cover
Contact Name
Auliya Ridwan
Contact Email
aridwan@uinsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpai@uinsby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. A. Yani 117 Surabaya Jatim 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
ISSN : -     EISSN : 25274511     DOI : https://doi.org/10.15642/jpai.xxxx.xx.x.xx-xx
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) (print-ISSN: 2089-1946 & Electronic-ISSN: 2527-4511) is a peer-reviewed journal published by Islamic Education Teacher Training Program of UIN Sunan Ampel Surabaya. The journal issues academic manuscripts on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in either Indonesian or international contexts with multidisciplinary perspective: particularly within scholarly tradition of classical Islam, Educational Studies, and other social sciences. The manuscripts are published in Bahasa Indonesia, English, and Arabic with abstract in both Bahasa Indonesia and in English. This is an open-access journal so that all parties are allowed to read, to download, to copy, to distribute, to print, or to link some or all parts of articles without any charge and without prior permission from either authors or journal editorial team. All articles in this journal have Document Object Identifier (DOI) number.
Articles 144 Documents
PESANTREN DAN POLITIK (Sinergi Pendidikan Pesantren dan Kepemimpinan dalam Pandangan KH. M. Hasyim Asy’ari) Zaini Tamin Abd Rohim
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.667 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.2.323-345

Abstract

Bahasa Indonesia:Pesantren dan Politik adalah dua istilah yang penulis kaji dalam tulisan ini. Dua elemen yang berbeda, namun memiliki sinergi dalam realitas sosial dan sejarah Nusantara. Sebagai pijakan, penulis menguraikan pemikiran Hadratus Shaikh Hasyim Asy’ari tentang pendidikan Islam, pesantren dan perannya dalam kehidupan berbangsa. Dalam konteks sejarah, eksistensi pesantren dimaksudkan untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman dengan titik berat pada pendidikan. Pesantren juga berusaha untuk mendidik para santri dengan harapan dapat menjadi orang-orang yang berwawasan luas dan mempunyai karakter. Kemudian, mereka dapat merefleksikannya dalam masyarakat. Hal ini telah diuraikan oleh Kiai Hasyim,  dalam beberapa karyanya, yang dengan jelas menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berhenti pada tingkat kognitif saja. Lebih dari itu, tujuan pendidikan Islam – terutama di pesantren - adalah pada pengamalan terhadap ilmu yang telah diperoleh, yang disebut dengan ilmu bermanfaat (‘ilm na>fi’). Ini menjadi keunggulan pendidikan pesantren, yang menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, yang muaranya dapat membentuk karakter seseorang. Karakter adalah faktor penting dalam kepemimpinan, sebuah  kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Sebagai laboratorium pendidikan karakter, pesantren menjadi lumbung pembentukan karakter, baik dalam hal intelektual, sosial, dan terutama dalam hal kepemimpinan. English:Pesantren and politics are two different terms which may have a synergy in a social reality and a history of archipelago. This study refers to the thought of Hasyim Asy’ari about Islamic education, pesantren, and its role in a national life. Historically, the existence of pesantren aims to preserve Islamic values especially on education and to educate students to be well-knowledged people who are capable of using their knowledge in society and have a noble character. Some studies by Hasyim Asy’ari explain that the goal of Islamic education does not merely bring out education outcome on the cognitive level, but also on the practice level where students can make use of knowledge they have learned or so-called useful knowledge (‘ilm na>fi’). These aforesaid goal becomes the pesantren’s priority which combines intellectual, emotional, and spiritual skills to build a students’ character. Character is a prominent factor in leadership, an ability to step out of the existing culture and make an evolutionary change which is far adaptive. Hence, since Pesantren is valued as a hub of character education, it plays a role to build students’ character either intellectual and social abilities or leadership skills.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KARAKTER M Nadlir
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.694 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.338-352

Abstract

Tulisan ini berupaya mendeskripsikan konsep perencanaan pembelajaran berbasis karakter. Perencanaan pembelajaran berbasis karakter merupakan seperangkat materi dan alat yang dipersiapkan guru ketika akan mengajar dengan mengedepankan aspek afektif dan nilai-nilai karakter yang luhur dalam perencanaannya untuk diinternalisasikan ke dalam diri murid-muridnya. Perencanaan pembelajaran berbasis karakter adalah model perencanaan dalam pembelajaran yang mengedepankan aspek penanaman nilai-nilai moral atau karakter bagi peserta didik. Ada banyak dimensi yang harus diperhatikan dalam menyusun perencanaan pembelajaran berbasis karakter. Perencanaan pebelajaran berbasis karakter sangat bermanfaat bagi stakeholders pembelajaran Karakter.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA PERSPEKTIF ISLAM Mufatihatut Taubah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.4 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.1.109-136

Abstract

Bahasa Indonesia:Pendidikan anak yang pertama dan paling utama dalam Islam adalah pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam. Pendidikan dalam keluarga yang berperspektif Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada tuntunan agama Islam yang diterapkan dalam keluarga yang dimaksudkan untuk membentuk anak agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan salah satu wujud amar makruf nahi munkar dalam kehidupan keluarga, yaitu dengan  memberikan pendidikan kepada putra putrinya berdasarkan ajaran Islam. Anak dalam menuju kedewasaannya memerlukan bermacam-macam proses yang diperankan oleh bapak dan ibu dalam lingkungan keluarga. Pola atau metode pendidikan agama dalam  Islam pada dasarnya mencontoh pada perilaku Nabi Muhammad SAW dalam membina keluarga dan sahabatnya. Karena segala apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan manifestasi dari kandungan al-Qur’an. Adapun dalam pelaksanaannya, Nabi memberikan kesempatan pada para pengikutnya untuk mengembangkan cara sendiri selama cara tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan yang dilakukan oleh Nabi SAW. English:The first and the prime education for children in Islam is the Islamic family education. This family education is based upon Islamic guidance in purpose of building children’s faith, piety, highest endeavor –including ethics, morality, and spirituality, and the practice of religious values in daily life. This effort is a kind of amar makruf nahi munkar in family scope. Children needs family model for their future mental and spiritual development. The model and methods of Islamic education in the family scopes are adopted pretty much from the way of our prophet Muhammad taught his family and his companions. Muslim believes that whatever done by the prophet is the manifestation of Quranic essence. In the implementation level, the prophet let his companions and his follower to develop the teaching as long as the development itself in line with educational principles by the prophet.
PENDIDIKAN ASWAJA NU DALAM KONTEKS PLURALISME Muhammad Fahmi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.054 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.1.161-179

Abstract

BAHASA INDONESIA:Tulisan ini berupaya memahami pendidikan aswaja NU dalam konteks pluralisme. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan aswaja NU bersifat plural, multikultural, toleran, tasamuh, tawazun, dan sejenisnya. Lanaa a’maalana walakum a’malukum (bagi kami perbuatan kami, bagui kamu perbuatan kamu); lakum diinukum waliya diin (bagimu agamamu, bagiku agamaku). Jadi pendidikan NU itu berwawasan pluralistik. Pendidikan aswaja NU mengatur hubungan antar manusia dalam tiga macam ikatan di atas, yang menuju kepada persaudaraan/ kerukunan berdasar saling mengerti dan menghornati. Persaudaraan/kerukunan yang diajarkan oleh Islam ini disebut dengan persaudaraan (ukhuwah) yang diajarkan oleh Islam. Dengan mengemukakan tri ukhuwah di atas, Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa Islam mengajarkan persaudaraan dengan segala macam kelompok manusia; antara lain kelompok seagama, sebangsa, dan sesama manusia di dunia. ENGLISH:This article tries to understand The education of ASWAJA NU in pluralism context. The result shows that The education of ASWAJA NU are plural, multicultural, tolerance, harmony, fair, and such like. Laana a’maluna walakum a’malukum (what I done is for me, and what you done is for you); lakum dinukum wa liyaa diin ( for you is your religion and for me is my religion). So NU’s view is pluralistic. The education of ASWAJA NU manages the relationship among mankind in those three relations that aims to brotherhood (Ukhuwah)/ harmony based on the understanding and respecting to each other. With those concepts, Nahdlatul Ulama emphasis that Islam teaches the brotherhood with all groups of mankind, including a group of religion, a group of nation, and all mankind in the world.
PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN Muhammad Fahmi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.733 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.273-298

Abstract

Fazlur Rahman terkenal sebagai tokoh neo-modernisme karena berusaha melakukan modernisasi pendidikan Islam dengan tidak melupakan warisan klasik umat Islam. Dia mengusulkan bahwa orientasi pendidikan Islam harus mengarah kepada kebutuhan di dunia dan akhirat. Dia juga tidak setuju dengan adanya dikotomi ilmu agama dan umum. Harus ada upaya integrasi antara ilmu agama dan umum, karena pada dasarnya ilmu itu utuh dan bersumber dari Allah SWT. Dia juga menyarankan agar ada upaya peningkatan kualitas pendidik Muslim, perhatian khusus terhadap peserta didik yang berbakat, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Ide-ide Rahman mengenai pendidikan Islam termasuk dalam kategori kontekstual. Ini menunjukkan bahwa dalam mengemukakan ide-idenya, Rahman mendasarkannya pada pengalaman empirik dan pengamatan yang realistis. Oleh karena itu, tidaklah basi jika menerapkan ide-ide Rahman dalam konteks pendidikan Islam dewasa ini. Pisau analisis yang dipakai Rahman dalam mengkaji pendidikan Islam pada masanya, kiranya dapat dipakai sebagai pisau analisis dalam mengkaji pendidikan Islam kontemporer. Meski begitu, karena masa hidup Rahman berbeda dengan masa hidup umat Islam sekarang -dalam konteks sosial, maka perlu diberikan nilai kritis-transformatif bagi ide-ide Rahman sebelum diterapkan dalam konteks kekinian.
SIGNIFAKANSI MAQAMAT DAN AMALAN PADA PENDIDIKAN TASAWUF DALAM PERUBAHAN TINGKAH LAKU MANUSIA Mihmidaty Mihmidaty
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.827 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.1.52-87

Abstract

Masyarakat dewasa ini cenderung mengikuti gaya hidup materialistic hedonistic. Pada umumnya kontak antar manusia atas dasar prinsip-prinsip fungsional, pragmatis, materialis. Manusia yang seperti itu ternyata tidak bahagia dan diliputi kegelisahan, sehingga terjadi kekeringan spiritual. Oleh karena itu sebagian manusia kembali kepada nilai-nilai keagamaan, cenderung ke arah spiritualisme. Pendidikan tasawuf merupakan alternatif untuk mengatasi masalah ini. Pendidiknya adalah seorang guru yang ma’rifat (mengenal rahasia Ketuhanan) yang diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk membimbing jiwa menuju pada kedekatan dengan Allah SWT dan mencapai kebahagiaan yang hakiki, melalui ajaran maqamat dan amalan-amalan tertentu secara disiplin, sehingga dapat menimbulkan perubahan tingkah laku. 
KONSEP INTERAKSI EDUKATIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Moch. Kalam Mollah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.036 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.2.235-256

Abstract

Bahasa Indonesia:Suatu kisah dapat dikatakan berkaitan dengan pendidikan apabila dalam proses interaksi yang ada pada kisah tersebut terdapat: tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, materi dan metode. Oleh karena itu penulis mencoba mengkaji al-Qur’an dari kisah-kisah yang ada di dalamnya, dengan mengambil model interaksi pendidikan dalam perjalanan kisah orang tedahulu dalam al-Qur’an. Dari latar belakang diatas, maka muncul sebuah rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimanakah konsep interaksi edukatif dalam perspektif al-Qur’an dan implementasinya dalam pendidikan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah al-Qur’an tentang kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa (Q.S. Al-Kahfi: 60-82), kemudian kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Q.S. Al-Shaffat: 102-107) dan yang terakhir adalah kisah Luqman (Q.S. Luqman: 12-19). Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi edukatif dalam al-Qur’an melalui kisah-kisahnya terdiri dari: 1) tujuan pendidikan: humanisasi, insan kamil dan akhlak mulia; 2) Pendidik: bijaksana, penuh kasih sayang, demokratis, mengenal murid dan memahami kejiwaaannya, berpengetahuan luas, memahami materi, sabar dan ikhlas; 3) Anak didik: Patuh, tabah, sabar, cita-cita yang kuat serta tidak putus asa dan bersungguh-sungguh, sopan santun, rendah hati dan hormat pada guru; 4) Materi: akidah, syari’ah dan akhlak; dan 5) Metode: dialogis, uswatun hasanah, demokratis, dan mauiz}ah. English:A story is considered related to education if in the interaction process involves the following aspects: aims of education, educators, learners, material, and methods. In this research, the author examines stories inside the al-Qur’an, particularly which of educational interaction model within the people in the past. From the background above, this paper answers a research questions, what is the concept of educational interaction from the Qoranic perspective and its implementation in education world. The primary resources in this research is coming from the story of Ibrahim and Musa (Q.S. Al-Kahfi: 60-82), the story of Ibrahim dan Ismail (Q.S. Al-Shaffat: 102-107), and the story of Luqman (Q.S. Luqman: 12-19). The findings of this study show that the concept of educational interaction in in the al-Qur’an consists of 1) the aims of education: humanism, insan kamil, and highest endeavor; 2) the educators: wise, mercy, democratic, understanding students’ psychological condition, knowledgeable, comprehending the materials, patient, and sincere; 3) the learners: obedient, determined, patient, strong motivation, never giving up, well mannered, humble, and respecting teachers; and 5) methods: dialogic, modelling, democratic, and advicing.
KUALITAS PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE TARTILA DI TPQ SABILUN NAJAH SAMBIROTO TAMAN SIDOARJO Khalimatus Sa'diah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.301 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.267-286

Abstract

Penelitian ini mengandung persoalan: Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an dengan menggunakan metode Tartila di TPQ Sabilun Najah Sambiroto, Taman-Sidoarj, dan bagaimanakah kualitas bacaan al-Qur’an Santri di TPQ Sabilun Najah Sambiroto, Taman-Sidoarjo. Dalam rangka menjawab pertanyaan diatas, peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif, sehingga hasil yang diperoleh berupa deskripsi-deskripsi data yang terurai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan interview. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode tartila sangat efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan santri TPQ Sabilun Najah Sambiroto Taman Sidoarjo dengan indikator-indikator sebagai berikut: santri mampu membaca al-Qur’an dengan lancar, santri mampu membaca al-Qur’an dengan benar, santri berhati-hati dalam membaca al-Qur’an, santri mampu merasakan ketika ada bacaan yang tidak sesuai dengan kaidah tajwid.
PENYELENGGARAAN SEKOLAH INKLUSI DI INDONESIA Abd. Kadir
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.15 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.1.1-22

Abstract

Bahasa Indonesia:Keragaman warga negara Indonesia merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun semua warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban mendapatkan pendidikan. Peserta didik normal dapat mengakses pendidikannya di sekolah reguler, sedangkan  peserta didik disable di Sekolah Luar Biasa. Tidak semua penyandang disable dapat mengakses pendidikannya secara baik di SLB, sehingga pemerintah mengupayakan pendidikan mereka di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya yang diprogram secara khusus dan disebut dengan sekolah inklusi. Di sekolah ini diselenggarakan berbagai macam model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam belajar bersama peserta didik normal. Untuk hal tertentu mereka belajar secara khusus dengan bimbingan khusus pula. Kebersamaan mereka belajar di kelas yang sama memberikan peluang bagi satu sama lain untuk saling menjadi sumber belajar. Tetapi untuk memudahkan dalam hal penyelenggaraannya sebagian pendidikannya diserahkan kepada keluarganya yang telah dipersiapkan. English: The diversity in Indonesia is an inevitable fact. Along with that, every single Indonesian deserves education as their human right. Students with disability may pursue their education in schools for the disabled. It is the fact that the disabled -for some reasons- cannot go to the school they should be in. As a result, they sit in regular school with specific program for disabled. This school is later called the inclusive. In the school, learning activities are provided for disabled with particular treatment. This goes together with learning activities for non-disabled. For particular subjects, the disabled needs particular assistance. The situation in inclusive school provides opportunities for both the disabled and the non-disabled in learning from each other. However, some learning activities for disabled are conducted by their family under school directions.
ETIKA BELAJAR DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.005 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.1.78-100

Abstract

BAHASA INDONESIA:Tulisan ini bermaksud mengulas tentang teori belajar dalam kitab Ta’lim al-Mut’allim yang dikarang oleh Imam Zarnuji. Kitab Ta’lim al-Mut’allim sangat mengedepankan aspek moral dalam proses belajar mengajar. Moralitas harus dimiliki pendidik dan peserta didik. Dalm Ta’lim al-Muta’allim sangat diagagungkan ilmu agama yang berorientasi untuk kepentingan kehidupan di akhirat. Kitab ini juga menyatakan bahwa setiap peserta didik harus memiliki sikap yang terpuji, antara lain: 1. Memuliakan pendidik, 2. Mengagungkan ilmu, 3. Menghormati Teman dan Bersikap Asih, 4. Bersikap Wira’i, 5. Penuh dengan Sikap Tawakkal, 6. Menghadap Kiblat ketika Belajar. Corak pemikiran pembelajaran dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim bersifat mistik-sufistik. Artinya, sangat mengedepankan aspek spiritual atau moral kepada Allah SWT. ENGLISH:This research discusses about learning theory on Ta’lim Al-Muta’allim book written by Imam Zarnuji. Ta’lim Al-Muta’allim book prioritizes moral aspect in teaching and learning process. The morality should be implemented by both educators and learners. Ta’lim Al-Muta’allim book has the focus on theology that orientates to the importance of life in hereafter. This book also explains that the learners should implement admirable attitude, they are: 1. Honoring the educators, 2. Honoring the science, 3. Respecting and loving the mates, 4. Implementing Wira’i, 5. Implementing Tawakkal, 6. Facing the west (direction)  if the learners study. The complexity of learning thought on Ta’lim Al-Muta’allim book has mystical-sufistical characteristic that means prioritizing spiritual or moral aspect to Allah.

Page 5 of 15 | Total Record : 144