cover
Contact Name
Ismarti
Contact Email
ismarti@fkip.unrika.ac.id
Phone
+6281364348485
Journal Mail Official
pythagorasredaksi@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Jl. Batuaji Baru No.99 Batuaji Batam Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 23015314     EISSN : 26157926     DOI : https://doi.org/10.33373/pythagoras.v10i2
Core Subject : Education,
Phytagoras: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is a peer review national journal. This journal is publishing high-quality articles in the field of mathematics education, both research and scientific studies. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of mathematic educaton in several topics, but not limited to: - Mathematic education includes media, method and math learning technology - Applied mathematics and statistic
Articles 241 Documents
Hubungan Kesiapan Belajar Dan Kecemasan Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Himmi, Nailul; Azni, Anggi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.114 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v6i1.619

Abstract

Abstrak.Penelitian ini dilakukan di SMP Kartini Batam II yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan belajar dan kecemasan matematika dengan hasil belajar matematika siswa. Jenis Penelitian korelasional dengan populasi seluruh siswa di SMP Kartini II Batam dan sampel siswa SMP kelas VIII Kartini II Batam Tahun Pelajaran 2016/2017 yang siambil secara purposive sampling yaitu sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa observasi, dokumentasi dan angket. Teknik analisis menggunakan rumus korelasi pearson product moment kemudian dilanjutkan dengan Uji F dan kemudian dibandingkan dengan Ftabel (α =5%) dengan bantuan software Minitab. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dan kecemasan matematika dengan hasil belajar matematika siswa (Fhitung = 19,47; P. = 0,000). Dengan besar korelasi = 0,5905 yaitu pada kategori cukup. Sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi kesiapan belajar dan semakin kurang kecemasan matematika maka akan semakin membaik pula hasil belajar matematika yang dicapai oleh siswa tersebut dan begitu pula sebaliknya jika semakin kurang kesiapan belajar dan semakin tinggi kecemasan matematika maka akan semakin rendah hasil belajar matematika yang dicapai oleh siswa tersebut dalam pelajaran matematika.Kata Kunci: Kesiapan Belajar, Kecemasan Matematika, Hasil Belajar Matematika
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBLDAN TAITERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWAKELAS VII SMP NEGERI 47 BATAM Ratnasari, Devi; Yulia, Putri
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.883 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v7i1.1195

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efektifitas model pembelajaran PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. (2) Efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. (3) Perbedaan keefektifan model pembelajaran PBL dan kooperatif tipe TAI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Posttest Only Control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 47 Batam kelas VII tahun pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling.Sampel dalam penelitian ini yaitu ekperimen 1 kelas VII2 dan eksperimen 2 kelas VII1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis.Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan Kolmogorof Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Levene. Diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Uji keseimbangan rata-rata kelas sampel menggunakan uji t dua pihak diperoleh bahwa kedua kelas mempunyai kemampuan awal yang sama. Pengujian hipotesis 1 dan 2 menggunakan one sample t-test dengan nilai signifikan 0,028 dan 0,000 karena  0,05 maka dipeoleh model pembelajaran PBL dan kooperatif tipe TAI efektif terhadapa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pengujian hipotetsis 3 menggunakan Independent sample t-test dengan nilai signifikan 0,047 karena  0,05 maka terdapat perbedaan keefektivan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII SMP Negeri 47 Batam.Kata Kunci: PBL, TAI dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
CAN REMEDYING INDUCE CONCEPTUAL CHANGE IN STUDENTS’ MISCONCEPTION OF LINEARITY? Risma, Dwi Afrini
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.113 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.582

Abstract

AbstractDalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan masalah-masalah yang dapat dimodelkan ke dalam persamaan linear. Kenyataan ini menimbulkan persepsi dan generalisasi bahwa konsep linearitas dapat diaplikasikan terhadap semua permasalahan. Persepsi dan generalisasi ini tentu saja tidak benar. Generalisasi yang berlebihan dan persepsi ini seringkali ditemukan ketika siswa bekerja dengan konsep nonlinear, yakni siswa cenderung menggunakan konsep linearitas ketika menyelesaikan masalah nonlinear. Kesalahan seperti ini tentu saja bukan hanya kesalahan persepsi saja tetapi juga telah menjadi kesalahan konseptual. Banyak studi telah dilakukan guna mengetahui sumber kesalahan konseptual ini. Banyak pula studi yang dilakukan guna mengubah kesalahan konseptual pada siswa.  Salah satu studi terkini dan sering diperbincangkan adalah studi yang dilakukan oleh Van Dooren, Hessel, Janssens, dan Verschaffel (2004). Dalam studinya, Van Dooren et.al (2004). melakukan intervensi terhadap 35 orang siswa kelas 8 di Finladers, Belgia. Terdapat beberapa aspek yang diabaikan dalam riset tersebut, dan berlawanan dengan konsep perubahan konseptual yang disampaikan. Berkaitan dengan masalah tersebut, pada artikel ini penulis akan mendiskusikan dan mengritisi  studi yang dilakukan oleh Van Dooren et. al. (2004). Keywords: conceptual change, linearity problem, nonlinearity problem
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS Taufik Rahman; Nis Maya
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.417 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v6i2.899

Abstract

Abstrak: Kemampuan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Kemampuan penalaran matematis.  Penalaran  matematis dirasa cukup penting karena kemampuan ini tertuang dalam tujuan pembelajaran matematika SMA yang berbunyi memperoleh penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa di salah satu SMK di Kota Bandung antara yang memperoleh pembelajaran penemuan terbimbing dengan yang memperoleh pembelajaran saintifik. Sampel dalam penelitian ini adalah salah satu  SMK di Kota Bandung yang dipilih sebanyak 2 kelas yaitu kelas pertama memperoleh pembelajaran penemuan terbimbing dan kelas kedua memperoleh pembelajaran saintifik. Metode dalam penelitian ini adalah kuasi ekperimen. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrument tes yang berbentuk uraian dan terdiri dari 5 instrumen. Hasil dari Penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaram penemuan terbimbing dengan siswa yang memperoleh pembelajaran saintifik.Kata Kunci : Kemampuan Penalaran Matematis, Penemuan Terbimbing.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA SMP NEGERI SE-KABUPATEN BLORA Hanggara, Yudhi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.172 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v4i1.573

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, Problem Based Learning atau Dipandu Inquiry, (2) dimana siswa yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik, mereka yang tinggi, sedang atau kreativitas rendah, (3) di setiap kreativitas tingkat, yang mana memberikan prestasi belajar yang lebih baik, Problem Based Learning atau Model Inkuiri Terbimbing, dan (4) Dalam masing-masing model pembelajaran dimana siswa memiliki prestasi belajar yang lebih baik, mereka yang tinggi, sedang atau kreativitas rendah. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP se-Kabupaten Blora. Sampel diambil dengan menggunakan Cluster Stratified Random Sampling. Sampel penelitian terdiri dari 183 siswa: 92 di kelas eksperimen pertama dan 91 di kelas percobaan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model Pembelajaran Berbasis Masalah disediakan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model inkuiri terbimbing (2) siswa dengan kreativitas tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kedua kreativitas menengah dan rendah memiliki, dan siswa dengan media kreativitas telah prestasi belajar yang lebih baik daripada kreativitas rendah memiliki. (3) di setiap tingkat kreativitas siswa dengan tinggi, sedang dan rendah kreativitas dalam model Problem Based Learning memiliki prestasi yang sama dengan Model Inkuiri Terbimbing melakukan pembelajaran. (4) Dalam Problem Based Learning dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing , siswa dengan kreativitas tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kreativitas rendah telah, siswa dengan kreativitas tinggi memiliki prestasi belajar yang sama dengan kreativitas menengah memiliki, dan siswa dengan kreativitas menengah telah prestasi belajar yang sama dengan kreativitas rendah memiliki.Kata kunci: Problem Based Learning, Inkuiri Terbimbing, KreativitasAbstractThis research aims to find out: (1) which learning model providing better learning achievement, Problem Based Learning or Guided Inquiry, (2) which students having better learning achievement, those with high,  medium or low creativity,  (3) in each creativity level, which one providing better learning achievement, Problem Based Learning or Guided Inquiry model, and (4) In each learning model which students having better learning achievement, those with high, medium or low creativity. The population of research was all students of Junior High Schools throughout Blora Regency. The sample was taken using stratified cluster random sampling. The sample of research consisted of 183 students: 92 in the first experiment class and 91 in the second experiment class. The result of research showed that: (1) Problem Based Learning model provided better learning achievement than the guided inquiry model (2) the students with high creativity had learning achievement better than those with both medium and low creativity had, and the students with medium creativity had learning achievement better than the low creativity had. (3) in each level of creativity the students with high, medium and low creativity in Problem Based Learning model had learning achievement same with Guided Inquiry model did. (4) In Problem Based Learning and Guided Inquiry learning models, the students with high creativity had learning achievement better than those with low creativity had, the student with high creativity had learning achievement same with the medium creativity had, and the student with medium creativity had learning achievement same with the low creativity had.Keywords: Problem Based Learning, Guided Inquiry, Creativity 
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMRI) TERHADAP PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Komalig, Reykha Nindya; Gusmania, Yesi; Husna, Asmaul
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.245 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v8i1.1774

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain The One-Shot Case Study Design.Populasi Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKIT Darussalam Boarding School 01 Batam Tahun Pelajaran 2017/2018.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh sebanyak 19 siswa. Jenis tes yang diberikan adalah tes uraian sebanyak 8 soal dan dilakukan analisis instrumen menggunakan validitas isi, daya pembeda, tingkat kesukaran dan reliabilitas sehingga didapat 5 soal untuk menjadi tes akhir. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov dengan hasil data posttest normal. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji parametris yaitu uji t satu sampel satu pihak yaitu pihak kanan diperoleh nilai . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwapendekatan PMRI efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Kata Kunci: Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Pengaruh Penerapan Strategi Active Learning Tipe Question Student Have terhadap Keaktifan dan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP Sultan Agung Seyegan Sukoco, Heru; Safitri, Nugraheni
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.658 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v6i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan strategi active learning tipe Question Student Have terhadap keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Sultan Agung Seyegan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pretest–postest control group design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Sultan Agung Seyegan pada semester kedua tahun pelajaran 2015/2016 yang terdiri atas dua kelas. Dua kelas tersebut digunakan sebagai sampel penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah lembar observasi keaktifan belajar matematika siswa, pretest, dan posttest. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi active learning tipe Question Student Have berpengaruh terhadap keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Sultan Agung Seyegan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERDASARKAN LANGKAH IDEAL PROBLEM SOLVING Indriyani, Fitri; Nurcahyono, Novi Andri; Agustiani, Nur
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.205 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v7i2.1296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP kelas VII berdasarkan langkah IDEAL.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling didapat 3 siswa yang dijadikan subjek sesuai kemampuan pemecahnya yaitu kemampuan tinggi (S14), sedang (S9) dan rendah (S21). Instrumen penelitian berupa tes dan wawancara. Pengumpulan data penelitian ini tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan subjek berkemampuan tinggi dapat melewati semua langkah pemecahan, hanya saja masih terkendala pada melaksanakan strategi terdapat kesalahan dalam operasi. Subjek sedang masih kesulitan dalam menuliskan informasi akan tetapi mengerti permasalahan, subjek hanya memiliki strategi yang tepat untuk 1 soal aja, subjek masih kurang dalam mengkaji hasil. Subjek berkemampuan rendah hanya mengerti permasalahan dan mengetahui infotmasi tanpa mempunyai strategi untuk menyelesaikannya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP kelas VII berdasarkan langkah IDEAL. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling didapat 3 siswa yang dijadikan subjek sesuai kemampuan pemecahnya yaitu kemampuan tinggi (S14), sedang (S9) dan rendah (S21). Instrumen penelitian berupa tes dan wawancara. Pengumpulan data penelitian ini tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan subjek berkemampuan tinggi dapat melewati semua langkah pemecahan, hanya saja masih terkendala pada melaksanakan strategi terdapat kesalahan dalam operasi. Subjek sedang masih kesulitan dalam menuliskan informasi akan tetapi mengerti permasalahan, subjek hanya memiliki strategi yang tepat untuk 1 soal aja, subjek masih kurang dalam mengkaji hasil. Subjek berkemampuan rendah hanya mengerti permasalahan dan mengetahui infotmasi tanpa mempunyai strategi untuk menyelesaikannya.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP Ummah, Amanatul; Sari, Riska Novia
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.687 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v7i1.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efektivitas model pembelajaran MMP terhadap kemampuan komunikasi matematis, (2) Efektivitas model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis, (3) Perbedaan keefektifan model pembelajaran MMP dengan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian The Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP IT Nurul Muhajirin Batam Tahun Ajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Model pembelajaran MMP efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis, (2) Model pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis, (3) Terdapat perbedaan keefektifan model pembelajaran MMP dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis.Kata Kunci : Model Pembelajaran MMP, Model Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Komunikasi Matematis
KECEMASAN MATEMATIKA DAN CARA MENGURANGINYA (MATHEMATIC ANXIETY AND HOW TO REDUCE IT) Saputra, Paulus Roy
PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.445 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.590

Abstract

ABSTRAKPembelajaran matematika merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan ilmu matematika yang merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak untuk kemajuan suatu negara. Pengembangan tersebut sudah dilakukan dari sejak dulu dan diberikan kepada masyarakat Indonesia mulai sejak dini. Usaha pengembangan tersebut tidak serta merta berjalan begitu saja, terdapat hambatan yang terjadi khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran matematika atau pandangan beberapa siswa terhadap matematika itu sendiri. Kecemasan merupakan salah satu hal yang melanda sistem pembelajaran khususnya pembelajaran matematika. Beberapa tokoh telah mendefinisikan kecemasan matematika sebagai sebuah gangguan psikologi berupa perasaan takut dan cemas dalam menyelesaikan persoalan matematika. Tokoh-tokoh yang lain juga sudah banyak memberikan definsi mengenai kecemasan matematika dan mereka meneliti bentuk-bentuk kecemasan yang ada dari tinjauan yang berbeda. Selain memberikan definisi dan bentuk, kecemasan juga bisa dikurangi dengan langkah-langkah yang bisa dilakukan sesuai dengan hasil penelitian tokoh maupun akademisi di bidang pendidikan dan psikologi. Beberapa langkah tersebut kiranya dapat mengurangi kecemasan yang ada untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, menyenangkan dan berpusat pada siswa. Kata Kunci: kecemasan, kecemasan matematika, pembelajaran matematika, gejala kecemasan

Page 11 of 25 | Total Record : 241


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022): PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016): PYTHAGORAS Vol 5, No 2 (2016): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS JOURNAL Vol 4, No 2 (2015): PYTHAGORAS JOURNAL Vol 4, No 2 (2015): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015): PYTHAGORAS Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika More Issue