Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Articles
260 Documents
Uji Validitas Konstruk Ucla Loneliness Scale Version 3
Astrid Febry Nurdiani
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 8 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v2i8.10779
UCLA Loneliness Scale Version 3 merupakan salah satu alat ukur yang popular dan paling banyak digunakan dalam mendeteksi perasaan kesepian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari UCLA Loneliness Scale Version 3. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 170 remaja Panti Asuhan Khazanah Kebajikan. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat beberapa item dalam UCLA Loneliness Scale Version 3 yang mengukur lebih dari satu faktor.
Metode Alternatif untuk Mendeteksi Bias Respons Social Desirability pada Item-item Tes Kepribadian
Bina Ciptadi;
Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10683
Penelitian ini membahas tentang metode untuk mendeteksi kerentanan item self-report inventory terhadap bias respons social desirability. Metode analisis faktor dengan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA) diajukan sebagai salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi social desirability pada level item. Dalam pendekatan CFA, social desirability dimodelkan sebagai suatu faktor. Item-item yang dinilai rentan dari hasil rating dijadikan kriteria sebagai item yang bias dan apakah analisis model CFA mampu membuktikan bahwa item-item tersebut tergolong ke dalam satu faktor yang sama yaitu faktor social desirability. Dari contoh analisis yang dilakukan terhadap hasil pengukuran salah satu inventori kepribadian, metode CFA berhasil mendeteksi item-item yang rentan terhadap bias respons social desirability.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Penyesuaian Diri Haber & Runyon (1964) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA)
Miftahul Jannah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 6 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v2i6.10752
Penyesuaian diri adalah usaha individu untuk mengatasi konflik, masalah, frustasi dalam dirinya guna menyelaraskan antara tuntutan dalam dirinya dan lingkugannya. Terdapat 5 karakteristik penyesuaian diri yang efektif yaitu: persepsi akurat tentang realitas, kemampuan mengatasi stress dan kecemasan, citra diri positif, kemampuan pengekspresian perasaan dan hubungan interpersonal yang baik. Instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur lima dimensi penyesuaian diri yang dibuat menggunkan aspek penyesuaian diri Haber & Runyon (1964). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari santri pondok pesantren Darunnajah Cipining Bogor berjumlah 251 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 22 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Haber & Runyon (1964) dapat diterima.
Uji Validitas Dan Reliabilitas Alat Ukur Indonesia Implicit Self-Esteem Test
Devina Wicaksana;
Christiany Suwartono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10729
Penggunaan alat ukur yang berbentuk self-report terbentur dengan adanya kendala bahwa manusia terkadang tidak mengatakan yang sebenarnya ada dalam dirinya. Hal ini bisa terjadi karena adanya keterbatasan manusia dalam melakukan introspeksi. Kendala ini juga dapat dikarenakan adanya faktor social desirability bias.Untuk meminimalisir hal tersebut, dibutuhkan adanya suatu metode pengukuran yang tidak perlu “menanyakan secara langsung” mengenai atribut psikologis yang hendak diukur. Pengukuran implisit yang sudah mulai luas dikenal adalah prosedur Implicit Association Test. Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa penelitian yang melibatkan prosedur IAT di dalamnya, namun peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh aspek psikometri dari alat ukur Indonesia Implicit Self-Esteem Test (IISeT). IISeT dikembangkan sebagai langkah baru dalam menyediakan pengukuran konstruk self-esteem secara implisit. Validiasi IISeT dilakukan dengan menggunakan metode correlation with other test, yaitu pengukuran eskplisit menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSeS).Pada penelitian ini, peneliti hendak menguji validitas IISeT dengan metode convergent-discriminant validation. Uji validitas konvergen menggunakan alat ukur Personalized Implicit Self-Esteem Test (PISeT). Uji validitas diskriminan menggunakan alat ukur Rosenberg Self-Esteem Scale.Penelitian ini dilakukan di Unika Atma Jaya Kampus Semanggi dan melibatkan sebanyak 90 orang partisipan. Penelitian ini dijalankan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengambilan data untuk uji validitas, sedangkan tahap kedua untuk pengujian reliabilitas alat ukur IISeT.Hasil uji convergent-discriminant membuktikan bahwa alat ukur IISeT valid dalam mengukur konstruk implicit self-esteem. Hasil uji reliabilitas test-retest membuktikan bahwa alat ukur IISeT reliabel dalam mengukur implicit self-esteem. Di samping hasil utama penelitian, ditemukan juga tidak adanya efek urutan pengadministrasian alat ukur.
Memahami Mood dalam Konteks Indonesia: Adaptasi dan Uji Validitas Four Dimensions Mood Scale
Indro Adinugroho
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 2 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v5i2.10790
Mood is a psychological condition that involves emotion without any existence emotional object. Although it exists as an abstract psychological variable, the contribution of emotion towards human behavior is massively important. Many studies related to emotion and human behavior have shown that individual mood (positive or negative) will have different behavioral consequences. In order to understand mood comprehensively in Indonesian context, we need a valid and reliable measurement scale. The purpose of this study is to investigate the validity and reliability of Four Dimensions Mood Scale (FDMS) as a psychological tool to classify mood condition into four primary dimensions, positive energy; tiredness; negative activation and relaxation. Finally, author hopes that this study will give an empirical contribution so that FDMS is able to use in Indonesian context. Mood adalah kondisi psikologis yang melibatkan emosi tanpa ada objek emosi yang terdeteksi secara jelas. Meskipun mood terbentuk sebagai variabel psikologi yang abstrak, kontribusi emosi terhadap perilaku manusia tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai studi terkait emosi dan perilaku manusia menunjukkan bahwa mood individu (positif atau negatif) akan memiliki konsekuensi perilaku yang berbeda. Guna memahami mood secara komprehensif dalam komteks Indonesia, kita membutuhkan sebuah alat ukur yang valid dan reliabel. Tujuan dari studi ini adalah melakukan validasi dan uji reliabilitas terhadap Four Dimensions Mood Scale (FDMS) sebagai sebuah alat ukur untuk mengklasifikasi kondisi mood ke dalam empat dimensi utama, positive energy; tiredness; negative activation dan relaxation. Penulis berharap studi ini akan memberikan kontribusi teoritis dimana FDMS akan dapat digunakan dalam konteks Indonesia.
Uji Validitas Konstruk pada Alat Ukur Integritas dengan Metode Confirmatory Factor Analysis
Masitah Masitah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10701
Integritas merupakan kekuatan karakter yang mempengaruhi kesehatan mental, kesejahteraan psikologis dan keefektifan hubungan interpersonal. Integritas sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan terutama dalam hal promosi. Namun, alat ukur integritas lebih banyak dikembangkan di luar negeri sehingga kurang sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia. Selain itu, umumnya alat ukur integritas dikembangkan menggunakan pendekatan klasik yang memiliki beberapa kelemahan. Penelitian ini menguji validitas konstruk dari teori integritas Carl Rogers. Peneliti mengembangkan alat ukur integritas menggunakan pendekatan polytomous Item Response Theory dengan melibatkan 1210 pekerja Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan alat ukur terbukti valid dan memenuhi asumsi unidimensionalitas. Berdasarkan pengujian 26 item, terdapat satu item yang tidak fit, sehingga item tersebut dikeluarkan. Hasil pengujian kembali terhadap 25 item menunjukkan bahwa model fit dan seluruh item fit mengukur integritas. Analisis menggunakan differential item functioning menunjukkan 1 item memiliki bias respon jenis kelamin. Dengan demikian, item yang dipertahankan dalam alat ukur integritas ini berjumlah 24 item
Validitas Alat Ukur Stres
Dien Dinyati Agustina
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 7 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v2i7.10763
Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi fisik seseorang. Stres dapat menyebabkan seseorang kehilangan minat, nafsu makan memunculkan perasaan rendah diri bahkan lebih buruknya dapat membuat seseorang ingin bunuh diri. Pengaruh stres terhadap tubuh sangat besar, seseorang dengan tingkat stres yang tinggi dapat berpengaruh terhadap menurunnya daya tahan tubuh seseorang sehingga membuat seseorang menjadi mudah terserang berbagai macam penyakit. Berbagai macam alat ukur untuk mengukur stres dalam hal ini stres di tempat kerja telah banyak digunakan akan tetapi peneliti memilih menggunakan alat ukur yang dibuat oleh peneliti sendiri . oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk untuk mendeteksi stres di tempat kerja. data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 172 pekerja wanita di Jakarta Selatan dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat beberapa item dalam skala stres kerja yang mengukur lebih dari satu faktor (multi dimensional)
Pengukuran terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK: Hasil Uji Validitas Konstruk Intensi Berwirausaha
Niqo Ahmad
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10734
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis kewirausahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan intensi berwirausaha secara tidak langsung dengan memperbarui pengetahuan, mengolah kemampuan, dan memperkuat tekad untuk berwirausaha (Guifang, et al., 2012), namun Badan Pusat Statistik (BPS) pada Berita Resmi Statistik (2012) pada bulan Agustus tahun 2012 menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan menunjukkan SMK berada pada tingkat yang paling tinggi yaitu 9,87%. Hal tersebut membuat penelitian terkait intensi berwirausaha pada siswa SMK penting untuk dilakukan. Dalam literatur psikologi, intensi telah terbukti sebagai prediktor terbaik untuk menggambarkan perilaku yang akan datang (Ajzen, 1991).
Pengujian Efek Moderasi Melalui Analisis Regresi Berganda
Adhitya Wahyu Nugroho
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10725
The third-variable problems dapat memicu interpretasi yang tidak tepat dalam suatu penelitian.Salah satu bentuk dari variabel ketiga ialah variabel moderator. Artikel ini memuat (1) penjelasan singkat bentuk-bentuk variabel ketiga, (2) beberapa cara untuk menguji efek moderasi, (3) pengujian efek moderasi dengan analisis regresi berganda, (4) interpretasi peran variabel moderator, dan (5) contoh empiris dari penelitian dengan pengujian efek moderasi.
Uji Validitas Alat Ukur Kecerdasan Emosi (The Emotional Competence Inventory 2.0)
Rina Wulandari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 8 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/jp3i.v2i8.10780
Kecerdasan emosi saat ini bukan hanya menjadi istilah yang sering digunakan dalam dunia pendidikan namun juga telah menjadi salah satu istilah yang populer dalam dunia kerja. Meskipun terdapat relevansi yang potensial dalam praktek kerja sosial atau kemanusiaan, masih sangat sedikit penelitian yang membahas mengenai kecerdasan emosi dalam aplikasinya pada seting kerja sosial. The Emotional Competence Inventory 2.0 (ECI) merupakan salah satu alat ukur kecerdasan emosi yang mulai banyak digunakan dalam mengukur kecerdasan emosi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari item-item The Emotional Competence Inventory (ECI) 2.0 yang telah diadaptasi sesuai kebutuhan peneliti. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 120 relawan bencana Bulan Sabit Merah Indonesia di Jakarta, Yogyakarta, dan Solo. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat banyak item dalam item The Emotional Competence Inventory 2.0 (ECI) yang sudah diadaptasi oleh peneliti yang mengukur lebih dari satu faktor (multi-dimensional).