cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER RAPA’I DI SMK PELAYARAN MALAHAYATI ACEH BESAR Ella Maulisa; Ahmad Syai; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.728 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Kegiatan Ekstrakurikuler Rapa’i di SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar”. Mengangkat masalah bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Rapa’i di SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar dan faktor–faktor yang mempengaruhi kegiatan ekstrakurikuler Rapa’i di SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Rapa’idi SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan ekstrakurikuler Rapa’idi SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Rapa’i di SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar dan objek yang diteliti yaitu kegiatan ekstrakurikuler Rapa’idi SMK Pelayaran Malahayati Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Kata kunci: kegiatan, ekstrakurikuler, Rapa’i.
PERKEMBANGAN BENTUK DAN MOTIF PADA KERAJINAN TAS DI GAMPONG DAYAH DABOH KECAMATAN MONTASIK ACEH BESAR Annisa Annisa; Rida Safuan Selian; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.446 KB)

Abstract

ABSTRAK                                                                   Penelitian yang berjudul “perkembangan bentuk dan motif pada kerajinan tas di gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Aceh Besar” mengangkat masalah apa saja bentuk dan motif pada kerajinan tas di gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Aceh Besar serta bagaimana perkembangan bentuk dan motif pada kerajinan tas di gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan motif pada kerajinan tas di gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Aceh Besar serta mendeskripsikan perkembangan bentuk dan motif pada kerajinan tas di gampong Dayah Daboh Kecamatan Montasik Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif . Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa: bentuk tas awalnya adalah 3 bentuk yaitu selempang, tas map, dan tas furla, yang kemudian mengalami perkembangan  menjadi 18 bentuk seperti tas selempang, tas mini, tas jinjing, tas ririn, tas ransel, tas golf, tas koper, tas Abg, tas setengah lingkaran, tas manik-manik, tas keong, tas mambo, tas labu, tas kipas, tas elizabeth, tas tenun, tas songket, dan tas kain spons. Motif tas di gampong Dayah Daboh awalnya adalah 10 motif puta talo, tapak leman, embun berarak, awan diris, pinto Aceh, pucok rebong, kotoran burung, bungong meulu, awan dong, dan awan keong. Motif  yang berkembang menjadi 11 motif seperti  pinto Aceh kombinasi motif matahari dan puta talo, pinto Aceh kombinasi bola-bola, awan keong kreasi, batik kacang, bungong meulu kreasi, bak padee, cacing, matahari, bunga timbul, motif Aceh kombinasi bunga timbul, dan bunga sulam. Kata Kunci: perkembangan, bentuk, motif, kerajinan tas
PROSES PENCIPTAAN TARI SILONGOR DI SMP NEGERI 2 SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Mulia Ernita; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.673 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Proses Penciptaan Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue”. Rumusan masalahnya adalah bagaimanakah proses penciptaan dan bagaimanakah bentuk penyajian tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses Penciptaan dan Bentuk Penyajian Tari Silongor di SMP Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriftif. Data penelitian ini bersumber dari seniman dan pencipta tari Silongor. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penciptaan tari Silongor melalui beberapa tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Tari Silongor ditarikan oleh 6-10 orang penari wanita, rata-rata umur penari sekitar 10-15 tahun. Tarian ini memiliki 14 ragam gerakan dan ada dua kali pengulangan gerak pada setiap gerakannya, 15 jenis pola lantai. Musik pengiring pada tarian ini menggunakan rekaman lagu daerah Simeulue yang berjudul Silongor. Tata rias yang digunakan yaitu rias cantik dan sederhana dengan menggunakan mahkota seperti paru burung Silongor. Tata busana menggunakan baju dan celana berwarna coklat dengan desain yang sangat sederhana serta kain yang dibentuk menyerupai sayap burung. Tempat pertunjukan tarian ini dapat ditampilkan di pentas arena dan prosenium Tarian ini ditarikan pada acara-acara hiburan dan dapat dinikmati bagi semua kalangan.Kata Kunci: proses penciptaan, bentuk penyajian, tari Silongor.
NOTASI TARI MEUGROB DI GAMPONG PULO LUENG TEUGA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE Nanda Putri Zuhra; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.865 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, “Notasi Tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie”. Mengangkat masalah bagaimanakah notasi tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk menotasikan tari Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitain deskriptif, yang mana data dituliskan dengan sebenar-benarnya berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah ureung tuha gampong, Geuchik, Sekdes, ketua Meugrob, penari Meugrob serta masyarakat Gampong Pulo Lueng Teuga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan panduan observasi, panduan wawancara, serta kamera digital untuk mengambil gambar dan video tari Meugrob tersebut untuk mendapatkan data yang lengkap dan valid. Data diolah dan dianalisis dengan cara reduksi data, data display serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Meugrob memiliki sepuluh ragam gerakan yaitu Tienggong (jongkok), Sinthop (hentak), Tiekui (merundukkan), Chep-Chep (hentak-hentak), Grietan  Apui (kereta api), Meugiek-Giek (saling berpelukan), Moto Teng (mobil teng), Meuayon (berayun), Meulienggong-Lienggong (meliak-liuk), Meugiek Sira Meuwet (berpelukan sambil berputar). Kata Kunci: Notasi, tari, Meugrob    
PENYAJIAN MUSIK IRINGAN TARI LIKOK PULO DI PULAU ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Ridha Faluthia Fahlafi; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.31 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Penyajian Musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh kabupaten Aceh Besar” mengangkat masalah bagaimanakah penyajian  musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan penyajian  musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu terdiri dari syah dan pemain rapai dan objeknya yaitu musik iringan tari Likok Pulo. Teknik pegumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian terkait dengan penyajian musik iringan tari Likok Pulo memiliki unsur-unsur yaitu:.pemusik terdiri dari tiga orang yaitu syeh dan dua orang pemukul rapa’i.  Busana yang dikenakan oleh pemusik iringan tari Likok Pulo yaitu baju tradisional Aceh, celana hitam dan songket merah. Syair pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki 13 syair yang pada hakikatnya menceritakan tentang kisah dan nasihat. Alat musik yang musik iringan tari Likok Pulo yaitu mengunakan Rapai. Pola ritme pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki variasi pada setiap bagian. Tempo pada musik iringan tari Likok Pulo pada setiap bagian dimulai dengan tempo sedang dan berakhir dengan tempo cepat. Panggung pada penyajian musik iringan tari Likok Pulo mengikuti tata penyajian tari jika pada tata penyajian biasa mengunakan pangung arena dan pada tatat penyajian tunang biasanya ditampilkan di lapangan terbuka.Kata Kunci: penyajian musik iringan, tari Likok Pulo.i
MECANANG GUNG PADA PESTA PERNIKAHAN SUKU KLUET KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN Jalil Irfandi; Ismawan Ismawan; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.703 KB)

Abstract

                                                                        ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah”. Penelitian ini mengangkat masalah tentang Penyajian Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kluet Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah melalui beberapa langkah yaitu dengan mengunjungi pesta pernikahan, mendokumentasikan data, mengamati penyajian mecanang gung yang terdiri dari pemusik, alat musik, kostum, waktu dan tempat pertunjukan serta ritme mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Acara persandingan pengantin laki-laki dengan perempuan dilakukan pada siang hari di rumah pengantin laki-laki sedangkan di rumah pengantin perempuan dilakukan pada malam hari. Pertunjukan mecanang gung pada pesta pernikahan yang dilakukan di belakang rumah atau di dapur, dilaksanakan setelah mato sepat dan pada saat mangan dalung. Pelaksanaan mecanang gung pada saat mangan dalung adalah pada malam hari yang biasanya dimulai dari pukul 22.00WIB. sampai dengan selesai. Penyebutan pola permainan mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet yaitu tekah, slalu dan gung sedangkan penulisan terhadap pola tersebut menggunakan simbol ₸ untuk Tekah, $ untuk Slalu dan β untuk Indung. Kata Kunci: Penyajian, Mecanang Gung, Pesta Pernikahan, Suku Kluet
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Nurul Husna; Taat Kurnita; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.479 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek  pada Sanggar Seni Seulaweuet” mengangkat masalah Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi Dan Penyajian Tarian Ratoh Duek  Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif  dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari  Ratoh Duek Pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek  Pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, dan tata rias busana, serta pentas pertunjukan. Secara  keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan tarian Aceh di kancah Nasional dan sebagai sarana hiburan serta sarana pertunjukan untuk dapat dipertontonkan pada suatu acara atau pentas seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial  dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian, tarian Ratoh Duek
BENTUK PENYAJIAN TARI ZAPIN PEKAJANG DI SANGGAR BUANA KOTA BANDA ACEH Dara Ananda Suraya Tiba; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.085 KB)

Abstract

penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di Sanggar Buana Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian tari Zapin Pekajang di sanggar buana Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan pelatih sanggar buana. Objek dalam penelitian ini adalah tari Zapin Pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Zapin Pekajang termasuk ke dalam tari tradisional dari Johor, Malaysia. Penggunaan unsur gerak pada tarian ini tidak terlalu banyak, tarian ini cenderung menggunakan pola lantai yang beragam. Tari Zapin Pekajang ini berasal dari salah satu kampung yang berada di Johor. Tarian ini menceritakan bagaimana perjalanan pemuda-pemudi yang ingin mendapatkan pasangan hidup mereka. Tari ini memiliki 3 ragam gerak, yaitu ragam gerak Dua, Tiga dan lima. Di dalam ragam gerak terdapat pembatas antara ragam gerak satu dengan ragam gerak lainnya yang disebut dengan kopak. Tari ini memiliki 20 pola lantai dan 8 orang penari diantaranya 4 penari pria dan 4 penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari Zapin Pekajang adalah busana adat Melayu seperti celana hitam, baju Melayu lengan panjang dan songket. Bentuk sanggul yang digunakan sama seperti sanggul Aceh pada umumnya dengan perlengkapan hiasan kepala berupa mahkota dan bunga. Properti yang digunakan adalah bunga telur. Tarian ini tidak menggunakan musik langsung, melainkan audio. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian zapin ini adalah gambus, rebana, gendang dan marwas. Kata kunci: Bentuk penyajian, tari Zapin Pekajang   
KAJIAN KOREOGRAFI TARI CANGKLAK DI SANGGAR RAMPOE KOTA BANDA ACEH Aida Humaira; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.259 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Rampoe, ketua sanggar Rampoe, penari dan pemusik sanggar Rampoe. Objek dalam penelitian ini adalah tari Cangklak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Cangklak termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Cangklak ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi dan evaluasi gerak, menentukan musik pengiring tari dan merancang tata busana dan tata rias tari. Tema tari Cangklak ini diambil dari bahasa Aceh yang artinya centil. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan melihat kebiasaan sehari-hari wanita Aceh yang dikaitkan dengan beberapa properti yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seorang wanita, seperti payung, kipas, gelang kaki dan sapu tangan serta improvisasi gerak dilakukan secara spontan dan gerak yang belum biasa dilakukan oleh wanita dalam penggunaan properti tersebut. Setelah eksplorasi dan improvisasi gerak dilakukan, maka gerak yang telah didapatkan akan dievaluasi jika ada gerak yang dirasa tidak nyaman akan diganti atau dibuang jika dirasa gerakan tersebut tidak cocok. Tata busana yang dikenakan telah disesuaikan dengan tema tarian oleh koreografer tari yaitu memakai pakaian Aceh serta dilengkapi dengan berbagai accesoris yang menunjang tari agar sesuai dengan tema. Tata rias yang digunakan adala tata rias cantik sesuai dengan tema penggambaran pesona wanita Aceh.Kata Kunci: koreografi, tari Cangklak
MOTIF RAGAM HIAS KUPIAH ACEH T.Ikkin Nurmuttaqin; Ismawan Ismawan; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.287 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini berjudul “Motif Ragam Hias Kupiah Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apa saja macam-macam jenis kupiah Aceh dan motif ragam hias yang terdapat pada kupiah Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan macam-macam jenis kupiah Aceh dan mendeskripsikan motif ragam hias yang terdapat pada kupiah Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam-macam jenis kupiah Aceh terdapat pada koleksi Museum Aceh adalah kupiah Puteh, kupiah Teureuboih, kupiah Ija Tjam, kupiah Gayo Lues, kupiah Aceh Tengah-Bener Meriah, kupiah Beludru Hitam dan kupiah Beludru Motif Aceh). Motif-motif yang ada pada kupiah Aceh tersebut adalah sebagai berikut: Motif Bungong Kundo, Motif Bungong Renue Leue, , Motif Bungong Sise Meuriah, Motif Bungong Johang, Motif Bungong Pucuk Rebung, Motif Buah Delima dan Awan, Motif Putekh Tali, Motif Gelombang, Motif Cecengkuk Anak, Motif Lempang Ketang, Motif Emun Berangkat, Motif Tei Kukor, Motif Putar Tali, Motif Bintang dan Motif Gesek. Kata Kunci: motif ragam hias kupiah Aceh, motif Aceh

Page 6 of 24 | Total Record : 232