cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
DESKRIPSI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SD NEGERI 40 BANDA ACEHDESKRIPSI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SD NEGERI 40 BANDA ACEH zulhandayani. Zulhandayani; Mahmud. Mahmud; Bukhari. Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

 Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Rendahnya mutu pendidikan pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor kompetensi guru. Penelitian ini mengangkat masalah “Bagaimana Kompetensi Pedagogik Guru di SD Negeri 40 Banda Aceh?”.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 40 Banda Aceh.            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 40 Banda Aceh dengan subjek sebanyak 9 orang guru kelas.            Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara.Untuk mengolah data menggunakan rumus deskriptif persentase dan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasanya seluruh guru kelas di SD Negeri 40 Banda Aceh hampir semuanya sudah terlihat dalam melaksanakan kompetensi pedagogik guru. Guru kelas memiliki kompentesi pada aspek kemampuan mengelola pembelajaran, pemahaman terhadap peserta didik, prinsip pengembangan kurikulum/ silabus (mencantumkan pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran), perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan potensi peserta didik. Kata Kunci: Kompetensi pedagogic
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KONJUNGSI DALAM WACANA DESKRIPSI SISWA KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH Rahmi Arianti; Adnan. Adnan.; M. Yamin. M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.123 KB)

Abstract

Pengajaran konjungsi diperlukan oleh siswa guna memperluas cara berpikir dan mempertajam pemahaman terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berjudul “kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh? Secara khusus penelitian ini bertujun untuk mengetahui kemampuan menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa, penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling karena populasinya kurang dari 100 yaitu sampelnya 32 siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan instrumen tes. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh dalam menggunakan konjungsi wacana deskripsi adalah 72,12. Berdasarkan kategori nilai yang menjadi acuan penelitian ini, nilai rata-rata 72,12 termasuk ke dalam kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh dalam menggunakan konjungsi dalam wacana deskripsi pada pembelajaran bahasa Indonesia memiliki tingkat kemampuan yang baik. 
UPAYA GURU DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 22 BANDA ACEH Rafika. rafika; Israwati. israwati; Bakhtiar. Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks kemandirian belajar siswa, salah satu upaya guru adalah menumbuhkan kemandirian. Penelitian ini berupaya mengungkapkan upaya guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa di SD Negeri 22 Banda Aceh. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa di SD Negeri 22 Banda Aceh dan   kemandirian belajar siswa di SD Negeri 22 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Teknik observasi dilakukan kepada siswa untuk melihat kemandirian belajar siswa di kelas tinggi yang berjumlah 18 siswa yang dipilih secara random dan teknik wawancara dilakukan kepada 9 orang guru kelas yang mengajar di kelas tinggi. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase.Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama guru menggunakan multi metode dalam mengajar. Kedua guru menumbuhkan rasa senang dalam belajar yaitu sambil bermain, memberi pujian dan memberi hadiah. Ketiga guru memanfaatkan sumber belajar dengan memanfaatkan lingkungan, internet, dan alat peraga yang ada disekolah. Keempat guru memberi motivasi belajar dalam bentuk ceramah, cerita dan tanya jawab.Simpulan penelitian ini adalah guru di SD Negeri 22 Banda Aceh telah maksimal dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa yang dilakukan dalam memotivasi dan membuat perencanaan mata pelajaran. Disamping itu siswa di SD Negeri 22 Banda Aceh termasuk kategori baik dalam kemandirian belajar. Kata Kunci: Upaya guru, menumbuhkan, kemandirian belajar siswa 
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LESSON STUDY DI KELAS V SD NEGERI LAMPAGEN ACEH BESAR fauziah. fauziah; intan safiah; syarifah habibah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks interaksi proses belajar mengajar siswa kurang termotivasi. Penelitian ini mengungkapkan upaya peningkatan motivasi belajar siswa, dan aktivitas belajar siswa, kemampuan guru dalam memberikan motivasi belajar dan juga respon belajar siswa melalui lesson study di kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, mengetahui aktivitas belajar siswa, kemampuan guru dalam memberikan motivasi belajar, dan juga mengetahui respon belajar siswa melalui lesson studydi kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar sebanyak 15 siswa.Pelaksanaan lesson study dimulai dari tanggal 24 September sampai 11 Oktober 2016.Jenis penelitian ini Deskritif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan angket respon siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan statistik sederhana untuk melihat atau mencari nilai rata-rata jawaban responden.Berdasarkan hasil penelitian, data motivasi belajar siswa memperoleh nilai rata-rata pada pertemuan pertama 3,31. Kedua 3,73. Dan ketiga 3,81. Analisis nilai rata-rata sudah ada peningkatan motivasi belajar siswa pada tiap pertemuan. Data aktifitas siswa pada pertemuan pertama memperoleh nilai rata-rata 3,28. Kedua 3,71 dan ketiga 3,8. Siswa sudah termotivasi dan aktif dalam belajar mengajar. Hasil kemampuan guru  pertemuan pertama memperoleh nilai rata-rata 3,15. Kedua 3,55 dan ketiga 3,77. Respon siswa memperoleh nilai persentase sebanyak 84,63 dan siswa sudah termotivasi.Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V SD Negeri Lampageu Aceh Besar sangat antusias dan senang dengan kegiatan pembelajaran melalui lesson study yang telah dilakukan. Kata kunci: Motivasi Belajar, Lesson Study 
PERAN GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Ryan Tusturi; Mahmud HR; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.979 KB)

Abstract

 Peneltian ini bejudul “ Peran pendidik Mengatasi Kesulitan Belajar peserta di SD Negeri 10Banda Aceh. Rumusan masalah penelitian ini yaitu Apa saja bentuk kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh, dan Bagaimanakah langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh. Penelitianini bermaksud Untuk mengambarkan jenis-jenis kesulitan belajar siswa di SD Negeri 10Banda Aceh, agar mengerti langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta di SD Negeri 10Banda Aceh.Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah enam orang guru kelas. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Siswa di SD Negeri 10 Banda Aceh mengalami berbagai kesulitan dalam belajar seperti sulit berkonsentrasi atau terfokus pada materi yang diajarkan, sulit menyampikan ide dan pendapatnya kepada orang lain, sulit berkomunikasi dengan baik, sulit menyelesaikan soal-soal yang sulit dimana siswa harus berpikir kritis dan sulit menyusun kata-kata dan kalimat secara sistematis dan menarik. Guru melakukan langkah-langkah untuk membasmi kerumitan belajar siswa, yaitu mengasihkan panduan dan perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, menggunakan media pembelajaran, memberikan tugas dan latihan agar siswa mau belajar secara mandiri, mengarahkan siswa belajar dalam kelompok, menggunakan model pembelajaran yang menarik dan memberikan penghargaan kepada siswa sehingga siswa merasa senang dan termotivasi dalam belajar. Guru juga mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari di sekitar siswa agar siswa mudah memahami konsep yang diajarkan. 
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWAANGKATAN 2013 PROGRAM STUDI PGSD FKIP UNSYIAH BERDASARKAN LATAR BELAKANG JURUSAN DI SMA Cut Nur Ramadani; M. Nasir Yusuf M. Nasir Yusuf.; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Mahasiswa PGSD FKIP Unsyiah terdiri atas lulusan IPA dan IPS di SMA. Perbedaan ini diperkirakan akan mempengaruhi IPK pada mahasiswanya. IPK yaitu perhitungan indeks prestasi yang di gabungkan setiap matakuliah yang dicapai hingga semester tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar seluruh mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang Jurusan IPA dan IPS di SMA. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbandingan prestasi belajar mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang jurusan IPA dan IPS di SMA.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 76 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa IPK mahasiswa dengan latar belakang jurusan di SMA. mengolah file dengan rumus uji perbedaan.Berdasarkan keputusan pengolahan file dan pengujian terhadap hipotesis, maka diperoleh thitung = 4,34 dan t tabel dengan tahap signifikan α = 0,05 dan dk = 74 yaitu 1,992.Dengan demikian, hal tersebut diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel, jadi H0 tidak diterima dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa angkatan 13 prodi PGSD FKIP Unsyiah berdasarkan latar belakang jurusan IPA dan IPS di SMA. Jadi, mahasiswa yang berasal dari jurusan IPA memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan
KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK CERITA PENDEK SISWA KELAS V SD NEGERI 16 BANDA ACEH Ricky Pratama; Bukhari Bukhari.; Mahmud Mahmud.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Salah satu materi pembelajaran di kelas V SD adalah mngientifikasi unsur intrinsik cerita pendek, Penelitian ini berupaya untuk melihat kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerita Pendek Siswa Kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh.Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek di kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek pada kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 63 orang.sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes objektif yaitu berupa 20 soal objektif yang dibagikan kepada siswa.pengolahan data menggunakan teknik statistik deskriptif persentase P= x 100%. Berdasarkan hasil penelitian  ini dapat dikemukakan sebagai berikut, nilai rata-rata kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek siswa kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh adalah 86. Siswa secara klasikal telah menguasai unsur-unsur intrinsik kecuali unsur sudut pandang, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan mengenai sudut pandang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek siswa kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh termasuk dalam kategori baik.Namun tetap saja siswa perlu memperbanyak latihan membaca dengan sering melakukan kunjungan ke perpustakaan sekolah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI GUGUS 25 SDN 2 MATA IE ACEH BESAR Nurol Aprilina; Tati Fauziah; M. Husin Affan M. Husin Affan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.901 KB)

Abstract

Pendidikan karakter cinta tanah air harus diimplementasikan sejak kecil, salah satunya melalui lembaga pendidikan. Penelitian ini untuk melihat dan mengungkapkan upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan nilai-nilai cinta tanah air di sekolah saat pembelajaran IPS berlangsung. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana pengimplementasian pendidikan karakter cinta tanah air melalui pembelajaran IPS di Gugus 25 SDN 2 Mata Ie Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 6 orang guru kelas yang mengajar pelajaran IPS, tiga guru kelas IV dan tiga guru kelas V dari 3 sekolah yang telah dipilih secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi, data wawancara dan observasi diolah dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan di Gugus 25 SDN 2 Mata Ie Aceh Besar adalah dalam mengiplementasikan pendidikan karakter cinta tanah air upaya yang dilakukan guru yaitu dengan mengembangkan nilai cinta tanah air yang terdapat pada materi pelajaran IPS, guru juga mengimplementasikan karakter cinta tanah air melalui pengembangan diri seperti sikap spontan yang guru lakukan menegur, memberi sanksi dan memberi arahan kepada peserta didik yang menyimpang dari karakter cinta tanah air bermaksud untuk membimbing kembali peserta didik agar mempunyai nilai-nilai cinta tanah air pada dirinya, guru juga memberi pujian kepada peserta didik yang menjalankan nilai-nilai cinta tanah air dengan baik, dalam menerapkan pendidikan karakter cinta tanah air guru juga memberi keteladanan seperti menggunakan bahasa Indonesia, menaati peraturan sekolah, menggunakan batik dan membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk memelihara dan melindungi alam Indonesia. Disarankan kepada guru agar lebih maksimal lagi dalam memanfaatkan kondisi di dalam kelas seperti pajangan peta, pahlawan-pahlawan, dan pajangan lambang pancasila untuk menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui pengkondisian ruang kelas.  
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SD NEGERI 2 TEUNOM ACEH JAYA Andi Ikhsan; Sulaiman. Sulaiman.; Ruslan Ruslan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks persoalan sumber belajar, yang dapat dilakukan oleh guru adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebgai sumber belajar.Penelitian ini berupaya mengungkapkan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar di SD Negeri 2 Teunom Aceh Jaya.Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Teunom Aceh Jaya.(2)Kendala guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Teunom Aceh Jaya.(3) Upaya apauntuk mengatasi kendala guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Teunom Aceh Jaya.            Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara.Teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 6 orang guru kelas.Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan.            Simpulan penelitian ini adalah Pemanfaatan lingkungan sekolah dilakukakan agar siswa diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk aktif menggali informasi tentang segala sesuatu yang ada disekitarnya dan kemudian dihubungkan dengan pembelajaran yang ada disekolah.Pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan dan siswa langsung belajar dengan dunia nyata tidak hanya belajar teori-teori dari buku saja.Kendala yang muncul dalam usaha memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, kurangnya perhatian siswa pada saat guru menjelaskan pembelajaran. Ruang lingkup pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar lebih luas sehingga anak-anak tidak fokus  mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugasnya. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan pemanfaatan lingkungan sekolah siswa diharapkan dapat menggali bahan  sebanyak-banyaknya dari lingkungan sekolah.Guru lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumberbelajar dan harus melakukan persiapan dalam melakukan proses pembelajaran, guru harus lebih berperan dalam mengelola kelas, sehingga siswa tidak ada yang membuat kegaduhan. Lingkungan sekolah sangatlah berpengaruh terhadap sebuah proses pembelajaran bagi anak didik, karena bagaimanapun lingkungan sekitar yang sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikandapat memberikan pengalaman kepada siswa 
KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN SISWA KELAS II DI SD NEGERI KILOMETER SEBELAS SUBULUSSALAM Maryanti Maryanti.; Monawati Monawati.; Linda Vitoria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.979 KB)

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalahoperasi hitung penjumlahan siswa kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam, dan apa penyebab ketidakmampuan siswa dalam melakukan operasi hitung penjumlahan kelas II diSD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam. hasil. kesanggupan siswa kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk operasi hitung penjumlahan serta untuk mengetahui penyebab dari ketidakmampuan siswa tersebut ditinjau dari cara guru mengajar.Penelitian ini memakaiancangankualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif.pengkajian ini dilakukandi kelas II SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang siswa. cara penghimpunan data dengan dukunganuji dan observasi. Pertanyaan uji/tes yang berkenaan dari 20pertanyaan dalam bentuk operasi hitung penjumlahan pada bilangan cacah, dengan 5 soal menggunakan teknik bersusun panjang, 5 soal menggunakan teknik bersusun pendek, 5 soal dengan teknik menyimpan, dan 5 soal dengan teknik tanpa menyimpan. Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran guru kelas IIdi SD Negeri Kilometer Sebelas Subulussalam yang meliputi penjelasan guru, keaktifan proses pembelajaran, dan penggunaan alat peraga.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 20 soal tes yang diberikan kepada siswa, 3 orang siswa tergolong sangat mampu dalam menyelesaikan operasi hitung penjumlahan, 7 orang tergolong mampu, 6 orang cukup mampu dan 18 orang tergolong kurang mampu.Datahasil observasi kegiatan guru mengajar menunjukan bahwa guru tidak melakukan tahapan-tahapan belajar mengajar.Seperti guru tidak membericontoh soal yang bervariasi saat metode berlatih mengajar berlangsung.Dari dapatatan deduksicara guru mengajar dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi operasi hitung penjumlahan.

Page 4 of 38 | Total Record : 371