cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan Rizki
Contact Email
ikhwanrizki@unlam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jps@unlam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pharmascience
ISSN : 23555386     EISSN : 24609560     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu Februari dan Oktober. Redaksi menerima pemesanan Jurnal Pharmascience untuk berlangganan atau pembelian setiap terbitan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience" : 11 Documents clear
Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA dan HPMC Terhadap Stabilitas Fisik Masker Gel Peel-Off Ekstrak Metanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Rizky Nur Amaliah; Dina Rahmawanty; Prima Happy Ratnapuri
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5789

Abstract

ABSTRAK Carica papaya merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Namun, biji C. papaya kurang dimanfaatkan, hanya digunakan sebagai bibit, dan sisanya dibuang. Sediaan yang dibuat dalam penelitian ini adalah masker gel peel off ekstrak metanol bji C. papaya dengan variasi konsentrasi HPMC dan PVA. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kombinasi HPMC dan PVA terhadap kestabilan formula gel selama perlakuan cycling test selama 6 siklus. Tiga formula sediaan masker gel peel off yaitu F1 (HPMC 2%: PVA 10%), F2 (HPMC 3%:PVA 9%), dan FIII (HPMC 4%: PVA 8%). Hasil evaluasi (daya lekat, daya sebar, pH, waktu kering, dan viskositas) penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS dan level kepercayaan 95%. Kombinasi HPMC dan PVA memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan waktu mengering (p
Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok Mentah (Musa paradisiaca forma typica) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro Novia Ariani; Akhmad Riski
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5784

Abstract

ABSTRAK Infeksi adalah invasi dan pembiakan mikroorganisme pada jaringan tubuh. Infeksi saluran reproduksi yang terjadi pada wanita salah satunya adalah keputihan, dalam medis disebut dengan istilah leukore atau fluor albus. Keputihan disebabkan oleh adanya infeksi jamur pada genetalia perempuan atau disebabkan oleh organisme yaitu Candida albicans. Pisang kepok mentah merupakan salah satu tanaman yang mengandung mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang banyak digunakan sebagai antibakteri dan juga antifungi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit buah pisang kepok mentah (Musa paradisiaca forma typical) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro¬. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode kertas cakram yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Penentuan daya hambat dengan melihat zona hambat disekitar disk.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pisang kepok mentah (musa paradisiaca forma tyipica) memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida Albicans secara in Vitro. Kata Kunci: Pisang Kepok Mentah, In Vitro, Candida Albicans, Metode Kertas Cakram, Infeksi ABSTRACT Infection is an invasion and growth of microorganism on body tissue. Reproductive tract infections that occur in women one of them is vaginal discharge, in medical termed leukore or fluorine albus. Leuchorrhea is an infection from fungal on woman organ genetalia, and it called candida albicans. Raw kepok banana is one of the plants that contain secondary metabolites flavonoids, alkaloids, saponins and tannins has widely used as antibacterial and antifungi activity. The purpose of this research is to know the activity of ethanol extract of raw banana kepok (Musa paradisiaca forma typica) on the growth of Candida albicans in vitro. The type of this research is experimental with the method paper disk in the laboratory of Microbiology of Pharmacy Academy of ISFI Banjarmasin. The sampling used by purposive sampling technique with certain criteria. To determination of resistibility saw the transparent zone around the well. The results of this research showed that bark extract of raw banana peel extract had activity to growth of Candida albicans in vitro. Keyword: Kepok Banana Raw, In Vitro, Candida Albicans, Paper disk methode, Infection
Kualitas Pelayanan Informasin Obat (Konseling) di Apotek Kabupaten Garut Riza Permana Suci; Yardi Saibi; Asep Dasuki
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5779

Abstract

ABSTRAK Peran apoteker telah mengalami pergeseran dalam beberapa dekade terakhir. Peran yang sebelumnya lebih berorientasi kepada produk (product oriented) telah beralih kepada peran yang lebih berfokus kepada pasien (patient oriented). Salah satu peran yang berfokus kepada pasien adalah pelaksanaan pemberian informasi obat ataupun konseling di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas pelayanan pemberian informasi obat dan atau konseling oleh tenaga kefarmasian di apotek di wilayah Kabupaten Garut, Jawa barat. Rancangan penelitian berupa potong lintang dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengamati pelaksanaan pemberian informasi obat/konseling, dilakukan dengan pendekatan simulasi pasien penggunakan resep yang mengandung obat antidiabetes dan obat lain yang saling berinteraksi menurut literatur. Penelitian ini mendapat izin dari dinas kesehatan kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian informasi obat oleh tenaga kefarmasian kepada pasien di apotek wilayah garut dilakukan oleh asisten apoteker dan apoteker. Kualitas layanan pemberian informasi obat yang dilakukan oleh apoteker sedikit lebih baik jika dibandingkan pelayanan yang dilakukan oleh asisten apoteker. Kualiltas layanan informasi obat yang dilakukan oleh apoteker masuk kategori kurang baik sedangakan yang diberikan oleh asisten apoteker dalam kategori buruk. Informasi obat pada pasien dengan penyakit kronis hendaknya dilakukan secara langsung oleh apoteker. Apoteker perlu meningkatkan kemampuannya dalam memberikan informasi obat kepada pasien. Kata Kunci : apoteker komunitas, apotek, peran apoteker, Garut, Indonesia ABSTRACT The pharmacist role in Indonesia as well as in the global world has shifted in the last few decades. The previous role that more focus on product has changed to the role that orient to patient care. One of this new pharmacist role form is giving apropriate information about the drug to patien either in the form of simple information or in the form of more complete i.e counceling in community pharmacy or apothec. This research aimed to evaluate the quality of drug information service and or counselling conducted by pharmacy staff in pharmacy in Garut regency, West Java province. This was a cross- sectional study with descriptive approach. Patient simulation method was used to evalulate the practice of drug information delivery and or counselling by pharmacy staff eithe by pharmacy technician or pharmacist to patient come with antidiabetic prescription. This research was conducted by the permission from publich health office of Garut regency. The result showed that the quality of drug information delivery conducted by pharmacist was slightly better than pharmacy technician did. Pharmacist should served patient with chronic desease such as diabetict directly. Both pharmacy technician and pharmacist need to improve their knowledge and skill in handling patient. Key word : community pharmacist, pharmacy , Pharmacist role, Garut, Indonesia
Isolasi Senyawa Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Bilaran Tapah (Argyreia nervosa) Asal Rantau Kalimantan Selatan Sutomo Sutomo; Arnida Arnida; Nurmalita Sari; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5785

Abstract

ABSTRACT South Kalimantan is rich with medicinal herbs, one of it is Argyreia nervosa. Ethanol extract of A. nervosa leaves has potential as antioxidant with IC50 value of 9,46 ppm. This study aims to isolate antioxidant compounds from ethyl acetate fraction of A. nervosa leaves. Extraction method used by maceration. Separation and purification of isolates was done by TLC, VLC, and CC. Qualitative and quantitative test of antioxidant activity using diphenyl picrylhydrazyl (DPPH) method. Identification of compounds uses UV-Vis and FTIR spectrophotometers. Argyreia nervosa leaf powder was extracted with 96% ethanol and obtained a yield of 16,916%. Rendemen of ethyl acetate fraction is 16,33%. The ethyl acetate fraction is fractionated again using VLC with eluen n-hexane:ethyl acetate (20:1, 15:1, 10:1,9:1, 8:2, 7:3, 6:4; 5:5; 4:6; 3:7) v/v, and methanol:ethyl acetate (1:4) v/v obtained 5 fraction. The fraction 4 is used for isolation using the gravity CC with eluen n-hexane:ethyl acetate (20:1, 15:1, 10:1, 9:1, 7:3, and 5:5) v/v. Qualitative TLC test showed isolates containing antioxidant compounds with DPPH reagent. Analysis with UV-Vis spectrophotometer yielded 344 nm and 299 nm λmax. FTIR analysis shows there are functional groups -OH, C=O, C-O, C=C (alkene and aromatic), and C-H. Keywords: Antioxidants, DPPH, ethyl acetate fraction, A. nervosa leaves, isolation
Analisis Kualitatif Rhodamin B Dalam Bumbu Tabur Pada Penjual Jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Dwi Rizki Febrianti; Muhammad Rahman Hakim
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5780

Abstract

ABSTRAK Bumbu tabur adalah bumbu yang fungsinya untuk memberikan rasa pelezat pada makanan atau jajanan yang biasanya berwarna merah atau orange terang yang di curigai mengandung bahan pewarna dilarang yaitu Rhodamin B. Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan zat pewarna Rhodamin B yang diduga terdapat pada bumbu tabur pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin.Metode yang digunakan untuk uji kualitatif adalah metode kromatografi lapis tipis (KLT). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling insidental. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 16 bumbu tabur rasa balado.Sebelum melakukan pengujian sampel dipreparasi terlebih dahulu menggunakan metode penyerapan benang wol bebas lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sampel ditemukan 5 sampel mengandung Rhodamin B. Berdasarkan hasil penelitian ini, masih ditemukan bumbu tabur rasa balado pada penjual jajanan di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin tidak aman dikonsumsi. Kata Kunci : Bumbu Tabur, Rhodamin B, Kromatografi Lapis Tipis ABSTRACT Spice flavor gives a flavor to the food or snacks, that are usually red or orange light that allegedly contain a prohibited coloring of Rhodamine B. Rhodamin B is a chemical used for red dyes in the textile and plastics industries. The aim of this research is to prove the existence of Rhodamin B dye which is suspected to be found in spice on the seller of snack in North Banjarmasin Subdistrict of Banjarmasin. The method used for qualitative test is thin layer chromatography (TLC) method. Sampling was done by incidental sampling technique. The samples obtained in this study amounted to 16 spice flavor balado.Before doing sample testing dipreparasi first using the method of absorption of fat-free yarn wool. The results showed that from 16 samples found 5 samples containing Rhodamin B. Keywords : Seasoning Flavor, Rhodamin B, Thin Layer Chromatography
Aktivitas Antimalaria Senyawa Flavanon Terisoprenilasi Dari Kulit Batang Erythrina fusca L Novi Fatmawati; Novi Anggreini; Ratih Dewi Saputri; Tjitjik Srie Tjahjandarie; Mulyadi Tanjung
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5786

Abstract

ABSTRAK Dua senyawa flavanon terisoprenilasi yakni lonkokarpol A (1) dan lupinifolin (2) telah diisolasi dari kulit batang Erythrina fusca L. Struktur senyawa flavanon terisoprenilasi ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS dan NMR. Uji aktivitas antimalarial senyawa 1–2 terhadap Plasmodium falciparum strain 3D7 memperlihatkan IC50 1,18 dan 0,82 µg/ml yang dikategorikan sangat aktif. Kata kunci : Erythrina fusca L., lonkokarpol A, lupinifolin, antimalaria ABSTRACT Two isoprenylated flavanones namely as lonchocarpol A (1) dan lupinifolin (2) were isolated from the stem bark of Limonia accidissima L. Erythrina fusca L. Their structures were determined based on spectroscopic data such as UV, IR, MS and NMR. Compounds 1–2 were evaluated for their antimalarial against Plasmodium falciparum strain 3D7 showing their IC50 were 1.18 and 0.8 µg/ml, respectively and very high activity. Keywords : Erythrina fusca L., lonchocarpol A, lupinifolin, antimalarial
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah Super (Hyclocereus costaricencis) Rakhmadhan Niah; Riki Nirwan Baharsyah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5781

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara penghasil tanaman buah naga, terutama daerah tropis. Kalimantan Selatan meruakan salah satu daerah yang menghasilkan buah naga, terutama buah naga super yang berwarna merah. Buah naga merah super (Hyclocereus Costaricencis) banyak diperdagangkan dalam bentuk cemilan, minuman jus dan pewarna. Tiga puluh lima persen bagian buah naga tersebut adalah kulit buah yang merupakan produk sampingan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya dibuang menjadi sampah. Kulit buah naga diduga memiliki kadar flavonoid yang besar seperti daging buah yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui % aktivitas antioksidan dan nilai IC50 yang terdapat pada ektrak kulit buah naga merah super. Penelitian ini menggunakan spektofotometri dengan reagen DPPH pada ektrak kental yang terbagi menjadi konsentrasi 1%, 0,5%, ,25%, 0,125%, dan 0,0625%. Pengukuran aktivitas antioksidan dinilai sampai diperoleh IC50 dengan memasukan nilai y (y=50) pada persamaan garis y = bx + a. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai % aktivitas paling besar terdapat pada konsentrasi 1 % yaitu sebesar 36,73 % dan nilai % aktivitas paling rendah adalah pada konsentrasi 0,0625% yaitu sebesar 10,48%. Nilai IC50 yang didapat sebesar 1,583 % atau 15.830 ppm dengan katagori aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Kata Kunci : Kulit Buah Naga Merah Super, Antioksidan, DPPH ABSTRACT Indonesia was the country plants producing fruit, especially the tropics. South Kalimantan is one of the areas that produce the fruit, especially the super Dragon fruit red. Super Dragon fruit Red (Hyclocereus Costaricencis) lots traded in the form of snacks, drink juice and coloring. Thirty-five percent of the parts of the Dragon fruit is fruit leather is a byproduct of untapped optimally and often simply dumped into the garbage. The peel of the fruit is suspected of having large levels of flavonoids such as fruit that can be used as an antioxidant. This research aims to know the percent of antioxidant activity and IC50 values contained on the super Red Dragon fruit extract peel leather. This research use reagents with the DPPH spektofotometri on ekstract which is divided into a thick concentration of 1%, 0.5%, .2,5 %, 0.125% and 0.0625%. Measurement of antioxidant activity assessed until retrieved with IC50 value is input y (y = 50) in the equation of the line y = b x + a. The results showed that the value of % activity concentration is present on most 1% i.e. of 36.73% and % the lowest activity was at a concentration of 0.0625% i.e. of 10.48%. IC50 values obtained amounted to 1.583% or 15,830 ppm with the requirement of the antioxidant activity is very weak. Keyword : Super dragon fruit red peel, Antioxidant, DPPH
Efek Imunomodulator Infusa Umbi Bawang Dayak (Eleutherina palmifolia L. Merr) Dengan Metode Bersihan Karbon Rahmi Muthia; Karunita Ika Astuti
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5787

Abstract

ABSTRAK Perkembangan pengetahuan banyak mengangkat penggunaan bahan alam untuk alternatif pilihan sebagai imunomodulator. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek imunomodulator dari infusa umbi Bawang Dayak (Eleutherina palmifolia L. Merr) dengan metode bersihan karbon pada mencit putih jantan. Skrining fitokimia yang diujikan pada umbi Bawang Dayak yaitu uji flavonoid, alkaloid, steroid, kuinon, tanin dan saponin. 25 mencit galur Balb/C dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok P1 sebagai kontrol positif yang diberikan stimuno dosis 0,78 mg/20 gram BB; kelompok P2 yang diberikan aquadest, kelompok P3, P4 dan P5 yang diberikan Infusa umbi Bawang Dayak dengan dosis berturut-turut yaitu 13 mg/20 gBB, 26 mg/20 gBB, dan 52 mg/20 gBB. Perlakuan pemberian diberikan secara oral selama 7 hari. Pada hari ke-8 dilakukan uji imunomodulator dengan metode bersihan karbon. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Hasil Uji imunomodulator menunjukkan adanya infusa umbi Bawang Dayak dosis 52 mg/20 gBB menunjukkan efek imunomodulator terbesar. Infusa umbi Bawang Dayak memiliki aktivitas imunmodulator. Kata Kunci : Imunomodulator, Infusa, Umbi Bawang Dayak, Eleutherina palmifolia ABSTRACT The development of knowledge raised the use of natural materials as an alternative choice as an immunomodulator. The aim of this study was to know the imunomodulatory effect of Bawang Dayak Bulb (Eleutherina palmifolia L. Merr) by using carbon clearance method on male mice. The phytochemical screening were tested to flavonoids, alkaloids, steroids, quinones, tanins, and saponins. 25 male Balb/C mice divided into 5 groups consisting of P1 groups as positive control given stimuno 0,78 mg/20 gBB; P2 groups as negative control given aquadest, P3, P4 and P5 groups given Bawang Dayak Bulb Infusion with doses respectively 13 mg/20 gBB, 26 mg/20 gBB, and 52 mg/20 gBB. Each groups were adminstered orally one a day for seven days. On the eighth day, imunomodulatory test were performed by using carbon clearence method. The phytochemical screening revealed the presence of flavonoids, alkaloids, and saponins. Results of imunommodulatory test showed Bawang Dayak Bulb infusion doses 52 mg/20 gBB has the highest immunomodulatory effect. Bawang Dayak Bulb Infusion showed imunomodulatory effect. Keywords : Imunomodulator, Infusion, Bawang Dayak Bulb, Eleutherina Palmifolia
Review: Tanaman Obat yang Berefek Sebagai Antigout Fariz, Abshar; Sholihin, Muhammad Aditya; Fauzi, Rakhmat; Rizki, Muhammad Ikhwan
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5782

Abstract

ABSTRAK Gout adalah keadaan penumpukan kristal yang berasal dari gangguan metabolisme asam urat di dalam sendi, jaringan periartikular, tulang dan organ lainnya. Pasien yang menderita gout akan memiliki resiko dari kardiovaskular yang sangat tinggi, sehingga perlu strategi pencegahan yang optimal. Prevalensi asam urat di Indonesia terjadi pada usia di bawah 34 tahun yaitu sebesar 32%. Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya menanggulangi berbagai masalah kesehatan. Review bertujuan untuk membahas tanaman yang terkait dengan gout yang digunakan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya gout berdasarkan literatur. Pada review artikel ini digunakan literatur online dan offline. Literatur online didapat dari jurnal publikasi lokal maupun internasional yang diperoleh dari penyedia jurnal di internet. Literatur offline yang digunakan yaitu buku dan e-book. Gout dapat diatasi dengan bahan alam yaitu Sirsak (Annonna muricata Linn.), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa), Suruhan (Peperomia pellucida), Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Daun Tempuyung (Sonchus arvensis) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum). Kata Kunci : Asam urat, bahan alam, gout, tanaman ABSTRACT Gout is a state of buildup of crystals derived from metabolic disorders of uric acid in joints, periarticular tissues, bones and other organs. Patients suffering from gout will have a very high cardiovascular risk, so an optimal prevention strategy is needed. The prevalence of uric acid in Indonesia occurs at age below 34 years that is equal to 32%. Since ancient times the people of Indonesia know and use medicinal plants as one of the efforts to overcome various health problems. Review aims to discuss gout-related plants used to reduce and prevent the occurrence of gout based on literature. In this article review used the online and offline literature. Online literature is obtained from local and international publication journals obtained from journal providers on the internet. The offline literature used is books and e-books. Gout can be overcome with natural ingredients namely Soursop (Annonna muricata Linn.), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa), Suruhan (Peperomia pellucida), Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Tempuyung Leaf (Sonchus arvensis) and Leaf Salam (Syzygium polyanthum). Keywords: Uric acid, natural ingredients, gout, plants
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Kalakai (Stenochlaena palustris Bedd) Asal Kalimantan Tengah Rabiatul Adawiyah; Muhammad Ikhwan Rizki
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5788

Abstract

ABSTRAK Tanaman khas Kalimantan yang banyak digunakan sebagai tanaman obat adalah kalakai atau sering juga disebut paku haruan (Stenochlaena palustris Bedd) atau pakis. Kalakai mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, alkaloid dan keluarga terpenoid yang telah terbukti sangat efektif sebagai antioksidan. Kalakai merupakan tumbuhan yang tumbuh subur di tanah gambut dan juga ditemukan tumbuh baik di tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dari akar kalakai (Stenochlaena palustris) yang tumbuh pada tanah gambut dan tanah berpasir berdasarkan parameter Inhibitory Concentration 50 (IC50). Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dan kuersetin sebagai pembanding. Nilai IC50 untuk ekstrak akar kalakai pada tanah gambut yaitu sebesar 19,06 ppm dan pada ekstrak akar kalakai pada tanah pasir didapat IC50 sebesar 24,40 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol akar kalakai yang tumbuh pada tanah pasir dan tanah gambut memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kata Kunci : Akar, Antioksidan, Kalakai, Stenochlaena palustris Bedd ABSTRACT Borneo plants that are widely used as medicinal plants are kalakai or often also called paku Haruan (Stenochlaena palustris Bedd). Kalakai contains several bioactive compounds such as phenolics, flavonoids, alkaloids and terpenoid that have been shown to be very effective as antioxidants. Kalakai is a plant that thrives on peat soils and is also found to grow well in sandy soils. This study aims to determine the antioxidant activity of kalakai root (Stenochlaena palustris) that grows on peat soil and sandy soil based on Inhibitory Concentration 50 (IC50). Antioxidant activity was tested using DPPH method (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazil) and quercetin as a comparison. IC50 value for kalakai root extract on peat soil that is 19,06 ppm and at kalakai root extract on sand soil obtained IC50 that is 24,40 ppm. The results of antioxidant activity test on kalakai root extract that grow on sand and peat soil have very strong antioxidant activity. Keywords: Antioxidant, Kalakai, Root, Stenochlaena palustris Bedd

Page 1 of 2 | Total Record : 11