cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): Nature" : 8 Documents clear
OPTIMALISASI FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN MELIHAT POLA SEBARAN PENGUNJUNG STUDI KASUS: TAMAN TABEBUYA, JAGAKARSA Purwantiasning, Ari Widyati
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a4

Abstract

Abstrak_ Penyediaan ruang terbuka publik di dalam perkotaan terutama di kota metropolitan seperti Jakarta menjadi sebuah issue yang tidak pernah terselesaikan dengan baik. Terbatasnya lahan perkotaan dan juga area bebas yang seharusnya disediakan untuk ruang terbuka publik sangat sulit didapatkan.Saat ini sebagai salah satu solusinya, pemerintah daerah memiliki kemauan dalam memikirkan solusi masalah ini, dan mendorong otoritas daerah untuk menyediakan area ruang terbuka publik. Ruang terbuka public dapat didefinisikan sebagai taman, ruang terbuka hijau di dalam kota, yang menyediakan beberapa fasilitas di dalam area tersebut. Ruang terbuka public ini akan menjadi tempat yang penting bagi setiap orang yang tinggal di sekitarnya jika area ruang terbuka public tersebut dapat menyediakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat bersosialisasi, bertemu dengan orang baru (networking), sebagai titik kumpul ataupun untuk aktifitas lainnya. Ruang terbuka public ini juga dapat menjadi tempat yang menarik bila tempat tersebut menyediakan beberapa fasilitas pendukung bagi berbagai aktifitas baik untuk anak, dewasa maupun orang tua seperti fasilitas olahraga, fasilitas bermain anak, tempat pasif untuk relaksasi dan juga sebagai area konservasi untuk kawasan hijau.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pola bagaimana orang-orang khususnya pengunjung ruang terbuka public tersebar di dalam area yang dikaitkan dengan posisi dari fasilitas-fasilitas tersebut. Taman Tabebuya yang berlokasi di Ciganjur Jagakarsa dipilih menjadi studi kasus, karena taman ini merupakan salah satu  ruang terbuka publik yang dianggap indah di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memberikan beberapa data yang dikumpulkan khususnya pada hari Sabtu dan Minggu sepanjang hari dengan waktu-waktu tertentu yaitu pagi, siang dan sore hari. Kata kunci : ruang terbuka publik, Tabebuya, pola sebaran Abstract. Providing public opening space inside city in Metropolitan city like Jakarta is becomes one of an issue. The limited land and area which should be provided for publicopening space, is very hard to find. Nowadays, local government is willing to think about this issue, and encourage local authority to provide the area for public opening space. Public opening space could be defined as a parks, green opening space within city which providing some facilities within the area. This public opening space will become an important place for people around if that area of public opening space can provide facilities than can be used as a place for socialization, for networking, for meeting point and for other activities. This public opening space will become more exciting place, if the place consists some of supporting facilities can be used for children, mature and elder people such as sport activities, playground facilities, passive place for relaxation, and as a conservation area for green area. This research is aimed to analyze the pattern of how people is distributed within area referring to the facilities existed. Taman Tabebuya which is located in Ciganjur Jagakarsa, has been chosen as a case study, because this place has been regarded as one of beautiful garden in South Jakarta. The method of this research is a quantitative method by providing some data which has been collected on Saturday and Sunday, during morning, noon and afternoon.Keywords :  public opening space, Tabebuya, distribution pattern
TERITORIALITAS PADA RUANG PUBLIK DAN SEMI PUBLIK DI RUMAH SUSUN (STUDI KASUS : RUMAH SUSUN KECAMATAN MARISO MAKASSAR ) Said, Ratriana; Alfiah, Alfiah
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a5

Abstract

Abstrak_ Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya fenomena ketidaksesuaian jenis ruang yang tersedia di rumah susun dengan pemanfaatannya. Indikasi perubahan fungsi ruang ini terlihat dimana teritori publik dan semipublik banyak yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.Hal ini berpotensi menimbulkan konflik spatial, menurunkan kualitas fisik ruang dan kualitas kehidupan penghuninya sendiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik pemanfaatan ruang dan teritorialitas yang terdapat di ruang publik dan semi publik sebagai fasilitas rumah susun.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pemetaan perilaku penghuni terhadap ruangnya (place centered map), interview dan diklasifikasi secara deskriptif.Berdasarkan penelitian teridentifikasi sebanyak sembilan pola territory yang terbentuk berdasarkan pemanfaatan ruang dan perletakan benda pribadi yang sebagian besarnya ternyata terjadi pada area territory yang terdekat dengan unit hunian penghuni.Kata kunci : Teritorialitas, Ruang Publik dan semipublik, Rumah Susun. Abstract_ The study is motivated by the phenomenon of mismatchingbetween the facilities available and the utilization. This is indicated by the deviation of space function, where the public and semipublic territory mostly used for other personal purposes. It is also potentially lead to conflicts of spatial, reduce the quality of space and the quality life of residents.  The study purpose is to describe the characteristics of the space utilization and territoriality contained in the public and semi-public space as facilities flats. The method used is by mapping the residents’ behavior towards a space (place centered map), interviews and classified descriptively. The results of identification, there are  nine patterns of territory formed based on the utilization of space and the placement of personal objects and mostly occurred on the territory area which is close to residential unit.Keywords : Territoriality, public and semipublic space, flats.
IDENTIFIKASI BEST PRACTICE DESIGN BERDASAR HADITS SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Ratodi, Muhamad; Hapsari, Oktavi Elok
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a8

Abstract

Abstrak_ Kajian berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang keislaman telah banyak dilakukan, termasuk dalam bidang ilmu Arsitektur. Berbagai pendapat tentang bentuk Arsitektur  Islam pun banyak bermunculan, baik yang memandang Arsitektur Islam dari sudut pandang tipologi fisik, filosofi hingga kondisi sosiodemografi. Akan tetapi di era modern dan heterogen saat ini bagaimana sebuah produk arsitektural dapat dikategorikan  sebagai Arsitektur Islam masihlah menjadi perdebatan. Ketidakhadiran sebuah acuan dalam menjustifikasi bentuk Arsitektur Islam menjadi tugas tersendiri bagi para Arsitek  Muslim. Paper ini bertujuan untuk melakukan identifikasi awal berbagai best practice design berdasarkan Al Qur'an dan Hadits yang dapat dijadikan acuan dalam merancang lingkungan binaan. Akan tetapi identifikasi ini tidak ditujukan untuk menjadi standar mutlak , tetapi lebih sebagai alat yang berpengaruh kuat terhadap berbagai aspek konseptual dalam membantu proses penentuan prioritas dan juga dalam pengambilan keputusan dalam mendesain. Diperlukan sebuah kolaborasi multidisipliner untuk mewujudkan panduan perancangan Arsitektur Islam.Kata kunci : Best Practice; Panduan Perancangan; Arsitektur Islam  Abstract_ Various disciplinary studies from the Islamic point of view have been widely practiced, including in the field of architecture. Various opinions about the form of Islamic architecture was much emerging, both of which looked at Islamic architecture from the physical typology, philosophy to sociodemographic conditions point of views. However, in today's modern and heterogeneous era how an architectural product can be categorized as an Islamic architecture is still a debate.The absence of a reference in justifying the form of Islamic architecture becomes a challenge for Muslim architects. This paper intends to conduct an early identification against various best practices design based on the Qur'an and Hadith, that can be used as the built environment design references. However, this identification is not intended to be an absolute standard, but rather as a tool that strongly influences various conceptual aspects in helping the process of prioritizing and also in decision making in designing. It takes a multidisciplinary collaboration to realize the guidelines of Islamic Architecture design.Keywords : Best Practice; Design Guideline;, Islamic Architecture.
TIPOLOGI BUKAAN PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BENTENG SOMBA OPU MAKASSAR Marwati, Marwati; Andriani, Sri
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a3

Abstract

TIPOLOGI BUKAAN PADA RUMAH TRADISIONAL BUGIS DI BENTENG SOMBA OPU MAKASSARAbstrak_ Perkembangan zaman saat ini menyebabkan pengaplikasian penggunaan bukaan pada rumah-rumah masyarakat bugis mengalami perubahan, hal itu dapat dilihat pada bentuk, ukuran, bahan, dan ornamen pada bukaan seperti pintu, jendela dan ventilasi pada rumah-rumah masyarakat bugis saat ini yang mulai mengikuti zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi bentuk bukaan seperti pintu, jendela, dan ventilasi pada rumah tradisional bugis yang berada dalam kawasan Benteng Somba Opu sebelum mengalami perubahan bentuk.  Dari segi  ukuran, bahan dan ornamen yang digunakan pada rumah. Objek yang dikaji adalah sembilan rumah tradisional dari etnis bugis, meliputi rumah tradisional Bugis, Luwu, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Barru, dan dua rumah tradisional Soppeng dengan menggunakan metode deskriptif dengan analisis crosstabs. Sebagian besar ( 80 %) bukaan pada rumah bugis tidak mirip antar daerah . Adanya tipologi bentuk bukaan untuk  pintu dan jendela didominasi bentuk segiempat kombinasi panil dan krepyak dan bentuk ventilasi segiempat dengan model terbuka. Adanya Kesamaan bahan yang berasal dari material kayu. Terdapat Perbedaan dalam tipologi bentuk bukaan terlihat pada variasi ukuran dan ornament yang digunakanKata Kunci:Tipologi; Bugis; Bukaan; Tradisional Abstract_ The development of the current era led to the application of openings in homes of bugis people to change, it can be seen on the shape, size, materials, and ornaments at openings such as doors, windows and ventilation in homes of today's bugis people who started to follow the times . This study aims to identify the typology of openings such as doors, windows, and ventilation of traditional Bugis houses within the Somba Opu Fortress area before being transformed. In terms of size, materials and ornaments used at home. Objects studied are nine traditional houses of ethnic bugis, covering traditional Bugis, Luwu, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Barru, and two traditional Soppeng houses using descriptive methods with crosstabs analysis. Most (80%) openings in bugis homes are not similar across regions. The typology of openings for doors and windows is dominated by a rectangular combination of panels and blinds and a quadrilateral vent with an open model. The similarity of materials derived from wood materials. Differences in the typology of openings are visible on the size and ornament variations used.Keywords: Typology, Bugis, Openings, Traditional
AKADEMI DESAIN ANIMASI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA Rahman, St Aisyah; Afdillah, Kurnia; Arfan, Taufik
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a7

Abstract

Abstrak_ Penggunaan animasi saat ini telah mencakup ke seluruh bidang, mulai dari dunia hiburan seperti film, dunia  pendidikan  sebagai  media  pembelajaran  di  sekolah-sekolah,  hingga  ke  dunia  bisnis  sebagai  media promosi dan penjualan.  Kota  Makassar  yang  merupakan  kota  terbesar  di  kawasan Indonesia  Timur  dan merupakan wilayah metropolitan terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan, belum memiliki sekolah khusus di bidang animasi. Berdasarkan fenomena tersebut maka diperlukan adanya gagasan untuk penyediaan fasilitas edukasi yang mampu mencetak SDM berkualitas yang dapat bersaing di pasar internasional. Tujuan dari  penulisan ini  adalah  merancang sekolah animasi yang  memiliki  identitas  atau  ciri khas  dengan menggunakan  pendekatan  arsitektur  nusantara sehingga dapat menarik perhatian para calon animator dan juga perhatian industri animasi dunia. Metode pembahasan yang digunakan adalah eksplorasi desain dengan menguraikan masalah yang ada melalui studi literatur dan survei lapangan, mengkaitkannya dengan beberapa variabel yang berpengaruh, sehingga dapat dirumuskan sebagai acuan untuk dijadikan bahan transformasi ke dalam desain.Hasil dari penulisan ini adalah gagasan konsep perancangan sekolah animasi yaitu Akademi Desain Animasi yang menerapkan pendekatan Arsitektur Nusantara.Kata kunci : Akademi Animasi; Arsitektur Nusantara; Perancangan Abstract_At this time, The use of animation today has covered the whole sector, start from entertainment such as film, from education as a media of learning in schools, until to the business world as a media of promotion and sales. Makassar City which is the largest city in eastern Indonesia and is the second largest metropolitan area outside Java Island after Medan City does not have yet a special school in the sector of animation. Based on the phenomenon, it is necessary to have an idea for providing educational facilities that can be printed out the Quality of human resources that can compete in the international market. The purpose of this paper is to design an animation school that has the identity or characteristic by using the archipelago architecture approaching in order to attract the attention of the candidate animator and also the attention of the world animation industry. The method of discussion that has been used is design exploration by analyzing existing problems through literature studies and surveys, relating them to several influential variables, that cab be formulated as a reference for transformation material into design. The results of this paper is the idea of the concept design about animation school is the Academy of Design Animation that applies the approach of archipelago architecture.Keywords :  Academy of Animation; Archipelago Architecture; Design
ADAPTIVE COMFORT PADA GRAND STUDIO PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Atthaillah, Atthaillah; Saputra, Eri; Iqbal, Muhammad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a1

Abstract

Abstrak_ Ruang Grand Studio Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (GS-PAFT) merupakan satu ruang studio baru yang menggunakan penghawaan alami pada prodi Arsitektur universitas tersebut. GS-PAFT merupakan ruang studio yang paling luas yang dapat menampung 60 orang mahasiswa dengan luas 168.48 m2dan baru digunakan satu semester. Dalam penggunaannya, dirasakan kondisi termal yang tidak nyaman baik bagi mahasiswa maupun tenaga pengajar.Studi ini melakukan investigasi untuk membuktikan sensasi ketidaknyamanan subjektif tersebut dengan data sehingga bisa dipertanggung jawabkan secara objektif dengan pengukuran adaptive comfort.Tujuannya adalah untuk memberikan data sensasi termal sehingga pihak prodi arsitektur dapat mengambil langkah yang benar untuk penyelesaian masalah tersebut.Metode yang dipakai adalah metode simulasi komputer dengan teknik parametrik menggunakan Rhinoceros, Grasshopper dan Ladybug & Honeybee.Ruang GS-PAFT dibagi menjadi sembilan zona berdasarkan orientasi dan modul bangunan untuk memudahkan analisis.Simulasi dilakukan dari pukul 08.00 sampai 17.00 yang merupakan waktu pemakaian ruang pada hari kerja.Hasil menunjukkan kurang dari 40% waktu sepanjang tahun dirasakan nyaman.Zona yang paling nyaman dan paling tidak nyaman secara berurutan adalah zona 8 (Timur, tidak terpapar matahari) dan zona 20 (Barat Daya, terekspos matahari) dengan persentase waktu nyaman tahunan 39.23% dan 33.53%. Kata kunci : Adaptive Comfort; Sensasi Termal; Simulasi Kenyamanan Termal; Metode Parametrik; Ruang Studio.Kata kunci : Adaptive Comfort; Sensasi Termal; Simulasi Kenyamanan Termal; Metode Parametrik; Ruang Studio.Abstract_ Grand Studio Technic Faculty of Architecture Department in  Malikussaleh Uniersity (GS-PAFT) was a latest studio room using natural  ventilation on Architecture Department of Malikussaleh University.  GS-PAFT was the largest studio which accommodated 60 students with the area of 168.48 m2 and it had been utilized only for one semester.  The thermal sensation of the space was uncomfortable both for students and lecturers who had used the studio.  Thisinvestigation of this study is to prove the subjective of uncomfortable sensation that can become responsible objective using measurement of adaptive comfort.  The paper was aimed for providing data of thermal sensation, in order to guide the architecture department solving the thermal comfort problem.  This study used computer simulation method with parametric technic using Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug& Honeybee.  The GS-PAFT room was divided into nine zones based on its orientation and the building modular for easier analysis.  Simulation was conducted from 08:00 A.M. to 05:00 P.M. which was the time of the space was utilized within the working days.  The result showed that less than 40% of the time from the whole year was thermally comfortable.  The most comfortable and uncomfortable zones consecutively were zone 8 (East, no sun exposure) and zone 20 (South West, sun exposed) which revelead 39.23% and 33.53%  the comfortable time percentage of the whole year.Keywords : Adaptive Comfort; Thermal Sensation; Thermal Comfort Simulation; Parametric Method, Architecture Studio
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI KABUPATEN ENREKANG Burhanuddin, Burhanuddin; Rahman, St Aisyah; Sakinah, Intan
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a6

Abstract

Abstrak_ Potensi kuliner Kabupaten Enrekang menjadi perhatian pemerintah terhadap pengembangan  pariwisata sangat  besar  terutama pada jalur menuju Tanatoraja. Maka diperlukan sebuah perancangan taman wisata kuliner di Enrekang. Metode yang digunakan ialah metode desktriptif melalui studi literatur, studi preseden, dan studi lapangan dengan melakukan survey langsung ke lapangan untuk mengamati dan menganalisis lingkungan sekitar tapak. Perancangan menggunakan konsep Arsitektur Kontemporer berupa konsep  perancangan  dalam  merancang  kawasan  taman wisata kuliner, terdiri dari: zoning/ peruntukan lahan (land use), bentuk dan massa bangunan (building from and massing), sirkulasi dan parkir (circulation and parking), jalur pejalan kaki (pedestrian ways), ruang terbuka (open space), dan penanda (signage).Kata kunci : Wisata Kuliner, Konsep Koneporer, Enrekang. Abstract_Culinery’s Potency in Enrekang Regency is the government's attention to the enormous tourism development especially on the path to go to Tanatoraja. In this case, it is needed a design of culinary tourism area in Enrekang. The method used is descriptive method through literature study, precedent study, and field study by conducting direct survey to the field to observe and analyze the environment around the site. The design using the concept of Contemporary Architecture includedof design concept in designing culinary tourism area, consists of: zoning / land use (land use), shape and building mass (building from and massing), circulation and parking (circulation and parking), pedestrian path (pedestrian ways), open space (space), and signage (signage).Keywords: Culinary Tour, Concept of Koneporer, Enrekang.
KAWASAN ASRAMA HAJI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM DI MAKASSAR Rahayu, Irma; Wasilah, Wasilah; Syukur, Idris
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2017): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a2

Abstract

Abstrak_ Kawasan  Asrama  Haji  Makassar  merupakan  kompleks  kegiatan  keagamaan  di  mana  di  tempat  ini adalah tempat embarkasi dan debarkasi bagi para calon haji sebelum di berangkatkan ke tanah suci, selain itu kawasan asrama haji ini terbuka untuk masyarakat umum baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan wisata religi. Dimana didalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada kawasan asrama haji Makassar.akan dibuat nantinya berdasarkan dari transformasi sebuah bentuk dasar persegi yang akan diolah sesederhana mungkin. Hal ini dimaksud untuk menguatkan aspek kesederhanaan yang ada pada tema.Kata Kunci: Kawasan Asrama Haji, MakassarAbstract_ Asrama Haji Makassar is a complex of religious activities where in this place is a place of embarkation and debarkation for the prospective hajj before departing to the holy land, on other hand, this area is opened to the general public both for training activities and religious tourism activities. Where in it there are activities based on Islamic religious education. While the concept of designing the form of buildings on the Asrama Haji of Makassar,Itself will be made later based on the transformation of a square base shape that  be processed as simply as possible. This is intended to strengthen the simplicity aspects of the theme.Keywords: Asrama Haji Area ; Makassar

Page 1 of 1 | Total Record : 8