cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Similarities and Differences of Honorific Systems Between Indonesian and Korean Languages (Perbedaan dan Persamaan Honorifik Bahasa Indonesia dan Korea) Terry Chang; Yumna Rasyid; Endry Boeriswati
Indonesian Language Education and Literature Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.466 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2470

Abstract

This study aims to describe similarities and differences of honorific systems between Indonesian and Korean languages. The data analysis concludes that Indonesian people find it difficult to speak using Korean honorific systems. Moreover, the honorific systems in these two languages have a few similarities and differences in common, and the Korean has more complex honorific systems particularly the use of particles, verbs, vocabularies, and endings while the Indonesian has minimal honorific systems in the form of lexical markers. In addition, the Korean structure is more different from that of the Indonesian structure. Therefore, multiple ways are used to explore more honorific systems in the two languages. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan undak usuk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Analisis data menyimpulkan bahwa pengguna bahasa Indonesia mengalami kesulitan ketika berbicara dengan menggunakan undak usuk bahasa Korea. Kedua bahasa ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Bahasa Korea memiliki undak usuk yang lebih kompleks. Kompleksitas dalam bahasa Korea dapat berupa penggunaan partikel, kata kerja, kosakata, dan akhiran. Adapun Bahasa Indonesia memiliki undak usuk yang minim bentuk penanda leksikal. Selain itu, struktur bahasa Korea berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, berbagai cara digunakan untuk mengeksplorasi lebih banyak undak usuk dalam dua bahasa ini.
Improve Writing Skill Description Text (Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi) Hesti Muliawati; Bela Nurzaman; Nina Oktaviani
Indonesian Language Education and Literature Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.996 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1844

Abstract

This research is motivated by the low interest of students writing the text of description on the students of Middle VII Middle-Class Farmers. To that end, the writer wanted to know the student activity in learning to write the description text by applying the problem-based learning method of the students of class VII of SMP Negeri 1 Tengah Tani, and to know the profile of writing the description text in the learning by using problem based on student VII SMP Negeri 1 Tengah Tani. Based on the result of a written test in this research, concluded that t count 2,23 and t table price 2.04 for 5% significance level, this means the application of a method of PBM in learning to write text description of the student of class VII of SMP Negeri 1 Tengah Tani effective. Meanwhile, the results of data observation in the form of student activity found that in the learning, established a good communicative relationship, in this case, the existence of an interaction between students with teachers, as well as students with other students. Profile writing text description of the students in grade VII SMP Negeri 1 Tengah Tani in learning by applying the PBM method has been very good, in this case, there is already an increase in test results between the initial test score with the final test score. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa menulis teks deskripsi pada siswa SMP Negeri Tengah Tani Kelas VII. Untuk itu, penulis ingin mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tengah Tani, dan untuk mengetahui profil menulis teks deskripsi dalam pembelajaran dengan menggunakan berbasis masalah pada siswa VII SMP Negeri 1 Tengah Tani. Berdasarkan hasil tes tertulis dalam penelitian ini, menyimpulkan bahwa thitung 2,23 dan harga ttabel 2,04 untuk taraf signifikansi 5%, hal ini berarti penerapan metode PBM dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tengah Tani berlangsung efektif. Sementara itu, hasil dari observasi data berupa aktivitas siswa, didapat bahwa dalam pembelajaran tersebut, terjalin hubungan komunikatif yang baik, dalam hal ini sudah adanya interaksi antara siswa dengan guru, serta siswa dengan siswa lainnya. Profil menulis teks deskripsi siswa pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tengah Tani dalam pembelajaran dengan menerapkan metode PBM sudah sangat baik, dalam hal ini sudah ada peningkatan hasil tes antara nilai tes awal dengan nilai tes akhir.
Penggunaan Konjungsi dan Makna Teks Terjemahan Surat Al-Baqarah Ummul Khair
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.81 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2584

Abstract

The purpose of this study was to 1) describe the type of conjunction in the translation of the sura Al-Baqarah and 2) describe the meaning of the conjunction contained in the surah Al-Baqarah. The method of collecting data uses the read, see, and note method. With basic techniques in the form of determining elements (PUP) techniques, marking reading techniques, and extension techniques. The results of the analysis show: coordinative conjunction dan (78); interfaith conjunction (25); last intra-coordinative sentence conjunction lalu (6); the use of interfaith conjunctions even though padahal (6); coordinative in sentences conjunction tetapi (4); coordinative in sentences conjunction kemudian (4); coordinative in sentences connective bahwa (3); subordinate in sentences conjunction maka (2); subordinate in sentences conjunctions so agar (4); interfaith conjunction selain (2); between interfaith conjunctions lagi (2); subordinate in sentences conjunction ketika (3); subordinate conjunction jika (2); subordinate sub-syntax conjunction jikalau (2); subordinate conjunction sebab (2); subordinate conjunction dengan (2); subordinate conjunction sebagaimana (2). Analysis of the text of the translation of the letter of the Albaqarah juz 1, there are 22 uses of the word conjunction.Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan jenis konjungsi pada terjemahan surah Al-Baqarah dan 2) memaparkan makna konjungsi yang terkandung dalam surah Al –Baqarah. Metode pengumpulan data menggunakan metode baca, simak, dan catat. Dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP), teknik baca markah, dan teknik perluas. Hasil analisis menunjukkan: konjungsi koordinatif dan (78); konjungsi antarkalimat (25); konjungsi intra kalimat koordinatif lalu (6); penggunaan konjungsi antarkalimat padahal (6); konjungsi intrakalimat koordinatif tetapi (4); konjungsi intrakalimat koordinatif kemudian (4); kata penghubung intrakalimat koordinatif bahwa (3); konjungsi intrakalimat subordinatif maka (2); konjungsi intrakalimat subordinatif agar (4); konjungsi antarkalimat selain (2); konjungsi antarkalimat lagi (2); konjungsi intrakalimat subordinatif ketika (3); konjungsi subordinatif jika (2); konjungsi intrakalimat subordinatf jikalau (2); konjungsi subordinatif sebab (2); konjungsi subordinatif dengan (2); konjungsi subordinatif sebagaimana (2). Analisis teks terjemahan surat Albaqarah juz 1, terdapat 22 penggunaan kata konjungsi.
Hegemoni Patriarki Publik Terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel "Hanauzumi" Karya Junichi Watanabe Retno Putri Utami; Endry Boeriswati; Zuriyati Zuriyati
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.985 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2571

Abstract

This research examines forms of the hegemony of a patriarchal ideology in the public sphere towards women, especially female figures in the Hanauzumi novel by Junichi Watanabe. Hanauzumi's novel tells the story of Japanese women in the 19th century who often experience gender discrimination. The culture and tradition of Japanese society that adheres to and glorifies patriarchal ideology have limited the scope of women in the public sphere. This condition arises because of the leadership and power of men who get an agreement from a group that is hegemony, namely the women themselves. The method used in this study is a qualitative method with content analysis techniques. The data that is the object of this research are narratives and dialogues that identify forms of public patriarchal hegemony towards female leaders. Based on the results of the analysis, it was found that the form of public patriarchal hegemony in female characters in Hanauzumi's novels was the separation of work positions, wage differentiation, absence of women in important positions in the country, limited rights of women in law and politics, cases of physical and mental violence by men, women's limited education and oppression of women in the mass media. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk hegemoni suatu ideologi patriarki di bidang publik terhadap perempuan, khususnya tokoh perempuan dalam novel “Hanauzumi” karya Junichi Watanabe. Novel “Hanauzumi” menceritakan kisah kaum perempuan Jepang di abad 19 yang sering mengalami diskriminasi gender. Budaya dan tradisi masyarakat Jepang yang menganut dan mengagungkan ideologi patriarki mengakibatkan ruang lingkup kaum perempuan di ranah publik menjadi terbatas. Kondisi ini muncul karena adanya kepemimpinan dan kekuasaan kaum laki-laki yang mendapat kesepakatan dari kelompok yang dihegemoni, yaitu kaum perempuan itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah narasi dan dialog yang mengidentifikasikan bentuk-bentuk hegemoni patriarki publik terhadap tokoh perempuan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk hegemoni patriarki publik pada tokoh perempuan dalam novel “Hanauzumi” berupa pemisahan posisi kerja, pembedaan upah, ketidakhadiran perempuan dalam posisi penting di negara, terbatasnya hak perempuan dalam bidang hukum dan politik, kasus kekerasan fisik dan mental oleh laki-laki, terbatasnya perempuan dalam pendidikan dan tertindasnya kaum perempuan dalam media massa.
Karakter Masyarakat Indonesia Berdasarkan Peribahasa Siriporn Maneechukate
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.127 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2628

Abstract

This study examines the character of Indonesian society through proverbs. The purpose of this study is to describe the worldview of Indonesian society as reflected in proverbs. The intended view includes human, natural, and supernatural powers. The findings show that the condition of Indonesian people as human beings is at the highest level. Proverbs reflect the extraordinary characteristics of Indonesian society. Indonesian society has advantages from the Netherlands. This finding shows the exploitation of the Netherlands for 301 years in Indonesia. Another extraordinary identity is the Indonesian society's view of Islam. Based on the analysis, it can be seen that Indonesian society has a high regard for religion, values, and self-esteem.Penelitian ini mengkaji karakter masyarakat Indonesia melalui peribahasa. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pandangan dunia terhadap masyarakat Indonesia yang tercermin dari peribahasa. Pandangan yang dimaksud, meliputi: manusia, alam, dan kekuatan supranatural. Temuan menunjukkan bahwa kondisi masyarakat Indonesia sebagai manusia di tingkat tertinggi. Peribahasa mencerminkan karakteristik yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia memiliki kelebihan dari Belanda. Temuan ini menunjukkan eksploitasi Belanda selama 301 tahun di Indonesia. Identitas lain yang luar biasa adalah pandangan masyarakat Indonesia 'terhadap Islam. Berdasarkan analisis dapat diketahui bahwa masyarakat Indonesia menjungjung tinggi agama, nilai, dan harga diri.
Kesalahan Sintaksis Pada Skripsi Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tati Sri Uswati; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.322 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.1880

Abstract

The purpose of this paper is to measure the language skills of IAIN Syekh Nurjati Cirebon students in thesis writing by analyzing the misuse of syntactic constructs in the form of phrases and sentences based on the cause of the occurrence and how to improve it. This study uses descriptive qualitative-quantitative methods. In the preparatory stage, data collection of 18 theses of IAIN Syekh Nurjati Cirebon students was graduated in 2018 from three faculties, namely nine majors. Furthermore, all sentences containing syntax errors are recorded in the data card and categorized according to the criteria for the form of syntactic errors. Data that has been classified is then analyzed and described as errors and corrections. Comparison of misuse of phrase structure and nearly 3: 1 sentence. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan berbahasa mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada penulisan skripsi dengan menganalisis kesalahan penggunaan konstruksi sintaksis yang berupa frasa dan kalimat berdasarkan penyebab terjadinya dan bagaimana alternatif pembenahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pada tahap persiapan, dilakukan pengumpulan data 18 skripsi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon kelulusan tahun 2018 dari tiga fakultas, yaitu sembilan jurusan. Selanjutnya semua kalimat yang mengandung kesalahan sintaksis dicatat dalam kartu data dan dikategorikan menurut kriteria bentuk kesalahan sintaksis. Data yang sudah diklasifikasikan kemudian dianalisis dan dideskripsikan kesalahan dan pembetulannya. Perbandingan kesalahan penggunaan struktur frasa dan akalimat hampir mencapai 3:1.
Needs of Indonesian Short Story Writing Material: A Case Study of Foreign Students at ACS School Jakarta Tri Maryanto; Endry Boeriswati; Liliana Muliastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.418 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2956

Abstract

The purposes of study into identify the needs of Indonesian short story writing material for foreign students at ACS Jakarta school. The method used qualitative research. The process of collecting data used observation activities, interviews, and questionnaire. Validation of data is triangulation process. The results showed that the foreign students need materials have a variation level in accordance with the context of learning which is Indonesian. Students expect Indonesian language short story writing material that is relevant to their language cultural context and culture in the Indonesian language. While the teaching materials is supported by the use of learning media is able to stimulate the learning activities of writing.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan bahan ajar menulis cerita pendek bahasa Indonesia bagi siswa penutur asing di sekolah ACS Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Proses pengumpulan data menggunakan kegiatan observasi, wawancara, dan kuesioner. Validasi data menggunakan proses triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa penutur asing membutuhkan bahan ajar yang memiliki tingkat variasi sesuai dengan konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Para siswa mengharapkan adanya sajian materi ajar menulis cerita pendek yang relevan dengan konteks dan budaya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, materi ajar didukung oleh penggunaan media belajar yang mampu menstimulasi kegiatan pembelajaran menulis.
Kritik Sosial dan Nilai Moral dalam Novel "Negeri dI Ujung Tanduk" Karya Tere Liye Alvika Candra Puspita; Sarwiji Suwandi; Sri Hastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.336 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.1956

Abstract

Social criticism and moral values can be found in many literary works, especially novels. The objectives of this research are to describe: (1) social criticism and (2) moral values within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel by Tere Liye. This research used a qualitative method as a guideline to analyze documents containing information in the novel. To collect data, a purposive sampling technique and document analysis were used considerably. Data analysis techniques used interactive analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, as well as withdrawal and testing conclusions. The outcomes of this research include (1) the social criticism within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel such as (a) crime, (b) family disorganisation, (c) social norm violation, dan (d) bureaucracy; and (2) Moral values within the “Negeri di Ujung Tanduk” novel such as (a) individual moral values, (b) social moral values, and (c) religious moral values.Kritik sosial dan nilai moral banyak terdapat dalam karya sastra khususnya novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kritik sosial dan (2) nilai moral dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk” karya Tere Liye. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menganalisis data berupa dokumen dengan objek kajian novel “Negeri di Ujung Tanduk” karyaTere Liye. Teknik pengambilan subjek penelitian dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan pengujian simpulan. Hasil penelitian ini dikemukakan sebagai berikut: (1) Kritik sosial yang terdapat dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk”, meliputi (a) kejahatan, (b) disorganisasi keluarga, (c) pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, (d) birokrasi, dan (2) Nilai moral yang terdapat dalam novel “Negeri di Ujung Tanduk”, meliputi, (a) nilai moral individu, (b) nilai moral sosial, dan (c) nilai moral religius.
Pembelajaran Bermuatan HOTS (Higher Order Thinking Skill) di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Indrya Mulyaningsih; Itaristanti Itaristanti
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.503 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2970

Abstract

This qualitative descriptive study aims to describe learning with HOTS content for students as prospective teachers. The study population consisted of all lecturers and students of the Indonesian Department of Social Sciences FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The research sample included: 4 lecturers and 117 students. Data was collected through questionnaires, interviews, and observations. The results of the study indicate that learning in the Indonesian Department of Social Sciences has been loaded with HOTS. However, there are still characteristic institutions and faculties that have not been charged with HOTS. Therefore, it should be necessary to improve the lecturers who are characteristic of the Institute and Faculty. Learning courses that characterize the Department have carried out HOTS activities. The course characterization bills are not only in the form of papers, but products. These products can be enjoyed by the general public, both in the form of performances and books.Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bermuatan HOTS bagi mahasiswa sebagai calon guru. Populasi penelitian terdiri atas semua dosen dan mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Adapun sampel penelitian, meliputi: 4 dosen dan 117 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan pengamatan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia sudah bermuatan HOTS. Namun demikian, masih terdapat mata kuliah penciri Institut dan Fakultas yang belum bermuatan HOTS. Oleh karena itu, hendaknya perlu ada perbaikan bagi para dosen pengampu mata kuliah penciri Institut dan Fakultas. Pembelajaran mata kuliah penciri Jurusan sudah melakukan aktivitas HOTS. Tagihan mata kuliah penciri Jurusan tidak hanya berupa makalah, tetapi produk. Produk tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat umum, baik berupa pementasan maupun buku.
Hambatan dan Harapan Pemartabatan Bahasa Indonesia Mohamad Jazeri; Siti Zumrotul Maulida
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.586 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2493

Abstract

This article aims to explain the phenomena of dignifying the Indonesian language between obstacles from Indonesian people and hopes from people of other countries to learn and use the Indonesian language. Based on my prolong observation, I find that people of Indonesia nowadays are lack of pride and loyalty to use The Indonesian language. On the other hand, the number of foreigners who are interested in learning the Indonesian language is highly rocketed. In our country, we face some phenomena of using The Indonesian language with lack of pride and loyalty. Language pride is the pride of Indonesian people to use Indonesian language pride, while language loyalty is the wish to use and maintain the Indonesian language from interference and extinction. The hopes from outside are the increasing number of foreigners who learn the Indonesian language for many purposes. It is proved by, first, the Indonesian language is now promoted as an official language of ASEAN countries. Second, the Indonesian language is learned in some universities in foreign countries. Third, in line with the strategic position of Indonesia in global communication, politically, economically, and culturally, the need of Indonesian Language Teaching for Foreigner (BIPA) is rapidly increasing.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam pemartabatan bahasa Indonesia, yakni hambatan yang terjadi di dalam negeri dan harapan dari luar negeri. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kebanggaan dan loyalitas warga negara Indonesia terhadap bahasa Indonesia masih rendah. Di sisi lain, bangsa lain semakin banyak yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Hambatan yang dihadapi di dalam negeri adalah kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dan rendahnya loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia adalah rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia. Sementara loyalitas terhadap bahasa Indonesia merupakan keinginan bangsa Indonesia untuk memelihara dan mempertahankan bahasa Indonesia serta mencegahnya dari pengaruh dan interferensi dari bahasa lain. Adapun harapan dari luar negeri adalah semakin tingginya minat orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Hal ini dapat dilihat dari pertama, bahasa Indonesia dipromosikan sebagai bahasa resmi ASEAN. Kedua,bahasa Indonesia dipelajari di beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Ketiga, seiring dengan posisi strategis Indonesia di percaturan dunia, secara politik, ekonomi, dan budaya, permintaan layanan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) meningkat dengan cepat.

Page 6 of 27 | Total Record : 263