cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2016): November 2016" : 23 Documents clear
Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) Pada Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda Taufiq Taufiq; Firdus Firdus; Iko Imelda Arisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.853 KB)

Abstract

The objective of this research was to determine the effect of life feeds on the growth performance of pomfret (Colossoa macropomum)  larvae. Five life feed i.e. Pomacea canaliculata, Mysis relicta, Tubifex sp, Culex sp., and Daphnia sp. Were tested in this study. The research was conducted at the Laboratory of Aquatic, Veterinarary Faculty, Syiah Kuala University from April to May 2015. The completely randomized design wwith five treatments and four replications were used. The results showed that the life feeds has not gave the significant effect on the growth performance and the survival rate of C. macropomum juvenile. However, the higher growth and survival rates were found at fish fed on silk worm.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami, Pomacea canaliculata, Mysis relicta, Tubifex sp, Culex sp, dan Daphnia sp terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Aquatik, Fakultas Kedokteran hewan Universitas Syiah Kuala, pada tanggal 15 April hingga 16 Mei 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari Pomacea canaliculata (A), Mysis relicta (B), Tubifex sp. (C), Culex sp (D). dan Daphnia sp. (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan alami yang berbeda tidak berpegaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bawal air tawar (C. macropomum). Namun demikian, pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik ditemukan pada pemberian cacing sutra
Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Pemanfaatan Pakan Ikan Gabus (Channa Striata) Pada Pemberian Pakan Dengan Konsentrasi Enzim Papain Yang Berbeda Rinaldy Maulidin; Zainal A. Muchlisin; Abdullah A. Muhammadar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.928 KB)

Abstract

The objective of the present study was to determine the optimum dosage of papain enzyme for snakehead fish (Channa striata). The study was done at the laboratory of veterinary medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University from January to March 2016. The complete random design method was utilized in this study and seven levels of papain dosages were tested in this study namely; 0.0%/kg, 0.5%/kg, 1.0%/kg, 1.5%/kg, 2.0%/kg, 2.5%/kg, dan 3.0%/kg of feed.  The experimental fish were fed on an experimental diet two times a day on 8 AM and 5 PM at feeding level at 5% body weight for 70 days. The results showed that the absolute growth rate of the weight gain ranged between 1.50 g and 3.24 g, daily growth rate between 0.02 g per day to 0.04 g per day, the specific growth rate ranged from 1.75% per day to 2.42% per day, survival rate reached 100%, feed conversion ratio ranged from 1.93 to 2.39, feed efficiency ranged between 41.96% and 51.67%, protein retention ranged between 15.14% and 30.72% and protein digestion ranged from 47.51% to 84.62%. The Anova test showed that enzyme papain gave the significant effect on the absolute weight gain, daily growth rate, specific growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency, protein retention, and protein digestion (P0.05), but did not give the significant effect on survival rate (P0.05). Therefore, it is concluded that the optimum lead level of papain in the diet of snakehead fish is 3.0 %/kg of feed.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis enzim papain yang optimal dalam pakan buatan, terhadap tingkat pemanfaatan protein dalam pakan dan laju pertumbuhan ikan gabus (Channa striata). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Akuatik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala pada bulan Januari sampai Maret 2016. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji perbedaan dosis enzim papain; 0,0%/kg, 0,5%/kg, 1,0%/kg, 1,5%/kg, 2,0%/kg, 2,5%/kg, dan 3,0%/kg. Pakan diberikan 2 kali sehari 5% dari bobot tubuh (08.00 dan 17.00 WIB) selama 70 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa enzim papain berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein dan ketercernaan protein (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan gabus (P0,05). Hasil penelitian diperoleh nilai pertumbuhan bobot mutlak berkisar antara 1,50 g – 3,24 g, laju pertumbuhan harian berkisar antara 0,02 g perhari – 0,04 g perhari, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,75 % perhari – 2,42 % perhari, tingkat kelangsungan hidup 100%, rasio konversi pakan berkisar antara 1,93 – 2,39, efisiensi pakan berkisar antara 41,96 % - 51,67 %, retensi protein berkisar antara 15,14 % - 30,72 % dan ketercernaan protein berkisar antara 47,51 % - 84,62 %. Oleh karena itu dapat disimpulkan dosis enzim papain yang terbaik untuk ikan gabus adalah 3,0%/kg pakan.  
KAJIAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI KUALA TUHA KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Wanidar Wanidar; M. Ali Sarong; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.576 KB)

Abstract

A study of macrozobenthos comunity structure in Kuala Tuha river of Kuala Pesisir subdistrict Nagan Raya was conducted in November 2015 and Mei 2016. The purpose of this study was to determine comunity structure macrozobenthos including the spesies composition and subtrate texture, density, frequency of attendence and diversity. The method used in determining the station were purposive sampling method. In every station determined by six plot three in left river and three in right river, the data analysis of spesies composition were used percentage’s formula, density was used by density formula, frequency of attendance by frequency attendance formula and diversity by diversity index formula. The result  in November 2015 showed that (1) spesies composition it was found 4 mollusca 1 spesies of bivalves 2 spesies gastropods and 1 spesies malacostraca (2) The density ranged from 375 ind/m2- 875 ind/m2 (3) The frequency of attendance  ranged from 33.24%-55% (4) Diversity ranged from 1.46-1.53 (5) and  substrate texture in location research is sandy clay, dust and dusty clay. In may 2016 the showed that (1) spesies composition it was found 8  mollusca, 6 spesies gastropods, 1 spesies bivalves, 1 spesies malacostraca (2) The density ranged from 34 ind/m2-51 ind/m2, (3) Diversity ranged from 2.60-2.78 (4) and frequency of attendance of all three stasions is 100%. The conclusion obtained were: (1) The type of gastropode in may 2016  was higher than November 2015 (2) The density in May 2016 was higher November 2015 (3) Frequency of attendance in  May 2016 often,  while the frequency of attendance in November 2015 rarely (4)  The diversty in November 2015 was low while in May 2016 was moderate.  Penelitian tentang Kajian Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Sungai Kuala Tuha Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya telah dilakukan pada bulan November 2015 dan Mei 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi komposisi jenis dan tipe substrat, kepadatan, frekuensi kehadiran dan keanekaragaman. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan  metode purposive sampling.  Pada setiap stasiun ditentukan plot sebanyak 6 plot, 3 di sisi kiri sungai dan 3 sisi kanan sungai. Analisa data tentang komposisi jenis dihitung dengan menggunakan rumus komposisi jenis, kepadatan dengan rumus kepadatan, frekuensi kehadiran dengan rumus frekuensi kehadiran dan keanekaragaman dengan rumus  indek keanekaragaman. Hasil penelitian bulan November 2015 menunjukkan (1) komposisi jenis ditemukan 4 spesies moluska terdiri dari, 1 spesies Bivalvia, 2 spesies Gastropoda dan 1 spesies malacostraca (2) Kepadatan berkisar 375 ind/m2-875 ind/m2, (3) Frekuensi kehadiran berkisar 33,24%-55,25%,(4) Keanekaragaman berkisar 1,46-1,53 (5) Tekstur substrat di lokasi penelitian adalah lempung pasir, debu dan lempung berdebu. Pada bulan Mei 2016  menunujukkan (1) komposisi jenis ditemukan 6 spesies moluska 6 spesies Gastropoda 1 spesies Bivalvia dan 1 spesies Malacostraca, (2) Kepadatan berkisar 34 ind/m2-51 ind/m2,(3) Keanekaragaman berkisar 2,60-2,78 (4) Frekuensi kehadiran dari ketiga stasiun adalah 100%. Kesimpulan adalah (1) Komposisi jenis Gastropoda bulan Mei 2016 lebih tinggi dari bulan November 2015, (2) Kepadatan bulan Mei 2016 lebih tinggi dibandingkan November 2015, (3) Frekuensi kehadiran bulan Mei sering  pada bulan November 2015 jarang, (4)  keanekaragaman November 2015  rendah, sedangkan pada bulan Mei 2016  sedang.
Keanekaragaman Dan Dominansi Plankton Di Estuari Kuala Rigaih Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya Rahmatullah Rahmatullah; M. Sarong Ali; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.112 KB)

Abstract

The objective of this research was to figure out the diversity and dominance index of plankton in the waters of Kuala Rigaih, Aceh Jaya District. Samples were collected on October 2015 from three stations, namely upstream, estuary and downstream of the river. Sampling was conducted randomly with three repetitions, then samples were analyzed at the Laboratory of Marine Biology, Marine and Fisheries Faculty, Syiah Kuala University. The result showed that the diversity value in the waters of Kuala Rigaih ranged from 1.41 to 1.87 with the dominance value ranged from 1.41 to 0.28. This indicated that the diversity of plankton in the waters of Kuala Rigaih was cathegorized as moderate and there wasn’t the plankton spesies that dominated in the area Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan dominansi spesies plankton di perairan Kuala Rigaih, Kabupaten Aceh Jaya. Pengambilan sampel dilaksanakan pada Bulan Oktober 2015, pada 3 stasiun yaitu hulu sungai, muara dan dekat laut (hilir). Pengambilan sampel plankton dilakukan secara acak pada saat pasang sebanyak 3 kali ulangan. Sampel plankton dianalisis di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Unsyiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman (H’) di perairan Kuala Rigaih berkisar 1,41-1,87 dengan indeks dominansi (D) berkisar 0,18-0,28. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman spesies plankton di perairan Kuala Rigaih adalah sedang dan tidak ada spesies plankton yang mendominansi spesies lainnya (dominansi rendah).
PENGARUH MEDIA KULTUR YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA SPIRULINA sp. Fela Astiani; Irma Dewiyanti; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.575 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of the different manures as culture media on the growth and biomass Spirulina sp. This research was conducted from March to May 2016. This research used the one factorial Completely Randomized Design (CRD) as method with four treatments and five replications which is A = 100 g/l of chicken manure, B = 100 g/l of bird manure, C = 100 g/l of buffalo manure and D = 100 g/l of cow manure. The result of Analysis of Varians (ANOVA) showed that the different manures as culture media gave the effect (P0,05) on the growth and biomass of Spirulina sp. The best treatment was obtained at treatment B (chicken manure) with the average of population density was 7,47 x 106 ind/ml and the average of biomass weight was 0,0506 gKeywords : Spirulina sp.; Animal Manures; Growth; Biomass.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu A = kotoran ayam 100 g/l, B = kotoran burung 100 g/l, C = kotoran kerbau 100 g/l dan D = kotoran sapi 100 g/l. Hasil uji Analysis of Varians (ANOVA) menunjukkan bahwa media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B (kotoran burung) dengan rerata kepadatan populasi 7,47x106 ind/ml dan rerata berat biomassa 0,0506 g.Kata kunci: Spirulina sp. : Kotoran Hewan; Pertumbuhan; Biomassa. ABSTRACT The objective of this study was to determine the effect of the different manures as culture media on the growth and biomass Spirulina sp. This research was conducted from March to May 2016. This research used the one factorial Completely Randomized Design (CRD) as method with four treatments and five replications which is A = 100 g/l of chicken manure, B = 100 g/l of bird manure, C = 100 g/l of buffalo manure and D = 100 g/l of cow manure. The result of Analysis of Varians (ANOVA) showed that the different manures as culture media gave the effect (P0,05) on the growth and biomass of Spirulina sp. The best treatment was obtained at treatment B (chicken manure) with the average of population density was 7,47 x 106 ind/ml and the average of biomass weight was 0,0506 gKeywords : Spirulina sp.; Animal Manures; Growth; Biomass. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu A = kotoran ayam 100 g/l, B = kotoran burung 100 g/l, C = kotoran kerbau 100 g/l dan D = kotoran sapi 100 g/l. Hasil uji Analysis of Varians (ANOVA) menunjukkan bahwa media kultur dari jenis kotoran hewan yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan dan biomassa Spirulina sp. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B(kotoran burung) dengan rerata kepadatan populasi 7,47x106 ind/ml dan rerata berat biomassa 0,0506 g.Kata kunci: Spirulina sp. : Kotoran Hewan; Pertumbuhan; Biomassa.
Pengaruh Jumlah Pemberian Pakan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Terhadap Laju Pertumbuhan Rotifera (Brachionus plicatilis) Yusmiati Yusmiati; A. A. Muhammadar; Cut Nanda Defira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.299 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of milkfish (Euthynnus affinis). The research was conducted at Bachish Water Aquaculture Development Center on November, 2015. The research  used the nonfactorial Completely Randomized Design method with fine treatments: control (Nannochloropsis sp.), 2 gram, 4 gram, 6 gram and 8 gram of milkfish fed to rotifers with four repetitions. The result of ANOVA showed that the different mass of milkfish ted to rotifers gave the significant effect (P0.05) on the growth rate of rotifers. The higher growth rate of rotifers (10.08 ind/ml) obtained at 8 gram of milkfish as much of 10.08 ind/mlTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan tongkol (Euthynnus affinis) terhadap pertumbuhan rotifera (Brachionus plicatilis). Penelitian ini dilaksankan di BBAP, Ujung Batee pada bulan November 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. yaitu: kontrol (Nannochloropsis sp), 2 gram, 4 gram, 6 gram dan 8 gram massa ikan tongkol. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian  massa ikan tongkol yang berbeda berpengaruh nyata (P0.05) terhadap pertumbuhan rotifera. Pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan massa 8 gram ikan tongkol yaitu sebesar 10,08 ind/ml
Pengaruh Umur Zigot Pada Saat Kejutan Panas Terhadap Keberhasilan Ginogenesis Ikan Seurukan (Osteochilus Vittatus) Zulhardi Zulhardi; Zainal A. Muchlisin; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.921 KB)

Abstract

The objectives of the present study was to determine the best age of the zygote for gynogenesis of seurukan fish (Osteochilus vittatus) using heat shock treatment. The completely randomized design was utilized in this study. Five levels of zygote age were tested, namely: 3 minutes, 5 minutes, 7 minutes, 9 minutes and 11 minutes after fertilization and one control treatment (without heat shock). The zygotes were shocked at the temperature of 38oC for 60 seconds and every treatment was done at three replications. The ANOVA test showed that the zygote age gave the significant effect on the triploidy level and growth performance of the seurukan fish (P0.05). The highest percentage of the triploid  fish were found at zygote age of 3 minutes, but this value was not different significantly with 5 min, 7 min and 9 min. The highest weight gain  was found at zygote age of 3 minutes, but this value was not different significantly with 5 min, 7 min and 9 min. In addition, the highest of length gain was also recorded at zygote at zygote age of 3 minutes, but this value was not different significantly with 5 minutes of the zygote (P0.05). It is concluded that the best zygote age of the seurukan fish for gynogenesis using heat shock treatment was 3 minutes after fertilization.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umur zigot terbaik untuk proses ginogenesis ikan seurukan (Osteochilus vittatus) dengan menggunakan kejutan suhu panas. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan, masing-masing perlakuan dengan tiga kali ulangan. Kejutan suhu yang diberikan yaitu 38oC dengan lama kejutan 60 detik, dengan perlakuan yaitu: kontrol (tanpa perlakuan kejutan panas), umur zigot 3 menit setelah pembuahan, umur zigot 7 menit setelah pembuahan, umur zigot 9 menit setelah pembuahan dan 11 menit setelah pembuahan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian kejutan suhu panas pada umur zigot yang berbeda berpengaruh nyata terhadap triploidy dan pertumbuhan ikan seurukan (P0,05). Persentase ikan triploid tertinggi dijumpai pada perlakuan 3 menit setelah pembuahan, nilai tidak berbeda nyata dengan perlakuan 5 menit, 7 menit dan 9 menit. Pertambahan bobot tertinggi dijumpai pada umur zigot 3 menit setelah pembuahan, nilai ini tidak berbeda nyata dengan perlakuan 5 menit, 7 menit dan 9 menit. Pertambahan panjang tertinggi dijumpai pada perlakuan 3 menit setelah pembuahan, nilai ini tidak berbeda nyata dengan perlakuan 5 menit (P0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa umur zigot yang berbeda berpengaruh terhadap triploidy, dan umur zigot terbaik adalah 3 menit setelah pembuahan
PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN TUNA MATA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI PERAIRAN LHOKSEUMAWE Imam Shadiqin; Musri Musman; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.535 KB)

Abstract

The study to determine a potential fishing ground of big-eye tuna using satellite images in the Lhokseumawe’s waters was conducted in February until April 2016 at Fish Landing Areas (TPI) located in the Pusong Village, Lhokseumawe City. Methods of data collection used in this study were obtained through the primary and secondary data. Determining the location of the catching by seeing the spread of chlorophyll-a in a processing map of satellite image and conducted the data collection of the catch in the field. Data were analyzed by analysis of chlorophyll-a and temperature, analysis of the relationship between chlorophyll-a, temperature, and the catching crop, the determination of potential areas of  big-eye tuna, and mapping by using Arc Map and Seadas applications.The spread of chlorophyll-a in the waters of Lhokseumawe in February until April ranged between 0.012 mg m-3 to 0.566 mg m-3.The highest temperature in the waters of Lhokseumawe in February by an average was 29°C and the lowest temperature in March with an average temperature was 28°C. The lowest catching of big-eye tuna in February was an amount of 223.4 tons, the highest catching in March was an amount of 513.8 tons, and the catching in April was an amount of  317.5 tons. The potential fishing ground in February was located at coordinates 96°17'30''E–5°14'30''N and the potentialfishing ground was located at coordinates 96°42'30''E–6°24'30''N. In March, the potentialfishing ground was located at coordinates 96°21'30''E–5°43'30''N and the potentialfishing ground was located at coordinates 95°23'30''E–6°33'30''N. The position of potentialfishing groundin April was located at coordinates 96°31'30'' E– 5°43'30'' N. Penelitian penentuan daerah penangkapan potensial ikan tuna mata besar dengan menggunakan citra satelit di perairan Lhokseumawe telah dilakukan pada bulan Februari sampai April 2016 di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang berada di Desa Pusong Kota Lhokseumawe. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan memperoleh data primer (mengikuti langsung operasi penangkapan) dan data sekunder (data dari dinas terkait). Metode analisis data menggunakan analisis klorofil-a dan suhu, hubungan antara klorofil-a, suhu, dan hasil tangkapan, penentuan daerah potensial ikan tuna mata besar, dan pemetaan menggunakan aplikasi Arc map dan Seadas.Penyebaran kandungan klorofil-a di Perairan Lhokseumawe pada bulan Februari sampai April berkisar antara 0,012 mg m-3 sampai 0,566 mg m-3. Suhu di Perairan Lhokseumawe tertinggi pada bulan Februari dengan rata-rata 29°C dan suhu terendah pada bulan Maret dengan suhu rata-rata 28°C. Hasil tangkapan ikan tuna mata besar terendah pada bulan Februari sebesar 223,4 ton, hasil tangkapan tertinggi pada bulan Maret sebesar 513,8 ton, dan hasil tangkapan pada bulan April sebesar 317,5 ton. DPI potensial pada bulan Februari terletak di koordinat 96°17' BT  dan 5°14' LU dan DPI kurang potensial terletak di koordinat 96°42' BT dan 6,01°24' LU. Pada bulan Maret DPI potensial terletak di koordinat96°21' BT dan 5°43' LU dan DPI kurang potensial terletak di koordinat 95°23' BT dan 6°33' LU. Posisi DPI potensial pada bulan April terletak dikoordinat96°31' BT dan 5°43' LU.
Struktur komunitas makrozoobenthos Di estuari kuala rigaih kecamatan setia bakti kabupaten aceh jaya Aris Munandar; M. Sarong Ali; Sofyatuddin Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.775 KB)

Abstract

The objective of this research was to figure out the structure of macrozoobenthos comunities included the diversity, the evenness and the dominance in the estuary of Kuala Rigaih, Aceh Jaya District. This research was conducted from November 2015 to May 2016 using the purpossive sampling method. Samples were collected using quadratic transect of 1x 1 m2 at three stations with three repetitions. It was found 167 of individuals  belong to 10 spesies of macrozoobenthos, class of Gastropods, phylum of mollusca that were distributed at all stations. The diversity index ranged from 3.08 to 3.11 with the everness ranged from 0.91 to 0.94 and the dominance index ranged from 0.13 to 0.14. This indicated that the estuary of Kuala Rigaih had the high diversity, the high evenness of macrozoobenthos and there was no species that dominated in the area.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos meliputi  keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di estuari Kuala Rigaih Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2015 hingga Mei 2016, menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada  3 stasiun  dengan 3 kali pengulangan. Pengambilan data makrozoobenthos dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat 1 m x1 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa di estuari kuala rigaih terdapat 167 individu dari 10 spesies makrozoobenthos dari kelas Gastropoda Filum Mollusca yang tersebar pada ke tiga stasiun pengamatan. Indeks keanekaragaman (H) pada stasiun penelitian berkisar 3,08-3,11 dengan indeks keseragaman (E) berkisar 0,91-0,94 dan indeks dominasi (D) berkisar 0,13-0,14. Hal ini kajian bahwa tingkat keanekaragaman makrozoobenthos di perairan ini tinggi, tingkat keseragaman juga tinggi, dan tidak terdapat spesies dari makrozoobenthos yang mendominasi.
KAJIAN PELAYANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LAMPULO TERHADAP KEPUASAN NELAYAN Muhammad Rizayani; Chaliluddin Chaliluddin; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.068 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Profil dan mekanisme kerja di Unit PelaksanaTeknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lampulo Banda Aceh, 2) Pengaruh dari variabel kualitas pelayanan yang terdiri dari (bukti fisik, jaminan dan kepedulian) terhadap kepuasan nelayan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan wawancara dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling dengan respondennya adalah nelayan. Analisis data menggunakanChi-Squaredengan programSPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 3 variabel yang diuji (bukti fisik, jaminan dan kepedulian), yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nelayan adalah variabel kepedulian dengan nilai variabel kepedulian     p-0,0250,05. Kesimpulannya adalah variabel kepedulian berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nelayan.   This is study was aimed to determine: 1) Profile and working mechanisms in Technical Implementation Unit Area Coastal Fishing Ports Lampulo Banda Aceh, 2) the influence of the variable quality of service consisting of (physical evidence, assurance and concern) to the satisfaction of fishermen. The study was conducted in April 2016. The method used in this study is a survey and interviews with quantitative descriptive analysis. The sampling technique is purposive sampling and fishermen as a key respondent. Data analysis using Chi-Square with SPSS. The result showed that based on 3 variables (physical evidence, assurance and concern), with significantly of fishermen in concern variable with show the value of concern p-0,0250,005. Variable of physical evidence and variable assurance not significantly show of p-0,4190,05, p-0,1940,05. The conclusion has reliability varies significantly influenced satisfaction fishermen.

Page 1 of 3 | Total Record : 23