cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Model Pembelajaran Generatif untuk Mengembangkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Iskandar Zulkarnain; Agustini Rahmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.582

Abstract

Matematika sebagai ilmu dasar bagi pengembangan disiplin ilmu yang lain memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pentingnya matematika bagi kehidupan tidak sejalan dengan hasil pendidikan matematika (kemampuan matematis siswa).Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah  dengan penggunaan model pembelajaran generatif, yaitu model yang menuntut siswa aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif  dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif . Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu  dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling yang dilanjutkan dengan random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan  yang signifikan rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Rata-rata perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran generatif lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Hal ini juga didukung oleh hasil angket siswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Kata kunci : model pembelajaran generatif, kemampuan penalaran matematis.
PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT BERBANTUAN MEDIA ABACUS UNTUK MATERI ARITMATIKA HITUNG PADA SISWA TUNANETRA andriyani andriyani; karim karim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6337

Abstract

Abstrak: Sekolah luar biasa memiliki tujuan dan muatan kurikulum yang tidak jauh berbeda dari sekolah umum, termasuk sekolah untuk tunanetra yang memiliki keter­batasan visual. Keterbatasan yang dimiliki oleh tunanetra mempengaruhi pembela­jaran bagi mereka, terutama untuk mata pelajaran yang memiliki objek kajian abstrak seperti matematika. Operasi hitung penjumlahan merupakan materi aritmatika dasar yang masih berpotensi besar banyak dilakukan kesalahan oleh siswa tunanetra, khususnya operasi penjumlahan bilangan puluhan yang harus dijumlahkan sesuai dengan nilai tempatnya. Berdasarkan karakteristik siswa tunanetra yang memiliki keterbatasan dan kesalahan, guru perlu memiliki gagasan terkait kemungkinan lintasan belajar siswa untuk memperbaiki kesalahan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran melalui pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, perlu diketahui lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung. Penelitian ini termasuk design research yang mengacu pada tahapan-tahapan Plomp yaitu preliminary design, teaching experiment, dan retrospective analysis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung melalui model Missouri Mathematics Project (MMP) berbantuan media abacus. Hasil dari penelitian ini adalah lintasan belajar siswa dalam materi aritmatika hitung, yaitu penjmlahan melalui model MMP yang dapat diperoleh dari hypothetical learning trajectory (HLT). Lintasan pembelajaran diperoleh dengan merevisi HLT, hasil uji coba dan diskusi dengan guru mata pelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa 62,50% siswa mencapai lebih dari kriteria ketuntasan belajar minimal  (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Kata kunci: Missouri Mathematics Project, abacus, aritmatika hitung, tunanetra Abstract: Special need schools have curriculum goals and contents that do not much different from general schools, including schools for the blind who have visual limitation. The limitation possessed by blinds influences learning for them, especially subject that have abstract objects such as mathematics. Addition is one of the basic arithmetic materials in which the blind students still do many mistakes in doing it, i.e. the number operation of tens that must be sum according to their place values. Based on the characteristic of blind students who have limitations and mistake, the teacher needs to have an idea of the possible students' learning trajectory to help improve students' mistakes and achieve learning goals through the chosen of appropriate learning models and media. Therefore, it is needed to know the blind students' learning trajectory in arithmetics counting material. This research includes design research in which refers to the stages of Plomp namely preliminary design, teaching experiment, and retrospective analysis. The purpose of this study was to describe the process and produce blind students' learning trajectory in arithmetics counting material through the Missouri Mathematics Project (MMP) model assisted by abacus media. The results of this study are students' learning trajectory in arithmetic counting material, especially addition through MMP model that can be obtained from a hypothetical learning trajectory (HLT). Learning trajectory is obtained by revising HLT as the results of trial and discussions with subject teachers. The test results show that 62.50% of students reaching more than the minimal learning completeness criteria established by the school. Keywords: Missouri Mathematics Project, abacus, arithmetic counting, blinds
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis pada Siswa SMP Karim Karim; Nor Haris Saputera
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.622

Abstract

Untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa, guru dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan unsur komunikasi matematis, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange (RTE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE, yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe RTE dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin. Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE maupun yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe RTE memberi pengaruh pada kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata kunci: rotating trio exchange, komunikasi matematis.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Cooperative Script Aisjah Juliani Noor; Norlaila Norlaila
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.620

Abstract

Adanya inovasi dalam model pembelajaran matematika yang bisa menumbuhkan minat siswa sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan.Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII yang menggunakan model pembelajaran cooperative script, yang menggunakan model pembelajaran langsung, dan ada atau tidak perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII yang menggunakan model pembelajaran coperative script dan yang menggunakan model pembelajaran langsung di SMP Negeri 15 Banjarmasin. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen, dengan populasi adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin. Sampel penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi.Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan modelcooperative script pada siswa kelas VII A SMP Negeri 15 Banjarmasin termasuk kualifikasi baik, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan modelpembelajaran langsung pada siswa kelas VII C SMP Negeri 15 Banjarmasin termasuk kualifikasi kurang.Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran coperative script dan yang menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci :Model cooperative script, kemampuan pemecahan masalah.
Meningkatkan Hasil Proses Pembelajaran Konsep Bangun Data Melalui Kolaborasi Model STAD dan SAINTIFIK di Kelas 3 SD Triyanta Triyanta
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2284

Abstract

Bangun datar merupakan salah satu materi matematika yang diajarkan di kelas 3 SD. Penerapan cara kerja pembelajaran matematika dapat membentuk sikap kritis, kreatif, jujur dan komunikatif pada peserta didik.Penelitian ini bertujuan meningkatkan respon, kreatifitas dan hasil proses pembelajaran peserta didik di kelas 3 SDN 1 Stagen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tahapan siklus proses KBM penelitian ini adalah input materi bangun datar yang dikemas dalam KBM Kolaborasi Model STAD dan Saintifik, sehingga memberikan pengalaman 5M dalam rangka mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan sehingga  menghasilkan output materi melalui proses ilmiah.Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas 3 SDN 1 Stagen yang berjumlah 28 orang terdiri 14 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran konsep bangun datar dengan mengggunakan kolaborasi model STAD dan Saintifik  dapat meningkatkan respon dan kreatifitas serta hasil belajar peserta didik kelas 3 SDN 1 Stagen tahun pelajaran 2014/2015.
Korelasi Hasil Belajar Mata Kuliah Aljabar Linear Elementer Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat Berdasarkan Mata Kuliah Prasyarat Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2569

Abstract

Program Studi Pendidikan Matematika merupakan salah satu Program Studi yang ada di jurusan Pendidikan Matematika dan IPA (PMIPA) FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang profesional. Dalam menunjang keberhasilan untuk menghasilkan sarjana profesional bidang pendidikan matematika yang berdaya saing global, Prodi Pendidikan Matematika FKIP ULM menyusun kurikulum beberapa kelompok mata kuliah diantaranya kelompok Mata Kuliah Bidang Keahlian (MKBK), yaitu kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan sesuai dengan keahliannya. Kelompok MKBK ini terdiri dari kelompok mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan diantaranya, yaitu mata kuliah Matriks dan Aljabar Linear Elementer. Terdapat beberapa materi pada mata kuliah Matriks yang saling berhubungan erat dengan materi pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer. Materi Sistem Persamaan Linear Non Homogen, Eliminasi Gauss-Jordan dan Sistem Persamaan Linear Homogen pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer merupakan materi yang berhubungan erat dengan materi Transformasi Elementer pada mata kuliah Matriks. Sehingga sejatinya, apabila mahasiswa tidak memahami materi-materi pada mata kuliah Matriks tentu akan sulit juga untuk memahami materi-materi pada mata kuliah Aljabar Linear Elementer. Hal inilah yang menjadi pertimbangan untuk melihat adanya korelasi maupun hubungan hasil belajar setiap mahasiswa pada mata kuliah Matriks dan Aljabar Linear Elementer. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud mengetahui korelasi hasil belajar prasyarat mata kuliah Matriks dengan Aljabar Linear Elementer pada Program Studi Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi yang diperoleh dari BAAK FKIP ULM, sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar antara mata kuliah prasyarat Matriks dengan Aljabar Linear Elementer terdapat korelasi yang positif (rxy = 0,262) dan signifikan (5%) dengan interprestasi rendah (r2 = 0,2622 = 6,86%) pada mahasiswa angkatan 2014 program studi matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat yang telah mengikuti kedua mata kuliah tersebut.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN PRINSIP-PRINSIP MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS SISWA DI SMAN 1 JARAI KABUPATEN LAHAT Sondang Astuti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i1.3823

Abstract

This study aims to produce teaching materials teaching math with discovery learning models that can improve understanding of the principles of mathematics and logical reasoning of students in SMA Negeri 1 Jarai district. Lahat. This type of research is the R & D (Research & Development), using the model of development of learning tools 4-D. Research subjects comprised for students of class X3 SMA Negeri 1 Jarai district. Lahat amounting to 23 people composed of 5 men and 18 women. Instruments in the study includes (1) sheet validation assessment of mathematics teaching materials discovery learning model (2) sheet practicality teaching materials discovery learning model, (3) copies of the effectiveness of teaching materials discovery learning model in the form of sheets of observations of the activities of teachers and students, a questionnaire sheet student responses, tests the ability of understanding the principles of mathematics, logical reasoning ability tests student, achievement test sheet. The collected data were analyzed with descriptive analysis. The results showed that the mathematical teaching materials discovery learning model developed included the category of very valid, practical, effective to improve understanding of the principles of mathematics and logical reasoning of students. Keywords:    Instructional Materials Mathematics with Discovery Learning Model, the ability of understanding the principles ofmathematics, logical reasoning of students
Implementasi Model Pembelajaran Visual-Auditori-Kinestetik (VAK) pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin Rahmita Noorbaiti; Noor Fajriah; R. Ati Sukmawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5130

Abstract

Setiap siswa adalah unik atau berbeda satu sama lain. Salah satu keunikan tersebut yaitu gaya belajar masing-masing siswa. Gaya belajar merupakan kecen­derungan seseorang dalam memperoleh dan menciptakan pengalaman dan terkait dengan indera yang dimiliki. Gaya belajar dibagi menjadi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik atau dikenal dengan VAK. Oleh karena itu, di antara tugas guru adalah merancang pembelajaraan yang dapat mengakomodasi ketiga gaya belajar VAK. Atas dasar tersebut, maka dilaksanakan penelitian mengenai implementasi (penerapan) model pembelajaran VAK dengan tujuan mengetahui respon dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran dengan model VAK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang terdiri dari 6 kali pertemuan pem­belajaran dan 1 kali pertemuan untuk evaluasi hasil belajar yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajarannya, hasil belajar siswa, serta respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin sejumlah 34 orang. Objek dalam pene­litian adalah hasil belajar serta respon siswa terhadap model pembelajaran VAK pada pokok bahasan perbandingan dan aritmatika sosial. Teknik pengumpulan data meng­gunakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa dan angket untuk mengukur respon siswa. Teknik analisis data meng­gunakan perhitungan nilai rata-rata hasil belajar sis­wa dan persentase. Data yang diperoleh selama pene­litian menunjukkan bahwa melalui imple­mentasi model pembelajaran VAK hasil bela­jar siswa pada pelajaran matematika di kelas VII E MTsN Mulawarman Banjarmasin berada pada kualifikasi amat baik. Subjek penelitian yang dalam penelitian ini siswa kelas VII memberikan respon positif terhadap pembe­lajaran matematika dengan menggunakan model VAK. Kata kunci: gaya belajar VAK, model pembelajaran VAK, hasil belajar, respon siswa
Peningkatan Kemampuan Berhitung pada Anak Tunagrahita Ringan Melalui Media Permainan Kartu Suparman Suparman
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.641

Abstract

Dalam pembelajaran, guru hendaknya menggunakan alat peraga untuk memperjelas pelajaran yang disampaikan. Pemilihan alat peraga hendaknya disesuaikan dengan kondisi anak dan keadaan sekolah yang ada. Kenyataan yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, guru dalam menyampaikan pelajaran berhitung kepada anak tunagraahita ringan menggunakan alat peraga hitung jari. Padahal alat peraga hitung jari mempunyai keterbatasan. Permainan merupakan suatu selingan pemberian media atau alat peraga yang bisa digunakan di kelas sehingga membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana yang kondusif, sehingga dengan menggunakan media permainan kartu diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita ringan. Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014. Untuk itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif komperatif, yang merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SLB Negeri Marabahan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengambilan data berupa tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif komparatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan prestasi belajar berhitung pada anak tunagrahita ringan. Nilai rata-rata awal siswa tunagrahita Kelas IV SLBN Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala pada mata pelajaran berhitung/ matematika adalah sebesar 42,50. Setelah dilakukan tindakan kelas pertama siklus I nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran berhitung menjadi 65,83. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata sebesar 55,09%. Setelah dilakukan tindakan kelas kedua (siklus II) nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran ini meningkat menjadi 72,50. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai rata-rata siswa sebesar 68,52% atau berada pada kategori baik (berhasil). Dengan demikian, penggunaan media permainan kartu dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita ringan kelas IV di SLB Negeri Marabahan Kabupaten Barito Kuala Tahun 2013/2014 Kata kunci: Anak tunagrahita ringan, berhitung, dan permainan kartu.
ANALISIS MASALAH AFEKTIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH OPERASI HITUNG ALJABAR SISWA TUNAGRAHITA Siti Suprotun; Andriyani Andriyani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6338

Abstract

Abstrak: Keberhasilan pembelajaran matematika tidak hanya diukur dari pencapaian koginitif siswa, namun juga pencapaian afektif dan psikomotor. Pembelajaran mate­ma­tika seharusnya dirancang dengan melibatkan berbagai ranah termasuk ranah afektif yang berkaitan dengan pembentukan karakter siswa sesuai platform pendidikan nasional yang membekali siswa sebagai generasi emas tahun 2045. Tujuan dari pene­litian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah operasi penjum­lahan dan pengurangan oleh siswa tunagrahita kelas VII SMPLB Bhakti Kencana 1 Berbah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-eksploratif yang bersifat kualitatif, dimana data utamanya berupa kata-kata (ucapan) dan tingkah laku subjek dalam memecahkan masalah. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa tunagrahita ringan dan seorang siswa tunagrahita sedang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara berbasis tugas yang mengacu pada pedoman wawancara dan observasi, serta tes pemecahan masalah yang juga memuat tes ranah afektif. Validasi data dilakukan dengan menggunakan triangulasi waktu, sedangkan ana­lisis data mencakup pada Miles dan Huberman (2014) yang terdiri dari reduksi data, penya­jian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan suatu laporan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara umum siswa tunagrahita ringan hanya dapat melalui tahapan memahami masalah, namun pada masalah yang memuat satu variabel siswa dapat melalui tahapan merencanakan dan melaksanakan masalah. Sedangkan siswa tunagrahita sedang secara umum masih belum dapat melalui seluruh tahapan pemecahan masalah. Dari segi afektif kedua siswa sudah memiliki minat yang baik, namun siswa tunagrahita ringan mencapai hampir seluruh aspek afektif kecuali aspek penyesuaian. Kata kunci: Afektif, Kemampuan Pemecahan Masalah, Operasi Hitung, Tunagrahita Abstract: The success of learning mathematics is not only measured by the students' cognitive achievement, but also the achievement of affective and psychomotor. Mathematics learning should be designed by involving various domains including affective domains related to student character formation according to the national education platform that equips students as a golden generation in 2045. The purpose of this study is to determine the ability to solve addition and subtraction operations by grade VII SMPLB mental retardation students Bhakti Kencana 1 Berbah Yogyakarta. This type of research is descriptive-explorative research that is qualitative in nature, where the main data is in the form of words (speech) and subject behavior in solving problems. The subject of this study was a mild mental retardation student and a moderate mental retardation student. Data collection in this study was carried out through task-based interviews which referred to interview and observation guidelines, as well as problem-solving tests which also included affective domain tests. Data validation was done by using time triangulation, while data analysis included Miles and Huberman (2014) which consisted of data reduction, data presentation, data inter­pretation and drawing conclusions to produce a report. Based on the results of the study, it is known that, in general, mild mental retardation students can only go through the stages of understanding the problem, but on the problem that contains one varia­ble, the student can go through the stages of planning and implementing the pro­blem. Whereas moderate mentally retarded students still cannot get through all stages of pro­blem-solving. In terms of affective, both students already have good interests, but mild mentally retarded students achieve almost all affective aspects except adjustment aspects. Keywords: Affective, Problem Solving Ability, Counting Operation, Mental Retardation