cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
PENERAPAN METODE INQUIRY PADA MATERI ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI KUTA BAK MEE ACEH BESAR Yusmira Yusmira.; Mahmud Mahmud.; Bakhtiar Hasan Bakhtiar Hasan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.861 KB)

Abstract

Materi organisasi pada dasarnya bukanlah materi yang sukar, tetapi menjadi tidak mudah menggunakan metode konvensional, oleh karena itu perlu dicoba dengan menggunakan metode inquiry. Karena metode inquiry memiliki kelebihan penekanan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, memberi ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, sesuai dengan psikologi perkembangan belajar modern, serta melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam menerapkan metode inquiry pada materi organisasi, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar dalam pembelajaran PKN. Pendekatan penelitian ini bersifat Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar pada tanggal 3-17 Januari 2017. Subjek dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Negeri Kuta Bak Mee Aceh Besar yang berjumlah 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan observasi. Pengolahan data dilakukan dengan mendeskripsikan data penelitian dengan menggunakan statistik persentase. Hasil penelitian diketahui bahwa pada aktivitas guru setiap siklus memperlihatkan adanya peningkatan. Siklus I, aktivitas guru sebesar 66,7%, siklus II meningkat menjadi 81,5%, dan siklus III meningkat lagi menjadi 94,4%. Aktivitas siswa setiap siklus memperlihatkan adanya peningkatan. Siklus I sebesar 61,81%, siklus II menjadi 77,59% dan siklus III menjadi 92,97%. Peningkatan hasil belajar siswa secara klasikal siklus I 18,75%, siklus II 56,25%, dan pada siklus III 87,5%. Sedangkan rata-rata nilai materi organisasi siswa juga mengalami peningkatan tiap siklus, yaitu siklus I 61,25, siklus II 75,0 dan pada siklus III 85,6. Dengan melihat hasil pembelajaran dengan penerapan metode inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta menciptakan suasana belajar yang aktif yaitu pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa maka dapat digunakan untuk pembelajaran pada materi yang lain yang dianggap sesuai.
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DENGANPENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS TINGGI GUGUS MANGGA KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Suhartini. Suhartini; Fauzi. fauzi; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Perubahan  kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaharui kurikulum menjadi lebih baik, namun dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, guru masih mengalami kesulitan seperti dalam menerapkan Pendekatan Saintifik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif.Data bersumber pada guru yang mengajar.Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas tinggi yang ada di Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.Pengumpulan Data di lakukan dengan angket, observasi dan wawancara.Data angket diolah dengan deskriptif persentase.Data wawancara dan observasi diolah dengan reduksi, display dan verification.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa dalam menerapkan pendekatan saintifik guru masih mengalami kesulitan dalam menanya sebanyak 33,% dan kesulitan dalam menalar sebanyak 33%.Kesimpulan penelitian ini adalah guru kelas tinggi di Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh masih kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik, khususnya pada langkah menanya dan menalar. Sehingga proses pembelajaran tidak sesuai dengan yang diharapkan. Disarankan untuk para guru agar lebih  banyak lagi menekankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan menanya dan menalar, namun dengan cara yang dapat membuat siswa merasa tertarik, termotivasi, serta berlomba untuk memberikan gagasan/ide (menalar). Kata Kunci :Identifikasi, Kurikulum, Pendekatan Saintifik, Kesulitan Guru
KENDALA GURU DALAM MEMBERIKAN PENILAIAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSESPEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 14 BANDA ACEHKENDALA GURU DALAM MEMBERIKAN PENILAIAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSESPEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 14 BANDA ACEH Yuni Zuhera; Syarifah Habibah Habibah; Mislinawati. Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kendala Guru dalam Memberikan Penilaian terhadap Sikap Siswa dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah cara guru dalam memberikan penilaian terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh? Apakah kesulitan guru dalam memberikan penilaian terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh? Bagaimanakah upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan pemberian nilai terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara guru dalam memberikan penilaian terhadap sikap siswa, kesulitan guru dalam memberikan penilaian terhadap sikap siswa dan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan pemberian nilai terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 6 orang guru dipilih dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan logika induktif, yakni dari khusus ke umum.Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru memberikan penilaian terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh dengan cara mengamati atau melakukan observasi secara langsung terhadap sikap siswa pada saat proses belajar berlangsung. Kesulitan guru dalam memberikan penilaian terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh adalah keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak dalam satu kelas dan sulitnya mengarahkan siswa  untuk  menanamkan sikap yang baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan pemberian nilai terhadap sikap siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh adalah dengan melakukan diskusi dengan orang tua siswa, koordinasi dengan guru lainnya dan juga bertanya dengan siswa lainnya untuk mendapatkan infromasi yang rinci. Kata kunci:    Kendala Guru, Penilaian Sikap
IDENTIFIKASI KECENDERUNGAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS V DI MIN PEUKAN BADA ACEH BESAR Nurul Hijjah; Hajidin Hajidin.; Mahmud HR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.55 KB)

Abstract

Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran berbeda, ada yangcepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Setiap siswa berbeda gaya belajar.Gaya belajar disebut dengan  cara yang mudah dan cepat dalam belajar. Dengan demikian penelitian ini berjudul “Identifikasi Kecenderungan Gaya Belajar Siswa Kelas V Di MIN Peukan Bada Aceh Besar”. Rumusan masalahyaitubagaimanakah kecenderungan gaya belajarsiswa kelas V di MIN Peukan Bada Aceh Besar. Secara khusus tujuan penelitian agar mengerti cenderung gaya belajar siswa kelas V di MIN Peukan Bada Aceh Besar.Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu angket gaya belajar siswa serta wawancara terhadap siswa yang mendapatkan nilai angket sama antara gaya belajar. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V MIN Peukan Bada Aceh Besar tahun ajaran 2016/2017 yaitu 38 laki-laki dan 39 perempuan. Pendekatan iniyaitu kualitatif dan jenisnya bersifat deskriptif. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan cara menghitung skor yang diperoleh siswa, dan menyusun data yang diperoleh tersebut dengan mentabulasikan ke dalam daftar tabel. Penentuan jenis gaya belajar dominan siswa didasarkan pada skor tertinggi dari ketiga aspek gaya belajar.Berdasarkan hasil data, diperoleh bahwa dari 77 siswa, ada52 siswa atau 67,53% cenderung memiliki gaya belajar visual, 14 siswa atau 18,18% cenderung pada gaya belajar auditorial dan11siswa atau 14,29% cenderung kegaya belajar kinestetik. Dari hasil penelitiandisimpulkansetiap siswa kelas V MIN Peukan Bada Aceh Besar tahun ajaran 2016/2017 cenderung memiliki gaya belajar,baik itu visual, auditorial atau pun kinestetik.
KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN KEMBALI CERITA MELALUI BAHASA TULIS SISWA KELAS IV SD NEGERI MUTIARA KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Fazlia Purnama; Adnan Adnan.; M. Yamin M. Yamin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.849 KB)

Abstract

Kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya faktor kurangnya perhatian siswa dalam menyimak, kurangnya minat siswa dalam membaca dan menulis sehingga siswa tidak dapat mengungkapkan cerita dengan bahasa tulis siswa itu sendiri. Dengan rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan. Bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan dengan subjek penelitian berjumlah 16 siswa yaitu 10 laki-laki dan 6 perempuan. Instrumen yang digunakan adalah tes menuliskan kembali cerita. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menentukan persentase dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis berada pada kategori baik dengan persentase 37,5%, sedangkan kemampuan siswa lainnya berada pada kategori cukup dengan persentase 18,75% kategori kurang dengan persentase 25% dan kategori gagal dengan persentase 18,75%. Dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan di SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan yaitu 65, maka dari 16 siswa yang mengikuti tes, 6 siswa mencapai KKM dengan persentase 48%. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,4 yang berada pada kategori kurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan berada pada kategori kurang. 
UPAYA GURU MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR NEGERI UNGGUL LAMPEUNERUT ACEH BESAR Dessy Artika; Tati Fauziah; Adnan Adnan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Dalam konteks motivasi belajar siswa, salah satu upaya guru adalah memberikan motivasi belajar kepada siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan Bagaimana upaya guru dalam memberikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SD Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru memberikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SD Negeri Unggul Lampeunerut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 4 orang guru kelas yang memberikan motivasi belajar di SD Negeri Unggul Lampeunerut Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data observasi dan wawancamra diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang ditelah dilakukan bahwa dalam memberikan motivasi guru masih mengalami kesulitan yaitu pada kesadaran siswa tentang pentingnya motivasi yang diberikan oleh guru. Simpulan penelitian ini adalah guru di SD Unggul Lampeunerut Aceh Besar masih kesulitan dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa. Disarankan untuk para guru sebaiknya memberikan motivasi yang bervariasi dalam belajar mengajar. 
PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 16 BANDA ACEH Aisyah Fitri; Rosma Ely; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.371 KB)

Abstract

Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan khususnya internet adalah salah satu penyebab tidak tercapaianya tujuan pembelajaran yang efektif, hal ini dapat dilihat dari hasil belajar murid yang belum memuaskan.Penelitian ini mengangkat masalah bagaimanakah pengaruh pemanfaatan internet pada hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 16 Banda Aceh.Tujuan dari pengkajian ini yaitu untuk mencari tahu  pengaruh pemanfaatan internet padanilai pelajar di kelas V SD N16 Banda Aceh. Hipotesis penelitian yakni terdapat pengaruh antara pemanfaatan internet terhadap nilai pelajar di kelas V SD N 16 Banda Aceh.Pengkajian ini menggunakan jenis pengkajian kuantitatif. Pengkajian ini dilakukan di kelas V SD N16 Banda Aceh dengan sampel  sebanyak 52 pelajar yang diambil dari 2 kelas, yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol, dan VB sebagai kelas eksperimen . Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis untuk pelajar. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh gambaran bahwa pemanfaatan internet berpengaruh padanilai pelajar kelas V SD N16 Banda Aceh.Hasil pengkajian ini membuktikanadanya pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan internet padanilai pelajar di kelas V SD N16 Banda Aceh. Hal ini terbukti dari hasil analisa uji-t antara pemanfaatan internet terhadap nilai pelajarkelas V SD N16 Banda Acehpada taraf signifikansi (α) = 0,05 maka perolehan nilai uji t hitung 0,33 t tabel 1,68Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan internet terhadap hasil belajar.
HUBUNGAN KECERDASAN SPASIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISWA KELAS 5 SD NEGERI 5 BANDA ACEH Hayatul Mardiah; Monawati Monawati.; Fauzi fauzi.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Mempelajari bangun ruang merupakan salah satu bagian dari geometri dituntut menggunakan kemampuan imajinasi dalam menentukan posisi dan ukuran suatu objek dalam ruang atau disebut juga kecerdasan spasial.Apabila kemampuan spasial siswa rendah maka hasil belajar bangun ruang siswa akan rendah pula, begitupun sebaliknya, jika kemampuan spasial siswa tinggi, maka hasil belajar bangun ruang siswa akan tinggi pula.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada hubunganantara kecerdasan spasial  dengan hasil belajar matematika bangun ruang  siswa kelas Vb SD Negeri 5 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian asosiatif.Dalam penelitian ini sampel berjumlah 36 siswa,penelitian ini menggunakan teknikSamplingPurposiveatausampel yang yang diambil karena beberapa alasan.Pengumpulan data yang digunakan yaitu angketdantes.Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji statistik korelasi productmoment.Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik korelasi productmoment, tingkat kecerdasan spasial siswa berada pada kategori sedang yaitu berada diantara 58,36-76,98 dengan rata-rata 67,67 atau sebesar 63%.Sedangkan pada tes matematika berada pada kategori tuntas  sebesar 86,11%.Dengan ditunjukkan  rxy = 0,775, rhitunglebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi 5% (0,775 0,329),maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spasial terhadap hasil belajar matematika materi bangun ruang siswa kelas Vb SD Negeri 5 Banda Aceh.
PERILAKU BULLYING YANG TERJADI DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR nadia dewi; hasmiana hasmiana.; Mahmud mahmud HR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.863 KB)

Abstract

Dalam konteks persoalan perilaku bullying, salah satu perilaku yang menggunakan kekerasan terhadap siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan perilaku apa saja yang terjadi di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar, secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying yang terjadi SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan  kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari hasil observasi (pengamatan), selain itu didukung dengan teknik angket, sedangkan sumber data adalah siswa kelas IV dan V SD Negeri Unggul Lampeunerut Aceh Besar yang berjumlah 25 siswa yang diambil secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik berupa observasi dan angket, dalam penelitian ini hasil diperoleh dari pengedaran angket yang berjumlah 40 pertanyaan yang akan dibagikan kepada siswa. 20 soal ditagorikan dalam bullying fisik dan 20 ditegorikan dalam bullying non-fisik.Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, adanya perilaku bullying yang terjadi di kelas IV dan V. kedua, siswa yang mengalami bullying fisik 4% dari 25 siswa menjawab selalu mengalami kejadian bullying, 12% menjawab sering, 47% siswa menjawab kadang-kadang, dan 37% menjawab tidak pernah, serta pada bullying non-fisik menjawab 3% selalu, 12% sering, 36% kadang-kadang, dan 49% dari 25 siswa menjawab tidak pernah mengalami kejadian bullying non-fisik.Kesimpulan penelitian ini adalah lebih dari 50% pernah mengalami kejadian bullying fisik di sekolah, dan hanya 37% dari 25 siswa yang menjawab tidak pernah mengalami kejadian bullying fisik, serta yang mengalami kejadian bullying non-fisik pada mereka, dapat dilihat dari hasil penlelitian ini yang menunjukkan 49% dari 25 siswa tidak pernah mengalami tindakan bullying non-fisik di sekolah, serta lebih dari 50% dari mereka pernah mengalami tindakan bullying non-fisik. Kata Kunci : Perilaku bullying, bentuk-bentuk bullying   
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN INTENSI MENCONTEK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 16 BANDA ACEH Nurul Fadhilah; Ruslan Ruslan.; Sudirman z.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.975 KB)

Abstract

Konsep diri pada setiap orang tidak sama. Konsep diri berperan penting dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan ke depannya. Konsep diri seorang siswa merupakan gambaran dan penilaian terhadap diri siswa yang memegang peranan terhadap keinginan di masa yang akan datang. Konsep diri siswa meliputi cara pandang siswa terhadap keyakinan atas dirinya sendiri dalam usahanya meraih prestasi. Penelitian ini mengangkat masalah adakah hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek pada siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 395 siswa. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh 195 siswa untuk menjadi sampel penelitan.Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji hipotesis korelasi product moment pearson dengan bantuan komputer SPSS versi 22.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek yang signifikan. Berdasarkan jawaban angket/kuesioner, maka hasil yang diperoleh yaitu antara variabel konsep diri dengan intensi mencontek memiliki hubungan sebesar -0,180 dengan nilai signifikansi sebesar 0,012. Dari penelitian ini dapat dikemukakan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan intensi mencontek siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Banda Aceh (Ha) diterima.

Page 5 of 38 | Total Record : 371