cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Analisis Perbedaan Luas Permukaaan Pelet Adsorben dari Abu Layang yang Terikat Silang Glutaraldehyd Isna Syauqiah; Umi Baroroh Lili Utami; Meina Wulansari Yusniar
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.791 KB) | DOI: 10.20527/flux.v1i1.5927

Abstract

Karakterisasi pori dari pellet komposit abu layang dan kitosan sebagai adsorben telah dilakukan. Komposit adsorben dibuat dengan campuran abu layang dan kitosan yang diikat silang menggunakan glutaraldehyd dengan perbandingan setiap 2 g, 3 g dan 4 g abu layang dalam 20 mL larutan kitosan yang sudah dilarutkan dalam larutan 5% asam oksalat. Karakterisasi adsorben dilakukan menggunakan Gas Sorption Analyzer untuk mengetahui karakter pori dari abu layang, kitosan dan adsorben komposit. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa adsorben dengan abu layang sebanyak 3 g dalam 20 mL larutan kitosan memiliki luas permukaan dan volume total pori terbesar yaitu 31,00 m2/g dan 4,54 (e-02 cc/g) dan rerata jari pori terkecil yaitu 29,30 Å. Serta identifikasi gugus fungsi komposit abu layang-kitosan dari spektrofotometer inframerah menunjukkan adanya gugus fungsional untuk menyerap logam berat yang terlihat pada bilangan gelombang 3433 dan 2932 cm-1.
Utilization Of Carbon Waste Leaf As A Organic Pigment In Whiteboard Spidol Ink Andya Satya Purnomo Putro; Arnetha I Putri; Rizka Nur'ain; Jasmine S.S. Arum
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.484 KB) | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4467

Abstract

Waste has become one of the problems that until now has not been resolved in the community. One type of waste that is abundant is organic waste in the form of leaves. Based on this fact which demands a creative and innovative way of processing waste into a powerful product. One effort made is the utilization of leaf waste as organic color pigment on white board marker ink. Pigment is obtained by reducing leaf waste to homogeneous form of carbon powder that is burning leaf garbage in low oxygen condition then done simple mixing process with other material of ink maker. The resulting ink is tested for transmittance in carbon mass variations in the range from 1 to 6 grams, the results show that the more carbon mass, the lower the intensity of the light passes. The absorption rate test shows that the carbon inks have a speed similar to the ink type on the market, which is 0.081 mm / s. When the performance test of the carbon ink on the white board shows almost the same result of black with commercial ink and can adhere well so it is suitable if applied as white board marker ink.
Implementasi Algoritma Genetika untuk Optimasi Parameter Self Potential pada Sebaran Mineral Pasir Besi Siti Diah Ayu Febriani
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.744 KB) | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4194

Abstract

Salah satu cara untuk mengetahui potensi mineral adalah mengoptimalkan parameter Self -Potential secara global dengan menggunakan pemodelan Algoritma Genetika. Metode ini memiliki kelebihan dalam memberikan informasi yang lebih komprehensif dan terpadu agar lebih memastikan bahwa di daerah Kepanjen, Jember memiliki potensi mineral pasir besi dan Algoritma Genetika yang dikembangkan dengan fungsi fitness yang dibangun pada model residu. Program pemodelan numerik menggunakan MATLAB. Proses Algoritma Genetika bekerja dengan memilih model tebakan acak dalam satu populasi, menghasilkan model inversi yang mendekati model data primer dan dapat dianggap sebagai solusi parameter optimum momen dipol listrik (k), kedalaman ke pusat bola atau cilinder. (h), sudut polarisasi (θ) dan (q). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan data primer, didapatkan pola distribusi pasir besi dengan anomaly self potential sebesar -291,7 mV yang mengindikasikan butiran mineral pasir besi paling optimum pada lintasan dua dan nilai fitness terbesar pemodelan algoritma genetika pada probabilitas cross cover dan mutasi adalah 0,9 dan 0,05 dengan RMS 2,6% dan parameter Self -Potential optimal pada 202,15 (k), 4,98 (h), 1,5 (q), 29,96 (θ).KEYWORD : Algoritma Genetika, Optimasi, Mineral Pasir Besi, Self-Potential
Kaji Eksperimental Koefisien Kerugian Pada Percabangan Pipa Dengan Sudut 450, 600 dan 900 Rachmat Subagyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.09 KB) | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6100

Abstract

Selama fluida mengalir melalui sistem instalasi perpipaan banyakterjadi rugi tekanan yang disebut sebagai rugi tekanan mayor dan rugi tekananminor (kerugian akibat fluida melewati suatu percabangan). Pembagian aliranfluida pada percabangan adalah suatu proses irreversibel. Irreversibelitas ini didalam aplikasi teknik akan menurunkan unjuk kerja dari sistem. Upaya untukmengetahui seberapa besar kerugian yang terjadi pada percabangan pipaadalah dengan mengukur koefisien kerugian yang terjadi. Bentuk eksperimenyang dilakukan adalah membuat tiga buah bentuk percabangan pipa galvanicjenis medium dengan sudut 450, 600 dan 900. Dengan variasi Re dari 0 - 5,5 x104. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koefisien kerugian untuk cabangK3-2(45) = K3-2(60) = K3-2(90) = (0,07-0,39) dan cabang K3-1(45) = (0,95-0,60),K3-1(60) = (1,08-0,85), K3-1(90) = (1,10-1,50), untuk koefisien kerugian totalKtot(45) = (1,02-0,97), Ktot(60) = (1,15-1,23), Ktot(90) = (1,17-1,89).
Sistem Pengendalian Suhu dan Kelembaban Kumbung Jamur Tiram secara Realtime Menggunakan Esp8266 Arafat Arafat; Desy Ika Puspitasari; Wagino Wagino
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.782 KB) | DOI: 10.20527/flux.v1i1.5928

Abstract

Oyster Mushroom is one of the high-value consumption mushrooms. The development of mushroom experienced rapid growth marked by the increasing number of farmers breeding mushroom is directly proportional to number of mushroom food business. The process of mushroom cultivation in mushroom’s greenhouse depends on physical factors such as temperature, humidity, light, pH of planting medium, and air aeration. Watering activity is done if the condition and humidity of mushroom's greenhouse was dry, three times a day at the morning, afternoon and evening. If the conditions of temperature and humidity fluctuate in the current seasons, it is not enough to be sprayed. High temperature and humidity fluctuations disturbed harvest. The results of this research are realtime temperature and humidity control system, esp8266 12-F and DHT22 sensor to read humidity value that can do watering and keep humidity greenhouse. The best humidity limit is 65% and maximum is 80%. If the humidity condition reaches 65%, then esp8266 will activate the relay to turn on the DC pump machine and nozzle spray. If humidity reached 80%, then esp8266 will turn off the DC pump. 80% humidity limit setting to avoid mushrooms from getting too wet. Humidity conditions monitored with android smartphone in realtime.
Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo Rahma Hi. Manrulu; Aryadi Nurfalaq; Iis Dahlia Hamid
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.186 KB) | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4507

Abstract

Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.
Teknik Pemodelan Fisika dalam Setting Pembelajaran Berbasis Learner Autonomy Abdul Salam
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.736 KB) | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4472

Abstract

Modeling technique is one of physics instructional technique required by physics student teacher in order to understand and apply various concept, principle, and law of physics. The importance of modeling technique in physics instructional has moved the research team to apply the physics modeling technique in the setting of learner autonomy based instructional. This study used one group pretest and posttest design. Subject of this study was the physics education study program student of FKIP ULM who recourse basic physics course in the academic year of 2016/2017. The instrument used in this study was the student achievement test. The data was analyzed in a descriptive-qualitative way and also quantitatively depends on the nature of the data. Result of the study showed that the implementation of physics modeling technique in the setting of learner autonomy based learning was effective to improve students’ basic competence knowledge with the gain score of 0.68, which is in medium category.
Pengaruh Bentuk Kampuh Terhadap Panjang, Kedalaman Penetrasi dan Lebar Hasil Pengelasan Menggunakan Las Busur Listrik (SMAW Rudi Siswanto
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.173 KB) | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk kampuhterhadap panjang, kedalaman penetrasi dan lebar hasil pengelasan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen uji laboratorium. Bahanplat baja karbon mild steel St. 37 dibuat spesimen yaitu dipotong sesuai ukuran,kemudian dilas dengan variasi bentuk kampuh V, I dan ½ V, menggunakanelektroda RB diameter 2,6 m, dengan kuat arus 70 Ampere. Setelah selesai dilaskemudian didinginkan di udara. Kemudian specimen dipotong dengan arahmemotong arah pengelasan. Selanjutnya permukaan yang dipotong dikikir sampaihalus, kemudian diukur untuk mengetahui panjang, lebar dan kedalaman penetrasihasil pengelasannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bentuk kampuhberpengaruh terhadap panjang dan kedalaman penetrasi hasil pengelasan, tetapitidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lebar hasil pengelasan. Hasilpengelasan paling panjang menggunakan bentuk kampuh ½ V, yaitu 149,11 mm,hasil pengelasan paling pendek menggunakan bentuk kampuh I, yaitu 60,04 mm.Hasil pengelasan paling dalam adalah menggunakan bentuk kampuh ½ V , yaitu4,09 mm, kedalaman penetrasi hasil pengelasan paling dangkal menggunakanbentuk kampuh V, yaitu 2,31 mm. Lebar Hasil pengelasan menggunakan kampuh V,I dan ½ V diperoleh dimensi hampir sama yaitu 10,50 mm.
IDENTIFIKASI SEBARAN BATUBARADARI DATA WELL LOGGING DI DAERAH X, AMPAH BARITO TIMUR Akhmat Faisal; Simon Sadok Sadok Siregar; Sri Cahyo Wahyono
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1613.854 KB) | DOI: 10.20527/flux.v9i2.6096

Abstract

Telah diidentifikasikan sebaran batubara dari data well logging di daerah X AmpahBarito Timur dengan membandingkan dengan hasil data bor sebanyak 38 data borehole.Identifikasi lapisan batubara berdasarkan nilai log gamma ray dan log resistivity. Data welllogging kemudian ditentukan kedalaman ketebalan batubara serta menghitung volumebatubara di daerah X Ampah Barito Timur. Data Well Logging diinterpretasi denganmenggunakan software Well Cad, kemudian untuk mendapatkan kontur dan permodelanbawah permukaan (1D dan 3D) digunakan software Win Log dan Rockworks. HasilInterpretasi Nilai gamma ray batubara di daerah X Ampah Barito Timur adalah 0-30 CPSsedangkan nilai resistivitasnya yaitu 70-100 Ohm.m. Data penampang boreholemenggunakan software winlog sebanyak 38 data well logging. Sebaran batubara di daerah XAmpah Barito Timur teridentifikasi sebanyak lima seam batubara. Perkiraan perhitunganvolume batubara di daerah X adalah 7.312.671,17 m3 didapat dengan cara menghitungluasan (surface) daerah pengambilan data well logging dikalikan dengan ketebalan rata-ratabatubara dari hasil interpretasi semua data well logging. Ketebalan rata-rata batubara daerahpenelitian adalah 2,66 meter. Sedangkan luas daerah penelitian adalah 2.749.124,5 m2.
Estimasi Parameter Model Curah Hujan Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO): Studi Kasus Ketapang dan Melawi nahriyatunnur hidayatus solihah; muliadi muliadi; arie antasari kushadiwijayanto
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.597 KB) | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4374

Abstract

Kalimantan Barat memiliki pola hujan unik yaitu pola hujan ekuatorial dan monsun.  Kabupaten Ketapang dan Melawi merupakan daerah yang berada dalam pola hujan peralihan monsun-ekuatorial sehingga sulit untuk diprediksi. Pada penelitian ini, Deret Fourier termodifikasi dari orde 1 sampai 20 telah digunakan untuk memodelkan curah hujan di kedua daerah tersebut. Parameter model dari masing-masing orde dicari menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Masing-masing orde dievaluasi menggunakan data curah hujan dari tahun 1985-2012 sehingga didapatkan model terbaik. Parameter model tersebut selanjutnya diperbaiki menggunakan PSO dan data tahun 2013-2014. Uji model dilakukan dengan cara memprediksi curah hujan di tahun 2015-2016 menggunakan parameter model yang telah diperbaiki dan hasilnya dibandingkan dengan data pada tahun yang sama. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa model curah hujan terbaik di Ketapang adalah Deret Fourier Orde 3 (DFO3), dan di Melawi adalah Deret Fourier Orde 2 (DFO2). Indeks korelasi kedua model tersebut dinilai baik setelah dilakukan perbaikan parameter yaitu 0,79 untuk daerah Ketapang, dan 0,74 di daerah Melawi. Hasil uji prediksi curah hujan di kedua daerah ini memiliki kecocokan pola dengan data pengamatan, dengan indeks korelasi di masing-masing daerah adalah 0,68 dan 0,67. Kesimpulannya, kedua model tersebut dapat dengan baik memodelkan pola hujan di kedua daerah ini. Meskipun demikian, model DFO3 kurang baik memperkirakan curah hujan di bulan Desember-April, dimana bulan tersebut memiliki curah hujan ekstrim.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 2 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 3 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue