cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Penerapan Model Belajar Tuntas (Mastery Learning) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa MI Roudlotul Huda Zulisyanto, Danis
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i1.13739

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah penerapan model belajar tuntas dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas III MI Roudlotul Huda Sekaran kecamatan Gunungpati, Semarang pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas III pada mata pelajaran matematika telah berhasil karena telah tuntas.The purpose of this study is the implementation of learning model completion in an effort to improve student achievement Class III MI Roudlotul Huda Sekaran Gunungpati, Semarang in the even semester of the academic year 2016/2017. The method used is classroom action research with three cycles. Data collection techniques used are observation and test. The results showed that learning by applying the model of learning thorough (mastery learning) in improving student achievement Class III on mathematics subjects have been successful because it has been completed.
Bintang Skala Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Menyelesaikan Soal Konversi Suhu Yusro, Murtiani
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i1.10482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal konversi suhu siswa kelas VIID SMP 2 Undaan Kudus melalui bintang skala. Bintang skala adalah gambar bintang yang didalamnya terdapat perbandingan skala masing-masing thermometer. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Sumber data diperoleh dari peneliti, kolaborator, siswa dan dokumentasi terkait. Teknik pengumpulan data melalui tes, obervasi, wawancara dan angket, sementara alat yang dipakai adalah lembar evaluasi, lembar observasi, pedoman wawancara dan lembar angket. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata skor ketercapaian aktivitas dan rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat. Penelitian ini disimpulkan bahwa bintang skala dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal konversi suhu.This study aims to improve the ability to solve the problem of temperature conversion of students of class VIID SMP 2 Undaan Kudus through star scale. Star scale is a star image in which there is a scale comparison of each thermometer. The data taken in this study is student activity and student learning outcomes. Data sources were obtained from researchers, collaborators, students and related documentation. Techniques of collecting data through tests, observations, interviews and questionnaires, while the tools used are evaluation sheets, observation sheets, interview guides and questionnaires. The results of this study obtained the average score of achievement of activity and the average value of student learning outcomes increased. This study concluded that star scale can improve the ability to solve the problem of temperature conversion.
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP melalui Pelatihan Di SMA N 1 Karangrayung Rachmadi, Denny
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i1.9464

Abstract

Masih banyak guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran kurang persiapan, kebanyakan hanya mengcopi dan ada beberapa sudah menyusun RPP sendiri. Tujuan dalam penelitian tindakan sekolah ini untukmeningkatkankemampuan Guru SMA Negeri 1 Karangrayung dalam menyusun RPP pada Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui Pelatihan. Penelitiandilakukan dalam dua siklus. Hasil pelaksanaan pada siklus I dan II menunjukkan bahwa keseluruhan kompetensi penyusunan komponen RPP sudah meningkat dari sebelum pelatihan 68,9 % meningkat menjadi 93% sesudah diadakannya pelatihan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pelatihan dapat meningkatkan kemampuan Guru SMA Negeri 1 Karangrayung dalam menyusun RPP.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Menemukan Gagasan Utama Paragraf Melalui Teknik Pembelajaran SQCP bagi Peserta Didik Kelas IX-B SMP Negeri 1 Jaken Semester Genap Tahun 2014/2015 Suladi, Slamet
Jurnal Profesi Keguruan Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v2i2.13898

Abstract

The outline for this PTK are how the learning process occur, enhancing learning motivation and enhancing study outcome at finding prime idea of students of 1 Jaken Junior High School class IX-B with SQCP learning technique. The research implementation occur in two cycles. The outcame of research: the learning process of SQCP technique run smoothly, learning motivation of students improve as the SQCP technique is applied, and the average of school grades from cycles I to cycles II are increasing to 4,59. The attainment of students from first cycle to second cycle increase to 20,83%.
Penerapan Model Student Team Achievement Division (Stad) Dengan Media Permainan Ular Tangga (Snakes And Ladders Game) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pada Materi Kerajaan Hindu Budha Pujiono, Eko; Safitri, Indirawati; Utomo, Cahyo Budi
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i2.12273

Abstract

Ketercapaian pengetahuan dalam pembelajaran sejarah memerlukan peran aktif peserta didik agar dalam hasilnya nanti tercapai tidak hanya pengetahuan mendasar tetapi juga pemahaman penuh. Peran serta siswa yang memberikan pengaruh pada hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini penulis berkeinginan mengurai hambatan yang menyebabkan rendahnya hasil belajar dan peran serta siswa dalam pembelajaran. . Berdasarkan kesulitan yang dihadapi peserta didik diatas peneliti merancang sebuah penelitian yang Berjudul Penerapan Model Student Team Achievement Division (STAD) dengan Media Permainan Ular Tangga (Snakes And Ladders Game) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah pada Materi Kerajaan Hindu Budha Siswa Kelas XI IPS 3 Tahun Ajaran 2017/2018 di SMA Negeri 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru sekaligus sebagai peneliti, dalam setiap pertemuannya dibantu oleh 1 orang pengamat , subyek penelitian tindakan ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Semarang pada semester II tahun pelajaran 2017 / 2018 dengan jumlah 29 orang yang terdiri atas 19 siswa laki laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan dan 2 pertemuan. Pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, pendokumentasian serta nilai hasil observasi dan angket. Berdasarkan proses tindakan yang dilaksanakan dalam dua siklus tersebut, dapat diidentifikasi peningkatan nilai kognitif. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus I sebesar 75,86 dan siklus II sebesar 83,58. Hasil perhitungan diperoleh peningkatan rata-rata partisipasi aktif siswa pada siklus I sebesar 77 % menjadi 80 %. Hasil perhitungan untuk motivasi belajar siswa diperoleh hasil pada siklus I sebesar 81% menjadi 86%.
Peningkatan Keterampilan Berpidato Melalui Teknik ATM (Amati Tiru Modifikasi) Berbasis Kartu Acak Pada Peserta Didik Kelas IXd SMP Negeri 2 Banyubiru Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 Budiyanti, Budiyanti
Jurnal Profesi Keguruan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v2i1.10195

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peningkatan kompetensi berpidato dan perubahan perilaku siswa dengan menggunakan model pembelajaran ATM (Amati Tiru Modifikasi) Berbasis Kartu Acak pada Peserta Didik Kelas IX D SMP Negeri 2 Banyubiru semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Pengambilan data nontes berupa pedoman observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil tes berpidato mengalami peningkatan terbukti dari rata-rata tes berpidato 75,83 (siklus I) dan 83,33 (siklus II). Ada perubahan perilaku yaitu keaktifan, tanggung jawab, percaya diri, keberanian dan peserta didik meningkat.
Perlunya Manajemen Pengelolaan Well Being Bagi Pendidik Miswari, Miswari
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i1.14222

Abstract

Pendidik merupakan amanah yang amat strategis dalam menunjang proses dan hasilĀ  pendidikan secara keseluruhan. Bahkan pendidik sebagai gerbang awal yang representatif dalam kondisi dan kinerja pendidikan. Pengaruh positif pendidik di dalam kelas amat sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan dan memandu pemikiran peserta didik yang masih sangat membutuhkan bimbingan menuju pengembangan potensi dirinya. Pendidik bukan hanya transfer of knowledge akan tetapi juga mendidik terkait dengan nilai-nilai, dimana memberikan, menanamkan, dan menumbuhkan nilai pada peserta didik. Maka dari itu, kinerja pendidik berdasar pada kompetensi dan berlandaskan kualitas kepribadian yang harus dapat terwujudkan secara nyata. Kompetensi pendidik dapat mewujudkan kemampuannya dalamĀ  kualitas kepribadian untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikan agar kebutuhan dan tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Well-Being pendidik berkaitan dengan bagaimana seorang pendidik mampu berfungsi positif secara psikologis dalam hidupnya, yang diukur dari enam aspek yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan dalam hidup serta pertumbuhan pribadi. Well-Being pendidik dapat meningkatkan kesadaran kinerjanya lebih tinggi dalam kompetensi dan kewajibannya menjadi seorang pendidik. Akan lebih baik jika well-being yang dimiliki pendidik lebih terarah dan terstruktur dengan dikelola sesuai fungsi manajemen. Dengan memiliki well-being seorang pendidik dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik terhadap peserta didiknya.The educator is a very strategic mandate to support the process and the result of education as a whole. Even educators as a representative early gate in educational conditions and performance. The positive influence of educators in the classroom is very important to answer the educational challenges and guide the thinking of learners who still desperately need guidance towards the development of his potential. Educators are not only transfer of knowledge but also educate related to values, which give, instill, and grow value to the learners. Therefore, the performance of educators based on competence and based on the quality of personality that must be realized in real. The competence of educators can realize their ability in the quality of personality to interact with the educational environment so that the needs and goals of education can be achieved effectively. Well-Being educators relate to how an educator is able to function psychologically positively in his life, measured from six aspects of self-acceptance, positive relationships with others, autonomy, environmental mastery, goals in life and personal growth. Well-Being educators can raise their awareness of higher performance in competence and their obligation to become an educator. It would be better if the well-being of the educator is more directed and structured with managed according to management functions. By having a well-being an educator can interact and communicate well to learners.
Pengaruh Media Game Edukasi Teka Teki Pengetahuan Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 5 SDN 03 Protomulyo Pratami, Wingga
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i2.10752

Abstract

This study aims to determine the effect of the use of educational media game "Teka Teki Pengetahuan" to the student's interest in science subjects 5th grade SDN 03 Protomulyo 2016/2017 academic year. Media game education " Teka Teki Pengetahuan" is an interactive multimedia-based media in which to load Materials, and games are made with an attractive design that allows students to understand the learning materials and can increase student learning interest. This study only examines the students' interest in learning. This type of research is a quantitative research in the form of True Experimental Design with Pretest-Posttest Only Control Design design. The sample of this research is 20 students of VA class as experiment class and 20 students of class VB as control class by using technique of non probability sampling in the form of saturated sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and one party t test. Based on t test results, it is known that with the significance level ? = 0.05 with tcount = 2.115 and ttable = 2.024. Because> that is 2.115> 2.024 so that H1 is accepted. So it can be concluded that there is a significant influence of educational media media game "Teka Teki Pengetahuan" to the student's interest in science subjects class 5 SDN 03 Protomulyo.
Peningkatan Hasil Belajar Perkalian Melalui Penggunaan Sempoa Pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Di SDLB PRI Pekalongan Onah, Onah
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i1.10486

Abstract

Rumusan masalah penelitian adalah peningkatan hasil belajar perkalian melalui penggunaan sempoa pada siswa Tunadaksa kelas IV D1 di SDLB PRI Pekalongan. Pengambilan data melalui observasi dan tes. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriftif komparatif dan analisa kritis, yaitu membandingkan hasil belajar antar siklus dan mengungkap kelemahan dan kelebihan kinerja guru atau siswa. Setelah dilakukan tindakan sebanyak dua siklus,hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan sempoa hasil belajar perkalian siswa meningkat, yaitu dari hasil siklus I rerata kelas sebesar 64,6 meningkat pada siklus II menjadi 79,2. Disimpulkan bahwa penggunaan sempoa dapat meningkatkan hasil belajar perkalian pada siswa Tunadaksa kelas IV D1 SDLB PRI Pekalongan. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi disampaikan kepada: (1). Guru diharapkan memanfaatkan metode tersebut, (2). Siswa diharapkan menjadi motivasi belajar lebih tekun dan semangat, (3) Sekolah sebagai aplikasi sistem pembelajaran untuk peningkatan mutu pendidikan, (4) Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap kemampuan proses dan sikap ilmiah.The formulation of the research problem is the improvement of multiplication learning outcomes through the use of abacus on students Tunadaksa class IV D1 in SDLB PRI Pekalongan. Intake of data through observation and test. The technique of data analysis using comparative descriptive technique and critical analysis, that is comparing the learning result between cycles and reveal the weakness and excess performance of teacher or student. After two cycles, the results showed that with the use of abacus the result of learning multiplication of students increased, that is from the result of cycle I class average of 64.6 increase in cycle II to 79,2. It was concluded that the use of abacus can improve the multiplication learning outcomes in the students of Tunadaksa class IV D1 SDLB PRI Pekalongan. Based on the results of the research, recommendations are submitted to: (1). Teachers are expected to use the method, (2). Students are expected to be motivated to learn more diligently and spirit, (3) School as application of learning system for improvement of education quality, (4) Researcher then expected to do deeper research on process ability and scientific attitude.
Pengembangan Laboratorium Media Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Sekolah Isnarto, Isnarto; Abdurrahman, Abdurrahman; Sugianto, Sugianto
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i2.14274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan ketersediaan, dan kebutuhan media pembelajaran di sekolah dasar Kota Semarang. Hal yang diungkap meliputi (1) gambaran tentang ketersediaan media pembelajaran di sekolah dasar, (2) gambaran tentang aktivitas guru dalam pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran, dan (3) gambaran tentang media yang dibutuhkan oleh guru untuk membantu pembelajaran yang dilakukan. Desain penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, diarahkan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fakta-fakta yang terjadi di sekolah dasar terkait dengan media pembelajaran. Penelitian dibatasi pada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran di mayoritas sekolah belum mencukupi untuk membantu guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Faktor yang menjadi penyebab kurangnya ketersediaan media pembelajaran antara lain (1) sedikitnya bantuan pemerintah (instansi terkait) berupa pengadaan media pembelajaran, (2) rendahnya pengalokasian anggaran untuk pengembangan media pembelajaran, (3) rendahnya kreativitas guru untuk memproduksi media pembelajaran, (4) kurangnya ketersediaan waktu bagi guru untuk dapat mengembangkan media pembelajaran. Sebagian besar, aktivitas guru terkait pemanfaatan dan pengembangan media masuk dalam kategori rendah. Sebesar 79,63% guru, dalam satu semester kurang dari 10 kali memanfaatkan media dalam pembelajaran yang dilakukan. Guru lebih membutuhkan peningkatan kompetensi pengembangan media berbantuan komputer. Dari lima opsi yang ditawarkan, yakni (1) media bentuk fisik, (2) media bentuk cetak, (3) media bentuk audio, (4) media audio visual, dan (5) media berbantuan TIK, mayoritas guru (86%) memilih pendampingan pengembangan media berbasis komputer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai landasan diperlukannya (1) pendampingan pengembangan media pembelajaran kepada guru, dan (2) penelitian tentang pengembangan dan uji efektivitas media pembelajaran matematika di sekolah.

Page 4 of 39 | Total Record : 386