cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): April 2018" : 10 Documents clear
Identifikasi Fasilitas Fungsional Pelabuhan Perikanan Nusantara Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara Anggi Sutrini; Rizwan Rizwan; Oni Kandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.888 KB)

Abstract

Fishing Port Nusantara (PPN) of Sibolga is a fishing port type B that is becoming a core zone of then Minapolitan region on the west coast of Sumatra. The success of service PPN of Sibolga as seen from the availability, utilization and condition of facilities. The research aims to identify the suitability of facilities functional PPN in Sibolga of North Sumatera Province with functional facilities which have been applied in the Regulation of Minister of Marine and Fishery of Indonesia Number 08 Year 2012 concerning Fishing Port. The analysis was using comparative analysis, analysis of functional facilities consisting of fish auction spot area (TPI), water installation and analysis of level utilization, as well as analysis of the condition of Sibolga PPN functional facility. The results showed that from the categories that have been set in the Regulation of the Minister of Marine and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 08 Year 2012, PPN in Sibolga has 7 of 9 existing categories that is 77,77% of the overall category which means PPN in Sibolga is already quite well in increasing the value of fishing port. Utilization rate of facilities that have reached the optimum generator house and generator machine that is 100%, which has not reached optimum is the place of fish marketing as much as 27%, office building as much as 20,86%, water installation as much as 64,5% and 18,4%, building workshop and warehouse equipment namely TPI amounting to 0%. The facility utilized is a place to repair nets, light beacons, workshops, waste pool (IPAL), fish processing and also fish drying. There are 12 facilities functional conditions are still good, 2 of which were not used and 1townhouse. While the facilities in damage condition lightly totaled 3 facilities which means as much as 20% damaged from 15 functional facilities available.Keywords: Fishing Port Nusantara of Sibolga, Functional Facilities, Utilization Level, Condition       Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga adalah pelabuhan tipe B yang menjadi zona inti kawasan Minapolitan di pantai barat Sumatera. Keberhasilan pelayanan PPN Sibolga dilihat dari ketersediaan, pemanfaatan dan kondisi fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian fasilitas fungsional di PPN Sibolga Provinsi Sumatera Utara dengan fasilitas fungsional yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Nomor 08 Tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Analisis dilakukan menggunakan analisis komparatif, analisis fasilitas fungsional yang terdiri dari luas Tempat Pelelangan Ikan (TPI), instalasi air dan analisis tingkat pemanfaatan, serta analisis kondisi fasilitas fungsional PPN Sibolga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kategori yang telah di tetapkan di Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2012, PPN Sibolga memiliki 7 dari 9 kategori yang ada yaitu 77,77 % dari kategori keseluruhan yang berarti PPN Sibolga sudah cukup baik dalam meningkatkan nilai guna pelabuhan perikanan tersebut. Tingkat pemanfaatan fasilitas yang sudah mencapai optimal adalah rumah genset dan mesin genset yaitu sebesar 100%, yang belum mencapai optimal adalah tempat pemasaran ikan sebanyak 27%, gedung kantor sebanyak 20,86%, instalasi air sebanyak 64,5%, pos penyuluhan sebanyak 18,4%, gedung bengkel dan gudang peralatan TPI yaitu sebesar 0%. Fasilitas yang yang dimanfaatkan adalah tempat perbaikan jaring, rambu suar, workshop, kolam limbah (IPAL), dan tempat pengolahan ikan dan tempat penjemuran ikan. Terdapat 12 fasilitas fungsional yang kondisinya masih baik, 2 diantaranya tidak digunakan dan 1 yang dialih fungsikan. Sedangkan fasilitas yang dalam kondisi rusak ringan berjumlah 3 fasilitas yang berarti sebanyak 20% mengalami kerusakan dari 15 fasilitas fungsional yang ada.Kata Kunci: PPN Sibolga, Fasilitas Fungsional, Tingkat Pemanfaatan, Kondisi
Kajian Kebutuhan Fasilitas Fungsional (Pabrik Es) Terkait Kelancaran Aktivitas Perikanan Tangkap di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u Aceh Selatan Misjar Misjar; Edy Miswar; Chaliluddin Marwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.549 KB)

Abstract

Fishing port is a special port that is designated as an activity area of fishery economic activities, which is equipped with various facilities. One of the various facilities is an ice factory. Itis one of the functional facilities that must exist in every fishing port. Ice is one of the ingredients to preserve fish, the fish must be processed directly so that the quality is maintained. Once the fish is landed it also needs processing or packing in order to distribute to other areas. The aim of this study is to know the ice requirement for the supply of fishing operations, to determine the feasibility of the development of the factory at TPI Sawang Ba’u. This study was conducted at PPI Sawang Ba’u on March 21st – April 19th 2017.The result of the research concludes that the existing of ice factory is not able to fulfill the needs of the catched fishand the process of fish in TPI Sawang Ba'u, the ice needed are 286 sticks per day. Meanwhile, the existing factory is only able to produce 140 sticks per day. Hence, it is necessary to develop or build new ice factory. To build new ice factory, it needs large amount of investment so that the analysis of feasibility should be analized to know the profit and loss of factory. The result of feasibility analysis is NPV 153.725.693 IRR 28,72% B / C Ratio 1,52. Therefore, it can be concluded that the bulding and development of ice factory is proper to be done.Keywords; ice factory, the need of ice, feasibility  Pelabuhan perikanan adalah pelabuhan khusus yang diperuntukkan sebagai kawasan kegiatan aktivitas perikanan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas,  salah satu dari berbagai fasiltas tersebut adalah pabrik es.  Pabrik es merupakan salah satu fasilitas fungsional yang harus ada di setiap pelabuhan perikanan. Es merupakan salah satu bahan untuk mengawetkan ikan, es diperlukan untuk penanganan pasca penangkapan ikan di laut, hasil tangkapan harus dilakukan penanganan langsung agar kualitasnya tetap terjaga. Setelah ikan didaratkan juga perlu dilakukan penanganan atau pengepakan untuk mendistribusikan ikan ke luar daerah. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan es untuk perbekalan operasi panangkapan ikan, dan mengetahui kelayakan usaha pengembangan pabrik es di PPI Sawang Ba’u. Penelitian ini dilakukan di PPI Sawang Ba’u pada 21 Maret - 19 April 2017. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pabrik es yang ada sekarang tidak mampu memenuhi kebutuhan es untuk operasi penangkapan ikan dan penangan hasil tangkapan di tempat pelelangan ikan (TPI), jumlah kebutuhan es per hari 386 batang, sedangkan pabrik es hanya mampu memproduksi 140 batang es setiap hari. Maka perlu dilakukan pengembangan atau pembuatan pabrik es yang baru.Untuk membuat sebuah pabrik es memerlukan investasi yang besar, maka perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui untung atau rugi usaha tersebut. Hasil analisis kelayakan usaha yang didapatkan adalah NPV 153.725.693, IRR 28,72%, B/C Ratio 1.52. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha pembangunan atau pengembangan pabrik es  layak untuk dilakukan.Kata kunci: Pabrik es, kebutuhan es, kelayakan usaha
Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, dan Daya Cerna Ikan Nila Gesit (Oreochromis Niloticus L) yang Diberikan Arang Aktif dalam Pakan dengan Sumber yang Berbeda Arif Muslim; Muhammadar Muhammadar; Firdus Firdus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.569 KB)

Abstract

This study aims to analyze the effect of active charcoal gived in feed for growth, survival and digestibility of tilapia GESIT (Oreochromis niloticus L). This research was conducted at marine aquatic biology laboratory of marine and fishery faculty of syiah kuala university on september-november 2017. The proksimat test of feces were conducted at the development agency of the industrial research and standardization center of banda aceh. The method used in this research is a complete randomized design method with 5 treatment levels with 3 replications. Parameters tested were fish growth, digestibility, feed conversion ratio, and Survival rate. The treatment in this research were treatment A (control), B addition of activated charcoal rice husk, C treatment of mangrove wood, D sawdust treatment, and E treatment coconut shell. Based on the result of ANOVA test indicated that active charcoal giving in feed significantly influence (P0.05) to growth, digestibility and feed conversion,and survival rate. The best treatment with the highest value in this study was B treatment with additional rice husk with average of absolute weight growth ranged from 5.65 to 8.57 g, absolute longevity growth ranged from 3.61 to 5.35 cm, growth rate specifically ranged from 0.80 to 0.97% / day, the daily growth rate ranges from 0.14-0.20%/g, the feed conversion is between 4.43 g and 2.37 g , the survival is 73.33%- 86.66 %, and protein digestibility ranged from 56.51 to 93.46%.Keywords:Activated charcoal,proteindigestibility,growth, Oreochromis nilticus L       Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang aktif dalam pakan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan daya cerna ikan nila GESIT (Oreochromis niloticus L). Penelitian ini berlangsung pada bulan September-November 2017 pemeliharaan ikan dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Uji proksimat terhadap feses ikan dilakukan di Balai riset standardisasi industri banda aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Parameter yang diuji adalah pertumbuhan ikan, daya cerna, konversi pakan, dan kelangsungan hidup. Perlakuan pada penelitian ini yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B arang aktif sekam padi, perlakuan C kayu bakau, perlakuan D serbuk gergaji, dan perlakuan E tempurung kelapa. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian arang aktif dalam pakan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan, daya cerna, konversi pakan, dan kelangsungan hidup. Perlakuan terbaik dengan nilai tertinggi pada penelitian ini adalah perlakuan B dengan tambahan sekam padi dengan rerata pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 5,65 – 8,57 g, pertumbuhan panjang mutlak berkisar 3,61 – 5,35 cm, laju pertumbuhan spesifik berkisar 0,80 – 0,97 %/hari,  Laju pertumbuhan harian berkisar antara 0,14-0,20%/g, konversi pakan berkisar antara 4,43 g dan 2,37 g, kelangsungan hidup berkisar 73,33 – 86,66 %, dan daya cerna protein berkisar 56,51 – 93,46 %.KataKunci: Arang aktif, Nila GESIT, pertumbuhan, daya cerna protein
Distribusi dan Kelimpahan Apogonidae pada Ekosistem Lamun di Teluk Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar Samsul Bahri; Sayyid A. El Rahimi; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.112 KB)

Abstract

Research on the distribution and abundance of fish species Apogon Kiensis, from Apogonidae family, was conducted on September 2017 on seagrassAhmad Rhang Manyang bay, Lamreh, Aceh Besar District. Distribution data collection and abundance using systematic sampling method and belt transect technique. Fish datas collect starts fromat 1 to 5 meter with 3 repetitions. The result of observation Apogonidae family fish distribution showed that the index value of morisita ranged from 0.91 - 1 with the random and uniform category. The results of observation of fish family abundance Apogonidae at every depth of 1 meter to 5 meters ranged between 7 ind / 100 m^2 until 16,67 ind / 100 m^2and known relative abundance ranged between 100%, relative frequency and frequency ranged between 100%.  Based on the results of depth comparison, apogonidae fish abundance along with depth increases the amount of fish is also increasing and fish distribution pattern is randomly caused by the environmental condition is homongent, while fish are uniformly influenced by high natural selectivity so that there is a competition that pushes for the same spatial distribution. This spread may be suspected due to food competition.Keywords: Distribution and abundance of Apogon Kiensis fish, Apogonidae family, Ahmad Rhang Manyang Bay.       Penelitian tentang distribusi dan kelimpahan ikan spesies Apogon Kiensis, Famili Apogonidae telah selesai dilakukan pada tanggal 25 September 2017pada kawasan padang lamun di Perairan Teluk Ahmad Rhang Manyang, Lamreh, Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan data distribusi dan kelimpahan menggunakan metode sistematik sampling serta tehnik metode belt transect. Pengambilan data ikan dilakukan dimulai pada kedalaman 1 sampai 5 meter serta dilakukan 3 kali pengulangan. Hasil pengamatan distribusi ikan famili Apogonidae menunjukan nilai indeks morisita berkisar antara 0,91 - 1 dengan kategori acak dan seragam. Hasil pengamatan kelimpahan ikan famili Apogonidae pada setiap kedalaman 1 meter sampai 5 meter berkisar antara 7 ind/100m2 sampai 16,67 ind/100 m2dan diketahui kelimpahan relatif berkisar antara 100%, frekuensi dan frekuensi relatif berkisar antara 100%. Berdasarkan hasil perbandingan kedalaman, kelimpahan ikan apogonidae seiring pertambahan kedalaman jumlah ikan semakin meningkat dan pola distibusi ikan secara acak disebabkan terjadi kondisi lingkungan bersifat homongen, sedangkan ikan secara seragam dipengaruhi selektifitas alam yang tinggi sehingga timbul kompetisi yang mendorong untuk pembagian ruang hidup yang samapenyebaran ini dapat diduga karena persaingan makanan.Kata Kunci : Distribusi dan kelimpahan ikan Apogon Kiensis, Famili Apogonidae, Teluk Ahmad Rhang Manyang.
Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorat) Fajar Nuansa; Sayyid A. El Rahimi; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.544 KB)

Abstract

This study aims to determine the right type of feed on the growth, efficiency and survival rate of fish seed Marble goby (Oxyeleotris marmorata). This research was conducted in Integrated Laboratory of Marine and Fisheries Faculty of Syiah Kuala University from October to November 2016. The research consist of 4 treatment levels and 5 replications. The treatments were A = (Trash Fish), B = (Sea worm), C = (Silk Worm), D = (Small Shrimp), with 1-2 cm fish sizes stocked in 25 liters jars and fed three times daily as much as 5% of biomass for 30 days. ANOVA test showed that the different live feed effected on weight growth, specific growth rate, feed convertion ratio, feed efficiency and survival rate (P 0.05). The results of this study showed that the highest value of the growth rate was in the treatment C worms with absolute weight (W) = 0.4 gr, absolute length = 2.2 cm, SGR= 5.6%/day, FCR= 3.4, FE= 28.95% and Survival Rate = 100%. While the lowest value was on treatment A with absolute weight (W) = 0.2 gr, absolute length = 2.1 cm, SGR = 4.1%/day, FCR= 4.4, FE= 22.27% and Survival Rate = 91%Keywords : live feed, marble goby, growth       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang tepat terhadap pertumbuhan, efisiensi dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan Dan Perikanan Universitas Syiah Kuala pada bulan Oktober hingga November 2016. Penelitian terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan diberikan adalah berupa A= (Ikan Rucah), B= (Cacing Laut), C= (Cacing Sutra), D= (Udang Rebon), dengan ukuran ikan 1-2 cm yang ditebar di toples berukuran 25 liter dan diberi pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari biomassa selama 30 hari. Berdasarkan uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup (P0,05), Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi pada laju pertumbuhan yakni pada perlakuan C dengan bobot mutlak (W)= 0.4 gr, panjang mutlak = 2.2 cm, SGR= 5.6%/hari, FCR= 3.4%, EP= 28.95% dan kelangsunan hidup= 100%. Sedangkan nilai paling rendah yakni pada perlakuan A dengan bobot mutlak (W)= 0.2 gr, panjang mutlak = 2.1 cm, SGR= 4.1%/hari, FCR= 4.4%, EP= 22.27% dan kelangsungan hidup= 91%Kata kunci : pakan alami, ikan betutu, pertumbuhan
Pengaruh Waktu Lingkar Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse Seine) Terhadap Hasil Tangkapan di Perairan Sawang Ba’u, Aceh Selatan Muhammad Yanis; Chaliluddin Marwan; Edy Miswar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.162 KB)

Abstract

Fish Landing Base (PPI) in Sawang Ba'u Aceh Selatan is one of the fishery ports in South Aceh district. Fishing Landing Base (PPI) Sawang Ba'u was built in 2002 with community self-help and toke-toke local vessels. The influence of ship's time circling hordes of fish in fishing operations is not yet known for certain, on the basis of which this research needs to do to find out how much influence time of the circle to the catch. The purpose of this research is to know the effect of ring ring purse seine time (purse seine) to the catch. This research was conducted for one month from 19 August until 19 september 2017 located in Sawang Ba'u Aceh Selatan the number of samples used in this study as many as three ships with purse seine a size of 800 meters x 35 meters fishing gear, the results of the analysis of the time relationship of the circle to the catch obtained the value of multiple R of 0.88 which means the relationship between the time of the circle with the catch quite closely, so it can be taken the conclusion that the faster the circle the more the catch. The most caught fish species at the time of the study were skipjack (Katsuwonus pelamis) as much as 9336 kg, then tuna fish (Euthynnus affinis) as much as 6700kg,dencis fish (fresh sardines) of 1994 kg and sunglir fish(selaroides leptolepis) of 795 kg. Keywords: vessels (purse seine), circular influences, catchesPangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang ada di Sawang Ba’u Aceh Selatan merupakan salah satu pelabuhan perikanan yang ada di Kabupaten Aceh Selatan. Pangkalan Pendaratan Ikan(PPI) Sawang Ba’u dibangun pada tahun 2002 dengan swadaya masyarakat dan toke-toke kapal setempat.Pengaruh waktu kapal melingkari gerombolan ikan dalam operasi penangkapan belum diketahui secara pasti, atas dasar ini perlu melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruhwaktu lingkar terhadap hasil tangkapan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu lingkar alat tangkap pukat cincin (purse seine) terhadap hasil tangkapan, penelitian ini dilakukan selama satu bulan dari tanggal 19 Agustus sampai dengan tanggal 19 september 2017 bertempat di perairan Sawang Ba’u Aceh Selatan. Jumlah (dimensi) sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak tiga kapal dengan ukuran alat tangkap pukat cincin (purse seine) 800 meter x 35 meter (p x l). Hasil analisis hubungan waktu lingkar terhadap hasil tangkapan diperoleh nilai Multiple R sebesar 0,88 yang berarti hubungan antara waktu lingkar  dengan hasil tangkapan cukup erat, sehingga dapat di ambil kesimpulan bahwa semakin cepat melingkar maka semakin banyak hasil tangkapan. Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 9336 kg, ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 6700 kg, ikan dencis (fresh sardines) sebanyak 1994 kg dan ikan sunglir (Selaroides leptolepis) sebanyak 795 kg.Kata kunci: kapal pukat cincin (purse seine), pengaruh melingkar, hasil tangkapan 
Struktur Komunitas Padang Lamun Pada Kedalaman yang Berbeda di Teluk Ahmad Rhang Manyang Kabupaten Aceh Besar Ahmad Maulida; Sayyid A. El Rahimi; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.197 KB)

Abstract

The research of structure of the seagrass community at with variation of depth was conducted on September 2017 at Ahmad Rhang Manyang Bay, Aceh Besar District. The aims of study was analyze the structure community with variate depth. This research line transect methods with quadratic frame techniques. The seagrass observations using include species, density, frequency, cover area, dominance index and seagrass roots. The result from Observations showed that there are two species of seagrass at Ahmad Rhang Manyang Bay, Halophila ovalis and Halodule pinifolia. The highest density of seagrass species was found at depth of 4 meters with an average value of 558 roots/m² for Halodule pinifolia species, while for Halophila ovalis species was found at depths of 6 meters to 9 meters with an average value of 252.7 roots/m² . The highest seagrass cover percentages was found in all stations at 4 meters depth with 75% Halodule pinifolia species, while for Halophila ovalis species with 68.68%. Halophila ovalis species have the highest frequency values in all stations, furthermore The dominance index of seagrass species Halophila ovalis and Halodule pinifolia at Ahmad Rhang Manyang Bay is low. Based on observations of high depth factors affect the different types of seagrasses found in each depth.Keyword : Halophila Ovalis, Halodule Pinifolia, Seagrass Cover, Ahmad Rhang Manyang Bay.       Penelitian tentang struktur komunitas padang lamun pada kedalaman yang berbeda telah dilaksanakan pada bulan September 2017 di Teluk Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar, dengan tujuan untuk mengkaji struktur komunitas padang lamun pada kedalaman berbeda. Penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect) dengan teknik bingkai kuadrat. Pengamatan lamun di lapangan meliputi jenis lamun, kerapatan, frekuensi, luas tutupan, indeks dominansi dan tinggi tegakan lamun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat dua spesies lamun di Teluk Ahmad Rhang Manyang yaitu Halophila ovalis dan Halodule pinifolia. Kerapatan jenis lamun tertinggi untuk spesies Halodule pinifolia terdapat pada kedalaman 4 meter dengan nilai rata-rata 558 tegakan/m2, sedangkan untuk spesies Halophila ovalis terdapat pada kedalaman 6 meter sampai 9 meter dengan nilai rata-rata 252,7 tegakan/m2. Persentase penutupan lamun tertinggi terdapat di semua stasiun pada kedalaman 4 meter dengan persentase spesies Halodule pinifolia 75% dan spesies Halophila ovalis dengan persentase 68,68%. Spesies Halophila ovalis mempunyai nilai frekuensi paling tinggi di semua stasiun, selanjutnya dominansi lamun spesies Halophila ovalis dan Halodule pinifolia di Teluk Ahmad Rhang Manyang tergolong rendah. Berdasarkan hasil pengamatan faktor kedalaman yang tinggi mempengaruhi perbedaan jenis lamun yang ditemukan pada setiap kedalaman.Kata kunci : Halophila ovalis, Halodule Pinifolia, Luas Tutupan Lamun, Teluk Ahmad Rhang Manyang.
Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio) Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Peres (Osteochilus kappeni) dengan Padat Tebar yang Berbeda Husnun Makhfirah; Cut N. Defira; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.864 KB)

Abstract

The objective of this research was to analyze the utilization of carp culture waste as the natural food of Ostechilus kappeniand to analyze the effect of stocking density on the growth and survival of Ostechilus kappeni. This research was conducted on June to July 2017 at Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. polyculture system was used in this experiment. Completely Randomized Design (CRD) was used in this study with 4 levels of treatment and  3 replications. The tested treatment was  the  fish density; 1 ekor/2,5 L, 2 ekor/2,5 L, 3 ekor/2,5 L, 4 ekor/2,5 L of waste water polyculture system of cultivating carpThe Anova test showed that aplication of  the density of 1ekor / 2.5 liter had significant effect on absolute weight growth, absolute length growth and specific growth rate (p 0,05), but no significant effect on survival (p0,05). The real difference honestly test showed that the best absolute weight growth, absolute lenght growth and specific growth rate were found at treatment A (1 ekor/ 2.5 liter) and survival was not significantly different among all treatments.The abundance of phytoplankton  obtain Aphanocapsa sp as phytoplankton most while the least of which is Navicula sp. and Cyclotella sp. The biggest part of the index getting most phytoplankton Aphanocapsa sp.Keyword: Culture Waste, Growth and Survival, Carp Fish Stocking Density       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan limbah budidaya ikan mas sebagai pakan alami ikan peres dan menganalisa pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan peres .Penelitian ini dilakukan  pada bulan Juni sampai dengan Juli 2017 di Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Percobaan menggunakan sistem polikultur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah padat tebar ikan peres 1ekor/ 2,5 liter, 2ekor/ 2,5 liter, 3ekor/ 2,5 liter dan 4ekor/ 2,5 liter pada sistem polikultur air limbah budidaya ikan mas. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa kepadatan 1ekor/ 2,5 liter berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (p0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (p0,05). Uji beda nyata jujur menunjukkan bahwa pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan pada perlakuan A (1ekor/2,5 liter) dan kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antar semua perlakuan. Kelimpahan fitoplankton mendapatkan Aphanocapsa sp. sebagai fitoplankton terbanyak sedangkan yang paling sedikit yaitu Navicula sp. dan Cyclotella  sp. Indek bagian besar jenis fitoplankton yang paling banyak dimanfaatkan yaitu Aphanocapsa sp.Kata kunci: Limbah budidaya ikan mas, fitoplankton dan (Ostechilus kappeni).
Kajian Tingkat Kebutuhan dan Penyediaan Es Untuk Operasi Penangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Muhammad Yunanda; Rizwan Rizwan; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.745 KB)

Abstract

The increase in number of fishing fleet units at Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPS Lampulo) has an impact on fishing material supplies such as the ice fishing supplies. So far, the fishermen in PPS Lampulo have been preserving conventionally the fish with block ices. This study aims to provide information on the number of ice demand, ice supply and the mechanism of ice distribution for fishing activities, in order to definitely find out the the ice demand and ice supply in PPS Lampulo. This research was conducted on July to August 2017 at Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPS Lampulo). The research method used in this study is observation/ direct observation of the object to be studied by spreading the questionnaires to the respondents selected on purposive sampling. The respondents are consisted of port parties (2 persons), ice factory parties (2 persons), boat owners/ boatmen/ fishermen (75 persons). The result shows that the ice demand for fishing operation in PPS Lampulo is 7.781,1 tons equals to 129.685 block ices/ month. There are 1.899 tons equals to 30.600 block ices/ month produced by Karya Nusa Jaya Ice Factory and PT. Aceh Lampulo Jaya Bahari in PPS Lampulo. Both of the ice factories productions are lack of supply in number because the higher demand for fishing, therefore, the others factories from the outside of the port area take a part. The number of insufficient block ices demand distributed by the ice factories from the outside of the port area is 5.882,1 tons/ month. The block ices needs for the 5 GT boat are not measured because most of the fishermen do not carry the block ice supplies, therefore, the lack supply in number of block ices are 5.838,6/ month. The mechanism of block ices distribution at PPS Lampulo is distributed on time and right in number. The role of ice distributors is very helpful in distributing so that the fishermen do not have to come directly to the ice factory to make an order. The problem in ordering block ices is only on certain days such as after Idul Fitri holidays or when all of the boats are tethered in the port that makes the fishermen have to queue.Keywords: Ice demand, ice supply, PPS Lampulo.       Peningkatan jumlah unit armada penangkapan yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo berdampak pada bahan perbekalan untuk melaut, salah satunya perbekalan es. Selama ini nelayan yang ada di PPS Lampulo mengawetkan hasil tangkapannya masih dengan cara yang konvensional yaitu menggunakan es balok. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jumlah kebutuhan dan penyediaan es serta mekanisme pendistribusian es untuk keperluan penangkapan ikan, agar kebutuhan dan penyediaan es di PPS Lampulo diketahui secara pasti.Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2017 yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo.Metode penelitian yang digunakan adalah observasi/pengamatan langsung terhadap objek yang ingin diteliti dengan penyebaran kuesioner kepada para responden secara purposive sampling. Responden terdiri dari pihak pelabuhan perikanan (2 orang), pihak pabrik es (2 orang), pemilik kapal/ pengurus kapal/ nelayan (75 orang). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perbekalan es yang dibutuhkan untuk operasi penangkapan ikan di PPS Lampulo sebanyak 7.781,1 ton atau sekitar 129.685 batang es/bulan. Produksi es yang ada di PPS Lampulo sebanyak 1.899 ton atau sekitar 30.600 batang/bulan, produksi es disediakan oleh pabrik es Karya Nusa Jaya dan PT. Aceh Lampulo Jaya Bahari. Penyediaan oleh kedua pabrik es yang berada di PPS Lampulo masih terbilang kurang karena kebutuhan untuk perbekalan melaut yang begitu besar sehingga pendistribusian dilakukan oleh pabrik es yang berada di luar area pelabuhan.Jumlah kebutuhan es ditutupi kekurangannya melalui pendistribusian yang dilakukan oleh pabrik es yang berada di luar pelabuhan sebanyak 5.882,1 ton/bulan.Apabila kebutuhan es dengan kapal ukuran 5 GT tidak dihitung dikarenakan banyak nelayan yang tidak membawa perbekalan es maka kekurangannya sebanyak 5.838,6 ton/bulan.Mekanisme pendistribusian es ke kapal yang ada di PPS Lampulo tepat waktu dan tepat jumlah.Peran agen es sangat membantu dalam pendistribusian sehingga para nelayan tidak perlu datang langsung ke pabrik es untuk memesan.Permasalahan untuk pemesanan es hanya pada hari tertentu seperti setelah hari raya idul fitri atau pada saat semua kapal bertambat di pelabuhan yang membuat para nelayan harus antri.Kata Kunci: Kebutuhan es, penyediaan es, PPS Lampulo.
Studi Pemanfaatan Pangkalan Pendaratan Ikan di Kota Bawah Timur Kecamatan Sukakarya Kota Sabang Maksalmina Maksalmina; Rizwan Rizwan; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.836 KB)

Abstract

Fishery port is a crucial required-infrastructure for fisheries development. The Basis Landing of Fish (PPI) of Pasiran is the only port in Sabang located in the eastern part of Kota Bawah,Sukakarya district,Sabang. It was built in 2000-2003 which officially opened in 2004, and built by using the Indonesia Government Budget; unfortunately few of fishermen take advantage of the existence of PPI as a place to tether the boat after fishing. This study aims to examine the problems in PPI Pasiran and the PPI Pasiran’s rate of utilization. This study was conducted on June, 2017. This study is used case study method by using descriptive survey as the research method. The purposive sampling is used as sampling technique for this study. The sampling is collected by interviewing the representatives of the population. The selected respondents considered for the research are 5 respondents; the head of Marine and Fishery Department (1 person), the expert of fishery and marine (1 person), the head of fishery port management (1 person), the boat owners (3 persons), and Panglima Laot of sabang (1 person). The results of the utilization rate of PPI Pasiran are the mosque (100%), jetty (72%), the UPTD office (50,4%), quay pier (34,46%), fish auction(0%), and ice factory (0%). It indicates that the PPI Pasiran Sabang has not been utilized optimally; hence it is crucial to increase a better management of the PPI Pasiran utilization.Keywords: Rate of Port Utilization, the PPI of Sabang, Fishbone Diagram.       Pelabuhan perikanan merupakan infrastruktur yang harus dimiliki dalam pengembangan perikanan. Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pasiran merupakan satu-satunya pelabuhan yang ada di Sabang yang terletak di Kota bawah timur kecamatan sukakarya Kota Sabang. Pangkalan pendaratan ikan (PPI)Pasiran ini dibangun dalam rentang tahun 2000-2003 yang resmi difungsikan pada tahun 2004, dan dibangun menggunakandana yang bersumber dariAnggaran Pendapatan Belanja Negara, namun tidak semua nelayan memanfaatkan keberadaan PPI ini sebagai tempat menambatkan kapal setelah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk merincikan masalah PPI Pasiran dan mengkaji tingkat pemanfaatan PPI Pasiran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengancara deskriptif survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dengan cara wawancara terhadap wakil-wakil populasi. Responden yang diambil dianggap dapat mewakili kepentingan penelitian berjumlah 5 orang terdiri dari: kepala DKP Sabang 1 orang, pakar di bidang Perikanan dan Kelautan 1 orang, kepala pengelola pelabuhanperikanan 1 orang,pemilik kapal3 orang/ GT kapal, Panglima Laot Kota Sabang 1 orang.Hasil penelitian terhadap tingkat pemanfaataan Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Pasiran secara berturut-turut adalah mushalla sebesar 100%,  jetty sebesar 72%, kantor UPTD sebesar 50,4%, dermaga tambat sebesar 34,46%, TPI sebesar 0%, dan pabrik es sebesar 0%. Hal ini menunjukkanbahwa PPI Pasiran Kota Sabang dalam kondisi belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga dibutuhkan peningkatan pengelolaan untuk meningkatkan pemanfaatan PPI Pasiran agar lebih baik.Kata Kunci:Tingkat pemanfaatan pelabuhan, PPI Kota Sabang, Diagram fishbone

Page 1 of 1 | Total Record : 10