Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRUKTUR MAKNA SIMBOLIK DALAM WACANA TERORISME: SEBUAH KAJIAN WACANA KRITIS Rizki Herdiani; Asmuliati Nahnu
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 2, No 2 (2022): WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v2i2.42832

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah struktur makna simbolik dalam wacana terorisme. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan konstruksi struktur makna simbolik dalam wacana terorisme. Sumber data penelitian adalah berita terorisme dari media daring (online). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough yang terdiri atas tahapan deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme direpresentasikan dalam fitur linguistik berikut ini. (1) Fitur kosakata yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme terdiri atas: (a) modalitas, yang meliputi modalitas ”ingin”, ”masih”, dan ”harus”; (b) kata kerja; serta (c) kata penghubung, yang meliputi ”tetapi”, ”padahal”, dan ”namun”. (2) Fitur frasa yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme yang terdiri atas frasa verbal. (3) Fitur kalimat yang merepresentasikan ideologi dan kekuasaan dalam wacana terorisme yang terdiri atas kalimat pasif.
THE ANALYSIS OF SYNTACTIC ERRORS IN STUDENTS’ EXPOSITION WRITING OF CLASS X AT SMA YAPIP SUNGGUMINASA IN GOWA REGENCY Rizki Herdiani; Johar Amir; Syamsudduha Syamsudduha
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 5 No 1 (2023): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v5i1.631

Abstract

The research objectives are: (i) to describe phrase errors found in students’ expository writing of class X at SMA YAPIP Sungguminasa in Gowa Regency; and (ii) to describe sentence errors found in students’ expository writing of class X at SMA YAPIP Sungguminasa in Gowa Regency. The study used a qualitative descriptive design. Data collection techniques are techniques to read, take notes, and interview teachers and students. Data were analyzed by identifying, classifying, explaining, and evaluating. The results showed that (i) phrase errors include four types of prepositional phrase errors: verbal phrase errors, nominal phrase errors, and adjectival phrase errors; (ii) sentence errors include seven types: sentences with no subject, sentences with no subject and no predicate, illogical sentences, pleonasms, conjunctive disappearances, excessive conjunctions, and unnecessary usage of unquestioned words.
Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Johar Amir; Mahmudah Mahmudah; Rizki Herdiani; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
PKM Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Quizziz bagi Guru SMAN Kabupaten Majene Amir, Johar; Dalle, Ambo; Herdiani, Rizki; Mahande, Ridwan Daud; Setialaksana, Wirawan
PENGABDI PENGABDI: VOL. 5, NO.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v5i1.62156

Abstract

Abstrak. Evaluasi pembelajaran bukan sekadar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik, melainkan juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar. Oleh karena itu, tim merasa perlu melaksanakan pengabdian dengan judul “PkM Bagi Guru SMAN 1 Kabupaten Majene dalam Pembuatan Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Quizi
Training on Using the Explicit Instruction Model to Support Students' Writing Skills at DDI Alliritengae, Maros Regency Azis, Abdul; Ramly; Asia; Shafariana; Ilma Rahim; Rizki Herdiani
Teumulong: Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024): June 2024
Publisher : Institute of Education and Social Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62568/jocs.v2i3.30

Abstract

The results of initial observations carried out in Class XII of Madrasah Aliyah DDI Alliritengae Maros, showed that the student was completely unable to write. Writing skills are still lacking because teachers find it difficult to teach writing skills. Likewise, learning techniques are still teacher-centred and students are less active in the learning process. Apart from that, teachers are less selective in choosing learning models, especially writing skills. Writing skills are one of students' language skills. At MA DDI Alliritengae Maros, Maros Regency, the use of the Explicit Instruction Model to support writing skills is increasingly being developed in the student environment. The Explicit Instruction model has been proven to have advantages in presenting the results of a writer's writing to other people. The results of data analysis provide a clear picture so that a correct understanding of the student's condition is related to the use of the Explicit Instruction Model in the writing process. High school students can optimize the performance of their writing skills through the Explicit Instruction Model to improve the quality of learning and make it easier to manage widely used writing.
Analisis Pemahaman Mahasiswa terhadap Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Universitas Negeri Makassar Herdiani, Rizki; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah; Satriani, Irma
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.72474

Abstract

Abstract. The lack of understanding regarding affixation can lead to errors in word usage, resulting in ambiguity in the meaning of their academic writing. This study aims to thoroughly examine how students comprehend affixation in the Indonesian language, the factors influencing that understanding, and the challenges they face in applying it in academic communication. The type of research employed is descriptive qualitative, focusing on the collection and analysis of in-depth data regarding students' understanding of affixation. The sample for this study consists of 68 students from the Indonesian Language and Literature Education programme at Universitas Negeri Makassar. Data collection techniques include interviews, questionnaires, text analysis, and direct classroom observations. Data analysis is conducted through thematic analysis to identify key themes related to the understanding of affixation. The results indicate that the application of affixation in students' academic writing still reveals errors in affix usage, the use of confixes, and the writing of affixes and prepositions. Several factors influencing students' understanding of affixation can be observed from cognitive, pedagogical, and learning environment aspects. Various teaching strategies have proven effective in enhancing students' engagement, conceptual understanding, and analytical skills regarding the structure of affixes in the Indonesian language, including contextual approaches, project-based learning, digital technology, and collaborative methods. This research reinforces the fact that mastery of morphology, particularly affixation, remains a significant challenge in students' academic writing. This necessitates a more applied, contextual, and error-based approach to teaching morphology that addresses the common mistakes encountered.Keywords: affixation, morphology, learning strategies
PERTUNJUKAN DRAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Herdiani, Rizki; Ramadhan, Nur Syawaluddin; Ramadani, Aulia Magfira
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 03 (2025): JUNI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif pelatihan drama dalam membina pendidikan sosial dan moral di SMA 12 Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Melalui pendidikan drama, siswa belajar mengembangkan nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama tim, dan penerimaan dengan terlibat dalam berbagai situasi dunia nyata. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media drama dapat meningkatkan kesadaran sosial, pengembangan karakter, dan kapasitas siswa untuk memahami sudut pandang orang lain dan menghargai keberagaman. Pengabdian ini mendukung penggunaan metode yang berfokus pada drama sebagai strategi pendidikan karakter yang relevan dan efisien di lingkungan sekolah menengah.
Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Amir, Johar; Mahmudah, Mahmudah; Herdiani, Rizki; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
Mendorong Kreativitas dan Pemahaman Makna melalui Pembelajaran Mendalam dalam Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 9 (2025): Edisi Nopember 2025
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i9.461

Abstract

In 21st-century education, writing skills in Indonesian language learning are no longer simply defined as the ability to construct words and sentences, but rather as a higher-order thinking process involving analysis, reflection, and in-depth interpretation of experiences and social contexts. The integration of a deep learning approach into writing instruction offers a new paradigm oriented toward students' understanding of meaning, creativity, and critical thinking skills. Through this literature review, researchers analyzed various recent research findings on the application of deep learning in the context of teaching Indonesian language writing in schools. The results of the review indicate that deep learning strategies can encourage students to understand the structure and meaning of texts more reflectively, develop original ideas, and build connections between personal experiences and socio-cultural contexts. Furthermore, teachers play a crucial role in creating a collaborative learning environment that stimulates students' critical thinking and creative expression. Deep learning-based writing instruction has also been shown to strengthen higher-order thinking skills and shift the learning paradigm from mere knowledge reproduction to meaning construction.
MULTILINGUALISME PADA GENERASI Z DAN UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Candra Dewi, Anita; Fitri, Sakinah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6331

Abstract

Multilingualism is becoming increasingly prominent among Generation Z, who are growing up amid globalization and digital technological advancement. While many studies have separately examined language shift or language maintenance, few have specifically explored the relationship between multilingual practices among Generation Z and the preservation of regional languages, particularly in linguistically diverse areas such as South Sulawesi. This study aims to describe the patterns of first, second, and third language use among Generation Z and explore their connection to language maintenance efforts. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 60 respondents aged 18–20 from various regions in South Sulawesi. The findings reveal that 63.3% of respondents use Indonesian as their first language, followed by Bugis (18.3%), Makassarese (15%), and others. For the second language, respondents tend to use regional languages, while English dominates as the third language (65%). These results indicate a shift in regional languages from the position of mother tongue to second or third language. However, there is still evidence of preservation efforts through the use of regional languages within family and social settings. These findings provide a foundation for the formulation of linguistic and educational policies that promote regional language revitalization, and they enrich theoretical understanding of multilingual dynamics in the digital era. ABSTRAK Multilingualisme merupakan fenomena yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Meskipun banyak penelitian membahas pergeseran bahasa atau pemertahanan bahasa secara terpisah, masih sedikit yang mengkaji hubungan antara praktik multilingualisme Generasi Z dan pelestarian bahasa daerah, khususnya di wilayah dengan keragaman bahasa seperti Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa pertama, kedua, dan ketiga di kalangan Generasi Z serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan upaya pemertahanan bahasa daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap 60 responden usia 18–20 tahun dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, disusul Bugis (18,3%), Makassar (15%), dan lainnya. Sebagai bahasa kedua, responden cenderung menggunakan bahasa daerah, sementara bahasa Inggris dominan sebagai bahasa ketiga (65%). Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa daerah dari posisi bahasa ibu menjadi bahasa kedua atau ketiga. Namun, tetap terdapat indikasi upaya pelestarian melalui penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan linguistik dan pendidikan yang mendorong revitalisasi bahasa daerah, serta memperkaya pemahaman teoretis tentang dinamika multilingualisme di era digital.