cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP NEGERI ALALAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Hidayah Ansori; W. Banu Oka Sutresna
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4630

Abstract

Siswa dalam pembelajaran matematika masih berpusat pada hasil, soal-soal yang disajikan mengenai ingatan atau hapalan, siswa tidak dituntut untuk mene-mukan jawaban atau cara berbeda yang lain dalam menyelesaikan masalah. Kuriku-lum 2013 revisi 2017 menuntut kemampuan tingkat tinggi dengan istilah HOTS sehingga kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Cara berpikir yang berbeda berdasarkan jenis kelamin kemungkinan kemampuan berpikir kreatifnya juga terdapat perbedaan. Oleh karena itu, dilaksa-nakan penelitian kemampauan berpikir kreatif berdasarkan jenis kelamin pada kon-sep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Kecamatan Alalak tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki pada konsep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017 (2) memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa perempuan pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017 (3) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan siswa perempuan pada konsep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Alalak. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tek-nik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki termasuk dalam kategori sangat kurang. Indikator kelancaran, keaslian dan keluwesan dikategorikan sangat kurang, indikator terperinci dikategorikan kurang, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa perempuan termasuk dalam kategori sangat kurang. Indikator kelancaran, keaslian dan keluwesan dikategorikan sangat kurang, indikator terperinci dikategorikan ku-rang, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki dengan skor kemampuan berpikir kreatif perempuan.Kata kunci: berpikir kreatif, jenis kelamin, aritmatika sosial
INSRUMEN PENILAIAN BERBASIS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENGUKUR HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA KELAS XI MIPA DI SMAN 7 BANJARMASIN Iskandar Zulkarnain; Elli Kusumawati; Lenny Marlina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5656

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pembuatan instrumen penilaian berbasis lingkungan lahan basah yang layak untuk mengukur HOTS siswa di kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah Research and Development level 4 dengan tahap pengembangan 4D oleh Thiagarajan yaitu Define, Design, Development and Dissemination. Penelitian ini tidak sampai pada tahap Dissemination. Teknik pengumpulan data adalah tes dan angket. Analisis data secara kualitatif terhadap angket untuk mendapat saran terhadap produk. Analisis data dengan uji statistik untuk menguji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Produk yang telah direvisi berupa tujuh soal pilihan ganda dan empat soal uraian. Kata kunci: Instrumen Penilaian, HOTS, Lingkungan lahan basah
Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika di Sekolah Menengah Pertama Siti Mawaddah; Yulianti Yulianti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.609

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat memacu semangat siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam proses pembelajaran dan dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah  merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa menyelesaikan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan  kemampuan memecahkan masalah matematika dalam setiap aspek di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gambut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) sehingga diperoleh kelas VII A sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata , persentase, uji normalitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika secara signifikan di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Kata kunci:model pembelajaran berbasis masalah, mengembangkan, kemampuan memecahkan masalah matematika.
EFEKTIVITAS KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN TIPE TGT PADA SISWA KELAS XI ILMU ALAM SMAN 2 ENREKANG Putriyani S; Suparman Suparman
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6106

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan kombi­nasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam hal: 1) aktivitas siswa; 2) aktivitas guru dalam pembelajaran; 3) respon siswa; 4) hasil belajar matematika siswa setelah penerapan kombinasi tipe NHT dan Tipe TGT. Penelitian yang berjenis ekspe­ri­men semu ini mengambil data tentang aktivitas siswa dan keterlaksanaan aktivitas guru yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Data hasil belajar menggunakan instrumen tes dan data respon siswa diambil menggunakan angket respon. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, aktivitas guru, aktivitas siswa serta respons siswa dan analisis statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa berada pada kategori baik; (2) kemampuan guru mengelola pembelajaran berada dalam kategori sangat baik; (3) siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran; (4) hasil belajar siswa setelah diajar dengan kombinasi model kooperatif tipe NHT dan tipe TGT mencapai ketuntasan belajar 96,43 % mencapai KKM dengan nilai rata-rata 83,04 dari nilai ideal 100 dengan standar deviasi 10,04, sehingga hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai t hitung = -38,550, dk = 27, dan taraf signifikansi 0,05 dengan t tabel = 1,7033  dan nilai p<0,05. Selain itu, pengujian rata-rata hasil gain ternormalisasi diperoleh nilai t hitung = 18,882 dan nilai p<0,05 sehingga disimpulkan bahwa rata-rata gain ternormalisasi yang diajar menerapkan kombinasi tipe NHT dan tipe TGT lebih dari 0,3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui kombinasi kooperatif tipe TGT dan tipe NHT efektif diterapkan pada siswa kelas XI Ilmu Alam SMAN 2 Enrekang. Sehingga hasil penelitian ini memberi referensi kepada guru bahwa penerapan kombinasi kooperatif tipe NHT dan tipe TGT efektif dalam pembe­lajaran matematika. Kata kunci: efektifitas, model kooperatif, tipe numbered head together (NHT), team games tournament (TGT) Abstract: This study aimed to determine the effectiveness of the implementation of the combination of cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) and the Teams Games Tournament (TGT)  in terms of: 1) student activity; 2) teacher activities in learning; 3) student response; 4) students' mathematics learning outcomes after the implementation of the combination NHT and TGT. The quasi-experimental research took data about the student activity and the implementation of teacher activities obtained using observation sheets. Learning outcomes data were taken by using test instruments and student response data were taken by using a questionnaire response. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis to describe student learning outcomes, teacher activities, student activities and student responses and inferential statistical analysis to test the research hypothesis using the t-test. The results of the study showed that: (1) student activities were in good category; (2) the teachers’ ability learning management was in a very good category; (3) students gave a positive response to learning; (4) student learning outcomes after being taught by a combination of cooperative type NHT and TGT achieved learning completeness 96.43% reaching KKM with an average value of 83.04 from the ideal value of 100 with a standard deviation of 10.04, so that student learning outcomes increase significantly with t value = -38,550, dk = 27, and a significance level of 0.05 with t table = 1.7033 and p <0.05. In addition, the average test results of the normalized gain obtained by the value of t = 18.882 and the value of p <0.05 so it was concluded that the normalized gain average was taught to apply the combination NHT and TGT more than 0.3. Thus, it can be concluded that mathematics learning through a coope­rative combination of the TGT and NHT was effectively applied to the XI grade students of Ilmu Alam SMAN 2 Enrekang. So that the results of this study provided a reference to the teacher that the application of the cooperative combination NHT and TGT was effective in mathematics learning.  Keywords: effectiveness, cooperative model, numbered head together (NHT), teams games tournament (TGT)
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Agni Danaryati; Delsika Pramata Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.589

Abstract

Matematika merupakan salah satu bahasa yang juga dapat digunakan dalam berkomunikasi selain bahasanya sendiri. Komunikasi merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa matematika untuk mengekspresikan gagasan matematis dan argumen dengan tepat, singkat dan logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banjarmasin. Metode penelitian adalah eksperimen. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung, (2) model pembelajaran quantum teaching berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis maupun hasil belajar siswa dibandingkan model pembelajaran langsung di kelas XI SMA Negeri 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014, dan (3) model pembelajaran quantum teaching berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis untuk setiap aspek yang diteliti dibandingkan model pembelajaran langsung di kelas XI SMA Negeri 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Kata kunci: pengaruh, model pembelajaran quantum teaching, kemampuan komunikasi matematis, hasil belajar siswa
Model Penemuan Terbimbing dengan Teknik Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Iskandar Zulkarnain; Noor Amalia Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.619

Abstract

Pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting bagi siswa, namun saat ini siswa masih menganggap matematika sebagai pelajaran menghafal rumus tanpa harus tahu konsep sebenarnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah melalui penerapan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang belajar menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping maupun yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, mengetahui perbandingan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang belajar menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan mengetahui respon siswa terhadap model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Banjarmasin yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling dan random sampling, sehingga diperoleh kelas VII C sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dan kelas VIID sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Kata kunci: model penemuan terbimbing, teknik mind mapping, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Pengaruh Gaya Belajar Matematika Siswa Kelas VII terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis di SMP Agni Danaryanti; Herlina Noviani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.648

Abstract

Pada dasarnya kemampuan komunikasi matematis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Dalam kenyataannya, untuk mencapai suatu keberhasilan proses pembelajaran, seorang siswa memiliki karakteristik atau gaya belajar sendiri-sendiri dalam menerima suatu informasi. Sehingga perbedaan ini juga yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam keberhasilan suatu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan gaya belajarnya dan mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih kelas VII A, VII D dan VII G sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII bergaya belajar visual lebih tinggi dibandingkan siswa bergaya belajar auditorial maupun kinestetik, ini terlihat dari rata-rata skor kemampuan komunikasi matematisnya dan nilai akhir siswa dalam menyelesaikan soal uraian matematika, (2) gaya belajar siswa kelas VII berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal uraian matematika. Kata kunci: pengaruh, gaya belajar, kemampuan komunikasi matematis
Kemampuan Berpikir Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Rizki Amalia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2568

Abstract

Kemampuan berpikir matematis adalah salah satu kemampuan yang terdapat pada matematika. Kemampuan berpikir matematis terdiri dari kemampuan berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi. Pada perguruan tinggi dilatih untuk memecahkan permasalahan pada kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Kemampuan analisis merupakan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Kemampuan analisis terdapat pada salah matu kuliah di pendidikan matematika yaitu geometri. Berdasarkan pengalaman peneliti yang telah mengajar mata kuliah geometri, kemampuan analisis siswa dalam mengerjakan soal geometri perlu dilatih. Hal ini bertujuan agar ketika mengajar di sekolah kelak, calon guru ini dapat menginterpretasikan soal dengan baik dan benar. Kemampuan analisis adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa untuk memilah, mengenal ataupun menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian sehingga menjadi jelas dan dapat dipahami hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geomteri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir matematis dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase. Dilaksanakan pada mahasiswa semester satu Tahun Pelajaran 2016-2017 pada mata kuliah geometri.. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan berpikir matematis mahasiswa masih pada nilai C+, rata-rata nilai kemampuan analisis hubungan lebih tinggi daripada rata-rata nilai kemampuan analisis terhadap aturan. Beberapa kendala yag terdapat dalam kemampuan berpikir matematis mahasiswa khususnya kemampuan analisis adalah mengklasifikasikan kata-kata, frase-frase, atau pertanyaan-pertanyaan dengan menggunakan kriteria analitik tertentu, meramalkan sifat-sifat khusus tertentu yang tidak disebutkan secara jelas, mengetengahkan pola, tata, atau pengaturan materi dengan menggunakan kriteria seperti relevansi, sebab akibat dan peruntutan.
DIFFERENCES IN MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS WHO ACQUIRED COLLABORATIVE LEARNING AND CONVENTIONAL LEARNING ON CUBE AND BEAM DISCOURSE IN CLASS VIII SMP N 16 BENGKULU CITY Jumiati Siska
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i1.3822

Abstract

Abstract. This research was motivated from observation during my apprentice where the teachers were still using conventional learning model in class. In this rapidly changing era, students will find it difficult to face the advances in education. For that reason, we need a model of learning that can make students to be more active in learning, so that their ability can thrive well. Collaborative learning is one of the learning models using students’ cooperation as its main core and demanding the students activeness in solving problems especially math problems. Hopefully it can improve students' understanding and make them get good learning outcomes. The main problem of this research was to find whether there are differences in mathematics learning outcomes of students who acquired collaborative learning and those who acquired conventional learning on the subject of cubes and beams. The type of research used was Pseudo Experiments. This research was conducted in class VIII SMP 16 Kota Bengkulu from April 5 to April 27, 2016.  Data collection was done with learning result test. The test was conducted before and after learning. The data obtained were analyzed by statistic Z test. From the result of the research, it was found that there were differences of mathematics learning results of students who acquired collabotive learning versus those who acquired conventional learning. Collaborative learning was able to make students more active in learning so that their understanding to the material seemed to be better. For further research, it is recommended that the subject be expanded to other classes, try other lessons that can improve students' mathematics learning outcomes and it is better that improving the students’ learning outcomes be supported with facilities and other supporting factors. Keywords:  Model, Differences, Collaborative Learning, Conventional Learning
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KNISLEY DI KELAS VIII Sumartono Sumartono; Mely Karmila
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4650

Abstract

Komunikasi matematis adalah kemampuan yang harus ada karena kemam­puan komunikasi matematis membantu dalam hal penyampaian informasi serta pendapat dalam pembelajaran. Selain komunikasi matematis, kemandirian belajar adalah salah satu hal penting untuk dimiliki masing-masing individu, karena keman­dirian belajar menjadi salah satutingkat berhasil matematika seseorang. Tujuannya mengetahui bagaimana komunikais matematis dan kemandirian siwa dengan model knisley dan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara komu­nikasi matematis dankemandirian siswa dalam pembelajaran matematika memakai model knisley di kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental memakai desaian equivalent time series sejumlah enam kali. Penelitian ini meng­gunakan populasi selurus sisa kelas VIII SMP Negeri 5Banjarmasin TA 2016/2017, dan siswa kelas VIII/F sebagai sampel. Observasi dan tes untuk pengumpulan data. Data yang didapat dianalisis memakai mean, persentase, uji korelasi spearman rank dan regresi. Hasil penelitian menunjukan dengan menggunakan model knisley ke­mam­puan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika berada dalam kualifikasi baik sekali, kemandirian siswa sudah berada pada kategori menjadi kebiasaan, dan terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi matematis setiap siswa dengan kemandirian siswa. Kata Kunci:Kemampuan Komunikasi matematis, Kemandirian Siswa, Model Knisley