cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER" : 10 Documents clear
PROSES PEMBELAJARAN TARI BATOK DI TAMAN KANAK-KANAK BUNGONG SELEUPOEK Sekar Ratih; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.539 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Proses Pembelajaran Tari Batok di Taman Kanak-Kanak Bungong Seleupoek” Mengangkat masalah bagaimanakah proses yang diterapkan pada pembelajaran tari Batok di Taman Kanak-kanak Bungong Seleupoek, dan kendala apa saja yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak di Bungoeng Seleupoek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Bungoeng Seleupoek. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan awal proses pembelajaran tari di Taman kanak-kanak Bungoeng Seleupoek, biasanya guru terlebih dulu dituntut untuk lebih aktif dalam memotivasi peserta didik agar mau mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar adanya hubungan keterikatan antara siswa dengan guru nya dalam mempelajari materi yang diajarkan serta dapat melihat sejauh mana peserta didik siap mengikuti proses belajar dengan baik. Langkah awal yang dilakukan guru dalam memotivasi peserta didik, biasanya guru terlebih dahulu memperlihatkan serta mempertontonkan beberapa jenis video/rekaman tari yang nantinya akan dipelajari. Kemudian guru menjelaskan/menceritakan asal usul tari tersebut. Setelah selesai, guru perlahan-lahan mengajak peserta didik untuk mengikuti gerak tari tersebut. Meskipun masih ada beberapa peserta didik yang sama sekali tidak perduli dengan ajakan guru. Penerapan pembelajaran seni tari di Taman Kanak- kanak Bungoeng Seleupoe kini guru lebih mengarahkan peserta didiknya pada kegiatan praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak- kanak masih ada kendala, itu semua dikarenakan guru yang melatih bukan guru lulusan jurusan seni tari, dan juga disebabkan sarana dan prasarana kurang mendukung serta yang diajarkan kepada anak-anak. Akan tetapi pembelajaran yang diterapkan memiliki pengaruh bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan potensiyang ada pada dirinya sesuai dengan bakat dan minat ketika anak-anak tersebut beranjak remaja. Kata Kunci: pembelajaran tari Batok, taman kanak-kanak. 
MAKNA SIMBOLIK PROPERTI TARI JATHILAN DI DESA DAMAR MULYO KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH Nurbiyanti Nurbiyanti; Ismawan Ismawan; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.192 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Makna Simbolik Properti Tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik properti tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaen Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pujowarsono, dan penari tari Jathilan di Desa Damar Mulyo Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Jathilan di Desa Damar Mulyo merupakan tari yang dirintis sejak tahun 1983 hingga saat ini. Tari Jathilan menceritakan kisah prajurit pada zaman dahulu. Tari ini ditarikan menggunakan properti yaitu jaranan (kuda-kudaan), pedang, pecut, sesajen yaitu nasi tumpeng, pisang dua sisir, ayam panggang, jajan pasar, rokok gudang garam merah dan kinang, beras kuning, bunga mawar, minuman kopi dan teh, kemenyan, ayam hidup, minyak wangi, dan uang. Properti tari ini memiliki makna simbolik yaitu jaran menyimbolkan kekuatan dan kekuasaan, pedang memiliki simbol senjata perang, pecut simbol mulai pertunjukan, sesajen simbol kehidupan dan hubungan manusia dengan Tuhan, tumpeng simbol kekuasaan Tuhan, pisang dua sisir melambangkan cita-cita manusia, simbol bayi yang belum dilahirkan dengan begitu belum mempunyai kesalahan apa-apa atau masih suci, jajanan pasar melambangkan hubungan kemasyarakatan, rokok gudang garam dan kinang melambangkan perasaan manusia, beras kuning melambangkan kemakmuran dan rejeki, bunga mawar dan air melambangkan ibu, minuman kopi dan teh melambangkan persaudaraan, ayam hidup melambangkan manusia, kemenyan melambangkan doa, minyak wangi lambang keharuman dan ketentraman, uang melambangkan Asat “ habis” dan Atus “bersih”. Kata Kunci: makna simbolik, properti, tari Jathilan
INSTRUMEN JANGKA SEBAGAI WUJUD KREASI MUSIKAL AR. MOESE SEBAGAI SENIMAN LEGENDARIS TANOH GAYO Teguh Mulyana; Ari Palawi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.247 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “instrumen Jangka sebagai wujud kreasi musikal Ar. Moese sebagai seniman legendaris tanoh Gayo” mengangkat masalah bagaimana proses kreatif dan konsep yang dikembangkan dari sebuah penciptaan alat musik Jangka, dan keterJangkauan pengembangan teknik maupun konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif dan konsep yang dikembangkan oleh Ar. Moese dalam penciptaan alat musik Jangka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa seniman dan keluarga dari Ar. Moese yang mengetahui tentang informasi dari instrumen musik Jangka. Penelitian dilakukan di desa Blang Mersa yaitu di rumah Alm. Ar. Moese. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekreatifan dan inovasi Ar. Moese bersumber dari pengalaman dan pendidikannya sehingga tercipta karya-karya dalam bentuk lagu-lagu seperti Tawar Sedenge yaitu lagu wajib masyarakat Gayo, dan dalam bentuk alat musik yaitu Gerantung, Perajah, dan Jangka yang terinspirasi dari alat tradisional pengiris tembakau. Kata Kunci: instrumen, alat musik Jangka.  
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN ALAT MUSIK CANANG DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Nurul Fitriah; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.955 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Fungsi dan Bentuk Penyajian Alat Musik Canang Dalam Prosesi Adat Perkawinan Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah”. dengan rumusan masalah bagaimana fungsi alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan fungsi dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 prosesi dalam adat perkawinan, yaitu Beguru yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai ungkapan emosional (3) Canang sebagai sarana komunikasi (4) Canang sebagai simbolis. Mah bayi yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai sarana komunikasi (3) Canang sebagai simbolis. Bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi  Beguru meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama. Bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi  Mah bayi meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang, peluit (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama.Kata Kunci: fungsi, penyajian, alat musik Canang
KERAJINAN SANGE ACEH (TUDUNG SAJI) DI GAMPONG LUENG KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN Tria Andila; Ari Palawi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.077 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Kerajinan Sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen” ini mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan kerajinan sange Aceh dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan kerajinan sange Aceh, dan bagaimana bentuk serta motif kerajinan sange Aceh di gampong Lueng Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu pengrajin kerajinan sange Aceh dan objek yaitu sange Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi nonpartisipan, wawancara tidak berstruktur, dan dokumentasi dengan memanfaatkan penulis sebagai instrumen utama. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis induktif yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tahapan pembuatan sange Aceh diawali dengan 1) menyiapkan alat dan bahan, 2) proses pembentukan bruek sange Aceh dengan cara menganyam daun, 3) proses menjahit motif dengan menggunakan kain perca, selanjutnya 4) finishing dengan melapisi plastik bening kepermukaan sange Aceh, yang terakhir 5) menjahit pegangan di atas permukaan sange Aceh. Kata Kunci: kerajinan sange Aceh, proses pembuatan, bentuk dan motif
BENTUK PENYAJIAN TARI OTEH RODA DI DESA KEBET KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH Elya Zuhrah; Rida Safuan Selian; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.187 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah  Bentuk Penyajian Tari Oteh Roda yang meliputi bentuk gerak, pola lantai, tata busana, tata rias, pantas, properti dan syair tari Oteh Roda di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Data bersumber dari Ibrahim Syah selaku pakar budayawan yang berasal dari Gayo dan pencipta tari Oteh Roda. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Oteh Roda diciptakan oleh Ibrahim Syah pada tahun 1960. Oteh itu sendiri memiliki arti panggilan atau sebutan anak gadis dan Roda adalah kincir air. “Oteh Roda” adalah anak gadis yang sedang menumbuk padi di Roda atau kincir air. Tari Oteh Roda ditarikan oleh 6 penari wanita dan fungsi tari Oteh Roda sebagai sarana hiburan yang mencerminkan aktivitas sehari-hari anak gadis pada musim panen, dengan melakukan kegiatan menumbuk padi sehingga menjadi beras. Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Oteh Roda.
TARI PULAU PINANG PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN DI PESISIR BARAT KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL Riska Safrida Nanda Sari; Tri Supadmi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.314 KB)

Abstract

ABSTRAK        Penelitian ini berjudul “Tari Pulau Pinang pada Upacara Adat Pernikahan di Pesisir Barat Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Pulau Pinang pada upacara adat pernikahan di Pesisir Barat Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pulau Pinang pada Upacara Adat Pernikahan di Pesisir Barat Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil melalui sanggar Melati Lae Geuntuyung yang terletak di kampung kilangan kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil yang dipimpin oleh Anharuddin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Pulau Pinang merupakan tarian yang sudah turun temurun sejak zaman dahulu hingga saat ini, tari Pulau Pinang ditarikan oleh 2 orang penari perempuan dan laki-laki (mempelai pria) berpasangan. Penari dilengkapi dengan properti selendang dan juga payung digunakan saat menari, mulai dari awal menari sampai didetik terakhir menari. Tarian ini memiliki 4 ragam gerak. Adapun macam-macam gerak nama dalam ragamnya yaitu: gerakan Ya Maulai (langkah tigo), gerakan amboy sayang ee (baputa), gerakan melantik (menangkis lawan), dan gerakan langkah baling. Setiap gerak diiringi dengan syair yang dilantunkan oleh syeh nya. Tarian ini juga memiliki tempo yang sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat dan tari Pulau Pinang ini sangat cocok untuk sarana pendidikan. Kata kunci: bentuk penyajian, tari Pulau Pinang.
BUAI DI LUAN SORIP KAMPUNG AIR SIMEULUE TENGAH Irma Yulinanda; Ahmad Syai; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.481 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Buai di Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah” mengangkat masalah bagaimana perkembangan Buai di Luan Sorip Kampung Aie simeulue tengah, dan makna syair Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan dan makna syair Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue tengah. Sumber data dalam penelitian adalah pencipta syair Buai, Penlantun Buai, masyarakat desa Luan Sorip. Penelitian dilakukan di desa Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verivikasi/drawing conclusion. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Buai adalah bermula dari sebuah tradisi mengayunkan anak sambil menyanyi hingga anak tertidur pulas. Pada tahun 1783 Buai diciptakan menjadi sebuah seni tradisi yang menggabungkan antara seni vokal dan syair sebagai unsur utamanya. Syair di dalam Buai ini terdapat banyak nasehat-nasehat dan wejangan untuk para pendengarnya. Buai dimainkan pada acara mallaulu yaitu malam sebelum akat nikah berlangsung. Pada awal penciptanya Buai dimainkan pada acara pernikahan Kajo (pernikahan besar) saja, perkembangan selanjutnya Buai sudah dimainkan di acara apasaja yang meminta Buai ini ditampilkan termasuk mallaulu pernikahan, mallaulu sunat rasul, jamuan makan dan sebagainya. Buai ini juga mempunyai banyak makna dalam syairnya karena syair Buai ini menggunakan bahasa perumpamaan yang mempunyai arti tentang pentingnya kehidupan. Biasanya saat Buai ditampilkan orang yang mendengarkanya akan berlinang air mata.Kata kunci: Buai, Simeulue Tengah
SYAIR DAN MAKNA SALI-WALE PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Saharani Saharani; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.223 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Syair dan Makna Sali-Wale pada Upacara Adat Perkawinan di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie” Rumusan masalah ini bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana syair dan makna Sali-Wale pada upacara adat perkawinan di gampong Pulo Lueng Teuga kecamatan Glumpang Tiga kabupaten Pidie. Pendekataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair Sali-Wale terdari dari 7 bait dimulai dengan salawat kepada nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan isi-isi syair dan penutup dengan makna secara garis besar adalah pesan-pesan kepada kedua calon mempelai agar dalam mengarungi rumah tangga harus saling menerima dalam keadaan apapun tetap kuat apabila ada badai menerpa dalam. Sali-Wale merupakan syair yang diciptakan oleh Teungku Syiek Di Lapang dengan tujuan memberikan semangat kepada pengantin baru yang hendak melangkah ke rumah calon Peurumoh (calon istri), syair Sali-Wale ini sekilas terlihat seperti Hikayat karena menggunakan bahasa Aceh Endatu. Syair tersebut berupa pujian kepada aulia Allah dan panglima prang dan berisikan pesan-pesan tersirat yang di dalamnya mengandung semangat jiwa ulama pada zaman dahulu pada saat perang sabi.  Kata kunci: syair, makna, Sali-Wale, adat perkawinan.
KAJIAN PERTUNJUKAN REPERTOAR GAJAH PUTIH KARYA NURUL HAYATI PADA ACARA WARISAN BUDAYA TAK BENDA KOTA BANDA ACEH Mutmainnah Mutmainnah; Tri Supadmi; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.271 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Kajian Pertunjukan Repertoar Gajah Putih Karya Nurul Hayati pada Acara Warisan Budaya Takbenda Kota Banda Aceh”. Rumusan penelitian ini bagaimanakah kajian pertunjukan repertoar Gajah Putih karya Nurul Hayati pada acara warisan budaya Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertunjukan repertoar Gajah Putih karya Nurul Hayati pada acara warisan budaya takbenda Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi, display dan verifikasi. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa repertoar Gajah Putih merupakan drama yang diadaptasi dari legenda Gajah Putih asal Gayo. Dalam karya reportoar Gajah Putih tidak sepenuhnya menampilkan cerita aslinya, namun di cerita Gajah Putih diangkat sebagai cerita dasar dalam karya reportoar Gajah Putih karena cerita ini berhubungan dengan warisan budaya Aceh. Warisan budaya tersebut yaitu Seni tari, seperti tari Meuneuteukeun Inei, Guel, Likok Pulo. Tidak hanya Seni tari, warisan budaya lainnya juga ada yaitu seni rupa seperti Kasap, seni musik yaitu Canang Kayu, serta seni sastra yaitu Nandong, selain dari itu ada pula permainan rakyat yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat sehingga menjadi suatu budaya yaitu Pacu Kude serta Mak Meugang yaitu tradisi masyarakat Aceh pada saat menjelang bulan ramadahan. Panggung yang digunakan yaitu panggung prosenium, kemudian busana yang digunakan disesuaikan dengan peran pemain dan riasan tampan bagi pria dan riasan cantik bagi wanita. Alat musik yang digunakan dalam iringan musik yaitu alat musik Floor, Flute, Gitar Bass, Gitar Melodi, Tamborin, Rapa’i, Cymbal dan Serune Kalee, yang dimainkan secara live.Kata Kunci: pertunjukan, repertoar Gajah Putih

Page 1 of 1 | Total Record : 10