cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 31, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA TOPIK LISTRIK ARUS SEARAH Herman, Herman; Yusuf, Andi Momang
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This article is a result of an R&D (Research & Development) study which used a 4-D model to develope a teaching material in the form of student’s work sheet that based on science process skill. A valid teaching material has been developed in 2015. The framework of the work sheets was composed of identify (core competence, basic competence, topic, objective), inquiry question, analytical question, and conclusive question. The framework could minimalized the guiding expalanation as often found in experiment manual books. The result showed that the students’ performance in practicing the experiment given was in sufficient category, all of the student were responded positively and all of the activities expected in the learning process were impelemented.  Key words: work sheet, science process skill. Abstrak: Tulisan ini merupakan hasil penelitian R & D (Research and Development) dengan mengngunakan model pengembangan perangkat 4-D yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa lembar kerja berbasis keterampilan proses sains. Pada tahun 2015 telah dihasilkan perangkat pembelajaran yang valid. Kerangka lembar kerja terdiri dari identitas (Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, judul, tujuan), pertanyaan penyelidikan, pertanyaan analisis, dan pertanyaan penyimpulan. Kerangka ini meminimalkan pernyataan tuntunan seperti dalam penuntun praktikum (yang  mirip ”resep kue”). Hasil ujicoba menunjukkan kinerja praktikum siswa berada pada kategori cukup, semua siswa merespon positif dan semua aktivitas yang diharapkan muncul dalam pembelajaran terlaksana seluruhnya.  Kata kunci: lembar kerja (LK), keterampilan proses sains.
STRATEGIES IN TRANSLATING PRONOUN, NUMBER, AND VOICE IN A WALK TO REMEMBER: KAN KUKENANG SELALU (A case study on grammatical equivalence) Krismanti, Ninuk; Lestary, Agustina
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A Walk to Remember is one of the best-selling novels written by Nicholas Spark. The novel has been translated into Indonesian language by Kathleen S.W. This paper is intended to investigate one of the equivalences of the translation: grammatical equivalence. The study used descriptive qualitative method to analyze translation in the novel. The investigation is aimed to identify strategies used to translate three grammatical features: (1) pronoun, (2) number, and (3) voice. The writers take 100 data for each feature as samples of the study. To compare voicing systems in each version of the novel, all sentences in chapter 1 are taken as samples. Based on the findings, the writers conclude that there are five strategies used in translating pronoun: (1) omitting pronoun, (2) translating pronoun as it is, (3) changing pronoun into its reference, (4) making pronoun shift, and (5) adding pronoun. Furthermore, there are two strategies used to translate singular noun with articles: (1) translating articles with lexical addition, (2) translating articles by omission, and (3) changing singular nouns in the English version of the novel into plural nouns in its Indonesian version. In terms of voice, the translator tends to keep the original voice form of the English version of the novel in its Indonesian translation. Keywords: equivalence, pronoun, number, voice Abstrak: A Walk to Remember adalah salah satu novel laris karangan Nicholas Spark. Novel ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Kathleen S.W. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa salah satu kesetaraan penerjemahan, yakni kesetaraan tata bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis penerjemahan dalam novel tersebut. Analisis ini bertujuan untuk menemukan strategi yang digunakan oleh Kathleen dalam menerjemahkan tiga fitur tata bahasa: (1) kata ganti, (2) nomina, dan (3) aktif/pasif. Penulis mengambil 100 data per fitur bahasa yang diteliti sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisa, peneliti menemukan bahwa terdapat lima strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata ganti: (1) menghilangkan kata ganti, (2) menerjemahkan kata ganti sesuai dengan aslinya, (3) mengubah kata ganti ke dalam kata benda yang digantikan, (4) mengubah kata ganti, dan (5) menambah kata ganti. Lebih lanjut, untuk menerjemahkan kata benda tunggal yang memiliki kata sandang, penerjemah menerapkan tiga strategi: (1) menerjemahkan kata sandang dengan penambahan leksikon, (2) menghilangkan kata sandang, dan (3) mengubah kata benda tunggal dalam novel versi Bahasa Inggris menjadi kata benda jamak pada versi terjemahannya. Terkait sistem aktif/pasif, penerjemah cenderung mempertahankan kalimat asli dari bahasa sumber dalam menerjemahkan novel A Walk to Remember ke dalam Bahasa Indonesia.
PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) HARATI BERORIENTASI PADA PENDEKATAN ILMIAH DAN NILAI MORAL Hartanto, Theo Jhoni
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: There are two findings found by the author from the observation related to science (physics) learning activities in several Junior High Schools (SMP) at Palangka Raya city. The first one, science learning tends to be more focused to the teachers, so that most students thought that science (physics) as the subject which is hard to understand. The second one, science (physics) teachers have not completely done their duty yet to plant  some moral values inside the students’ mind. Generally, the learning activities only focused to the cognitive aspect. Based on those two findings, science instruction which is interested from product, process, and attitude, need to be applied. Therefore, this article was presented to describe the harati instruction which try to balance between the “thingking” and the “feeling” aspect in science (physics) learning practice in Junior High School (SMP)Key Words: moral value, harati instruction Abstrak: Ada dua hasil observasi yang ditemukan penulis berkaitan dengan kegiatan pembelajaran IPA (fisika) di sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Palangka Raya. Pertama pembelajaran IPA cenderung lebih berpusat pada guru sehingga sebagian besar siswa menganggap mata pelajaran IPA (fisika) sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami. Hal ini berefek pada hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan. Kedua, guru IPA (fisika) belum sepenuhnya melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang bertanggung jawab untuk menanamkan nilai moral dalam diri siswa. Umumnya pembelajaran hanya fokus kepada aspek kognitif. Berdasarkan dua hal tersebut, pembelajaran IPA yang sesuai dengan hakikatnya sebagai produk, proses, dan sikap yang terintegrasi perlu untuk dilakukan. Oleh sebab itu, artikel ini hadir untuk memaparkan pembelajaran harati, yaitu pembelajaran yang mengupayakan keseimbangan  antara  aspek  “pikir”  dengan “hati” dalam praktik pembelajaran IPA (fisika) di SMP.Kata Kunci: nilai moral, pembelajaran harati
PERAMPASAN HAK PENDIDIKAN PEREMPUAN DALAM IKATAN PERKAWINAN USIA ANAK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012) Kartika, Norma Yuni; Darwin, Muhajir; Sukamdi, Sukamdi
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aimed to find out the deprivation of womens education right in the bond of child age marriage in the province of South Kalimantan. The design of the study was cross-sectional study using data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012. The right of women education in this study is the educational attainment and achievement of nine-year compulsory education of 15-49 years old women. The age of first marriage is divided into three categories, namely under 18 years, 18-20 years and above 20 years. The population of this study in accordance with the population on the IDHS 2012 in South Kalimantan. Analysis of the data using the percentage distribution and Chi Square test. The highest percentage of women at first marriage age under 18 years, 18-20 years and over 20 years in a row namely ungraduated of primary school (38.81%), ungraduated of junior high school (30.32%) and graduate of junior high school (33.86 %). The highest percentage of first marriage age under 18 years old and 18-20 years old at is similar, namely not achieving the nine years compulsory (93.84% and 71.48%), while the highest percentage age of first marriage of women over 20-year is achieving the nine year cumpolsary (56.65%). Keywords: deprivation, womens education right, marriage age Abstrak. Tulisan ini bertujuan mengetahui perampasan hak pendidikan perempuan dalam ikatan perkawinan usia anak di Provinsi Kalimantan Selatan. Rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012. Hak pendidikan perempuan dalam penelitian ini yaitu pencapaian pendidikan dan pencapaian wajib belajar sembilan tahun perempuan 15-49 tahun. Usia perkawinan pertama dibagi tiga kategori, yaitu di bawah 18 tahun, 18-20 tahun dan di atas 20 tahun. Populasi tulisan ini sesuai dengan populasi pada SDKI 2012 di Provinsi Kalimantan Selatan.  Analisis data menggunakan distribusi prosentase dan  uji Chi Square. Prosentase tertinggi usia perkawinan pertama perempuan di bawah 18 tahun, 18-20 tahun dan di atas 20 tahun berturut-turut yaitu tidak tamat SD (38,81 %), tidak tamat SMP (30,32 %) dan Tamat SMP (33,86 %). Usia perkawinan pertama di bawah 18 tahun dan 18-20 tahun prosentase tertingginya sama, yaitu tidak tercapainya wajib belajar sembilan tahun (93,84 % dan 71,48 %), sedangkan usia perkawinan pertama perempuan di atas 20 tahun tertinggi pada tercapainya wajib belajar sembilan tahun (56,65 %). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perkawinan usia anak perempuan mayoritas tidak mencapai wajib belajar sembilan tahun. Artinya ikatan perkawinan usia anak telah merampas hak pendidikan perempuan di Kalimantan Selatan.  Kata kunci: perampasan, hak pendidikan perempuan, perkawinan usia anak 
IMPLEMENTASI MODEL STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN PEMUAIAN Rahmadi, Rahmadi
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

preparation to learn natural science concepts. In fact, many students have difficulties in understanding the concepts, so that the average value of student achievement does not reach the standard. The purpose of this study was to improve students learning and understanding, as well as evaluate the response of the 7th grade students of SMPN 1 Rantau towards temperature and expansion concepts using STAD method. The method used in this study was action research. Data collection applied in this study was tests and questionnaires techniques. The data was analyzed by using percentage. This research was conducted at SMPN 1 Rantau. There are 33 of seventh grade students involved as the subject in this study. The results showed that student learning outcomes in concepts of temperature and expansion improved by the use of STAD model, students and teachers activities in learning were running well. Students were also have positive response to the implementation of STAD model. Keywords: Temperature, Expansion, STAD model  Abstrak. Konsep suhu dan pemuaian merupakan konsep yang sangat penting untuk dikuasai siswa sebagai bekal mempelajari konsep-konsep IPA selanjutnya. Padahal, justru banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep suhu dan pemuaian, sehingga nilai rata-rata prestasi siswa tidak mencapai standar yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran dan pemahaman siswa, serta mengetahui respon siswa kelas VII SMPN 1 Rantau terhadap pembelajaran konsep suhu dan pemuaian menggunakan metode STAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah action research. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Analisis data menggunakan teknik persentase. Penelitian ini dilaksanakan di  SMPN 1 Rantau  dengan subjek 33 orang siswa kelas VII A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi suhu dan pemuaian, aktivitas belajar siswa dan mengajar guru berlangsung baik, serta respon siswa terhadap pembelajaran konsep suhu dan pemuaian menggunakan model kooperatif tipe STAD positif.  Kata Kunci: Suhu, Pemuaian, model STAD.
BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM ACARA MARIO TEGUH GOLDEN WAYS Arifin, Johan
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research deals with directive speech in the Mario Teguh Golden Ways. This study uses a qualitative approach. That is, data that has been found later identified, analyzed and classified through a qualitative analysis. In line with the approach, the method used is descriptive method. From the results of the study, it is showed that the speech act in Mario Teguh Golden Ways is a directive speech act, which is seen from the number of words used by Mario in giving advice. This can be seen in terms of understanding that researcher found. Directive speech acts (directives) illocutionary aim to produce an effect of an act committed by the addressees; this illocutionary is for example, ordering, commanding, pleading, demanding, and giving advice. Keywords: Discourse, Directives Speech Acts, Mario Teguh Golden Ways Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan bentuk tidak tutur direktif dalam acara Mario Teguh Golden Ways. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya, data yang telah ditemukan kemudian diidentifikasi, dianalisis dan diklasifikasikan melalui analisis secara kualitatif. Sejalan dengan pendekatannya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang banyak terdapat pada acara Mario Teguh Golden Ways adalah tindak tutur direktif yang dapat diamati dari banyaknya kalimat yang digunakan oleh Mario Teguh dalam berbicara memberi saran dan nasihat. Hal ini bisa dilihat dari segi pengertian yang telah peneliti dapatkan. Tindak tutur direktif (directives) ilokusi ini bertujuan menghasilkan suatu efek berupa tindakan yang dilakukan oleh petutur; ilokusi ini misalnya, memesan, memerintah, memohon, menuntut, memberi nasihat.Kata kunci : Wacana, Tindak Tutur Direktif, Acara Mario Teguh Golden Ways
IMPLEMENTASI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN BERBASIS LESSON STUDY MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNLAM Kusumawati, Elli
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Teaching practice (PPL) is one of the compulsory subjects weighing four credits held for three months at school. In the last two years, mathematics education department of FKIP ULM implement Lesson Study based PPL in six Junior High Schools in Banjarmasin. At this moment, Lesson Study is implemented in schools by teachers in order to foster and develop educator profession. The purpose of implementation of Lesson study based PPL Study is to give student teachers teaching skills and applying them in the classroom. The research method used is descriptive qualitative approach. Data collection used observation, interviews and Forum Group Discusssion. The research sample consisted of 4 mathematics education department students which are taking PPL program . The study was classified as action research-based Lesson Study. Data analysis refers to analysis of notes including lesson plans, observation and reflection. The results showed that the implementation of Lesson Study of four students started from Plan namely planning of lesson plans), Do namely implementation of lesson plan, observations results taking place during learning activities and the results of the reflection which was completed with suggestions for improvement of learning. Keywords: Lesson Study, PPL, plan-do-see Abstrak. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah salah satu mata kuliah wajib berbobot empat sks yang dilaksanakan selama tiga bulan di sekolah. Pada dua tahun terakhir program studi pendidikan matematika melaksanakan PPL berbasis Lesson Study di enam SMP Negeri di Banjarmasin. Selama ini Lesson Study dilaksanakan di sekolah oleh guru dalam rangka membina dan mengembangkan profesi pendidik. Tujuan diterapkannya PPL berbasis lesson Study salah satunya membekali mahasiswa sebagai calon guru untuk berlatih menerapkannya di kelas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa pengamatan, wawancara dan Forum Group Discusssion. Sampel penelitian terdiri atas 4 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika yang sedang melaksanakan PPL.  Ditinjau dari pelaksanaan penelitian, maka penelitian ini digolongkan dalam penelitian tindakan berbasis Lesson Study. Teknik analisis data penelitian kualitatif mengacu pada hasil catatan lapangan meliputi RPP dan catatan hasil observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Lesson Studi empat orang mahasiswa mulai dari Plan yaitu perencanaan membuat RPP, Do yaitu pelaksanaan pembelajaran berupa hasil observasi di kelas selama pembelajaran berlangsung (tahap pembelajaran yaitu kegiatan awal, inti dan kegiatan akhir) dan hasil refleksi dilengkapi dengan saran perbaikan pembelajaran.  Kata Kunci: Lesson Study, PPL, plan-do-see
ABCD REQUIREMENTS OF LESSON OBJECTIVES MADE BY THE ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF UNLAM FOR PRAKTEK PENGENALAN LAPANGAN (PPL) I COURSE Arapah, Elvina
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Writing a lesson objective is still a challenging task for the English Department students of Lambung Mangkurat University when they do their micro teaching practice in Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I Course. The formulated lesson objectives have to include the ABCD elements -Audience/Actor, Behavior, Condition, Degree- which require distinct characteristics for each. The study examines the lesson objectives of the lesson plans made by the English Department students of Lambung Mangkurat University for PPL I Course in the Academic Year of 2010/2011. There are 91 lesson plans were collected, and there are 91 lesson objectives investigated. The findings discuss the formulation of ABCD requirements in the lesson objectives. It is recommended that the students’ English proficiency must be enhanced because the formulation of a good lesson objective is closely related with the ability to produce grammatically correct sentence. Key words: Lesson Objectives, Audience, Behavior, Condition, Degree Abstrak: Menulis tujuan pembelajaran masih merupakan tugas yang menantang bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat ketika mereka melakukan praktek pembelajaran mikro dalam Mata Kuliah Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) I. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus mencakup unsur-unsur ABCD -Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf- yang membutuhkan karakteristik berbeda untuk masing-masing unsur. Studi ini meneliti tujuan pembelajaran dari Rencana Pembelajaran (RP) yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Lambung Mangkurat untuk Mata Kuliah PPL I Course di Tahun Akademik 2010/2011. Ada 91 rencana pembelajaran dikumpulkan, dan ada 91 tujuan pembelajaran yang diteliti. Temuan membahas perumusan dari syarat ABCD di tujuan pembelajaran. Disarankan bahwa kemampuan bahasa Inggris siswa harus ditingkatkan karena perumusan tujuan pembelajaran yang baik terkait erat dengan kemampuan untuk menghasilkan kalimat dengan tata bahasa yang benar. Kata kunci: Tujuan Pembelajaran, Audiens/Aktor, Perilaku, Kondisi, Taraf
TANGGUNG JAWAB MAHASISWA JURUSAN PMIPA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Suyidno, Suyidno; Nur, Mohamad; Yuanita, Leny; Sunarti, Titin; Prahani, Binar
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Responsibility as life skills and career 21st century. There is still limited knowledge and have not been integrated in a comprehensive manner. The goal of this study is to identify student’s responsibility Department PMIPA of Lambung Mangkurat University in learning Physics. This study used a qualitative approach with survey method. Subjects were 156 students of biology education; chemistry education, physical education, and science education are a program fundamental physics course. Data collected from questionnaires, observations, and interviews. Data were analized by descriptive qualitative and quantitative. The results of questionnaire showed that most students feel responsible for participating, respect for others, teamwork, leadership, and expression with the criteria of good/excellent, but the observations and interviews show that  a lot of student are difficulties in leading and expression, as well as some students still deficient/sufficient in participating, respect for others, and team work. Keywords: Responsibility, Fundamental Physics Abstrak.  Tanggung jawab sebagai keterampilan hidup dan berkarir abad 21 ternyata masih diajarkan sebatas pengetahuan dan belum diintegrasikan secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tanggung jawab mahasiswa Jurusan PMIPA Universitas Lambung Mangkurat dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Subyek penelitian adalah 156 mahasiswa pendidikan biologi, pendidikan kimia, pendidikan fisika, dan pendidikan sains yang memprogram mata kuliah fisika dasar. Pengumpulan data menggunakan angket, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa bertanggung jawab dalam berpartisipasi, menghormati orang lain, kerja sama, memimpin, dan menyampaikan pendapat dengan kriteria baik/sangat baik, tetapi hasil pengamatan maupun wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kesulitan dalam memimpin dan menyampaikan pendapat, serta beberapa mahasiswa masih kurang/cukup dalam berpartisipasi, menghormati orang lain, dan kerja sama. Kata kunci: Tanggung Jawab, Fisika Dasar
NILAI-NILAI GOTONG ROYONG PADA TRADISI BAHAUL DALAM MASYARAKAT BANJAR DI DESA ANDHIKA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS Subiyakto, Bambang; Syaharuddin, Syaharuddin; Rahman, Gazali
Vidya Karya Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  The purpose of this research is to describe the values of gotong royong in Banjarese society in Andhika village that has “a bahaul” tradition. Thus, the values of gotong royong have significance to social studies education as the learning source. This research used the qualitative approach, which the data collection were through interview, observation, and document study. The data was analized by using data reduction, display the data and verification or conclusions. The data verification is through these following steps, namely, extended observation, triangulation, and discussion with the colleagues. The results of the study show the values of Gotong royong in bahaul tradition are seen in these activities; taturukan, pangayuan, pangawahan, and lalawatan. The activities have a significant impact in Social Studies Education. The significant impact could be seen on the values in “bahaul” such as solidarity, tolerance and caring to a society. Thus, this study is able to enrich the source of Social Studies Education in the school. Keywords:      Gotong royong, bahaul tradition, banjarese society, social studies education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai gotong royong dalam masyarakat Banjar di desa Andhika pada acara bahaul dan signifikansinya dalam pembelajaran IPS di sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan  verifikasi/kesimpulan. Keabsahan data melalui perpanjangan waktu pengamatan,  triangulasi, dan cek-cek anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong dalam bahaul tampak pada aktivitas taturukan, pangayuan, pangawahan dan lalawatan. Aktivitas tersebut memiliki signifikansi dalam pendidikan IPS karena aktivitas bahaul memiliki nilai solidaritas, toleransi, dan peduli sosial sehingga memperkaya sumber belajar IPS di sekolah. Kata-kata Kunci: gotong royong, bahaul, masyarakat Banjar dan Pendidikan IPS

Page 1 of 1 | Total Record : 10