cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 1,581 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN SETSUZOKUSHI [SHIKASHI] DAN [DEMO] DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI KARYA HARUKI MURAKAMI Made Diah Padmawati
Humanis Volume 1. No. 1. November 2012
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.432 KB)

Abstract

The research of the Analysis of Setsuzokushi [Shikashi] and [Demo] Used in Noruwei no Mori by Haruki Murakami focused on the different uses of Setsuzokushi [Shikashi] and [Demo]. Written data was taken from a novel entitled Noruwei no Mori by Haruki Murakami as the data source. Descriptive qualitative method is used in this research, which is a method that explains the analysis result accurately based on literature review by finding and collecting data from written source. As the result, Setsuzokushi [Shikashi] and [Demo] have similar function and meaning. They are used to link two different information or events (contrast). However, both Setsuzokushi have different functions and meanings depend on the context of the conversations. First, Setsuzokushi [Shikashi] is more often used in writing language (kaki kotoba) than [Demo]. Second, [Shikashi] is more often used to narrate an important character in a story, whereas [Demo] is more often used to convey things or personal opinions about the narrator’s feelings. In lexical meaning, both of them are able to substitute each other but have to concern with the context. [Demo] has no ability to substitute [Shikashi] if both sentences linked by [Shikashi] are in standard form that are used together with form ???? (~de aru).
KOMPLEKSITAS PSIKOLOGIS TOKOH-TOKOH NOVEL SEDARA CINTA KARYA HERMES DIONE Monica Febrianti Rahayu
Humanis Volume 5. No. 1. Oktober 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.297 KB)

Abstract

This article analyzed novel Sedara Love, by Hermes Dione. This novel illustratescomplexicity,betrayal, choice. The theories which are applied in this analysis arestructuralism theory by Teeuw and psychological personality theory by Sigmund Freud.Thisnovel firstly analyzes the relation of the structure of characterization, plot, and setting.Second, it analyzes the psychologyfigures of novel SedaraCinta. The reason in two theoriesapplied : structural theory and psycology theory. Choosing this data to be analyzed isbecause the interesting plot dan give moral value for the readers for faithful with couple. Thisnovel is choosen to be analyzed because it complexityof figures, and the response of figuresof SedaraCinta novel in facing problem and the response of two figures to shake off theproblem.
MENTAL ILLNESS IN THE MAIN CHARACTER OF BLACK SWAN MOVIE Lina Pratica Wijaya
Humanis Volume 3. No. 2. Mei 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.5 KB)

Abstract

Artikel ini berfokus pada bagaimana sakit mental (mental illness) mempengaruhi sangpemain utama dalam film layar lebar garapan sutradara Daren Arofnovsky yang bertajukBlack Swan. Dalam pembahasannya juga akan dijelaskan lebih mendetail bagaimanapenyakit ini akhirnya berdampak sangat besar pada kehidupan mental dan nyata bagipemeran utamanya. Lebih jelasnya dibahas dengan pendekatan fisik, sosiologis danpsikologis yang termasuk dalam elemen inti dalam sebuah telaah sastra. Elemen inti padadasarnya berfokus pada beberapa hal lain seperti bahasa, bentuk, simbol, alur, setting danbeberapa hal pendukung lain. Namun dalam telaah ini elemen inti akan lebih membahasbagaimana dimensi karakter dalam fisik, sosiologis dan psikologis menjadi terganggu danbahkan berubah secara drastis karena kehadiran sakit mental ini.Adapun teori-teori yang digunakan ialah; teori menganalisa drama oleh Christopher RusselReaske, teori literatur dari Rene Welleck dan Austin Wareen serta teori psikologi Karl S.Bernhardt, juga teori kesehatan mental oleh T.R Wang.Dengan penggunaan teori-teori tersebut di atas, telaah yang fokus dalam pendekatan fisik,sosial dan psikologi ini menghasilkan sebuah jawaban yang jelas yaitu keterlibatankesehatan mental dalam keseharian hidup serta perubahan sifat karakter utama dalam filmini.
Biographical Approach to the Analysis of Virginia Woolf’s Novel: To the Lighthouse Primiaty Natalia Sabu Kopong Primiaty Natalia S Kopong
Humanis Volume 7. No. 1. April 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.58 KB)

Abstract

Study tentang biografi secara tidak langsung sebenarnya melampirkan dan member gambaran tentang isi novel sebenarnya. Hubungan antara Virginia Woolf sebagai penulis dan novel yang dihasilkan To the Lighthouse, menjadi topik utama pembahasan. Data dalam penelitian diambil dari novel dan biografi penulisnya sendiri. Dianalisa secara kualitatif dengan penyajian yang deskriptiv. Jurnal ini menggunakan teori yang dibuat oleh Austin Warren dan Rene Wellek (1973) dalam bukunya Theory of Literature untuk menganalisa hubungan penulis dan novelnya. Sebagai teori pendukung digunakanlah teori William Kenney (1966) dalam bukunya How to Analyze Fiction untuk menganalisa intrinsic elemen dalam novel tersebut. Analisa jurnal ini menunjukan adanya hubungan yang erat antara biografi penulis dan novel yang dihasilkan. Tema yang diangkat dalam novel tentang wanita dalam hidup keseharian dan bagaimana mengembangkan dirinya. Adapun terdapat dua karakter wanita yang sering ditonjolkan dalam novel sebagai wanita lemah karena lingkungannya. Karakter wanita ini menonjolkan perbedaan perlakuan terhadap wanita dan pria oleh lingkungannya. Melalui pengambilan tema, pemilihan karakter dalam novel, Virginia Woolf ingin menunjukan secara langsung posisi wanita pada abadnya, sering ditundukan dan dilemahkan oleh lingkungannya, yang sangat ingin diberantasnya.
Verbal and Visual Messages in English Printed Car Advertisement I Nyoman Arthawan Ariiawan
Humanis Volume 8. No. 3. September 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.738 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Verbal and Visual messages in English printed car advertisements " . Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan verbal dan visual dalam setiap iklan mobil dan mengetahui pesan yang disampaikan di setiap iklan mobil. Lebih spesifik , hal itu dimaksudkan untuk menganalisis makna dan fungsi tanda verbal dan visual untuk membantu pembaca memahami pesan iklan mobil yang dicetak . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi . Hal pertama yang dilakukan adalah mencari majalah internasional yang berisi iklan mobil dan kemudian memilih iklan mobil yang berbeda yang menunjukkan struktur yang berbeda dan karakteristik tanda-tanda verbal dan visual dan teori makna dengan Leech. Ia mengatakan bahwa secara umum iklan (a dicetak iklan ) terdiri atas komponen standar seperti berikut : judul , ilustrasi , body copy , baris tanda tangan ( logo ) , rincian berdiri , dan mengklasifikasikan artinya menjadi tujuh jenis , dan menyatakan lima fungsi bahasa dan teori warna oleh Wierzbicka katanya asosiasi warna dibagi enam warna yaitu putih dan hitam , hijau, biru , merah, kuning, coklat. Melalui analisis , itu menunjukkan bahwa pesan verbal dan visual memiliki hubungan untuk membuat iklan yang baik , berdasarkan penjelasan , kita bisa mendapatkan beberapa poin tentang iklan seperti: iklan harus memiliki tanda verbal dan visual untuk menarik perhatian pembaca , sebuah iklan yang baik harus dipilih dalam menggunakan kata-kata untuk informasi yang disampaikan dan pesan kepada para pembaca sehingga mereka bisa menjadi mengerti.
PERBANDINGAN FUNGSI DAN MAKNA FUKUSHI YANG BERARTI ‘AKHIRNYA’ DALAM NOVEL BOTCHAN KARYA NATSUME SOUSEKI Ni Luh Gede Suriasih
Humanis Volume 10. No 2. Februari 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.146 KB)

Abstract

This research analyzed the function and meaning of ‘finally’ adverbs in Japanese Language. There are two objects to be analyzed. The first object is to compare the function  of adverb ‘finally’. The second object is to compare the meaning of adverb ‘finally’. When  analyzing these words, there are three steps teken. The first step is collecting the data. The second step is analyzing the data. And the last step is to present the result of the study. The data source was taken from a novel by Natsume Souseki entitle “Botchan”. There are five adverbs of ‘finally’. Toutou, youyaku, tsui ni, yatto, and iyo-iyo.  The result of the study showed that toutou, youyaku, tsui ni, yatto, and iyo-iyo has one functions. Toutou has three meanings and  youyaku, tsui ni, yatto, and iyo-iyo has one meanings.
THE ANALYSIS OF AMERICAN SLANG USED IN “21 JUMP STREET” MOVIE SCRIPT WRITTEN BY JONNAH HILL AND MICHAEL BACALL Sridana Arta Yasa I Putu Gede
Humanis Volume 12. No.2. Agustus 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.722 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “The Analysis of American Slang Used in “21 Jump Street”Movie Script Written by Jonnah Hill and Michael Bacall. Tujuan dari penelitian ini ialah untukmengidentifikasi jenis, fungsi, dan arti dari bahasa popular yang di temukan dalam naskah filmtersebut.Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari naskah film yang berjudul “21Jump Street” yang di tulis oleh Jonnah Hill and Michael Bacall. Metode yang di gunakanadalah metode dokumentasi dengan teknik mencatat. Teori yang di gunakan dalam penelitian iniberdasarkan teori Allan dan Burridge, yang menjelaskan jenis dan fungsi dari bahasa populartersebut dan arti dari bahasa popular tersebut.Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa terdapat empat kata bahasa popular dalamjenis yang pertama, lima kata pada jenis yang kedua, tujuh kata pada jenis yang ketiga, dua katapada jenis yang ke empat dan lima kata pada jenis yang kelima yang di utarakan oleh parakarakter pada naskah film tersebut. Dan jenis – jenis kata tersebut memiliki fungsi dan arti yangberbeda-beda. Arti dari kata-kata tersebut sebagian besar mengandung makna mengenaikekerasan dan obat-obatan terlarang.
Analisis Kohesi Wacana Naratif “Mendongeng Lima Menit” pada Tabloid Tokoh Wayan Sri Kusuma Wardani; I Nyoman Suparwa
Humanis Vol 22 No 4 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.172 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i04.p12

Abstract

This study entitled “Analisis Kohesi Wacana Naratif ‘Mendongeng Lima Menit’ pada Tabloid Tokoh”. The aims of this study are (1) to identify the lexical cohesive device, (2) to identify the grammatical cohesive device, and (3) to identify the cohesiveness degree of a narrative discourse in “Mendongeng Lima Menit” on Tokoh tabloids. The method used in collecting the data in this study is observation method, and then the data were analyzed with descriptive qualitative method, quantitative method, and distributional method. The method used in presenting the data analysis are formal and informal methods. The source of data in this study is taken from the narrative discourse of “Mendongeng Lima Menit” in Tokoh tabloids, which consists of 27 fairytale stories. This study used the theory of cohesion by Halliday & R. Hassan in their book Cohesion in English (1976:4). This study found types of lexical cohesion, grammatical cohesion, and the cohesiveness degree in the narrative discourse “Mendongeng Lima Menit” on the tabloids of Tokoh. The lexical cohesion found were synonym, antonym, repetition, colocation, and equivalency. The grammatical cohesion found were reference, substitution, ellipsis, and conjunction. The cohesiveness degree of the narrative discourse “Mendongeng Lima Menit’ was high, which was 92,7% and they were built by 930 cohesive devices. The grammatical cohesion included the 210 references (22,6%), 44 substitutions (4,7%), 12 ellipsis (1,3%), and 528 conjunctions (56,8%). The lexical cohesion included 6 synonyms (0,64%), 31 antonyms (3,3%), 57 repetitions (6,1%), 36 colocations (3,9%), and 6 equivalencies (0,64%).
PERNYATAAN EMOSI BERBAHASA INDONESIA SISWA SMP DHARMA WIWEKA DENPASAR: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Maria Imaculda DC. Sarmento
Humanis Volume 15. No.2. Mei 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.14 KB)

Abstract

Communication which expressed by the students of Dharma Wiweka junior high school is verbal and nonverbal communication. Verbal and nonverbal language is used to communicate thoughts and feelings. Through dialogue in the form of a conversation from speaker to hearer directly or indirectly, written or oral. Emotional statement is expressed by anger, sadness, fear, and pleasure. Emotional statement in Indonesian language is determined by the value of intonation. Action and dialogue was assessed by psycholinguistic analyzing with situation approach which determines that the intonation of student’s statement, inner structure and structural relationship of birth and verbal and nonverbal factors affect the student.
The Nominal Group Structure of Barack Obama’s Speech in Indonesia I Gusti Bagus Narabhumi; Ni Luh Ketut Mas Indrawati
Humanis Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.149 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul " Struktur Grup Nominal dalam Pidato Barack Obama di Indonesia" dan utamanya ditujukan untuk menganalisis elemen tertentu dalam struktur grup nominal yang terdapat dalam pidato tersebut serta frekuensi kemunculannya. Dalam menganalisis struktur grup nominal, peneliti menerapkan teori Functional Grammar yang diusulkan oleh Halliday sebagai dasar teori dan metode deskriptif kualitatif sebagai metode penelitian. Menurut teori Functional Grammar, grup nominal terdiri dari struktur experiential dan logical. Struktur experiential terdiri dari enam elemen termasuk: Thing, Deictic, Numerative, Epithet, Classifier dan Qualifier. Sedangkan dalam struktur logical, terdapat elemen Head dan Modifier (Premodifier dan Postmodifier). Sumber data dalam penelitian ini diambil dari transkrip pidato Barack Obama di Universitas Indonesia pada tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis elemen experiential dan logical muncul dalam struktur grup nominal pidato Barack Obama di Indonesia. Thing, Deictic, dan Qualifier adalah tiga unsur yang paling sering digunakan oleh Barack Obama dalam membangun struktur kelompok nominal nya, diikuti oleh elemen Classifier, Epithet, dan Numerative. Kedua, tidak setiap elemen Head di struktur logical muncul bertepatan dengan elemen Thing di struktur experiential. Selain itu, grup nominal Barack Obama pada umumnya memiliki konstruksi yang relatif sederhana.

Page 14 of 159 | Total Record : 1581


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue