cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2018): November 2018" : 9 Documents clear
KAJIAN KESELAMATAN KERJA NELAYAN PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA (PPS) KUTARAJA, BANDA ACEH Riki Rinaldi; Chaliluddin Chaliluddin; Rian Juanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIn an effort to protect and guarantee the safety, security and comfort of fishing boat crew work, the operational safety factors of fishing vessels in the sea are very important to prioritize, especially the availability of ship safety equipment and conditions are good, so that if a ship accident occurs the safety equipment is ready to used. This study aims to determine the application of regulations related to work safety equipment and their availability on purse seine vessels in Kutaraja Fishing Port of Banda Aceh, and to know fishermen's perceptions of the importance of work safety equipment. This study uses direct survey methods and interviews with reference to existing national regulations, then the data are analyzed descriptively and linear regression analysis through the SPSS program. The results showed that from all samples of 11 GT- 61 GT (n = 21) vessels, the presence or application of safety equipment on purse seine vessels was 63%, in ships 11 GT-20 GT was 45% (n = 3) , for the 21 GT - 30 GT vessels the use of safety equipment is 60% (n = 6), the 30 GT - 50 GT vessels using safety equipment are 65% (n = 7), on ships 51 GT - 60 GT the use of safety equipment is 57% (n = 3) and on ships greater than 61 GT uses of safety equipment is 86% (n = 2), meaning that the average application is 62.6%. Fishermen already understand the importance of work safety equipment, but the availability and number of work safety equipment on board is inadequate. Work safety (independent) tools have an influence on the perception of fishermen (dependent) only by 1.83%, the rest 98.17% is influenced by other factors outside the availability of work safety equipment. The existence of available safety equipment in the purse seine ship consists of GPS devices, SSB radios, compasses, life jackets, life bouy, glasses, gloves, work shoes, winches, capstan, tools, first aid kits and light fire extinguishers (APAR).Keywords: Work safety, fishermen, Kutaraja fishing port, purse seine, perception, regulation ABSTRAKDalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting untuk diprioritaskan, terutama ketersediaan alat keselamatan kapal harus tersedia dan kondisinya baik, sehingga bila terjadi kecelakaan kapal alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan regulasi terkait alat keselamatan kerja dan ketersediannya pada kapal purse seine di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh serta mengetahui persepsi nelayan terhadap arti penting alat keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode survey langsung dan wawancara dengan mengacu pada regulasi-regulasi nasional yang ada, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linear melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh sampel kapal 11 GT- 61 GT (n = 21) keberadaan atau penerapan alat-alat keselamatan pada kapal purse seine adalah sebesar 63%, pada kapal 11 GT – 20 GT adalah sebesar 45% (n = 3), pada kapal 21 GT – 30 GT penggunaan alat keselamatan adalah sebesar 60% (n= 6), kapal 30 GT – 50 GT pengunaan alat keselamatan adalah sebesar 65% (n = 7), pada kapal 51 GT – 60 GT penggunaan alat keselamatan adalah 57% (n = 3) dan pada kapal ukuran lebih besar dari 61 GT penggunaan alat keselamatan adalah 86% (n = 2), artinya rata-rata penerapannya adalah 62.6%. Nelayan sudah memahami arti penting peralatan keselamatan kerja hanya saja ketersediaan dan jumlah alat keselamatan kerja di atas kapal yang belum memadai. Alat keselamatan (independen) kerja mempunyai pengaruh terhadap persepsi nelayan (dependen) hanya sebesar 1,83%, selebihnya sebesar 98,17% dipengaruhi oleh faktor lain di luar kesediaan alat keselamatan kerja. KeberadaanAlat-alat keselamatan yang tersedia dikapal purse seine terdiri dari alat GPS, radio SSB, kompas, life jacket, life bouy,kacamata, sarung tangan, sepatu kerja, derek, capstan, perkakas, P3K dan alat Pemadam api ringan (APAR).        Kata Kunci: Keselamatan kerja, nelayan, PPS Kutaraja, purse seine, persepsi, regulasi.
STUDI PEMANFATAAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) GAMPONG BLANG, CALANG, ACEH JAYA Mufadzal Mufadzal; Rizwan Rizwan; Ichsan Rusydi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Fasilitas pelabuhan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pelabuhan perikanan. Fasilitas-fasilitas di pelabuhan perikanan ini juga sangat diperlukan guna menunjang berbagai aktivitas perikanan dalam kegiatan pemanfataan dan pengelolaan sumberdaya ikan, praproduksi, produksi, pengolahan serta kegiatan pemasaran ikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Calang dan Mengkaji tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan perikanan yang ada di PPI, Calang, Aceh Jaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November - Desember 2018. Metode yang digunakan adalah survey dan observasi langsung di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan melakukan analisis terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas yaitu fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang, namun hanya 4 fasilitas yang akan dihitung tingkat pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas yang terdapat di PPI Calang antara lain 100% kolam pelabuhan, 80% dermaga, kantor administrasi 0% dan TPI 0% serta perlu adanya peningkatan kapasitas fasilitas seperti dermaga yang seharusnya 96,53 m beserta kolam pelabuhan seharusnya 35.305,87 m2, karena kapasitas fasilitas sekarang masih tergolong kecil dan belum optimal memenuhi kebutuhan nelayan. Oleh karena itu, adanya kondisi fasilitas yang buruk dan tidak terpakai mempengaruhi akivitas perikanan yang ada sehingga perlu adanya peningkatan serta perbaikan fasilitas-fasilitas yang ada agar operasional pelabuhan perikanan Calang menjadi lebih optimal semakin baik lagi.Kata Kunci:  Fasilitas Pelabuhan Perikanan, PPI Calang, Tingkat Pemanfaatan ABSTRACT     Port facilities have an important role in supporting fishing port activities. Facilities at this fishing port are also very necessary to support various fisheries activities in the utilization and management of fish resources, preproduction, production, processing and marketing activities of fish. This study aims to determine the condition of the facilities at the Calang Fish Landing Base (PPI) and Assess the level of utilization of fishing port facilities in PPI, Calang, Aceh Jaya. The research was conducted in November - December 2018. The method used was survey and direct observation in the field. The data collection technique in this study used a purposive sampling technique and carried out an analysis of the level of utilization of facilities, namely basic, functional, and supporting facilities, but only 4 facilities will be calculated. The results showed that the level of utilization of facilities contained in Calang PPI included 100% port ponds, 80% piers, 0% administrative offices, and 0% TPI need to increase the capacity of facilities such as docks which should have 96,53 m along with port pools should 35.305,87 m2, because the capacity of the facility is still relatively small and has not been optimal in meeting the needs of fishermen. Therefore, the condition of poor facilities is not used to influence the existing fisheries activities so that there needs to be an increase and improvement of existing facilities so that the Calang fishing port operations become more optimal, the better.Keywords: Calang Fishing Port, Fishery Port Facilities, Utilization Rate, 
VARIASI HORMON ESTRADIOL-17β YANG DIAPLIKASIKAN SECARA ORAL TERHADAP PROSES PEMATANGAN GONAD IKAN PEDIH (Tor douronensis) Ichsan Pratama; Sayyid A. El-Rahimi; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT       Pedih (Tor douronensis) are fish freshwater that live in mountainous areas and swift rivers in the inland of Aceh. The aimed of this research was to analyze the dosage of Estradiol 17-β hormone orally for the gonad maturation of pedih (Tor douronensis). This research was conducted at technical implementation unit of fish breeding center Lukup Badak, Pegasing district, Aceh Tengah on February to April 2017. The method used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 level of treatments and three replications: 0 ml/kg feed, 0,2 ml/kg feed, 0,4 ml/kg feed, and 0,6 ml/kg feed. The result of ANOVA test showed that different dosage of Estradiol 17-β hormone orally gave significant effect on the increase in body weight, relative weight, gonad maturations indeks, eggs diameter and relative eggs diameter. The result of Duncan test showed that the best dosage was found at 0,6 ml/kg feed.Keyword: Tor douronensis, gonad maturation, Estradiol 17-β hormone ABSTRAK       Ikan pedih (Tor douronensis) merupakan ikan air tawar yang hidup di daerah pegunungan dan sungai beraliran deras di pedalaman Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dosis hormon Estradiol 17-β yang terbaik secara oral untuk pematangan gonad ikan pedih (Tor douronensis). Penelitian ini dilakukan di BBI Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah dari Febuari sampai April 2017. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu: 0 ml/kg pakan, 0,2 ml/kg pakan, 0,4 ml/kg pakan, dan 0,6 ml/kg pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa dosis perlakuan Estradiol 17-β yang berbeda pada ikan pedih berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot induk, pertambahan bobot relatif, indeks kematangan gonad, diameter telur dan diameter telur relatif. Sedangkan hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa dosis terbaik dijumpai pada perlakuan 0,6 ml/kg pakan. Kata kunci: Tor douronensis, pematangan gonad, hormon Estradiol 17-β
UJI BIOAKTIVITAS RF>0,5 EKSTRAK METANOL DAUN MANGROVE RHIZOPHORA MUCRONATA L. (RHIZOPHORACEAE) TERHADAP BAKTERI RESISTEN ESCHERICHIA COLI Nurhafiza Nurhafiza; Sri Agustina; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research of bioactivity test Rf0,5 methanol extract of mangrove leaf Rhizophora mucronata L. (Rhizohporaceae) for bacteria resistent Escherichia coli was conducted in January 2018. Secondary metabolite isolation was carried out at the Marine Chemical Laboratory, Faculty of Marine and Fisheries, and bioactivity test was conducted at Microbiology Laboratory, Medical Faculty, Syiah Kuala University. The purpose of this research was to study themethanol extract bioactivity Rf0.5 of mangrove leaf Rhizophora mucronata against Escherichia coli. The bioactive compound was isolated based on bioactivity through thin layer chromatography. The results of the phytochemical test was indicated the presence of an active component of the alkaloids group. The result of methanol extract bioactivity Rf0.5 of mangrove leaf Rhizophora mucronata L. (Rhizophoraceae) was showed diameter of inhibitory zone at 7.50-8.50 mm which has the potential to inhibit resistant Escherichia coli growths.Keywords: Rhizophora mucronata leaves, alkaloids, bacteria resistant Escherichia coli ABSTRAK        Telah dilakukan penelitian yang berjudul uji bioaktivitas Rf0,5 ekstrak metanol daun mangrove Rhizophora mucronata L. (Rhizophoraceae) terhadap bakteri resisten Escherichia coli pada bulan Januari 2018. Isolasi metabolit sekunder dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta uji bioaktivitas dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajaribioaktivitas Rf0,5 ekstrak metanol daun mangrove Rhizophora mucronata terhadap bakteri resisten Escherichia coli.Senyawa bioaktif diisolasi berdasarkan pada bioaktivitas melalui tahap kromatografi lapis tipis. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya komponen aktif dari kelompok alkaloid. Hasil uji bioaktivitas Rf0,5 ekstrak metanol daun mangrove Rhizophora mucronata L.(Rhizophoraceae) menunjukkan diameter zona hambat pada 7,50-8,50 mm yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri resisten Escherichia coli.Kata Kunci: Daun Rhizophora mucronata, Alkaloid,  bakteri resisten Escherichia coli   
PENGARUH KOMBINASI ENZIM PAPAIN DAN ENZIM PROTEASE PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius sp.) Mustika Marzah Fitriana; Cut Nanda Defira; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi enzim papain dan enzim protease biduri pada pakan komersil terhadap pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan patin (Pangasius sp.) Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2017 di Laboratorium Biologi Laut Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbandingan kombinasi enzim papain dan enzim protease yang disemprotkan pada pakan komersial yaitu; A: Kontrol, B: enzim papain 3,75 ml + enzim protease 1,25 ml, C: enzim papain 2,5 ml +enzim protease 2,5 ml dan D: enzim protease 1,25 ml + enzim protease 3,75 ml. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan, pertumbuhan panjang mutlak ikan, laju pertumbuhan spesifik, efesiensi pakan dan rasio pemanfaatan protein (P0,05). Uji DUNCAN menunjukkan bahwa pertumbuhan berat mutlak ikan, pertumbuhan panjang mutlak ikan dan rasio pemanfaatan protein dan uji BNT menunjukan bahwa laju pertumbuhan spesifik dan efesiensi pakan tertinggi didapatkan pada perlakuan C enzim papain 2,5 ml + enzim protease 2,5 ml.Kata kunci : Enzim papain, Enzim protease, Ikan patin   (Pangasius sp.), Kombinasi enzim, Pemanfaatan pakan, ABSTRACT     The objective of this research was to analyze the utilization of combination enzyme papain and enzyme protease in the feed commercial on utilization of feed and catfish’s growth (Pangasius sp.) this research was conducted on November-December 2017 at Laboratory of Marine and Fisheries Faculty Syiah Kuala University. The method was used Completely Randomized Design (CRD) was  used with 4 treatments and 4 repetitions. The tested treatment was to analyze the utilization of combination enzyme papain and enzyme protease in the feed commercial treatment A: Control, B: enzyme papain 3,75 ml+enzyme protease 1,25 ml,            C: enzyme papain 2,5 ml + enzyme protease 2,5 ml and D: enzyme 1,25 ml + enzyme 3,75 ml. The ANOVA result showed of the treatment of C had significant effect on absolute weight growth, absolute length growth, specific growth rate, efficiency of feed and ratio of protein utilization (P0,05). The result of DUNCAN absolute weight growth, absolute length growth and ratio of protein utilization and the result of BNT specific growth rate and efficiency of feed were found at treatment C enzyme papain 2,5 ml + enzyme protease 2,5 ml.Keyword : Combination enzyme, Enzyme papain, Enzyme protease, Feed utilization,  Pangasius sp.
ANALISIS OPERASIONAL TEKNIS DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LABUHANHAJI, ACEH SELATAN, PROVINSI ACEH Eri Hendrami; Rizwan Rizwan; Ratna Mutia Aprilla
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLabuhanhaji Fish Landing Base (PPI) is a type D fishing port, which is planned to become the Nusantara Fisheries Port (PPN) by the South Aceh regional government. This study aims to analyze the actual / up-to-date conditions of the technical operations of Labuhanhaji PPI. The method used is the method of survey, interview, and literature study. Data collection techniques used are, purposive sampling. The analysis carried out was descriptive analysis by analyzing the operational level of technical PPI Labuhanhaji. The results showed that technical operational activities had not gone well, including the number of fishing fleets whose growth rates were still slow in the last 5 years from 2013-2017 totaling 219 vessels of various sizes 5 to 30 Gross Tonage (GT) with the largest ships 5 GT, size 30 GT only 7 ships. The average growth rate of Labuhanhaji PPI fishing vessels for the past 5 years is 12.53%. The amount of fish production in the period 2013-2017 was quite volatile with an average growth of 33.8% with the highest number of production in 2017 amounting to 419.81 tons (21.3%). Fish processing products in Labuhanhaji PPI are salted fish, anchovies, octopus, and fillets. Fish marketing includes the Meulaboh, Banda Aceh, Subulussalam, Medan and other North Sumatra regions. The auction system is still not in accordance with the procedure, not yet controlled and directed, and the place for fish auctions that are not used properly, then the provision of sea supplies such as ice and fuel for ships 30 GT is still having problems because the ice plant at PPI Labuhanhaji is only 1 unit and the production capacity of 150 to 200 sticks per day, while the need for ice is high enough for 1 ship 30 requires ice between 150 to 300 sticks per sail, then fuel often has limited supply constraints so fishermen have to wait and increase the time to moor until fuel sufficient to go to sea.Keyword: Labuhanhaji Port Fisheries, operational technical, port facilitie ABSTRAKPangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhanhaji adalah pelabuhan perikanan tipe D, yang direncanakan akan menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) oleh pemerintah daerah Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual/terkini operasional teknis PPI Labuhanhaji. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei, wawancara, dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dimana penentuan responden dilakukan secara purposive sampling. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dengan menganalisis tingkat operasional teknis PPI Labuhanhaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan operasional teknis dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2013-2017) belum berjalan dengan baik diantaranya jumlah armada kapal perikanan yang tingkat pertumbuhannya masih lambat dimana pertumbuhan rata-rata kapal perikanan PPI Labuhanhaji 5 tahun terakhir 12,53 %. Jumlah Produksi ikan dalam kurun waktu 2013-2017 cukup fluktuatif rata-rata pertumbuhan sebesar 33,8 % dengan jumlah produksi tertinggi tahun 2017 sebesar 419,81 ton (21,3%). Industri pengolahan produk perikanan  di PPI Labuhanhaji berupa ikan asin, teri, gurita, dan fillet. Pemasaran ikan meliputi daerah Meulaboh, Banda Aceh, Subulussalam, Medan dan daerah Sumatera Utara lainnya. Sistem pelelangan masih belum sesuai prosedur, belum terkendali dan terarah, serta tempat pelelangan ikan yang tidak digunakan secara baik, kemudian penyediaan perbekalan melaut seperti es dan bahan bakar untuk kapal-kapal 30 GT masih mengalami kendala karena pabrik es pada PPI Labuhanhaji hanya 1 unit dan kapasitas produksi 150 hingga 200 batang perhari, sementara kebutuhan es cukup tinggi untuk 1 kapal 30 membutuhkan es antara 150 hingga 300 batang per sekali melaut, selanjutnya bahan bakar sering mengalami kendala keterbatasan pasokan sehingga nelayan harus menunggu dan menambah waktu untuk tambat sampai bahan bakar tercukupi untuk melaut.Kata kunci: PPI Labuhanhaji, operasional teknis, fasilitas pelabuhan. 
PENGARUH PEMBERIAN CACING TANAH (Lumbricus sp.) DARI PETERNAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) Nilawati Ali Akbar; Sayyid A. El-Rahimi; Siska Melissa; Abdullah A. Muhammadar; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study has purposed to determine effect of giving earthworm (Lumbricus sp.) from different farms  (chickens, ducks and cattle) to the growth of catfish.  The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 levels of treatment. That was treatment A (pellets), treatment B (earthworms from chicken manure media), treatment C (earthworms from duck dung media) and treatment D (earthworms from cow dung media) and every treatment is repeated 4 times.The result of ANOVA test showed that earthworm gave the effect (P0,05) on absolute  growth of length, but it didn’t give effect on absolute  growth of weight, specific growth rate and survival rate of catfish. The result of Duncantest showed that treatment D was the highest value of absolute growth of length, is was significantly different from treatment A, B, and C. For other parameters, the highest was treatment D, but it didn’t significantly different from other treatments.Keywords: Earthworm (Lumbricus sp.), catfish (Pangasius sp.), protein, growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing tanah (Lumbricus sp.) dari peternakan yang berbeda (ayam, bebek dan sapi) terhadap pertumbuhan ikan patin. Metode yang digunakan ialahRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu Perlakuan A (pemberian pelet), perlakuan B (cacing tanah dari media kotoran ayam), perlakuan C (cacing tanah dari media kotoran bebek) dan perlakuan D (cacing tanah dari media kotoran sapi) dan setiap perlakuan dilakukan4 kali pengulangan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian cacing tanah berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup ikan patin.Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan D memiliki pertumbuhan panjang tertinggi, hal ini berbeda nyata dengan perlakuan A, B, dan C. Untuk parameter lainya paling tinggi perlakuan D, namu tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain.Kata Kunci: Cacing tanah (Lumbricus sp.), ikan patin (Pangasius sp.), protein, pertumbuhan.
PEMETAAN ATURAN KEARIFAN LOKAL PADA PENGGUNAAN ALAT TANGKAP DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN PANGLIMA LAOT LHOK - LHOK KRUET ACEH JAYA Muhammad Fajar Ilham; Edy Miswar; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemetaan wilayah merupakan proses yang dilakukan dalam mengumpulkan data yang bertujuan untuk mengelompokkan sebuah wilayah berdasarkan keadaan sebenarnya dan menyajikan ke dalam bentuk peta. Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu kawasan pesisir yang letaknya berdekatan dengan Samudera Hindia menjadikan wilayah ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi sumberdaya laut yang besar. Dalam melindungi kekayaan lautnya, Kabupaten Aceh Jaya juga memiliki petugas kearifan lokal atau yang lebih dikenal dengan nama Panglima Laot. Atas dasar ini perlu kiranya memetakan wilayah pengelolaan perikanan berdasarkan kearifan lokal dan memberikan informasi melalui sebuah peta yang mana menyelaraskan penggunaan alat tangkap dengan aturan kearifan lokal yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis penggunaan alat tangkap pada wilayah pengelolaan Panglima Laot Lhok - Lhok Kruet dan memetakan alat tangkap pada wilayah pegelolaan perikanan panglima laot lhok yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan. Hasil penelitian menyatakan tedapat 4 (empat) jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Lhok Kruet yaitu bagan rakit, pancing ulur, pancing rawai dan jaring insang. Dalam penggunaan jenis alat tangkap yang dipakai memiliki wilayah operasi penangkapan masing-masing dan memilki aturan dalam penggunaannya dan jika ada yang melanggar aturan maka ada pula sanksii yang akan diterima yang diberikan oleh Panglima Laot Lhok Kruet. Salah satu tugas Panglima Laot Lhok- Lhok kruet adalah sebagai pengawas dalam berjalannya kearifan lokal yang terjadi. Kata Kunci: Alat tangkap, Kearifan local, Panglima Laot Lhok - Lhok Kruet  ABSTRACTMapping the region is a process which is done in collecting data that aims to classify a territory based on the actual state and presents into the shape of the map. Aceh Jaya Regency is one of the coastal area that is located adjacent to the Indian Ocean make this region became one of the areas that have the potential of marine resources. In protecting its wealth, Aceh Jaya Regency also has officers’ local wisdom or better known by the name of Panglima Laot. On this basis may need to map the region fisheries management based on local wisdom and provide information through a map which align the use of the fishing gears with the prevailing local wisdom rule. This study aims to describe the types of use of a fishing gears on the management of Panglima Laot Lhok - Lhok Kruet and mapped the fishing gearson the region Panglima LaotLhok Lhok Kruet of the fisheries areas lhok kruet tailored to local wisdom. Data collection was done with interviews and direct observation in field. The research stated there is a four (4) types of fishing gearswhich is used by fishermen lhok kruet. Lift net, hand line, long line and gill nets. In the use of this type of fishing gearsused has an area of operation interception each and have the rules in its use and if anyone violates the rules then there are sanctions that will be received by warlord given laot. One of the tasks of Panglima Laot Lhok - Lhok Kruet is as trustees in the passage of local wisdom happens. Keywords: Fishing gears, Local wisdom, Panglima Laot Lhok - Lhok Kruet
STUDI KEBUTUHAN BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN (SKALA MIKRO) DI KOTA BANDA ACEH Ihdina Ruliza; Junaidi Affan; Rian Juanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT       Fisheries production in Aceh Sea has a very important role in the fish processing industry. The fisheries production not only used to utilize the unsold fish or the less popular one in the community, but also as a new innovation in the field of fish processing industry. The availability of raw materials in an industry is needed to anticipate the lack of raw material supply during non-fish season in order to ensure the sustainability of a business. The purpose of this study was to identify the types of industrial raw materials and determine the amount of raw material requirements needed by the fish processing industry (micro scale) in the city of Banda Aceh. This research used survey and interview methods. The number of respondents was determined by purposive sampling consisting of 18 industries in the city of Banda Aceh. Analysis of the needs of raw materials for fish processing industry was carried out in a quantitative descriptive method. The results of the study showed that there were three dominant types of fish which were used as raw material for processing fish including little tuna, goatfish, and tuna which were processed such as dried tuna (keumamah), fish meatballs, fish nuggets, fish jerky, and shredded fish. From the three raw materials, the numbers were varied from year to year where the highest number of raw materials needs for tuna in 2018 was 383,750 kg, for goats in 2016 there was a stock shortage of 54,582 kg and tuna fish was fulfilled every year with the highest raw material needs in 2015 at 9,000 kg. The most processed type of fish was little tuna about 66% which was used as raw material in making dried tuna, while 2% in making jerky fish using raw materials of goatfish.Keywords: Fish processing industry, raw materials, catch productionABSTRAK       Produksi perikanan di laut Aceh memiliki peranan yang sangat penting dalam industri pengolahan ikan. Di samping untuk memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual atau ikan yang kurang digemari masyarakat, produksi hasil perikanan juga dapat dijadikan suatu inovasi baru dalam bidang industri pengolahan ikan. Ketersediaan bahan baku di suatu industri sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kekurangan suplai bahan baku pada saat tidak musim ikan guna terjaminnya keberlangsungan suatu usaha. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis bahan baku industri dan mengetahui jumlah kebutuhan bahan baku yang diperlukan oleh industri pengolah ikan (skala mikro) di kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara. Jumlah responden ditentukan secara purposive sampling yang terdiri dari 18 industri yang terdapat di kota Banda Aceh. Analisis kebutuhan bahan baku industri pengolahan ikan dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis ikan dominan yang dijadikan bahan baku pengolahan ikan diantaranya yaitu ikan tongkol, ikan kambing-kambing, dan tuna yang dijadikan olahan seperti ikan kayu, bakso ikan, nugget ikan, dendeng ikan, dan abon ikan, dari ketiga bahan baku tersebut memiliki jumlah yang bervariasi dari tahun ke tahun dimana jumlah kebutuhan bahan baku ikan tongkol tertinggi pada tahun 2018 sebesar 383.750 kg, untuk ikan kambing-kambing pada tahun 2016 terjadi kekurangan stok sebesar 54.582 kg dan untuk ikan tuna terpenuhi setiap tahunnya dengan kebutuhan bahan baku tertinggi pada tahun 2015 sebesar 9.000 kg. Jenis ikan yang paling banyak diolah yaitu ikan tongkol sekitar 66% yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan ikan kayu, sedangkan 2% dalam pembuatan dendeng ikan yang menggunakan bahan baku ikan kambing-kambing.Kata kunci: Industri pengolahan ikan, bahan baku, produksi hasil tangkapan

Page 1 of 1 | Total Record : 9