cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Uji Validitas Konstruk General Aptitude Test Battery (GATB) dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Afifah Afifah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10684

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari General Aptitude Test Battery (GATB) yang sudah lama digunakan sebagai salah satu alat tes yang berhubungan dengan jabatan yang berorientasi pada beberapa tes bakat baterai yang mengukur sembilan bakat dalam delapan tes tulis serta empat perangkat tes. Dalam penelitian ini digunakan empat subtes dalam GATB yang mengukur bakat skolastik yaitu computation, three dimensional space, vocabulary, dan arithmetic reasoning dengan jumlah total 175 item. Data yang digunakan merupakan hasil dari rekruitmen sebuah perusahaan. Pelaksaan tes dilakukan pada tahun 2009 dan ditempuh oleh 3257 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua subtes fit (sesuai) mengukur model satu faktor, namun untuk subtes three dimensional space serta artihmetic reasoning diperlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit. Hasil pengujian melalui analisis faktor dua tingkat (second order confirmatory factor analysis) menghasilkan bahwa terdapat tiga dari empat subtes GATB yang signifikan dalam mengukur inteligensi umum, yaitu subtes computation, three dimensional space, dan vocabulary.
Uji Validitas Konstruk Self Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nurfaizin Nurfaizin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12107

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari self-control  yang digunakan sebagai alat ukur yang berhubungan dengan prokrastinasi akademik. Dalam penelitian ini adalah menggungankan lima aspek dari  Sarafino (dalam Averill,1973) yaitu: 1. Behavior control, 2. Cognitive control, 3. Decisional control, 4. Informationl control, 5. Retrospective control. Dengan 45 item  subjek penelitian ini adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari 2006-2008 yang sedang menyusun skripsi, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 122 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk memperoleh nilai fit. The purpose of this study was to examine the construct validity of self-control which was used as a measurement tool related to academic procrastination. In this study, the five aspects of Sarafino were incorporated (in Averill, 1973), namely: 1. Behavior control, 2. Cognitive control, 3. Decisional control, 4. Information control, 5. Retrospective control. With 45 items the subject of this study were students of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta from 2006-2008 who were preparing a thesis, the number of samples in this study were 122 people. The data analysis method used in this study is confirmatory factor analysis (CFA) with the help of lisrel 8.70 software. Based on calculations using the CFA method it can be concluded that all dimensions require modification of the measurement model to obtain a fit value.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen The Binge Eating Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nadia Audah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12098

Abstract

Binge Eating Disorder adalah gangguan makan dimana seorang individu makan secara berlebihan selama periode waktu tertentu karena faktor emosi negatif, namun berbeda dengan bulimia nervosa, individu dengan Binge Eating Disorder tidak memuntahkan kembali makanannya. Binge Eating disorder termasuk eating disorder yang paling sering ditemukan dalam masyarakat. US Census Bureau, International Data Base (2004, dalam Tantiani, 2007) bahwa jumlah penderita Binge Eating Disorder di Indonesia sebesar 1,669,170 dari populasi atau sebesar 218,452,952 orang. Faktor-faktor yang dianggap memengaruhi Binge Eating Disorder adalah perilaku diet, body dissatisfaction, depressive symptoms, modeling of eating disturbance, pressure to be thin, self-esteem, dan social support . Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang berjumlah 280 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 16 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh The Binge Eating Scale dapat diterima.Binge Eating Disorder is an eating disorder in which an individual eats excessively over a period of time due to negative emotional factors, but in contrast to bulimia nervosa, individuals with Binge Eating Disorder do not regurgitate their food. Binge Eating disorder includes eating disorders that are most often found in society. US Census Bureau, International Data Base (2004, in Tantiani, 2007) that the number of sufferers of Binge Eating Disorder in Indonesia is 1,669,170 from the population or amounting to 218,452,952 people. Factors that are considered to influence Binge Eating Disorder are dietary behavior, body dissatisfaction, depressive symptoms, modeling of eating disturbances, pressure to be thin, self-esteem, and social support. This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from students and students of the Syarif Hidayatullah State Islamic University totaling 280 people. The method used to test it is confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study indicate that all 16 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model theorized by The Binge Eating Scale is acceptable.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Ryff’s Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Merlyna Revelia
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12103

Abstract

Psychological well-being merupakan kondisi mampunya seseorang mengeluarkan potensi penuh yang dimiliki dalam menjalani tantangan eksistensial kehidupan yang berlangsung lama. Individu demikian akan memfokuskan untuk pengembangan diri sepanjang umur atau dengan kata lain, ia merupakan pembelajar seumur hidup. Menurut Ryff dan Keyes (1995), psychological well-being meliputi enam dimensi, yaitu self-acceptance, positive relation with others, autonomy, purpose in life, personal growth, dan environmental mastery. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk  instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari santri pondok pesantren yang sedang menetap di pondok pesantren berjumlah 159 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 43 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh dapat diterima. Psychological well-being is a condition that enables a person to release his full potential in undergoing a life-long existential challenge. Such an individual will focus on lifelong self-development or in other words, he is a lifelong learner. According to Ryff and Keyes (1995), psychological well-being includes six dimensions, namely self-acceptance, positive relations with others, autonomy, purpose in life, personal growth, and environmental mastery. This study aims to examine the construct validity of the instrument. The data in this study were obtained from santri boarding schools that were settled in Islamic boarding schools totaling 159 people. The method used to test it is confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study show that all items totaling 43 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model is theorized by acceptable.
Uji Validitas Konstruk Komitment Organisasi Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Mizan Hasanah; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12108

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari komitmen organisasi. Dalam penelitian ini, menggunakan tiga dimensi komitmen organisasi dari Allen & Meyer (1990) yaitu, komitmen afektif (affective commitment), komitmen berkelanjutan (continuance commitment) dan komitmen normatif (normative commitment) dengan jumlah total sebanyak 24 item. Sampel yang digunakan sebanyak 175 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan program lisrel 8.70 dalam pengolahan datanya. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit. The purpose of this study is to examine the construct validity of organizational commitment. In this study, using three dimensions of organizational commitment from Allen & Meyer (1990), namely, affective commitment, continuance commitment and normative commitment with a total of 24 items. The sample used was 175 people. The factor analysis method used in this study is confirmatory factor analysis (CFA) with the help of the 8.70 lisrel program in processing the data. Based on calculations using the CFA method it can be concluded that all dimensions require modification of the measurement model to be able to obtain a fit value.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Motivasi Akademik Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Milcham Chairun Syah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12099

Abstract

Motivasi akademik merupakan suatu hasrat atau dorongan seseorang dalam memperoleh sesutua yang ingin diraih untuk tercapainya suatu tujuan tertentu pada bidang akademiknya, yang diukur dengan menggunakan Academic Motivation Scales (AMS), berdasarkan tiga dimensi motivasi akademik, yaitu extrinsic motivation, intrinsic motivation dan amotivation (Deci & Ryan dalam Ayub, 2010). Academic Motivation Scales (AMS) merupakan instrumen pengukuran baku yang dikembangkan oleh Vallerand (dalam Areepattamannil, 2011) untuk mengukur tiga dimensi motivasi akademik yang berjumlah 28 item. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari seluruh mahasiswa semester 2 Fakultas Psikologi UIN Jakarta tahun akademik 2013/2014 yang berjumlah 149 orang. Metode yang digunakan dalam pengujiannya yaitu confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 23 item bersifat unidimensional, artinya item-item tersebut hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor dapat diterima.Academic motivation is a desire or encouragement of someone to get something they want to achieve a certain goal in their academic level, which is measured by using Academic Motivation Scales (AMS) based on three dimensions of academic motivation, namely extrinsic motivation, intrinsic motivation and motivation (Deci & Ryan in Ayub, 2010). Academic Motivation Scales (AMS) is a standard measurement instrument developed by Vallerand (in Areepattamannil, 2011) to measure three dimensions of academic motivation totaling 28 items. This study aims to examine the construct validity of the instrument. The data in this study were obtained from all 2nd semester students of the Faculty of Psychology, UIN Jakarta, 2013/2014 academic year, from 149 people. The method used in the test was confirmatory factor analysis (CFA) usenig the LISREL 8.70 software. The results of this study indicate that 23 items are unidimensional, means they only measure one factor, so that a model of one factor is acceptable.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Status Identitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Tsauroh Arrisalati
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12104

Abstract

Status identitas merupakan suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk struktur diri manusia yang tersusun dalam empat buah dimensi status identitas yaitu identitas achievement, identitas foreclosure, identitas moratorium, dan identitas diffusion. Skala status identitas adaptasi dari Muhammad taufik (2011) berdasarkan dimensi-dimensi yang diungkapkan oleh Marcia (dalam Aderson, 1980). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa SMK Triguna Utama Ciputat berjumlah 327 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 36 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh status identitas dapat diterima. Identity status is an approach used in psychology for the structure of human self arranged in four dimensions of identity status, namely achievement identity, foreclosure identity, moratorium identity, and diffusion identity. The scale of the identity status of the adaptation of Muhammad Taufik (2011) is based on the dimensions expressed by Marcia (in Aderson, 1980). This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from 327 people from Triguna Utama Ciputat Vocational School. The method used to test it is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study indicate that all 36 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the model of one factor theorized by identity status can be accepted.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Religiusitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Siti Aisyah Cahyaningrum
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12109

Abstract

Religiusitas dapat dipahami sebagai suatu pencarian individu atau kelompok pada hal yang sakral yang terbuka pada konteks kesakralan tradisional. Menurut. Fetzer (2003), religiusitas tersusun dari 12 dimensi, yaitu: pengalaman beragama sehari-hari (daily spiritual experience), mengalami kebermaknaan hidup dengan beragama (meaning), mengekspresikan keagamaan sebagai sebuah nilai (values), meyakini ajaran agamanya (beliefs), pengampunan (forgiveness), melakukan praktek beragama secara pribadi (private religious practices), menggunakan agama sebagai coping (religious/spiritual coping), mendapat dukungan dari sesama penganut agama (religious support), mengalami sejarah keberagamaan (religious/ spiritual history), komitmen beragama (commitment), mengikuti organisasi atau kegiatan keagamaan (organizational religiosness) dan meyakini pilihan agamanya (religious preference). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari remaja di desa Kutruk yang berjumlah 200 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 37 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality (BMMRS) dapat diterima. Religiosity can be understood as a search for individuals or groups on sacred things that are open in the context of traditional sacredness. According to. Fetzer (2003), religiosity is composed of 12 dimensions, namely: daily religious experience (daily spiritual experience), experiencing meaningfulness of life with religion (meaning), expressing religion as a value (values), believing the teachings of religion (beliefs), forgiveness (forgiveness), practicing personal religion, using religion as coping (religious / spiritual coping), getting support from fellow religious followers, experiencing religious history (religious / spiritual history), religious commitment ( commitment), following an organization or religious activity (organizational religiosness) and believing in a religious preference. This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this study were obtained from adolescents in Kutruk village, which numbered 200 people. The method used to test it is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study show that all items totaling 37 items are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that the one factor model theorized by the Brief Multidimensional Measure of Religiousness / Spirituality (BMMRS) is acceptable.
Uji Validitas Ukur Stres Dien Dinyati Dinyati
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12100

Abstract

Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi fisik seseorang. Stres dapat menyebabkan seseorang kehilangan minat, nafsu makan memunculkan perasaan rendah diri bahkan lebih buruknya dapat membuat seseorang ingin bunuh diri. Pengaruh stres terhadap tubuh sangat besar, seseorang dengan tingkat stres yang tinggi dapat berpengaruh terhadap menurunnya daya tahan tubuh seseorang sehingga membuat seseorang menjadi mudah terserang berbagai macam penyakit. Berbagai macam alat ukur untuk mengukur stres dalam hal ini stres di tempat kerja telah banyak digunakan akan tetapi peneliti memilih menggunakan alat ukur yang dibuat oleh peneliti sendiri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk untuk mendeteksi stres di tempat kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 172 pekerja wanita di Jakarta Selatan dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat beberapa item dalam skala stres kerja yang mengukur lebih dari satu faktor (multidimensional). Stress is a condition of tension that affects emotions, thought processes and one's physical condition. Stress can cause a person to lose interest, appetite to create feelings of inferiority even worse can make someone want to commit suicide. The influence of stress on the body is very large, a person with a high level of stress can affect a person's immune system so that someone becomes susceptible to various diseases. Various types of measuring instruments to measure stress in this case stress in the workplace has been widely used but researchers chose to use a measuring instrument made by the researchers themselves. Therefore this study aims to examine construct validity to detect stress in the workplace. The data used in this study involved 172 female workers in South Jakarta with different occupational backgrounds. The analytical method used is Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the help of Lisrel 8.7 software. The results of the study prove that there are several items in the work stress scale that measure more than one (multidimensional) factor.
Uji Validitas Konstruk Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Fikri Mubarok; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12105

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menguji validitas konstruk dari psychological well-being scale.  Dalam  penelitian  ini peneliti  menguji enam  dimensi  psychological well-being  dari  Ryff (1989)  yaitu, self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth dengan jumlah 42 item. Subjek penelitian adalah perawat  pada salah satu Rumah Sakit di Jakarta Cempaka Putih  yang  terdiri  dari 171 orang.  Metode  analisis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software  lisrel  8.70.  Berdasarkan  perhitungan  dengan  metode  CFA  dapat  disimpulkan  bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk memperoleh nilai fit. The purpose of this study is to examine construct validity from psychological well-being scale. In this study researchers tested six dimensions of psychological well-being from Ryff (1989), namely, self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth with a total of 42 items. The research subjects were nurses at one of the hospitals in Jakarta Cempaka Putih consisting of 171 people. The data analysis method used in this study is confirmatory factor analysis (CFA) with the help of lisrel 8.70 software. Based on calculations using the CFA method it can be concluded that all dimensions require modification of the measurement model to obtain a fit value.

Page 10 of 26 | Total Record : 260