Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID Wahyu, Wahyu; Rusmansyah, Rusmansyah; Sholahuddin, Arif
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Vidya Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.                  Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34),  aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP KONSEP REAKSI REDUKSI-OKSIDASI DAN ELEKTROKIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Rusmansyah, Rusmansyah; Hamid, Abdul
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 11, No 1 (2008): JPMIPA: Volume 11, Issue 1, 2008
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v11i1.35763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi dan Elektrokimia melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team-Achievement Division (STAD). Subyek penelitian adalah siswa kelas III IPA1 Tahun Pelajaran 2003/2004 SMA Negeri 6 Banjarmasin yang berjumlah 30 orang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas dengan proses siklus berjumlah 2 kali, dimana pada siklus I dilakukan tiga kali pelaksanaan tindakan dan pada siklus II dilakukan satu kali pelaksanaan tindakan. Data dikumpulkan dari hasil tes belajar, observasi, dan angket, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dari tes awal yang hanya 21,60% menjadi 75,85% setelah selesaii siklus I. Kelemahan pengusaan konsep masih terlihat pada konsep-konsep penentuan koefisien reaksi redoks, jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks dengan metode setengah reaksi, peristiwa reaksi kimia menghasilkan energi listrik, menentukan logam yang mudah teroksidasi dari data Eo yang ada, menyusun urutan daya pengoksidasi unsur dari data Eonya, menentukan salah satu cara pencegahan korosi pada besi yang paling tepat, menentukan reaksi yang berlangsung pada anode dari suatu reaksi elektrolisis, serta menerapkan aplikasi dari hukum Faraday. Untuk itu dilakukan siklus II, hasilnya siswa dapat menguasai konsep-konsep tersebut dengan baik, hasil belajar siswa 91,51%. Hasil observasi terhadap pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dilakukan guru menunjukkan hasil yang baik, dimana guru telah mampu menerapkan model pembelajaran tersebut dengan baik. Hasil angket terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkan guru menunjukkan respon yang sangat positif dari siswa, sekitar 86,67% strategi mengajar guru memudahkan siswa belajar, 100% siswa merasa senang dan termotivasi untuk belajar, 90% siswa senang dan mudah belajar dengan model diskusi STAD karena dibantu oleh teman yang lebih pandai dalam memahami konsep, 96,67% siswa merasa punya tanggung jawab untuk kemajuan individu dan kelompoknya, 83,33% siswa menginginkan agar dalam pembelajaran konsep kimia lainnya bisa pula guru menerapkan strategi STAD ini, dan sekitar 60% siswa dapat menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN DI SMA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Syahmani, Syahmani; Rusmansyah, Rusmansyah; Winarti, Atiek; Almubarak, Almubarak
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5615

Abstract

Abstract. Action research is a form of collective self-reflection of a social situation to improve reasoning and justice in the situation in which the research is conducted. Classroom Action Research is a practical research intended to improve classroom learning. This research is one of the efforts of the teacher or practitioner in the form of various activities carried out to improve and or improve the quality of learning in the classroom. The purpose of this activity is to provide a comprehensive description of classroom action research and how research results are oriented towards scientific articles as a media for publicity and dissemination of knowledge. The method used in the activity is the delivery of material in stages with two-way communication between the resource person and participants, discussion, and brainstorming. Participants in the activity are high school teachers in Pelaihari City, South Kalimantan. The results obtained illustrate that the teacher understands the purpose of writing articles, writing scientific articles right up to the process of publishing articles, and motivation as energy in civilizing writing scientific articles to produce quality, creative, and innovative graduates. That is, teachers already have a mindset about the importance of articles and their publications as a PTK research output, so that this is able to broaden teachers' insights.Abstrak. Action research atau penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bentuk refleksi diri secara kolektif terhadap sebuah situasi sosial guna meningkatkan penalaran dan keadilan dalam situasi di tempat dilakukannya penelitian tindakan tersebut. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki  pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Tujuan kegiatan ini yakni untuk memberikan dekripsi secara komprehensif tentang penelitian tindakan kelas (PTK) dan bagaimana hasil penelitian berorientasi artikel ilmiah sebagai media publikais dan penyebarluasan ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyampaian materi secara bertahap dengan komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta, diskusi, dan brainstorming. Peserta dalam kegiatan yaitu para guru SMA di Kota Pelaihari Kalimantan Selatan. Hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa guru mengerti tentang tujuan menulis artikel, penulisan artikel ilmiah yang benar sampai proses publikasi artikel, dan motivasi sebagai energi dalam membudayakan menulis artikel ilmiah untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, kreatif, dan inovatif. Artinya, pengajar sudah memiliki pola pikir mengenai pentingnya artikel dan publikasinya sebagai luaran penelitian PTK, sehingga ini mampu memperluas wawasan pengajar. 
ANALISIS BIBLIOMETRIK: TREN PENELITIAN BERPIKIR KREATIF Huda, Nurul; Misbah, Misbah; Miriam, Sarah; Harto, Muhdi; Rusmansyah, Rusmansyah; Hamid, Abdul; Muhammad, Nurlaela
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v14i1.14387

Abstract

Penelitian terkait Creative Thinking sudah banyak dilakukan beberapa tahun belakangan ini, maka agar mendapatkan pandangan yang menyeluruh terkait Creative Thinking Skills dan memahami trend penekanan penelitian pada masa sekarang. Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi tema yang paling relevan terkait dengan Creative Thinking Skills berbasis analisis bibliometrik, dengan input menggunakan kata kunci “Creative Thinking Skills” OR “Creative Thinking”. Data yang digunakan berbasis database Scopus karena  perangkat lunak VOSviewer versi 1.6.18 yang diadopsi sebagai alat analisis bibliometrik untuk memvisualisasikan jaringan berupa penulis, negara, jurnal, dan kata kunci. Analisis yang dilakukan pada 1 Agustus 2022 menemukan total 96 dokumen dalam periode dari tahun 2013 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir jumlah publikasi tentang Creative Thinking mengalami naik turun secara periodik, tetapi mengalami publikasi tertinggi pada tahun 2017 sebanyak 17 dokumen. Indonesia adalah negara terproduktif di bidang publikasi Creative Thinking, menyumbang jumlah publikasi terbesar di dunia. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa studi tentang Creative Thinking dalam dua dekade terakhir berfokus pada tema yang terkait 21st century skills, higher order thinking skills, thinking skills, pollution, sampling technique, experimental research, research instrumen, gender, dan literature reviews. Analisis bibliometrik yang disajikan memberikan informasi yang relevan tentang tema utama yang dipelajari terkait Creative Thinking.
Analysis of Students Misconceptions on Electrochemistry Material using the Four-Tier Diagnostic Test Instrument Pebriani*, Novita; Bakti, Iriani; Hamid, Abdul; Rusmansyah, Rusmansyah; Ali, Almubarak; Abrori, Fadhlan Muchlas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 12, No 4 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v12i4.38205

Abstract

This study was conducted to determine the percentage and causes of student misconceptions in electrochemistry using the Four-Tier diagnostic test instrument. The research was conducted using a quantitative-qualitative descriptive method. The data collection technique was done through written tests with four-tier diagnostic test instruments and non-tests through interviews. The research subjects were students of the 2021 batch of Chemistry Education at FKIP Lambung Mangkurat University Banjarmasin. The results showed that 34% of students experienced misconceptions. Students experienced misconceptions in electrochemistry and electromotive power (DGL) sub-matter by 25.27%; the thermodynamic aspect of electrochemistry experienced the smallest misconception of 7.69%; DGL and temperature by 12.09%; connecting the Nernst equation with pH measurements by 17.58%; concentration cells by 14.29%; electrolysis by 12.64%; and corrosion sub-matter by 10.44%. Misconceptions occur in electrochemical materials because students think that salt bridges play a role in accelerating reactions. Students were confused about determining the relationship between DGL and temperature; and they were less careful in determining whether a chemical reaction is spontaneous or not. In addition, students were less careful in determining the actions of the gilding process.
Identifying Students' Undergraduate Concept Understanding and Misconceptions on Amino Acids, Proteins, and Enzymes Using A Four-Tier Diagnostic Test Syahmani, Syahmani; Rusmansyah, Rusmansyah; Leny, Leny; Masila, Rizqa
Journal of Mathematics Science and Computer Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jmscedu.v4i2.13878

Abstract

Students' misconceptions have become common in the teaching and learning process, particularly in the challenging subject of biochemistry. This research aims to identify undergraduate students' conceptual understanding and misconceptions of amino acids, proteins, and enzymes. The research method is descriptive qualitative, and data about student conception profiles are retrieved using a four-tier diagnostic test (FTDT). The research subjects comprised 27 participants, including the Chemistry Education Study Program at Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Data collection with a four-tier diagnostic test instrument consisting of 8 questions, categorizing concept understanding into understanding, not understanding the concept, and misconceptions. Data analysis was conducted by converting the results of the four-tier diagnostic test instrument into percentage data. The results showed that in the amino acids, proteins, and enzymes, of the five concepts tested, 36.67% were in the category of understanding the concept, 15.19% were in the category of not understanding the concept, and 48.15% were in the category of misconceptions. In conclusion, students' concept understanding and misconceptions are moderate. Recommended that innovative learning methods be applied to improve students' understanding of concepts in the sub-material of amino acids, proteins, and enzymes
Workshop on Strengthening and Implementing STEM-Based Coding with ARTEC Japan-WOW Singapore - PPSTEMI: School Dissemination Syahmani, Syahmani; Mahardika, Andi Ichsan; Winarti, Atiek; Khairunnisa, Yasmine; Prasetyo, Yogo Dwi; Wiranda, Nurruddin; Dewantara, Dewi; Rusmansyah, Rusmansyah; Wati, Mustika; Putra, Aminuddin Prahatama; Purba, Harja Santana; Salam, Abdul; Fajriah, Noor; Saputra, Novan Alkaf Bahraini; Pamuji, Rizky; Khair, Muhammad Sa’duddien; Febriyanti, Emma Rosana; Alfianti, Dewi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i1.12520

Abstract

Based on initial questionnaire data filled out by Mathematics and Natural Sciences teachers in Barito Kuala (Batola) Regency and Banjarmasin City, it was found that understanding and application of STEM Coding in schools is still low, so it is necessary to hold a STEM Coding community service workshop. This community service project aims to help participants develop critical thinking, creative, collaborative, and STEM literacy (4C) skills. The four stages of the community service method are planning, implementation, observation, and evaluation. A total of 127 teachers participated in the workshops. Speakers from PPSTEMI, Artec Japan, and WOW Singapore presented in the hybrid format event. The material consists of three modules: STEM-based learning, STEM Coding programming with Arduino Basic (Stop and Go), and Intermediate (Controlling a Motorized Car). Activities were evaluated using a response questionnaire, to which 127 people responded. The findings revealed that, on average, 95.47% of participants thought favorably of this STEM Coding exercise.Critical thinking, creativity, collaboration, and STEM literacy are among the skills that workshop attendees can acquire—wrapped up this STEM Coding workshop to help them become more STEM literate. Based on initial questionnaire data filled out by Mathematics and Natural Sciences teachers in Barito Kuala (Batola) Regency and Banjarmasin City, it was found that understanding and application of STEM Coding in schools is still low, so it is necessary to hold a STEM Coding community service workshop. This community service project aims to help participants develop critical thinking, creative, collaborative, and STEM literacy (4C) skills. The four stages of the community service method are planning, implementation, observation, and evaluation. A total of 127 teachers participated in the workshops. Speakers from PPSTEMI, Artec Japan, and WOW Singapore presented in the hybrid format event. The material consists of three modules: STEM-based learning, STEM Coding programming with Arduino Basic (Stop and Go), and Intermediate (Controlling a Motorized Car). Activities were evaluated using a response questionnaire, to which 127 people responded. The findings revealed that, on average, 95.47% of participants thought favorably of this STEM Coding exercise.Critical thinking, creativity, collaboration, and STEM literacy are among the skills that workshop attendees can acquire—wrapped up this STEM Coding workshop to help them become more STEM literate. 
Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Kegiatan Pemuatan Nikel Ore Dari Stockyard Ke Tongkang Yanny, Yanny; Rusmansyah, Rusmansyah; Lakollo, Tantri Nadia
Fusion : Journal of Research in Engineering, Technology and Applied Sciences Vol. 1 No. 1 (2024): Fusion - April
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PT. ANTAM Tbk UBPN Nikel Maluku Utara site Pulau Pakal dari stockyard sampai ke jetty dengan tujuan penelitian untuk menentukan produktivitas dari alat gali muat dan alat angkut dalam memenuhi target pengisian tongkang 10.500 ton. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis kuantitatif. Berdasarkan pengolahan data lapangan pencapaian target alat gali muat dalam satu shift kerja 9 jam 45 menit  adalah 5.211,80 ton dengan cycle time satu kali putaran bucket 14,195 detik. Hasil perhitungan  produktivitas alat angkut dump truck Hino 500 dalam satu shift kerja adalah 6.705,15 ton dengan cycle time satu kali putaran dump truck adalah 908,31 detik. Pencapain target produksi pemuatan tongkang Long Towing dengan tonase 10.500 mencapai target dengan lama pemuatan 3 shift waktu kerja. Oleh karena itu, perusahan menuai keuntungan, sedangkan yang menjadi hambatan selama proses produksi berupa manajemen waktu. Karena target waktu pemuatan yang diberikan melibihi dari pada batas waktu pemuatan dengan waktu kerja yang sebenarnya cukup dicapai dalam 3 shift pemuatan tongkang dengan total kapasitas 10.500 ton.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN IPA BERORIENTASI LEARNER AUTONOMY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK Anggryani, Anggryani; Suryajaya, Suryajaya; Rusmansyah, Rusmansyah; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.332

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains peserta didik dikarenakan kurangnya penggunaan metode percobaan dalam proses pembelajaran serta kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berorientasi learner autonomy yang valid, praktis dan efektif, sehingga layak untuk melatihkan keterampilan proses sains peserta didik. Subjek penelitian ini yaitu kelas VIII A SMP Negeri 10 Banjarmasin sebanyak 23 peserta didik menggunakan desain model pengembangan ADDIE meliputi analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar validasi akademisi dan praktisi, lembar pengamatan RPP, lembar pengamatan keterampilan proses sains, dan hasil tes peserta didik. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk valid karena komponen validitas RPP dengan rerata 3,35; materi ajar dengan rerata 3,19; LKPD dengan rerata 3,16; dan THB dengan rerata 3,08 dalam kategori valid; (2) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk praktis, karena komponen keterlaksanaan RPP diperoleh rerata sebesar 3,69 dalam kategori sangat praktis; (3) bahan ajar berorientasi learner autonomy termasuk efektif karena gain score kognitif sebesar 0,81 dalam kategori tinggi. Diperoleh kesimpulan bahan ajar berorientasi learner autonomy layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains.
REACT Contextual Approach: Effective Numeracy Teaching for Future Mathematics Teachers Wulandari, Shinta; Kusuma, Arief Ertha; Ridwan, Ridwan; Suciati, Suciati; Rusmansyah, Rusmansyah
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 3 No. 3 (2024): June
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v3i3.1727

Abstract

This study describes adequate numeracy learning in schools for future mathematics teachers in North Kalimantan. It involved 30 students as respondents who observed numeracy teaching carried out by local facilitator teachers in Bunyu district, North Kalimantan. The researcher utilized the REACT contextual approach to offer practical experience in school numeracy teaching. The respondents, assuming the role of students receiving numeracy instruction, observed the teaching process, filled out questionnaires, and provided feedback on the activities through interviews. We used mode score analysis and synthesis of interview results to analyze the student response data descriptively and quantitatively. The results showed that students who attended lectures with the REACT contextual approach strategy responded positively with a response mode score of 4, which is in the excellent category. The interview results showed a clear positive response from most students after participating in the activity. The students expressed that the lecturer's new strategy helped them acquire knowledge and achieve lecture objectives. Therefore, the application of the REACT contextual approach in innovative learning model lectures on effective numeracy teaching for future mathematics teachers in North Kalimantan has proven highly effective.