya paradigma baru tersebut, kebutuhan akan konsumsi bandwidth dalam komunikasi data saat ini juga meningkat. Link aggregation merupakan metode penggabungan link fisik menjadi satu link logis guna meningkatkan kapasitas bandwidth. Link aggregation dapat di implementasikan dalam jaringan SDN, hal ini membuat konsumsi sejumlah bandwidth pada jaringan berdampak baik terhadap kualitas layanan pada jaringan. Dalam penelitian ini, ditunjukkan analisis perbandingan terhadap jaringan SDN yang menggunakan metode link aggregation dengan jaringan SDN yang tanpa metode link aggregation. Analisis ini memperhatikan hasil pengukuran throughput, packet loss, jitter dan fault tolerant dari layanan video streaming pada jaringan.Kata Kunci : SDN, Link aggregation, LACP, Redundansi, Bandwith.
Rancang Bangun Antena Log Periodic Dipole Array untuk Pengukuran Radiasi Elektromagnetik BTS Prananto, Haryo Dwi; Wibowo, Priyo
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.002 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.317.2017

Abstract

The Microstrip Antenna Log Periodic Dipole Array has been design and create as measuring device for electromagnetic field on base transceiver station (BTS). Before it use for measuring device, characterictics of antenna must be known from return loss and radiation pattern. The design of antenna has special specification which it use τ = 0.88 and σ = 0.12 as parameter. Material of antenna from FR 4 dielectric material as substrate and element from chopper. Measuring return loss with networ analyzer and radiation pattern in 3 m semi anechoic chamber at frequencies 850, 900, 1800, 2100, and 2300 MHz. The result of return loss from each frequencies is good because the values is below than -10 dB. Whereas the radiation pattern is directional type to each frequency. Frequency antena at 850 and 900 MHz, back lobes that exist in the radiation pattern generated sizeable value approaching the value of the main lobes. While in the 2100 MHz frequency, side lobes that is closer to the value of the main lobes. This is less than the maximum results, so that the antenna LPDA made pretty good use in the frequency of 1800 MHz and 2300 MHz.Keywords : Microstrip antenna LPDA, return loss, and radiation patternAbstrak— Telah dilakukan rancang bangun antena mikrostrip log periodic dipole antenna (LPDA) yang akan digunakan sebagai alat ukur radiasi medan elektromagnetik pada base trransceiver station (BTS). Sebelum dijadikan alat ukur radiasi medan elektromagnetik BTS, karakteristik antena dilihat terlebih dahulu dari sisi return loss, dan pola radiasi yang dihasilkan. Desain antena LPDA menggunakan spesifikasi khusus dengan parameter τ = 0.88 dan σ = 0.12. Pembuatan antena secara mikrostrip dengan bahan dielektrik berupa FR4 sebagai substrat dan elemen antena berupa tembaga. Pengukuran return loss menggunakan network analyzer dan pola radiasi diukur di semi anechoic chamber 3 m di frekuensi operasi kerja BTS Indonesia (frekuensi 850, 900, 1800, 2100, dan 2300 MHz). Hasilnya pada setiap frekuensi nilai return loss yang didapat baik karena bernilai dibawah -10 dB. Sedangkan pola radiasinya yang dihasilkan berbentuk direksional pada setiap frekuensi. Pada frekuensi 850 dan 900 MHz back lobes yang ada pada pola radiasi yang dihasilkan cukup besar nilainya mendekati nilai main lobes. Sedangkan pada frekuensi 2100 MHz, side lobes yang ada mendekati nilai main lobes. Hal ini merupakan hasil yang kurang maksimal, sehingga antena LPDA yang dibuat cukup baik digunakan di frekuensi 1800 MHz dan 2300 MHz.Kata Kunci : antena mikrostrip LPDA, return loss, dan pola radiasi

Page 11 of 61 | Total Record : 604