cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. M.Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
ISSN : 24768847     EISSN : 25500333     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Sosioreligius adalah jurnal berkalah yang diterbitkan oleh Prodi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini bermaksud membangun dan mendorong wacana keagamaan dan wacana sosial yang inklusif, demokratis, dan emansipatif. Jurnal sosioreligius mengundang bagi para pengamat sosial keagamaan untuk mendiseminasikan ide-idenya melalui jurnal ilmiah. Jurnal sosioreligius menerima tulisan berupa artikel ilmiah dan resensi buku bertema sosial keagamaan kontemporer. kami memperioritaskan naskah yang mengulas problem-problem dunia sosial kontemporer dengan perspektif yang lebih segar dan baru.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
Interaksi Pasangan Suami Istri Yang Bertempat Tinggal Terpisah: Studi Kasus di Belapunranga Kabupaten Gowa Risky Fitriani; Andi Nirwana; Santri Sahar
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 1 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i1.23492

Abstract

Pasangan suami istri yang menjalani pernikahan jarak jauh harus membangun interaksi serta komunikasi yang baik dalam keluarga agar rumah tangga tetap harmonis. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan teologi. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal dalam bentuk komunikasi jarak jauh melalui media, seperti aplikasi whatsapps untuk video call. Mengenai hak dan kewajiban pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah, keduanya telah menjalankan hak dan kewajibannya seperti, suami memberi nafkah terhadap keluarganya sedangkan istri menjaga kehormatan suami, mematuhi suami dan tidak keluar tanpa izin suami. Adapun kewajiban bersama bagi pasangan suami istri yaitu, saling menjaga serta saling melindungi satu sama lain. Menurut pandangan Islam tentang pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah, apabila pasangan tersebut tidak ada solusi lain untuk kembali satu atap, maka keduanya harus mengikuti aturan dalam Islam yang telah ditetapkan yaitu, melakukan pertemuan dalam kurung waktu 4 bulan sekali keduanya harus melakukan pertemuan dan minimal 6 bulan sekali suami istri bertatap muka secara langsung dan untuk memenuhi kebutuhan biologis terhadap pasangannya.
Pembentukan Karakter Anak Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an Sebagai Basic Social M. Hajir Nonci
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 1 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i1.23493

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pembentukan karakter anak melalui pendidikan TPA, selain pendidikan dan keteladanan dari kedua orangtua di rumah tangga. Keteladanan adalah salah satu strategi pendidikan dalam pembentukan karakter anak. Perilaku anak adalah cerminan perilaku orangtua yang melahirkannya. Di dalam al-Qur’an digambarkan ada empat posisi anak terhadap kedua orangtuanya yaitu anak sebagai fitnah (cobaan), anak sebagai perhiasan hidup (zinatul hayat), anak sebagai musuh (aduwun) dan anak sebagai penyejuk /pendingin mata (qurratu a’yun). Keempat posisi tersebut terlihat berbeda-beda tetapi sumbernya hanya satu yaitu kedua orangtua si anak itu.
The New Normal: Wujud Transformasi Perayaan Menre’ Bola Pada Era Pandemi di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan Nurfadillah Nurfadillah
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 1 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i1.23489

Abstract

Tulisan ini mengakaji tentang wujud transformasi perayaan menre’ bola pada era pandemi di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Tradisi menre’ bola  yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Bugis untuk memasuki rumah baru sebagai bentuk rasa syukur, namun tetap digelar di tengah pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi sebagai data primer dan data sekunder yaitu dengan menelusuri library research. Adapun hasil peneilitian ini adalah tradisi menre’ bola tetap di gelar ditengah pandemi karena adanya kelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentunya protokol kesehatan menjadi perhatian utama, agar terhindar dari paparan virus corona. Bentuk tranformasi tradisi menre’ bola dikala pandemi secara hakikat tidak memiliki perubahan yang signifikan. Tetapi, yang mengalami perubahan adalah teknis pelaksanaanya, durasi dari tradisi dipersingkat agar orang-orang tidak berkumpul dalam waktu yang lama di suatu ruangan dan juga perubahan perlaku setiap individu karena adanya social distancing.
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PENGELOLAAN DANA ZAKAT PROFESI DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA BIMA Nurarafah Nurarafah; Istika Ahdiyanti
SOSIORELIGIUS Vol 6 No 1 (2021): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v6i1.24191

Abstract

Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menganalisis strategi komunikasi organisasi pengelolaan dana zakat Baznas Kota Bima  Baznas Kota Bima menyusun strategi komunikasi dengan cara (1) mengoptimalkan fungsi komunikasi internal Baznas dengan cara memperbaiki komunikasi vertical dan horizontal di lingkungan Baznas Kota Bima dan melakukan pembinaan melalui pengakaderan.  Kemudian mengoptimalkan komunikasi ekternal dengan cara membentuk hubungan secara langsung dengan instasnsi dan berupaya melakukan pendekatan langsung untuk melakukan sosialisasi gerakan sadar zakat. kemudian Baznas Kota Bima juga memilki faktor pendukung dan faktor yang menghambat komunikasi organisasi dalam pengelolaan dana zakat. faktor pendukung meliputi profesionalisme amil zakat sedangkan faktor yang menghambat meliputi masih adanya tindakan kecurangan data yang dilakukan oleh UPZ kelurahan maupun intansi dan minimnya penggunaan media sosial dalam melakukan kampanye gerakan sadar zakat.
Partisipasi Politik Paguyuban Kerukunan Keluarga Bima-Dompu Dalam Membangun Komunikasi Politik Lokal Di Kota Kupang Idris Idris; Ambo Ambo; Nurdin Nurdin
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 2 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i2.23974

Abstract

This paper attempts to answer the question of how the political participation of the Bima-Dompu family harmony community in building local political communication in Kupang City. The research method used is a qualitative approach. This study concludes that the political participation of the Bima-Dompu Community at the time of the regional head election of Kupang City still tends to be based on one-stop instructions where the community leader determines their political attitude.
Dinamika Perkembangan Masyarakat Agama Primitif Patuntung Di Sulawesi Selatan (Study Kasus di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba) Syamsul Alam; Nirwana Nirwana
SOSIORELIGIUS Vol 6 No 1 (2021): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v6i1.24192

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang dinamika perkembangan masyarakat agama primitif Patuntung di Kajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan penentuan informan yang berinisial (IA) dilakukan dengan wawancara online. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis kepercayaan (Patuntung) masyarakat adat kajang di Desa Tanah Towa adalah Koentjaraningrat yang memandang agama itu sebagai suatu sistem yang disebutnya sebagai “sistem religi” yang esensinya terdiri atas empat komponen yaitu pertama, emosi keagamaan yang menyebabkan manusia memilki rasa dan semangat beragama. Kedua, sistem kepercayaan atau sistem keyakinan mencakup segala keyakinan terhadap Tuhan dan kehidupan ghaib, termasuk sistem nilai dan norma moral. Ketiga, sistem ritus sebagai upaya manusia mengadakan hubungan dan melakukan pendekatan kepada Tuhan dan sikapnya menghadapi  lingkungan. Keempat, solidaritas sosial atau sistem sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat adat Kajang khususnya Ilalang Embaya (Kajang Dalam) yang memiliki kepercayaan dualisme yaitu agama Islam dan agama Primitif (Patuntung) yang berasal dari nenek moyangnya. Masyarakat adat Kajang khususnya Ilalang Embaya (Kajang Dalam) sudah mulai terbuka dan berbaur dengan masyarakat lainnya hal ini dibuktikan dengan memberikan restu terhadap anaknya untuk pergi merantau menempuh pendidikan formal dan keluar untuk mencari pekerjaan.
Perempuan Dalam Pemenuhan Ekonomi Keluarga Di Masa Pandemi Corona: Studi Kasus Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Banua Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Ratnah Rahman; Nurlinda Angraeni
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 2 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i2.23970

Abstract

This study aims to explain the role of women in meeting economic needs during the corona pandemic. This research is motivated by the difficulties experienced by some communities in meeting the needs of families caused by the emergence of the corona pandemic. This research was conducted using qualitative method, data obtained through observation, interview, and documentation. Field phenomena are analyzed using sociological and phenomenological approaches. The results showed that First, the role of women in meeting needs during the pandemic contributed in increasing family income and improving family welfare during the pandemic. Second, the purpose of working women is to earn wages that are used to increase income in order to meet the needs that relieve the burden of husbands. The income earned from working women is used to meet needs such as children's education, adequate kitchen needs and community.
BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL (TPA/TQA) TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN DI KOTA MAKASSAR Jamal Mirdad; Ratnah Rahman
SOSIORELIGIUS Vol 6 No 1 (2021): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v6i1.24189

Abstract

This paper discusses gender bias in non-formal education in the educational park read the Qur'an Makassar City. The occurrence of gender bias towards nonformal TPA/TQA education in Makassar is caused by several factors, namely: First, the level of education and educational background of teachers or Ustad / Ustadzah who teach in TKA / TPA are still relatively low, Second, stereotypes of girls, Third, is social and cultural and fourth is the understanding of kindergarten /landfill teachers who understand some of the evidence in the Qur'an that men's degrees are higher than women's.
Praktik Kawin Paksa Di Desa Ulaweng Riaja Kecamatan Amali Kabupaten Bone Marnawati Marnawati; Darmawati Darmawati; Asrul Muslim
SOSIORELIGIUS Vol 5 No 2 (2020): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v5i2.23971

Abstract

Marriage is the executor of human nature processes not only based on biological needs between men and women that are considered valid. In Islamic marriage law contains elements of a psychiatric and spiritual nature covering the life of the inner being, humanity and truth. Marriage is necessary to form a happy and prosperous family. But the reality is not so. Where a child is forced to marry by a parent without the consent of either party. Marriages that occur due to insistence or pressure are difficult to realize a harmonious family.  The results showed that the factors that cause forced marriage that occurred in the village of Ulaweng Riaja Amali subdistrict include: Strengthening family relationships, the existence of habits of matchmaking, factors of noble descent, the stigma of women who do not practice, the lack of knowledge of parents. The impacts are negative impacts such as domestic violence, parents interfering in the child's household, psychological disorders, inharmonious domestic life, and leading to divorce.
PANDANGAN DAN SIKAP MASYARAKAT MENGHADAPI KEMATIAN Dewi Anggariani; Marhani Malik
SOSIORELIGIUS Vol 6 No 1 (2021): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v6i1.24188

Abstract

Death is a mystery that is given different attention in every society based on religion and beliefs held in its culture. The diversity of treatment in the event of death is believed to be a reflection of the views of individuals and society in understanding death. This study aims to answer the question: How do people view death and the nature in which humans live after death? and What is the attitude of the community in dealing with the death of their family? The research was conducted in Makassar City with a qualitative research type with an emic approach. Sources of data obtained by in-depth interview techniques, and observation. Study of literature/documents as secondary data by tracing the relevant literature. Meanwhile, data processing and analysis techniques were carried out along with data collection, through data reduction based on the topic of discussion, presenting data in a narrative manner and drawing conclusions. Based on this research, it is known that death is seen as an event of separation between spirit and body and death will surely come, there are those who understand that death is the end of everything but there are those who understand that death is not the end of everything who will be resurrected in the afterlife to take responsibility. deeds in the world. The afterlife is the one to go to after death by going through several processes, and is considered an eternal place. There are different views of the community on the process of accountability in the hereafter to go to the provided nature. People's attitudes in facing death are influenced by the ultimate goal of life to be achieved, and their attitude towards the dead is related to the condition of their relationship with the dead during their lifetime.Death is a mystery that is given different attention in every society based on religion and beliefs held in its culture. The diversity of treatment in the event of death is believed to be areflection of the views of individuals and society in understanding death. This study aims toanswer the question: How do people view death and the nature in which humans live afterdeath? and What is the attitude of the community in dealing with the death of their family?The research was conducted in Makassar City with a qualitative research type with an emicapproach. Sources of data obtained by in-depth interview techniques, and observation. Studyof literature/documents as secondary data by tracing the relevant literature. Meanwhile,data processing and analysis techniques were carried out along with data collection, throughdata reduction based on the topic of discussion, presenting data in a narrative manner anddrawing conclusions. Based on this research, it is known that death is seen as an event ofseparation between spirit and body and death will surely come, there are those whounderstand that death is the end of everything but there are those who understand thatdeath is not the end of everything who will be resurrected in the afterlife to takeresponsibility. deeds in the world. The afterlife is the one to go to after death by goingthrough several processes, and is considered an eternal place. There are different views of thecommunity on the process of accountability in the hereafter to go to the provided nature.People's attitudes in facing death are influenced by the ultimate goal of life to be achieved,and their attitude towards the dead is related to the condition of their relationship with thedead during their lifetime

Page 6 of 11 | Total Record : 103