cover
Contact Name
Sadang Husain
Contact Email
sadanghusain@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalflux@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Fisika FLUX
ISSN : 1829796X     EISSN : 25411713     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika FLUX is a peer-reviewed, open access journal that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of physics including applied physics, which includes: physics instrumentation and computation, biophysics, geophysics, physics materials, theoretical physics, and physics education. Journal use single peer reviewed to publish. This journal is published by Universitas Lambung Mangkurat Press. ISSN 1829-796X (print) and ISSN 2541-1713 (online) Jurnal Fisika FLUX is published twice a year. Articles will be peer reviewed first. Once ready to be published immediately on the current edition.
Arjuna Subject : -
Articles 570 Documents
Estimasi Resiko Radiasi Janin pada Pemeriksaan Radiografi Pelvis Maslebu, Giner; Muninggar, Jodelin; Hapsara, Satriya Ary
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i1.3579

Abstract

Sinar-X merupakan sumber radiasi pengion yang paling banyak digunakan untuk pemeriksaan diagnostik dalam aplikasi klinik. Radiasi pengion memang memberikan manfaat yang besar dalam pemeriksaan radiodiagnostik, namun paparan radiasi memiliki resiko yang berbahaya sehingga proteksi radiasi terhadap pasien atau pekerja di sekitar daerah smber radiasi perlu diperhatikan, terutama wanita hamil karena berdampak langsung kepada janin. Dalam penelitian digunakan pesawat radiologi planar dengan filter 2 mmAl, solid water phantom dengan ketebalan sebesar 20 cm yang merepresentasikan ketebalan Pelvis, dan Multimeter X-ray untuk pengukuran dosis x-ray pada Focus to Film Distance (FFD) berturut – turut adalah 100 cm, 110 cm, 120 cm, 130 cm, 140 cm dan 150 cm. Pada setiap FFD, digunakan tegangan mulai dari 70  kVp, 73  kVp, 77  kVp, 81  kVp, 85  kVp, 90  kVp hingga 96  kVp pada beban tabung 10 mAs. Penentuan estimasi dosis janin dilakukan dengan menggunakan program Fet.Dose V5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor resiko radiasi terhadap janin sebanding dengan tegangan tabung (kVp) dan berbanding terbalik dengan jarak obyek ke sumber radiasi. Untuk satu kali iradiasi dengan pesawat sinar-x dengan pengaturan yang memungkinkan nilai faktor resiko radiasi tertinggi untuk janin diperoleh pada FFD 100 cm dan tegangan tabung 96 kVp sedangkan nilai faktor resiko radiasi terendah diperoleh saat FFD 150 cm dan tegangan tabung 70 kVp.
Modul Perangkat Lunak Monitoring Daya Sel Surya pada Pelacakan Posisi Matahari Harian Menggunakan Delphi Sihombing, Martha Adelina; Harnawan, Ade Agung; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i1.3838

Abstract

Solar cell power monitoring software module in measurement of current and voltage has been made using data acquisition system device. This module is programmed by Delphi and designed according to the necessities for solar cell monitoring. Necessities for monitoring include many data that will be monitored, i.e: current, voltage, power, time and chart. This module will be integrated with hardware so that the data measured by the hardware can be acquired and displayed by the software module. All monitored data are also displayed through Microsoft Excel which then can be saved. Data acquired from the test are i.e: 0,05 A for current1, 0,2 A for current2, 0,027 V for voltage1, 0,15 V for voltage2, 0,001 W for power1, and 0,004 for power2.
OPTIMASI COMMON MODE REJECTION RATIO (CMRR) PADA PENGUAT INSTRUMENTASI Rahimi, Ahmad; Sugriwan, Iwan; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2638

Abstract

yang sering ada dalam rangkaian sistem sensor. Sinyal keluaran dari sensor biasanyasangat kecil sehingga perlu penguatan untuk dapat terbaca pada rangkaianselanjutnya. Sifat penguatan tidak hanya menguatkan sinyal asli pengukuran, tetapijuga sinyal noise dari rangkaian sistem sensor. Untuk mendapatkan sinyal aslidiperlukan rangkaian penguat yang bisa menolak sinyal noise tersebut. Penelitian inimelakukan optimasi. Common Mode Rejection Ratio (CMRR) pada penguatinstrumentasi dengan cara memilih nilai kombinasi tahanan. Software yang digunakansebagai tampilan antarmuka adalah Graphical User Interface (GUI) MATLAB R2008.Hasil running program, diperoleh CMRR optimum dengan nilai 8,90077.105 ditentukanoleh konfigurasi RG 13074 Ω, R1 dan R2 adalah 630 KΩ, menghasilkan penguatansebesar 97,3745 kali dan desibelnya 118,9886. Nilai optimum CMRR dengan IntegrateCircuit (IC) penguat operasional OP07 bernilai 8,90077.105, sedangkan LM725 bernilai1,54562.105, dan LM741 bernilai 0,47732.105. Dengan mengoptimalkan kinerja fiturCMRR, maka kerja penguat instrumentasi akan lebih maksimal.Kata Kunci: CMRR, noise, Operational Amplifier, optimasi
Studi Mikroskopis Batuan dari Sungai Aranio Kalimantan Selatan dengan Metode Petrografi Janah, Raihul; Wianto, Totok; Sudarningsih, Sudarningsih
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3089

Abstract

Done observation petrography to detect colour, structure, texture,mineral composition and rock classification. Rock sample that taken from AranioRiver, South Kalimantan as much as 4 (four) samples, made to be thin slicemeasures  6 cm x 3 cm x 3 mm use rock clipper dan rock slice refiner. Rockthin slice is analyzed by means of polarization microscope. Analysis resultpetrography mentions that any sample amphibolites rocks (hornblende sekis)that belong in faces metamorphic rock. Two samples among others texturedgrano-lepidoblastic and poikiloblastic, while two textured another samples granolepidoblasticand textured lepidoblastic and poikiloblastic. Crystal size from rocksamples amphibolites revolve from 0,40 mm until 0,80 mm, has lineationstructure (crystal instruction) and clear colour up to muddy greenness. This rockprincipal mineral composition consists of amphibole (34 – 60 %), quartz (22 – 44%), plagioclase (4 – 14 %), biotitic (1 %), epidotic (4 – 10 %), garnet (1 – 2 %),cyanide (1 – 6 %) and pyroxene (2 %); addition mineral consists of oxide iron (1– 3 %) and calcite (6%).
Identifikasi Daerah Patahan dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Desa Renokenongo Porong Sidoarjo Wahyono, Sri Cahyo; Wianto, Totok; Siregar, Simon Sadok; Utama, Widya; pratapa, Suminar
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3043

Abstract

Fault is already occurred in Renokenongo, Porong - Sidoarjo. These fault’s have destroyed some building and public facilities. Existence of these fault’s have been detected by using 2D resistivity method. In this research, measurement of 2D resistivity is conducted by using Dipole-Dipole configuration. Configuration has been done in two lines. The first line is length of measurement 200 meters and direction E 98° S and second line the path lenght of 120 meters and direction N 50 E. From the resistivity section, position of fault is founded. For first line, position of fault stays at point 25; 43; 57; 97,5; 110 and 136 m. While for second line position of fault stays at point 33; 50 and 100 m.
Identifikasi Suara Vokal Suku Banjar Berdasarkan Frekuensi Formant Fahrudin, Arfan Eko; Diyanti, Nofida Risna; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v8i2.3121

Abstract

Telah dibuat program untuk mengidentifikasi suara vokal suku Banjarberdasarkan frekuensi formant dengan menggunakan metode LPC (Linear PredictiveCoding). Sampel suara vokal diambil dari 30 responden yang terdiri dari 15perempuan dan 15 laki-laki untuk setiap suara vokal dengan frekuensi sampling 8000Hz. Proses yang dilakukan dalam identifikasi suara vokal suku Banjar antara lain:sampling, pre emphasis filter, frame blocking, windowing dan ekstraksi ciri denganmenggunakan metode LPC. Hasil frekuensi formant rata-rata untuk suara vokalperempuan adalah sebagai berikut; untuk suara vokal /a/ F1: 861.96 Hz, F2 : 1227.17Hz, F3: 1686.92 Hz, suara vokal /e/ F1: 783.34 Hz, F2: 1365.78 Hz, F3: 2207.58 Hz,suara vokal /i/F1: 446.94 Hz, F2: 1288.10 Hz, F3: 2583.38 Hz, suara vokal /o/ F1:780.75 Hz, F2:1064.41 Hz, F3: 1536.06 Hz, suara vokal /u/ F1: 523.71 Hz, F2:920.18 Hz, F3:1789.06 Hz. Hasil frekuensi formant rata-rata untuk suara vokal laki-lakiadalah sebagai berikut; untuk suara vokal /a/ F1: 891.09 Hz, F2: 1338.58 Hz, F3:1844.57 Hz, suara vokal /e/ F1: 620.28 Hz, F2: 1446.42 Hz, F3: 1907.88 Hz, suaravokal /i/ F1: 391.00 Hz, F2: 1490.83 Hz, F3: 2313.92 Hz, suara vokal /o/ F1: 663.38Hz, F2: 977.77 Hz, F3: 2124.76 Hz, suara vokal /u/ F1: 488.91 Hz, F2: 912.18Hz, F3: 2074.57 Hz. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa setiap suara vokal /a/,/e/, /i/, /o/ dan /u/ mempunyai karakteristik frekuensi formant F1, F2 dan F3 yang khas,sehingga dapat digunakan sebagai pembeda antara vokal satu dengan yang lain.
Analisa Kesesuaian Lahan Dan Potensi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Tanah Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis Widiarti, Widiarti; Nurlina, Nurlina
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3130

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai potensi untuk perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Wilayah yang mempunyai potensi perkebunan kelapa sawit ini yaitu Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilakukan tentang kesesuaian dan potensi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanah Laut menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesesuaian lahan dengan parameter curah hujan, suhu udara, jenis tanah, dan topografi untuk perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanah Laut menggunakan sistem informasi geografis serta mengetahui potensi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanah Laut. Metode yang digunakan untuk analisa kesesuaian lahan dan potensi perkebunan kelapa sawit yaitu metode matching. Hasil pengolahan data didapatkan luas kesesuaian lahan dalam kategori sesuai (S1) sekitar 313.495,859 ha (81,58%), cukup sesuai (S2) sekitar 57.583,805 ha (14,98%), sesuai marginal (S3) sekitar 12.189,264 ha (3,17%) dan tidak sesuai (N) sekitar 1.023,398 ha (0.27%). Luas lahan yang mempunyai potensi perkebunan yaitu lahan dalam kategori berpotensi (P1) seluas 65.830,00 ha (18,13%), cukup berpotensi (P2) seluas 33.050,00 ha (9.10%), dan berpotensi marginal (P3) seluas 4.996,86 ha (1,38%).
IDENTIFIKASI SEBARAN BIJI BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI DAERAH GUNUNG MELATI KABUPATEN TANAH LAUT Hidayati, Tri Armando; Sota, Ibrahim; Sudarningsih, Sudarningsih
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i2.2677

Abstract

Abstrak. Sumber daya mineral merupakan endapan mineral berharga yang terdapat di suatu wilayah, baik yang sudah diketahui maupun yang masih bersifat potensi, salah satunya adalah biji besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan kedalaman dan nilai suseptibilitas biji besi daerah Gunung Melati dengan metode geomagnet. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode geomagnet di Gunung Melati didapatkan kedalaman biji besi antara 9–72 m di bawah permukaan dan analisis suseptibilitas pada sampel biji besi di Gunung Melati menunjukkan nilai suseptibilitas antara 5.856,5-6.866,5 x  SI. Hasil analisis suseptibilitas sampel biji besi di gunung melati diperoleh rata-rata nilai suseptibilitas sebesar 6.73,33 x  SI dan termasuk kedalam golongan magnetit. Kata kunci: Biji Besi, Geomagnet, Gunung Melati.
Sintesis dan Karakterisasi Nanosilika sebagai Upaya Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Banjarbaru Wianto, Totok; Sari, Nurma; Darminto, Darminto; Pratapa, Suminar
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3076

Abstract

Penelitian untuk mendapatkan bahan baru dengan kinerja tinggi telahbanyak dilakukan, khususnya di negara-negara industri. Salah satu programyang cukup pesat perkembangannya dan hingga sekarang sedang giatdilakukan penelitian, baik penelitian dasar maupun terapan adalah bidangnanosains dan nanoteknologi. Perkembangan nanosains dan nanoteknologidewasa ini telah mulai mendominasi dunia industri, dan bahkah telah mengeserteknologi mikro-elektronik (10-6 m) yang telah berperan dalam beberapadasawarsa terakhir (Edelstein, 1996). Nanomaterial, sebagai bagian darinanosains dan nanoteknologi, merupakan rekayasa material dalam ordenanometer (10-9 m) (Kebamoto, 2003). Hampir semua material dapat dibuatdalam bentuk nanokristal dan nanopartikel, untuk menghasilkan sifat lebihunggul, yang bergantung pada pemrosesan, manipulasi dan komposisinya(Gleiter, 1989, Kimura, 1995). Produk-produk industri diperkirakan akanmenggunakan nanomaterial secara komersial (Inoue, 2003) mulai tahun 2010(NSTC, 1993). Eksploitasi sejumlah mineral, seperti logam dan batuan, telahdilakukan di daerah penambangan intan rakyat di daerah Cempaka, KalimantanSelatan, dan difokuskan pada fragmen-fragmen yang dihasilkan daripenambangan intan. Ukuran fragmen-fragmen yang diperoleh ini berkisarantara 1,5 – 15 cm. Tumpukan fragmen-fragmen ini tidak berada jauh darisungai yang melintas di daerah penambangan, yaitu paling jauh 100 m danmasih merupakan daerah pelamparan sedimentasi sungai(sikumbang, 1994).Dari penelitian pendahuluan didapatkan kadar silika (SiO2) didaerah cempakaantara 94,4% - 99% (Wianto, 2008). Ketersediaan sumber alam berupabeberapa material di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seperti pasir silika, dapatdiolah lebih lanjut sebagai nanomaterial dengan karakteristik yang khas.Nanomaterial ini dapat dibuat dalam dalam ukuran nano (< 100 nm) melaluisintesis metode gaya berat kemudian melalui proses penggilinganmenggunakan planetary ball milling. Penggunaan peralatan X-ray diffractometer(XRD) dan scanning electron microscope (SEM) serta transmission electronmicroscope (TEM) akan menghasilkan karakteristik rinci nanosilika tersebut,menyangkut struktur, bentuk dan ukuran partikelnya serta agregasi yangmungkin terjadi. Hasil penelitian ini didapatkan material nano silika denganukuran antara < 100 nm setelah proses kopresipitasi sedangkan sebelumproses tersebut yaitu setelah proses ball mill didapatkan ukuran butir > 300 nmini berdasarkan hasil metode scherer XRD dan SEM. Sedangkan hasil analisiskualitatif dan kuantitatif didapatkan mineral SiO2 yang dominan yaitu 98 - 99%,ini setelah melalui proses pencucian untuk menghilangkan clay sertamenggunakan magnetik separator untuk menghilangkan material magnetik.
Karakterisasi Antena Mikrostrip dengan Metode FDTD dalam Substrat FR4 untuk Frekuensi Kerja 2,4 GHz Sari, Nurma; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i1.3052

Abstract

Sistem komunikasi memerlukan media transmisi untuk mengirimkaninformasi agar sampai ke penerima informasi. Antena memegang perananpenting pada sistem unguided transmision media. Bentuk dan desain antenayang diharapkan adalah antena yang mempunyai gain yang tinggi, efisiensitinggi, bandwidth yang lebar, profil rendah, bobot yang ringan dan biaya murah.Antena mikrostrip dapat memenuhi kriteria semacam itu. Dengan metode FDTDpersoalan medan elektromagnetik dapat ditransformasikan ke dalam bentuknumerik. Pada simulasi menggunakan metode FDTD diperoleh antena mikrostrippatch dengan sebuah slot dalam substrat FR4 yang bekerja pada frekuensi2,40019 GHz dengan return loss -40,5565 dan VSWR 1,018 (Nilai VSWRmendekati sempurna ≈ 1) pada ukuran 4,0 cm x 4,0 cm x 0,3 cm, ukuran feedline 0,25 cm x 2,5 cm, slot 2,0 cm x 0,25 cm dan patch 2,2 cm x 2,5 cm. Denganmengubah panjang patch diperoleh bahwa semakin pendek patch frekuensikerja akan semakin besar, sedangkan pergeseran return loss pada perubahanpanjang patch tidak dapat dijadikan acuan perubahan. Pada perubahan lebarpatch diperoleh bahwa semakin lebar patch maka frekuensi kerja semakin kecildengan return loss yang semakin kecil pula. Pada perubahan panjang slotdiperoleh bahwa semakin panjang slot nilai frekuensi kerja akan semakin besarsedangkan nilai return loss tidak dapat dijadikan acuan pada pergeseranpanjang slot ini. Untuk perubahan lebar slot diperoleh bahwa semakin lebar slotnilai frekuensi kerja akan semakin besar sedangkan pergeseran lebar slot tidakdapat dijadikan acuan sebagai bergesernya nilai return loss.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 22, No 1 (2025): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 2 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 3 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019 Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018 Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017 Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017 Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013 Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008 More Issue