cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2017): November 2017" : 15 Documents clear
Kelimpahan Biota Penempel yang Terdapat Pada Mangrove di Muara Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Abdul Maulud; Syahrul Purnawan; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.3 KB)

Abstract

Alue Naga estuary area is a mangrove rehabilitation site which provides many attaching biota. This research aims to discover the abundance of attaching biota attached on mangroves in the area of Alue Naga obtain estuary, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. This research was conducted in July 2016, and the method used was purposive sampling. The result of the research show that 17 biota species were found attaching to mangroves. The abundance of attaching biota ranges 0.9-1.56 ind/m², which the highest abundant species was Alectryonella picatul. The mangrove density found ranges 0,25 - 0,5 ind/m², which is a kind from Rhizophora apiculata. The dominant index on studied area on root of stem and leaves are in low category. The conclusion shows that dominant index is low, and there are no dominant species.       Kawasan Muara Alue Naga merupakan kawasan rehabilitasi mangrove dan banyak terdapat biota penempel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan biota penempel yang terdapat pada mangrove di kawasan muara Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelian ini di lakukan pada bulan Juli 2016. Metode yang digunakan purpossive sampling. Hasil penelitian ditemukan 17 spesies biota yang menempel dengan mangrove. Kelimpahan biota penempel berkisar 0,9 – 1,56 ind/m², dengan kelimpahan jenis tertinggi yaitu Alectryonella picatul. Kerapatan mangrove yang di temukan berkisar 0,25 - 0,5 ind/m², dari jenis Rhizophora apiculata. Indeks dominansi pada area penelitian yaitu pada akar batang dan daun berada pada katagori rendah. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa indeks dominansi rendah dan tidak ada spesies yang mendominansi.
Uji Pendahuluan Kitosan Pada Penyimpanan Ikan Layang (Decapterus Macrosoma) Nofra Rizqiyah; Sofyatuddin Karina; Musri Musman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.684 KB)

Abstract

The aimed of the study was to determine the performance of chitosan in inhibiting bacterial growth at different storage time of fish by using TPC method. This research was conducted at Chemical Laboratory of Teacher Training and Education, and Faculty and Milk Processing Laboratory of agricultural faculty of Syiah Kuala University Banda Aceh on February 2015. Observation parameter was bacterial counting by TPC method storability on control, 1%, 1.5%, 2%of chitosan concentrations. The result showed that chitosan was able to inhibit bacterial growth of bacterial colonies Decapterus macrosoma’s meat during 14 days of storage time.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada waktu simpan yang berbeda dengan metode TPC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Laboratorium Pengolahan Susu Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Februari 2015.Parameter pengamatan meliputi perhitungan jumlah bakteri dengan metode TPC danperlakuan konsentrasi kitosan kontrol, 1%, 1,5% dan 2%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan kitosan mampu menghambat pertumbuhan koloni pada daging ikan layang hingga waktu simpan selama 14 hari.
Pengaruh Pemberian Daphnia magna Diperkaya Vitamin C Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Depik (Rasbora tawarensis) Iwan Hasri Ramadhani; Iwan Hasri Karina; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.362 KB)

Abstract

Depik (Rasbora tawarensis) is one of the endemic species from Laut Tawar Lake, Aceh Tengah District. The objective of this study was to determine the effect of Daphnia magna enriched by vitamin C with the different dosage on the survival rate and growth rate of Depik fry. This research consist of fine treatments and three replication, namely: A (control); B (Daphnia magna enriched by 50 mg/L); C (Daphnia magna enriched by 100 mg/L); D (Daphnia magna enriched by 150 mg/L); and E (Daphnia magna enriched by 200 mg/L).  Fish was fed three times a day with ad-libitum method. The result of ANOVA showed that Daphnia magna enriched by the different dosage of vitamin C gave the effect on the survival rate, length growth rate, weight growth rate and specific growth rate of Depik (P0.05). The optimum value for those parameters were obtained at treatment E, where as the length growth rate was 3.38 cm, weight growth rate was 0.51 g, specific growth rate was 5.49 % and survival rate was 96.67 %.       Ikan depik (Rasbora tawarensis) adalah salah satu ikan endemik dan merupakan spesies penting Indonesia yang hanya didapatkan di Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk manganalisa pengaruh pemberian Daphnia magna yang diperkaya vitamin C dengan dosis berbeda terhadap faktor kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan depik. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Balai Benih Ikan Lukup Badak Kabupaten Aceh Tengah pada bulai Maret – April 2017. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A (kontrol); B (Daphnia magna diperkaya vit C 50 mg/L); C (Daphnia magna diperkaya vit C 100 mg/L); D (Daphnia magna diperkaya vit C 150 mg/L); dan E (Daphnia magna diperkaya vit C 200 mg/L). Ikan diberi pakan 3 kali sehari secara ad-libitum. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa Daphnia magna yang diperkaya dengan vitamin C dosis berbeda *berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, serta laju pertumbuhan spesifik benih ikan depik (Rasbora tawarensis) (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi terdapat pada perlakuan E dengan kelangsungan hidup (96,67 %); pertumbuhan panjang mutlak (3,38 cm); pertumbuhan bobot mutlak (0,51 gr); dan laju pertumbuhan spesifik (5,49 %).
Biota Penempel yang Berasosiasi di Kawasan Mangrove Rehabilitasi Pantai Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Padli S. Putra; Irma Dewiyanti; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.833 KB)

Abstract

This research was conducted in March 2017 and the objective of study was to identify the species of epifauna associated in mangrove rehabilitation area at Iboih beach, Sukakarya District Sabang City. The method used was purposive sampling where the research area was divided into 3 stations with three repetitions. The data were collected using 10 m x 10 m square plot at all stations. The results showed that 4 species of epifauna were found, namely: Saccostrea Cucullata, Littorina Scabra, Litorina sp. and Uca sp. The abundance of batching seedlings ranged from 0.31to 12.73 individual/m2, and mangrove densities ranged from 0.20 to 0.12 individual/m2. Chemical and physical factors showed salinity, DO, temperature and pH values were still in normal condition.       Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 dan bertujuan untuk mengetahui jenis biota penempel yang berasosiasi di kawasan mangrove rehabilitasi Pantai Iboih, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dimana kawasan penelitian dibagiatas 3 stasiun, dan setiap stasiu ndilakukan tiga kali pengulangan. Pengambilan data dilakukan menggunakan petak kuadrat dengan ukuran 10 m x 10 m pada semua stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pantai Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang ditemukan 4 spesies biota penempel yaitu: Saccostrea cucullata, Littorina Scabra, Litorinasp.danUcasp. Kelimpahan biota penempel berkisar antara 0,31 sampai dengan 12,73 ind/m2, dan kerapatan mangrove berkisar antara 0,20 sampai dengan 0,12 ind/m2. Faktor Fisika Kimia memperlihatkan nilai salinitas, DO, suhu dan pH masih dalam kondisi normal.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Gastropoda dan Bivalvia di Ekosistem Mangrove Gampong Ie Masen Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie Ikramullah Ikramullah; Muhammad A. Sarong; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.946 KB)

Abstract

This research was conducted in September - October 2016. The purpose of this research was to know the abundance and diversity gastropod and bivalve in mangrove ecosystemGampong Ie Masen Muara Tiga Pidie. The technique sampling used was purposive sampling. The data was collected during the low tide. The samples was taken on three stations with three repetitions. The technique data sampling of gastropod and bivalve was performed by using technique 1 m × 1 m transect quadrate. The data analysis was done by using the formula of abundance and index of diversity. From the data analysis result was found that 13,08ind/m2 gastropod and 12,76 ind/m2 from bivalve. Its abundance ranged from 23,65 – 27,98 ind/m2. The diversity index (H') at each station ranges from 2,57 – 2,95. This result showed that gastropods and bivalves in the mangrove ecosystem Gampong Ie Masen have moderate diversity. The type of mangroves at this research location is Rhizoporastylosa with density 0,09 – 0,19 ind /m2.       Penelitian inidilakukan padabulan September - Oktober2016.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman kelas gastropoda dan kelas bivalvia di ekosistem mangrove Gampong Ie Masen Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada saat air surut. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun dengan tiga kali pengulangan. Pengambilan data sampel gastropoda dan bivalvia dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat 1 m × 1 m. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus kelimpahan dan indeks keanekaragaman. Dari data hasil penelitian diketahui 13,08 ind/m2gastropoda yang ditemukan dan 12,76 ind/m2 daribivalvia. Kelimpahannya berkisar23,65 – 27,98ind/m2. Indeks keanekaragaman (H') pada setiap stasiun berkisar antara2,57 - 2,95. Hal ini menunjukkan bahwa gastropoda dan bivalvia pada ekosistem mangrove Gampong Ie Masen memiliki keanekaragaman yang sedang. Jenis mangrove pada lokasi penelitian ini adalah Rhizoporastylosa dengan kerapatan 0.09 - 0.19ind/m2.
Kepadatan Teritip (Balanus Sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh Nopriandi Mirza; Irma Dewiyanti; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.35 KB)

Abstract

This research was conducted on June 2016 and aim to find out the density of barnacles (Balanus sp.) in Mangrove Rehabilitation Area at Rigaih Settlement of Setia Bakti Sub-district, Aceh Jaya Regency. The method used was purposive sampling, where there were 5 research stations and in each station was done 3 times repetition with a distance of 20 meters. In addition, every station was placed based on the differences in mangrove density characteristics. The calculation of barnacles (Balanus sp.) was conducted when the water was receding by making plots with the method of squared transect plot which placed systematically. For ≥ 10cm diameter of trees category, it was needed 10m x 10m replications (plot) and for the seedling category with diameter 2cm - 10cm, the plots were made smaller with 5m x 5m. While the plot of 1m x 1m was placed in a swath with the size 5m x 5m to calculate the density of barnacles (Balanus sp.). The results of this research showed that the density of barnacles (Balanus sp.) ranged from 19.00 ind/m2 to 42.67 ind/m2. Furthermore, the mangrove density ranged from 0.18 to 0.56 ind/m2 in tree category and in the seedling category ranged from 0.6 to 0.76 ind/m2.       Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui kepadatan teritip (balanus sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya. Adapun penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2016, metode yang digunakan adalah purposive sampling, dimana stasiun penelitian berjumlah 5 stasiun dan pada masing-masing stasiun dilakukan 3 kali pengulangan dengan jarak ulangan 20 meter. Pemilihan stasiun ini berdasarkan perbedaan karakteristik kerapatan mangrove. Selanjutnya penghitungan teritip (Balanus sp.) dilakukan saat air menjelang surut dengan membuat petak contoh (plot) metode plot transek kuadrat yang diletakkan secara sistematik. Pada setiap ulangan diletakkan plot10 m x 10 m untuk pohon berdiameter ≥ 10 cm kemudian pada plot tersebut petak yang lebih kecil dengan ukuran 5 m x 5 muntuk kategori anakan yang berdiameter 2 cm – 10 cm, selanjutnya diletakkanplot yang berukuran 1 m x 1 myang ditempatkan dalam petak ukuran 5 m x 5 m untuk menghitung kepadatan teritip (Balanus sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan rehabilitasi mangrove pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya ditemukan kepadatan teritip (Balanus sp.) berkisar antara 19,00 ind/m2 sampai 42,67 ind/m2. Kerapatan mangrove berkisar antara 0,18ind/m2 sampai 0,56 ind/m2 pada kategori pohon dan pada kategori anakan berkisar antara  0,6 ind/m2 sampai 0,76 ind/m2. Oleh karena itu, semakin tinggi kerapatan mangrove maka semakin tinggi pula nilai kepadatan teritip.
Studi Peranan Pangkalan PSDKP Lampulo Terhadap Upaya Pengawasan dan Pencegahan Illegal Fishingdi Perairan Aceh Cut R. Maulida; Chaliluddin Marwan; Yustom Yustom
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.785 KB)

Abstract

The waters of Aceh borders the Straits of Malacca and the Indian Ocean and have a cluster of large and small islands of about 180 islands make the territorial waters of Aceh as one of the areas that have great potential in the marine and fisheries sector. This makes it possible to illegal fishing practices and threatens the conservation of marine biological resources in Aceh waters. Supervision and prevention Illegal fishing in Aceh waters is done by the Supervision of Marine and Fisheries Resources (PSDKP) Lampulo, which has the role of one is to oversee and prevent the occurrence of Illegal fishing. The purpose of this research is to know the role of PSDKP Base in supervision and prevention of Illegal fishing, Pokmaswas role in supporting the activity of PSDKP Base Lampulo and to know public perception about the role of PSDKP Lampulo base to supervise in Aceh waters. Data collection was done by observation, interview and documentation. The analysis is done qualitatively, then the data is described descriptively. The results showed that Lampulo PSDKP Base has role as Operational Implementation Supervision of marine and fishery resource utilization, implementation of guidance to community group of supervisor (POKMASWAS) Lampulo PSDKP base effort in Operational Implementation Supervision of marine and fishery resource utilization is by installing VMS (Vessel Monitoring System ) Issuance of Operation Letters (SLO), the implementation of patrols of fishing vessels, and verification of fishing vessels. The role of POKMASWAS in supporting the activities of PSDKP base on the supervision and prevention of illegal fishing is to play an active role in the community to monitor all prohibited activities such as catching fish using dangerous fishing gear, fish bombing, use of chemicals that are harmful to aquatic ecosystems, Protected fish, marine pollution such as garbage and sewage, marine and fisheries research conducted on coral reefs that if these activities could damage and endanger the coral reef ecosystem. Public perceptions related to the role of PSDKP Lampulo base on supervision and prevention illegal fishing showed 48.89% of fisherman community stated that the supervision made by PSDKP base has been good in preventing and supervising Illegal fishing. As many as 86.67% of fishermen claim the existence of local POKMASWAS has contributed to the implementation of the task of prevention and supervision illegal fishing.       Perairan Aceh berbatasan dengan Selat Malaka dan Samudera Hindia serta memiliki gugusan pulau besar dan kecil sebanyak sekitar 180 pulau menjadikan wilayah Perairan Aceh sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar disektor kelautan dan perikanan. Hal ini sangat memungkinkan terjadinya praktik penangkapan ikan secara tidak sah (Illegal fishing) dan mengancam kelestarian sumberdaya hayati lautdi Perairan Aceh. Pengawasan dan pencegahan Illegal fishing di Perairan Aceh dilakukan oleh Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, yang memilki peran salah satunya adalah mengawasi dan mencegah terjadinya Illegal fishing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pangkalan PSDKP dalam pengawasan dan pencegahan Illegal fishing, peran Pokmaswas dalam mendukung kegiatan Pangkalan PSDKP Lampulo dan mengetahui persepsi masyarakat tentang peranan Pangkalan PSDKP Lampulo terhadap pengawasan di Perairan Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara kualitatif, selanjutnya data tersebut diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pangkalan PSDKP Lampulo mempunyai peranan sebagai Pelaksanaan Operasional Pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan, pelaksanaan bimbingan kepada kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS) Upaya pangkalan PSDKP Lampulo dalam Pelaksanaan Operasional Pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan adalah dengan melakukan pemasangan VMS (Vessel Monitoring System) penerbitan Surat Laik Operasi (SLO), pelaksanaan patroli kapal perikanan, dan melakukan verifikasi kapal penangkap ikan. Peranan POKMASWAS dalam mendukung kegiatan Pangkalan PSDKP terhadap pengawasan dan pencegahan Illegal fishing adalah ikut berperan aktif dalam masyarakat untuk memantau segala aktivitas yang dilarang seperti melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap yang berbahaya, pengeboman ikan, pengunaan zat kimia yang berbahaya bagi ekosistem perairan, penangkapan terhadap ikan yang dilindungi, pencemaran laut seperti sampah dan limbah, penelitian kelautan dan perikanan yang dilakukan dikawasan terumbu karang yang apabila kegiatan tersebut bisa merusak dan membahayakan ekosistem terumbu karang.Persepsi masyarakat terkait peran Pangkalan PSDKP Lampulo terhadap pengawasan dan pencegahan Illegal fishing menunjukkan 66.67% masyarakat nelayan menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan Pangkalan PSDKP sudah baik dalam hal pencegahan dan pengawasan Illegal fishing. Sebanyak 86.67% nelayan menyatakan keberadaan  POKMASWAS setempat sudah memberikan konstribusi terhadap pelaksanaan tugas pencegahan dan pengawasan Illegal fishing.
Struktur Komunitas Bivalvia di Pesisir Pantai Teluk Nibung Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh Jamnur Syahputra; Sofyatuddin Karina; Chitra Octavina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.356 KB)

Abstract

This study aimed to find out the structure of bivalvia community in Teluk Nibung Coast Coastal. The research was conducted on January, 2017. This study was observed at three stations. Data was collecting using square transect of 1 m2 x 1 m2. The results showed that 12 bivalve species were found: Geloina erosa, Marcia opima, Isognomon ephipium, Saccostrea cucullata, Spidula solida, Donax cunneatus, Attactades striata, Tridacna gigas, Hippopus hippopus, Dosinia elegant, Anadara fultoni, and Atrina vexilum. The Diversity index value (H') ranged from 1.53 to 2.01 indicated a moderate species diversity. The dominance values ranging from 0.29 to 0.36 indicated that no species dominates the area on each station and the evenness index (E) values between the research stations ranged from 0.86 to 0.96 indicated the high uniformity of the species found. Physical-chemical factors showed the value of water quality was in a good condition for bivalvia life.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia di pesisir pantai Teluk Nibung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017. Penelitian ini terdiri atas tiga stasiun pengamatan. Pengambilan data dilakukan menggunakan transek kuadrat 1 m2 x 1 m2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 12 spesies bivalvia yaitu: Geloina erosa, Marcia opima, Isognomon ephipium, Saccostrea cucullata, Spisula solida, Donax cunneatus,  Attactades striata, Tridacna gigas, Hippopus hippopus, Dosinia elegant, Anadara fultoni, dan Atrina vexilum. Nilai indeks Keanekaragaman (H) berkisar antara 1,53-2,01 yang menunjukkan keanekaragaman spesies dengan tingkat sedang. Nilai dominasi berkisar antara 0,29- 0,36 menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi wilayah pada setiap stasiun dan nilai Indeks keseragaman (E) diantara stasiun penelitian berkisar 0,86–0,96 menunjukkan tingginya keseragaman spesies yang ditemukan. Faktor fisika-kimia memperlihatkan lingkungan perairan di lokasi tersebut masih dalam kisaran toleransi yang cukup baik untuk kehidupan bivalvia.
Kelimpahan dan Pola Sebaran Bulu Babi (Echinodea) di Perairan Pulau Klah Kota Sabang Juliawan Juliawan; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.677 KB)

Abstract

The objective of the present study was to evaluate the abundance and distribution pattern of sea urchin (Echinodea) in the water of the island Klah of Sabang city. The research was carried out on January 2017 to February 2017. Survey was done by purposive sampling method. Sea urchin data retrieval using transects square method. A twenty-five meter length of transect line were established in the depth of 2 m. The abundance of sea urchins found on the island of Klah Kota Sabang generally ranged from 0.316 to 1.168 ind / m2 where the highest abundance at station 2 and the lowest abundance at station 3. The research result discovered three types of sea urchin namely Diadema setosum, Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris. The abundance of Diadema setosum ranged 0.24 – 0.932 ind/ m2, Echinometra mathaei ranged 0.012 – 0.104 ind/ m2 and Echinotrix calamaris ranged 0.012 – 0.132 ind/ m2. The distribution pattern of Diadema setosum has clumped distribution and Echinometra mathaei, andEchinotrix calamaris has unifom distribution.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan pola sebaran  bulu babi (Echinodea) di perairan Pulau Klah Kota Sabang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 sampai Februari 2017.Pengamatan dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data bulu babi menggunakan metode transek kuadrat. Panjang transek 25 m2pada kedalaman 2 m secara horizontal. Kelimpahan bulu babi yang ditemukan pada pulau Klah Kota Sabang secara umum memiliki kisaran dari 0,316 – 1,168 ind/m2 dimana kelimpahan tertinggi pada stasiun 2 dan kelimpahan terendah pada stasiun 3. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis bulu babi, yaitu Diadema setosum, Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris. Kelimpahanpada Diadema setosum berkisar0,24 - 0,93 ind/ m2, Echinometra mathaei berkisar 0,012 - 0,104 ind/ m2d anEchinotrix calamari berkisar 0,012 - 0,132 ind/ m2. Pola sebaran Diadema setosum adalah mengelompok dan pola sebaran Echinometra mathaei, dan Echinotrix calamaris adalahseragam.
Analisis Lama Waktu Pembongkaran Ikan Pada Kapal Purse Seine di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Nazarul Akmal; Rizwan Rizwan; Edy Miswar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.826 KB)

Abstract

The queue is a line of waiting customers who require the service of existing systems. The use of time loading and unloading the catch as efficiently as possible to reduce queues and a decrease in the quality of the catch. This research was conducted aiming to find out the system queues that are used, to calculate the length of time a fish against the demolition of the docking ship time efficiency of purse seine and examines the factors which affected it in Lampulo Ocean fishing port for this type of vessel purse seine. The analysis is done using the raw queue formula of double line system one stage and analysis of the level of efficiency of time loading and unloading vessels purse seine. The results showed that the model queue that occurs in Lampulo PPS is (M/M/5): (FCFS/I/I). Value and the waiting time in the queue is 0 hours and number of ships waiting in line does not exist, whereas the waiting time in the system is 1.3, the number of ships that were in the system 1 the ship and the level of efficiency of the loading time of approximately 85.34%-92.14% with loading and unloading efficiency on average 88.08%. There are five free variables that affect the efficiency of loading and unloading time with a value of r = 0.968 and R2 = 96.8%. Thus the difference free variable gives a contribution to the difference of time efficiency of 96.8%.       Antrian merupakan suatu garis tunggu dari pelanggan yang memerlukan pelayanan dari sistem yang ada. Penggunaan waktu bongkar muat hasil tangkapan seefisien mungkin untuk mengurangi antrian dan penurunan mutu hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sistem antrian yang digunakan, menghitung lamanya waktu pembongkaran ikan terhadap efisiensi waktu tambat kapal purse seinedan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhinya di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo untuk jenis kapal purse seine. Analisis dilakukan menggunakan rumus baku antrian dari sistem jalur ganda satu tahapan dan analisis tingkat efisiensi waktu bongkar muat kapal purse seine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model antrian yang terjadi di PPS Lampuloadalah (M/M/5) : (FCFS/I/I). Nilai dan waktu tunggu dalam antrian adalah 0 jam dan jumlah kapal yang mengantri tidak ada, sedangkan waktu tunggu dalam sistem adalah 1,3 jam, jumlah kapal yang berada dalam sistem 1 kapal dan tingkat efisiensi waktu bongkar sekitar 85,34% - 92,14% dengan efisiensi bongkar muat rata-rata 88,08%. Ada lima variabel bebas yang mempengaruhi efisiensi waktu bongkar muat dengan nilai r = 0,968 dan R2= 96,8%. Dengan demikian perbedaan variabel bebas memberikan konstribusi terhadap perbedaan efisiensi waktu sebesar 96,8%.

Page 1 of 2 | Total Record : 15