cover
Contact Name
Fajar
Contact Email
fajarjatinugroho@gmail.com
Phone
+6281226035613
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BANGUN REKAPRIMA
ISSN : 24432709     EISSN : 25413899     DOI : http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima
Bangun Rekaprima: Jurnal Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora as an information container that contains articles about the field of science consisting of results of research, literature review, review of books, journal reviews, popular scientific knowledge, results of translations, and other related texts. The articles of this journal are published every six months, that is on April and Oktober (2 issues per year), and published by Politeknik Negeri Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019" : 9 Documents clear
Bahan Ajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang Sulaiman, Sriwahyuningsih; Suroso, Suroso; Wahyumi, Puji; Mahmudi, Wildana Latif; Yusetyowati, Yusetyowati
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.941 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1408

Abstract

Bahan ajar Bahasa Inggris adalah modul mata kuliah Bahasa Inggris yang berisi seperangkat materi yang disusun secara sistematis dengan menggunakan cara pandang bervisi SETS (Science, Environment, Technology, Society) dengan aplikasi berbagai materi pada mata kuliah lain sehingga memungkinkan tercipta lingkungan/suasana belajar yang dapat mempermudah mahasiswa untuk belajar lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris dengan model pembelajaran bervisi SETS yang sesuai untuk mahasiswa teknik, khususnya Teknik Sipil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan R&D (Research and Development). Penelitian pengembangan digunakan untuk mendesain produk atau prosedur baru yang teruji secara sistematis di lapangan, dievaluasi, dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi kriteria efektivitas, kualitas atau kemiripan dengan suatu standar. Secara keseluruhan bahan ajar bahasa Inggris bervisi SETS yang disusun didalam penelitian ini mempunyai keterkaitan yang sangat baik yaitu tingkat keterkaitannya dengan mata kuliah lain yang ada di dalam kurikulum.
Cover, Daftar Isi, Dari Redaksi Dari Redaksi, Cover Daftar Isi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.995 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1403

Abstract

Cover, Daftar Isi, Dari Redaksi
Upaya Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop Khasanah, Sri
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.058 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1409

Abstract

Kurikulum berbasis kompetensi menggunakan acuan kriteria dalam penilaian, mengharuskan pendidik dan satuan pendidikan menetapkan kriteria minimal yang menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang dapat memberikan informasi tentang penetapan kriteria ketuntasan minimal yang dilakukan di satuan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan Peningkatan Kinerja Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop di SDN 2 Jambu. Subjek penelitian: 6 orang guru SDN 2 Jambu. Strategi penyelesaian masalah yang digunakan adalah melalui workshop. Penilaian kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SDN 2 Jambu dapat dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan guru dalam kegiatan workshop. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa, workshop sangat efektif untuk meningkatkan kinerja guru dalam menetapkan KKM, karena guru memiliki kesempatan mendiskusikan secara bersama-sama untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan berdasarkan keadaan di lapangan, kemudian dapat memperbaikinya atau melakukan tindak lanjut pada siklus berikutnya secara terus menerus apabila masalah belum terselesaikan. Simpulan yang diperoleh: Pelaksanaan tindakan siklus I sesuai observasi melalui rubrik penilaian KKM, nilainya mencapai nilai 120, yang berarti berada pada kategori baik. Sedangkan pada siklus II hasil observasi melalui rubrik penilaian KKM, nilainya mencapai nilai 156, yang berarti berada pada kategori sangat baik. Oleh karena itu guru perlu selalu mengasah diri dalam menguasai langkah-langkah penetapan KKM dan mengaplikasikannya dalam pelaksanaan dan penilaian pembelajaran.
Peningkatan Produktivitas Kerja Melalui Penerapan Program K3 Di Lingkungan Konstruksi Rahmawati, Nur Aini Faridah; Martono, Martono; Sugiharto, Sugiharto; Setyono, Karnawan Joko; Parhadi, Parhadi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.327 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1404

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Faktor utama yang menjadi tulang punggung suatu pekerjaan adalah manusia, dalam hal ini adalah para pekerja. Dengan adanya penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mengubah pola pikir para pekerja dan membangkitkan kesadaran dari dalam diri para pekerja bahwa pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Maka dari itu mengingat bahwa adanya bahaya potensi risiko kerja di bidang jasa konstruksi maka masyarakat supaya untuk senantiasa menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan berpotensi untuk meningkatkan Produktivitas kerja bagi para pekerja. Penerapan program K3 yang di lakukan oleh PT. Sinar Cerah Sempurna Semarang dalam pembangunan gedung penunjang pelayanan RSUP Dr.Kariadi antara lain dimulai dari Project Safety Review, Safety Inspection, Pemasangan rambu-rambu proyek, Safety morning, Kelengkapan Alat Pelindung Diri, Pemasangan Safety Nett, Pemasangan Safety Line, Pemasangan lampu penerangan hingga Kebersihan Area proyek. Kegiatan Penerapan Program K3 ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi para pekerja dibidang konstruksi.
Model Pembelajaran Scramble Untuk Pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Menghargai Keputusan Bersama Sodikun, Sodikun
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.429 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1410

Abstract

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), siswa dituntut untuk mencatat materi, mengerjakan LKS, atau mengerjakan soal dari guru. Kegiatan-kegiatan tersebut belum membuat siswa dapat berpikir kritis dan kreatif sesuai dengan tujuan pada pembelajaran PKn. Padahal mata pelajaran PKn membutuhkan pemahaman materi dengan baik karena luasnya kompetensi yang dipelajari oleh siswa. Maka, siswa perlu diberikan kesempatan untuk menggunakan model pembelajaran yang lain pada proses pembelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dengan menggunakan model pembelajaran scramble untuk siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil tes dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran scramble , pada siklus pertama belajar menghargai keputusan bersama belum mencapai hasil yang diharapkan sehingga dapat ditingkatkan pada siklus kedua. Data uji dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai nilai ≥75 sebesar 71,43% pada siklus pertama dan meningkat menjadi 85,71% pada siklus kedua. Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi setelah adanya perbaikan tindakan pada siklus kedua yaitu guru membagi kelompok menjadi lebih jelas, anggota kelompok diperkecil jumlahnya, dan pemberian reward kepada siswa yang tenang. Tindakan diberhentikan pada siklus kedua karena telah mencapai kriteria keberhasilan.
Rancang Bangun Prototype Mesin Friction Welding Pujono, Pujono
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.007 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1405

Abstract

Las gesek (friction welding) merupakan sebuah metode pengelasan yang memanfaatkan tenaga mekanik menjadi energi panas. Proses pengelasan akan terjadi dengan memanfaatkan panas yang muncul akibat gesekan. Untuk memperbesar panas yang terjadi, benda yang dilas tidak hanya diputar, tetapi juga ditekan satu terhadap yang lain. Pembuatan mesin ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan membuat konstruksi dan perancangan yang benar agar dihasilkan mesin friction welding yang mampu menyatukan komponen. Komponen yang akan disambung berbahan dasar nylon. Metode yang digunakan adalah input desain/identifikasi masalah, pembuatan konsep desain, pemilihan ide terbaik, perhitungan elemen mesin, pembuatan drawing, produksi/pembuatan mesin dan pengujian mesin. Hasil dari rancang bangun didapatkan hasil sebagai berikut mesin menggunakan motor penggerak 1 HP, dengan putaran 1450 rpm, diameter poros minimal adalah 24,75 mm, pulley yang digunakan adalah pulley bertingkat dengan diameter berturut-turut 2 x 3 x 4 inchi, sehingga didapatkan variasi putaran 725 rpm,1450 rpm dan 2900 rpm, umur bantalan adalah 21,59 tahun. Mesin friction welding berhasil menyambung dua buah komponen nylon berbentuk silindris dengan diameter 3/4 inchi dan dalam waktu 1 menit.
Penggunaan Metode Pembelajaran Group Investigation Untuk Pengajaran Matematika Widayanti, Anny
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.315 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1411

Abstract

Berdasarkan pengamatan bahwa hasil Ujian Nasional mata pelajaran matematika menduduki ranking terendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Demikian pula yang dialami selama ini dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Negeri Mororejo melalui hasil tes formatif, tes mid semester, maupun tes sumatif hasilnya menduduki rangking terendah dibanding dengan mata pelajaran yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendiskripsikan cara yang efektif dalam pembelajaran matematika tentang menyajikan data ke bentuk tabel, diagram, diagram garis, batang dan lingkaran melalui model pembelajaran group investigation dan membangkitkan motivasi siswa untuk pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus melalui empat tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpulan data, dan tahap refleksi. Pada pelaksanaan pembelajaran pada prasiklus yang hasilnya sangat rendah sebab dari 25 siswa setelah diadakan tes formatif terdapat 11 siswa yang mencapai tingkat ketuntasan belajar (44%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus 1 setelah hasil belajar siswa dianalisis melalui hasil monitoring selama tindakan berlangsung menunjukkan ada 18 siswa telah mampu menguasai materi yang disampaikan dengan baik atau telah mencapai tingkat ketuntasan belajar (72%). Pada siklus 2 terdapat 24 siswa telah mampu mencapai tingkat ketuntasan belajar (96 %) dan 1 siswa belum mampu mencapai tingkat ketuntasan belajar (4 %). Melihat hasil belajar siswa pada siklus 2 nampak sudah melebihi batas kriteria ketuntasan minimal lebih dari 70.
Kajian Pengaruh Kebakaran Terhadap Sifat Karakteristik Bata Beton Geopolimer dari Fly Ash Dan Bottom Ash Limbah PLTU Tanjung Jati Sutarno, Sutarno; Kusdiyono, Kusdiyono; Wahjoedi, Wahjoedi; Mawardi, Mawardi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.604 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1406

Abstract

Bata beton geopolimer adalah batu bata beton yang pembuatannya menggunakan mortar geopolimer. Bata beton geopolimer yang dikaji dibuat dengan memanfaatkan botom ash sebagai agregat pengisi dan fly ash sebagai perekat pengganti semen yang direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2 hingga terjadi polimerisasi yang memiliki sifat merekat. Disisi lain PLTU Tanjung jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, menghasilkan limbah sisa pembakaran batu bara sebagai bahan energi berupa fly ash dan botom ash. Tiap hari volume limbah berupa fly ash dan bottom ash di PLTU Tanjung Jati kurang lebih 1.000 ton perhari dan limbah ini tergolong limbah B3.Upaya mengatasi masalah limbah fly ash dan bottom ash, salah satu alternatif yang di kaji dengan dibuat Bata geopolimer. Fly Ash dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dan botom ash sebagai bahan pengisi, fly ash direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2. menjadi binder kemudian ditambahkan bottom ash kemudian dicetak menjadi benda uji bata beton geopolimer. Bata sebagai benda uji dibuat dengan komposisi; 1 binder : 3 agregat dan 1 binder : 4 agregat, sedangkan untuk bindernya ada 2 variasi yaitu 16 molar dan 18 molar. Benda uji setelah mengeras dengan umur 28 hari kemudian dibakar dengan durasi pembakaran selama 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, setelah proses pembakaran dilanjutkan dengan uji kuat tekan, uji kembang susut volume, dan uji perubahan bobot isi, simpulan dari hasil analisis yang dilakukan adalah: Kuat tekan maximum terjadi pada binder 18 M dengan campuran 1 Fs : 3 Ba memiliki kekuatan 83,5 Kg/cm2; Terjadi peningkatan kuat tekan akibat pembakaran pada semua tipe campuran; Pada campuran 1 fs : 3 Ba peningkatan kuat tekan maximum terjadi pada pembakaran 2 jam dan untuk campuran 1 fs : 4 Ba terjadi peningkatan kuat tekan maximum pada pembakaran selama 1 jam; Tidak ada beda bobot isi benda uji akibat pembakaran untuk semua jenis campuran; Terjadi pengembangan dan retak retak akibat pembakaran.
Perilaku Mekanik Beton Ringan Styrofoam Dengan Variasi Penambahan Abu Sekam Padi Wibowo, Hadi; Setiawan, Dedi Budi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.683 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1407

Abstract

Beton ringan adalah beton yang mempunyai berat jenis yang lebih ringan dibandingkan dengan beton biasa.Beton ringan dapat di artikan sebagai beton yang mempunyai berat jenis yang tidak lebih dari 1600 kg/m3. Penggunaan material lain yang memiliki berat jenis ringan dalam campuran beton akan mengurangi berat beton secara keseluruhan sehingga mengurangi dimensi struktur yang akhirnya didapat struktur yang lebih ekonomis. Styrofoam yang memiliki nama lain polystyrene, begitu banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupannya sehari hari. Abu sekam padi memiliki sifat pozzolan dan dapat bereaksi dengan kapur pada suhu ruang dengan media air dan membentuk senyawa yang bersifat mengikat. Perpaduan styrofoam untuk mendapatkan beton ringan dan penambahan abu sekam padi untuk meningkatkan ikatan beton / kuat tekan beton diharapkan mampu memberikan peningkatan mutu beton ringan yang berarti. Adapun material penyusun beton ringan yang digunakan pada penelitian ini yakni Semen PCC, agregat halus, agregat kasar, air, dan styrofoam dengan perbandingan variasi yang berbeda-beda yakni 10% dan 30% terhadap volume beton serta penambahan abu sekam padi dengan variasi 5%, 10% dan 15% terhadap volume semen. Dari hasilpercobaankuat tekan beton kandungan styrofoam 10% dengan variasi abu sekam 15% yaitu rata rata sebesar 90,79 kg/cm2. Mengalami peningkatan sebesar 3,34%. Dari hasil percobaan uat tekan beton kandungan styrofoam 30% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 67,35 kg/cm2. Mengalami peningkatan sebesar 3,9%. Kuat lentur beton kandungan styrofoam 10% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 3,21MPa meningkat sebesar 6%. Kuat lentur beton kandungan styrofoam 30% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 2,79MPa meningkat sebesar 7%. Beton dengan kandungan styrofoam 30% mempunyai berat per isi rata-rata sebesar1866,67 kg/m3. Artinya beton tersebut bisa dikategorikan sebagai beton ringan karena berat jenisnya kurang dari 1900 kg/m3 seperti yang dipersyaratkan SNI 03 ”“ 1729 ”“ 2002. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat memberi informasi mengenai perilaku mekanik beton ringan dengan tambahan styrofoam dan abu sekam padi. Dapat dijadikan bahan referensi mengenai persentase styrofoam dengan tambahan abu sekam padi yang baik digunakan dalam campuran beton.

Page 1 of 1 | Total Record : 9