cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF IPA DAN IPS DI MADRASAH IBTIDAIYAH PADA KURIKULUM 2013 Novianti Muspiroh
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.576 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.126

Abstract

Natural science and social science are integrated into the 2013 curriculum based on the themes in all subjects of Madrasah Ibtidaiyah (MI) (Islamic Primary School). The integration is done in two ways, namely the integration of attitudes, skills and knowledge in the learning process and the related basic concepts. Themes related to the meaning of the basic concepts, so students do not learn them partially. This approach is appropriate for MI students because of the psychological point of view; they have not been able to think abstractly to understand content of a separate subject. Thereby, the classroom atmosphere are comfortable and fun, students can learn to solve social problems and mutual respect, they get opportunities as possible to learn better, get the information quickly, apply materials directly in the context of daily life, and apply the principle of mastery learning. Keywords: Tematik, IPA, IPS, Madrasah Ibtidaiyah
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DONGENG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI ANAK PADA JENJANG USIA SEKOLAH DASAR Patimah Patimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.408 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.123

Abstract

Mendongeng merupakan batu loncatan penting dalam membentuk seorang jenius. Mendongeng memicu kekuatan berpikir yang super, yang melepaskan per-per imajinasi seorang jenius. menurut ahli psikologi anak, pertumbuhan mental seorang anak berjalan sangat cepat, terutama sampai anak berusia enam tahun, sampai umurnya enam tahun, kecepatan belajar anak bagai kuda yang berlomba dalam pacuan. Setelah melewati usia ini, kecepatan belajar anak akan menurun, dan lebih mendatar.Guru yang telah terbiasa menggunakan metode mendongeng (berbeda dengan ceramah) pada saat proses KBM pada umumnya pasti memiliki siswa yang berkemampuan literasi yang baik  dibandingkan dengan guru yang hanya mengajar dengan cara konvensional di dalam kelas.Kebiasaan yang di timbulkan dari aktivitas mendongeng mampu memberikan banyak dampak positif terhadap kemampuan literasi siswa baik kemampuan membaca, menulis dan berbicara. Kata Kunci : Dongeng, Psikologi Anak, Kemampuan Literas
PEMBELAJARAN DENGAN KECERDASAN JAMAK DI SEKOLAH Asep Kurniawan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.805 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.127

Abstract

Traditional assumption, which has been adopted in education, will be difficult to produce highly qualified graduates. A big mistake if student achievement is measured only by the ability of IQ in the form of mathematics and language. A great misconceptions if student achievement is only measured by the ability of IQ (Intelligence Quotient); mathematics and language. Intelligence IQ in favor of only a small portion of the learners. Intelligence is not only IQ, but also multiple intelligencies, such as Linguistic Intelligence, Logical-Mathematical Intelligence, Spatial-Visual Intelligence, Bodily-Kinesthetic Intelligence, Musical Intelligence, Interpersonal Intelligence, Intrapersonal Intelligence, Naturalist Intelligence, Existential Intelligence, and Spiritual Intelligence. It is based on the understanding of intelligence as the ability of a person to solve a real problem and in a variety of situations. In the context of learning in school, multiple intelligences actualized by empowering learners, more than one modality of learning, variation of places, which is very important, appropriateness teacher's teaching style with students’ learning styles, or students’ intelligences. Learning with multiple intelligences will be able to connect the tedious learning process to a joyful learning. Students are not crammed full of material and theories. With this, however, students are faced with the reality that the material and theories can indeed they encounter in their daily lives, thereby providing the depth impression.  Key words: Pembelajaran, inovasi, kecerdasan, Jamak.
JEJAK ALUMNI JURUSAN PGMI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON DAN RESPON PENGGUNA (STAKEHOLDER) TERHADAP KOMPETENSI DAN KINERJANYA Tamsik Udin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.994 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.121

Abstract

Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Strata Satu (S1)  di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Syekh Nurjati  Cirebon berdiri sejak tahun 2007. Ijin pendirian dari Kementerian Agama RI dalam bentuk SK Dirjen Pendidikan Tinggi Islam nomor: Dj.I/257/2007 tanggal 10 Juli 2007 tentang Ijin Operasional. Alumni Jurusan PGMI yang ada  selama ini belum dapat mengisi formasi guru MI yang berada di wilayah III Cirebon dan bahkan belum merata, apalagi untuk di luar wilayah Cirebon.Tujuan  Tracer Study ini adalah untuk :1.mengetahui keberadaan alumni PGMI serta menjalin komunitas seara kontinue.2. Mengidentifikasi profil kompetensi dan keterampilan lulusan. 3. Mengetahui relevansi pelaksanaan kurikulum dan kebutuhan pasar kerja. 4.  Memenuhi Kriteria Akreditasi/sertifikasi Jurusan PGMI.5. Memenuhi persyaratan bantuan penelitian tahun 2014.Millington (2006), “tracer study is an impact  assessment toll where the impact on target groups is traced back to specific elements of programme so that effective and ineffective project components may be identified” (sebuah metode untuk menelusuri informasi mengenai Alumni).Metode dalam penelitian inia dalah deskriptif.  Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor  yang lain. Karenanya, metode deskriptif juga dinamakan studi status atau disebut juga survey normative. Prespektif waktu yang dijangkau dalam  penelitian deskriptif , adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keberadaan alumni Jurusan PGMI tahun sejak tahun 2012 dan tahun 2013 belum merata di daerah wilayah III Cirebon. Pkeberadaan rofil kompetensi alumni Jurusan PGMI Pekerjaan Hampir setengahnya (40%) responden sudah bekerja di sekolah swasta, Penyelenggaraan Pengajaran di PGMI direspon oleh Hampir setengahnya (44,4%), Profil Stakeholder Lebih dari setengahnya  (65.0%) stakeholder sebagai tempat bekerja alumni PGMI adalah swasta. Kata Kunci : Alumni, Tracer Study, Stakeholder
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DI KELAS I MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NUR KOTA CIREBON Bunyamin Bunyamin; Amanah Amanah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.815 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.128

Abstract

Media merupakan salah satu alat yang sangat penting bagi kegiatan pembelajaran. Media yang tepat akan menunjang kegiatan belajar-mengajar yang yang berlangsung di kelas. Media adalah perantara/ penghubung antara guru dengan murid. Gambar dapat dipergunakan sebagai media pendidikan dan mempunyai nilai-nilai pendidikan bagi peserta didik yang memungkinkan belajar secara efisien peserta didik yang berkaitan dengan pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran IPA di MI. Namun kenyataannya terkadang guru belum mampu menggunakan media pembelajaran yang tepat dalam kegiatan pembelajaran di kelas.Prestasi belajar merupakan ukuran tingkat keberhasilan seseorang dalam mempelajari sesuatu. Presetasi belajar seorang dapat dilihat berdasarkan skor yang diperolehnya dalam menyelesaikan soal-soal ujian terkait dengan bahan yang sedang dipelajarinya. Setiap pembelajaran tentunya mengharapkan hasil belajar yang maksimal, namun pada kenyataanya masih terdapat siswa yang memperoleh nilai IPA dibawah KKM.Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa dengan penggunaan media gambar pada mata pelajaran IPA di kelas I MI An-Nur Kota Cirebon, meningkatkan prestasi hasil belajar IPA di kelas I dan pengaruh media gambar sebagai upaya meningkatkan hasil belajar IPA di Kelas I MI An-Nur Kota Cirebon.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan teknik pengumpulan data berupa observasi, soal tes, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian  ini adalah semua siswa MI An-Nur Kota Cirebon sebanyak 375 siswa dan menggunakan Cluster sample yaitu kelas I.1 sebanyak 23 siswa.Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2010. Dari hasil pengolahan data tersebut didapat kesimpulan bahwa Berdasarkan hasil keseluruhan dari mulai pra siklus, siklus I sampai siklus II, hasil belajar yang diperoleh siswa kelas I dengan menggunakan media gambar mengalami peningkatan hasil belajar setiap siklusnya. Pada pra siklus diperoleh rata-rata 60,04, siklus I diperoleh rata-rata 72,17. Nilai tersebut mengalami peningkatan 12,13%, siklus II diperoleh nilai rata-rata 86,52 nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 14,35
Menurunnya Penutur Bahasa Indonesia Sebagai Lingua Franca Tato Nuryanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.154 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.124

Abstract

Penggunaan bahasa asing secara tidak proporsional, menurun dan  berkurangnya penutur bahasa Indonesia, serta semakin ditinggalkannya bahasa daerah, termasuk ada usaha pengambilan aset budaya kita oleh beberapa negara tetangga menjadi fakta bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis jati diri sebagai suatu bangsa. Hal ini bisa jadi karena ketidaktahuan kita terhadap kedudukan dan fungsi bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kualitas hidup yang rendah. Sebenarnya bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting, seperti yang tercantum pada ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional; kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV, Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. Disadari atau tidak, generasi muda dan  masyarakat masih banyak yang belum tahu  tentang kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia tersebut. Mereka lupa bahwa bahasa Indonesia sebenarnya memiliki fungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, identitas nasional, alat perhubungan atarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, dan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Sudah sangat jelas bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa  perantara pergaulan (lingua franca) dari zaman dahulu kala. Kata Kunci :  Penutur, bahasa Indonesia, Lingua Franca
التقنيات و الوسائل في تدريس القراءة فى المدرسة الإبتدائية Maman Rusman
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.926 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.129

Abstract

اللغة وسيلة من وسائل الاتصال بين الناس. و لكل لغة عناصر خاصة و من عناصر اللغة هي الأصوات و المفردات و التراكيب و الدلالة. و لكل لغة مهارات    و هي الاستماع و الكلام و القراءة و الكتابة. فالقراءة هي مهارة لا يتقنها متعلم لغة ما إلا بكثرة التدريبات في القراءة و بعد اتقانه في القواعد و الدلالة.و في عملية تدريس المهارات اللغوية و خاصة في تدريس مهارة القراءة فى المدرسة الإبتدائية يحتاج المدرس إلى التقنيات و الوسائل التى تساعده في تسهيل عملية تدريس القراءة و في تنمية رغبة الطلبة في القراءة و لترقية مهارتهم فيها. فلا بد لكل مدرس لغة ما أن يعلم التقنيات و الوسائل المناسبة و الفعالة لتدريس القراءة. لذلك نورد في هذا المقالة بعض التقنيات و الوسائل و الاختبار و المصادر في تدريس القراءة فى المدرسة الإبتدائية.
ACCELERATED LEARNING UNTUK ANAK SUPERNORMAL SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN DASAR Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.126 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.100

Abstract

Pelayanan pendidikan yang berdiferensiasi dengan menggunakan kurikulum yang berdiversifikasi dapat diimplementasikan melalui penyelenggaraan sistem percepatan kelas (akselerasi). Dengan sistem percepatan kelas, siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa diberi peluang untuk dapat menyelesaikan studi di SD kurang dari 6 tahun (misalnya 5 tahun atau 4 tahun), di SLTP dan SMU masing-masing kurang dari 3 tahun (misalnya 2 tahun), dengan menyelesaikan semua target kurikulum tanpa meloncat kelas. Dari aspek kurikulum, pendidikan untuk anak cerdas istimewa membutuhkan diferensiasi kurikulum yaitu memberikan tugas dan kegiatan belajar yang berbeda dari rata-rata anak seusianya sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Diferensiasi kurikulum bagi peserta didik cerdas istimewa dapat dilakukan melalui tiga jalur: enrichment (pengayaan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan perluasan materi kurikulum, extension (pendalaman) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan investigasi bidang studi secara lebih mendalam, dan acceleration (percepatan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan untuk menyelesaikan materi belajar dalam waktu yang lebih singkat.
Pengaruh Media Film Animasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA(Studi Penelitian di MI AN-NUR Kota Cirebon) Mukhlishoh Mukhlishoh; Iis Khisbiyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.417 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.125

Abstract

Pentingnya kegiatan teknologis dalam pengelolaan tersebut dimakasudkan agar dapat membantu proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan, Namun, pada saat ini banyak siswa yang belum menunjukkan  motivasinya  dalam belajar dikarenakan proses pembelajaran yang membosankan tanpa adanya media yang baru. Salah satu media teknologi dalam pembelajaran adalah media film animasi, media film animasi merupakan  media berupa gambar yang bergerak disertai dengan suara dan merupakan perkembangan dari IPTEK. Dengan penggunaan media film animasi ini terdapat pengaruh bagi siswa itu sendiri dalam proses belajarnya seperti meningkatnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V.2 MI An-Nur Kota Cirebon sebanyak 28 siswa dan menggunakan sampel total sampling yaitu kelas V sebanyak 28 siswa. Dari hasil pengolahan data tersebut didapat kesimpulan bahwa rata – rata nilai angket media film animasi di MI An-Nur kota Cirebon sebesar 84% dan motivasi belajar IPA diperoleh rata – rata persentase yang menjawab 5(sangat setuju) sebesar  42%, menjawab 4(setuju) sebesar 36,5% jadi jumlahnya adalah 78,5%. Adapun hasil uji regresi menggunakan Analisis Model Summaryb pengaruh media film animasi dapat menggunakan angka R Square (koefisien determinasi) 0,246 x 100 = 24,6%. Angka tersebut memiliki arti bahwa sebesar 24,6%  variabelitas motivasi belajar dipengaruhi oleh variable media film animasi. Dan sisanya sebesar 100-24,6 = 75,4 % harus dijelaskan oleh faktor faktor lainya yang berasal dari luar model regresi ini. Berdasarkan tabel  analisis anova b didapat nilai Sig sebesar 0,007 Karena lebih kecil 0,05 maka H0 ditolak dan  Ha diterima maka terdapat hubungan linier antara variable pengaruh media film animasi  dan motivasi belajar siswa di MI  AN-NUR Kota Cirebon.
PENERAPAN METODE PQR4 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA PADA SISWA KELAS IV SDN PENGAMPON II KEC. LEMAHWUNGKUK KOTA CIREBON Syibli Maufur; Abdul Sholeh
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.686 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.122

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di SD / MI yang didalamnya terdapat asfek keterampilan membaca yang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional dan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi namun ditemukan permasalahan yaitu rendahnya kemampuan pemahaman membaca yakni siswa kesulitan menentukan kalimat utama, siswa kesulitan dalam membuat teks ringkasan dengan kalimat yang runtut, dan siswa kesulitan dalam menjelaskan  isi teks secara tertulis dengan kalimat sendiri secara runtut. Sebagai solusi atas kondisi tersebut diperlukan suatu metode pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman diantaranya melalui metode PQR4 yaitu Preview, Question Read, Reflect  Recite dan Review. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)  ini dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran dengan desain siklus spiral model Kemmis. Hasil temuan penelitian diperoleh nilai rata-rata siklus I yaitu 73,80, Siklus II yaitu 77,60, dan siklus III yaitu 83,40. Dengan demikian metode PQR4 dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Kata kunci: Metode PQR4, membaca pemahaman

Page 1 of 1 | Total Record : 10