JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan)
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) adalah jurnal ilmiah yang terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal ini sebagai wadah penyebarluasan ilmu dan teknologi terapan di bidang Teknik Elektro yang merupakan hasil dari penelitian dan kajian teknologi terapan dengan ruang lingkup teknik tenaga listrik, teknik elektronika, teknik telekomunikasi dan teknologi informasi.
Articles
108 Documents
Pengaruh Distorsi Harmonik Terhadap Penurunan Kapasitas Daya Trafo Distribusi 3 Fasa 400 kVA di Politeknik Negeri Semarang
Firdaus, Akhmad Jamaah
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Politeknik Negeri Semarang sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasi saat ini mempunyai lebih dari 500 unit komputer yang tersebar pada 21 laboratorium komputer/laboratorium multimedia. Setiap laboratorium dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Sistem catu daya di Polines dilayani oleh 2 (dua) buah trafo yaitu masing-masing ber-daya 400 kVA. Komputer, printer, lampu hemat energi dan peralatan pengatur kecepatan motor merupakan beban-beban non linier yang menyebabkan timbulnya harmonik pada jaringan sistem tenaga listrik. Kandungan harmonik yang tinggi pada jaringan sistem tenaga listrik akan menyebabkan trafo distribusi mengalami panas berlebih dan apabilatidak segera ditangani akan menyebabkan life time trafo menjadi pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar harmonik dan pengaruhnya terhadap penurunan kapasitas daya trafo distribusi di Polines dengan cara melakukan pengukuran harmonik trafo dalam keadaan berbeban. Pembebanan trafo sesuai dengan beban yang dibutuhkan Polines dalam melaksanakan kegiatan akademik dan admistratif. Metoda analisa yang dipergunakan adalah metoda komperasi antara hasil pengukuran dengan standar IEEE 519-1992. Dengan mengkomparasi hasil pengukuran dengan standar IEEE 519-1992 maka dapat ditentukan apakah perlu derating atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa kandungan harmonik trafo untuk total kandungan harmonik tegangan (THD V ) semua di bawah standar (< 5%) dan total kandungan harmonik arus (TDD) maupun IHD kedua trafo juga di bawah standar, sehingga tidak perlu dilakukan derating. Namun karena pada kenyataannya trafo benar-benar mengalami pemanasan berlebih dalam arti kata panas trafo telah melampaui panas yang diijinkan oleh standar SPLN 8-2: 1991, maka perlu dihitung kenaikan rugi-rugi trafo akibat beban yang mengandung harmonik.
Evaluasi Tahanan Pentanahan Kawat Netral Pada Jaringan Tegangan Menengah Daerah Perbukitan dan Pantai di Area Pelayanan Jaringan Semarang
Suryono,
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tahanan pentanahan kawat netral elektroda batang tunggal (Individu) dan tahanan pentanahan bersama (Common Ground) pada daerah pantai dan perbukitan. Untuk mengetahui besarnya nilai tahanan pentanahan dilakukan dengan cara mengukur pada jaringan listrik tegangan menengah (JTM) tiga fasa yang sudah terpasang batang pentanahan (Ground Rod) dan dipilih pada kawasan industri di wilayah Semarang Barat, yaitu Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) dan Kawasan Industri Candi (KIC). Hasil pengukuran dianalisis dengan uji statistik untuk mengetahui apakah nilai rata-rata tahanan pentanahan daerah pantai dan perbukitan masih memenuhi persyaratan seperti pada SPLN No.3 : 1978. Pengujian statistik juga mencakup apakah nilai rata-rata tahanan pentanahan daerah pantai dengan perbukitan baik pentanahan tunggal maupun bersama terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ternyata bahwa nilai rata-rata pentanahan daerah pantai dan perbukitan masih memenuhi persyaratan dengan Rt-p = 5,76 ohm dan Rt-b = 14,58 ohm, hasil tersebut diperoleh dari hitungan uji statistik secara manual. Dari hasil uji statistik menggunakan SPSS diperoleh, terdapat perbedaan yang signifikan, nilai rata-rata tahanan pentanahan batang tunggal maupun bersama, antara daerah pantai dengan perbukitan. Homogenitas dari data yang diuji diperoleh, data tahanan pentanahan elektroda batang tunggal tidak homogen, sedangkan data tahanan pentanahan kawat netral bersama adalah homogen.
Antplag: Portal Open Source Pendeteksi Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa dan Dosen Politeknik Negeri Semarang
Putri, Dinny Rachma;
Mardiyono, ;
Handoko, Slamet
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus plagiarisme bukan hal yang sulit ditemukan, terutama di dunia akademik. Tetapi usaha untuk mengurangi tindak plagiarisme tidak diimbangi dengan ketersediaan software pendeteksi plagiarisme yang dapat diakses oleh masyarakat akademik secara gratis. Hal ini mendorong untuk mengusulkan sebuah portal open source yang dapat digunakan oleh mahasiswa maupun dosen dalam pengecekan plagiarisme pada naskahnya. Aplikasi dikembangkan menggunakan Framework Codeigniter dengan bahasa pemrograman PHP dan basisdata MySQL. Dalam pembangunannya digunakan metode waterfall dengan menggunakan DFD untuk memodelkan data secara terstruktur dan ERD untuk menggambarkan relasi dalam basis data. Algoritma yang digunakan dalam proses pengecekan plagiarisme dokumen adalah K-Grams, dipadukan dengan Dice Similarity untuk membandingkan kemiripan dokumen yang akan diproses dengan dokumen yang ada di server. Selain itu pada Ant-Plag digunakan Google Search API untuk menampilkan dokumen terkait yang ada di internet. Dice Similarity mempunyai nilai keakuratan yang hampir sama dengan algoritma Jaccard, tetapi Dice Similarity dalam pemrosesannya lebih cepat dan algoritma ini lebih terkini pengembangannya. Pada tahapan pengujian sistem dilakukan dengan pengujian teknis, serta pengujian kepuasan pengguna. Hasil dari pengujian teknis menunjukan bahwa semua fungsi dari aplikasi sudah berjalan dengan baik dan hasil pengujian kepuasan pengguna berdasarkan pada kuesioner, diperoleh tingkat kepuasan pengguna sebesar 80.20%. Dengan penerapan portal open source pendeteksi plagiarisme akan membantu mengurangi tindak plagiarisme, terutama dikalangan akademisi.
Rancang Bangun Protipe Perangkat Pengukuran dan Monitoring Besaran Listrik Menggunakan PLC Berbasis LabVIEW
Yahya, Sofian;
Jadmiko, Sarjono Wahyu;
Suharno, Dedi Nono
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk proses monitoring besaran listrik dari suatu pembangkit tenaga listrik diperlukan suatu perangkat antar muka elektronik. Perangkat ini merupakan bagian dari sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). SCADA pada umumnya terdiri dari Master Terminal Unit (MTU) yang memonitor dan mengendalikan dari jarak jauh, MTU mengendalikan Remote Terminal Unit (RTU) secara otomatis. Data yang ada di MTU kemudian direpresentasikan dengan Human Machine Interfaces (HMI). Tulisan ini menyajikan rancang bangun protipe monitoring dan pengukuran besaran listrik dari sebuah generator sinkron menggunakan PLC berbasis LabVIEW. Protipe alat monitoring dan pengu- kuran ini terdiri dari Power Meter SPM-8, Serial Communication Unit (SCU) 41-V1, PLC Omron tipe CJ2M, dan perangkat lunak LabVIEW. Akuisisi data dari Power Meter dilakukan melalui SCU yang di program oleh perangkat lunak CX-Protocol (protocol Modbus), sedangkan eksekusi sequence read/write data dari power meter dilakukan oleh instruksi PMCR yang diprogram dengan perangkat lunak CX- programmer. Untuk menampilkan besaran listrik yang terukur digunakan LabVIEW, data diakses dari memori data PLC. Tujuan dari penelitan merancang protipe alat yang mampu memonitor dan mengukur besaran listrik secara realtime dengan LabVIEW dengan error ± 5% dari nilai yang terukur di Power Meter. Berdasarkan hasil pengujian error pengukuran rata-rata di LabVIEW lebih tinggi 1,24%, sehingga alat yang dibuat sudah sesuai dengan spesifikasi yang ingin dicapai.
Analisa Beban Section untuk Menentukan Alternatif Manuver Jaringan Distribusi 20 kV Penyulang BRG-3 PT PLN (Persero) Unit Layanan Salatiga
Firdaus, Akhmad Jamaah
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keandalan suatu sistem tenaga listrik berkaitan dengan kualitas dan kontinyuitas penyaluran dayanya. Kualitas listrik diukur bedasarkan dua hal, yaitu tegangan dan frekuensi. Sedangkan kontinyuitas penyaluran daya listrik ditandai dengan pasokan daya yang terus menerus atau dengan kata lain meminimalisir pemadaman. Salah satu yang berpengaruh di dalam kontinyuitas penyaluran daya listrik adalah pemilihan jenis konfigurasi jaringan. Konfigurasi Radial yang sederhana diangap tidak dapat memenuhi keandalan suatu sistem distribusi oleh karena itu dibuat bentuk variasinya berupa Konfigurasi Loop (SPLN No.59 Tahun 1985). Konfigurasi Loop merupakan gabungan dari dua buah struktur jaringan radial, dimana pada ujung dari dua buah jaringan di pasang sebuah saklar (switch) berupa ABSW atau LBS. Untuk meningkatkan keandalan suatu jaringan, sebuah penyulang dipisahkan ke dalam bagian-bagian tertentu yang disebut dengan section. Section merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh peralatan pemisah seperti ABSW, LBS, maupun Recloser. Section berfungsi untuk meninimalisir daerah padam saat dilakukan manuver jaringan. Manuver jaringan merupakan serangkaian kegiatan modifikasi terhadap operasi normal dari jaringan akibat adanya gangguan/pekerjaan jaringan sehingga tetap tercapainya kondisi penyaluran tenaga listrik yang maksimal. Di dalam melakukan manuver jaringan perlu diperhatikan kapasitas peralatan jaringan berkaitan dengan beban maksimal yang dapat dipikul, seperti PMT dan Recloser. Selain itu, di dalam melakukan manuver direkomendasikan untuk memilih penyulang dengan rugi-rugi saluran paling kecil sehingga daerah padam dapat diminimalisir namun kualitas listrik tetap dapat dipertahankan. Bagi penyulang BRG-3 terdapat alternatif yang berbeda untuk setiap kondisi section yang padam. Jika section-section yang berada pada zone 1 atau daerah sepanjang PMT hingga Recloser pertama padam, urutan altenatif manuvernya melalui penyulang BRG-7, BRG-1 dan BRG-2. Sedangkan jika zone 2 padam, urutan altenatif manuvernya melalui penyulang BRG-1, BRG-4 dan BRG-2.
Kinerja Precoding pada Downlink MU-MIMO
Pramono, Subuh
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Multiuser pada downlink MU MIMO mengakibatkan multiuser interference (MUI). Precoding linier merupakan salah satu bagian dari sistem transmiter untuk mengatasi MUI tersebut. Pengurangan MUI melalui pemilihan matrik precoding yang orthogonal untuk user 1 dengan user lainnya. Penerapan precoding mensyaratkan informasi channel state indicator ditransmiter yang didapat dari feedback yang dikirim user. Informasi CSI yang didapat akan memberikan informasi mengenai kondisi kanal saat itu, Selain itu, CSI melalui informasi MCS akan memberikan level modulasi dan coding yang optimal untuk menghasilkan kapasitas yang optimal. Linier precoding meningkatkan kinerja bit error rate dan menaikan kapasitas sistem. MMSE menghasilkan kinerja dan kapasitas terbaik dibanding BD dan SO. MMSE dengan BER 10 -4 menghasilkan precoding gaining ± 1,5 dB terhadap BD dan ± 2,3 dB terhadap SO. Untuk SNR 8 dB, MMSE menghasilkan kapasitas ± 7,5 b/Hz/s.
Penghematan Biaya Operasional Kegiatan Pembelajaran Dilandasi Langkah Audit Energi Listrik pada Gedung Kelas dan Laboratorium Jurusan Teknik Elektro Polines
Pasisarha, Daeng Supriyadi;
Santoso, Ari;
Juwarta,
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyelenggaraan pembelajaran yang melibatkan pemanfaatan gedung kelas dan gedung laboratorium perlu didukung oleh informasi jelas keragaman fungsional gedung beserta perlengkapan kelistrikannya. Tindakan dan langkah strategis operasional perlengkapan kelistrikan perlu dilandasi oleh kondisi nyata kecenderungan pemakaian energi listrik untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Pola pemakaian energi listrik dalam kegiatan pendidikan pada gedung kelas dan gedung laboratorium dikenali berdasarkan pengukuran besaran listrik. Metode pengukuran langsung di lapangan dan metode deskriptif kasuistik digunakan untuk mengevaluasi profil pemakaian listrik dan intensitas konsumsi energi listrik pada gedung kampus Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang.
Peningkatan Efisiensi Penggunaan Energi Listrik untuk Pencahayaan di Ruang Laboratorium Listrik dengan LHE
Widiarto, Eko
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan lampu hemat energi (LHE) pada suatu bangunan, adalah untuk memberikan pencahayaan buatan pada suatu bangunan baik pada siang hari maupun pada malam hari. Selain dari itu untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik. Dalam penelitian ini dibahas mengenai seberapa besar peningkatan efisiensi energy listriknya, jika di ruangan laboratorium listrik sumber pencahayaan yang semula menggunakan luminaire V. Shape 2 x TL 58W, diganti dengan LHE 45W. Jalannya penelitian diawali dengan pengukuran kondisi exsisting, tingkat pencahayaan di ruang laboratorium, pengujian kinerja luminaire dengan menggunakan satu sampel dan pengujian kinerja LHE (menggunakan 5 sampel merk berbeda), dan perancangan sistem pencahayaan di ruang laboratorium listrik dengan mengunakan LHE. Setelah dilakukan penelitian konsumsi daya kondisi exsisting adalah 3136W, jika menggunakan LHE konsumsi dayanya 668 W ada penghematan sebesar 2468 W atau 79%, sedang pemakaian energi listrik pertahun sebesar 4.892,28 KWh, jika menerapkan LHE pemakaian energinya 1.043 KWh, ada penghematan sebesar 3849 KWh per tahun atau 79 %.
Segmentasi Citra Batik Berdasarkan Fitur Tekstur Menggunakan Metode Filter Gabor dan Klustering
Murinto, ;
Aribowo, Eko
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Batik merupakan salah satu cara pembuatan pakaian yang menggunakan teknik pewarnaan kain. Teknik yang digunakan menggunakan âmalamâ untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Batik juga bisa dikatakan mengacu pada suatu kain yang dibuat dengan teknik pewarnaan dengan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan tertentu. Segmentasi dan klasifikasi citra merupakan langkah awal dalam proses akuisisi atau analisis suatu citra. Aplikasinya antara lain dalam bidang machine vision, pengenalan wajah, analisis citra medik, industri tekstil (batik) dan lain sebagainya Tujuan utama segmentasi citra adalah membagi citra ke dalam bagian-bagian wilayah yang mempunyai kesamaan fitur antara lain : tingkat keabuan , tekstur, warna, gerakan. Terdapat beberapa metode ekstraksi fitur tekstur untuk segmentasi citra antara lain metode Gray Level Co-Occurence Matrix (GLCM), metode filter Gabor dan metode transformasi wavelet. Dalam penelitian ini digunakan citra batik Pekalongan. Proses segmentasi citra didasarkan pada fitur tekstur dengan menggunakan metode tak terawasi dalam konsep klustering. Metode klustering yang digunakan adalah metode K-means, sedangkan metode ekstraksi fitur menggunakan filter Gabor.
Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Pencurian Buku Perpustakaan Berbasis RFID
Mardiyono, ;
Hestiningsih, Idhawati;
Iswanti, ;
Yudantoro, Tri Raharjo;
Muqorrobin, Muhammad
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem mandiri pada perpustakaan berbasis RFID memerlukan pendeteksian status buku yang keluar dari perpustakaan. Sistem pendeteksi konvensional mempunyai fitur mencatat tag buku yang tercuri sekaligus mengaktifkan alarm. Hal ini belum bisa mengetahui wajah pelaku apabila tindak pencurian dilakukan diluar jam kantor atau ketika tidak ada petugas. Makalah ini membahas tentang pembangunan sistem pendeteksi pencurian yang dilengkapi dengan perekaman wajah pelaku yang dapat disimpan dalam pangkalan data untuk keperluan analisis dan penyelidikan. Arsitektur sistem terdiri dari beberapa modul meliputi pemroses data tag, pemroses video, pengecek tag illegal, monitoring video, pemutar video, sistem alarm, perekam video, dan pangkalan data video. Pengetesan dilakukan dengan melewatkan 1 tag legal dan 1 tag illegal pada reader RFID. Hasil menunjukan bahwa sistem mampumendeteksi tag ilegal (buku tercuri) dan memicu sistem alarm dan perekaman video. Penerapan sistem ini akan mencegah terjadinya tindak pencurian dan membatu dalam penyelidikannya.