cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 1,581 Documents
Positive Politeness Strategies in Animation Movie “Home” Directed By Tim Johnson Ni Luh Putu Budi Pradnyani; Made Budiarsa
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.105 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Positive Politeness Strategies in Animation Movie “Home” Directed by Tim Johnson”. Skripsi ini fokus pada penggunaan strategi kesopanan positif dan jenis-jenis strategi kesopanan positif yang banyak digunakan di dalam percakapan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan observasi dan mencatat percakapan yang mengandung strategi kesopanan positif. Teori kesopanan oleh Brown dan Levinson (1987) digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh karakter dalam film animasi ini adalah Strategi 2(Exaggerate), strategi 3 (Intensify interest to hearer), strategi 4 (Use in-group identity markers), strategi 5 (Seek agreement), strategi 7 (Presuppose/raise/assert common ground), strategi 8 (Jokes), strategi 10 (Offer, promise), strategi 11 (Be optimistic), strategi 12 (Include both S and H in the activity), dan strategi 15 (Give gifts to H (goods, sympathy, understanding, cooperation). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat 19 data, 10 jenis strategi kesopanan positif, dan strategi yang paling banyak digunakan oleh karakter animasi di dalam film “Home” adalah strategi 4 (Use in-group identity markers).
Negative Politeness Strategies Used By Characters In “Twilight” Movie Script Gede Andi Setiawan; Ketut Artawa; Ni Made Ayu Widiastuti
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.414 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi Negative Politeness yang digunakan oleh Karakter dalam naskah filem Twilight dan untuk mengetahui faktor-faktor sosial yang mempengaruhi para Karakter di dalam naskah film Twilight. Pengumpulan data dilakukan dengan menonton film dan membaca script untuk mengetahui tentang konteks dan situasi dalam film Twilight yang merupakan data utama dari studi ini. Dianalisis dengan menggunakan metode kulitatif. Data yang dikumpulkan dan diselidiki berdasarkan strategi-strategi Negatif Politeness dari Brown dan Levinson (1978: 131-211). Kemudian dianalisis juga dengan teori yang dikemukakan oleh Holmes (1992) yang dikombinasikan dengan Brown dan Levinson (1987: 74-84) untuk mengetahui faktor-faktor sosial yang mempengaruhi Negative Politness para karakter. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teori Brown dan Levinson, para karakter dalam filem ini menggunakan startegi 1 (Be Conventional Indirect), Strategi 2 (Question Hedge), Strategi 3 (Be Pessimistic), Strategi 4 (Minimize the imposition), Strategi 5 (Give Deference), Strategi 6 (Apologize). Dalam analisis ini, karakter dalam naskah film Twilight lebih sering menggunakan strategi terutama strategi 2 (Question Hedge) untuk berinteraksi dengan karakter lainnya dan tingkat kesopanan ini berlaku di seluruh percakapan sehingga menjadi prioritas pada naskah film Twilight. Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi Negative Politeness dalam naskah film ini adalah tingkat sosial, kekuasaan, usia dan jenis kelamin para karakter.
The Structural Shift In "Gajah Selalu Ingat" Yunia Dian Priscilia Iki; I Nyoman Aryawibawa; Ni Ketut Alit Ida Setianingsih
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.237 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “The Structure Shifts in “Gajah Selalu Ingat” fokus utama skripsi ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa pergeseran terjemahan yang muncul pada novel tersebut. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dan metode dokumentasi. Sumber data dalam skripsi ini adalah novel yang berjudul Elephant Can Remember karya Agatha Christie yang diterjemahkan oleh Julanda Tantani dengan judul Gajah Selalu Ingat. Teori yang digunakan adalah teori dari Catford tentang A Linguistic Theory of Translation (1965). Sedangkan, teori-teori pendukung yang digunakan adalah teori dari Larson tentang Meaning Based Translation (1984), teori dari Nida tentang Languange Structure and Translation (1975), teori dari Quirk tentang Grammar of English (1976) dan teori dari Hasan Alwitentang Tata Bahasa Indonesia (2003). Hasil analisis menunjukan bahwa, adanya pergeseran struktur terjemahan dari bahasa sumber yaitu Bahasa Inggris ke bahasa tujuan yaitu Bahasa Indonesia. Struktur yang dipakai sebagai acuan pembanding diantaranya adalah subject (subyek), predicate (predikat), object (obyek), adverb (keterangan) dan compliment (keterangan pelengkap). Selain itu, dalam struktur kalimat Bahasa Inggris terdapat modifier yang berlaku sebagai kata sifat atau kata keterangan dan head yang berlaku sebagai kata utama dan biasanya adalah kata benda yang sering kali mengalami struktur kalimat yang terbalik dengan struktur kalimat pada Bahasa Indonesia. Secara singkat, baik dalam novel sumber maupun novel terjemahan tersebut memiliki arti yang sama walaupun strukturkalimatnya mengalami pergeseran.
Illocutionary Acts Found in the Movie Entitled “Hangover” I Putu Bayu Perdana Putra; Made Budiarsa
Humanis Vol 21 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.071 KB) | DOI: 10.24843/JH.2017.v21.i01.p21

Abstract

Penelitian ini berjudul Tindak Ilokusi yang Ditemukan dalam Film yang Berjudul 'Hangover' yang disutradarai oleh Todd Philips. Tulisan ini difokuskan dan membahas tentang tindak ilokusi terutama pada pengelompokan jenis dan menentukan fungsi jenis tindak ilokusi. Untuk menyusun tulisan ini, cara mendapatkan data adalah melalui metode dokumentasi. Metode ini sesuai untuk penelitian ini karena data diambil dari film melalui teknik mencatat. Selain itu, metode kualitatif digunakan untuk menganalisis dan menyajikan data yang terkumpul. Sebagaihasilnya, penelitian ini mencakup lima jenis tindak illokusi yang ditemukan pada film berjudul Hangover yaitu; assertif, direktif, comisif, ekspresif, dandeclarasi. Dan fungsi dari jenis tindak ilokusi itu adalah assertif (memberikandeskripsi, mengklaim, meminta, danmengkomplin), direktif (menyarankan, meminta, menanyakan, memperingatkan), comisif (menawarkan, menjanjikan, menolak), ekspresif (ucapanselamat, menyapa, ucapan terimakasih ), dan deklarasi (penunjukan). Untuk menyimpulkan penelitian ini, semua jenis tindak illokusi yang ditemukan didasarkan pada proses klasifikasi ucapan pembicara untuk menentukan jenis tindak illokusi. Kedua, fungsi tindak ilokusi ditemukan melalui analisis konteks situasi berdasarkan cara SPEAKING sesuai kebutuhan, yaitu setting and scene, participants, ends, act and sequences, and key, instrumentalities, norms, and genre.
Figurative Language in The Song Lyrics of Passenger’s Album “All the Little Lights” I Gede Agus Krisna Permana; I Made Rajeg
Humanis Vol 22 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.293 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i02.p18

Abstract

Figurative language can appear in various types and the meaning may not be determined by its components. This study aims to identify and analyze the meaning of figurative language found in the song lyrics “Passenger's album all the little lights”. There are two theories used in this study. The first is the theory of figurative language proposed by Knickerbocker and Reninger, and the second is the theory of meaning by Leech as the supporting theory. The data in this study were directly taken from Passenger’s fourth album. The album consists of twelve songs. They were collected by documentation method and note taking technique. The collected data were analyzed using qualitative and descriptive method. This study applied informal method to present the analysis. The result of this study shows that there are nine types of figurative language found in song lyrics. They were allusion, simile, metaphor, irony, personification, hyperbole, dead metaphor, metonymy, and paradox. Most of the figurative expressions found in those songs were similes. Four out of seven types of meaning used in those lyrics in order to understand the figurative meaning in the song lyrics; they were connotative meaning, conceptual meaning, affective meaning, and collocative meaning. All the songs which are analyzed have the main theme about life and love.
Karakteristik Bahasa Anak Sekolah Dasar Muhammadiyah II Denpasar: Kajian Morfologi Putri Dwi Ardhanariswari; I Ketut Darma Laksana; Ni Putu N. Widarsini
Humanis Vol 22 No 4 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.049 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i04.p33

Abstract

This research titled “The Language Characteristic of Student at Elementary School Muhammadiyah II Denpasar: Morphology Study”. The purpose of this research is to know the form and forming of word that was mastered by students of elementary school Muhammadiyah II Denpasar and the factors that influence of mastering the language. The process of collecting the data uses seeing method. The process of analysis the data uses apportion, qualitative, and quantitative method. Besides, in process of the result uses informal and formal method. The result of this research was found the form and the forming of word that was already mastered by students of elementary school Muhammadiyah II Denpasar. The form includes lexicon category, lexicon form, and boarding lexicon. In lexicon category found (1) 812 nominal, (2) 553 verbal, (3) 162 adjectives, and (4) 67 numeralias. In lexicon form found (1) 1.180 single words and (2) 1.038 complex words. Besides, the process of forming word found (1) affix includes (a) prefix {ber-}, {meng-}, {di-}, {per-}, {peng-}, {se-}, {ter-}; (b) sufixs {-an}, {-i}, {-kan}, {-nya}; (c) konfixs {ke-…-an}, {ber-…-an}, {per-…-an}, {se-…-nya}, {peng-…-an}; and (d) simulfixs {meng-…-kan}, {di-…-kan}, {memper-…-kan}, {memper-…-i}; (2) reduplication includes morfemis reduplication and fonologis reduplication; (3) composition includes nominal composition and verbal composition; and (4) abbrevation includes abbreviation, piece, acronym, and contraction. The factors that influence the process of mastering the language are internal and external factor. Internal factor includes ages, connection ability, and health. Besides, the external factor includes influent of formal and informal environment of the student.
Arsitektur Kolonial di Heerenstraat dalam Upaya Pelestarian Warisan Budaya Kota Probolinggo, Jawa Timur Susi Melisa Anggraeni; I Wayan Srijaya; Kristiawan .
Humanis Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.599 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i02.p12

Abstract

Probolinggo is the one of cities in East Java that has many cultural heritages, especially in colonial architectural. There are many colonial architectural heritages in Probolinggo, especially in the center of city Heerenstraat area (Jalan Suroyo). This study aimed to determine the style, past and present functions, and the efforts in preserving colonial architectural in Heerenstraat Probolinggo. There are five places were used as objects of study, they are basecamp of Kodim 0820, Museum of Probolinggo, GPIB "Immanuel Church", Alun-alun or city center, and Probolinggo Train Station. Nowadays, each of these objects is still functioning and has a unique arsitectural style that representing the developed architectural in Probolinggo. This study used architectural, functional, and conservation theories. Furthermore, the stylistic, contextual, and architectural analysis method were applied in this study. The results of this study are knowing about the architectural style, the functions from the past and present of each research object, and the efforts in preserving colonial architectural that have been done and need to be done.
Direct and Indirect Expressive of Illocutionary Acts in the Movie “Big Hero 6” Luh Gede Novita Rahayu; I Nengah Sudipa; Ni Wayan Sukarini
Humanis Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.864 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak ekspresif ilokusi dan untuk menganalisis arti ujaran yang diinterpretasikan oleh pendengar di film yang berjudul “Big Hero 6”. Sumber data diambil dari sebuah film yang bejudul “Big Hero 6” dimana banyak terdapat ujaran ekspresif didalamnya dan ujarannya mudah dimengerti. Metode deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisa data. Teori yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindakan ekspresif ilokusi dikemukakan oleh Searle (1996) yang didukung oleh Yule (1996) tetapi untuk menganalisis arti dari ujaran tersebut menggunakan teori yang dikemukakan oleh Hymes (1972). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keenam tipe ujaran ekspresif  (ujaran untuk berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat, mengucapkan salam, pengharapn, dan untuk menyampaikan ketidakpuasan) ditemukan baik itu tindak tutur secara langsung maupun tidak langsung.
Syntactic Functions of Deverbal Nouns Found in Huffington Post Website: Morphosyntactic Approach Made Dwi Yuniartati
Humanis Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.279 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Fungsi Sintaksis dari Kata Benda Deverbal pada Website Huffington Post dengan Pendekatan Morfosintaksis”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan akhiran nomina dan fungsi sintaksis dari kata benda deverbal. Data diambil dari website Huffington Post dengan menggunakan metode dokumentasi. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Teori dari Quirk (1973) digunakan untuk menemukan akhiran nomina pada data. Teori Lexical Functional Grammar dari Falk (2001) dan Bresnan dkk (2016) digunakan untuk menganalisis fungsi sintaksis kata benda deverbal. Hasil penelitian ini menunjukkan akhiran nomina yang ditemukan adalah akhiran /-ation/, /-ment/, /-er/, /-or/, /-ant/, and /-age/. Sedangkan fungsi dari kata deverbal yang ditemukan adalah sebagai subjek dan objek.
Characterization and Pshychological Aspects in “Begin Again” Movie I B Wahyu Adhi Triyasa Maha Putra
Humanis Vol 20 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.32 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul, “Caharacterization and Psychological aspect in “Begin again movie”. Topik ini di pilih karena ingin lebih memahami tentang karakter utama dari seorang Greta di film Begin Again dan metode karakterisasi dari karakter utama pada film ini. Karakter utama pada film ini menginformasikan seorang yang mendalami cerita dan berperan penting dalam cerita film itu sendiri. Pada diskusi ini di focuskan pada aspek psikologi dari karakter utama dan metode yang di pakai untuk menggambarkan tokoh pada film tersebut. Ini adalah sebuah penelitian perpustakan dan data didapatkan dari film Begin Again berupa skrip film. Data ini dianalisis dan di kumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik mencatat dan juga menonton film. Langkah pertama adalah mengumpulkan data dengan cara menonton dan memahami skrip film kemudian dilanjutkan dengan cara membaca skrip film tersebut. Langkah kedua adalah mengidentifikasi dan mengelompokan data dan yang terakhir langkah ketiga adalah menemukan statement yang menyangkut skrip film yang bisa berhubungan dengan teori human motivation. Ada 2 teori yang dipakai pada skripsi ini, yaitu Theory of How to Analyze Fiction (Kenney, 1996) diantaranya metode discursive dan metode character on character dan Theory Psychology (Karl Berhardt, 1953) diantaranya feeling emotion, want, the appetites, social motives dan feeling attitude. Hasil dari analisis ini memperlihatkan Greta adalah tokoh utama pada cerita. Penulis menggunakan dua metode untuk mendiskripsikan Greta diantaranya: metode Dramatic dan metode Character on Character dari karakterisasi. Dengan itu menggambarkan Greta adalah wanita yang keras kepala, pintar, cantik and peduli pada sesama. Dari aspek psikologi, tokoh utama memperlihatkan jika Greta adalah wanita yang mudah bergaul, pintar, peduli dan juga cerdas.

Page 15 of 159 | Total Record : 1581


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue