cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Sisi Datar Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Rodhi, Rodhi
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.16738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan aktifitas dan hasil belajar pada siswa kelas VIII-D SMP 1 Jekulo Kudus pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran problem based learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 34 siswa terdiri dari 14 siswa putra dan 20 siswa putri, pembelajaran menggunakan model problem based learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Cara pengumpulan data dilakukan melalui tes, pengamatan aktifitas belajar siswa dan observasi/performansi guru saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 57,19% kategori cukup, rata rata hasil belajar pengetahuan siswa 73,53 dengan ketuntasan belajar klasikal 79,41%, rata-rata hasil belajar keterampilan siswa 73,38 dengan ketuntasan belajar klasikal 76,47%, dan nilai performansi guru saat pembelajaran 86,84% kategori baik. Pada siklus II persentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 79,06% kategori baik, rata rata hasil belajar pengetahuan siswa 85,15 dengan ketuntasan belajar klasikal 88,24%, rata-rata hasil belajar keterampilan siswa 81,76 dengan ketuntasan belajar klasikal 85,29%, dan nilai performansi guru saat pembelajaran 91,23% kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktifitas dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa.This study aims to improve the activities and learning outcomes of students in class VIII-D Jekulo Kudus 1 Junior High School on mathematics subjects constructing flat side space through a problem based learning learning model. The subjects of this study were students of class VIII-D in the second semester of the 2017/2018 school year, which amounted to 34 students consisting of 14 male students and 20 female students, learning using the problem based learning (PBL) model. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The method of data collection is done through tests, observations of student learning activities and observation / teacher performance when learning takes place. The results showed that in the first cycle the percentage of student activity in the learning process was 57.19% enough, the average learning outcomes of students' knowledge was 73.53 with classical mastery learning 79.41%, the average student learning outcomes were 73.38 with classical learning completeness is 76.47%, and the teacher's performance score during learning is 86.84% good category. In the second cycle the percentage of student activity in the learning process amounted to 79.06% good category, the average learning outcomes of student knowledge 85.15 with classical learning completeness 88.24%, the average student learning outcomes 81.76 with classical learning completeness 85 , 29%, and the value of teacher performance during learning 91.23% in the excellent category. These results indicate an increase in activities and learning outcomes from cycle I to cycle II. Based on the results obtained, it can be concluded that the problem based learning (PBL) learning model can improve student learning activities and outcomes.
Membuat Angin Darat dan Angin Laut Dari Kaleng Roti Suraji, Suraji
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17002

Abstract

Pembuatan alat peraga ini berlatar belakang pada permasalahan yang dihadapi guru dan peserta didik pada pembelajaran IPA. Kurangnya media alat peraga pembelajaran di sekolah, kesulitan mendapatkan alat peraga, serta letak sekolah yang jauh dari pantai menyebabkan pembelajaran kurang menarik dan mengakibatkan peserta didik tidak bisa memperoleh pengalaman langsung . Fokus masalah penelitian ini pada pembuatan alat peraga kotak konveksi dari bahan daur ulang dengan prinsip reduce, reused,recycle dan dampaknya bagi pembelajaran. Penelitian pembuatan alat peraga ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kotak konveksi udara dari kaleng roti untuk membuktikan peristiwa perpindahan energi panas secara konveksi dengan contoh terjadinya angin darat dan angin laut. Simpulan : hasil pengamatan menunjukkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran I sebesar 37,5% dalam kategori baik, 62,5 kategori sangat baik. Pada pembelajaran II sebesar 39,5% dalam kategori baik, 60,5 kategori sangat baik serta pencapaian hasil belajar sebesar 76,7%.. Saran: 1) bagi rekan-rekan guru yang mengalami permasalahan pembelajaran di kelas dengan karakteristik yang sejenis, dapat menjadikan laporan ini sebagai bahan referensi untuk mengatasi permasalahan di kelasnya, 2) media alat peraga yang saya gunakan hanyalah salah satu dari banyak media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas tersebut.Making these teaching aids has a background on the problems faced by teachers and students in science learning. The lack of media teaching aids in schools, difficulties in obtaining teaching aids, and the location of schools far from the coast causes learning to be less attractive and results in students not being able to gain direct experience. The focus of this research problem is on making recycled box props from recycled materials using the principles of reduce, reused, recycle and their impact on learning. The research on making these teaching aids is to improve the quality of learning by using air convection box props from bread cans to prove convection heat transfer events with examples of land winds and sea breezes. Conclusion: the results of the observation show that the learning activeness of students in learning I was 37.5% in the good category, 62.5 in the excellent category. In learning II amounted to 39.5% in the good category, 60.5 categories were very good and the achievement of learning outcomes was 76.7%. Suggestions: 1) for fellow teachers who experience learning problems in the class with similar characteristics, can making this report as a reference material to overcome the problems in its class, 2) the media that I use is only one of the many media that can be used to overcome learning problems in accordance with the conditions and characteristics of the class.
Visual Imagery Strategy as Effort to Acquire Comprehension Azkalia, Riyan
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17374

Abstract

Visual Imagery Strategy merupakan sebuah strategi membaca dimana pembaca memahami sebuah teks dengan cara menganalisa kode verbal (bahasa visual/ tulisan) dan kode nonverbal (objek visual) pada teks tersebut. Artikel ini didasarkan pada sebuah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dari Visual Imagery Strategy dalam pembelajaran teks naratif. Dengan menggunakan desain quasi-eksperimental, penelitian ini melibatkan siswa kelas X MAN 1 Kota Magelang pada tahun akademik 2015/2016. Dalam kasus ini, kelompok eksperimental adalah X IS 1 dan kelompok kontrol adalah X IA 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata dari kelompok eksperimental meningkat dari 58.65 dan 72.60 setelah diberikan beberapa kali perlakuan menggunakan strategi tersebut. Perhitungan t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hal ini dibuktikan oleh tnilai (2.395) yang lebih tingi dari ttabel (1.997). Selain itu, kuesioner dibagikan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi terhadap siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa 62,50% siswa setuju bahwa pelaksanaan strategi membantu pemahaman mereka dan 25% dari mereka bahkan sangat setuju terhadap pernyataan tersebut. Dengan demikian, Visual Imagery Strategy terbukti merupakan sebuah strategi yang efektif dalam pembelajaran teks naratif.Visual Imagery Strategy is a reading strategy in which readers comprehend a text by analyzing the verbal codes (visual language/writing) and nonverbal codes (visual objects) within the text. This paper is based on a research aims to describe the effectiveness of visual imagery strategy in teaching reading narrative text. By using a quasi-experimental design, the research involves the tenth grade students of MAN 1 Kota Magelang in the academic year of 2015/2016. In this case, the experimental group is X IS 1 and the control group is X IA 3. The result shows that the mean score of the experimental group increases from 58.65 to 72.60 after several treatments applying the strategy. The t-test computation reveals that there is a significant difference between the two groups. It is proven by the tvalue (2.395) which is higher than the ttable (1.997). In addition, a questionnaire is administered to know the effect of implementing the strategy to the students. The analysis shows that 62.50% of the students agree that the implementation of the strategy assists their comprehension and 25% of them even strongly agree towards the statement. Therefore, Visual Imagery Strategy is proven an effective strategy in teaching reading narrative text
Authentic Assessment Based on Curriculum 2013 Carried by EFL Teacher Rizavega, Inggid Hana
Jurnal Profesi Keguruan Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v4i2.17375

Abstract

The curriculum 2013 realisation uses authentic assessment in assessing the students. This final project focused on the analysis of the implementation of the authentic assessment based on curriculum 2013. The objectives of the study are to describe the ability of the English teachers in planning the design of lesson plans (assessment part) and implementing the authentic assessment in teaching-learning process. This study was a descriptive qualitative research. The researcher used interview, lesson plans analysis, student worksheets analysis, and classroom observation checklists as the instruments of the research in gathering the data. The English teachers already put the answer keys for all assessments except the last part of the eighth meeting’s assessment. However, they made some mistakes in the rubrics of the assessments. It also happened with some assessments which were not relevant with the basic competences, indicators, and the aspects of authentic assessments. In implementing the authentic assessment, the researcher just sat down in the back of the classroom as the observer. The researcher used twelve numbers of checklists to observe the teaching-learning activities in the classrooms. The results showed that the implementation of the authentic assessments presented 75%success which included in satisfactory category. It can be concluded that the English teachers were competent enough in planning, designing and implementing the authentic assessments. Time management was the biggest problem for the English teachers in implementing the authentic assessments. It is suggested that the implementation of the authentic assessment needs serious attention. The English teachers need lots of trainings to make them more understand in implementing the authentic assessment. Penerapan kurikulum 2013 menggunakan teknik baru dalam menilai siswa yang disebut dengan penilaian autentik. Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan penilaian autentik berdasarkan kurikulum 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru Bahasa Inggris dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada bagian penilaian dan penerapan penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan wawancara, analisis RPP, analisis lembar kerja siswa, dan observasi di dalam kelas sebagai instrumen penelitian dalam mengumpulkan data. Kedua guru Bahasa Inggris sudah membuat kunci jawaban untuk masing-masing lembar kerja siswa kecuali lembar kerja siswa pada penilaian pertemuan ke delapan. Namun, mereka membuat beberapa kesalahan pada rubrik penilaian yang mereka buat. Hal tersebut juga terjadi pada beberapa penilaian yang tidak sesuai dengan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi (IPK), dan aspek dari penilaian autentik. Dalam penerapan penilaian autentik, peneliti hanya duduk di belakang kelas sebagai “observer”. Peneliti menggunakan tabel yang dilengkapi dengan dua belas indikator untuk mengobservasi penerapan penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hasil dari observasi di dalam kelas menunjukkan bahwa penerapan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru menunjukkan 75% kesuksesan yang termasuk dalam kategori memuaskan. Dapat disimpulkan bahwa kedua guru Bahasa Inggris sudah cukup mampu dalam merancang, mendesain, dan menerapkan penilaian autentik. Pengelolaan waktu merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh kedua guru Bahasa Inggris dalam menerapkan penilaian autentik. Peneliti menyarankan agar penerapan penilaian autentik harus dengan menggunakan perhatian yang serius. Guru Bahasa Inggris memerlukan banyak pelatihan untuk membuat mereka paham dalam menerapkan penilaian autentik.
Ability in Mathematics Problem Solving Based On Adversity Quotient Malik, Ibnu; Mulyono, Mulyono; Mariani, Scolastika
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.18878

Abstract

The objective of this research is to know mathematics problem-solving ability viewed from adversity quotient. The research method used in this research is qualitative research method. The population in this research is forty students of the eighth-grade students of SMP Negeri 1 Sumber, Cirebon, West Java, Indonesia. The sampling method used in this research is Purposive Sampling. Data gathering methods consist of test, observation, documentation, questionnaire, and interview. The research shows that quitter students group has not been able to perform all problem-solving steps, including understanding the problem, planning a problem solving, performing the problem solving, and reviewing the answer. Camper students group can perform 75% of the problem-solving steps; they understand the problem, planning a problem solving, performing the problem solving, but not in reviewing the answer. Climber students groups can perform 100% of the problem-solving steps; they understand the problem, planning a problem solving, performing the problem solving, and reviewing the answer.
Application of PDEODE Learning Model to Increase Student's KPS in Buffer Solution Halimah, Mamah; Langitasari, Indah; Solfarina, Solfarina
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.17714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan KPS siswa melalui penerapan model pembelajaran PDEODE. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intrumen pengukuran yang digunakan berupa tes pilihan ganda berjumlah 30 soal dan lembar observasi yang telah tervalidasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan N-Gain dan analisis statistik menggunakan uji t dependen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adanya peningkatan KPS siswa akibat penerapan model pembelajaran PDEODE. Peningkatan ini dibuktikan oleh hasil uji t yang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai N-Gain yang diperoleh pada masing masing indikator yang diteliti adalah indikator menafsirkan (0,682), indikator mengelompokkan (0,338), indikator mengamati (0,569), meramalkan (0,456), mengajukan pertanyaan (0,506), merumuskan hipotesis (0,433), merancang percobaan (0,511), menggunakan alat/bahan (0,449), menerapkan konsep (0,458) dan berkomunikasi (0,529). Dapat dibuktikan bahwa KPS siswa meningkatThis study aims to determine the increasing of students' KPS through the application of the PDEODE learning model. The design of this study was one group pretest-posttest with purposive sampling technique. The measurement instruments that be used were multiple choice tests with a total of 30 questions and validated observation sheets. Data analysis techniques that used in the form of descriptive analysis using N-Gain and statistical analysis using the dependent t test. Based on the results of the research, it was found that there was a development in student KPSPSS due to the application of the PDEODE learning model. This development was proved by the results of the t test which has a significant value of 0,000. N-Gain values that obtained in each indicator that be observed were interpreting indicators (0.682), grouping indicators (0.338), observing indicators (0.569), predicting (0.456), asking questions (0.506), formulating hypotheses (0.433), designing experiments (0.511), using tools/materials (0.449), applying the concept (0.458) and communicating (0.529). It can be proven that student KPS is increasing
Pengembangan Media Pembelajaran “Monopoli Keberagaman” Tema Indahnya Keragaman Di Negeriku untuk Peserta didik Kelas IV Fitriani, Indah; Fitriyah, Chumi Zahroul; Hutama, Fajar Surya
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.18563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan proses dan hasil pengembangan media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” pada tema indahnya keragaman di negeriku subtema indahnya keragaman budaya di negeriku untuk Kelas IV SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model R & D dari Borg and Gall (Gooch, 2012:85) yang terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan dan desain produk, (3) pelaksanaan pengembangan produk, (4) validasi, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, dan (7) revisi dan penyebaran poroduk akhir. Hasil  produk pengembangan media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” dinyatakan layak untuk diujicobakan karena hasil validasi dari tiga validator mendapatkan skor 87%. Keefektifan, ditunjukan dari hasil persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik secara klaksikal 83,33% dan persentase respon peserta didik 80%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” telah memenuhi dua aspek kualitas media dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.The purpose of this study was to describe the process and the results of the development of the learning media "Monopoly of Diversity" on the theme of the beauty of diversity in my country, the sub-theme of the beauty of cultural diversity in my country for grade IV elementary school. This research is a development research using the R & D model from Borg and Gall (Gooch, 2012: 85) which consists of 7 stages, namely: (1) needs analysis, (2) product planning and design, (3) implementation of product development , (4) validation, (5) product revisions, (6) product trials, and (7) revision and dissemination of final products. The results of the product development learning media "Monopoly of Diversity" were declared feasible to be tested because the validation results from the three validators scored 87%. Effectiveness, shown from the results of the percentage of completeness of student learning outcomes in a logical 83.33% and the percentage of student responses 80%. Based on the results of the data analysis it can be concluded that the learning media "Monopoly of Diversity" has fulfilled two aspects of media quality and can be used as a medium of learning in schools.
Peningkatan Perilaku Peserta Didik Dalam Mengelola Sampah Sekolah Melalui Turnamen Tim SMAN 1 Karangrayung Rachmadi, Denny
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.17038

Abstract

Program lingkungan sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan sekolah yang sehat serta melindungi peserta didik dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan. Masalah sampah di lingkungan sekolah adalah masalah yang sangat rumit karena kurangnya partisipasi peserta didik dalam mengelola sampah dan kurangnya sosialisasi pengolahan sampah dilingkungan sekolah. Dengan perkembangan teknologi dan masyarakat yang semakin maju, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan peserta didik dalam pengelolaan sampah di SMAN 1 Karangrayung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMAN 1 Karangrayung. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 peserta didik yang diambil secara random. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan diolah secara manual dan disajikan dalam diagram lingkaran. Hasil pelaksanaan siklus I dan II menunjukkan adanya ketertarikan sisa untuk membuang sampah pada tempatnya sebesar 82% dan terjadi peningkatan dari siklus I dan II. Dengan adanya tim sampah melalui program bank sampah menjadikan peserta didik sadar dengan pentingnya pemisahan sampah berdasarkan jenisnya sebesar 91%, dan meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sebesar 80%A healthy environment program aims to realize the quality of a healthy school environment and protect students from the threat of danger that comes from the environment. The problem of waste in the school environment is a very complicated problem because of the lack of participation of students in managing waste and the lack of socialization of waste management in the school environment. With the development of technology and an increasingly advanced society, more and more garbage is produced. This research is descriptive with a quantitative approach that aims to provide an overview of the knowledge, attitudes and actions of students in waste management at SMAN 1 Karangrayung. The population in this study were all SMAN 1 Karangrayung students. The sample in this study was 90 students taken randomly. Data is collected using questionnaires and processed manually and presented in a pie chart. The results of the implementation of cycles I and II indicate the remaining interest to dispose of garbage in its place by 82% and an increase from cycles I and II. With the garbage team through the waste bank program, students are aware of the importance of separating waste by type by 91%, and increasing the awareness of students to the environment by 80%
Upaya Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Matematis Melalui Stem Materi Koordinat Kelas VIIIa SMP Negeri 1 Magelang Wulandari, Laila
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.17720

Abstract

Kreativitas menjadi topik penting para guru untuk mengelola pembelajaran yang dapat menyentuh kemampuan yang diperlukan pada abad 21. Sehingga aspek kreativitas menjadi hal penting yang perlu ditanamkan dalam setiap pembelajaran. STEM adalah pendekatan interdisipliner menuntut peserta didik mampu menganalisa dan berpikir kreatif dalam mengolah data dan menyelesaikan suatu masalah di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatkan kemampuan berpikir matematis dan  sikap kreativitas peserta didik kelas VIIIA SMPN 1 Magelang melalui penerapan STEM. Aplikasi praktis dalam pembelajaran menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA semester 1 tahun 2018–2019. Data hasil belajar yang diperoleh berupa lembar observasi sikap kreativitas dan lembar pekerjaan kemampuan berpikir kreatif. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui lembar pekerjaan dan lembar penilaian diri sedangkan peningkatan sikap kreativitas diamati melalui lembar pengamatan. Pada hasil analisis kemampuan berpikir kreatif mengalami peningkatan rata-ratanya dari siklus I (75,17) dengan ketuntasan 43,33% ke siklus II (90,34) dengan ketuntasan 86,75%. Dari hasil analis didapatkan bahwa sikap kreativitas peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I (42,24%) ke siklus II (74,14%). Pembelajaran matematika melalui STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan sikap kreativitas.Creativity is an important topic for teachers to manage learning that can touch the skills needed in the 21st century. So that aspects of creativity become important things that need to be embedded in every learning. STEM is an interdisciplinary approach requiring students to be able to analyze and think creatively in processing data and solving problems in everyday life. This study aims to: improve mathematical thinking skills and creativity attitudes of class VIIIA students of SMP 1 Magelang through the application of STEM. Practical application in learning uses two rounds of classroom action research. Each round consists of four stages, namely: design, activity, observation, and reflection. The target of this study is VIIIA grade students in semester 1 of 2018–2019. Learning outcomes data obtained in the form of creativity attitude observation sheet and work sheet creative thinking ability. Increased ability to think creatively through worksheets and self-assessment sheets while increasing the attitude of creativity was observed through observation sheets. The results of the analysis of creative thinking ability have increased the average from the first cycle (75.17) with completeness of 43.33% to the second cycle (90.34) with 86.75% completion. From the results of the analysis, it was found that the creativity attitude of students had increased from the first cycle (42.24%) to the second cycle (74.14%). Learning mathematics through STEM can improve creative thinking skills and creativity.
Metode Penugasan Membuat Ringkasan Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Hewan (Animalia) Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pangkalpinang Rosmiasih, Rosmiasih
Jurnal Profesi Keguruan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v5i1.18475

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah metode penugasan membuat ringkasan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan hasil belajar belajar tentang ilmuhewan (Animalia)  siswa  kelas  X SMA Negeri 1 Pangkalpinang. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah dengan membagi kelompok topik tentang Animalia yang akan diringkas oleh para siswa dengan menggunakan buku pegangan sebagai sumber bacaan. Hasil ringkasan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya dan dilanjutkan dengan kegiatan penilaian hasil belajar sesuai dengan kelompok materi. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan sebanyak empat tahap. Pada akhir pembelajaran, setiap hasil ringkasan dikumpulkan dan dicetak dalam sebuah buku saku. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa metode penugasan membuat ringkasan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa yang ditandai dengan prosentase nilai di atas KKM (Kelulusan Minimum) dan nilai rata-rata kelas yang telah dicapai dengan baik oleh lima kelas. Hasil ringkasan dicetak dalam bentuk buku saku dalam berbagai macam ukuran sesuai dengan kesepakatan dan kreatifitas kelompok. Kajian ini semoga dapat menjadi inspirasi bagi guru lain dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran lain.The study is aimed at evaluating the summarizing assignment method whether or not it can be used to increase learning results of the X grade studentsof SMA Negeri 1 Pangkalpinang at animal science (Animalia). The method applied in this study is done by dividing some topic groups of Animalia to be summarized by the students using given text book as a resource of material. The summary results are then presented at the next meeting and followed by an evaluation of the learning achievement based on each topic group. These activities are repeated in four phases. At the end of the study, every summary is collected and printed in a pocket book format. The results of the study show that the summarizing assignment method positively affected the learning results of the students, indicated by the percentage of value which is above the KKM (the minimum passing grade) and the average class values obtained by the students in five different classes. The resulted summaries were printed in pocket books with the sizes of books agreed among the group members. It is expected that the study can inspire other teachers in increasing learning results at other topics of science.

Page 9 of 39 | Total Record : 386