cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 243 Documents
ANALISIS KOMPETENSI GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DI SMA NEGERI KOTA BANJARMASIN Selamat Riadi; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v4i1.3406

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu jenis kegiatan untuk pengembangan profesionalisme guru. PTK merupakan jenis penelitian yang dapat dilaksanakan guru dalam kelasnya yang kemudian hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajarannya. Keresahan dari guru sekarang ini salah satunya adalah ketidakmampuan dalam melaksanakan PTK, dikarenakan kurangnya pengalaman dan kemampuan dalam menulis ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, untuk mengetahui pengetahuan, pelaksanaan, permasalahan yang dihadapi guru, bentuk pembinaan dan strategi pembinaan guru dalam pelaksanaan PTK. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan guru tentang pelaksanaan, tujuan, karakteristik dan manfaat PTK  masuk dalam kategori tinggi. Guru dalam pelaksanaan PTK mengalami kesulitan, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengalaman dalam menulis ilmiah. Sumber pembinaan yang didapat guru dalam melaksanakan PTK paling tinggi adalah kepala sekolah dan teman sejawat dengan bentuk pembinaan secara personal, MGMP, pelatihan dan seminar. Strategi pembinaan guru dalam melaksanakan PTK adalah adanya keterlibatan berbagai pihak, yaitu: Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, LPMP Provinsi Kalimantan Selatan, MGMP Geografi Kota Banjarmasin  dan Universitas Lambung Mangkurat.Kata Kunci: PTK, Profesionalisme Guru, Pelaksanaan
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI (STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI 4 PEKANBARU) Syofniati Syofniati
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v6i1.6996

Abstract

Aspek pembinaan penguasaan unsur-unsur Geografi yang dapat dilakukan di sekolah misalnya pengenalan letak suatu wilayah, bentuk permukaan bumi, dan sumber daya alam. Penerapan pengetahuan Geografi secara benar, maka kualitas penguasaan siswa atas materi Geografi harus ditingkatkan. Peningkatan pemahaman siswa dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran kontekstual. Siswa dihubungkan langsung dengan keadaan nyata kondisi di lingkungannya. Di samping itu bidang studi Geografi sangat memungkinkan untuk didesain dengan pembelajaran kontekstual karena berhubungan dengan berbagai fenomena fisik dan sosial yang ada di sekitar lingkungan siswa itu sendiri. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas XI IPS 4 SMA Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitan Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian, metode pembelajaran Kontekstual pada pembelajaran Geografi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 4 Pekanbaru secara signifikan. Kata kunci: Pendekatan Kontekstual, Pembelajaran, Geografi
Peran Ekstrakurikuler dalam Penanggulangan Bencana di SMK Muhammadiyah 1 Wedi dan 2 Wedi Kabupaten Klaten Windy Puspitasari
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v6i2.7557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Peranan ekstrakurikuler dalam penanggulangan bencana gempa bumi di SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Wedi dan (2) Merancang model dan metode integrasi materi mitigasi bencana ke dalam ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Wedi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, subjek dari penelitian ini adalah siswa SMK Muhammadiyah  1  dan  2  Wedi.  Teknik  pengumpulan  data menggunakan observasi dengan instrumen kuesioner. Responden dalam   penelitian   ini   adalah   339   siswa   yang   diperoleh   dari perhitungan dengan formula slovin dari 105 populasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) Intregasi materi dalam kebencanaan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan (2) Peran sekolah dalam pendidikan mitigasi bencana.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL DENGAN AUDIOVISUAL KELAS X SMA PGRI 2 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2014/2015 Hafiza Tiffanullah; Karunia Puji Hastuti; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 6 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v2i6.1441

Abstract

The title of this research is “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Visual dan Audiovisual Kelas X SMA PGRI 2 Banjarmasin Tahun Ajaran 2014/2015”. The objective of this research is for examining the differences of students’ learning result between visual learning media with audiovisual learning media. The population in this research is an class X of SMA PGRI 2 Banjarmasin total students 164 people, the samples of this research are students of  X 1 as experimental class of visual learning media and students of X 2 as experimental class of audiovisual learning media, so there are 42 students as samples for this research. The method used in experiment with quantitative approach. Kind of data that used are primer data that found from the test of learning result and secunder data that found from observation and document study. This research is analysed by using Uji T technique, which is by using T test formula.The result of counting that can be found from the students taught by using visual learning media is > or 9,54 > 2,02 and from the students taught by using audiovisual learning media is > or 6,78 > 2,04. It means , there is a significance difference between pre-test result and post-test result. Because there is an increasing number from the mean of learning result , about 9,54 from visual learning media and 6,78 from audiovisual learning media. Because it bigger than, it means the differences of students’ learning result between visual learning media with audiovisual learning media is significance in table 0,05 and 0,01 so the hypothesis is can be accepted. Furthermore, geographic teachers can use visual learning median and audiovisual learning media in teaching and learning process as an effort for improving students’ learning result .Keywords: Differences Learning Result, Visual Learning Media, Audiovisual Learning Media.
MINAT NELAYAN TERHADAP BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA SARANG TIUNG KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU Andy Sanjaya; Sidharta Adyatma; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v3i3.1501

Abstract

Penelitian ini berjudul “Minat Nelayan Terhadap Budidaya Rumput Laut di Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peminatan nelayan terhadap budidaya rumput laut yang ada di Desa Sarang Tiung.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Sarang Tiung yang berjumlah 3.056 jiwa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan di Desa Sarang Tiung yang belum melakukan pembudidayaan rumput laut, yaitu sebanyak 208 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner, sedangkan data sekunder menggunakan teknik studi dokumen. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik persentase untuk mengetahui besarnya persentase dari tiap pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan di Desa Sarang Tiung Kacamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru mempunyai minat yang tinggi terhadap budidaya rumput laut, hal tersebut dapat dilihat dari kebutuhan hidup keluarga yang terdiri dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani harus terus dipenuhi sehingga mendorongnya keinginan untuk mencari peluang usaha yang lain, serta ada pengaruh dari lingkungan sekitar seperti sudah adanya keluarga yang membudidayakan rumput laut. Kata Kunci: minat, nelayan, budidaya rumput laut.
DAMPAK BENCANA BANJIR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN BATU BENAWA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH, KALIMANTAN SELATAN Reni Yunida; Rosalina Kumalawati; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v4i4.3812

Abstract

This study aims to determine : 1) The impact of floods on the social conditions of people in the District Batu Benawa, 2) The impact of floods on the economic conditions of people in the District Batu Benawa. This research is quantitative descriptive. The study population is families (KK) flood victims in Batu subdistrict Benawa totaling 364 respondents. The sampling technique using Proportional Sampling. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results showed that (1) The impact of floods on social respondents visible from : a) demographic conditions have not changed, there were no fatalities due to floods, b) health condition respondent, c) the state of education of household members (ART) of respondents experiencing barriers to learning d) of respondents experienced housing conditions change, which suffered damage to homes mild or only a small portion of damaged such as floor or wall of the house.(2) The impact of the floods on economic conditions seen from :a) conditions of livelihood respondents b) the condition of respondents' income changes, the number of respondents with a total income of low category. c) the ownership of valuables respondents judging from the number of respondents who have a motorcycle, television or radio or tape, and mobile phones, respondents who have a status of its own wetland damage.Keywords: Impact, cold lava flood, socio-economic condition
STRATEGI PENANGULANGAN BENCANA BANJIR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KECAMATAN BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Pahrul Razikin; Rosalinna Kumalawati; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v4i1.3026

Abstract

Penelitian berjudul “Strategi Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Strategi Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Penelitian menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang terkena bencana banjir di Kecamatan BarabaiKabupaten Hulu Sungai Tengah. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner (angket), dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi penanggulangan banjir berdasarkan persepsi masyarakat didaerah bencana banjir di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah berada pada kategori “sedang yang mana persiapan dan bantuan di dapatkan masyarakat pada saat bencana.Kata Kunci : Penaggulangan, Banjir, Masyarakat
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR GANESHA OPERATION TERHADAP PRESTASI UJIAN NASIONAL SISWA SMA NEGERI 7 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2014/2015 Fitri Heldayanti; Parida Angriani; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 6 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v2i6.1440

Abstract

Title in this research is “The Influence of Tutoring Ganesha Operation to The Student National Examination Achievement SMA Negeri 7 Banjarmasin Academic Year 2014/2015”. This research aims to find out the influence tutoring of Ganesha Operation to the student National Examination achievement SMA Negeri 7 Banjarmasin Academic Year 2014/2015. Population and sample in this research is students of SMA Negeri 7 Banjarmasin who follow tutoring Ganesha Operation, the number of students are 81 students and using technique sampling jenuh. Primary data obtained through observation in the field and spread questionnaire, secondary data obtained from study of library and study of document. The method of this research is quantitative method and correlation research approach. Analysis technique is percentage technique and product moment correlation. The research result shows that there is no significant influence between tutoring Ganesha Operation to the National Examination achievement, score rxy -0,291 which less than score between 0,000 – 0,200 with lowes interpretation (no correlation) and the hypotheses rejected. The conclusion from the research result is that not only variable X (tutoring Ganesha Operation) which can be used as predictor for variable Y (National Examination achievemet).Keyword: Tutoring of Ganesha Operation, National Examination Achievement.
KEBERAGAMAN BATASAN USIA ANAK DI INDONESIA HUBUNGANNYA DENGAN PERKAWINAN PADA ANAK Norma Yuni Kartika; Muhajir Darwin; Sukamdi Sukamdi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1506

Abstract

Terdapat inkonsistensi batasan usia anak yang berlaku dalam Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, maupun Peraturan Menteri yang ada di Indonesia. Tujuan dalam tulisan ini adalah mengetahui dasar hukum batasan usia anak di tingkat nasional terkait perkawinan anak. Berdasarkan Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden maupun Peraturan Menteri dapat disimpulkan bahwa mereka yang berusia dibawah 18 tahun disebut anak.Keberlangsungan praktik perkawinan anak di Indonesia dipengaruhi salah satunya oleh faktor kebijakan pemerintah atau perundang-undangan. Hak individu untuk anak dan orang dewasa berbeda. Anak mempunyai hak, konsen anak berkaitan dengan hak. Anak-anak yang belum mempunyai kedewasaan, dalam hal ini ditandai dengan adanya batasan usia minimal anak yang tercantum dalam Undang-Undang, sehingga konsen anak harus dilindungi, karena ketidakdewasaannya untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu perkawinan pada usia anak harus di cegah untuk mewujudkan anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera. Katakunci : keberagaman, batasan, usia, anak
PEMETAAN JALUR EVAKUASI DAN PENGUNGSIAN DI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Faisal Akhmadi; Rosalina Kumalawati; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 5 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v4i5.3963

Abstract

Bencana yang terjadi membawa sebuah konsekuensi untuk mempengaruhi manusia dan lingkungannya, Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang rentan akibat berbagai bencana alam, terutama banjir. Banjir sudah biasa melanda Indonesia, terutama pada musim hujan. Kabupaten Tanah Laut memiliki 11 Kecamatan. Salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Laut yang parah terkena dampak banjir adalah Kecamatan Bati-Bati, dan Desa yang Paling Tinggi Tingkat Rawan Banjir adalah Desa Benua Raya Dan Desa Bati-bati.Banjir di Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut Terjadi di Daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi yaitu Desa Benua Raya dan Desa Bati-bati. Berdasarkan latar belakang tersebut bahwa daerah banjir yang terdapat di Desa Benua Raya dan Desa Bati-bati mempuinyai tingkat risiko yang tinggi. Peta rawan banjir, peta ketinggian tempat dan peta jaringan jalan kemudian di overlay menggunakan Arcview. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif Kuantitatif.Penelitian ini menghasilkan pemetaan jalur evakuasi dan pengungsian di dua Desa yang terdapat di Kecamatan Bati-bati. Desa Benua Raya memiliki 4 jalur evakuasi dan 4 titik lokasi pengungsian, Desa Bati-bati memiliki 2 jalur evakuasi dan 3 titik lokasi pengungsian. Pemilihan Peta jalur evakuasi dan pengungsian dilakukan dengan cara menjauhi lokasi banjir dan menuju ketempat yang lebih tinggi.Kata kunci: Pemetaan, Jalur Evakuasi, Pengungsian, Kepadatan Penduduk