cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2025)" : 15 Documents clear
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA MATERI ALJABAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP Satriana Nurisyah Endarwati; Fitriani Nur; Mardhiah Mardhiah; Suharti Suharti; Badaruddin Baharuddin
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.21878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research & Development) dengan menggunakan model ADDIE. Uji coba produk dilakukan pada kelas VII-6 dengan 29 siswa sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi, observasi keterlaksanaan e-modul, angket respon guru, observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, angket minat belajar, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan analisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan  e-modul berbasis RME menggunakan model pengembangan ADDIE dimulai dengan identifikasi masalah siswa, sekolah, dan kurikulum, dilanjutkan dengan desain e-modul sesuai kebutuhan siswa, divalidasi, dan diimplementasikan dalam pembelajaran, serta dievaluasi kualitasnya. Hasil validasi menunjukkan e-modul sangat valid dengan skor 3,8. Kepraktisan e-modul dinilai dari angket respon guru (98%) dan observasi keterlaksanaan (1,75), yang menunjukkan e-modul praktis. Keefektifan e-modul ditunjukkan oleh angket respon siswa (86%), observasi aktivitas siswa (75%), angket minat belajar (85%), dan tes hasil belajar (72,41%), sehingga e-modul dinyatakan efektif. Oleh karena itu e-modul berbasis (RME) dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci: E-Modul, Realistic Mathematics Education, ADDIE, Hasil Belajar Abstract: This study aims to develop an e-module based on Realistic Mathematics Education (RME) that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This research is a development research (Research & Development) using the ADDIE model. The product trial was conducted in grades VII-6 with 29 students as samples. The research instruments used were validation sheets, e-module implementation observations, teacher response questionnaires, student activity observations, student response questionnaires, learning interest questionnaires, and learning outcome tests. Data analysis used validity, practicality, and effectiveness analysis of the e-module. The results of this study indicate that the development of an e-module based on RME using the ADDIE development model begins with the identification of student, school, and curriculum problems, followed by the design of the e-module according to student needs, validated, and implemented in learning, and evaluated for its quality. The validation results show that the e-module is very valid with a score of 3.8. The practicality of the e-module is assessed from the teacher response questionnaire (98%) and implementation observations (1.75), which indicate a practical e-module. The effectiveness of the e-module is demonstrated by the student response questionnaire (86%), student activity observation (75%), learning interest questionnaire (85%), and learning outcome test (72.41%), so that the e-module is declared effective. Therefore, the e-module based on (RME) can be declared valid, practical, and effective. Keywords: E-Module, Realistic Mathematics Education, ADDIE, Learning Outcomes
PENGARUH STRATEGI REACT BERBASIS MASALAH TERBUKA DAN ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Yasmin Aulia; Abdul Muin; Dedek Kustiawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.21522

Abstract

Strategi pembelajaran REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) merupakan salah satu strategi belajar yang direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis serta mendukung siswa untuk menghubungkan antara konsep, prosedur, topik matematika, dan kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran REACT berbasis masalah terbuka dan tipe Adversity Quotient (AQ) siswa terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan posttest-only control group design. Sampel penelitian diambil dari populasi siswa kelas X SMA Negeri di Tangerang Selatan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan koneksi matematis serta angket Adversity Response Profile (ARP). Data dianalisis menggunakan uji ANAVA dan menunjukkan bahwa: (1) strategi pembelajaran REACT berbasis masalah terbuka berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa, (2) tipe Adversity Quotient (AQ) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa, dan (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran REACT dengan tipe Adversity Quotient (AQ) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengaruh Adversity Quotient (AQ) lebih besar dari pengaruh strategi pembelajaran dengan kelompok siswa tipe AQ climbers menjadi kelompok yang memiliki kemampuan koneksi matematis tertinggi.   Kata kunci: Strategi REACT, Masalah Terbuka, Kemampuan Koneksi Matematis, Adversity Quotient (AQ). Abstract: The REACT learning strategy (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) is one of the recommended approaches to enhance students' mathematical connection skills and support them in linking concepts, procedures, mathematical topics, and real-life experiences. This study aimed to examine the effect of the REACT learning strategy based on open-ended problems and students’ Adversity Quotient (AQ) types on their mathematical connection skills. This research adopts a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The sample was selected through cluster random sampling from 10th-grade students in public senior high schools in South Tangerang. The instruments used include a mathematical connection skills test and the Adversity Response Profile (ARP) questionnaire. Data analysis was conducted using ANOVA, revealing the following results: (1) the REACT learning strategy based on open-ended problems significantly influences students' mathematical connection skills, (2) the Adversity Quotient (AQ) type significantly affects students' mathematical connection skills, and (3) there is no interaction effect between the REACT learning strategy and Adversity Quotient (AQ) types on students' mathematical connection skills. The findings indicate that the Adversity Quotient (AQ) has a greater impact compared to the learning strategy, with students categorized as AQ climbers showing the highest mathematical connection skills. Keywords: REACT Strategy, Open Problems, Mathematical Connection Ability, Adversity Quotient (AQ).
TRANSISI BERHITUNG SISWA SD: BAGAIMANA REPRESENTASI CAMPURAN MENJADI TRANSISI DARI COUNTING ALL KE COUNTING ON Nanik Sulistiyah; Anton Prayitno
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.23829

Abstract

Perkembangan strategi berhitung siswa sekolah dasar berlangsung bertahap dari strategi konkret menuju strategi mental yang lebih efisien. Rendahnya capaian literasi numerasi siswa Indonesia dalam PISA 2022 menegaskan perlunya memahami bagaimana anak bertransisi dari counting all menuju counting on. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi berhitung siswa dalam operasi penjumlahan sederhana serta menjelaskan peran representasi campuran sebagai penopang transisi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen tugas penjumlahan bilangan kecil, rekaman video aktivitas siswa, dan analisis task-based clinical interview. Subjek penelitian dilaksanakan pada siswa kelas III di MI Hasyim Asari Kota Malang. Strategi berhitung diklasifikasikan menjadi counting all, counting on, dan representasi campuran. Hasil menunjukkan tiga pola utama: (1) siswa awal menghitung semua bilangan dari awal (counting all), (2) siswa mulai menggunakan bilangan pertama sebagai titik awal perhitungan (counting on), dan (3) siswa mengombinasikan penyimpanan bilangan awal secara mental dengan bantuan jari (representasi campuran). Strategi campuran terbukti berfungsi sebagai scaffolding yang menjaga jejak perhitungan dan mendukung akurasi. Temuan ini menegaskan bahwa representasi campuran tidak hanya sebagai tahap transisi, tetapi juga sebagai alat penguatan dalam berpikir matematis. Guru direkomendasikan menyediakan beragam representasi konkret seperti jari, garis bilangan, atau benda nyata untuk mempercepat transisi menuju strategi numerik yang lebih efisien.   Kata kunci: strategi berhitung, counting all, counting on, representasi campuran, literasi numerasi Abstract: The development of elementary school students’ counting strategies progressed gradually from concrete strategies toward more efficient mental strategies. The low achievement of Indonesian students in numerical literacy in PISA 2022 underscored the need to understand how children transitioned from counting all to counting on. This study aimed to describe students’ counting strategies in simple addition operations and to explain the role of mixed representations as a support for the transition. The research employed a descriptive qualitative method with instruments including small-number addition tasks, video recordings of students’ activities, and analysis through task-based clinical interviews. The research subjects were third-grade students at MI Hasyim Asari, Malang City. The counting strategies were classified into counting all, counting on, and mixed representation. The results revealed three main patterns: (1) students initially counted all numbers from the beginning (counting all), (2) students began to use the first number as the starting point of calculation (counting on), and (3) students combined the mental storage of the first number with the aid of fingers (mixed representation). The mixed strategy proved to function as scaffolding that maintained calculation traces and supported accuracy. The findings confirmed that mixed representation was not only a transitional stage but also a strengthening tool in mathematical thinking. Teachers were recommended to provide various concrete representations such as fingers, number lines, or real objects to accelerate the transition toward more efficient numerical strategies. Keywords: counting strategies, counting all, counting on, mixed representation, numeracy
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS WEBSITE PADA MATERI BILANGAN BULAT DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH Annisa Hidayah; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22419

Abstract

Instrumen tes merupakan alat ukur yang banyak dipergunakan dalam dunia pendidikan atau pelatihan. Namun, instrumen teskonvensional berbasis kertas memiliki sejumlah keterbatasan, seperti konsumsi waktu, biaya, dan kurangnya interaktivitas. Oleh karena itu, perlunya instrumen tes matematika yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes matematika berbasis website pada materi bilangan bulat dengan konteks lingkungan lahan basah untuk siswa SMP kelas VII yang valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development(R&D) dengan model pengembangan 4D, yang mencakup tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen yang dimanfaatkan dalam penelitian meliputi soal tes, lembar validasi, serta angket untuk mengukur respon guru dan siswa. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Banjarmasin, dengan partisipasi 6 siswa pada tahap uji coba kelompok kecil dan 34 siswa pada tahap uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan diperoleh 11 dari 15 butir soal dinyatakan valid, praktis dan reliabel.  Kata kunci: Istrumen Tes Berbasis Website, Bilangan Bulat, Lingkungan Lahan Basah Abstract: Test instruments are measuring tools widely used in the field of education or training. However, conventional paper-based test instruments have several limitations, such as time consumption, cost, and lack of interactivity. Therefore, there is a need for mathematics test instruments that utilize advanced technology. This study aims to develop a web-based mathematics test instrument on the topic of integers with the context of wetland environments for 7th-grade junior high school students that is valid, practical, and reliable. This research uses a Research and Development (R&D) approach with a 4D development model, which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The instruments used in the study included test questions, validation sheets, and questionnaires to measure teacher and student responses. The research activity was carried out at SMP Negeri 7 Banjarmasin, with the participation of 6 students in the small group trial stage and 34 students in the field trial stage. The results of the study showed that the assessment developed obtained 11 out of 15 questions was declared valid, practical and reliable. Keywords: Website Based Test Instrument, Integer, Wetland Environment
PEMAHAMAN KONSEP SISWA BERDASARKAN TAHAPAN APOS PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI SMP NEGERI 2 KALAWAT Denis Joshua Tamba; Anetha L. F. Tilaar; Vivian E. Regar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22049

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan komponen penting dalam pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) karena berperan dalam kemampuan siswa memecahkan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa berdasarkan teori APOS (Action, Process, Object, Schema) yang menguraikan tahapan berpikir matematis siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes diagnostik dan wawancara mendalam terhadap tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dari total 28 siswa yang mengikuti tes. Hasil menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal SPLDV secara hampir menyeluruh berdasarkan tahapan APOS, meskipun terdapat kekurangan dalam representasi tertulis. Siswa berkemampuan sedang menunjukkan pemahaman terbatas, khususnya dalam menentukan metode penyelesaian dan menarik kesimpulan. Sementara itu, siswa berkemampuan rendah hanya menunjukkan pemahaman semu, karena jawaban diperoleh dari sumber eksternal tanpa melalui proses konstruksi pengetahuan. Temuan ini menegaskan efektivitas teori APOS sebagai kerangka analisis untuk mengidentifikasi kesulitan belajar matematika secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis tahapan kognitif siswa dan menyarankan eksplorasi lanjutan dengan integrasi pendekatan teknologi. Kata kunci: pemahaman konsep matematika; teori APOS; SPLDV; pembelajaran kontekstual; kemampuan berpikir matematis Abstract: Conceptual understanding in mathematics is a critical component in learning Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV), as it plays a significant role in students’ ability to solve contextual problems. This study aims to analyze students' conceptual understanding based on the APOS theory (Action, Process, Object, Schema), which outlines the stages of mathematical thinking. A qualitative approach was employed, involving diagnostic tests and in-depth interviews with three students representing high, moderate, and low ability levels, selectsed from a total of 28 students who participated in the test. The results revealed that the high-ability student was able to complete the SPLDV problems across nearly all APOS stages, although with some limitations in written representation. The moderate-ability student demonstrated partial understanding, especially in selecting problem-solving methods and drawing conclusions. Meanwhile, the low-ability student showed only surface-level understanding, as responses were obtained from external sources without internal knowledge construction. These findings affirm the effectiveness of the APOS theory as an analytical framework to identify learning difficulties in mathematics comprehensively. This research contributes to the development of instructional strategies based on students’ cognitive stages and suggests further exploration of the integration of technological approaches. Keywords: mathematics conceptual understanding; APOS theory; systems of linear equations; contextual learning; mathematical thinking skills
MENELUSURI KESULITAN MAHASISWA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIS PADA PERKULIAHAN PENGANTAR ANALISIS REAL Dewi Murni; Yerizon Yerizon; Ahmad Fauzan; Elita Zusti Jamaan; I Made Arnawa; Helma Helma
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22776

Abstract

Pembuktian matematis merupakan elemen kunci dalam pendidikan matematika tingkat lanjut dan menjadi fokus utama dalam perkuliahan Pengantar Analisis Real. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar, menghubungkan definisi dengan teorema, serta menyusun pembuktian secara runtut, sehingga memengaruhi penguasaan mereka terhadap mata kuliah ini. Penelitian ini bertujuan menelusuri kesulitan mahasiswa dalam memahami soal pembuktian, melaksanakan proses pembuktian, dan menarik kesimpulan dari hasil pembuktian. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods), yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah satu kelas mahasiswa Jurusan Matematika, Program Studi Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Padang yang menempuh mata kuliah Pengantar Analisis Real pada semester Januari–Juni 2024, dengan jumlah 35 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, enam orang mahasiswa dipilih sebagai responden wawancara. Instrumen yang digunakan adalah tes soal pembuktian dan lembar wawancara. Data tes (rentang 1-100) dikategorikan dengan nilai 1 sampai dengan 4 berdasarkan rubrik penilaian yang terdapat dalam standar operasional prosedur penilaian UNP. Data wawancara dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuktian diperoleh kesulitan mahasiswa: dalam memahami soal pembuktian sebanyak 44,83%, dalam melaksanakan pembuktian sebanyak 52,49%, dan dalam membuat kesimpulan hasil pembuktian sebanyak 65,52%. Analisis jawaban mahasiswa menunjukkan bahwa kesulitan utama terletak pada: kesalahan memahami premis soal, penggunaan definisi irisan yang tidak benar, penyusunan argumen pembuktian yang tidak sistematis, serta penarikan kesimpulan yang tidak didasarkan pada langkah-langkah yang benar. Kata kunci: pembuktian matematis, analisis real, kesulitan mahasiswa. Abstract: Mathematical proof is a key element in advanced mathematics education and is the main focus of the Introduction to Real Analysis course. However, many students experience difficulties in understanding basic concepts, connecting definitions to theorems, and constructing proofs coherently, thus affecting their mastery of this course. This study aims to explore students' difficulties in understanding proof problems, carrying out the proof process, and drawing conclusions from the proof results. The type of research used is a mixed methods study, combining quantitative and qualitative approaches. The subjects were a class of 35 students from the Mathematics Department, Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Padang State University, who took the Introduction to Real Analysis course in the January–June 2024 semester. Of these, six students were selected as interview respondents. The instruments used were a proof test and an interview sheet. Test data (range 1–100) were categorized with a score of 1 to 4 based on the assessment rubric contained in the UNP assessment standard operating procedures. Interview data were analyzed using descriptive analysis. The results of the study showed that in the proof process, students found difficulties: in understanding the proof questions as much as 44.83%, in carrying out the proof as much as 52.49%, and in drawing conclusions from the proof results as much as 65.52%. Analysis of student answers showed that the main difficulties lay in: misunderstanding the question premise, using incorrect intersection definitions, compiling unsystematic proof arguments, and drawing conclusions that were not based on correct steps. Keywords: mathematical proff; real analysis; student struggles; proof construction
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI DALAM KEPERCAYAAN PENENTUAN HARI BAIK MASYARAKAT MELAYU PULAU JALOH KEPULAUAN RIAU Fitri Qoriaturrosyidah; Friska Yanti Simanjuntak; Putri Annisa AlWahab; Ros Maliah Ahmad; Asmaul Husna; Siti Nur Sakira
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22511

Abstract

Etnomatematika adalah suatu ilmu matematika yang mempelajari tentang budaya. Salah satu aktivitas budaya yang mengandung konsep matematika yaitu perhitungan hari baik suku melayu pulau jaloh, Kepulauan Riau. Seperti penentuan hari baik untuk nelayan mencari ikan ke laut, menentukan waktu pernikahan dan perlombaan yang akan diadakan masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah melestarikan budaya suku melayu dan mengeksplorasi etnomatematika pada kepercayaan penentuan hari baik di Pulau Jaloh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini berlokasi di Pulau Jaloh, Kepulauan Riau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara langsung kepada narasumber penelitian yang lebih mengetahui dan memahami secara mendalam mengenai penentuan hari baik di Pulau Jaloh. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Pulau Jaloh menggunakan konsep matematika berupa konsep pola bilangan atau barisan bilangan dalam penentuan hari baik untuk nelayan mencari ikan ke laut, menentukan waktu pernikahan dan perlombaan yang akan diadakan masyarakat. Hasil ini dapat disosialisasikan dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual.   Kata kunci: Eksplorasi, Etnomatematika, Kepercayaan Hari Baik, Pulau Jaloh Abstract: Ethnomathematics is a mathematical science that studies culture. One of the cultural activities that contains mathematical concepts is calculating the good days of the Malay tribe on Jaloh Island, Riau Islands. Such as determining good days for fishermen to fish in the sea, determining the time of weddings and competitions that will be held by the community. The aim of this research is to preserve the culture of the Malay tribe and to explore ethnomathematics in beliefs about determining good days on Jaloh Island. The method used in this research is a qualitative method with an ethnographic approach. The location of this research is on Jaloh Island, Riau Islands. The data collection techniques used were direct observation and interviews with research sources who knew and understood more deeply about determining a good day on Jaloh Island. The results of the research show that the people of Jaloh Island use mathematical concepts in the form of number patterns or number sequences in determining good days for fishermen to fish in the sea, determining the time of weddings and competitions that will be held by the community. These results can be dissocialized and used as a contextual source of learning. Keywords: Exploration, Ethnomatematics, Good Day Beliefs, Jaloh Island
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU MATEMATIKA SEKOLAH DASAR : ANALISIS BERDASARKAN VIGNETTE Annisa Andika Karisa; Subanji Subanji; Susiswo Susiswo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang dimiliki oleh calon guru matematika sekolah dasar berdasarkan dari instrumen Vignette. Vignettemerupakan instrumen berbentuk skenario, yang berisikan miskonsepsi dan kebingungan siswa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuliatatif deskriptif. Subjek penelitian adalah calon guru (pre-service teacher) yang merupakan mahasiswa PGSD semester akhir. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Komponen yang terdapat pada penelitian ini ada tiga, yaitu pengetahuan tentang siswa, pengetahuan mengajar, dan pengetahuan konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat PCK (Pedagogical Content Knowledge) secara signifikan memengaruhi kemampuan subjek dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Subjek dengan PCK tinggi mampu menguasai ketiga komponen PCK dengan sangat baik, subjek dengan jelas mengidentifikasi miskonsepsi siswa, dan memberikan solusi yang tepat untuk memperbaikinya. Sebaliknya, subjek dengan PCK sedang menunjukkan ketidakseimbangan antara kemampuan konten dan pedagogik; meskipun mereka mampu memberikan solusi untuk menghadapi miskonsepsi siswa, sesekali mereka mengalami miskonsepsi serupa karena ketidaktelitian. Sementara itu, subjek dengan PCK rendah tidak mampu meluruskan miskonsepsi siswa, bahkan cenderung mengalami miskonsepsi yang sama dengan siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman PCK calon guru matematika sekolah dasar melalui instrumen Vignette, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana berbagai tingkat PCK memengaruhi kemampuan mereka dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan guru yang lebih efektif, khususnya dalam peningkatan kemampuan pedagogik dan konten untuk mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan di kelas. Kata Kunci:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Calon Guru Matematika Abstract: This study aims to determine the Pedagogical Content Knowledge (PCK) possessed by pre-service mathematics teacher primary school based on the vignette instrument. Vignette is an instrument in the form of a scenario, which contains students' misconceptions and confusion. The method used in this research is descriptive qualitative. The subject of the research is a pre-service teacher who is a final semester PGSD student. Subject selection was done by using purposive sampling technique. There are three components in this study, namely knowledge of students, knowledge of teaching, and knowledge of content. Findings indicate that the level of PCK significantly influences subjects' ability to address student misconceptions. Subjects with high PCK demonstrated excellent mastery of all three PCK components, accurately identifying student misconceptions and providing appropriate solutions for their remediation. Conversely, subjects with moderate PCK exhibited an imbalance between their content and pedagogical knowledge; while capable of offering solutions to student misconceptions, they occasionally experienced similar misconceptions due to oversight. Meanwhile, subjects with low PCK were unable to rectify student misconceptions and often shared the same misconceptions as their students. This research contributes to a deeper understanding of PCK among prospective elementary mathematics teachers through the innovative use of vignettes, offering profound insights into how varying PCK levels impact their effectiveness in addressing student learning difficulties. The findings can serve as a foundation for developing more effective teacher education programs, particularly in enhancing pedagogical and content capabilities to better prepare future educators for classroom challenges. Keywords:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Pre-Service Mathematics Teacher
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA TEKA-TEKI SILANG (TTS) BERKONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD/MI Rahimah Rahimah; Asdini Sari; Rahmita Noorbaiti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22384

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa media pembelajaran yang dipakai guru masih kurang bervariasi, sehingga membuat siswa kurang tertarik dan mengalami kesulitan dalam memahami materi. Hal ini mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan konteks kehidupan siswa agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Teka-Teki Silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. Media yang dikembangkan berfokus pada materi operasi bilangan cacah dengan melibatkan unsur kearifan lokal di Kalimantan Selatan, seperti makanan khas, kerajinan, dan tempat wisata. Hasil uji validasi dari 3 validator menunjukkan media ini sangat valid dengan skor kevalidan 83,69%. Uji kepraktisan memperoleh hasil sebesar 97,07% (siswa) dan 97,22% (guru), yang keduanya pada kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan persentase sebesar 87% atau pada kriteria efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, dihasilkan media pembelajaran berupa teka-teki silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI yang sangat valid, sangat praktis, dan efektif.   Kata kunci: Teka-Teki Silang, Konteks Lingkungan Lahan Basah, Hasil Belajar Matematika Abstract: Based on observations, the learning media used by teachers is still lacking in variety, causing students to lose interest and struggle to understand the material. This indicates the need for more innovative and contextually relevant media to enhance learning effectiveness. This study aims to develop a crossword puzzle-based learning medium with a wetland environment context to improve elementary students’ mathematics learning outcomes. The research employed the Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The trial subjects were fifth grade students of SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. The media focused on whole number operations, incorporating elements of South Kalimantan’s local wisdom such as traditional foods, crafts, and tourist sites. Validation test results from 3 validators showed that this media was very valid with a validity score of 83.69%. Practicality tests resulted in 97.07% (students) and 97.22% (teachers), both in the very practical category. Effectiveness test results showed a percentage of 87% or in the effective criteria in improving students' math learning outcomes. Thus, the resulting learning media in the form of crossword puzzles with a wetland environment context to improve mathematics learning outcomes of elementary students are very valid, very practical, and effective. Keywords Crossword Puzzles, Wetland Environment Context, Math Learning Outcome
ANALISIS KLASTER KARAKTERISTIK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Dadang Juandi; Rizki Amalia; Siti Nur Asmah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22555

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui profil karakteristik mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat berdasarkan karakteristik belajarnya. Data dikumpulkan melalui instrumen angket karakteristik mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis klaster nonhierarki K-Means. Sebanyak 96 mahasiswa menjadi subjek penelitian dengan 12 variabel yang distandardisasi dalam bentuk z-score meliputi jenis kelamin, usia, semester, IPK, waktu belajar per minggu, waktu belajar kelompok per minggu, frekuensi bertanya di kelas per minggu, minat terhadap matematika, gaya belajar, konsistensi dalam membuat jadwal belajar, percaya diri dalam menghadapi ujian, dan kecemasan dalam ujian matematika. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga klaster dengan karakteristik berbeda. Klaster pertama terdiri dari mahasiswa semester awal yang aktif dan memiliki intensitas belajar tinggi. Klaster kedua mencakup mahasiswa tingkat akhir dengan keterlibatan belajar rendah dan kecemasan tinggi. Klaster ketiga terdiri dari mahasiswa yang konsisten, aktif bertanya, dan memiliki minat tinggi terhadap matematika. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan profil karakteristik mahasiswa. Kata kunci: analisis klaster, karakteristik mahasiswa, pendidikan matematika Abstract:  This study is a quantitative descriptive study to determine the profile characteristics of undergraduate students in the Mathematics Education Study Program at Lambung Mangkurat University based on their learning characteristics. Data were collected through a student characteristics questionnaire instrument, then analyzed using the K-Means non-hierarchical cluster analysis method. A total of 96 students became research subjects with 12 variables standardised in the form of z-scores including gender, age, semester, GPA, study time per week, group study time per week, frequency of asking questions in class per week, interest in mathematics, learning style, consistency in making a study schedule, confidence in facing exams, and anxiety in mathematics exams. The analysis showed the formation of three clusters with different characteristics. The first cluster consists of early-semester students who are active and have high learning intensity. The second cluster includes final year students with low learning engagement and high anxiety. The third cluster consists of students who are consistent, active in asking questions, and highly interested in mathematics. This finding shows the importance of customised learning approaches that fit the profile of student characteristics.Keywords: cluster analysis, student characteristics, mathematics education

Page 1 of 2 | Total Record : 15