cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Pengembangan Instrumen Self-Assessment Untuk Meningkatkan Keterampilan Laboratorium Calon Guru Kimia Zammi, Muhammad; Susilaningsih, Endang; Supardi, Kasmadi Imam
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i1.14219

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen self-assessment pada praktikum kimia dasar untuk meningkatkan keterampilan laboratorium calon guru kimia. Penelitian ini menggunakan pen-dekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode penelitian pengembangan di UIN Walisongo Semarang. Penelitian diawali dengan validasi instrumen self-assessment oleh pakar dengan kriteria sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan instrumen self-assessment pada prakti-kum kimia dasar telah tercapai kesepahaman antar observer dengan harga koefisien generalisabilitas ³ 0,7. Dampak penggunaan instrumen self-assessment adalah 24 dari 30 mahasiswa dengan rata-rata kinerja sangat baik, tanggapan mahasiswa sangat setuju yaitu 20 dari 30 mahasiswa dan dosen pengampu memberikan tanggapan sangat setuju dengan penggunaan instrumen ini. Implementasi instrumen self-assessment terbukti efektif meningkatkan keterampilan laboratorium calon guru kimia.The purpose of this study is to develop self-assessment instruments on basic chemistry labs to improve the skills of prospective chemistry teacher labs. This research uses qualitative and quantitative approach with development research method in UIN Walisongo Semarang. The research begins with validation of self-assessment instruments by experts with very reasonable criteria. The results showed that the use of self-assessment instruments on the basic chemistry laboratories has reached an agreement between observers with the coefficient of generalizability ³ 0.7. The impact of the use of self-assessment instruments is 24 out of 30 students with excellent average performance, the student's response is very strong, 20 of 30 students and lecturers respond very agree with the use of this instrument. Implementation of self-assessment instruments proved to be effective in improving the laboratory skills of prospective chemistry teachers.
Penerapan Model Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) Berharga Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Kalor Siswa Kelas X Lestari, Puji
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i2.10699

Abstract

Pada materi kalor, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan sebagian besar hasil belajarnya rendah. Model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) Berharga dirasa dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa materi kalor. Penelitian ini terdapat 2 siklus, siklus pertama 3 pertemuan dan siklus kedua 2 pertemuan. Subyek penelitian Kelas XA SMA Negeri 1 Gemuh Tahun Pelajaran 2015/2016. Jumlah siswa yang diteliti 36 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data diambil dari pengamatan keaktifan, wawancara, jurnal siswa,jurnal guru, dan nilai ulangan harian. Setelah dilakukan tindakan siklus 1 jumlah siswa yang aktif mencapai 69,94% dan nilai ulangan siswa yang mencapai KKM 58,55% dengan rata-rata nilai 70,78. Pada siklus 2 jumlah anak yang aktif naik menjadi 75,63% dan nilai ulangan harian siswa yang mecapai KKM naik menjadi 69,94% dengan nilai rata-rata 74,11. Siswa merasa senang dan aktif mengikuti seluruh tahapan pembelajaran. Dengan melihat peningkatan hasil dapat diartikan bahwa penerapan model pembelajaran TGT Berharga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kalor. Untuk itu disarankan menggunakan model pembelajaran TGT Berharga karena siswa menjadi aktif dan dapat meningkatkan hasil belajar kalor.In caloric materials, students are less active in following learning and most of the learning outcomes are low. Teams Game Tournament (TGT) pricing model is considered to be used to improve student activity and student learning outcomes of caloric matter. This research has 2 cycles, first cycle 3 meeting and second cycle 2 meeting. Subject of the research is Class XA SMA Negeri 1 Gemuh Lesson Year 2015/2016. Number of students studied 36 students consisting of 14 male students and 22 female students. The research data is taken from observation of activity, interview, student journal, teacher journal, and daily test value. After doing the action cycle 1 the number of active students reached 69.94% and the student's repeat score reached 58.55% KKM with an average value of 70.78. In cycle 2 the number of active children rose to 75.63% and the daily replication score of students who reached KKM rose to 69.94% with an average rating of 74.11. Students feel happy and active throughout all stages of learning. Given the increase in results, it can be interpreted that the implementation of the Valuable TGT learning model can improve the activity and learning outcomes of the heat. It is suggested to use the valuable TGT learning model because students become active and can improve the learning result of the heat
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Aminah, Siti
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16740

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh gambaran pendidikan karakter di Sekolah Dasar dan peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan pada siswa kelas II (dua), siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar, dan guru gelas. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan pedoman observasi. Analisis data menggunakan deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar belum berjalan dengan optimal. Bimbingan dan konseling sebagai bagian penting dalam pendidikan memiliki peranan yang signifikan dalam menanamkan pendidikan karakter di Sekolah Dasar.
Keefektifan Media Pembelajaran Mogabil Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga Triyanto, Fajar; Siswanto, Joko; -, Rofian
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17003

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar Matematika kelas IV pada SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Hal tersebut disebabkan proses belajar mengajar yang kurang menarik serta efektif mengoptimalkan hasil belajar siswa sehingga membuat hasil belajar siswa rendah, guru kurang menggunakan media yang mendukung untuk pemahaman konsep matematika siswa dan memotivasi siswa.Hasil belajar belum optimal, 68% siswa mendapat nilai di bawah KKM yaitu 70. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian yaitu Pre Eksperimental Design dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 02Baleraksa tahun pelajaran 2017/2018. Sampel yang diambil adalah 28 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes (pretest-posttest), wawancara dan kegiatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji banding hasil belajar dua pihak menunjukkan hasil thitung= 17,42 dengan ttabel= 2,049 sehingga thitung> ttabel yang artinya bahwa media pembelajaran mogabil (mobil garis bilangan) efektif terhadap hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat kelas IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, saran yang perlu disampaikan adalah dalam proses pembelajaran hendaknya guru menggunakan model dan media pembelajaran yang menarik siswa untuk belajar yaitu dengan mencoba menerapkan media pembelajaran mogabil (mobil garis bilangan) sebagaisalah satu media alternatif guru dalam mengajar.The background that underlies this research is the low learning outcomes of fourth grade mathematics at SDN 02 Baleraksa Purbalingga. This is due to the less interesting teaching learning process and effec-tively optimize student learning outcomes that make student learning outcomes low, the teacher does not use media that supports students' understanding of mathematical concepts and motivates students. Learning outcomes are not optimal, 68% of students score below KKM, is 70. Research is a quantitative research using research design that is Pre Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this study is all students of grade IV SDN 02 Baleraksa academic year 2017/2018. Samples taken are 28 students, consisting of 13 male students and 15 female students. The data in this study were obtained through tests (pretest-posttest), interviews and observation activities. The results of the research shows that the comparative test of two-party learning result shows thitung = 17.42 with ttable = 2.049 so thitung > ttable which means that the mogabil learning media (number line car) is effective about mathematics learning outcomes of integer class IV SDN 02 Baleraksa Purbalingga. Based on the research and discussion, suggestions that need to be submittedis in the learning process should teacher use the model and learning media that attract students to learn that is by trying to apply mogabil learning media (number line cars) as one alternative media teachers teach.
Peran Atoin Amaf Dalam Kepemimpinan Di Masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS Tiumlafu, Frida
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum tentang masyarakat adat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; mengidentifikasi bentuk-bentuk kepemimpinan adat di masyarakat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS, mengetahui tugas/fungsi Kepemimpinan Adat di masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; mengetahui gambaran tentang pembagian peran dalam kegiatan adat di Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten TTS; dan Untuk mendapat gambaran tentang faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi Atoin Amaf dalam kepemimpinan adat masyarakat Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dapat mengutip bahwa gambaran umum masyarakat yang terjadi pada Amanatun adalah Kekuasaan yang memegang peranan penting dalam memimpin masyarakat umumnya adalah seorang laki-laki yang mempunyai tugas tanggung jawab besar terhadap masyarakat untuk memimpin masyarakat yang ada dengan rasa saling menghargai tinggi dengan berpedoman pada solidaritas tinggi, sekalipun ekonomi lemah dalam mempengaruhi pola hidup masyarakat yang ada, namun masyarakat tersebut mampu mengungkapan keterbukaan terhadap seorang pemimpin masyarakt demi mencari solusi demi menyesejahterakan kembali keadaan yang di hadapi oleh masyarakat dengan kebiasaan adat istiadat yang sudah diterapakan sejak dahulu kala dari nenek moyang, dengan adat istiadat masyarakat Amanatun tetap memegang teguh pada nilai-nilai sosial yang berlaku serta mentaati peraturan yang sudah di sepakati dengan seorang pemimpin masyarakat demi mencapai sesuatu hal yang baik. Bentuk-bentuk kepemimpinan adat di masyarakat di Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS di kenal dengan bentuk perkawinan, yakni (1) Perkawinan dengan pinanngan atas bantuan seorang juru bicara (netelanan), (2) Perkawinan mengabdi (kalau lelaki tidak sanggup membayar belis dan mengabdi di rumah suku wanita tetapi tidak masuk suku wanita. (3) Perkawinan mengganti (dalam istilah antropologinya Sororat dan Levirat, yaitu mengawini ipar lelaki atau wanita sesudah sang istri atau suami meninggalkan rumah.This study aims to find out the general description of indigenous peoples in Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS; identifying forms of customary leadership in the community in Kecamatan Amanatun Utara, TTS District, knowing the duties and functions of Adat Leadership in the community of Kecamatan Amanatun Utara, TTS District; to know the description of the division of roles in customary activities in Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten TTS; and To get an idea of the supporting factors and inhibiting factors faced by Atoin Amaf in the customary leadership of the community of Kecamatan Amanatun Utara, TTS District. Based on the results of interviews and observations researchers can quote that the general picture of society that occurs in Amanatun is the Power that plays an important role in leading the general public is a man who has the task of great responsibility to the community to lead the existing community with a high mutual respect with based on high solidarity, even if the economy is weak in influencing the pattern of life of the existing society, but the society is able to express the openness to a community leader to find a solution in order to redeem the situation faced by the community with customs that have been applied since a long time of grandmother ancestors, with the customs of the people of Amanatun still hold firm to the prevailing social values and obey the rules that have been agreed with a community leader to achieve something good. The forms of customary leadership in the community in Kecamatan Amanatun Utara, TTS Regency are familiar with the form of marriage, namely (1) Marriage with pinanngan with the help of a spokesperson (netelanan), (2) Marriage dedication (if man can not afford to pay belis and serve in the house of the female tribe but not in the female tribe. (3) Marriage replaces (in anthropological terms Sororat and Levirat, ie marrying a brother or sister-in-law after the wife or husband dies.
Profil Berpikir Siswa SD Dalam Pemecahan Masalah Pecahan Ditinjau Dari Gaya Belajar RatnaSari, Khurin In
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berfikir siswa SMP dalam memecahkan masalah pecahan ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek peneliti terdiri dari tiga siswa kelas V SD Negeri Keting 2 Jember. Penelitian ini dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen tes gaya belajar, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes TPMA dan wawancara. Pengecekan keabsahan data dan menggunakan triangulasi waktu.Subjek visual memahami masalah,menerima informasi membacanya dengan suara pelan atau keras sebanyak sekali atau berulang-ulang .mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri.Subjek Audiotorial memahami masalah atau soal yang diberikan membacanya dengan suara pelan atau keras sebanyak sekali atau berulang-ulang dan mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. Subjek juga menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri. Dalam merencanakan dan melaksanakan penyelesaian, subjek memanggil kembali informasi dengan mengingat pengetahuan lain yang sudah dimilikinya atau konsep yang sudah dikuasai untuk membuat rencana yaitu dengan cara menjumlahkannya dan dengan mengingat rencana yang sudah dibuat. Subjek mengolah informasi dengan memunculkan ide untuk memulai mengerjakan soal permasalah yang diberikan, membuat rencana yang akan digunakan dalam pemecahan masalah dan melaksanakan sesuai rencana yang dibuat. Subjek juga melakukan menyimpanan informasi yaitu dengan mengatakan berulang-ulang rencana yang dibuat dan mengulang pelaksanaan rencana. Pada saat memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek mengingat pelaksanaan rencana atau solusi yang sudah diperoleh, mengaitkan pengetahuan yang dimilikinya ketika memeriksa jawaban yang diperoleh dan mengulang solusi yang diperoleh.Subjek Kinestetik Subjek memahami masalah atau soal yang diberikan membaca soal sambil menulis kembali soalnya dan mengolah informasi dengan mengungkapkan masalah dengan kata-kata sendiri. Subjek juga menyimpan informasi dengan melakukan pengulangan hal yang diketahui dan ditanya dan memanggilnya kembali informasi tersebut dengan menjelaskan menurut bahasanya sendiri. Dalam merencanakan dan melaksanakan penyelesaian, subjek tidak melakukan proses pemanggilan kembali informasi. Subjek langsung mengolah informasi yaitu dengan memunculkan ide untuk memulai mengerjakan soal permasalah yang diberikan, membuat rencana yang akan digunakan dalam pemecahan masalah dan melaksanakan sesuai rencana yang dibuat. Subjek juga melakukan menyimpanan informasi yaitu dengan mengatakan berulang-ulang rencana yang dibuat dan mengulang pelaksanaan rencana. Pada saat memeriksa kembali hasil penyelesaian, subjek langsung mengaitkan pengetahuan yang dimilikinya ketika memeriksa jawaban yang diperoleh dan mengulang solusi yang diperoleh. Kata-kata kunci : profil berfikir, pemecahan masalah aljabar, gaya belajar.  AbstractThis study has purpose to describe the profile of junior high school students thinking in problem solving fractions in terms of learning styles. This research is a descriptive qualitative approach.Subject researchers are three fifth grade students of SD Negeri 2 Jember tendon. The study began by determining the subject of research using learning styles test instrument, and the continuation of TPMA tests and interviews. Checking the validity of the data and using triangulation time.Subjects visually understand the issues, receive information read quietly or loudly as once or repeatedly. Process information reveals problems with their own words. Storing information is using performing repetition of things that known and called him back and asked to explain the information in their own language.Subject auditory understand the problems or questions given to read quietly or loudly as once or repeatedly and process information reveals problems with their own words. Subject also stores information by doing a rehash of what is known and called him back and asked to explain the information in their own language. In planning and implementing the settlement, subject to call back the information with other knowledge considering he already owns or conceptualized already controlled to create a plan that is by considering the whole sum and with plans already made. Subject to process information to bring the idea to start work on the problems given problems, make plans to be used in solving problems and implement appropriate plans. Subjects also perform storage of information that is by repeating the plan and repeat the implementation of the plan. At the time of check results of the settlement, subject to considering the implementation of a plan or solution that has been obtained, linking their knowledge when checking the answers obtained and repeating the obtained solution.Subjects kinesthetic understanding the problem or is the subject matter of a given reading matter, writing back because and process information reveals problems with their own words. Subjects also stores information by doing a rehash of what is known and called him back and asked to explain the information in their own language. In planning and implementing the settlement, the subject does not make the process of recalling information. Subject information of directly process is to bring the idea to start work on the problems given problems, make plans to be used in solving problems and implement appropriate plans. Subject is also to store information that is by repeating the plan and repeat the implementation of the plan. At the time of checking back in the settlement proceeds, relate directly to the subject of knowledge self when checking answers result and repeat the obtained solution.
Pengaruh Pembiayaan Pendidikan Pengelolaan Pendidikan Terhadap Mutu Pendidikian Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Kupang Elik, Yanti M
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan Pendidikan (X1) dan Proses Pendidikan (X2) terhadap Mutu Pendidikian (Y), baik secara langsung maupun bersama-sama. Populasi dalam penelitian ini adalah 25 orang guru pada SMK N 4 Kupang. Berdasarkan hasil analisis data variabel Pembiayaan pendidikan (X1) terhadap mutu pendidikan (Y) di SMK N 4 Kupang berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji-t diperoleh thitung sebesar 2,597 dengan tingkat probabilitas (sig) adalah 0,012 jika di bandingkan pada ttabel pada α=0,05, berarti thitung > ttabel dan sig < 0,05 (2,597>2005 dan 0,12<0,05). Berdasarkan hasil olahan data pada jawaban responden, ditemukan bahwa variabel proses pendidikan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan (Y). Hasil uji thitung diperoleh sebesar 5,701 dengan probabilitas (sig) 0,000 dibanding dengan ttabel pada α=0,05 diperoleh ttabel 2,005. Hal ini berarti thitung > ttabel dan sig < 0,05 (5,701>2,005 dan 0,000 < 0,05). Hasil uji-t tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengelolaan pendidikan terhadap mutu pendidikan di SMK N 4 Kupang. Berdasarkan hasil olahan data variabel Pembiayaan pendidikan (X1) dan variabel proses pendidikan (X2) terhadap mutu pendidikan (Y) di SMK N 4 Kupang, Berdasarkan hasil perhitungan uji F diperoleh bahwa Fhitung sebesar 13.687 dengan probabilitas (sig) sebesar 0,000 yang nilainya dibawah 0,05. Jika dikonsultasikan dengan Ftabel pada α= 0,05 df1 = 2 dan df2 25 diperoleh Ftabel sebesar 3,05. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel dan sig < 0,05 (13.687>3,05) dan sig (0,000<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu pembiayaan dan proses pendidikan berpengaruh signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap mutu pendidikan di SMK N 4 Kupang.This study aims to determine the effect of Education Financing (X1) and Education Process (X2) on the Quality of Such (Y), either directly or jointly. The sample in this research is 25 teachers at SMK N 4 Kupang. Based on the result of analysis of variable data of Education Financing (X1) to the quality of education (Y) in SMK N 4 Kupang have positive and significant effect. It can be seen on the result of t-test obtained t count of 2.597 with probability level (sig) is 0,012 if compare at ttable at α = 0,05, mean tcount> ttable and sig <0,05 (2,597> 2005 and 0, 12 <0.05). Based on the results of processed data on respondents' answers, it was found that education process variables (X2) have a positive and significant effect on the quality of education (Y). The result of tcount test obtained is 5,701 with probability (sig) 0.000 compared with ttable at α = 0,05 obtained ttable 2,005. This means thitung> ttable and sig <0,05 (5,701> 2,005 and 0,000 <0,05). The t-test results proved that there is a positive and significant influence between the variables of education management on the quality of education in SMK N 4 Kupang. Based on the results of data processing of education financing variables (X1) and education process variables (X2) on the quality of education (Y) in SMK N 4 Kupang, Based on the results of F test calculation obtained that Fcount of 13.687 with probability (sig) of 0,000 whose value is below 0,05. If consulted with Ftabel on α = 0.05 df1 = 2 and df2 25 obtained Ftable of 3.05. This means Fcount> Ftable and sig <0.05 (13.687> 3.05) and sig (0,000 <0.05). This indicates that all independent variables of financing and education process have significant effect simultaneously on the quality of education in SMK N 4 Kupang.
Analisis Standar Pengelolaan Peran Pendidik Dalam Proses Pembelajaran IPS di SMPN 1 Karimunjawa, MTs Dan MA NU Safinatul Huda Pulau Karimunjawa Benardi, Andi Irwan; Purwaningsih, Widya; Rahima, Hawa Nur
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar manajemen dan peran pendidik dalam proses pembelajaran di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, dan MA Safinatul Huda Karimunjawa. Peneliti mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar manajemen di SMP N 1 Karimunjawa secara keseluruhan memenuhi kriteria Standar Manajemen Nasional, berlaku juga di MTs dan MA Safinatul Huda. Namun, Standar Manajemen di SMP N 1 Karimunjawa dapat dikatakan sedikit lebih unggul dalam banding MTs dan MA Safinatul Huda. Peran pendidik dalam proses pembelajaran juga bisa dikatakan hampir terpenuhi semua, hanya saja kurangnya media dan fasilitas sedikit menghambat manajemen guru di kelas. Kekurangan lainnya adalah hampir semua guru masih menggunakan metode ceramah sehingga dapat dikatakan bahwa guru belum memenuhi perannya sebagai fasilitator. Ini benar di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda dan MA Safinatul Huda.This study aims to determine the standard of management and the role of educators in the learning process in SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, and MA Safinatul Huda Karimunjawa. Researchers collect data using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using transcripts of interview results, data reduction, analysis, and draw conclusions. The results show that the management standard in SMP N 1 Karimunjawa as a whole meets the criteria of National Management Standards, it applies also in MTs and MA Safinatul Huda. However, the Management Standards in SMP N 1 Karimunjawa can be said a little superior in the appeal of MTs and MA Safinatul Huda. The role of educators in the learning process can also be said almost fulfilled all, it's just the lack of media and facilities a little hinder the management of teachers in the classroom. Another shortcoming is that almost all teachers still use the lecture method so it can be said that the teacher has not fulfilled his role as a facilitator. This is true at SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda and MA Safinatul Huda.
Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pengolahan Ladang Pada Masyarakat Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Ceunfin, Emiliana
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.15076

Abstract

Fokus kajian penelitian ini adalah: Proses pengolahan ladang, nilai-nilai yang menjadi alasan dipertahankan dan karakter yang terbentuk dari pengolahan ladang berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara dan quesioner. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Proses Kearifan lokal pengolahan ladang terdiri atas 12 tahap disertai ritualnya masing-masing, yaitu: pemilihan lahan (bet lel fe’u), meminta izin (taton ma ta’ sina), mengasah parang (noek fani- benas), pembukaan lahan (tafek nono hau ana), pembakaran kebun (tait nuta ma nopo), pemadaman api (sifo nopo), pembendungan erosi (eka ho’e), pembayaran kepada Tobe (ta uis), menjaga tanaman muda (titu belo), panen jagung pertama (tah fe’u), panen jagung (sek pena) dan kembali ke kampung (faen on kuan). 2) Nilai-nilai karakter yang dipertahankan masyarakat desa Fatoin, yaitu: nilai religius yang berhubungan dengan Tuhan, nilai yang berhubungan dengan diri sendir, nilai yang berhubungan dengan sesama dan nilai yang berhubungan dengan alam. 3) Karakter yang terbentuk dari kegitan pengolahan ladang adalah: karakter Religius (cinta Tuhan, taat beribadah, toleransi), karakter yang berhubungan dengan diri sendiri (jujur, tanggung jawab, kerja keras, percaya diri, sabar dan rendah hati), karakter yang berhubungan dengan sesama (menghargai hak dan kewajiban, sopan santun, menghargai karya dan prestasi orang lain, damai, patuh terhadap peraturan sosial, demokratis, kerjasama, dan gotong royong), nilai yang berhubungan dengan alam (cinta lingkungan dan menjaga kelestarian alam)The focus of this research study is: The process of cultivating the fields, the values that are being grounded and the characters formed from the cultivation of local wisdom-based fields. Method used in this research is qualitative method. Data collection techniques used were observation, interview and quesioner. Data analysis includes data collection, data reduction and presentation of data. The results obtained from this research are as follows: 1) The process of cultivating the local wisdom of cultivation consists of 12 stages with their respective rituals, namely: land selection (bet lel fe'u), requesting permission (taton ma ta 'sina) (noek fani-benas), land clearing (tafek nono hau ana), burning fires (tait nuta maopo), fire extinguisher (sifo nopo), erosion containment (eka ho'e), payment to Tobe the young plants (the veil), the first maize harvest (tah fe'u), corn harvest (sek pena) and return to the village (faen on kuan). 2) Character values maintained by Fatoin village communities, namely: religious values relating to God, self-relational values, values relating to neighbor and values related to nature. 3) Characters formed from farming activities are: Religious character (love of God, obedient worship, tolerance), self-dealing character (honest, responsible, hard work, confident, patient and humble), related characters with respect to the rights and obligations, the courtesy, respect for the work and achievement of others, peace, obedience to social, democratic, cooperation and mutual cooperation rules, values related to nature (environmental love and preservation of nature).
The Effort Of Improving The Civics Students Achievements In The Effects Of Globalizations By Using Snowball Throwing Method Suwarto, Heri
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17001

Abstract

The class action research in concern with the effort of increasing the civics students achievements in the Effects of Globalizations by using Snowball Throwing Method of the students of four grade of SDN Cukilan 03 on 2016-2017 school years is done as the effort to repair the problem of the low achievement and the minimum criteria that is mean 68,00 and only 17 students or 58,6 %  of 29 students who reach the limit o the minimum criteria. The improving of this studying is held throught the class action research where the teacher as a researcher do this helped by the other teachers and supervisor under the guidance of the competence source. It done into two (siklus). The first (siklus) the improving of the achievement is 31% into 45,5%. In the second (siklus) the increasing of the achievement of the minimum criteria from 58,6% increase to be 72 %. In the second (siklus) the increasing of the avhievement is 12,1% into 80,00 and the increasing of the minimum criteria is from 72 % into 89,7 %. Seeing the final result throught the Snowball Throwing  method, it can be concluded that this method is is proved increasing the achievement and the minimum criteria on the mathematics of the mixing operation of the round number. Based on this research, is suggested to use the Snowball Throwing  method on the civics students achievements in the Effects of Globalizations to make the achievement and the minimum criteria to be more better.

Page 8 of 39 | Total Record : 386