PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Phytagoras: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is a peer review national journal. This journal is publishing high-quality articles in the field of mathematics education, both research and scientific studies. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of mathematic educaton in several topics, but not limited to: - Mathematic education includes media, method and math learning technology - Applied mathematics and statistic
Articles
241 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN LKS BERBASIS INKUIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA
Ummaeroh, Ria;
Gusmania, Yesi;
Hasibuan, Nailul Himmi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.382 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v8i2.1998
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS berbasis inkuiri dengan pembelajaran konvensional menggunakan LKS  terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 17 Batam. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan populasi 160 orang. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes essay sebanyak 4 soal yang telah valid dan reliabel ( ). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t satu pihak untuk hippotesis 1 dan 2 serta uji-t polled varians untuk hipotesis 3 dengan taraf keyakinan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 17 Batam; (2) pembelajaran konvensioanal dengan menggunakan LKS tidak berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 17 Batam; (3) terdapat perbedaan antara pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri dengan pembelajaran konvensional menggunakan LKS terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 17 Batam. Kata Kunci: LKS, Inkuiri, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa.Abstract. This research aims to determine the effect of using inquiry-based student’s worksheet with conventional learning using student’s worksheet on the ability to understand mathematical concepts of class XI IPA SMA Negeri 17 Batam. Type of this research is a quasi experiment with the entirety population XI IPA SMA Negeri 17 Batam with amount 160 students. The research sample is XI IPA 4 as the experiment class and XI IPA 3 as the control class. The sampling technique used purposive sampling. The intrument of this research is an essay test, which is 4 questions and has been valid and reliable ( . The data analysis technique used is one part t-test for hyphoteses 1 and 2 with polled varians t-test for hyphoteses 3 with a 5% certainty level. The results showed that: (1) learning using inquiry-based student’s worksheet affected on the ability of understand mathematical concept class XI IPA SMA Negeri 17 Batam; (2) conventional learning using student’s worksheet hasn’t effect on the ability of understand mathematical concept class XI IPA SMA Negeri 17 Batam; (3) there is a difference between learning using inquiry-based student’s worksheet with conventional learning using student’s worksheet on the ability to understand mathematical concept class XI IPA SMA Negeri 17 Batam. keywords: Student’s Worksheet, Inquiry, Student’s Mathematical Concept Understanding Ability.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELECTUALLY, AND REPETITION) DAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTS BATAMIYAH
Gustriyana, Gustriyana;
Amelia, Fitrah
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.952 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v6i2.959
Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran Auditory, Intelectually and Repetition (AIR) dengan model pembelajaran Probing-prompting. (2) Perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki tingkat kecemasan pada tes matematika panik, berat, sedang dan ringan. (3) Interaksi antara model pembelajaran (AIR dan Probing-prompting) dengan kecemasan siswa pada tes matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2 4. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Batamiyah tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas. Instrumen yang digunakan adalah angket kecemasan pada tes matematika dan tes hasil belajar matematika. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode kolmogorov smirnov dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Dengan  diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian diperoleh: (1) Model pembelajaran Auditory, Intelectually and Repetition (AIR) menghasilkan hasil belajar lebih baik dari pada model pembelajaran Probing-prompting. (2) Perbedaan tingkat kecemasan pada tes matematika tidak berpengaruh terhadap hasil belajar. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran (AIR dan Probing-prompting) dengan kecemasan pada tes matematika siswa.
PERBANDINGAN METODE ACCELERATED LEARNING DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA SMP N 21 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Arnizamiati, Wahyu;
Hanggara, Yudhi
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.64 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v3i2.578
ABSTRAKÂ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan hasil belajar matematika siswa metode Accelerated Learning dan Metode Active Learning Kelas VIII SMP Negeri 21 Batam Tahun Pelajaran 2013/2014 ditinjau dari hasil belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 21 Batam Tahun Pelajaran 2013/2014 dan kelas sampel yaitu VIII-3 dan VIII-4. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t dua pihak diperoleh t-hitung = 1,952 dan t-tabel = 1,994. Dengan menggunakan uji dua pihak diperoleh bahwa t-hitung berada pada daerah penolakan Ho. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbandingan antara metode pembelajaran Accelerated Learning dengan Active Learning terhadap hasil belajar matematika. Â Kata kunci: Â Metode Accelerated Learning, Metode Active Learning, Hasil Belajar
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE MAKE A MATCH DENGAN NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 34 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Ismarti, Ismarti;
Gusfyana, Raja Rizsca
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.243 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v3i1.557
Abstrak Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika adalah dengan variasi model pembelajaran. Pada penelitian ini dibandingkan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (MM) dan Numbered Head Together (NHT).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 34 Batam yang berjumlah 6 kelas dengan total 212 siswa. Dari populasi diambil 2 kelas yaitu VIIIb dengan 36 siswa sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VIIIe dengan 36 siswa sebagai kelas eksperimen 2. Kelas eksperimen 1 menggunakan tipe Numbered Head Together dan kelas eksperimen 2 menggunakan tipe Make a Match.Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 1 dengan tipe Numbered Head Together adalah 82,28 dan rata-rata kelas eksperimen 2 dengan tipe Make a Match adalah 80,78. Analisis data dengan uji t diperoleh thitung (0,5539)ttabel (1,994) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dari hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match (MM) dan Numbered Head Together (NHT). Kata kunci: make a match, numbered head together, pembelajaran kooperatif, hasil belajar matematika. Abstract The fact on the field show that learning math is very less to giving opportunity to the student to be active in the process. This case enhance outcomes of learning process. The effort to increase the outcomes of learning math is use variation of learning models. This research is to compare the learning outcomes with cooperative learning models, Make a Match type and Numbered Head Together type.Population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 34 Batam from  six classes with 212 students. From the population is taken two classes, VIIIb with 36 students as 1st experimental class and VIII E with 36 students as 2ndexperimental class. The first experimental class used Numbered Heads Together type while the second experimental class used the model of learning Make a Match.From this research, the average value of the 1st experimental class I with Numbered Head Together type is 82.28 and average value of 2ndexperimental class with Make a Match type is 80.78. The result of analyse data using t test obtained t result (0.5539) ttabel (1.994) showed that there were no significant differences of the results using a math model of learning Make a Match type and Numbered Head Together type. Keyword : make a match, numbered head together, cooperative learning, mathematics learning outcomes
Cover Vol. 7 No. 2
ismarti, Ismarti
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (895.089 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v7i2.1678
Penerapan model creative problem solving terintegrasi nilai islam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis
Nenden Suciyati Sartika;
Susti Rahmah Yulita S;
Siti Laeliyah
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.238 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v9i2.2300
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Darussa’adah Cikadueun dan sampel penelitian ini adalah kelas VIIIA yang berjumlah 21 orang (sebagai kelas kontrol) dan kelas VIIIB yang berjumlah 21 orang (sebagai kelas eksperimen). Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa antara yang menggunakan model pembelajaran CPS dan pembelajaran konvensional. Ini terlihat dari mean ketuntasan hasil belajar dengan model CPS sebesar 77,90 lebih baik dari hasil belajar dengan pembelajaran konvensional sebesar 70,66, dan peningkatan dapat dilihat dari uji t tes N-gain yaitu sebesar 9,88. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang positif bila menggunakan model CPS terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa MTs Darusa’adah Cikadueun.Kata Kunci: Creative Problem Solving, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check dengan Menggunakan Media Power Point terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Al-Azhar
Martono, Sutiadi;
Yusnita, Yessy
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.763 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v9i1.2302
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menggunakan Power Point terhadap hasil belajar matematika; (2) Efektivitas model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika; (3) Perbedaan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menggunakan Power Point dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar. Jenis penelitian ini kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Al Azhar. Pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel penelitian adalah VIIC sebagai kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menggunakan Power Point sebanyak 30 siswa dan VIID sebagai kelas kontrol menerapkan model pembelajaran konvensional sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak 4 soal. Dalam penelitian, instrumen sudah dianalisis validitas, tingkat kesukaran, daya beda dan  reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t satu sampel untuk hipotesis 1 dan 2 serta untuk hipotesis 3 menggunakan independent sample t-test. Koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,846. Hasil analisis data menunjukkan bahwa skor rata-rata tes hasil belajar matematika kelas eksperimen adalah 80,20 dan skor rata-rata kelas kontrol adalah 71,87. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menggunakan Power Point efektif terhadap hasil belajar matematika dengan nilai signifikansi adalah 0,011; (2) Model pembelajaran konvensional tidak efektif terhadap hasil belajar matematika dengan nilai signifikansi adalah 0,231; (3) Terdapat perbedaan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check menggunakan Power Point dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika dengan nilai signifikansi adalah 0,017.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
Yulia, Putri;
Gunawan, Rilla Gina;
Nasution, Eline Yanty Putri
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (989.706 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v9i1.2304
Abstrak. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kerinci, menjadi latar belakang penelitian ini. Hal ini, terlihat dari hasil tes, observasi, dan wawancara.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap kemampuan pemahaman konsep  matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, teknik pengambilan sampel yaitu random sampling diperoleh kelas eksperimen VII C dan kelas kontrol VII A. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes  kemampuan pemahaman konsep matematis guna melihat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Distribusi data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak normal sehingga analisis data yang digunakan adalah uji Mann Whitney U dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. = 0,005  yaitu 0,05 sehingga H0 ditolak, artinya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) lebih baik dari pada pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci: Problem Based Instruction: PBI, kemampuan pemahaman konsep matematisÂ
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Prinsip Inklusi Eksklusi dengan Prosedur Newman
Himmi, Nailul;
Husna, Asmaul
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.588 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v9i1.2256
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi prinsip inklusi eksklusi. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian mahasiswa semester V (lima) program studi pendidikan matematika Universitas Riau Kepulauan Tahun Ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan berdasarkan prosedur Newman. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa mahasiswa melakukan (1) kesalahan membaca soal sebesar 26% berupa tidak mengetahui makna dari soal; (2) kesalahan memahami soal sebesar 38% berupa tidak mengetahui apa yang akan dicari; (3) kesalahan transformasi soal sebesar 47% berupa berupa tidak dapat membentuk prinsip inklusi eksklusi; (4) kesalahan keterampilan proses sebesar 70% berupa kesalahan dalam perhitungan; dan (5) kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 72% berupa kesalahan menuliskan jawaban akhir dari soal. Hasil penelitian menunjukkan. persentase kesalahan paling besar yang dilakukan mahasiswa yaitu kesalahan penulisan jawaban akhir dengan rata-rata 72%. Hasil tersebut dapat dijadikan bahan diskusi dan penelitian selanjutnya, khususnya pada bagian analisis penyebab kesalahan pada kesalahan transformasi soal, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir karena pada tahap ini persentase kesalahannya cukup besar.
PENGARUH PENDEKATAN MODEL-ELICTING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN GENERALISA MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS X SMA
Putri, Shella Mars;
Afgani, M. Win;
Agustiani, Riza
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.863 KB)
|
DOI: 10.33373/pythagoras.v9i1.2259
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) terhadap kemampuan penalaran generalisasi matematis peserta didik pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Jenis penelitian yaitu kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan desain eksperimen dengan bentuk Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian yaitu kelas X IPA dan yang menjadi sampel, yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes akhir sebagai pengukur kemampuan penalaran generalisasi matematis. Analisis data yang digunakan yaitu uji-t (Independent Sample T-test) dengan taraf signifikan  = 0,05 diperoleh thitung= 6,28 dan ttabel= 1,99. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh pendekatan Model-Eliciting Activities (MEAs) terhadap kemampuan penalaran generalisasi matematis peserta didik pada materi sistem persamaan linear tiga variabel.