cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Ekologi Spiritual dalam Novel Glonggong Karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba Karya Ramayda Akmal Yudhistira Adi Prasetya; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.051 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3318

Abstract

This study aims to describe 1) the ecological dimension of Javanese in the Glonggong by Junaedi Setiyono and the Jatisaba by Ramayda Akmal; 2) the influence of Javanese spirituality in environmental management in the Glonggong and Jatisaba. The technique used in data collection was reading techniques and note-taking techniques. The data analysis technique used was descriptive qualitative. Validity used semantic validity technique. The results of the study, there are two forms of interrelationships between environment and humans, namely 1) humans are subject to nature, and 2) humans master nature. From the two forms of relationship, there is a Javanese spirituality that influences environmental management, including saduluran (kinship), bisa ajer ajur (able to adapt and select), and nrimo ing pandhum (accept all gifts or sincerity). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dimensi ekologi orang Jawa dalam novel Glonggong karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba karya Ramayda Akmal serta pengaruh spiritualitas orang Jawa dalam pengelolaan lingkungan pada novel Glonggong dan Jatisaba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk hubungan lingkungan dengan manusia, yaitu 1) manusia tunduk pada alam, dan 2) manusia menguasai alam. Dari kedua bentuk hubungan tersebut terdapat spiritualitas Jawa yang memengaruhi pengelolaan lingkungan, antara lain saduluran (kekerabatan), bisa ajur ajer (mampu beradaptasi dan menyeleksi), dan nrima ing pandhum (menerima segala pemberian atau ikhlas).
Kesalahan Morfologi Pada Teks Eksplanasi Siswa SMA Negeri 7 Cirebon Rina Maulindah; Tati Sri Uswati
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.825 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5210

Abstract

Explanatory texts are new subjects that are important for students to master, including the language system. This study aims to describe the forms of morphological errors in the writing of explanatory essays in class XI students of SMAN 7 Cirebon in the academic year 2019/2020. The subject of this qualitative research was in the form of an explanatory text essay from class XI students of SMA Negeri 7 Cirebon. Data collected through a literature study. Data analysis uses document analysis by identifying, analyzing, and describing morphological errors in explanatory texts written by students. The results of this study indicate that of 58 explanatory texts, there were 296 cases, including 198 or 67% affixation writing errors, 12 or 4% writing reduplication errors and 86 or 29% writing composition/compounding errors. Teks eksplanasi merupakan mata pelajaran baru yang penting untuk dikuasai siswa, termasuk sistem kebahasaannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan morfologi pada penulisan karangan eksplanasi siswa kelas XI SMAN 7 Cirebon tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian kualitatif ini berupa karangan teks eksplanasi siswa kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon. Data dikumpulkan melalui studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis dokumen dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan kesalahan morfologi pada teks eksplanasi yang ditulis oleh siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 58 teks eksplanasi, terdapat 296 kasus, meliputi: 198 atau 67% kesalahan penulisan afiksasi, 12 atau 4% kesalahan penulisan reduplikasi, dan 86 atau 29% kesalahan penulisan komposisi/pemajemukan.
Contexts as The Determining Roles of Javanese Phatic ‘Monggo’: Culture-Specific Pragmatics Perspective Kunjana Rahardi
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.4 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5035

Abstract

Context is a very important aspect to determine speech intentions. Failure to describe contexts potentially causes misunderstanding. In a Javanese society, there is a phatic communion ‘monggo’ which has varied pragmatic meanings depending on contexts. The variety of meanings poses a potential problem for language learners. Considering this, a research is conducted to investigate how contexts become determining factors of pragmatic meanings of ‘monggo.’ The research data are excerpts of utterances containing phatic ‘monggo’. The data sources are the excerpts of utterance between the speaker and hearer having Javanese cultural backgrounds. The data are gathered using the observation method, by recording and note-taking as the basic and advanced techniques. The gathered data are classified carefully to be analyzed using the contextual identity analysis method. The research result shows the roles of contexts as follows: (a) determine the phatic meaning of ‘monggo’, (b) provide a background of the phatic meaning of ‘monggo’, (c) confirm the phatic meaning of ‘monggo’, and (d) describe the phatic meaning of ‘monggo.’ The pragmatic meanings of the phatic ‘monggo’ include: (a) inviting sincerely, (b) inviting hesitantly, (c) prohibition, (d) doubt, (e) excuse me, and (f) invitation.Konteks sangat penting dalam menentukan maksud pembicaraan. Kegagalan untuk menggambarkan konteks berpotensi menyebabkan kesalahpahaman. Dalam masyarakat Jawa, ada kata 'monggo' yang memiliki beragam makna pragmatis tergantung pada konteksnya. Keragaman makna menimbulkan masalah bagi pemelajar bahasa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki konteks yang menjadi faktor penentu terhadap makna pragmatis dari 'monggo'. Data penelitian adalah kutipan dari ujaran yang mengandung kata ‘monggo'. Sumber data adalah kutipan dari ujaran antara pembicara dan pendengar yang memiliki latar belakang budaya Jawa. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, dengan mencatat yang juga digunakan sebagai teknik dasar dan lanjutan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dengan cermat untuk dianalisis menggunakan metode analisis identitas kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peran konteks, meliputi: (a) menentukan makna kata 'monggo', (b) memberikan latar belakang makna kata 'monggo', (c) mengonfirmasi makna kata 'monggo', dan (d) menguraikan makna kata 'monggo'. Adapun arti pragmatis kata 'monggo', yaitu: (a) mengundang dengan tulus, (b) mengundang ragu-ragu, (c) melarang, (d) keragu-raguan, (e) permohonan maaf, dan (f) undangan.
Campur Kode Pada Transaksi Lego Tuneeca New N Preloved Denik Wirawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.854 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3305

Abstract

This article aims to 1) describe the type of code mix in the Tuneeca transaction in the Lego Tuneeca New N Preloved 2 group) describing the relationship of mixed code to the Tuneeca transaction in the Lego Tuneeca New N Preloved group with sociolinguistic teaching material. This study used the descriptive qualitative method. Data is obtained by reading notes. The results of the study of reading conversations at Lego Tuneeca New N Preloved group are types of code mixes which are mixed code into a number of twelve, out a number of thirty-four, and mixed codes of eleven data. The form of mixed code has a mixed code of thirty-five words, thirty-seven phrases, two-sentence sentences, and no clause code mixed form in this study. The mixed code research on the Lego Tuneeca New N Preloved transaction can be used as an additional sociolinguistic teaching material specifically in the problem chapter of bilingualism in the form of code-mixing. From this research can be taken as an example of sociolinguistic learning material in the form of a two-way code mix, namely classification of types and forms of mixed code.Pada kegiatan transaksi, bahasa masih menjadi peranan penting dalam berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Komunikasi verbal yang digunakan dalam kegiatan transaksi online umumnya berupa tulisan. Artikel ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis campur kode pada transaksi Tuneeca dalam grup Lego Tuneeca New N Preloved 2) mendeskripsikan kaitannya campur kode pada transaksi Tuneeca dalam grup Lego Tuneeca New N Preloved dengan bahan ajar sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan cara teknik baca dan catat. Hasil penelitian dari membaca percakapan di grop Lego Tuneeca New N Preloved terdapat jenis campur kode, yaitu: campur kode ke dalam sejumlah dua belas, campur kode ke luar sejumlah tiga puluh empat, dan campur kode campuran sejumlah sebelas data. Bentuk campur kode terdapat campur kode pada tataran kata sejumlah tiga puluh lima, tataran frasa sejumlah tiga puluh tujuh, tataran kalimat sejumlah dua, dan tidak ditemukan bentuk campur kode pada tataran klausa dalam penelitian ini. Penelitian campur kode pada transaksi Lego Tuneeca New N Preloved dapat digunakan sebagai tambahan bahan ajar sosiolinguistik khususnya pada bab permasalahan bilingualisme yang berupa campur kode. Hasil dari penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai contoh materi pembelajaran sosiolinguistik berupa campur kode dua hal, yaitu: klasifikasi jenis dan bentuk campur kode.
Analisis Bahan Ajar Menulis Sastra Pada Aspek Pengetahuan dalam Buku Guru Bahasa Indonesia SMA/MA Thoufanie Barikly; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.909 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3330

Abstract

This study aims to describe aspects of knowledge in literary writing teaching materials in Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII with a qualitative descriptive approach to document analysis. The data sources used in this study are Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII 2013 Curriculum. The technique of data collection is done through reading and recording techniques using instruments that have been validated in the form of document analysis guides. The results showed that aspects of factual, conceptual, and procedural knowledge were fulfilled in the Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII with details: (1) based on literary teaching material aspects of knowledge in class X and XI, more conceptual knowledge aspects dominating rather than factual and procedural knowledge, (2) based on literary teaching material aspects of knowledge in class XII, aspects of procedural knowledge dominate more than factual and conceptual knowledge.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek pengetahuan pada bahan ajar menulis sastra dalam buku guru bahasa Indonesia SMA/MA kelas X, XI, XII dengan pendekatan kualitatif deskriptif jenis analisis dokumen. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku guru bahasa Indonesia SMA/ MA kelas X, XI, XII Kurikulum 2013. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik pembacaan dan pencatatan dengan menggunakan instrumen yang sudah divalidasi berupa panduan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural sudah terpenuhi dalam buku guru bahasa Indonesia SMA/ MA kelas X, XI, XII dengan rincian: (1) berdasarkan bahan ajar sastra aspek pengetahuan pada kelas X dan XI, aspek pengetahuan konseptual lebih mendominasi daripada pengetahuan faktual dan prosedural, (2) berdasarkan bahan ajar sastra aspek pengetahuan pada kelas XII, aspek pengetahuan prosedural lebih mendominasi daripada pengetahuan faktual dan konseptual.
Pengembangan Evaluasi Berbasis Penalaran dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Dadang S. Anshori
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.96 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.1505

Abstract

This paper aims to develop a reason-based evaluation model that can be used to evaluate language learning in schools. Reason-based evaluation becomes so important along with the use of the text approach in language learning. The text approach allows language not only to be understood structurally, but also functionally. Therefore, the type of text also determines the purpose of communication. Functionally, the text also contains messages and the interests of the writer so that it must be understood critically with high reasoning power. In the context of language learning, critical power and reasoning power must be reflected in the evaluation system used. At present, language evaluation models develop more aspects of language cognition than applications that allow students to develop critical power to the text. This reason-based evaluation model is expected to be an alternative in developing tests that truly inspire and understand the spirit of language learning.Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi berbasis penalaran yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa di sekolah. Evaluasi berbasis penalaran menjadi demikian penting seiring dengan penggunaan pendekatan teks dalam pembelajaran bahasa. Pendekatan teks memungkinkan bahasa tidak hanya dipahami secara struktural, tetapi juga secara fungsional. Oleh karena itu, jenis teks ikut menentukan tujuan berkomunikasi. Secara fungsional, teks juga sarat mengandung pesan dan kepentingan penulis sehingga harus dipahami secara kritis dengan daya nalar yang tinggi. Dalam konteks pembelajaran bahasa, daya kritis dan daya nalar harus tercermin dalam sistem evaluasi yang digunakan. Saat ini, model evaluasi bahasa lebih banyak mengembangkan aspek kognisi bahasa dibandingkan aplikasi yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan daya kritis terhadap teks. Model evaluasi berbasis penalaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan tes yang benar-benar menjiwai dan memahami ruh pembelajaran bahasa.
Implementasi Model Pembelajaran Rekreasi-Prokreasi dalam Membaca Kritis Teks Eksplanasi di SMK Bambang Eko Hari Cahyono; Lulus Irawati; Devit Tri Candrawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.125 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.5032

Abstract

This study aims to describe and explain (1) the conditions of critical reading learning in SMK Negeri 1 Ponorogo students, (2) the implementation of recreation-procreative learning models in learning to read critical explanatory texts, and (3) the constraints faced by teachers and students. This descriptive qualitative research uses data sources in the form of informants, events, and documents. The selected informants were Indonesian Language teachers and class XI students. Data were collected in-depth interview techniques, observation techniques, and documentation studies. Validity through extending the participation of researchers, making observations diligently and carefully, and triangulating data sources. Data analysis was performed using an interactive analysis model. The results showed that: (1) critical reading learning has not been implemented well due to the low student interest in reading, and the inaccuracy of teachers in choosing learning methods, materials, and media, (2) learning to read critical explanatory texts with recreational-procreation models can create an atmosphere new learning that is fun for students, encourages the growth and development of critical thinking skills, encourages students to express their opinions critically, and improves other language skills, (3) the obstacles faced by teachers and students, namely the lack of tools and learning media, students are less active, the teacher has not been able to become a facilitator of critical reading learning well, as well as the limited language skills of students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) kondisi pembelajaran membaca kritis pada siswa SMK Negeri 1 Ponorogo, (2) implementasi model pembelajaran rekreasi-prokreasi dalam pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini menggunakan sumber data, berupa: informan, peristiwa, dan dokumen. Informan yang dipilih yaitu guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, teknik observasi, dan studi dokumentasi. Validitas melalui memperpanjang keikutsertaan peneliti, mengadakan pengamatan dengan tekun dan saksama, dan melakukan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran membaca kritis belum terlaksana dengan baik karena rendahnya minat baca siswa, dan kekurangtepatan guru dalam memilih metode, materi, dan media pembelajaran, (2) pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi dengan model rekreasi-prokreasi mampu menciptakan suasana pembelajaran baru yang menyenangkan bagi siswa, mendorong tumbuh kembang kemampuan berpikir kritis, mendorong siswa berani mengemukakan pendapat secara kritis, dan meningkatkan kemampuan berbahasa lainnya, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa, yaitu kurang tersedianya alat dan media pembelajaran, siswa kurang aktif, guru belum mampu menjadi fasilitator pembelajaran membaca kritis secara baik, serta terbatasnya kemampuan berbahasa siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel dan Cerpen Berorientasi Soft Skill Emah Khuzaemah; Hikmah Uswatun Ummi
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.583 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.4214

Abstract

The low level of soft skills among employees, many complained by various companies and agencies. This study aims to develop fable and short story text teaching materials oriented to soft skills. Based on the results of the identification of 91% of informants agree that there are a fable and short story teaching materials that are oriented towards soft skills. Teaching materials developed titled Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Activities carried out include: develop your imagination, determine ideas and themes, draw characters and characters, arrange events and develop stories, complete stories meaningfully, and develop your inspiration. Masih rendahnya soft skill di kalangan karyawan, banyak dikeluhkan oleh berbagai perusahaan dan instansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks fabel dan cerpen berorientasi soft skill. Berdasarkan hasil identifikasi 91% informan setuju adanya bahan ajar fabel dan cerpen yang berorientasi soft skill. Bahan ajar yang dikembangkan berjudul Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Kegiatan yang dilakukan, meliputi: kembangkan imajinasimu, tentukan ide dan tema, gambarkan tokoh dan karakternya, rangkai peristiwa dan kembangkan cerita, selesaikan cerita dengan penuh makna, dan kembangkan inspirasimu.
Character Values Represented in Tembang Sunda Cianjuran Aprilla Adawiyah; Mia Fatimatul Munsi
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.695 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v5i1.3590

Abstract

This study is aimed at describing character values in five Cianjuran Sundanese songs (Tembang Sunda Cianjuran) comprising Laut Kidul, Mairan ti Dapur Yayasan Wargi Cianjur, Itu Gunung Naon Raden, Pamoyanan, and Kidung Wiwitan, taken from a book entitled Ngauguar Mamaos Cianjuran. These songs were chosen due to their lyrics which are easily understandable, full of character values and highly related to the locality of Cianjur. This article is based upon the analytic Descriptive method with a literature review used to examine and describe character values in Tembang Sunda Cianjuran. From eighteen character values, only thirteen character values are found in the songs. They are religiosity, honesty, discipline, hard work, creativity, curiosity, national spirit, patriotism, appreciation of achievement, communication, reading habits, environmental care, and responsibility values. In the current songs, the most frequently occurring value is patriotism, which is contained in the second song (TSC-02). It has nine character values. Cianjuran Sundanese songs function as the guiding norm of life, related to religion, and contains advice so that humans could behave in compliance with religion, the human and Creator relationship, as well as the human and environment relationship. Studi ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam lima tembang Sunda Cianjuran yang terdiri atas Laut Kidul, Mairan ti Dapur Yayasan Wargi Cianjur, Itu Gunung Naon Raden, Pamoyanan, dan Kidung Wiwitan, yang diambil dari buku Ngaguar Mamaos Cianjuran. Tembang-tembang tersebut dipilih karena liriknya lebih mudah dipahami, mengandung nilai karakter, dan berkaitan erat kaitannya dengan lokalitas Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik telaah pustaka untuk menelaah dan mendeskripsikan nilai-nilai karakter dalam tembang Sunda Cianjuran. Dari 18 nilai karakter, hanya 13 nilai karakter yang terdapat dalam tembang tersebut, berupa nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai rasa ingin tahu, nilai semangat kebangsaan, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai komunikatif, nilai gemar membaca, nilai peduli lingkungan, dan nilai tanggung jawab. Nilai karakter yang paling sering muncul adalah nilai cinta tanah air. Tembang Sunda Cianjuran memiliki fungsi bagi masyarakat sebagai salah satu acuan dalam kehidupan di dunia, berkaitan dengan agama, dan berisi nasihat agar manusia berperilaku sesuai dengan ajaran agama, berkaitan dengan hubungan manusia dengan sang Maha Pencipta, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam/lingkungan.
Feminisme dalam Cerpen Rambutnya Juminten Karya Ratna Indaswari Ibrahim Dewi Kusuma; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.28 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.4162

Abstract

This research aims to describe the form of gender injustice in the short story of Rambutya Juminten by Ratna Indaswari Ibrahim in the form of oppression of women, people's views on women, and men's views on feminism. This qualitative descriptive study uses a feminist approach. Research shows that short stories of Rambut Juminten can be a real picture of how people perceive gender differences. Gender differences are always a barrier wall that tends to curb women's freedom to work and move. Gender differences also give rise to violence and oppression of women's rights. Existing culture makes women always in second grade after men. Men are of the view that women overestimate feminism. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam cerpen Rambutya Juminten karya Ratna Indaswari Ibrahim yang berupa: penindasan terhadap perempuan, pandangan masyarakat terhadap perempuan, dan pandangan laki-laki terhadap feminisme. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan feminisme. Penelitian menunjukkan bahwa cerpen Rambutnya Juminten dapat menjadi gambaran nyata cara masyarakat memandang perbedaan gender. Perbedaan gender selalu menjadi dinding pembatas yang cenderung mengekang kebebasan perempuan dalam berkarya dan beraktivitas. Perbedaan gender juga melahirkan kekerasan dan penindasan terhadap hak-hak perempuan. Budaya yang ada menjadikan perempuan selalu berada di kelas dua setelah laki-laki. Laki-laki berpandangan bahwa kaum perempuan terlalu berlebihan mengartikan feminisme.

Page 8 of 27 | Total Record : 263