cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 15 Documents clear
SELF-REFLECTION GURU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Iin Ariyanti; Rahmatya Nurmeidina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15868

Abstract

Pada umumnya guru memang melakukan refleksi diri namun hanya secara sebatas pemikiran tetapi tidak meluangkan waktu secara khusus atau panduan khusus bagaimana melakukan self-reflection terhadap pembelajaran yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan deskripsi guru dalam melaksanakan self-reflection dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Self-reflection dalam pembelajaran matematika dilakukan melalui jurnal mengajar, rekaman video, serta angket. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 5 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data berupa teknik triangulasi berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Data-data yang telah dikumpulkan dianalisis mengggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil refleksi terhadap pembelajaran matematika yang telah guru lakukan berupa hal positif dan negatif yang diidentifikasi oleh guru dari segi jurnal mengajar, rekaman video, dan angket serta solusi permasalahan oleh guru untuk pembelajaran berikutnya.  Kesimpulan yang diperoleh yaitu self-reflection yang telah dilakukan guru memberikan guru cerminan dalam hal manajemen kelas, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran, pola berpikir siswa, miskonsepsi siswa hingga mengarah kepada metode pembelajaran diskusi kelompok serta solusi tindak lanjut dari kekurangan pembelajaran sebelumnya. Kata kunci: self-reflection, pembelajaran matematika, refleksi pengajaran Abstract: In general, teacher did self-reflection but only in terms of thinking but did not take time specifically or special guideline how to do self-reflection in learning. The purpose of this study is to describe the teacher's description in doing implementation of self-reflection on mathematics learning. The method of this research is  case study which is included in qualitative research. Self-reflection learning is done through teaching journals, video recordings, and questionnaires. The process of teacher in doing self-reflection in this research was done during 5 meetings. Techniques in collecting data using triangulation techniques which is observation, interviews, and documents. The data collected was analyzed using the Miles and Huberman model analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of reflection on the mathematics learning that the teacher has done are positive and negative things identified by the teacher in terms of teaching journals, video recordings, and questionnaires as well as problem solutions by the teacher for subsequent learning. The conclusion that can be drawn from this research is that teacher' self-reflection gave the teacher in terms of classroom management, the advantages and disadvantages of implementing learning, student thinking patterns, student misconceptions which are leading to group discussion learning methods and follow-up solutions to the shortcomings of previous learning. Keywords: self-Reflection, mathematics learning, reflection in teaching
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS CPS TERINTEGRASI TPACK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA Edy Waluyo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis CPS terintegrasi TPACK untuk meningkatkan keterampilan berpikr tingkat tinggi siswa pada materi integral. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Borg & Gall meliputi analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan produk, implementasi dan evaluasi produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII A dan XI D SMAN 2 selong yang berjumlah 70 siswa.  Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi pedoman validasi dan kepraktisan produk, serta tes tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi. Analisis data digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis deskriptif untuk data kevalidan dan kepraktisan serta uji t untuk data keefektifan produk. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, modul ajar yang dikembangkan termasuk kategori valid menurut ahli materi dan ahli bahasa. Begitu juga, modul ajar yang dikembangkan tergolong praktis berdasarkan respon siswa setelah menggunakan modul ajar selama pembelajaran.  Modul ajar juga efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikit tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh t hitung = 23, 71 > t tabel =1,66. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan modul ajar matematika berbasis creative problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA. Kata kunci: CPS, TPACK, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Abstract: This study aims to develop an integrated CPS-based mathematics teaching module TPACK to improve students' high-level skills on integral materials. The research method used is Borg & Gall model development research including needs analysis, product design, product development, product implementation and evaluation. The subjects of this study were students of class XII A and XI D SMAN 2 selong totaling 70 students.  Instruments used to collect data include product validation guidelines, product practicality guidelines, and tests on higher order thinking skills. Data analysis used in this research was descriptive analysis for validity and practicality data and t test for product effectiveness data. Based on the data analysis carried out, the teaching modules developed are included in the valid category according to material experts and linguists. Likewise, the teaching modules developed are relatively practical based on student responses after using the teaching modules during learning.  The teaching module is also effective in improving the high-level picit skills indicated by t count = 23.71 > t table =1.66. The conclusion of this study is that the development of mathematics teaching modules based on creative problem solving can improve the higher-order thinking skills of high school students. Keywords: CPS, TPACK, Higher order thinking skills
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA BERDASARKAN SELF CONFIDENCE DAN ETNIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR Rosmaiyadi Rosmaiyadi; Citra Utami; Nuraz’mi Widi Latifah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran mate­matis siswa ditinjau dari self confidence dan etnik dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas XI di SMA Singkawang etnik Tionghoa, Melayu, dan Madura. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan penalaran matematis dan angket self confidence serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan acuan pada peneliti terdahulu bahwa, 1) siswa dengan self confidence tinggi dapat membuat mani­pulasi matematika, memeriksa kesahihan argumen, dan menarik kesimpulan sebagian besar dapat mencapai indikator kemampuan penalaran matematis tersebut. Siswa dengan self confidence sedang, hanya sebagian siswa, dapat menyele­saikannya secara tepat dan lengkap. Siswa dengan self confidence rendah, beberapa siswa, dapat mencapai indikator kemampuan penalaran matematis. 2) Sebagian siswa yang beretnik Tionghoa dapat melakukan manipulasi matematika dan memeriksa kesahihan. Sebagian siswa etnik Melayu dapat melakukan manipulasi matematika. Sebagian siswa etnik Madura dapat melakukan manipulasi matematika dan memeriksa kesahihan argumen. Kata kunci: Penalaran Matematis, Self confidence, Etnik Abstract: The study's goal is to describe students' mathematical reasoning abilities in solving linear program problems based on self-confidence and ethnicity. This type of research is qualitative. Students of Class XI in Singkawang high school are ethnic Tionghoa, Malay, and Madura. The instruments used in this study are mathematical reasoning and self-confidence tests and interviews. Based on the results of research and references from previous researchers, it appears that, 1) students with high self-confidence who can make mathematical manipulations, check the validity of arguments, and draw conclusions can mostly reach such indicators of mathematical reasoning ability. Students with moderate self-confidence are only partially able to complete it accurately and completely. Students with low self-confidence, which is a some students, can achieve indicators of mathematical reasoning ability. 2) Chinese ethnic students can partially perform mathematical manipulation and check authenticity. Some ethnic Malay students can do mathematical manipulation. Some Madurese ethnic students can manipulate mathematics, and check the validity of arguments  Keywords: Mathematical Reasoning, Self Confidence, Ethnic
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA MENGGUNAKAN KONTEKS MASJID LAWANG KIDUL Dinda Dwi Thahara; Sujinal Arifin; Arvin Efriani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul pada materi luas permukaan limas menggunakan konteks masjid lawang kidul yang valid, praktis dan memiliki efek pontensial terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) berdasarkan model pengembangan (ADDIE) Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Teknik pengum­pulan data yang digunakan yakni angket, tes, dan wawancara. Penelitian ini meng­hasilkan (1) E-modul yang valid dengan persentase rata-rata sebesar 0,78 kategori “sedang”, (2) E-modul praktis dengan persentase rata-rata 81,89% kategori “sangat praktis”, dan (3) E-modul yang mempunyai efek potensial dengan persentase rata-rata sebesar 80,81% kategori sangat tinggi. Kata kunci: E-modul, Konteks Masjid Lawang Kidul, Luas Permukaan Limas. Abstract: This study aims to produce an e-module on the surface area of pyramids using the context of the Lawang Kidul mosque which is valid, practical and has a potential effect on the problem solving abilities of eight grades of students at SMP Negeri 50 Palembang. The research method used is Research and Development (R&D) based on the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques used were questionnaires, tests, and interviews. This research resulted in (1) valid E-modules with an average percentage of 0.78 in the "moderate" category, (2) practical E-modules with an average percentage of 81.89% in the "very practical" category, and (3 ) E-modules that have potential effects with an average percentage of 80.81% are very high categories. Keywords: E-module, The context of the Lawang Kidul Mosque, Surface Area of Pyramid.
IDENTIFIKASI KESULITAN MAHASISWA DALAM LITERASI MATEMATIKA KONTEN RUANG DAN BENTUK Kamaliyah Kamaliyah; Taufiq Hidayanto; Dewi Nisrina Nadia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.11943

Abstract

Hasil PISA menunjukkan rendahnya kemampuan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun, khususnya literasi matematika. Beberapa studi PISA konten ruang dan bentuk menyebutkan bahwa mayoritas siswa kesulitan dalam penyelesaian soal yang diberikan. Selain itu, sebagian besar literasi matematika mahasiswa dalam kategori rendah dan mereka kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa calon guru dalam literasi matematika konten ruang dan bentuk menggunakan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat sejumlah 41 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dalam literasi matematika konten ruang bentuk adalah (1) membuat representasi geometri yang tepat dari informasi yang diberikan, (2) memodelkan permasalahan secara matematis dari informasi implisit, (3) ketidaktelitian dalam memproses jawaban, (4) menginterpretasikan jawaban yang realistik. Kata kunci: Kesulitan, Literasi Matematika, Ruang dan Bentuk Abstract: The performance of 15-year-old Indonesian students in PISA is still low, especially in mathematical literacy. Several PISA studies on space and shape content stated that most students had difficulty in solving the questions given. In addition, the majority of student teacher candidates' mathematical literacy is in the low category and they have difficulty in solving problems in the context of the wetland environment. This study aims to identify the difficulties of student teacher candidates in mathematical literacy of space and shape content using problems in the context of the wetland environment. This research is a qualitative research, while the method used is descriptive method. The subjects of this study were 41 students of the Mathematics Education Study Program, Universitas Lambung Mangkurat. The data collection technique used in this study is a test. The data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that students' difficulties in mathematical literacy in the content of shape and space were (1) making a precise geometric representation of the information provided, (2) modeling problems mathematically from implicit information, (3) inaccuracy in processing answers, (4) interpreting answers realistically.Keywords: difficulties, mathematical literacy, space and shape

Page 2 of 2 | Total Record : 15