cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 16 Documents clear
Keterbacaan Wacana Buku Teks BIPA "Sahabatku Indonesia" Tingkat Madya Septyani, Dwi Endah; Rafli, Zainal; Muliastuti, Liliana
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5448

Abstract

Not many readability studies have been carried out on Indonesian language textbooks for foreign speakers (BIPA). This study analyzes BIPA Sahabatku Indonesia textbooks' readability at B1 and B2 levels through fog index. The research method used is the descriptive qualitative method. Data collection was carried out using documentation techniques on discourses in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook published by the Ministry of Education and Culture in 2016. According to the fog index criteria, this research is used as teaching materials for reading skills, namely eight lessons in textbooks B1 and eleven lessons on B2. Data were analyzed using measurement techniques through the fog index formula developed by Gunning. Based on the fog index, level B1 textbooks had a mean score of 2.98 with elementary criteria, while B2 level textbooks had a mean score of 4.02 with easy standards. Thus, as a representation of the existing BIPA textbooks, the intermediate level Sahabatku Indonesia book, both B1 and B2, shows less ideal criteria.Belum banyak dilakukan kajian keterbacaan terhadap buku teks Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbacaan wacana buku teks BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B1 dan B2 melalui fog index. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi terhadap wacana-wacana yang terdapat dalam buku teks BIPA Sahabatku Indonesia terbitan Kemendikbud tahun 2016. Sampel penelitian ini adalah wacana-wacana yang digunakan sebagai bahan ajar keterampilan membaca dan sesuai dengan kriteria fog index, yakni delapan wacana pada buku teks tingkat B1 dan sebelas wacana pada buku teks tingkat B2. Data dianalisis dengan teknik pengukuran melalui formula fog index yang dikembangkan oleh Gunning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan fog index, buku teks tingkat B1 memiliki skor rerata 2,98 dengan kriteria sangat mudah, sedangkan buku teks tingkat B2 memiliki skor rerata 4,02 dengan kriteria mudah. Dengan demikian, sebagai representasi buku teks BIPA yang ada, buku Sahabatku Indonesia tingkat madya, baik tingkat B1 maupun B2 menunjukkan kriteria kurang ideal.
Improving Students’ Narrative Text Writing Ability Through The Picture and Picture Learning Model Muchtar, Azmy Ali; Rahmat, Aceng; Herlina, Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.5427

Abstract

Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan isi pikiran atau perasaan. Salah satu jenis teks yang biasa digunakan dalam belajar menulis adalah teks atau esai naratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks naratif menggunakan model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran picture and picture memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis teks naratif. Rerata nilai keterampilan menulis teks naratif pada tahap observasi sebesar 64.9 pada siklus pertama mencapai 70.1 dan pada siklus kedua sebesar 75.2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis teks naratif siswa dan memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan serta menjadikan siswa aktif dan antusias dalam belajar.Writing is an activity to express thoughts or feelings. A type of text commonly used in learning to write is a narrative text or essay. The objective of this study is to improve the ability to write narrative texts using the Picture and Picture Learning Model (PPLM). The research method is categorized as classroom action research, which was conducted in two cycles. The data collection techniques include writing tests, interviews, and observations. The results showed that the implementation of the Picture and Picture Learning Model (PPLM) influenced the ability to write narrative texts. The average score of writing narrative text skills at the observation stage was 64.9, and in the first cycle, it reached 70.1, while in the second cycle it reached 75.2. These results indicate that the Picture and Picture Learning Model (PPLM) can improve students' ability to write narrative texts and provide fun learning nuances that make students active and enthusiastic about learning.
Ekranisasi Novel Hanum & Rangga: Faith & The City Wijayanti, Lisma Meilia; Hari Cahyono, Bambang Eko; Irawati, Lulus
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6123

Abstract

The ecranization process allows for change. With this change, generally, the audience will compare between the two. Thus, the audience's appreciation and even the novelist of a film often create satisfaction or vice versa. The purpose of this research is to describe and explain the expansion of the novel Hanum & Rangga: Faith & The City into the film Hanum & Rangga: Faith & The City in terms of plot. This type of research used in this research is qualitative with a qualitative descriptive method. From the results of the expansion analysis, it was found 46 shrinkage findings, 30 additional findings, and 43 varied findings. Thus, the theory of ecranization proves that the storyline of a film that departs from the novel will not be the same.Proses ekranisasi memungkingkan adanya perubahan. Dengan adanya perubahan tersebut, umumnya penonton akan membandingkan antara keduanya. Maka, apresiasi penonton bahkan penulis novel dari sebuah film seringkali menimbulkan kepuasan atau justru sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan ekranisasi novel Hanum & Rangga: Faith & The City ke dalam film Hanum & Rangga: Faith & The City dari segi alur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ekranisasi ditemukan 46 temuan penciutan, 30 temuan penambahan, dan 43 temuan perubahan bervariasi. Dengan demikian, teori ekranisasi membuktikan bahwa alur cerita sebuah film yang berangkat dari novel tidak akan sama persis.
Penggunaan Alih Kode Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Berperspektif Gender Sundoro, Bekty Tandaningtyas
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6108

Abstract

The gender difference is one that affects the use of code-switching. This study aims to describe and explain the types and impacts of code-switching used in gender-based learning. The data in this study are in the form of speech events between teachers and students in Indonesian language learning at SMK Negeri 1 Banyumas. Data was collected by paying attention to gender aspects. Sources of data in this study are documents and informants. The technique of data using interview, observation, proficient, and listening method. The data validity technique uses the triangulation technique of data sources and informant reviews. Data analysis used the intralingual matching method. The results showed that the use of codes was more common in classes with male teachers than female teachers. The positive impact of using code-switching by male teachers makes learning more communicative and students seem enthusiastic about participating in learning. The positive impact on classrooms with female teachers makes learning more formal because teachers can minimize the use of code-switching.Perbedaan gender adalah salah satu yang memengaruhi penggunaan alih kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis dan dampak alih kode yang digunakan dalam pembelajaran berdasarkan gender. Data dalam penelitian ini berupa peristiwa tutur antara guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dikumpulkan dengan memperhatikan aspek gender. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, metode cakap dan simak. Teknik validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan review informan. Analisis data menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan alih kode lebih banyak dijumpai dalam kelas dengan guru laki-laki dibandingkan guru perempuan. Dampak positif penggunaan alih kode yang dilakukan guru lelaki menjadikan pembelajaran lebih komunikatif dan siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran. Dampak positif pada kelas dengan guru perempuan menjadikan pembelajaran lebih formal karena guru dapat meminimalisasi penggunaan alih kode.
Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Azis, Abdul; Rahim, Ilma; Herdiani, Rizki; Madeten, Sisilya Saman
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal bagi Murid Sekolah Dasar Usman, Usman; Sakaria, Sakaria
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.9064

Abstract

This study aims to develop valid, practical, and effective literary teaching materials based on character education in elementary schools. The study used the Borg and Gall development model which was then adapted into four stages, namely: (1) pre-development stage (planning), (2) product development stage, (3) product feasibility test stage, and (4) post-development stage. This study involved fourth-grade elementary school students. The study results showed that the development of children's literature teaching materials is important. The teaching materials were declared feasible, both according to material and media experts and students. The teaching materials were proven to be effective and can be used independently.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar sastra yang valid, praktis, dan efektif berbasis pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang kemudian diadaptasi menjadi empat tahap, yaitu: (1) tahap prapengembangan (perencanaan), (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap uji kelayakan produk, dan (4) tahap pascapengembangan. Penelitian ini melibatkan siswa SD kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar sastra anak penting dilakukan. Bahan ajar dinyatakan layak, baik menurut ahli materi dan media maupun peserta didik. Bahan ajar terbukti efektif dan dapat digunakan secara mandiri.

Page 2 of 2 | Total Record : 16