cover
Contact Name
Ni Putu Diantariani
Contact Email
jurnalkimia@unud.ac.id
Phone
+628123640424
Journal Mail Official
jurnalkimia@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Jimbaran, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 19079850     EISSN : 25992740     DOI : 10.24843/JCHEM
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) publishes papers on all aspects of fundamental and applied chemistry. The journal is naturally broad in scope, welcomes submissions from across a range of disciplines, and reports both theoretical and experimental studies.
Articles 518 Documents
PENGARUH KONSENTRASI GELLING AGENT TERHADAP DIFUSI SEDIAAN GEL VITAMIN C DENGAN METODE SEL DIFUSI FRANZ N. K. A. Meiantari; I. A. S. Deviyanti; N. K. N. A. Ari; M. D. Abimanyu; N. P. D. K. Dewi; N. K. Sriani; N. N. S. M. Arwanawati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p02

Abstract

Difusi didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan molekul karena adanya perbedaan kosentrasi molekul melalui suatu membran semipermeable. Uji difusi sediaan gel vitamin C bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jumlah gelling agent terhadap difusi vitamin C. Uji difusi sediaan vitamin gel dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz serta kadar dianalisis dengan metode titrasi iodometri. Bedasarkan hasil diperoleh bahwa dalam waktu 5,10, 20 dan 30 menit, jumlah terdifusi sediaan gel vitamin C 1% berturut-turut yaitu 378,5 mg; 108,71 mg; 223,33 mg; 3442,13 mg sementara untuk sampel 2% yaitu 269 mg; 431,64 mg; 475,07 mg; 574,11 mg dan untuk sampel 3% yaitu 543 mg; 594,08 mg; 646,27 mg; dan 700,77 mg. Bedasarkan hal tersebut pelepasan dari sediaan gel vitamin C sebanding dengan waktu yang diberikan, semakin lama waktu yang diberikan maka pelepasan sedian gel vitamin C semakin meningkat. Dapat disimpulkan, pengaruh dari jumlah gelling agent terhadap difusi sediaan gel vitamin C adalah semakin tinggi konsentrasi gelling agent maka semakin meningkat kadar pada kompartemen reseptor yang diperoleh. Kata kunci : difusi, kosentrasi, gelling agent, gel vitamin C
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DARI EKSRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) I W. Suirta; I. A. R. Astitiasih
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p14

Abstract

Virgin coconut oil has been made by using papaya leaf extract as a source of the papain enzyme. Papaya leaf extraction with maceration used ethanol 95% as solvent. The crude ethanol extract was purified by means of gradient column chromatography using hexane, diethyl ether and ethanol as solvents. The results showed that using papaya leaf extract could significantly increase the quantity of VCO. Coconut milk cream without treatment (negative control) obtained 3.0042 ± 0.046g of VCO, while treatment with papaya leaf extract gained 6,039 ± 0.049 - 7,952 ± 0.031g of VCO, an increase of about 97.5% - 161%. Based on the medium chain saturated fatty acids (MCFA) and long chain saturated fatty acids (LCFA) in VCO, it indicated that the quality of VCO obtained was not good. VCO in diethyl ether fraction and crude extract etanol produced yellow VCO, indicating chlorophyll was still there. Etanol fraction of VCO provided the best quality with the most of lauric acid content and clear color. The VCO components identified using GCMS analysis obtained several fatty acids such as capric acid, lauric acid, myristic acid, palmitic acid, oleic acid, stearic acid, and stearic epoxy. Keywords: virgin coconut oil, papain enzyme, papaya leaf extract Telah dilakukan pembuatan virgin coconut oil dengan ekstrak daun pepaya sebagai sumber enzim papain. Proses ekstraksi daun pepaya dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Ekstrak kasar etanol hasil maserasi dimurnikan dengan cara kromatografi kolom elusi gradient menggunakan pelarut heksana, dietil eter, dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan dapat meningkatkan kuantitas VCO. Krim santan tanpa perlakuan (kontrol negatip) didapatkan berat VCO 3.0042±0,046g, sedangkan dengan ekstrak daun pepaya diperoleh berat VCO 6.039±0,049g – 7.952±0,031g, terjadi kenaikan sekitar 97,5% - 161%. Berdasarkan kandungan asam lemak rantai medium dan asam lemak rantai panjang pada VCO, menunjukkan bahwa kualitas VCO yang diperoleh masih kurang baik. Krim santan dengan daun pepaya fraksi dietil eter dan ekstrak kasar etanol menghasilkan VCO berwarna kuning yang mengindikasikan masih terdapat klorofil. VCO fraksi etanol yang memberikan kualitas paling baik dengan kandungan asam laurat paling banyak dan berwarna bening. Komponen VCO yang teridentifikasi dari analisis GCMS diperoleh beberapa asam lemak seperti: asam kaprat, asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam oleat, asam stearat, dan epoksi stearat. Kata kunci: virgin coconut oil, enzim papain, ekstrak daun pepaya
itu PRODUKSI HIDROLISAT PROTEIN ANTIOKSIDAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK PROTEIN KULIT AYAM BROILER DENGAN ENZIM PAPAIN N. M. Puspawati; P. P. Dewi; N. W. Bogoriani; N. K. Ariati
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan hidrolisat protein yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatik protein kulit ayam dengan menggunakan variasi konsentrasi enzim papain. Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim 1, 3,dan 5% (b/b protein), pada pH 7, suhu 50oC dan waktu hidrolisis 24 jam. Parameter yang diukur meliputi derajat hidrolisis, persen peredaman radikal DPPH (diphenylpicryl hidrazyl), dan komposisi asam amino hidrolisat protein yang paling aktif antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan konsentrasi enzim yang berbeda menghasikan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis dan persen peredaman DPPH yang berbeda. Penggunaan konsentrasi enzim papain 1, 3, dan 5% menghasilkan hidrolisat protein dengan derajat hidrolisis berturut-turut sebesar 9,3±1,8, 18,09±5,6, dan 23,15±6.33%, dan persentase hambatan radikal DPPH pada konsentrasi uji 100 ppm berturut-turut sebesar 16,75±0,07, 58,35±0,00, dan 52,99±0,07%. Hidrolisat protein yang diperoleh menggunakan enzim papain 3% (b/b protein) menunjukkan persen peredaman tertinggi dengan nilai IC50 92,98 ppm, memiliki komposisi asam amino tertiggi asam glutamat dan terendah valine. Kata kunci: antioksidan, enzim papain, hidrolisat protein, kulit ayam This study aimed to determine the antioxidant activity of protein hydrolyzate produced from the enzymatic hydrolysis of chicken skin protein by using variations of the enzyme papain concentration. The hydrolysis process was carried out with variations in the concentration of the enzymes 1, 3, and 5% (w/w protein base), at pH 7, temperature 50oC, and hydrolysis time 24 hours. The parameters measured including degree of hydrolysis, percentage of inhibition of DPPH radical (diphenylpicryl hydrazyl) and amino acid composition of the protein hydrolyzate with the highest antioxidant activity. The results showed that the use of different enzyme concentrations resulted in protein hydrolyzate with different degrees of hydrolysis and percentage of inhibition of DPPH. The use of papain enzymes 1, 3, and 5% produced protein hydrolyzate with the degree of hydrolysis of 9.3 ± 1.8, 18.09 ± 5.6, and 23.15 ± 6.33%, and the percentage of inhibition of DPPH radical at a concentration of 100 ppm 16.75 ± 0.07, 58.35 ± 0.00, and 52.99 ± 0.07% respectively. Protein hydrolyzate obtained using the enzyme papain 3% (w/w protein) exhibited the highest percentage of inhibition of DPPH with an IC50 value of 92.98 ppm, having the highest amino acid composition of glutamic acid and the lowest valine. Keywords: antioxidant, enzyme papain, protein hydrolyzate, chicken skin
FORMULASI TABLET UMBI BAWANG MERAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA N. K. N. A. Ari; A. S. S. Nahak; I. G. A. G. C. A. Prabawa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p15

Abstract

Umbi bawang merah (Allium cepa L.) dapat digunakan sebagai obat diabetes mellitus karena mengandung senyawa flavonoid yang bersifat hipoglikemia. Umbi bawang merah diformulasikan menjadi sediaan tablet untuk menghasilkan manfaat dari segi kepraktisan dan ketepatan dosis terapi. Bahan pengikat sangat berperan penting dalam mengikat partikel menjadi suatu granul dan granul nantinya menjadi suatu tablet yang kompak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang baik untuk tablet antidiabetes ekstrak umbi bawang merah. Ekstrak umbi bawang merah diperoleh dari proses maserasi dengan etanol 96% selama 3 hari, kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator. Sebelum diekstraksi dilakukan standarisasi simplisia yang meliputi penentuan susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Ekstrak kemudian di standarisasi (kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam) serta dilakukan skrinning fitokimia yang menunjukan hasil positif (+) terhadap steroid dan triterpenoid, saponin, tannin, dan flavonoid. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan bahan pengikat PVP 3%, 4%, dan 5%. Sifat fisik granul yang diuji meliputi waktu alir, sudut diam, indeks kompresibilitas dan uji distribusi ukuran partikel. Tablet dianalisis sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, dan kerapuhan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengikat yang digunakan mempengaruhi sifat fisik dari tablet. formula yang memenuhi persyaratan uji sifat fisik tablet adalah PVP pada konsentrasi 5%. Kata kunci: Allium cepa L., bahan pengikat, PVP, ektrak umbi bawang merah, tablet
FORMULASI DAN UJI PELEPASAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DENGAN POTENSI ANTIJERAWAT N. P. Y. A. Dewi; N. L. G. W. Pebriani; P. A. Duarsa; P. C. I. Warnaya; I. D. A. A. D. Candraningrat; C. I. S. Arisanti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p03

Abstract

Guava leaves contain quercetin which can inhibit the growth of Propionibacterium acne. Thus, guava leaves have the potential to be anti-acne. Based on the benefits of guava leaves, it is necessary to formulate the ethanol extract of guava leaves in cream preparation and its characterization as well as to know the rate of releasing active substances. Preparation and standardization of guava leaf simplicia was carried out. After that, maceration, standardization and phytochemical screening of guava leaf ethanol extract were done. Positive extracts containing flavonoids were formulated into cream preparation. The concentration of stearic acid as emulgator of 14% and 18% was optimized. The formula was tested for physical and chemical properties such as organoleptic, spreadability, adhesion, viscosity and pH. The optimum formula was characterized using Franz diffusion test to determine the release of the active substance. The results showed that concentration of stearic acid as emulgator influenced the physical and chemical properties of the cream. Based on the results of this study it could be concluded that the optimum formula was stearic acid concentration of 14% with the release active substances for 3 hours of 2,5882 mg. Keywords: Guava leaves, acne, cream, stearic acid, diffusion
ESTERIFIKASI DAN DEASIDIFIKASI MINYAK JELANTAH PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS ABU TONGKOL JAGUNG R. E. Y. Adu
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p09

Abstract

Esterifikasi dan deasidifikasi minyak jelantah melalui netralisasi alkali sebelum pembuatan biodiesel menggunakan abu tongkol jagung sebagai alternatif katalis basa telah dilakukan untuk menurunkan kandungan asam lemak bebas hingga memenuhi kondisi transesterifikasi yang diinginkan. Esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak jelantah dan metanol dengan rasio volume tertentu dan katalis asam(H2SO4) pada suhu 50oC selama 4 jam. Deasidifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan NaOH 0,5 N (alkali berlebih sebanyak 15%) pada suhu 60oC selama 30 menit.Esterifikasi minyak jelantah menggunakan katalis asam sebelum transesterifikasi dengan katalis abu tongkol jagung meningkatkan efisiensi konversi asam lemak bebas secara signifikan (92,69%) pada kondisi rasio volume metanol/minyak 25% dan konsentrasi katalis asam 0,5 % selama 4 jam reaksi. Deasidifikasi minyak hasil esterifikasi yang memiliki konten FFA 2,29 mg KOH/g minyak melalui netralisasi alkali pada suhu 55oC menggunakan konsentrasi alkali 0,8 N menurunkan konten asam lemak bebas hingga 0,47 mg KOH/g minyak. Hasil analisis terhadap hasil transesterifikasi menunjukkan bahwa komponen biodiesel dari minyak jelantah didominasi oleh asam lemak tak jenuk ganda (asam linoleat/ C18-2), asam lemak tak jenuh tunggal (asam palmitat/ C16-1 dan asam oleat/ C18-1) dan asam lemak jenuh (palmitat/ C16-0 dan asam stearat/ C18-0). Uji kualitas biodiesel dari minyak jelantah memenuhi standar kualitas biodiesel SNI 7182:2015 untuk parameter densitas, viskositas, angka asam, angka penyabunan, angka iodin dan setana. Tahapan esterifikasi dan netralisasi efektif dalam mereduksi konsentrasi asam lemak bebas minyak jelantah sebelum digunakan pada tahap transesterifikasi dengan katalis abu tongkol jagung. Kata kunci: esterifikasi, netralisasi, alkali, minyak jelantah, biodiesel, abu tongkol jagung
DETEKSI FORMALIN DAN LOGAM BERAT PADA IKAN SEGAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA KUPANG A. T. Lema; J. M. Jacob
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p07

Abstract

Dewasa ini penggunaan formalin sebagai pengawet pada ikan sering dijumpai di masyarakat. Selain itu, konsumsi produk olahan ikan segar yang mengandung logam berat akan berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit baik jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku masyarakat, mendeteksi adanya formalin serta menganalisis kadar Pb, Cd dan Hg pada ikan Belang Kuning, Tongkol dan Kembung. Metode deteksi kualitatif formalin menggunakan pereaksi Schiff berdasarkan reaksi perubahan warna sampel menjadi merah-keungunan, sedangkan secara kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri berdasarkan reaksi antara formaldehid dengan pereaksi Nash yang menghasilkansenyawa kompleksberwarna kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% masyarakat kota Kupang sebagai belum mengetahui tentang formalin dan ciri-ciri ikan yang berformalin. Uji kualitatif pada 9 sampel memberikan hasil positif formalin pada 2 sampel ikan, sedangkan 7 sampel lainnya memberikan hasil negatif. Sedangkan uji kuantitatif menunjukkan kadar formalin terbesar pada sampel ikan di pasar Oesapa sebesar 3,36 ppm pada ikan tongkol dan 1,26 ppm pada ikan kembung. Kandungan logam berat tertinggi yaitu Hg dengan range konsentrasi 1,00-1,60 ppm untuk semua jenis ikan dari 3 sumber pasar. Kata kunci: formalin, logam berat, ikan segar, pasar, Kota Kupang
AKTIVITAS EFFECTIVE MICROORGANISMS (EM) DALAM TANAH PERTANIAN ORGANIK YANG TERPAPAR KLORPIRIFOS D. Rizkiyanti; I N. Wirajana; I W. B. Suyasa
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p04

Abstract

Salah satu cara untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terpapar pestisida, seperti klorpirifos adalah dengan bioremediasi menggunakan Effective Microorganisms (EM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan mikroba EM dan aktivitas enzim pendegradasi klorpirifos dalam sampel tanah pertanian organik.Tanah pertanian organik yang digunakan sebelumnya telah terpaparEM dalam jangka waktu yang lama. Sampel tanah ini dibagi menjadi dua perlakuan, yaitu disterilkan dengan autoklaf dan tidak disterilkan (agar mikroba indigenous tetap hidup). Kedua sampel tanah ini selanjutnya ada yang tidak dan ditambahkan EM dengan waktu inkubasi 3, 5, dan 7 hari. Mikroba EM dapat bertahan terhadap paparan klorpirifos sampai konsentrasi 56 ppm. Fenomena aktivitas enzim pendegradasi klorpirifos sebesar 0,017 U/mL selama waktu inkubasi 7 hari dengan penurunan kadar klorpirifos sebesar 16,65% ditemukan pada sampel tanah steril dengan penambahan EM. Aktivitas enzim pendegradasi klorpirofos tertinggi, yaitu sebesar 0,039 U/mL selama waktu inkubasi 3 hari, dengan penurunan kadar klorpirifos sebesar 74,11% ditemukan pada sampel tanah tidak steril. Penurunan kadar klorpirifos tertinggi terdapat pada sampel tanah tidak steril sebesar 80,04% dengan waktu inkubasi 5 hari. Kata Kunci: klorpirifos, bioremediasi, mikroba EM (Effective Microorganisms)
OPTIMASI PROPILENGLIKOL DALAM FORMULASI SIRUP EKSTRAK RIMPANG JAHE SEBAGAI OBAT BATUK A. I. Artania; I K. G. G. G. Harta; G. W. A. P. Pratama; N. P. A. S. Ayu; I. G. A. P. Sukmarani; C. I. S. Arisanti
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 14, No. 2 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2020.v14.i02.p12

Abstract

Ginger (Zingiber officinale) has a pharmacological effect to be an antitussive which has been proven empirically and through in vivo activity testing. The use of ginger directly has a spicy and bitter taste, so it is not very popular. Based on this, it is necessary to formulate it into syrup preparation which has met the physical stability test to obtain the best formula. In this study, ginger rhizome water extract that had been standardized and screened was formulated into syrup preparations. The formulation was carried out by optimizing the amount of propylene glycol as co-solvents and anti-cap locking which was 15, 20, and 25% of syrup preparation. The results showed that the concentration of propylene glycol in ginger rhizome extract syrup preparation affected the physical stability of the preparation. The three formulas obtained have not met the physical stability tests (pH and viscosity), but formula 3 with 25% of propylene glycol was the optimum formula of ginger rhizome syrup. Keywords: Antitussives, Ginger (Zingiber officinale), Syrup, Propylenglycol, Viscosity Rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki efek farmakologi sebagai antitusif yang telah dibuktikan secara empiris dan melalui uji aktivitas secara in vivo. Penggunaan jahe secara langsung memiliki rasa pedas dan getir sehingga tidak begitu disukai. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diformulasikan ke dalam sediaan sirup yang telah memenuhi uji kestabilan fisik untuk memperoleh formula terbaik. Pada penelitian ini, ekstrak air rimpang jahe yang telah terstandar dan telah dilakukan skrining diformulasikan menjadi sediaan sirup. Formulasi dilakukan dengan optimasi jumlah propilen glikol yaitu 15, 20, dan 25% sebagai kosolven dan anti-caplocking terhadap sediaan sirup. Hasil yang diperoleh adalah konsentrasi propilenglikol dalam sediaan sirup ekstrak rimpang jahe berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan. Tiga formula yang dikerjakan belum memenuhi persyaratan uji kestabilan fisik, namun formula 3 dengan 25% propilen glikol merupakan formula terbaik dari sirup rimpang jahe. Kata kunci: Antitusif, Rimpang jahe (Zingiber officinale), Sirup, Propilenglikol, Viskositas
POTENSI EKSTRAK AIR DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii) DALAM MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS WISTAR HIPERKOLESTEROLEMIA I M. O. A. Parwata; I. A. R. A. Asih; I W. A. Kartika
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 15, No.1, Januari 2021
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2021.v15.i01.p14

Abstract

Radikal bebas berlebih dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam penyakit degenerative yang berbahaya, salah satunya dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dapat meredam radikal bebas yang merusak sel dalam tubuh. Gaharu (Gyrinops versteegii) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena aktivitasnya sebagai senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi ekstrak air daun gaharu (Gyrinops versteegii) dalam menurunkan kadar kolesterol total dalam darah tikus wistar yang hiperkolesterolemia. Metode penelitian yang digunakan adalah One-group Pretest-Posttest Design, untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada darah tikus. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air daun gaharu dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah tikus wistar yang hiperkolesterolemia dengan nilai rata-rata secara berturut-turut yaitu: 34,6 ; 43 ; dan 72,2 mg/dL. Kata kunci: Gyrinops versteegii, hiperkolesterolemia, kolesterol total. ABSTRACT Excessive free radicals in the body can cause various kinds of dangerous degenerative diseases, which one of them is hypercholesterolemia. Compounds having antioxidant activity can reduce free radicals that damage cells in the body. Agarwood (Gyrinops versteegii) is widely used as traditional medicine because of its activity as an antioxidant compound. The purpose of this study was to determine the potential of water extract of agarwood (Gyrinops versteegii) leaves in reducing the total cholesterol in the blood of hypercholesterolemic wistar rats. The research method used was One-group Pretest-Posttest Design, to determine clearly the decrease in total cholesterol in the blood of rats. The results of the study after treatment showed that the water extract of agarwood leaves at a dose of 50, 100, and 200 mg/kg BW could reduce the total cholesterol levels in the blood of hypercholesterolemic wistar rats by an average value of 34.6; 43; and 72.2 mg/dL, respectively. Keywords: Gyrinops versteegii, hypercholesterolemia, total cholesterol.