cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Pengaruh Jumlah Kategori, Rentang Threshold dan Metode Estimasi terhadap Akurasi Skor Tes pada Beberapa Model Politomi Adiyo R
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10730

Abstract

Tskor tes yang akurat merupakan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah pengetesan. Namun umumnya masyarakat masih menggunakan cara klasik untuk memperoleh skor tes. Misalnya menjumlahkan hasil jawaban benar dari sebuah tes. Sebagaimana diketahui, terdapat beberapa asumsi pada tes klasik yang amat sulit dijumpai pada data skor tes. Maka itu pendekatan tes tidak lagi dilakukan dengan pendekatan klasik, tetapi dilakukan dengan pendekatan teori tes modern. Salah satu aspek yang dibahas dari teori tes modern ialah cara atau prosedur penskoran terhadap tes. Terdapat beberapa hal yang memengaruhi keakurasian skor tes pada pendekatan tes modern, yaitu dalam penelitian ini model politomi, jumlah kategori, rentang threshold dan metode estimasi. Model politomi (GRM dan GPCM), jumlah kategori (3 dan 4) dan rentang threshold (equal dan unequal) dipilih karena variabel tersebut berkaitan erat dengan data khususnya data kategorik. Data dalam penelitian ini berupa kategorik seperti skala Likert (0, 1, 2, 3...dst). Pada teori tes modern, penskoran dihitung berdasarkan susunan respon peserta tes terhadap butir item pada tes. Maka itu, diperlukan metode estimasi (MLR, WLSMV, EAP dan MLE). Penelitian ini menggunakan simulasi studi dengan kondisi 25 item, 500 responden dan 25 replikasi untuk setiap satu data. Interaksi variasi dari seluruh variabel independen sejumlah 2x2x2x4 menghasilkan 32 data. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu RMSE dan standard error. Analisis data menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria RMSE, model data jumlah kategori 4 dan rentang threshold equal, serta dikalibrasi dengan model politomi GRM dan metode estimasi MLR dan WLSMV menghasilkan nilai RMSE terkecil dibandingkan dengan interaksi model data dan kalibrasi yang lain. sedangkan pada kriteria standard error, model data jumlah kategori 4 dan rentang equal, serta dikalibrasi dengan model GPCM dan metode estimasi MLE menghasilkan nilai standard error terkecil. Dari kedua kriteria tersebut, perbedaan nilai yang signifikan hanya pada kriteria RMSE. Untuk penelitian simulasi, kriteria RMSE lebih sensitif dalam menghasilkan keakurasian skor tes. Untuk aplikasi pada data empiris, model politomi GRM dan metode estimasi WLSMV atau MLR diduga lebih menghasilkan skor tes yang presisi.
Pengembangan Skala Pengukuran Perilaku Pro Lingkungan: General Ecological Behavior (GEB) Scale Citra Febriyanti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 2 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i2.10791

Abstract

Environment is one of the aspects that influence a person’s behavior. Clean environment will have a positive impact for the individual, and vice versa. At the present, the environment has been getting worse, and therefore needed a solution to these problems. The problem that occurs is the result of human behavior, therefore the solution was changing the responsible behavior that called pro environmental behavior. There are currently no measuring instrument standard both in Indonesia and beyond to measure the pro environmental behavior, therefore the purpose of this study was to develop a tools of measuring the pro environmental behavior by adapting and modifying the General Ecological Behavior Scale (GEB) from Kaiser (1998). The subjects in this study as many as 214 people. The analysis method used is confirmatory factor analysis (CFA) with M-Plus7 program. Testing the validity of the scale in this study conducted with three models of analysis is first order, second order and each of dimension. Furthermore, the researcher also conducted a parallel test to each dimension. Keywords: Construct validity, pro environmental behavior, CFA, parallel test. Lingkungan merupakan salah satu aspek yang turut mempengaruhi perilaku seseorang. Lingkungan yang bersih akan berdampak positif bagi setiap individu, begitupun sebaliknya. Saat ini keadaan lingkungan sudah semakin buruk, oleh sebab itu dibutuhkan solusi atas permasalahan tersebut. Permasalahan yang terjadi adalah akibat dari perilaku manusia, untuk itu solusinya pun adalah dari perilaku manusia yang disebut sebagai perilaku pro lingkungan. Saat ini belum terdapat alat ukur baku baik di Indonesia maupun di luar untuk mengukur perilaku pro lingkungan, oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat ukur perilaku pro lingkungan dengan mengadaptasi serta memodifikasi General Ecological Behavior Scale (GEB) dari Kaiser (1998). Subyek dalam penelitian ini sebanyak 214 orang. Metode Analisis yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program M-Plus7. Pengujian validitas skala pada penelitian ini dilakukan dengan tiga model analisis yaitu first order, dan second order dan analisis per-dimensi. Selain itu peneliti juga melakukan uji paralel pada setiap dimensinya. 
Value Orientation Scale: The Validation Of The Pancasila Scale Christiany Suwartono; Eko A. Meinarno
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10703

Abstract

In previous research (Meinarno & Suwartono, 2011), we developed 32 items from five values of Pancasila, however the psychometric properties of the scale are yet to be explored. In this reasearch, we identfied five dimensions of the scale, namely spirituality, humanity, nationality, democracy, and social justice. Using convenience sampling, with Webropol survey software to collect the data, of 234 participants, 59% were female, with range of age 15 35 years old (M=18.42, SD = 1.74). In this research, we focused on construct validation of a measurement model using confirmatory factor analysis. We found that the Pancasila scale consists of 25 items. The Cronbach's alpha coefficients for each dimension were 0.78, 0.70, 0.79, 0.70, and 0.77 respectively. Then, we explored the underlying factor structure and found five latent value factors and these were spirituality, humanity, nationality, democracy, and social justice. The five factors,each formed a unidimensional scale. However, these five latent factors cannot be explained by the high order of the latent factor, namely Pancasila. The second order factorial structure using confirmatory factor analysis did not fit. The fit indices showed that the model did not fit the data well. The results of CFA did not confirm the presence of a second-order factorial structure of Pancasila.
Uji Validitas Konstruk Family Support Terhadap Happiness Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Syifa Fauzia Chairul
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 7 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i7.10764

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari family support sebagai salah satu alat ukur yang berhubungan dengan happiness ANDIK. Dalam penelitian ini menggunakan empat dimensi family support dari Dolan, P.dkk (2006) yaitu concrete support, emotional support, advice support dan esteem support dengan jumlah total sebanyak 13 item. Data yang digunakan adalah ANDIK di Lembaga Pemasyarakatan Pria kelas IIA Salemba sebanyak 171 anak. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.
Studi Tentang Pengaruh Kesalahan Pengukuran Terhadap Koefesien Regresi Linear : Sebuah Perbandingan Antara Penggunaan Raw Score, Factor Score, Dan Structural Equation Modeling (SEM) Hasniar A Radde
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh kesalahan pengukuran terhadap nilai koefesien regresi linear dengan membandingkan penggunaan raw score, factor score, dan Structural Equation Modeling (SEM). Kesalahan pengukuran dilihat dari nilai koefesien reliabilitas, dimana reliabilitas tinggi mengandung kesalahan pengukuran yang rendah. Sebaliknya, reliabilitas yang rendah, mengandung kesalahan pengukuran yang tinggi. Penelitian ini merupakan studi simulasi Monte Carlo dengan memvariasikan nilai reliabilitas, yakni reliabilitas 0.5 (rendah), 0.7 (sedang), dan 0.9 (tinggi). Data yang dibangkitkan mengikuti pengukuran paralel dengan variasi nilai reliabilitas (sembilan variasi model reliabilitas), terdiri atas 40 item dan 500 responden, replikasi sebanyak 50 kali, dan nilai koefesien regresi ditetapkan sebesar 0.8. Penelitian ini menggunakan software MPlus untuk membangkitkan data sesuai karakteristik data yang diinginkan. Data yang diperoleh terdiri atas data independent variable (IV) dan data dependent variable (DV). Raw score diperoleh dengan menjumlahkan secara langsung seluruh item, baik pada IV maupun DV. Raw score IV kemudian di regresikan terhadap raw score DV. Factor score diperoleh melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), baik pada IV maupun DV. Factor score IV kemudian diregresikan terhadap factor score DV. Pada analisis SEM, data IV langsung dimodelkan sebagai variabel laten eksogen dan data DV sebagai variabel laten endogen. Koefesien regresi yang dihasilkan pada raw score, factor score, dan SEM kemudian dibandingkan, nilai mana yang paling mendekati 0.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atenuasi (hasil pengukuran nilainya dibawah dari yang seharusnya) terjadi pada seluruh model untuk raw score. Sedangkan pada factor score, atenuasi hanya terjadi pada model dengan reliabilitas IV 0.5 terhadap DV reliabilitas 0.5 ; 0.7 ; 0.9. Sedangkan pada analisis SEM, tidak terjadi atenuasi untuk keseluruhan model.
Estimasi True Score pada Second Order Unidimensional Data: Sebuah Studi Simulasi Monte Carlo Tentang Dampak Panjang Tes, Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Item Puti Febrayosi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 4 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i4.10726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan atau bias pada data unidimensional second order namun sering diperlakukan sebagai unidimensional hanya pada tingkat pertama atau first order, serta mengetahui sejauh mana pengaruh panjang tes, heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda apabila terdapat perbedaan atau bias terhadap kemampuan responden. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi Monte Carlo dengan 27 model percobaan dan setiap model direplikasi sebanyak 50 kali. Model second order unidimensional yang dibangkitkan memiliki panjang tes 20, 40 dan 60 item, dengan heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda 0,025, 0,10 dan 0, 20. Software komputer yang digunakan adalah Mplus, dengan bantuan estimator Bayesian. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan atau bias antara first order dan second order maka yang dilihat nilai mean yang dihasilkan lebih besar dari nol. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) semua model unidimensional pada second order namun dianalisis sebagai unidimensional pada first order hasil yang diperoleh mengenai theta (q atau kemampuan responden) tidak memberikan gambaran yang sebenarnya, karena terdapat bias atau perbedaan dari nilai mean yang dihasilkan lebih besar dari nol; (2) bias atau perbedaan dari theta (q atau kemampuan responden) paling besar dihasilkan oleh panjang tes 20 item dengan daya pembeda 0.20 dan tingkat kesukaran 0,10 sedangkan bias atau perbedaan dari theta (q atau kemampuan responden) paling kecil dihasilkan oleh panjang tes 60 item dengan daya pembeda dan tingkat kesukaran 0,20; (3) disamping itu, berdasarkan hasil perhitungan diperoleh R square sebesar 0.130, hal ini berarti 13% bias responden dapat dijelaskan oleh bervariasinya panjang tes, heterogenitas tingkat kesukaran dan daya pembeda dengan indeks signifikansi sebesar 0.007 (p < 0.05). Dengan demikian apabila data unidimensional pada second order namun menganalisisnya hanya pada first order unidimensional menghasilkan bias serta tidak memberikan gambaran seutuhnya mengenai kemampuan responden. Kalaupun tetap memberlakukan first order pada data unidimensional second order, bias paling kecil diperoleh dengan panjang tes yang lebih besar. Dalam penelitian ini tes dengan panjang 60 item bias yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan tes dengan panjang 20 item.
Uji Validitas Konstruk The Modified Mini Mental State-Test (3MS) Gevi Khairunnisa; Pricillia Putri; Febbealya Cheerson; Fenny Junita; Christiany Suwartono; Magdalena Halim
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 8 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i8.10781

Abstract

Decline in cognitive function is a clinical manifestation occurs as part of the aging process which is inevitable in elderlies. Decline in cognitive function is often referred to as dementia. One of the measuring devices made to measure cognitive function was MMSE by Folstein, Folstein, and McHugh. As the MMSE had shortcomings such as floor and ceiling effects, also the failure to distinguish between mild and severe dementia, in 1987.Teng and Chui made the Modified Mini Mental State (3ms) which also measured cognitive function. Therefore, this study aims to adapt and create norms in accordance with the conditions in Indonesia and to test the construct validity of 3ms. The data was obtained from 152 elders lived in Jakarta and surrounding areas. The method of analysis used is Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the help of software LISREL 8.7. The test results proved that Indonesia 3ms version consists of 3 factors.
Efek Sub-Sampel pada Deteksi Differential Item Functioning (DIF) dengan Metode Regresi Logistik Rahmawati Rahmawati
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 1 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i1.10686

Abstract

Salah satu langkah dalam melakukan studi mengenai differential item function (DIF) adalah menentukan peserta tes menjadi kelompok referensi (acuan) dan kelompok pembanding. Pada banyak kasus implementasi tes, jumlah sampel antara kelompok referensi dan kelompok pembanding berbeda secara ekstrim. Penelitian ini membandingkan efisiensi dua metode sampling dalam mendeteksi DIF: ukuran sampel setara dan tidak setara. Pada penelitian ini dilakukan studi empiris maupun simulasi. Pada studi empiris, 448 peserta di kelompok pembanding dibandingkan dengan kelompok referensi baik dengan jumlah setara ataupun tidak setara. Studi simulasi mencoba 18 kondisi: 2 ukuran sampel, 3 model DIF, dan 3 distribusi kemampuan. Dengan menggunakan ukuran sampel yang setara, studi empiris mendeteksi 4 dari 57 butir soal berpotensi DIF. Sedangkan perbandingan dengan ukuran sampel tidak setara, tidak mendeteksi adanya butir soal berpotensi DIF. Hasil serupa diperoleh dari studi simulasi. Dari studi ini disimpulkan bahwa melakukan sub sampel pada kelompok referensi merupakan metode yang lebih efisien untuk mendeteksi DIF; jika ukuran sampel berbeda secara ekstrim.
Struktur dan Pengukuran terhadap Psychological Well-Being: Uji Validitas Konstruk Psychological Well-Being Scale Farhanah Murniasih
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 6 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i6.10756

Abstract

Kehidupan normal dan sehat menjadi idaman semua orang. Tidak seorang pun menginginkan hidupnya dalam tekanan, kesulitan, dan tidak bahagia. Semua ingin mencapai kesejahteraan, baik fisik maupun psikologisnya. Oleh sebab itu diperlukan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur psychological well-beingnya. Saat ini, di Indonesia belum terdapat alat ukur baku mengenai hal tersebut. Penelitian ini menguji validitas konstruk dari skala baku yang telah banyak digunakan di negara lain, yaitu Ryff's Psychological well-being Scale. Dalam penelitian ini digunakan enam dimensi dalam psychological well-being yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, tujuan hidup, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi dengan jumlah total 25 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada tahun 2013 dan ditempuh oleh 200 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor.
Aplikasi Model Rasch Untuk Validasi Instrumen Pengukuran Fundamentalisme Agama Bagi Responden Muslim Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji instrumen pengukuran fundamentalisme agama yang dikembangkan bagi kelompok Muslim dengan menggunakan analisis model Rasch. Pemahaman tentang fundamentalisme yang dikembangkan mengacu pada definisi Altemeyer dan Hunsberger (1992) yang melihat fundamentalisme sebagai sikap terhadap keyakinan agama yang dianut. Sub dimensi fundamentalisme sebagaimana dijelaskan Altemeyer dan Hunsberger (1992) meliputi sikap terhadap keyakinan bahwa bahwa agama meliputi semua hal dan tidak mungkin salah, keyakinan adanya kekuatan yang bertentangan dan harus dilawan, serta keyakinan bahwa kebenaran agama bersifat mutlak dan tidak perlu kontekstualisasi. Data diambil dari responden mahasiswa Muslim yang berjumlah 113 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen memiliki nilai reliabilitas (KR-20) yang bagus (α = 0,85). Demikian juga nilai reliabilitas responden (α=0,82) dan reliabilitas item (α=0,97). Namun demikian, ditemukan satu item yang secara psikometris dapat dinyatakan misfit, karena memiliki nilai point measure correlation negatif. Secara umum, instrumen ini mampu menjelaskan 41,8% varians yang muncul pada kelompok responden. Berdasarkan hal tersebut, pengukuran fundamentalisme agama bagi kelompok Muslim secara umum dapat dilakukan dengan instrumen ini. 

Page 6 of 26 | Total Record : 260