Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Kimia Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd) Nainggolan, Dokmauli; Dewi, Maria; Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daun kajajahi digunakan oleh masyarakat Loksado Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh data fitokimia dari senyawa kimia dari daun kajajahi asal Loksado Hulu Sungai Selatan berupa data kromotografi lapis tipis, spektra ultraviolet sinar tampak, spektra inframerah, spektra resonansi magnetik inti 1H dan 13C. Isolasi senyawa dilakukan melalui ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol dilanjutkan fraksinasi dengan pelarut kloroform dan etil asetat secara bertahap. Isolasi fraksi etil asetat dengan kromatografi kolom menghasilkan fraksi A-D. Fraksi A dipilih untuk isolasi selanjutnya karena memiliki bobot yang lebih besar dan pemisahan noda terlihat lebih jelas. Fraksi A diisolasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif menghasilkan isolat A1, A2 dan A3. Isolat A3 mempunyai nilai Rf 0,5 dengan eluen n-heksana : etil asetat (1:1) dan positif dengan FeCl3 1%. Identifikasi isolat A3 dilakukan dengan spektrofotometri UV, IR, 1H-RMI, dan 13C-RMI. Spektra UV menunjukkan panjang gelombang maksimum 213 nm. Spektra IR menunjukkan adanya gugus C=O, -OH, C-O, C-H streching, spektra 1H-NMR menunjukkan pergeseran kimia δH (ppm) 1 unit -CH3 yang tidak memiliki tetangga proton, 2 unit -CH2-yang berada pada lingkungan simetris dan unit -CH3-CH2- yang terikat pada oksigen. Hasil analisis 13C-NMR menunjukkan pergeseran kimia khas δC (ppm) 173;09 (C=O), 61;64, 64;48 (C-OH) dan 14;56, 20;96, 30;85, 33;17 (C-C). Berdasarkan data spektra UV, IR, 1H-RMI, dan 13C-RMI maka isolat A3 disarankan sebagai senyawa 3-Etoksi-4-Hidroksi-3,3 Hidroksimetilen-Butana-2-on. Kata kunci: Leucosyke capitellata Wedd, fraksi etil asetat, 3-Etoksi-4-Hidroksi-3,3-Hidroksimetilen-Butana-2-on, isolasi. Abstract The leaves of kajajahi is used by loksado society as herbal medicine for diarrhea on South Hulu Sungai in South Kalimantan. This research aimed to get the phytochemical data from chemical compounds of kajajahi leaves derived on loksado in South Hulu Sungai. The data was in the form of thin layer chromatographic data, ultraviolet spectra of visible light, infrared spectra, and nuclear magnetic resonance of 1H & 13C. Isolation of compounds conducted through maceration extraction with ethanol, fractination by chloroform and ethyl acetate gradually. Isolation of ethyl acetate fraction by column chromatographic produced the A-D fraction. The fraction A selected for futher isolation because it had greater weight and clearer separation stains. The fraction A was isolated by preparative thin-layer chromatographic (TLC) and produced the isolate A1, A2, and A3. The isolate A3 has a Rf value of 0,5 with n-heksane : ethyl acetate eluent (50%:50%) and positive with FeCl3 1%. Identification of isolate A3 wasdone with spectrophotometry UV, IR, 1H-NMR & 13C-NMR. The UV spectra showed the maximum wavelength at 213 nm. IR spectra indicated the presence of clusters C=O, -OH, C-O, and C-H stretching. 1H-NMR spectra showed the chemical δH (ppm) 1-unit –CH3 doesn’t have neighboring protons 2 units -CH2- which are symmetrical environment and –CH3-CH2- unit bound to oxygen. The result of analysis 13C-NMR showed the typical chemical shift δC (ppm) 173;09 (C=O), 61;64, 64;48 (C-OH) dan 14;56, 20;96, 30;85, 33;17 (C-C). Based on spectra of data UV, IR, 1H-NMR & 13C-NMR then the isolate  A3 is recommended as a compound named 3-etoxy-4-hydroxy-3,3-Hydroxymetilen-butane-2-one. Keywords: Leucosyke capitellata Wedd, Ethyl acetat, Isolation, and 3-etoxy-4-hydroxy-3,3-Hydroxymetilen-butane-2-one.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) SECARA IN VITRO Rahmawanty, Dina; Maulina, Rizka; Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 2 : September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.775 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i2.11238

Abstract

Kulit batang bangkal (Nauclea subdita) telah lama digunakan sebagai kosmetika tradisional di Kalimantan Selatan. Kulit batang bangkal (KBB) diduga mengandung senyawa tabir surya dan antioksidan yang tinggi, seperti senyawa golongan flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol KBB. Penentuan nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak etanol KBB diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etanol KBB dengan konsentrasi 250 ppm sebesar 10, pada konsentrasi 500 ppm, nilai SPF-nya = 15, dan pada konsentrasi 1000 ppm, nilai SPF sebesar 29. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang bangkal diuji secara in vitro menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 521 nm. Nilai IC50 ekstrak etanol KBB sebesar 84,850 ppm. Berdasarkan nilai SPF dan nilai IC50 tersebut dengan demikian ekstrak etanol KBB memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan tabir surya. 
SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL PADA EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus), CEMPEDAK (Artocarpus integer), dan TARAP (Artocarpus odoratissimus) ASAL DESA PENGARON KABUPATEN BANJAR Muhammad Ikhwan Rizki; Nurlely Nurlely; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Ma’shumah Ma’shumah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i1.667

Abstract

The leaves of jackfruit (Artocarpus heterophyllus), cempedak (Artocarpus integer), and tarap (Artocarpus odoratissimus) are used empirically by the people of Desa Pengaron, Banjar Regency for treat antimalarials, antidiabetic, abdominal pain, and cancer. The secondary metabolites of the phenol group are responsible for various plant activities. This study aims to determine of compounds and total phenol content in leaves of jackfruit (A. heterophyllus), cempedak (A. integer), and tarap (A. odoratissimus). The leaf samples were oven-dried, then the leaf powder was extracted using ethanol. Phytochemical screening was carried out on the extract using reagents, and phenol content was determined using a spectrophotometer UV-Vis. The results showed that the extracts of leaves jackfruit (A. heterophyllus), cempedak (A. integer), and tarap (A. odoratissimus) contained phenol, flavonoids, and tannins. Total phenol content of leaves A. heterophyllus, A. integer and A. odoratissimus were 13,174 ± 1,378 mgGAE / gram extract, 37,204 ± 2,202 mgGAE / gram extract, and 35,886 ± 0.890 mgGAE / gram extract.
Penetapan Kadar Air Dan Kadar Protein Pada Biskuit Yang Beredar Di Pasar Banjarbaru Normilawati; Fadlilaturrahmah; Samsul Hadi; Normaidah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many biscuits circulating in the community are not labeled and do not include the value of water and protein content in accordance with SNI. Therefore, it is necessary to determine the water content and protein content in the biscuits. Determination of water content and protein content in biscuits was carried out on 2 biscuit samples taken at the Banjarbaru Market. The water content test on the sample was carried out by the gravimetric method and the protein content test was carried out by the Kjeldahl method. The results obtained were the test of water content of 2 biscuit samples respectively at 4.43% and 3.84%. While the results of the protein content test from 2 samples are 5.31% and 6.89%, respectively. According to SNI 01-2973-2011 the water content limit does not exceed 5% while the protein content limit is a minimum of 5%. The results of 2 samples showed the water content and protein content in accordance with SNI.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU INSTAN SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK PENGRAJIN JAMU DI KAMPUNG PEJABAT KELURAHAN LOKTABAT SELATAN BANJARBARU Herningtyas Nautika Lingga; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Eko Susilowati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v3i1.24

Abstract

Kelurahan Loktabat Selatan merupakan daerah yang terkenal dengan penjual jamu gendong. Persentase pertumbuhan jamu dari tahun ke tahun meningkat dan berada di atas rata-rata pertumbuhan obat modern. Beberapa alasan yang mendasari pemilihan jamu sebagai alternatif pengobatan diantaranya adalah diyakini lebih aman dan minim efek samping. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pendapatan pengrajin jamu di kelurahan Loktabat Selatan. Pentingnya pengabdian masyarakat ini karena pada awalnya pengrajin jamu hanya menjual jamu segar (jamu gendong) yang nilai jual relatif rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan pembuatan jamu instan sebagai diversifikasi produk pengrajin jamu, Pelaksanaan pengabdian diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang jamu instan, kemudian dilakukan praktek pembuatan jamu instan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat adalah pengrajin jamu mampu memproduksi jamu instan secara mandiri sebagai diversifikasi produk dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Kata kunci: Pelatihan, Jamu Instan, Diversifikasi Produk, Kampung Pejabat
Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Upaya Peningkatan Produksi Pengrajin Bedak Dingin di Kelurahan Pesayangan Kab.Banjar Fadlilaturrahmah; Hidayaturrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v4i2.49

Abstract

“Pupur dingin” atau bedak dingin merupakan kosmetika tradisional yang berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan yang telah digunakan oleh wanita Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Selain digunakan sebagai perawatan kulit (skin care) dari sengatan matahari juga banyak diminati sebagai oleh-oleh khas Banjar Kalimantan Selatan. Pengrajin bedak dingin di kelurahan Pasayangan Kabupaten Banjar, masih bertahan untuk dapat memproduksi juga disebabkan karena ingin mempertahankan tradisi warisan dari orang terdahulu. Melihat potensi dari bedak dingin yang tidak hanya diminati masyarakat lokal tetapi juga diminati oleh masyarakat dari luar daerah berpotensi untuk dapat dikembangkan. Namun produksi bedak dingin apabila musim hujan tidak bisa dilakukan karena proses pengering sangat tergantung dengan sinar matahari. Oleh karena itu penerapan teknologi tepat guna (TTG) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah produksi dari bedak dingin. Tujuan dari kegiatan penerapan TTG ini adalah untuk meningkatkan produktifitas mitra pengrajin bedak dingin di Desa Pasayangan, Kec. Martapura, Kab.Banjar melalui penerapan TTG berupa mesin pengering. Metode pelaksanaan program dimulai dari survey ke lokasi, sosialisasi program, dan pelatihan cara penggunaan mesin. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat adalah mitra mampu menggunakan mesin pengering. Dengan penerapan teknologi tepat guna untuk pengrajin bedak dingin mampu meningkatkan produksi bedak dingin dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan. Kata Kunci: Kosmetik Tradisional, Pengrajin, TTG
Pemanfaatan Teknologi Dalam Upaya Pemberdayaan Perempuan Melalui Peningkatan Kreativitas Istri Pembudidaya Ikan Patin Di Desa Cindai Alus Heri Budi Santoso; Badruzsaufari; Hidayaturrahmah; Fadlilaturrahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v4i2.51

Abstract

Pemanfaatan teknologi merupakan salah satu upaya untuk mnghadapi revolusi industri 4.0. Istri-istri pembudidaya ikan patin merupakan kelompok warga yang nonproduktif. Dengan adanya pemanfaatn teknologi dalam upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kreativitas istri-istri pembudidaya diharapkan dapat memacu semangat istri-istri pembudidaya patin untuk dapat meningkatkan kreativitas sehingga diharapkan menjadi warga yang produktif. Cindai Alus merupakan daerah penghasil ikan patin terbesar di Kalimantan. Metode yang digunakan adalah survey ke lokasi, sosialisasi program dan pelatihan penggunaan alat-alat.teknologi tepat guna seperti oven untuk pembuatan biskuit skala industry dan mesin pembuat es krim. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim pengabdian, istri-istri pembudidaya ikan patin di Cindai Alus sudah sering mendapatkan pelatihan pembuatan berbagai macam olahan patin namun belum ada produk yang menarik dan berpotensi dikembangkan bagi warga Cindai Alus dan tidak ada pendampingan setelah dilakukan pelatihan, sehingga warga tidak tertarik untuk menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Kreativitas yang diberikan berupa pelatihan cara pembuatan biscuit dan es krim serta penggunaan oven untuk skala industry dan mesin pembuat es krim dari ikan patin. Hasil dari pemanfaatan teknologi ini adalah menambah motivasi dan semanagat untuk dapat meningkatakan kreativitas yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) SECARA IN VITRO Dina Rahmawanty; Rizka Maulina; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14, No 2 : September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.775 KB) | DOI: 10.12928/mf.v14i2.11238

Abstract

Kulit batang bangkal (Nauclea subdita) telah lama digunakan sebagai kosmetika tradisional di Kalimantan Selatan. Kulit batang bangkal (KBB) diduga mengandung senyawa tabir surya dan antioksidan yang tinggi, seperti senyawa golongan flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol KBB. Penentuan nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak etanol KBB diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etanol KBB dengan konsentrasi 250 ppm sebesar 10, pada konsentrasi 500 ppm, nilai SPF-nya = 15, dan pada konsentrasi 1000 ppm, nilai SPF sebesar 29. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang bangkal diuji secara in vitro menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 521 nm. Nilai IC50 ekstrak etanol KBB sebesar 84,850 ppm. Berdasarkan nilai SPF dan nilai IC50 tersebut dengan demikian ekstrak etanol KBB memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan tabir surya. 
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SUNGKAI (Perenema canescens Jack) Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Amalia Khairunnisa; Aditya MP Putra; Ivanna Sinta
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.265 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i2.737

Abstract

Indonesia, which is located in the tropics, causes people's skin to easily experience premature aging and tan. Most of these cosmetic products contain dangerous synthetic chemicals. For this reason, cosmetic products with natural active ingredients or phytocosmetics that are effective and safe to use need to be developed. One of the typical natural plant plants from South Kalimantan that has the potential to be developed as a cosmetic preparation is Sungkai (Peronema canescens Jack). The aim of the study was to determine the antioxidant activity and sunscreen activity of Sungkai leaves. The method used for the determination of antioxidant activity is the DPPH method using a uv-vis spectrophotometer and for the determination of sunscreen activity using a uv-vis spectrophotometer. The results showed that the P. canescens plant extract contained anthraquinones, flavonoids, saponins, tannins, and phenols. P.canescens plants have an Inhibitory Concentration 50 (IC50 ) of 42.219±19.440 ppm and have sunscreen activity with spf (Sun Protecting Factor) values ??with concentrations of 600 ppm, 400 ppm, 200 respectively as follows: 24±0.31; 16±0.34; and 8±0.3. The conclusion of this study Sungkai (Peronema canescens Jack) has antioxidant activity and has sunscreen activity so that it has the potential to be developed into natural skin care.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DARI EKSTRAK KERING DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer) Muhammad Ikhwan Rizki; Syifa Auliani; Amalia Khairunnisa; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah; Normaidah Normaidah; Anna Khumaira Sari
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.868

Abstract

Ultraviolet rays cause wrinkles and premature ageing. The bad effects of sun exposure can be avoided by using sunscreen. Artocarpus integer is empirically used as a black spot remover and cold powder. Total flavonoid content is an extract quality parameter that is related to the consistency of the pharmacological effects produced. The purpose of this study was to determine the total flavonoid content and the value of Sun Protection Factor (SPF) from the dried extract Artocarpus integer. The study began with a drying of fresh leaves using an oven, making simplicia powder, extraction process by maceration, and drying extracts using a drying cabinet. The dry extract was measured for total flavonoid content using a spectrophotometer UV-Vis with quercetin as a marker. The dry extract also determined the SPF value at concentrations of 200, 400, 600, 800, and 1000 ppm. The results showed that the total flavonoid content of the dry extract of cempedak leaves was 1,283 ± 0.032 %w/w equivalent to quercetin. The SPF value of dry extract of cempedak leaves at concentrations of 200, 400, 600, 800, and 1000 ppm respectively, namely 2,923 ± 0.009, 5.990 ± 0.002, 8.846 ± 0.001, 13,181 ± 0.008 and 15.856 ± 0.1533