cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 1,581 Documents
English Passive Voice In Inferno And Its Translation In Neraka I Gusti Agung Khrisna Narayana; I Nyoman Sedeng; Frans I Made Brata
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.394 KB)

Abstract

Passive form lebih sering digunakan jika tindakan lebih penting dari identitas pelaku. Ada tiga penanda dari passive construction; be, -ed, by yang mana mereka punya arti dan sudut pandang yang lebih spesifik. Di Indonesia, proses pempasifan dapat dilakukan dengan cara (1) menambahkan kata kerja dengan awalan di-dan (2)dengan kata kerja tanpa awalan di-. Skripsi dengan judul English Passive Voice in Inferno and Its Translation in Neraka fokus dengan dua rumusan masalah, yaitu passive types are found in Inferno and types of translation shifts applied in translating sentence with passive form in Inferno into Indonesian in Neraka. Data dalam skripsi ini diambil dari novel berbahasa inggris dengan judul Inferno dengan menggarisbawahi kalimat yang diduga mengandung passive voice. Passive voice yang ditemukan di source text yang diklasifikan berdasarkan teori yang disusung oleh Eastwood (1994). Lalu disandingkan dengan terjemahannya dalam target text untuk menentukan jenis translation shift dan menggunakan teori Catford (1965) untuk menganalisis. Hasil dari analisis ini menunjukan jika affirmative passive voice form ditemukan paling banyak dalam Inferno dan passive form dengan gerund adalah yang terjarang yang ditemukan. Meskipun dalam istilah terjemahan, translation shift digunakan untuk menemukan translation equivalence. Semua jenis shift yang ditemukan dalam skripsi ini kecuali intra system shift yang mana merupakan bagian dari category shift.
Analysis On The Intrinsic Elements Of The Poem “A Red, Red Rose” By Robert Burns Ni Made Sintha Wulandari; I Nyoman Tri Ediwan; A.A Sagung Shanti Sari Dewi
Humanis Vol 17 No 3 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.29 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Analysis on the Intrinsic Elements of The Poem ‘A Red,Red Rose’ by Robert Burns. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur intrinsik yaitu pola suara (sajak, aliterasi dan asonansi),bahasa kiasan (simile dan personifikasi), diksi, makna konotatif dari puisi dan menganalisa pesan yang terdapat di dalam puisi. Sumber data dari penelitian ini diambil dari puisi A Red, Red Rose yang ditulis oleh Robert Burns. Data yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan teknik pencatatan. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berdasarkan teori sastra yang diusulkan oleh Wallek and Warren (1995), dan Knickerbocker, K.L & H. Williard Reninnger (1963). Hasil penelitian menunjukan bahwa puisi ini berisi enam belas baris dan skema sajak abcbdefefgfghihi. Pada dasarnya, Burns membawa perasaan cinta dalam puisi ini. Dia mendedikasikan puisi ini untuk istrinya yang tercinta dalam hidupnya.Cintanya sungguh dalam dan kekal walaupun mereka terpisahkan.
Drwyahaji Pada Masa Pemerintahan Raja Jayasakti Ni Luh Putu Ayu Karmatriani; Zuraidah .
Humanis Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.66 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i01.p30

Abstract

This researcher focused on the inscription of the reign of King Jayasakti mentioning the sources of empire’s income (d?wyahaji). The existence of d?wyahaji collected by the king through officers and for the benefit of the community. The purpose of this research is to know the types of d?wyahaji and its collection system. This study uses several methods of data collection, data analysis and theory to solve problems. Methods of data collection used are literature study, observation, and interview. At the next stage is processed by using qualitative analysis of interpretative and comparative analysis. The theory used as the basis of reference in this research is, functional structural theory and theory of tax collection. The results of this study reveal that the types of d?wyahaji are bungan tangklik, puspusana, tarub, aspaspan, pasang gunung, and pangrama, with the mechanism of d?wyahaji collection of karaman¸ area officials and the king's treasury.
The Women’s Language Features in Moana Movie Yosep Sanjaya
Humanis Vol 22 No 3 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.929 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i03.p33

Abstract

The title of this paper is The Women’s Language Features in Moana Movie. This study aimed at identifying the women’s language features are applied by women and finding the context of the situation that influenced women’s language. The women’s language is analyzed based on the theory of sociolinguistics which is proposed by Lakoff (1975). The second theory applied to analyze the context of the situation is proposed by Halliday and Hasan (1989) who divides into three concepts: field of discourse, tenor of discourse, and mode of discourse. The data of this study was taken from a movie entitled Moana. The movie was chosen as the data source in this study because it contained many women conversations either formal or informal situation. The analysis comes to a conclusion. There were seven features of women’s language found in the movie entitled Moana, and the context of situation that influenced women language.
Tinggalan Arkeologi Di Pura Penataran Kacang Bubuan Mas Mochamad Irfan; I Wayan Srijaya; Coleta Palupi Titasari
Humanis Vol 23 No 4 (2019)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.563 KB) | DOI: 10.24843/JH.2019.v23.i04.p06

Abstract

In Bali, the archaeological remains is still functioned and sanctified by the public by placing them in a temple, one of them is Penataran Kacang Bubuan Mas Temple, Ubud, Gianyar regency. The methodin this study is a qualitative committee method which will produce desktiptif data in the form of written words. Data analyis being applied in this research is the qualitative analysis,iconography analysis and contextual analysis. Some theories being applied in this research is the functional theory and semiotics theory. Based on the analysis, the conclusions are drawn in the form of archaeological heritage of 1 piece Ganesha statue,1 piece simpel statue (primitive statue), 6 pieces embodiment statues of bhatari, 2 pieces embodiment statues of bhatara, 1 piece lingga (tribhaga), 2 pieces animal statues, 1 piece priest statue, 1 pieces clownman statue, 4 pieces fragments of statues, 1 piece fragment waterless building fragment, 1 piece natural stone. Archaelogical remains in Penataran Kacang Bubuan Mas Temple, Ubud, Gianyar regency when viewed from its function in the past has experienced a shift function. The local community is still sanctify archaeological remains as a workship tool to ask for safety and protection from harm and fertility. The meaning of the archaeological remains found in the temple is sacred objects for the means of worship by the penyungsung pura community. The means of worshiping the requested statues is symbolism or symbolic that connects worshipers with gods, ancestral holy spirits or for Sang Hyang Widhi Wasa (God).
THE CONTRIBUTION OF FIGURE OF SPEECH TO CHARACTER ANALYSIS IN J.K. ROWLING’S HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX Arya Pratama Dwiputra
Humanis Volume 3. No. 1. April 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.3 KB)

Abstract

Gaya bahasa merupakan suatu ungkapan yang berupa perbandingan atau hubungan yangdapat diartikan secara imajinatif dibandingkan secara harfiah. Makna dalam gaya bahasadapat diartikan melalui konteks yang mengelilingi ungkapan tersebut. Data diambil darinovel Harry Potter and the Order of the Phoenix. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskandan menggambarkan kontribusi gaya bahasa dalam menganalisis tokoh di dalam novel.Tokoh merupakan unsur terpenting dalam mendukung cerita. Tokoh adalah figur yangmemiliki peranan dalam cerita dan segala hal yang berhubungan dengan sifat dan ciri khasyang membuat seorang atau sekelompok individu memiliki perbedaan dengan yang lainnya.Ada banyak cara dan metode untuk menganalisis tokoh; salah satunya adalah metodemenganalisis tokoh melalui gaya bahasa. Teori untuk metode menganalisis tokoh melaluigaya bahasa dikemukakan oleh Minderop (2005) dengan empat gaya bahasa seperti simile,metafor, personifikasi, dan simbol. Gaya bahasa memiliki peran dan kontribusi untukmenyampaikan perbandingan sifat alami tokoh dengan hal-hal lainnya yang dapatdigunakan untuk menganalisis tokoh berdasarkan perbandingan tersebut.
SOCIAL MOBILITY OF ELIZABETH BENNET IN JANE AUSTEN’S PRIDE AND PREJUDICE Dida Lioniesa Susilo
Humanis Volume 2. No. 2. Pebruari 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.413 KB)

Abstract

Mobilitas sosial adalah peluang seseorang atau sekelompok orangmelakukan perubahan posisi pada  hirarkinya, dan meningkatkan status sosialmereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha-usaha yangdilakukan Elizabeth Bennet dalam melakukan mobilitas social, alasannyamelakukan mobilitas social, dan menjelaskan faktor-faktor apa saja yangmendukung pencapaiannya.Data dari penelitian ini diambil dari Pride and Prejudice oleh Jane Austen.Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi, dan untuk mengumpulkan datadigunakan metode dokumenter. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisisdata dan disajikan secara deskriptif.
The Analysis of Ilocutionary act in Angela Merkel Speech” We Have No Time To Lose” I Gede Eka Wahyu
Humanis Volume 6. No. 1. Januari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.868 KB)

Abstract

Tulisan ini berjudul “The Analysis of Illocutionary Acts in Angela Merkel Speech “We Have No Time to Lose” merupakan pidato kanselir Jerman Mrs. Angela Merkelsebelum kongres yang di adakan di Amerika Serikat, pada tanggal 3 November 2009.Pidato ini di pilih karena banyak terdapat tindak tutur dalam teks pidato tersebut.Teori yang di gunakan dalam menganilis data adalah teori taksonomi tindak ilokusidari Searle (1979), dan fungsi bahasa Inggris oleh Geoffrey Leech (1983). Hasilanalisis menunjukan bahwa terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi seperti asertif,direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif. Fungsi tindak tutur yang di temukan dalamtulisan ini antara lain ucapan terima kasih, pernyataan, berjanji, memberikan nasehatdan lain lain.
MAKNA DUA CINTA: ANTARA KELUARGA DAN TANAH AIR Irmina H Tameon
Humanis Volume 4. No. 1. Juli 2013
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.708 KB)

Abstract

Object of this research is novel Tanah Air Beta, written by Sefryana Khairil. Thenovel Tanah Air Beta was analyzed with literary sociology approach. The issues raisedin this research are (1) How the characters, plot, and setting in the novel Tanah Air Beta,(2) How the literary sociology aspects revealed in the novel Tanah Air Beta. The theoriesapplied in this research are the theory of structure and Literature Sociology.The result of this research indicates that the societies of ex-Timor Leste havesense of deep love to Indonesian as their motherland and to their family.
BIOGRAPHICAL ANALYSIS OF POEM “ON LOVE” BY KAHLIL GIBRAN Pande Made Adistya Agustina
Humanis Volume 7. No. 2. Mei 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.885 KB)

Abstract

Kahlil Gibran atau Jubran Khalil Jubran adalah salah seorang sastrawan perantauan (Mahjar) beraliran romantik. Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap di singgahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam. Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Kehidupan cinta Gibran juga sangat melankolis. Gibran meninggal dunia di Boston Amerika Serikat 10 april 1931. The Prophet (1923) merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal dan diterjemahkan dalam 20 bahasa. Karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia renungan relijius seorang yang bijak dan dewasa. Dalam jurnal ini menggunakan teori dari Austin Warren and Wellek (1973). Dalam jurnal ini, ditemukan bahwa Kahlil Gibran menggunakan konsep cinta yang murni, disebutkan murni karena cinta dating dari dalam diri kita sendiri, dari hati kita, dan kita berserah kepada Tuhan.

Page 16 of 159 | Total Record : 1581


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue