Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STRUKTUR MAKNA SIMBOLIK DALAM WACANA TERORISME: SEBUAH KAJIAN WACANA KRITIS Rizki Herdiani; Asmuliati Nahnu
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 2, No 2 (2022): WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v2i2.42832

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah struktur makna simbolik dalam wacana terorisme. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan konstruksi struktur makna simbolik dalam wacana terorisme. Sumber data penelitian adalah berita terorisme dari media daring (online). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough yang terdiri atas tahapan deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme direpresentasikan dalam fitur linguistik berikut ini. (1) Fitur kosakata yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme terdiri atas: (a) modalitas, yang meliputi modalitas ”ingin”, ”masih”, dan ”harus”; (b) kata kerja; serta (c) kata penghubung, yang meliputi ”tetapi”, ”padahal”, dan ”namun”. (2) Fitur frasa yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme yang terdiri atas frasa verbal. (3) Fitur kalimat yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme yang terdiri atas kalimat pasif.
THE ANALYSIS OF SYNTACTIC ERRORS IN STUDENTS’ EXPOSITION WRITING OF CLASS X AT SMA YAPIP SUNGGUMINASA IN GOWA REGENCY Rizki Herdiani; Johar Amir; Syamsudduha Syamsudduha
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 5 No 1 (2023): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v5i1.631

Abstract

The research objectives are: (i) to describe phrase errors found in students’ expository writing of class X at SMA YAPIP Sungguminasa in Gowa Regency; and (ii) to describe sentence errors found in students’ expository writing of class X at SMA YAPIP Sungguminasa in Gowa Regency. The study used a qualitative descriptive design. Data collection techniques are techniques to read, take notes, and interview teachers and students. Data were analyzed by identifying, classifying, explaining, and evaluating. The results showed that (i) phrase errors include four types of prepositional phrase errors: verbal phrase errors, nominal phrase errors, and adjectival phrase errors; (ii) sentence errors include seven types: sentences with no subject, sentences with no subject and no predicate, illogical sentences, pleonasms, conjunctive disappearances, excessive conjunctions, and unnecessary usage of unquestioned words.
Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Johar Amir; Mahmudah Mahmudah; Rizki Herdiani; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
PKM Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Quizziz bagi Guru SMAN Kabupaten Majene Amir, Johar; Dalle, Ambo; Herdiani, Rizki; Mahande, Ridwan Daud; Setialaksana, Wirawan
PENGABDI PENGABDI: VOL. 5, NO.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v5i1.62156

Abstract

Abstrak. Evaluasi pembelajaran bukan sekadar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik, melainkan juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar. Oleh karena itu, tim merasa perlu melaksanakan pengabdian dengan judul “PkM Bagi Guru SMAN 1 Kabupaten Majene dalam Pembuatan Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Quizi
Training on Using the Explicit Instruction Model to Support Students' Writing Skills at DDI Alliritengae, Maros Regency Azis, Abdul; Ramly; Asia; Shafariana; Ilma Rahim; Rizki Herdiani
Teumulong: Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024): June 2024
Publisher : Institute of Education and Social Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62568/jocs.v2i3.30

Abstract

The results of initial observations carried out in Class XII of Madrasah Aliyah DDI Alliritengae Maros, showed that the student was completely unable to write. Writing skills are still lacking because teachers find it difficult to teach writing skills. Likewise, learning techniques are still teacher-centred and students are less active in the learning process. Apart from that, teachers are less selective in choosing learning models, especially writing skills. Writing skills are one of students' language skills. At MA DDI Alliritengae Maros, Maros Regency, the use of the Explicit Instruction Model to support writing skills is increasingly being developed in the student environment. The Explicit Instruction model has been proven to have advantages in presenting the results of a writer's writing to other people. The results of data analysis provide a clear picture so that a correct understanding of the student's condition is related to the use of the Explicit Instruction Model in the writing process. High school students can optimize the performance of their writing skills through the Explicit Instruction Model to improve the quality of learning and make it easier to manage widely used writing.
Analisis Pemahaman Mahasiswa terhadap Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Universitas Negeri Makassar Herdiani, Rizki; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah; Satriani, Irma
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.72474

Abstract

Abstract. The lack of understanding regarding affixation can lead to errors in word usage, resulting in ambiguity in the meaning of their academic writing. This study aims to thoroughly examine how students comprehend affixation in the Indonesian language, the factors influencing that understanding, and the challenges they face in applying it in academic communication. The type of research employed is descriptive qualitative, focusing on the collection and analysis of in-depth data regarding students' understanding of affixation. The sample for this study consists of 68 students from the Indonesian Language and Literature Education programme at Universitas Negeri Makassar. Data collection techniques include interviews, questionnaires, text analysis, and direct classroom observations. Data analysis is conducted through thematic analysis to identify key themes related to the understanding of affixation. The results indicate that the application of affixation in students' academic writing still reveals errors in affix usage, the use of confixes, and the writing of affixes and prepositions. Several factors influencing students' understanding of affixation can be observed from cognitive, pedagogical, and learning environment aspects. Various teaching strategies have proven effective in enhancing students' engagement, conceptual understanding, and analytical skills regarding the structure of affixes in the Indonesian language, including contextual approaches, project-based learning, digital technology, and collaborative methods. This research reinforces the fact that mastery of morphology, particularly affixation, remains a significant challenge in students' academic writing. This necessitates a more applied, contextual, and error-based approach to teaching morphology that addresses the common mistakes encountered.Keywords: affixation, morphology, learning strategies
INTEGRATING HOTS IN INDONESIAN HIGH SCHOOL TEXTBOOKS: A COMPARATIVE STUDY OF THE 2013 AND MERDEKA CURRICULUM Rahim, Abd; Aziz, Abdul; Ilma Rahim; Herdiani, Rizki; Ambarita, Jenri; Nurhikmah
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i1.9426

Abstract

This study evaluates and compares the integration of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students under the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum. Using a qualitative descriptive approach, the study conducts content analysis of four textbooks two aligned with the 2013 Curriculum and two with the Merdeka Curriculum employing HOTS criteria derived from Bloom’s taxonomy. The findings reveal that the 2013 Curriculum textbook (2014 edition) includes 78 questions, with 17 in the analyzing category and 37 in the evaluating category (32 checking and 24 criticizing questions). In comparison, the Merdeka Curriculum textbook (2021 edition) presents 55 questions, comprising 14 analyzing and 32 evaluating questions (25 checking and 16 criticizing). Despite a decrease in the total number of questions, the Merdeka Curriculum exhibits a greater emphasis on deeper critical evaluation, reflecting a pedagogical shift toward fostering students' critical thinking competencies. The contribution of this research lies in providing empirical evidence on how curriculum reforms affect the cognitive depth of textbook content, thereby offering insights for curriculum developers, textbook authors, and educators in designing learning materials that effectively promote 21st-century skills.
PERTUNJUKAN DRAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Herdiani, Rizki; Ramadhan, Nur Syawaluddin; Ramadani, Aulia Magfira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 03 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif pelatihan drama dalam membina pendidikan sosial dan moral di SMA 12 Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Melalui pendidikan drama, siswa belajar mengembangkan nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama tim, dan penerimaan dengan terlibat dalam berbagai situasi dunia nyata. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media drama dapat meningkatkan kesadaran sosial, pengembangan karakter, dan kapasitas siswa untuk memahami sudut pandang orang lain dan menghargai keberagaman. Pengabdian ini mendukung penggunaan metode yang berfokus pada drama sebagai strategi pendidikan karakter yang relevan dan efisien di lingkungan sekolah menengah.
Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Amir, Johar; Mahmudah, Mahmudah; Herdiani, Rizki; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad Satriani, Irma; Dewi, Anita Candra; Herdiani, Rizki
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i2.487

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad. Tujuan penelitian ini  mengungkap tanda dan simbol dalam drama Visa merepresentasikan relasi kekuasaan antara individu dan institusi. Pendekatan yang digunakan semiotika Peirce yang berfokus pada tiga unsur utama, yaitu representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa dialog atau monolog yang terdapat dalam naskah. Hasil analisis menunjukkan simbol visa, ruang tunggu, dan proses wawancara menjadi tanda kekuasaan yang beroperasi secara sistemik dan ideologis. Ruang tunggu melambangkan batas eksistensial antara “yang diizinkan” dan “yang ditolak,” sedangkan visa menjadi simbol kekuasaan global yang mengatur mobilitas manusia. Kekuasaan dalam Visa tidak hadir secara fisik, tetapi melalui mekanisme administratif dan bahasa birokrasi yang menundukkan subjek. Melalui perspektif Peirce, drama ini mengungkap makna-makna laten tentang ketidaksetaraan, kontrol, dan resistensi dalam kehidupan modern. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mohamad merupakan refleksi kritis terhadap struktur sosial dan ideologis yang membatasi kebebasan manusia melalui sistem tanda yang halus, namun dominan.