cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Pengujian Validitas Konstruk Instrumen Organization-Based Self-Esteem Scale Ferdian Satriawan
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10705

Abstract

Self-esteem mencerminkan suatu keyakinan nilai diri sendiri yang didasarkan pada evaluasi diri secara keseluruhan. Sementara, organization-based self-esteem yang disingkat OBSE merupakan suatu konteks-spesifik dari konstruk self-esteem yang secara khusus dirumuskan untuk keperluan penelitian di bidang organisasi. Organization-based self-esteem scale merupakan intrumen pengukuran baku dan satu-satunya yang digunakan untuk mengukur tingkat OBSE seseorang yang dikembangkan oleh Pierce et.al. (1989). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari anggota Kepolisian Resor Bogor (Polres Bogor) yang berjumlah 150 orang. Sementara itu, metode untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dan exploratory factor analysis (EFA). Penghitungannya statistik menggunakan software LISREL 8.70 dan program SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sepuluh item yang ada hanya empat item saja yang bersifat unidimensional, sedangkan keenam item lainnya bersifat multidimensional atau tidak hanya mengukur satu faktor saja. Sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh organization-based self-esteem scale tidak dapat diterima.
Struktur dan Pengukuran Parenting Practices: Uji Validitas Konstruk Alabama Parenting Questionnaire (APQ) Ibadur Rahmi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 8 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i8.10777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui validitas dari alat ukur parenting practices, yaitu Alabam parenting quesrionnaire (APQ). Alat ukur ini terdiri dari lima subskala, yaitu involvement with children, positive parenting, monitoring parenting, consistency in the use of such discipline dan corporal punishment, dengan jumlah total 44 item. Alat ukur ini diujikan kepada pelajar SMKN 1 Cikarang Barat dengan populasi berjumlah 1.773 siswa. Dari jumlah tersebut peneliti memilih 339 siswa sebagai sampel dengan menggunakan teknik probability sampling. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program lisrel. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor, namun untuk subskala involvement with children diperlukan modifikasi model pengukuran yang cukup mendalam untuk memperoleh nilai fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen International Personality Item Pool Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Meilita Jamilah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 6 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i6.10751

Abstract

Tipe kepribadian big five adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah dimensi kepribadian yaitu extraversion, agreeableness, neuroticism, openness dan conscientiousness. International personality item pool merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur lima dimensi kepribadian big five yang dikembangkan oleh Goldberg dkk (2006). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari mahasiswa perantau yang sedang menempuh pendidikan S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjumlah 230 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 50 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh international personality item pool dapat diterima.
Pengembangan Skala Kepatutan Sosial Berdasarkan Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (Mcsds) Versi 33 Item Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10728

Abstract

One way to reduction social desirability bias on quantitative research was done by using social desirability as control variable. Identification of social desirability on research’s participants was assessed by using Marlowe-Crowne Social desirability Scale (MCSDS) since decade 1960. This research aims to construct equivalent items with MCSDS and analyze to prove it. Research’s participants was 300 undergraduate students. The result of analysis shows that items constructed doesn’t fulfill yet the criterias of equivalency. Result of factor analysis on version 1 questionnaire shows some items in attribution and denial factor doesn’t have significant correlation with its loading factor, so they must be eliminated.
Uji Validitas Konstruk terhadap Adaptasi dari Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) Rahmi Ramadhani
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 2 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i2.10789

Abstract

The objective of this study were (1) to examine the construct validity of emotional intelligence scale which adapted and modified from Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) (2002) and (2) to find way of scoring by using the raw score. The scale of emotional intelligence consist of four dimension, self emotion appraisal, other emotion appraisal, use of emotion, and regulation of emotion. The subject in this study are 536 people. The analysis method used is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using M-Plus 7. Testing of the construct validity in this study consist of three model of analysis, namely, each of dimension analysis, first order, and second order. In addition of this study, the researchers also conducted a parallel test.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menguji validitas konstruk dari skala kecerdasan emosional yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) (2002) dan (2) untuk menemukan cara skoring dengan menggunakan raw score. Kecerdasan emosional ini terdiri dari empat dimensi yaitu, self emotion appraisal, other emotion appraisal, use of emotion, danregulationof emotion. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 536 orang. Metode Analisis yang digunakan adalahConfirmatory Faktor Analysis (CFA) dengan program M-Plus7. Pengujian validitas skala pada penelitian ini dilakukan dengan tiga model analisis yaitu, analisis per-dimensi, first order, dan second order. Berdasarkan pengujian melalui model per-dimensi didapatkan empat item yang tidak mengukur subskala dari kecerdasan emosional. Selanjutnya, untuk pengujian model first order terdapat enam item yang tidak mengukur kecerdasan emosional, sedangkan untuk pengujian second order terdapat delapan item yang tidak fit atau tidak memenuhi asumsi dari confirmatory factor analysis. Setelah itu, dilanjutkan dengan uji paralel masing-masing dimensi.
Studi Validitas Konstruk Subtes Digit Symbol dari Tes Inteligensi Multidimensional (TIM) Reza Inspirawan
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10690

Abstract

Digit symbol (DS) merupakan salah satu bentuk tes yang banyak terdapat dalam tes inteligensi. Penelitian ini menguji validitas konstruk digit symbol yang terdapat pada Tes Inteligensi Multidimensional (TIM). Data yang digunakan adalah data mentah yang disediakan oleh lembaga asesmen di Indonesia dalam proses rekruitmen dan seleksi dari beberapa perusahaan nasional. Jumlah peserta sebanyak 2770 orang. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7 dan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan software SPSS 17. Hasil analisis menunjukan bahwa DS pada tes TIM tidak hanya mengukur satu faktor atau bersifat multidimensional.
Analisis Struktur Faktor Variabel Trait Personality Lisda Murfanya
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 7 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i7.10762

Abstract

Trait Personality merupakan sifat yang dinyatakan secara konsisten dalam perilaku individu di berbagai situasi berbeda yang stabil dari waktu ke waktu (Mischel, dkk; 2003). Big Five Trait Personality merupakan pendekatan psikologi yang memiliki lima trait kepribadian neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness yang digunakan untuk menganalisis kepribadian seseorang. Model ini merupakan kerangka kerja untuk melihat atau menguji secara sistematis psiko-fisiologi, perilaku, psikologi dan genetik dengan sifat (trait) yang digunakan untuk mendeskripsikan kepribadian. Alat ukur yang peneliti gunakan untuk mengukur big five trait personality yaitu dengan menggunakan BFI (Big Five Inventory). Peneliti mengadaptasi alat ukur BFI, karena memiliki nilai reliabilitas yang tinggi rata-rata diatas .80 pada sampel AS dan Kanada. Keuntungan BFI (Big Five Inventory) adalah lebih efisien, item pada BFI lebih pendek, dan lebih mudah dipahami (John, Naumann &  Soto, dalam John, Robins & Pervin, 2008). Awalnya skala ini terdiri dari 44 item, kemudian peneliti menambahkan 16 item. Hasilnya skala ini terdiri dari 60 item yang mewakili kelima trait, dimana setiap trait memiliki 6 sifat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktur faktor trait personality, apakah sesuai dengan yang diteorikan, yaitu hanya mengukur satu konstruk saja yaitu trait personality. Data dalam penelitian ini diperoleh dari karyawan PT. Garuda Indonesia (persero), Tbk dengan sampel sebanyak 230 karyawan. Peneliti melakukan pengujian model struktur faktor instrumen pengukuran ini didasari oleh metode analisis faktor berupa confirmatory factor analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa memang benar trait personality terdiri dari lima dimensi dan juga terdapat kesalahan pengukuran disebabkan item yang bersifat multidimensional.
Uji Validitas Konstruk Leader Member Exchange – Multi-Dimensional Measure (LMX-MDM) Jonny Pranata
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10733

Abstract

Penelitian ini menguji validitas konstruk dari LMX-MDM (leader member exchange-multi-dimensional measure). Dalam penelitian ini digunakan empat dimensi LMX (leader member exchange) yaitu affect, loyalty, contributions, dan professional respect sebanyak 24 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada karyawan PT. Veneta Indonesia tahun 2013 berjumlah 120 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confimatory factor analysis) dengan software lisrel 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor.
Uji Validitas Skala Forgiveness Nuran Abdat
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 2 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i2.10795

Abstract

This study aims to test construct validity of forgiveness scale which was adapted and modified from Marital Offence-Specific Forgiveness Scale (MOFS). Developed by Paleari (2009). MOFS consists of 10 items. Items in this instrument consist of two components of forgiveness, those are, resentment-avoidance and benevolence. Data was obtained from 150 subjects. Factor analysis method used in this research was confirmatory factor analysis (CFA) using lisrel 8.70. Validity testing of forgiveness scale was conducted with one factor model. Based on the testing, nine valid items were obtained which can be used to measure forgiveness.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari skala forgiveness yang diadaptasi dan modifikasi dari Marital Offence-Specific Forgiveness Scale (MOFS). Dikembangkan oleh Paleari (2009). MOFS terdiri dari 10 item. Item-item dalam alat ukur ini terdiri dari dua komponen forgiveness yaitu, resentment-avoidance dan benevolence. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari subyek penelitian sebanyak 150 orang. Metode analisis faktor yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Pengujian validitas skala forgiveness pada penelitian ini dilakukan dengan model satu faktor. Berdasarkan pengujian didapatkan 9 item valid yang dapat digunkan untuk mengukur forgiveness.
Struktur Factor Psychopathy Personality Inventory (PPI) Adiyo R
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10706

Abstract

Pyschopathy atau psikopat merupakan gangguan kepribadian yang dicirikan oleh egocentricity, fearlessness, persistence violence of social norms dan lack of empathy, guilt dan remorse. Salah satu alat ukur yang digunakan dalam mengukur psychopathy yaitu psychopathy personality inventory (PPI). Mengingat perdebatan struktur factor dari PPI yang masih simpang siur, maka perlu dilakukan penelitian mengenai struktur factor PPI. Adapun struktur factor atau model yang diuji dalam penelitian ini adalah 1) apakah benar terdapat 2 faktor di dalam PPI (impulsive antisociality dan fearless dominance), yang kemudian terbagi menjadi 8 dimensi?. 2) apakah benar bahwa 2 faktor di dalam PPI tersebut tidak saling berkorelasi?. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidyatullah Jakarta sejumlah 309. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji struktur factor PPI yaitu confirmatory factor analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa memang benar PPI terdiri dari 8 dimensi, namun 2 faktor di dalam PPI yaitu impulsive antisociality dan fearless dominance saling berkorelasi hampir mendekati satu (r = 0.93). Dengan demikian di dalam stuktur factor PPI sesungguhnya hanya ada model 1 faktor (psychopathy) dengan 8 dimensi berikut item pada tiap dimensi tersebut.

Page 8 of 26 | Total Record : 260