cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 32, No 1 (2017)" : 11 Documents clear
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL COMMUNITY-BASED EMPOWERMENT LEARNING IN IMPROVING STUDENTS’ CRITICAL AND CREATIVE THINKING: A CASE STUDY IN SMAN 2 CIANJUR Putri, Fani Julia
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The formulations of the problems and the purposes of this research were about the learning process of empowerment of local communities and the impact of learning about local community in improving critical and creative thinking of students at SMAN 2 Cianjur. Data and information collection techniques used were the interview, observation, and record of the experience. The findings of this study were: (1) The students of SMAN 2 Cianjur conducted three stages of empowerment, namely the planning stage by dividing the class into nine groups of experts along with their respective duties, the implementation stage consisting of the presentation and demonstration of the student’s innovations, and the last one, that is, the assessment stage carried out by various assessors. (2) local community-based empowerment was considered to be appropriate to increase students critical and creative thinking. Then, the publication by students was also as a concrete action that through the use of electronics we can improve the productivity and the marketing of the local communities in order to remain sustainable and adaptive in accordance with the current developments. Keywords: critical and creative thinking, empowerment,  local community  Abstrak. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah tentang proses pembelajaran pemberdayaan masyarakat lokal dan dampak pembelajaran masyarakat lokal dalam meningkatkan berpikir kritis dan kreatif siswa SMAN 2 Cianjur. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan wawancara, observasi, dan catatan pengalaman. Temuan penelitian ini adalah: (1) Siswa SMAN 2 Cianjur melaksanakan tiga tahap proses pemberdayaan masyarakat,  yaitu tahap perencanaan dengan membagi kelas menjadi sembilan kelompok ahli beserta tugasnya masing-masing, tahap pelaksanaan yang terdiri dari presentasi dan demonstrasi inovasi siswa, dan yang terakhir, yaitu tahap penilaian yang dilakukan oleh berbagai penilai. (2) Pemberdayaan masyarakat berbasis lokal dianggap tepat untuk meningkatkan pemikiran kritis dan kreatif siswa. Selain itu, publikasi yang dilakukan oleh siswa juga merupakan tindakan nyata,  di mana melalui penggunaan media elektronik produktivitas dan pengenalan terhadap masyarakat lokal dapat ditingkatkan untuk menjaga agar tetap lestari dan adaptif sesuai dengan perkembangan saat ini. Kata Kunci: berpikir kritis dan kreatif, pemberdayaan,  masyarakat lokal
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP NEGERI 2 CANDI LARAS UTARA Khairudin, Khairudin
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This School Action Research aims to prove scientifically whether continuous academic supervision can improve the ability of Teachers in optimizing learning media. The study was conducted in 3 (three) months from July to September 2011. The action was focused on evaluation sessions with efforts to improve the ability of teachers in optimizing learning media in 2 cycles. Observational data about students’ activity and teacher activity in managing learning using LCD projector as learning media which were analyzed by calculating the mean value of all aspects of several meetings. The result of the research shows the improvement of teacher ability in using LCD projector. Students’ and teachers’ activities in learning using LCD projector as learning media already meet the indicators of success. Responses and perceptions of teachers and students on learning using the media projector is very good, teachers and students agree to apply the learning process using LCD projector media.  Keywords: LCD Projector. Abstrak. Penelitian Tindakan Sekolah ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah apakah supervisi akademik berkelanjutan dapat meningkatkan kemampuan Guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dalam 3 (tiga) bulan dari bulan Juli sampai September 2011. Tindakan dipusatkan pada sesi evaluasi dengan upaya meningkatkan kemampuan Guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran dalam 2 siklus. Data hasil observasi tentang aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan media pembelajaran LCD proyektor dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata seluruh aspek dari beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menggunkan media pembelejaran LCD Proyektor. Aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran LCD proyektor sudah memenuhi indikator keberhasilan. Respon dan persepsi guru dan siswa terhadap pembelajaran menggunakan media proyektor sangat baik, guru dan siswa setuju diterapkannya pembelajaran menggunakan media LCD proyektor.Kata Kunci: LCD Proyektor.
PENGGUNAAN KITIN SEBAGAI ALTERNATIF FASE DIAM KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DALAM PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK Syahmani, Syahmani; Leny, Leny; Iriani, Rilia; Elfa, Noor
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Utilization of chitin as a stationary phase of TLC to separate the compound components from plants had been carried out. The objective of this study was to investigate (1) the effectiveness of chitin as a stationary phase in TLC to separate the compound components of plants, and (2) composition of compounds in plant extracts that can be separated by chitin. Research method is experiment in laboratory. Sampling technique of plant extract (mahogany seed, turmeric rhizome, and pandanus leaf) using random sampling technique, while shrimp shrimp skin is shrimp waste from Indu Manis Banjarmasin factory. Data were analyzed descriptively qualitative. The results showed that chitin rendemen successfully isolated from shrimp skin was 36,44%. Chitin is effectively used as an alternative to stationary phase in TLC to separate the compound components from plant sample extracts (mahogany seeds, pandanus leaves, and turmeric rhizomes). Keywords: chitin, stationary phase of TLC, and separation of plant compound components. Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan kitin sebagai fasa diam KLT untuk memisahkan komponen senyawa dari tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efektivitas kitin sebagai fasa diam pada KLT untuk memisahkan komponen senyawa dari tumbuhan, dan (2) komposisi senyawa dalam ekstrak tumbuhan yang mampu dipisahkan oleh kitin. Metode penelitian adalah eksperimen di laboratorium. Teknik pengambilan sampel ekstrak tumbuhan (biji mahoni, rimpang kunyit, dan daun pandan) menggunakan teknik random sampling, sedangkan kulit udang merupakan limbah kulit udang dari pabrik Indu Manis Banjarmasin. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendaman kitin yang berhasil diisolasi dari kulit udang sebesar 36,44%. Kitin cukup efektif digunakan sebagai alternatif fasa diam  pada KLT untuk memisahkan komponen senyawa dari ekstrak sampel tumbuhan (biji Mahoni, daun Pandan, dan rimpang Kunyit).  Kata Kunci: kitin, fase diam KLT, dan pemisahan komponen senyawa tumbuhan.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Warman, Cahaya
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract :  This paper explain: (1) Background of civic education in Indonesia (2) Problems in implementing civic education in Indonesia (3) How the character of civic education in Economic Asean Society (MEA) is. Civic education in Indonesia as the background by along history of Indonesian since colonialism era until filling independence era that can make different ruled based on each era. Many problems in implementing civic educatioan in Indonesia is : (a) study more give high knowledge but less application, (b) some teacher not able to manage classroom efectivety, (c) between material of civic educatioan and time allocation is not balance, (d) civic education in Indonesia can make negative effect for students perceptions, (e) some teacher teach still use the conventional model, (f) activities teachers more dominant than students. The role of civic education in the face of Economic Asean Society (EAS) : (a) increasing awareness and sense of nationalism to local products, (b) propose an appropriate legal products to create a fovorable regulatory Indonesia for example, every citizen of a foregin working in Indonesia should be able to speak Indonesian, invested capital should be in rupiah. (c) mainting an attitude independent and active foreign policy and not fixated on intra-Asean trade, (d) promote and introduce the Pancasila economic system is Indonesian economic condition in order to stay awake. Keywords: Civic education, Economic Asean Society Abstrak. Makalah ini menjelaskan: (1) Latar belakang pendidikan kewarganegaraan di Indonesia, (2) Permasalahan dalam menerapkan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia (3) Bagaimana karakter pendidikan kewarganegaraan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia berlatar belakang sejarah Indonesia yang panjang sejak era penjajahan hingga era kemerdekaan yang mana tiap-tiap era memliki peraturan yang berbeda. Berbagai masalah dalam menerapkan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia diantaranya adalah: (a) pelajaran lebih banyak memberi pengetahuan namun kurang aplikasinya, (b) beberapa guru tidak dapat mengelola kelas secara efektif, (c) tidak seimbang antara banyaknya materi ajar pendidikan kewarganegaraan dan alokasi waktu, d) Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dapat menimbulkan dampak negatif bagi persepsi siswa, (e) beberapa guru masih mengajar menggunakan model konvensional, (f) kegiatan guru lebih dominan daripada siswa. Peran pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA): (a) meningkatkan kesadaran dan rasa nasionalisme terhadap produk lokal, (b) mengajukan produk hukum yang sesuai untuk menciptakan peraturan yang mengatur Indonesia misalnya, sebagai contoh, setiap warga negara asing yang bekerja di Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia, modal yang diinvestasikan harus dalam rupiah. (c) mempertahankan kebijakan politik luar negeri yang independen dan aktif dan tidak terpaku pada perdagangan intra-ASEAN, (d) mempromosikan dan mengenalkan bahwa sistem ekonomi Pancasila adalah kondisi ekonomi Indonesia agar tetap mawas diri. Kata kunci: Pendidikan kewarganegaraan, Masyarakat Ekonomi Asean.
STUDENTS’ RESPONSE TOWARD THE DEVELOPMENT OF STUDENT WORKSHEET WITH PROBLEM BASED LEARNING IN COMPARISON MATERIAL AT CLASS VII-1 OF SMP NEGERI 1 KUANTAN MUDIK Siregar, Syarifah Nur; Syofni, Syofni; Sukri, Metti; Solfitri, Titi
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— This study aimed to determine students responses toward the development of student worksheet with problem based learning model in the comparison material. This study used 4-D model of development that consisted of four stages, namely the definition, design, development, and disseminate. Data collection instruments were sheets of validation and questionnaire of students’ responses. The questionnaire of students’ responses used Guttman scale consisting of 20 items of positive and negative statements. Grain statement was based on the aspects of accuracy, conformity with learning models, as well as the fulfillment of the terms of didactic, construction, and technical. Before tested to students, the student worksheet has been validated by three experts on mathematics education with very valid results (3.73). The student worksheet trial conducted to 32 students of class VII-1 SMPN 1 Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Riau Province during the second semester of the academic year 2016/2017. After carrying out learning by using worksheets, students were given the response questionnaire. Overall, students gave a positive response to the student worksheet which amounted to 94.37% categorized as very practical. Although the student worksheet already using Indonesian referring to Spelling Enhanced, there are some students who think that they find the unknown word or term on student worksheet. However, this is not a significant obstacle in learning because the student worksheet was developed for group learning so students can discuss things they did not understand with their group members.  Keywords: problem based learning, students’ response, students’ worksheet Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap Lembar Kerja Siswa berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan. Pengembangan menggunakan model 4-D  yang terdiri dari 4 tahap yaitu Definition, Design, Development, dan Disseminate. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan angket respon siswa.  Angket respon siswa menggunakan skala Guttman yang terdiri atas 20 item berisi pernyataan positif dan negative. Item pernyataan didasarkan pada aspek akurasi, kesesuaian dengan model pembelajaran, serta pemenuhan syarat didaktik, konstruksi, dan teknis. Sebelum diuji kepada siswa, lembar kerja siswa divalidasi oleh tiga ahli pendidikan matematika dengan hasil yang sangat valid (3,73). Uji coba lembar kerja siswa dilakukan kepada 32 siswa kelas VII-1 SMPN 1 Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Provinsi Riau pada semester II tahun akademik 2016/2017. Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja, siswa diberi angket respon. Secara keseluruhan, siswa memberikan respon positif terhadap lembar kerja siswa yang berjumlah 94,37% tergolong sangat praktis. Meskipun lembar kerja siswa sudah menggunakan bahasa Indonesia yang mengacu pada Ejaan yang Disempurnakan, ada beberapa siswa yang menemukan kata atau istilah yang tidak diketahui pada lembar kerja siswa. Namun, ini bukan masalah karena lembar kerja siswa dikembangkan untuk pembelajaran kelompok sehingga siswa dapat mendiskusikan hal-hal yang tidak mereka mengerti dengan anggota kelompok mereka. Keywords: problem based learning, students’ response, students’ worksheet
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) IPA DENGAN METODE PEMODELAN (School Action Research Di SMPN 1 Bakarangan Kabupaten Tapin) Rahmadi, Rahmadi
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This school action research aims to motivate teachers and be active in making the lesson plan, so the students motivation and achievement in science improve. The study was conducted for 3 (three) months in 3 cycles of action centered on evaluation sessions. Teacher activities data were generally obtained through observation and field notes, while teacher achievement was obtained through questionnaires and tests. The data were analyzed and interpretated qualitatively. The result showed that by using the modeling method, there was a change of teacher activeness in the effort of making the lesson plan, with activity level before the action below 65% increased to 85% on achievement aspect of teacher effort. There was also an increase in teacher effort with a grade point average before action below 6.5, increasing to 8.25 at the end of the action. From the research results can be concluded that the modeling method improves the teachers’’ ability in making the lesson plan. Keywords: lesson plan, modeling method. Abstrak. Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan agar guru termotivasi dan aktif dalam membuat RPP IPA sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dalam 3 siklus tindakan yang dipusatkan pada sesi evaluasi.  Data kegiatan guru  secara umum diperoleh melalui observasi dan  catatan lapangan, sedangkan prestasi guru diperoleh melalui hasil angket dan tes. Analisis dan interpretasi data dilakukan secara kualitatif. Hasil penilaian menunjukan bahwa dengan menggunakan metode pemodelan terjadi perubahan keaktifan guru dalam upaya pembuatan RPP IPA, dengan tingkat keaktifan sebelum tindakan di bawah 65 % meningkat menjadi 85% pada aspek prestasi upaya guru. Terdapat pula peningkatan upaya guru dengan nilai rata-rata kelas sebelum tindakan di bawah 6,5 ,meningkat menjadi 8,25 pada akhir tindakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode Pemodelan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP IPA. Kata Kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Metode Pemodelan.
DEVELOPMENT OF BLENDED LEARNING MODEL USING WORDPRESS Adini, Muhammad Hifdzi; Purba, Harja Santana; Sukmawati, R. Ati
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In general, the learning process is implemented by using face-to-face model, meaning that participants and teachers are in one place and one time. With this model, usually communication between participants and teachers can be easily implemented. But there are some obstacles that may be faced, such as the lack of time to discuss and the limited space that can be used. To overcome these problems, a model is needed that provides a medium for meeting participants and teachers without limited space and time. The model is known as blended learning. The blended learning model allows participants and teachers to discuss, share material and practice questions on a virtual classroom. The research undertaken is to develop a blended learning model using an analysis of the blended learning implementation framework and the use of Content Management System (CMS) WordPress technology. With this model is expected to be an additional media used to support teaching and learning process. Keywords: blended learning; virtual class; wordpress. Abstrak. Secara umum, proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan model tatap muka, artinya peserta dan guru berada di satu tempat dan satu waktu. Dengan model ini, biasanya komunikasi antar peserta dan guru dapat dengan mudah diimplementasikan. Tapi ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi, seperti kurangnya waktu untuk berdiskusi dan keterbatasan ruang yang bisa digunakan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sebuah model yang menyediakan media untuk bertemu peserta dan guru tanpa ruang dan waktu yang terbatas. Modelnya dikenal sebagai blended learning. Model blended learning memungkinkan peserta dan guru mendiskusikan, berbagi materi dan mempraktikkan pertanyaan di kelas virtual. Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan model blended learning menggunakan analisis kerangka kerja implementasi blended dan penggunaan teknologi WordPress Content Management System (CMS). Dengan model ini diharapkan bisa menjadi media tambahan yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar. Kata kunci: blended learning; kelas virtual; wordpress.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID Wahyu, Wahyu; Rusmansyah, Rusmansyah; Sholahuddin, Arif
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.                  Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34),  aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN METODE PRAKTIKUM PADA MATERI AJAR LISTRIK DINAMIS Putri, Ariyanti Maulida; Arifuddin, Muhammad; Misbah, Misbah
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The lowness of students’ analysis skill and scientific attitude in the class of X-1 of SMA PGRI 6 Banjarmasin in physics learning became the background of this study. Therefore, this study proposed the solution by implementing Explicit Instruction model together with Practicum method. Using the Hopskin model, the type of the study is a class action research study that comprise of two cycles. Every cycle has the stages of make plan, action/observe, and reflection. The data were collected through test, observation, questionaire, and documentation. The data were analyzed in the way of descriptive-qualitative and quantitative. The study result showed that: (1) the implementation of Lesson Plan (RPP) was improved from good category in cycle I to very good category in cycle II. (2) students’ study result has improved according to classical mastery, from not fullfilled in cycle I (individual mastery was only 40%) to mastered in cycle II (individual mastery was 89%), (3) students’ analysis skill has improved from 40% in cycle I to 89% in cycle II, (4) students’ scientific attitude was also improved from 87.1% in cycle I to 94% in cycle II. Therefore, it can be concluded that the analysis skill and scientific attitude of students in the class of X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin in dynamic electric topic can be improved through the Explicit Instruction model together with practicum model.  Keywords: Analysis skill, scientific attitude, explicit instruction, prakticum, dynamic electric. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada pembelajaran fisika. Oleh karena itu peneliti mengajukan solusi permasalahan dengan  mengimplementasikan model explicit instruction dengan metode praktikum. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopskin yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan/observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes, observasi,  angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan RPP meningkat dari kategori baik pada siklus I menjadi berkategori sangat baik pada siklus II, (2) Hasil belajar siswa meningkat berdasarkan ketuntasan klasikal dari tidak tuntas pada siklus I (ketuntasan individu hanya 40%) menjadi tuntas secara klasikal pada siklus II  (ketuntasan individu sebesar 89%), (3) Kemampuan analisis siswa meningkat dari  40% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II,  (4) Sikap ilmiah siswa juga mengalami peningkatan dari  87,1% pada siklus I menjadi  94% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan analisis dan sikap ilmiah siswa kelas X-1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada materi ajar listrik dinamis dapat ditingkatkan melalui model explicit instruction metode praktikum. Katakunci: Kemampuan analisis, sikap ilmiah, explicit instruction,  praktikum, listrik dinamis
EXPLORATION STUDY COMPARING THE EFFECTIVENESS OF METHOD OF TALKS WITH TEAM-BASED LEARNING METHOD Sumiati, Sumiati
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract- The review was affected by fundamental issues about how to best convey the learning material of Sociology. Team-Based Learning is accepted as a method of learning that can develop critical thinking skills. Team-Based Learning emphasizes opportunities for students to develop the ability to cooperate because it gives greater weight to the discussion (peer discussion) compared to learning by lecture method. This study aimed to determine whether a lecture or Team Based Learning teaches the content material better, develops skills, such as critical thinking; and creates a learning environment that is fun in learning Sociology. Data collection techniques in this study were conducted thorugh the study of literature from books and the results of previous research. The results of this study concluded that Team Based Learning method can improve oral communication and critical thinking skills, and create a more pleasant learning environment than lecture method. Keywords: Effectiveness, Team-based learning, Sociology Abstrak. Kajian ini dipengaruhi oleh isu mendasar tentang bagaimana cara terbaik dalam menyampaikan materi pembelajaran Sosiologi. Team-Based Learning diterima sebagai metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Team-Based Learning menekankan pada kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama karena memberi bobot lebih besar pada kegiatan diskusi (peer discussion) dibandingkan pembelajaran dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari dua metode yaitu ceramah atau Team Based Learning, metode mana yang lebih baik dalam mengajarkan materi, mengembangkan keterampilan, seperti berpikir kritis; dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dalam belajar Sosiologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode Team Based Learning dapat meningkatkan komunikasi lisan dan kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan daripada metode ceramah.  Kata Kunci: keefektifan, pembelajaran berbasis kelompok, sosiologi

Page 1 of 2 | Total Record : 11