cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen International Personality Item Pool Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Malini Ulfah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12096

Abstract

Dukungan sosial adalah pemberian bantuan dari seseorang kepada orang lain berupa perhatian emosional, bantuan materil, pemberian informasi, penghargaan, pujian, pemecahan masalah dan bantuan nyata, sehingga orang yang mendapatkan dukungan tersebut merasa dihargai dan dicintai. Salah satu bagian dari dukungan sosial adalah dukungan teman sebaya. Hal tersebut bisa berupa penerimaan dari teman terhadap individu, yang menimbulkan persepsi dalam dirinya bahwa ia disayangi, diperhatikan, dihargai, dan ditolong, sehingga menimbulkan perasaan bahwa kita memiliki arti bagi orang lain atau menjadi bagian dari jaringannya. Menurut Weiss (dalam Cutrona dan Russell, 1987) komponen dukungan sosial meliputi pemenuhan 6 hal kebutuhan, yaitu emotional attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance, dan opportunity for nurturance. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari santri kelas 1 extention Pondok Pesantren Daar El- Qolam yang berjumlah 204 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 23 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja, sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh The Social Provisions Scale dapat diterima. Social support is the provision of assistance from someone to others in the form emotional attention, material assistance, information giving, appreciation, praise, problem solving and real help so that people who get that support feel valued and loved. One of the parts of social support is peer support. This can be in the form of acceptance from friends to individuals, which gives rise to a perception in him/her that he/she is loved, cared for, appreciated, and helped, giving rise to feelings that we matter to others. According to Weiss (in Cutrona and Russel, 1987) the component of social support includes the fulfillment of six things: emotional attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance, and opportunity for nurturance. This study aims to examine the validity of the boarding instrument. The data in this research were obtained from students in class 1 extention of Daar El-Qolam Islamic Boarding School with 204 people. The method that used to test them is confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 as the software. The results of this research show that all items, totaling 23 items, are unidimensional. This means that all items only measure one factor so that a one-factor model theorized by The Social Provisions Scale is acceptable.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Rosenberg Self Esteem Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nelan Maroqi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12101

Abstract

Self esteem merupakan sebuah pembentukan karakter mengenai diri sesorang dan merupakan faktor penting dalam perilaku langsung berkaitan dengan berbagai aspek dalam hidup. Tanpa dibekali self esteem, individu akan mengalami kesulitan untuk mengatasi tantangan hidup maupun untuk merasakan berbagai kebahagiaan dalam hidupnya. Ia juga mengatakan bahwa self esteem mengandung nilai keberlangsungan hidup (survival value) yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Hal ini memungkinkan self esteem mampu memberikan sumbangan bermakna bagi proses kehidupan individu selanjutnya, maupun bagi perkembangan pribadi yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrument tersebut. Data dalam penelitian ini subjek adalahsantri yang sedang dalam proses menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan, Lebaksiu, Tegal berjumlah 198 orang. Metode yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 7 dari 10 item yang ada bersifat unidimensional. Artinya hanya 7 item mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh rosenberg self esteem scale dapat diterima.Self-esteem is a character formation about someone and is an important factor in direct behavior related to various aspects of life. Without being equipped with self-esteem, individuals will find it difficult to overcome life's challenges and to feel various happiness in their lives. He also said that self-esteem contains the value of survival (survival value) which is a basic human need. This allows self-esteem to be able to contribute meaningfully to the next individual life process, as well as to healthy personal development. This study aims to examine the construct validity of the instrument. The data in this study were subjects who were in the process of taking education at the Ma'hadut Tholabah Babakan Islamic Boarding School in Lebaksiu, Tegal, amounting to 198 people. The method used is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. The results of this study indicate that 7 out of 10 items are unidimensional. This means that only 7 items measure only one factor so that the one-factor model theorized by Rosenberg's self-esteem scale can be accepted.
Resiliensi Quotionare Test (RQ-TEST) Analisis Faktor Variabel Resiliensi Nadya Nurmalasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12106

Abstract

Ketika kita berbicara dengan orangtua, manager, dan CEO tentang resiliensi, mereka mengetahui resiliensi adalah kapasitas untuk merespon keadaan yang sulit atau menantang terutama dengan tingkat stress yang tinggi atau kejadian-kejadian yang traumatis. Konsep pengukuran resiliensi berkembang dari massa ke massa baru pada dekade 90-an (1955) Werner & Smith mengembangkan seuatu alat ukur untuk mengukur resiliensi dalam setting dunia kerja yang disebut RQ-TEST (Resiliensi Quotionare Test). Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktur faktor RQ-TEST yaitu resiliensi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari anak asuh Yayasan Bakti Pemuda Nusantara di daerah Banten dan Bogor tepatnya dari SMK Wijaya Plus Bogor dan SMKN2 Pandeglang yang berjumlah 201 orang, Sementara itu untuk menguji model struktur faktor instrumen pengukuran ini didasari oleh metode analisis faktor berupa confirmatory factor analysis (CFA), adapun penghitungannya menggunakan software LISREL 8.70. hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat banyak sekali kesalahan pengukuran disebabkan oleh item yang berupa descriptor, kemudian terdapat item yang mengandung muatan negatif sehingga menimbulkan bias respon. When we talk with parents, managers and CEOs about resilience, they know that resilience is the capacity to respond to difficult or challenging situations, especially with high levels of stress or traumatic events. The concept of measuring resilience developed from a new mass to a mass in the decade of the 90s (1955) Werner & Smith developed a measuring tool to measure resilience in a work world setting called RQ-TEST (Resilience Quotionare Test). This study aims to examine the RQ-TEST factor structure model, namely resilience. The data in this study were obtained from foster children of the Bakti Pemuda Nusantara Foundation in the Banten and Bogor areas precisely from Wijaya Plus Bogor Vocational School and Pandeglang Vocational High School totaling 201 people. Meanwhile, to test the factor structure model this measurement instrument was based on factor analysis method in the form of confirmatory factor analysis (CFA), as for the calculation using LISREL 8.70 software. the results of this study show that there are a lot of measurement errors caused by items in the form of descriptors, then there are items that contain negative charges, causing a response bias.
Analisis Model Hubungan Attachment OrangT Dan Attachment Sahabat Terhadap Character Strength Dengan Teknik Analisis Structural Equetion Modeling (SEM) Natris Idriyani
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 2 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i2.12097

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menguji model teoritik hubungan antara kelekatan dengan orang tua dan kelekatan sahabat dengan kekuatan karakter mahasiswa DKI Jakarta. Responden pada penelitian ini berjumlah 902 dari universitas yang ada di sekitar DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan inventory dalam bentuk skala.  Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kelekatan orang tua dan sahabat, dan skala kekuatan karakter. Untuk menganalisis validitas alat ukur, penelitian ini menggunakan analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA). Pengujian model fit dan uji hipotesis penelitian ini menggunakan teknik Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan program software Lisrel 8.8.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa; terdapat kesesuaian model teoritik - hubungan antara kelekatan orang tua dan kelekatan sahabat serta kekuatan karakter mahasiswa- dengan data.  Purpose of this study was to assess the theoretical model of relationship between attachment to parents and attachment close friend with the character strengths students college in Jakarta.Respondents in this study amounted to 902 from universities around Jakarta. The sampling technique using cluster random sampling. Methods of data collection in this study using the inventory in the form of scale. Measuring instruments used in this study is the scale of attachment of parents and close friends and the scale character strengths. To analyze the validity of the measuring instrument, this study uses Analysis Confirmatory Factor Analysis (CFA). Testing the model fit and test the hypothesis of this study using the technique of Structural Equation Model (SEM) with the help of a software program lisrel 8.8.Based on the results of the study, found that; there is a fitness model theoretical- relationship between parental attachment and attachment to close friends and character strengths student college- with data.
Validitas Skala Presentasi Diri Online Bunga Ade Tama
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v7i1.12102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari skala presentasi diri online yang diadaptasi dari skala SPFBQ yang dikembangkan oleh Michikyan, Dennis, dan Subrahmanyam (2014). Presentasi diri online pada  Facebook memiliki tiga aspek, yaitu real self, false self dan ideal self. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari subjek penelitian sebanyak 158 orang. Metode analisis faktor yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program M.Plus 7. Pengujian validitas skala presentasi diri online pada penelitian ini dilakukan dengan satu model analisis.  The purpose of this study was to examine the construct validity of the online self presentation scale adapted from the SPFBQ scale developed by Michikyan, Dennis, and Subrahmanyam (2014). Online self presentation on Facebook has three aspects, namely real self, false self and ideal self. The data used in this study came from research subjects as many as 158 people. The factor analysis method used was confirmatory factor analysis (CFA) with the M.Plus 7 program. Testing the validity of the online self-presentation scale in this study was carried out with one analysis model.
Analisis Butir Soal Semester Ganjil Mata Pelajaran Matematika pada Sekolah Menengah Pertama Anetha L. F. Tilaar; Hasriyanti Hasriyanti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 1 (2019): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v8i1.13068

Abstract

Abstract The results of the initial interview, it was revealed that every time the final school exam was conducted, the questions tested had not been analyzed as a whole, so the quality of the questions was unknown. Therefore this study aims to analyze the odd semester final exam items in mathematics in SMP Negeri 4 Pineleng in the 2018/2019 school year in terms of reliability, validity, distinguishing features, level of difficulty and effectiveness of deceivers (specifically multiple choice questions). This type of research is a descriptive analysis with a quantitative approach. The number of subjects in this study were 97 students consisting of all VIII grade students of SMP Negeri 4 Pineleng in the 2018/2019 school year. The data collection technique used is documentation. The data is processed manually with the help of the excel program and uses the help of the Anatest Version 4 program specifically to analyze effectiveness. From the results of the analysis it can be concluded that the final semester exams for the mathematics students of SMP Negeri 4 Pineleng in the 2018/2019 school year: (1) Types of multiple choice questions, 5 questions or 16.67% have very good quality so they can be stored in the question bank for reuse , 15 questions or 50.00% still need to be revised and 10 questions or 33.33% have very poor quality so that they cannot be stored in the question bank. (2) The types of description questions, 2 questions or 40.00% have good quality, 2 questions or 40.00% need to be revised, 1 problem or 20.00% have bad quality.AbstrakHasil wanwancara awal, terungkap bahwa setiap pelaksanaan ujian akhir sekolah, soal yang diujikan belum dianalisis secara keseluruhan, sehingga kualitas soal tersebut tidak diketahui. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis butir soal ujian akhir semester ganjil mata pelajaran matematika SMP Negeri 4 Pineleng tahun ajaran 2018/2019 ditinjau dari reliabilitas, validitas, daya pembeda soal, tingkat kesukaran dan efektifitas pengecoh (khusus soal pilihan ganda). Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 97 siswa terdiri dari seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pineleng tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data diolah secara manual dengan bantuan program excel dan menggunakan bantuan program Anatest Versi 4 khusus untuk menganalisis efektifitas. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ujian akhir semester ganjil mata pelajarn matematika SMP Negeri 4 Pineleng tahun ajaran 2018/2019 : (1) Jenis soal pilihan ganda, 5 soal atau 16.67% memiliki kualitas sangat baik sehingga dapta disimpan di bank soal untuk dapat digunakan kembali, 15 soal atau 50.00% masih perlu direvisi dan 10 soal atau 33.33% memiliki kualitas sangat tidak baik sehingga tidak dapat disimpan di bank soal. (2) Jenis soal uraian, 2 soal atau 40.00% memiliki kualitas baik, 2 soal atau 40.00% perlu direvisi, 1 soal atau 20,00% meiliki kualitas tidak baik. 
Indeks Kepuasan Mahasiswa pada Sarana Prasarana Kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Lusiana Febrianti; Suratno Suratno; Maulana Rizky
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2019): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v8i2.13070

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to measure how the level of students’ satisfaction of using college infrastructure. that includes the types of services: (1) Furniture, (2) Equipment, and (3) Media. The research method used quantitative descriptive, the research sample was taken with random sampling technique. the research subject was consisted of 467 students from the batch of 2016 and 2018. The data collection technique was used a questionnaire that had fulfilled the validity test with the KMO responsivness was 0.721, assurance was 0.694, tangibles was 0.765, the empathy was 0.806 and the reliabillty was 0.835. The questionnaire was declared reliable with a value of responsiveness was 0.905, assurance was 0.898, tangibles was 0.903, empathy was 0.938 and reliability was 0.941. Data analysis was used descriptive analysis and hypothesis testing. Hypothesis test result show that the dimension of responsiveness of satisfaction level was influenced by aspects of furniture, equipment, and media together with Ry11.12.13 = 0.800 p <0.01, for the assurance dimension with Ry21.22.23 = 0.804 p <0.01, for the tangibles dimension with Ry31.32.33 = 0.820 p <0.01, for empathy dimensions with Ry41.42.43 = 0.803 p <0.01 and for reliabillty dimensions with Ry51.52.53 = 0.747 p <0.01.AbstrakTujuan penelitian ini mengukur bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pemanfaatn sarana prasarana kuliah yang meliputi jenis layanan : (1) Perabotan, (2) Peralatan, dan (3) Media. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling subjek penelitian terdiri 467 mahasiswa dari angkatan 2016 dan 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dengan niai KMO responsivness 0,721, assurance 0,694, tangibles 0,765, empathy 0,806 dan reliabillty 0,835. Kuesioner dinyatakan reliabel dengan nilai responsivness 0,905, assurance 0,898, tangibles 0,903, empathy 0,938 dan reliabillty 0,941. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dilanjutkan dengan uji hipotesis. Hasil uji hipotesisi menunjukkan pada dimensi responsiveness tingkat kepuasan dipengaruhi oleh aspek perabotan, peralatan, dan media secara bersama dengan Ry11.12.13 = 0,800 p<0,01, untuk dimensi assurancedengan Ry21.22.23 = 0,804 p<0,01, untuk dimensi tangibles dengan Ry31.32.33 = 0,820 p<0,01, untuk dimensi empathy dengan Ry41.42.43 = 0,803 p<0,01 dan untuk dimensi reliabillty dengan Ry51.52.53 = 0,747 p<0,01. 
Validasi Modul “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” untuk Mengubah Sikap Guru terhadap Pendidikan Inklusif Tia Inayatillah; Budi Andayani
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 1 (2019): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v8i1.12803

Abstract

AbstractThe implementation of inclusive education in Yogyakarta has yet to reflect the granting of rights and equal access to education for students with disabilities. The misconception of inclusive term leads to negative attitudes of teachers then becomes the barriers of successful inclusive teaching. This research aims to validate “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” module to change teacher’s attitude toward inclusive education. This research will be done through a quasi experiment using the design named Untreated Control Group Design with Dependent pre-test and post-test samples.The subjects are 18 teachers of primary schools in Yogyakarta which will be divided into 2 groups, the experiment group and the control group. Analysis will be held through Man-Withney U Test statistical test. The finding (Z= -3,054; p<0,01) shows that “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” training could change teacher’s attitude towards inclusive education.AbstrakImplementasi pendidikan inklusif di Kota Yogyakarta masih belum mencerminkan pemberian hak dan akses pendidikan yang sesuai dengan siswa yang memiliki disabilitas. Miskonsepsi terhadap prinsip inklusi ditemukan menjadi penghambat kesuksesan inklusi dan penyebab berkembangnya belief yang membentuk sikap negatif guru terhadap pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan menguji validitas modul “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” dalam mengubah sikap guru terhadap pendidikan inklusif. Penelitian dilakukan melalui eksperimen kuasi menggunakan desain Untreated Control Group Design with Dependent pre-test and post-test samples. Subjek adalah 18 orang guru SD di Kota Yogyakarta yang terbagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis dilakukan melalui uji statistika Man-Withney U Test (Z= -3,054; p<0,01) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan eksperimen setelah mendapat perlakuan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan “Kelasku Menyatu Tanpa Batas” teruji valid dapat mengubah sikap guru terhadap pendidikan inklusif. 
Validitas Konstruk dari Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) Menggunakan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Amalia Ridha Sudirman; Rena Latifa
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2019): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v8i2.13402

Abstract

AbstractThis study aims to examine validity of items in Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) scale which was first formulated by Dasti and Sitwat (1988). There are eight aspects of Islamic spirituality in this construct, namely: 1) quest and search for divinity, 2) feelings of connectedness with Allah, 3) self discipline, 4) anger-expansive, 5) self-aggrandizement, 6) meanness-generosity, 7) tolerance-intolerance, and 8) Islamic practices. Through 199 participants who are Moslem women and used to live in big cities, we conducted the validity of measuring instruments by using Confirmatory Factor Analysis (CFA) method and assisted by software Lisrel 8.7. CFA test results show that MMS scale that has been adapted into 46 items is valid. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji validitas item dalam skala Multidimensional Measure of Islamic Spirituality (MMS) yang pertama kali dirumuskan oleh Dasti dan Sitwat (1988). Ada delapan aspek kerohanian Islam dalam konstruksi ini, yaitu: 1) pencarian keilahian, 2) perasaan terhubung dengan Allah, 3) disiplin diri, 4) kemarahan-ekspansif, 5) peningkatan diri, 6) kejelekan -generositas, 7) toleransi-intoleransi, dan 8) praktik Islam. Melalui 199 responden yang tinggal di kota-kota besar, kami melakukan validitas alat ukur dengan menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil tes CFA menunjukkan bahwa skala MMS yang telah diadaptasi menjadi 46 item valid. 
Uji Validitas Konstruk Skala Religious and Spiritual Struggles Nurhamidah Nurhamidah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2019): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v8i2.12969

Abstract

AbstractMany people face struggles around the religious and spiritual aspects of daily life, as shown by increasingly researches that have been being carried out. The more research develops on these two variables, the more comprehensive, reliable and concise measurement of someone's struggle in term of religion and spirituality through a multiple domain scale are needed. Religious and spiritual struggles occur when some aspects of religious belief, practice or experience become a negative focus so that it is closely related to emotions, concerns, or conflicts. There are six dimensions in religious and spiritual struggles, namely divine, demonic, interpersonal struggle, morality, ultimate meaning, and doubt. The aim of this study is to test the construct validity of Religious and Spiritual Struggles scale. 26 items of the Religious and Spiritual Struggle are tested. 150 college students are participated in this research. By using confirmatory factor analysis and helped by LISREL 8.70 software, the result shows that all dimensions have a fit model and truly measure religious and spiritual struggles even though there is one item in moral dimension that must be dropped. AbstrakBanyak orang mengalami pergulatan seputar aspek religius dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian-penelitian yang semakin luas dilakukan. Semakin berkembangnya penelitian terkait dua variabel ini semakin meningkat pula kebutuhan akan pengukuran yang lebih komprehensif, reliabel, dan ringkas tentang perjuangan seseorang dalam hal agama dan spiritualitas melalui skala yang mencakup banyak domain. Religious and spiritual struggles terjadi ketika beberapa aspek kepercayaan, praktik, atau pengalaman religius menjadi fokus negatif sehingga ia terkait erat dengan emosi, kekhawatiran, atau konflik. Terdapat enam dimensi dalam religious and spiritual struggles yaitu divine, demonic, interpersonal struggles, moral, ultimate meaning, dan doubt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari skala Religious and Spiritual Struggles. Terdapat 26 item dalam skala ini. Responden dalam penelitian ini sebanyak 150 mahasiswa. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confirmatory factor analysis) dengan bantuan perangkat lunak LISREL 8.70. Hasilnya, seluruh dimensi memiliki model yang fit dan benar-benar mengukur religious and spiritual struggles meskipun ada satu item pada dimensi moral yang harus di drop. 

Page 11 of 26 | Total Record : 260