cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Analisis Kebutuhan Pompa pada Sistem Penyaliran Tambang Terbuka dengan Persamaan Material Balance (Studi Kasus pada PT TIA) Riswan, Riswan; Aditya, Dimas
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3135

Abstract

Tambang terbuka menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front). Kegiatan ini menimbulkan masalah genangan air yang bersumber dari air limpasan dan air tanah sehingga mengganggu aktivitas penambangan, kestabilan lereng dan keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode survei di front penambangan yaitu dengan melakukan pengamatan dan perhitungan kapasitas sump, debit pemompaan, debit limpasan aliran permukaan (debit air tanah, resapan dan penguapan diabaikan karena nilainya kecil), dan melakukan analisis penentuan sistem pemompaan dan kebutuhan jumlah pompa yang digunakan dalam mengatasi genangan air atau banjir yang sering terjadi di front penambangan. Analisis kebutuhan unit rangkaian pompa berdasarkan persamaan water balance, debit air limpasan maksimum (Qin) adalah 762,914.88 m3/bln dan debit pemompaan 173,404.00 m3/bulan, sehingga jumlah pompa maksimum yang dibutuhkan adalah 4 unit pompa (parallel) dengan debit air yang terakumulasi adalah 69,298.88 m3/bln dengan ketahanan sump 57.6 hari. Jika menggunakan 1, 2 atau 3 unit pompa tidak dapat direkomendasikan karena ketahanan sump dibawah 26 hari, sedangkan hari hujan perbulan maksimamum 26 hari/bln. jika hal tersebut terjadi, maka ada waktu 10 hari/bulan debit yang terakumulasi tidak tertampung oleh sump.
Estimasi Parameter Model Curah Hujan Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO): Studi Kasus Ketapang dan Melawi solihah, nahriyatunnur hidayatus; muliadi, muliadi; kushadiwijayanto, arie antasari
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4374

Abstract

Kalimantan Barat memiliki pola hujan unik yaitu pola hujan ekuatorial dan monsun.  Kabupaten Ketapang dan Melawi merupakan daerah yang berada dalam pola hujan peralihan monsun-ekuatorial sehingga sulit untuk diprediksi. Pada penelitian ini, Deret Fourier termodifikasi dari orde 1 sampai 20 telah digunakan untuk memodelkan curah hujan di kedua daerah tersebut. Parameter model dari masing-masing orde dicari menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Masing-masing orde dievaluasi menggunakan data curah hujan dari tahun 1985-2012 sehingga didapatkan model terbaik. Parameter model tersebut selanjutnya diperbaiki menggunakan PSO dan data tahun 2013-2014. Uji model dilakukan dengan cara memprediksi curah hujan di tahun 2015-2016 menggunakan parameter model yang telah diperbaiki dan hasilnya dibandingkan dengan data pada tahun yang sama. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa model curah hujan terbaik di Ketapang adalah Deret Fourier Orde 3 (DFO3), dan di Melawi adalah Deret Fourier Orde 2 (DFO2). Indeks korelasi kedua model tersebut dinilai baik setelah dilakukan perbaikan parameter yaitu 0,79 untuk daerah Ketapang, dan 0,74 di daerah Melawi. Hasil uji prediksi curah hujan di kedua daerah ini memiliki kecocokan pola dengan data pengamatan, dengan indeks korelasi di masing-masing daerah adalah 0,68 dan 0,67. Kesimpulannya, kedua model tersebut dapat dengan baik memodelkan pola hujan di kedua daerah ini. Meskipun demikian, model DFO3 kurang baik memperkirakan curah hujan di bulan Desember-April, dimana bulan tersebut memiliki curah hujan ekstrim.
PEMETAAN SEBARAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Maulina, Anisa; Nurlina, Nurlina; Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i2.2679

Abstract

Abstract. Mining material of kind C include igneous rocks, sedimentary rocks and metamorphic rocks. These minerals are often used as industrial raw material. Geologically these minerals are to be found in Banjar Regency. Mining material of kind C can increase regional income. Concerning this, mapping of Mining material of kind C distribution is necessary. Method used for this is interpretation of Geological Map of Banjar Regency and stratigraphic analysis. Based on interpretation of geological map, Mining material of kind C found in Banjar Regency include sand, clay, quartz sandstone, quartzite, andesite, granite and serpentinit. Andesite distribution is found in Pitanak and Pauu formation with distributional area of 421 km². Granite distribution is found in Granite Formation with distributional area of 101 km². Quartz sandstone distribution is found in Tanjung Formation with distributional area of 81 km². Serpentinite distribution is found in Manunggul and Ultramafic rocks distribution with distributional area of 941 km². Quartzite distribution is found in Metamorphic Rocks with distributional area of 123 km². Sand and clay are found in Alluvium with distributional area of 1.430 km². Keywords: Banjar Regency, group C minerals, GIS
Penentuan Kadar Besi dalam Pasir Bekas Penambangan di Kecamatan Cempaka dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN) Oktivasari, Prihatin; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3074

Abstract

Telah dilakukan penentuan kandungan logam besi dalam pasir bekaspenambangan dengan metode analisis aktivasi neutron (AAN). Sampel diambildari enam lokasi yang berbeda di daerah kecamatan Cempaka dimana di daerahitu banyak terdapat penambangan batubara dan intan. Dari pengukuran yangdilakukan pada areal bekas penambangan diperoleh hasil adanya logam Besi(Fe) dan beberapa logam lain dalam konsentrasi yang bervariasi. Dari hasil yangdidapat ternyata prosentase kandungan Fe termasuk tinggi..
Studi Analisis Sifat Dielektrik Tanah dengan Variasi Porositas Pada Frekuensi Resonansi Rendah Sehah, Sehah; Aziz, Abdullah Nur
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i2.3054

Abstract

The equipment to measure dielectric properties of soil samples withlissajous method has been designed in Electronic and InstrumentationsLaboratory, Faculty of Science and Technique, Jenderal Soedirman University,Purwokerto. The fundamental parts of this equipment are signal generator,cathode ray oscilloscope (CRO) and parallel plate. Thus, the soil samples whichbe researched is placed in zone between parallel plate, as dielectric material. Ifsignal generator supply electric field into the parallel plate, hence response ofsamples to electric field is shown with voltages values on oscilloscope (CRO).Based on this voltages values, so that can be calculated a dielectric permittivity,dielectric loss and tangent loss of soil samples. The number of samples thatmeasured its dielectric properties are three samples, which contains of top soil,smooth sand of river, and sediments rocks. The measurement to dielectricproperties with variation of porosity is done to samples at low resonancefrequency of 600 kHz and 2,75 MHz. The results which obtained show that alinear relation between dielectric constant of soil samples to its porosity, but withempirical equations different for every samples.
Rekayasa Tumbuhan Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) sebagai Substitusi Bahan Matrik Komposit Pada Pembuatan Papan Partikel Wianto, Totok; Ishaq, Ishaq; Faisal, Akhmad; Hamdi, Abdulah
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v8i2.3119

Abstract

Sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan adalah terdiri dari rawa-rawa.Salah satu tumbuhan rawa yang banyak tumbuh di daerah rawa Kalimantan Selatanadalah Purun Tikus (Eleocharis Dulcis). Sampai saat ini pemanfaatan purun tikus olehmasyarakat setempat hanya sebatas pembuatan tikar. Di lain pihak, kebutuhan akanpapan sebagai bahan bangunan meningkat, seiring dengan tingginya permintaankonsumen akan suatu produk yang berbahan dasar kayu. Melihat dari potensi yangada, diupayakan pemanfaatan purun tikus di daerah Kalimantan Selatan lebihdimaksimalkan. Dalam hal ini pemanfaatannya sebagai bahan matrik komposit dalampembuatan papan partikel. Oleh karena itu penelitian ini berupaya manfaatankanpurun tikus (Eleocharis dulcis) sebagai bahan substitusi bahan matrik komposit danjuga mengetahui pengaruh serat-serat purun tikus tersebut terhadap sifat fisis (kadarair dan kerapatan) dan sifat mekanik (keteguhan patah, kuat lentur). Untukpengolahan papan partikel dibuat dua variasi susunan serat purun tikus, sampel Ayaitu serat purun tikus dipotong kecil-kecil dan disusun secara acak pada cetakan,perlakuan B yaitu serat purun tikus dipotong memanjang dan menyamping di cetakan.Serat purun tikus yang sudah kering dipotong-potong sesuai dengan variasi serat.Filler berupa daun-daun akasia yang kering dan bersih dihaluskan menggunakanbelender kemudian dicampurkan dengan urea formaldehid. Serat purun tikus dan fillerdicetak pada cetakan berukuran 30 x 30 cm yang dipres panas pada suhu 800-900C.Produk yang dihasilkan berupa papan partikel yang akan diuji dan dianalisa sifatelastisitas dan keteguhan patahnya serta sifat kadar air dan kerapatannya yang akandibandingkan terhadap standar SNI 03-2105-1996 dan JIS A 5908-2003. HasilPengujian Nilai Sifat fisik yaitu menunjukkan kadar air rata – rata 12,75 % dankerapatan rata rata 0,84 g/cm3. Hasil pengujian sifat mekanik yaitu modulus elastisitasrata rata 10.750 Kg/cm2 dan modulus patah rata rata 80,5 Kg/cm2. Hasil Tersebutmendekati dan sudah sesuai dengan Standar SNI dan JIS dan papan partikel ini layaksebagai komposit
Pengaruh Penggunaan Busi Terhadap Prestasi Genset Motor Bensin
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian busi terhadap prestasi genset mesin bensin yang meliputi konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi mesin bensin. Pembebanan menggunakan lampu 200 watt sampai 16000 watt dengan variasi berbagai busi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga variasi busi tersebut terhadap konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesfik dan effisiensi genset mesin bensin. Effisiensi tertinggi didapatkan pada beban 1600 Watt
RANCANG BANGUN INSTALASI LAMPU PJU TERMODIFIKASI LDR BERBASIS MATERIAL PIEZOELEKTRIK PADA POLISI TIDUR Afif, Mohammad; Rini, Nugraheni Puspita
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i2.3930

Abstract

Teknologi polisi tidur listrik terdiri dari lempeng utama, pegas, lempeng piezoelektrik dan baterai penyimpan tegangan listrik.Tegangan listrik yang dihasilkan oleh prototipe skala mini dengan luas penampang sebesar 0,2 cm2 sebanding dengan frekuensi dan besarnya berat benda yang diberikan. Nilai tegangan vs besar gaya berat benda berturut-turut adalah 0,88 V (3,92 N); 1,0675 V (4,9 N); 1,235 V (5,88 N) dan 1,405 V (6,86 N). Nilai tegangan total vs frekuensi pemberian gaya berat benda yang diberikan berturut-turut adalah 5,126 V (15s per 60s); 7,634 V (10s per 60s); dan 13,772 V (5s per 60s). Data yang diterbitkan bps.go.id (2015) menyebutkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai angka 114.209.266. Hal ini merupakan suatu potensi yang sangat besar mengingat polisi tidur listrik merupakan teknologi yang mampu mengkonversi tekanan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor saat melewatinya menjadi energi listrik melalui mekanisme deformasi.Kata Kunci:  Listrik, Piezoelektrik, Prototipe Polisi Tidur Listrik Dan Tekanan
PENGARUH ARUS TERHADAP KEKERASAN LOGAM LAS BAJA ST 60
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i1.2617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus terhadap kekerasan hasil pengelasan pada logam las baja ST 60. Penelitian ini menggunakan metode eksprimental, pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell B (HRB). Pengujian kekerasan dengan penetrator ball Ø 1/16" dengan beban penekanan 981 N (100 Kgf) pada daerah logam las. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besar arus berpengaruh terhadap kekerasan hasil pengelasan pada daerah logam las. Semakin besar arus yang digunakan dalam pengelasan, semakin besar nilai kekerasan logam las. Kekerasan tertinggi pada arus 90 A dari arus yang digunakan 70 A, 80 A dan 90 A. Kata Kunci: Pengelasan, Arus, Kekerasan
UJI ABU TERBANG PLTU ASAM ASAM SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATA RINGAN Haryanti, Ninis Hadi
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i2.2675

Abstract

ABSTRAK. Berbagai penelitian mengenai pemanfaatan abu terbang batubara sedang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfatkan  limbah pembakaran batubara pada PLTU yaitu Abu Terbang (Fly Ash) untuk pembuatan beton bata ringan nonstruktur. Telah dilakukan uji terhadap abu terbang dari limbah batubara yang digunakan pada PLTU Asam asam dengan hasil kandungan silika relatif tinggi (74,2% SiO2) sedangkan alumina tidak terlalu tinggi (5,7% Al2O3), dan Fe2O3 sekitar 14,4%. Kandungan logam alkali (2,4% CaO dan 2,03% MgO) mendukung pembentukan ikatan material aluminosilikat. Karena kandungan CaO sekitar 2,4%, maka abu ini termasuk abu terbang kualitas ASTM kelas F. Abu terbang kelas F ini kadar kapurnya rendah (CaO < 10%), cocok berfungsi sebagai bahan low/ultra-low cement castable refractory yang tahan suhu tinggi. Komposisi kimia limbah abu terbang PLTU Asam asam Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa kadar Al2O3 yaitu Al2O3 : SiO2 = 5,7% : 74,2% atau nilai Al2O3/SiO2 = 0,076819, yang berarti kadar alumina sangat kecil dibandingkan dengan silikanya. Dari hasil tersebut terlihat bahwa fly ash yang digunakan termasuk dalam kategori fly ash tipe F (ACI Manual of Concrete Practice 1993 Part 1 226.3R-3), dengan kadar SiO2 + Al2O3 + Fe2O3 lebih dari 70% dan sesuai dengan syarat SNI 03-2460-1991. Fly ash kelas F disebut juga low-calcium fly ash, yang tidak mempunyai sifat cementitious dan hanya bersifat pozolanic. Oleh karena itu, limbah abu terbang PLTU Asam asam dapat digunakan sebagai bahan campuran (sebagai agregat) pembuatan bata ringan. Kata kunci: abu terbang, bata ringan, komposisi kimia abu terbang

Page 11 of 57 | Total Record : 570


Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 2 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 3 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue